BAB 3 METODOLOGI
3.7 Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Metode kualitatif adalah memiliki sifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis untuk pengolahan datanya (Ramdhan, 2021). Metode kuantitatif adalah pengolahan data numerik yang dapat dihitung secara akurat. Contoh hasil data metodologi kuantitatif adalah hasil survei responden dan hasil asesmen terhadap narasumber (Ramdhan, 2021). Metode campuran
(mixed method) adalah penggunaan metode atau teknik penelitian kualitatif pada satu fase dan menggunakan metode atau teknik penelitian kuantitatif pada fase yang lain atau sebaliknya (Angkawijaya, 2019). Terdapat beberapa desain yang sering digunakan sebagai rancangan penelitian mixed methods (Creswell & Clark, 2011; Creswell &
Creswell, 2018):
1. The Convergent Parallel Design / Triangulation Design
Desain ini sering dikenal sebagai Convergent Design atau Concurrent Mixed Method.
Desain ini digunakan jika penelitian kuantitatif dan kualitatif secara konkuren/
bersamaan atau dalam fase yang bersamaan dalam suatu riset. Prioritas kedua metode sejajar/equal dan kedua desain dijaga tetap independen baik dalam pengambilan data maupun analisis untuk kemudian baru dilakukan result mixes pada interpretasi keseluruhan. Contoh penelitian dengan desain ini adalah ketika peneliti ingin mengetahui kepatuhan pasien dalam minum obat. Peneliti melakukan survei terhadap kepatuhan minum obat secara kuantitatif kepada sekelompok pasien dan pada saat yang bersamaan juga melakukan focus group interview pada beberapa pasien tentang topik tersebut. Peneliti kemudian melakukan merges/ integrasi hasil data kuantitatif yang telah diolah dan data kualitatif yang telah dianalisis sebelumnya dalam sebuah laporan penelitian secara konvergen. Pada Gambar 3.3 dan Gambar 3.4 merupakan gambaran dari convergent parallel design.
Gambar 3.3 Convergent Parallel Design
Sumber: (Research Methodology and Scientific Writing, Purwandari, Sensuse, & Santoso, 2020)
QUAN Data Collection
QUAN Data Analysis
QUAL Data Collection
QUAL Data Analysis
Merge the Result
Interpretation
Gambar 3.4 Convergent Parallel Design
Sumber: (Creswell & Clark, 2011; Creswell & Creswell, 2018)
2. The Explanatory Sequential Design
Desain ini dikenal juga sebagai Explanatory Design. Pada desain ini, terdapat dua fase berurutan/sekuensial yang interaktif. Tahap pertama, dilakukan pengambilan dan analisis data kuantitatif yang mana memiliki prioritas untuk menjawab pertanyaan penelitian. Tahap berikutnya, fase pengambilan data kualitatif dilakukan mengikuti fase sebelumnya. Peneliti umumnya menginterpretasikan data kualitatif untuk membantu menjelaskan (explain) hasil yang diperoleh pada fase kuantitatif. Sebagai contoh, suatu penelitian ingin mengetahui pengaruh intervensi penggunaan telemedicine terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di sebuah rumah sakit. Dalam penelitian kuantitatif didapatkan data-data yang perlu dijelaskan secara lebih mendalam, maka kemudian peneliti menggali informasi secara lebih mendalam melalui wawancara kepada beberapa narasumber yang ditentukan secara purposive sampling serta kemudian melakukan analisis dan interpretasi.
Penelitian pada umumnya telah ditentukan menggunakan suatu desain tertentu, seperti menetapkan akan menggunakan explanatory design sejak awal atau terkadang peneliti semula hanya merencanakan studi kuantitatif, namun kemudian menjadi emerging desain jika dibutuhkan metode penelitian lain untuk mendapatkan data dan informasi yang dibutuhkan. Pada Gambar 3.5 dan Gambar 3.6 merupakan gambaran dari explanatory sequential design.
Gambar 3.5 Explanatory Sequential Design
Sumber: (Research Methodology and Scientific Writing, Purwandari, Sensuse, & Santoso, 2020)
Gambar 3.6 Explanatory Sequential Design
Sumber:(Creswell & Clark, 2011; Creswell & Creswell, 2018)
3. The Exploratory Sequential Design
Desain exploratory mirip halnya dengan explanatory desain hanya urutannya dibalik.
Terdapat sekuensial dalam tahapan penelitian, dimulai dari penelitian kualitatif dan dilanjutkan dengan kuantitatif. Prioritas pengambilan dan analisis data kualitatif dilakukan di tahap awal. Dibangun dari hasil analisis eksploratori pada tahap pertama, peneliti melanjutkan tahap berikutnya dengan metode kuantitatif untuk menguji atau melakukan generalisasi berdasarkan temuan awal. Peneliti kemudian melakukan interpretasi bagaimana hasil penelitian kualitatif dibangun oleh temuan awal (data kualitatif). Contoh desain ini adalah seorang peneliti ingin mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan pasien memilih berobat ke suatu fasilitas kesehatan di sebuah wilayah. Peneliti menggali informasi dari responden dengan menggunakan FGD dan wawancara mendalam sehingga mendapatkan data beberapa hal yang mendorong masyarakat memilih suatu fasilitas kesehatan. Peneliti kemudian membangun instrumen berdasarkan hasil temuan pada tahap awal untuk mendapatkan prevalensi keseluruhan pada sampel yang lebih besar. Kedua penelitian tersebut memiliki bobot prioritas yang sama pentingnya. Desain konvergen dikonseptualisasikan sebagai desain triangulasi di mana dua metode yang berbeda digunakan untuk mendapatkan hasil triangulasi (kuantitatif dan kualitatif) tentang satu topik, tetapi sering tercampur
QUAN Data Collection
QUAN Data Analysis
QUAL Data Collection QUAL Data
Analysis
Case Selection;
Interview Protocol Development
Integration of the Quantitative and Qualitative Results
dengan penggunaan triangulasi dalam penelitian kualitatif (data triangulasi) dan triangulasi dalam metode campuran (desain triangulasi) dengan tujuan selain untuk menghasilkan temuan triangulasi. Pada Gambar 3.7 dan Gambar 3.8 merupakan gambaran dari exploratory sequential design.
Gambar 3.7 Exploratory Sequential Design
Sumber: (Research Methodology and Scientific Writing, Purwandari, Sensuse, & Santoso, 2020)
Gambar 3.8 Exploratory Sequential Design
Sumber: (Creswell & Clark, 2011; Creswell & Creswell, 2018)
4. The Embedded Design
Desain ini dipilih ketika penelitian menempatkan salah satu metode sebagai prioritas utama sedangkan desain lain dilakukan untuk melengkapi/ mengembangkan yang menjadi prioritas sebelumnya. Contoh pada penelitian studi kasus. Berbeda dengan convergent design maupun sequential design yang mana kuantitatif dan kualitatif memiliki bobot yang sama, pada embedded design terdapat bobot prioritas yang berbeda. Sebagai contoh, pada penelitian studi kasus peneliti menggunakan metode kualitatif secara mayor dengan mengambil dan menganalisis data sesuai tradisi riset kualitatif. Namun, di waktu yang sama/hampir sama peneliti juga mengambil data kuantitatif dan menganalisisnya meskipun hanya sebagai bagian kecil dari keseluruhan penelitian untuk mengembangkan atau memperkaya hasil yang diperoleh pada metode kualitatif. Hasil penelitian tersebut kemudian diinterpretasikan secara
QUAL Data Collection and
Analysis
QUAN Data Collection and
Analysis
QUAN Instrument Developed Builds to
Interpretation Tested by
bersama-sama. Pada Gambar 3.9, Gambar 3.10 dan Gambar 3.11 merupakan gambaran dari embedded design.
Gambar 3.9 Embedded Design
Sumber: (Research Methodology and Scientific Writing, Purwandari, Sensuse, & Santoso, 2020)
Gambar 3.10 Sequential Embedded Design
Sumber: (Research Methodology and Scientific Writing, Purwandari, Sensuse, & Santoso, 2020)
QUAN (or QUAL) Data Collection and Analysis
QUAN (or QUAL) Data Collection and Analysis
Interpretation
Gambar 3.11 Embedded Design
Sumber: (Creswell & Clark, 2011; Creswell & Creswell, 2018)
5. The Transformative Design
Desain ini menggunakan rancangan mixed method pada umumnya seperti desain sekuensial maupun konkuren, namun transformative framework digunakan sebagai teori yang membentuk jalannya penelitian. Desain ini sering digunakan dalam penelitian-penelitian sosial terkait feminisme. Pada Gambar 3.11 merupakan gambaran dari transformative design.
QUAN Data Collection and
Analysis
QUAN Data Collection and
Analysis
Follow up with Interpretation
Gambar 3.12 Transformative Design
Sumber: (Creswell and Clark, 2011; Creswell and Creswell, 2018)
6. The Multiphase Design
Desain ini mengkombinasikan baik rancangan sekuensial maupun konkuren dalam satu periode/waktu di mana peneliti mengimplementasikannya dalam suatu program atau studi untuk mencapai tujuan program secara keseluruhan. Rancangan ini umumnya digunakan dalam evaluasi program, di mana kuantitatif maupun kualitatif digunakan sepanjang waktu untuk mendukung pengembangan, adaptasi, dan evaluasi program tertentu. Sebagai contoh, suatu penelitian ingin membantu meningkatkan outcome pasien di fasilitas kesehatan primer. Peneliti melakukan eksplorasi secara kualitatif untuk memetakan masalah, kemudian peneliti membangun instrumen dan melakukan penelitian secara kuantitatif untuk mendapatkan gambaran prevalensi masalah secara keseluruhan. Pada tahap selanjutnya peneliti melakukan intervensi berdasarkan hasil yang diperoleh pada tahap kualitatif dan kuantitatif, kemudian mengevaluasi outcome yang diperoleh baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Hasil akhir dari penelitian ini kemudian diinterpretasikan. Pada Gambar 3.12 merupakan gambaran dari multiphase design.
QUAL informs QUAN informs MIXED
METHOD
Gambar 3.13 Multiphase Design
Sumber: (Creswell and Clark, 2011; Creswell and Creswell, 2018)
Dalam penelitian ini menggunakan Convergent Parallel Design / Triangulation Design dengan metode pengumpulan data triangulasi (asesmen/wawancara, studi dokumen dan observasi) pada pengumpulan data kualitatif dan kuesioner pada pengumpulan data kuantitatif. Triangulasi data adalah data akan dikumpulkan melalui berbagai sumber termasuk wawancara, observasi dan analisis dokumen (Creswell and Creswell, 2018).
Triangulasi untuk mencari konvergensi dan pembuktian dengan membandingkan temuan dari data kualitatif dengan hasil kuantitatif (Creswell & Clark, 2011). Sehingga dalam penelitian ini terdapat dua triangulasi, yaitu data triangulasi dan desain triangulasi.
Data kualitatif adalah data yang tersusun dalam bentuk kata-kata. Sebagai contoh adalah jawaban pertanyaan terbuka, transkrip rekaman video virtual meeting, dan hasil wawancara. Data kualitatif berdasar dari berbagai sumber primer dan atau sumber sekunder seperti individu, FGD, laporan organisasi, publikasi pemerintah, dan internet.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif karena untuk mengetahui tingkat kapabilitas layanan, peneliti melakukan asesmen dengan pengguna aplikasi SP4N LAPOR. Penelitian ini juga merupakan penelitian kuantitatif karena untuk mengetahui tingkat kapabilitas pada COBIT 2019.
Penyusunan Grand Design ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, data diperolah berdasarkan hasil wawancara, asesmen, observasi, dan studi dokumen baik internal maupun eksternal. Penyusunan Grand Design ini untuk menganalisis kondisi pelaksanaan TIK yang sedang berjalan di Badan Narkotika Nasional untuk mendukung proses bisnis organisasi dengan memberikan solusi berupa rekomendasi untuk roadmap TIK agar selaras dengan strategi bisnis di Badan Narkotika Nasional.
Pengumpulan data dilakukan dengan beberapa cara:
1. Pengumpulan data primer dengan cara observasi, asesmen, wawancara dan FGD.
Observasi dilakukan dengan cara melihat, mengamati dan menyimpulkan perilaku dan kondisi bisnis maupun pengelolaan SI/TI secara langsung di lapangan. Sedangkan asesmen, wawancara dan diskusi terarah dilakukan kepada pihak-pihak yang terkait dengan penelitian seperti yang sudah dijelaskan pada subbab metodologi dan proses olah data.
2. Pengumpulan data sekunder dengan cara melakukan studi literatur.
Metode pengumpulan data sekunder dengan cara studi literatur yang digunakan untuk menunjang dan memperjelas data primer. Pada penelitian ini dilakukan studi literatur dari dokumen rencana strategis, dokumen SI/TI, jurnal dan buku yang relevan dengan penelitian.