• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4 PROFIL ORGANISASI

4.5 Struktur Organisasi

19. Pelaksanaan penegakkan disiplin, kode etik pegawai BNN, dan kode etik profesi penyidik BNN;

20. Pelaksanaan pendataan dan informasi nasional, penelitian dan pengembangan, dan pendidikan dan pelatihan di bidang P4GN;

21. Pelaksanaan pengujian narkotika, psikotropika, dan prekursor serta bahan adiktif lainnya, kecuali bahan adiktif untuk tembakau dan alkohol;

22. Pengembangan laboratorium uji narkotika, psikotropika, dan prekursor serta bahan adiktif lainnya, kecuali bahan adiktif untuk tembakau dan alkohol;

23. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kebijakan nasional di bidang P4GN.

Gambar 4.2 Struktur Organisasi BNN

Sumber: (BNN, 2020f)

Struktur organisasi BNN ditunjukkan pada Gambar 4.2, sedangkan susunan organisasi Badan Narkotika Nasional terdiri atas:

1. Kepala;

2. Sekretariat Utama;

3. Deputi Bidang Pencegahan;

4. Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat;

5. Deputi Bidang Pemberantasan;

6. Deputi Bidang Rehabilitasi;

7. Deputi Bidang Hukum dan Kerja Sama;

8. Inspektorat Utama;

9. Pusat Penelitian, Data, dan Informasi;

10. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia;

11. Pusat Laboratorium Narkotika; dan 12. Instansi Vertikal.

Tugas pokok dan fungsi dari masing-masing jabatan dijabarkan pada bagian selanjutnya.

4.5.1 Kepala

Kepala mempunyai tugas:

1. Memimpin BNN dalam pelaksanaan tugas, fungsi, dan wewenang BNN.

2. Mewakili pemerintah dalam melaksanakan hubungan kerja sama dengan Pemerintah Luar Negeri dan/atau organisasi internasional di bidang P4GN.

4.5.2 Sekretariat Utama

Gambar 4.3 Struktur Organisasi Sekretariat Utama BNN

Sumber: (BNN, 2020c)

Sekretariat Utama merupakan unsur pembantu pemimpin, berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala BNN. Struktur organisasi Sekretariat Utama ditunjukkan pada Gambar 4.3. Sekretariat Utama mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan BNN. Sekretariat Utama terdiri dari:

1. Biro Perencanaan

Biro Perencanaan memiliki tugas melaksanakan penyusunan kebijakan nasional di bidang P4GN dan strategi BNN, dan sinkronisasi dan integrasi penyusunan program dan anggaran, serta evaluasi dan penyusunan laporan.

2. Biro Sumber Daya Manusia Aparatur dan Organisasi

Biro Sumber Daya Manusia Aparatur dan Organisasi bertugas melaksanakan penyiapan pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepegawaian, dan penyiapan pembinaan dan penyelenggaraan organisasi dan tata laksana.

3. Biro Keuangan

Biro Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan.

4. Biro Umum

Biro Umum bertugas melaksanakan pemberian dukungan ketatausahaan, kerumahtanggaan, logistik, dan pengelolaan barang milik/kekayaan negara.

5. Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol.

Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan masyarakat, pengelolaan layanan informasi dan perpustakaan, urusan protokol dan hubungan antar lembaga.

Sekretariat Utama menyelenggarakan fungsi:

1. pengoordinasian kegiatan di lingkungan BNN;

2. pengoordinasian, penyelarasan, dan pengintegrasian dalam penyusunan perencanaan program dan anggaran di lingkungan BNN;

3. pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, arsip, dan dokumentasi di lingkungan BNN;

4. pembinaan dan penyelenggaraan organisasi dan tata laksana serta hubungan masyarakat;

5. penyelenggaraan pengelolaan barang milik/kekayaan negara;

6. pengoordinasian, penyinkronisasian, dan pengintegrasian dalam pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kebijakan nasional di bidang P4GN; dan 7. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala BNN.

4.5.3 Deputi Bidang Pencegahan

Gambar 4.4 Struktur Organisasi Deputi Bidang Pencegahan BNN

Sumber: (BNN, 2020c)

Deputi Bidang Pencegahan mempunyai tugas melaksanakan P4GN di bidang pencegahan. Struktur organisasi Deputi Bidang Pencegahan BNN ditunjukkan pada Gambar 4.4. Bidang Pencegahan terdiri dari dua direktorat yaitu:

1. Direktorat Informasi dan Edukasi 2. Direktorat Advokasi

Deputi Bidang Pencegahan menyelenggarakan fungsi:

1. penyusunan dan pelaksanaan kebijakan nasional dan kebijakan teknis P4GN di bidang pencegahan;

2. penyusunan dan perumusan norma, standar, kriteria, dan prosedur P4GN di bidang pencegahan;

3. pelaksanaan koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi dengan instansi pemerintah terkait dan komponen masyarakat dalam pelaksanaan P4GN di bidang pencegahan;

4. pembinaan teknis P4GN di bidang pencegahan kepada instansi vertikal di lingkungan BNN; dan

5. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kebijakan nasional P4GN di bidang pencegahan.

4.5.4 Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat

Gambar 4.5 Struktur Organisasi Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN

Sumber: (BNN, 2020c)

Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat memiliki tugas melaksanakan P4GN di bidang pemberdayaan masyarakat. Struktur organisasi Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN ditunjukkan pada Gambar 4.5. Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat terdiri dari dua direktorat yaitu:

1. Direktorat Peran Serta Masyarakat;

2. Direktorat Pemberdayaan Alternatif.

Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat menyelenggarakan fungsi:

1. penyusunan dan pelaksanaan kebijakan nasional dan kebijakan teknis P4GN di bidang pemberdayaan masyarakat;

2. penyusunan dan perumusan norma, standar, kriteria, dan prosedur P4GN di bidang pemberdayaan masyarakat;

3. pelaksanaan koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi dengan instansi pemerintah terkait dan komponen masyarakat di bidang pemberdayaan masyarakat;

4. pelaksanaan fasilitasi dan pengoordinasian wadah peran serta masyarakat;

5. pelaksanaan pemantauan, pengarahan, dan peningkatan kegiatan masyarakat di bidang P4GN;

6. pembinaan teknis P4GN di bidang pemberdayaan masyarakat kepada instansi vertikal di lingkungan BNN; dan

7. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kebijakan nasional P4GN di bidang pemberdayaan masyarakat.

4.5.5 Deputi Bidang Pemberantasan

Gambar 4.6 Struktur Organisasi Deputi Bidang Pemberantasan BNN

Sumber: (BNN, 2020c)

Deputi Bidang Pemberantasan mempunyai tugas melaksanakan P4GN di bidang pemberantasan. Struktur organisasi Deputi Bidang Pemberantasan BNN ditunjukkan pada Gambar 4.6. Deputi Bidang Pemberantasan terdiri dari tujuh direktorat antara lain:

1. Direktorat Intelijen;

2. Direktorat Narkotika;

3. Direktorat Psikotropika dan Prekursor;

4. Direktorat Tindak Pidana Pencucian Uang;

5. Direktorat Interdiksi;

6. Direktorat Penindakan dan Pengejaran;

7. Direktorat Pengawasan Tahanan dan Barang Bukti.

Deputi Bidang Pemberantasan menyelenggarakan fungsi:

1. penyusunan dan pelaksanaan kebijakan nasional dan kebijakan teknis P4GN di bidang pemberantasan;

2. penyusunan dan perumusan norma, standar, kriteria, dan prosedur kegiatan intelijen, penyelidikan dan penyidikan, interdiksi, penindakan dan pengejaran, pengawasan tahanan, penyimpanan, pengawasan dan pemusnahan barang bukti serta penyitaan aset;

3. pelaksanaan koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi dengan instansi pemerintah terkait dalam pemberantasan dan pemutusan jaringan kejahatan terorganisasi penyalah gunaan dan peredaran gelap narkotika, psikotropika, prekursor, dan bahan adiktif lainnya, kecuali bahan adiktif untuk tembakau dan alkohol;

4. pelaksanaan administrasi penyelidikan dan penyidikan penyalah gunaan dan peredaran gelap narkotika, psikotropika, dan prekursor serta bahan adiktif lainnya, kecuali bahan adiktif untuk tembakau dan alkohol;

5. pelaksanaan pemutusan jaringan kejahatan terorganisasi di bidang narkotika, psikotropika, dan prekursor serta bahan adiktif lainnya, kecuali bahan adiktif untuk tembakau dan alkohol;

6. pembinaan teknis kegiatan intelijen, penyelidikan dan penyidikan, interdiksi, penindakan dan pengejaran, pengawasan tahanan, penyimpanan, pengawasan dan pemusnahan barang bukti serta penyitaan aset kepada instansi vertikal di lingkungan BNN; dan

7. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kebijakan nasional P4GN di bidang pemberantasan.

Seksi Operasional K-9 berada dalam Direktorat Penindakan dan Pengejaran, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan operasi K-9 P4GN di dalam lingkup BNN dan instansi terkait.

4.5.6 Deputi Bidang Rehabilitasi

Gambar 4.7 Struktur Organisasi Deputi Bidang Rehabilitasi BNN

Sumber: (BNN, 2020c)

Deputi Bidang Rehabilitasi bertugas melaksanakan P4GN di bidang rehabilitasi. Struktur organisasi Deputi Bidang Rehabilitasi BNN ditunjukkan pada Gambar 4.7. Deputi Bidang rehabilitasi terdiri dari tiga direktorat antara lain:

1. Direktorat Penguatan Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah;

2. Direktorat Penguatan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat;

3. Direktorat Pascarehabilitasi.

Deputi Bidang Rehabilitasi menyelenggarakan fungsi:

1. penyusunan dan pelaksanaan kebijakan nasional dan kebijakan teknis P4GN di bidang rehabilitasi;

2. penyusunan dan perumusan norma, standar, kriteria, dan prosedur di bidang rehabilitasi berbasis komunitas terapeutik atau metode lain yang telah teruji keberhasilannya dan penyatuan kembali ke dalam masyarakat serta perawatan lanjutan penyalah guna dan/atau pecandu narkotika dan psikotropika serta bahan adiktif lainnya kecuali bahan adiktif untuk tembakau dan alkohol;

3. pelaksanaan koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi dengan instansi pemerintah terkait dan komponen masyarakat dalam pelaksanaan P4GN di bidang rehabilitasi;

4. pelaksanaan rehabilitasi berbasis komunitas terapeutik atau metode lain yang telah teruji keberhasilannya dan penyatuan kembali ke dalam masyarakat serta perawatan lanjutan bagi penyalah guna dan/atau pecandu narkotika dan psikotropika serta bahan adiktif lainnya, kecuali bahan adiktif untuk tembakau dan alkohol;

5. pelaksanaan peningkatan kemampuan lembaga rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial bagi penyalah guna dan/atau pecandu narkotika dan psikotropika serta bahan adiktif lainnya, kecuali bahan adiktif untuk tembakau dan alkohol, yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat;

6. pembinaan teknis rehabilitasi medis, rehabilitasi sosial, dan rehabilitasi berbasis komunitas terapeutik atau modalitas lain yang telah teruji keberhasilannya dan penyatuan kembali ke dalam masyarakat serta perawatan lanjutan bagi penyalah guna dan/atau pecandu narkotika dan psikotropika serta bahan adiktif lainnya, kecuali bahan adiktif untuk tembakau dan alkohol, kepada instansi vertikal di lingkungan BNN; dan

7. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kebijakan nasional P4GN di bidang rehabilitasi.

4.5.7 Deputi Bidang Hukum dan Kerja Sama

Gambar 4.8 Struktur Organisasi Deputi Bidang Hukum dan Kerja Sama BNN

Sumber: (BNN, 2020c)

Deputi Bidang Hukum dan Kerja Sama memiliki tugas melaksanakan kegiatan urusan hukum dan kerja sama di bidang P4GN. Struktur organisasi Deputi Bidang Hukum dan Kerja Sama BNN ditunjukkan pada Gambar 4.8. Deputi Bidang Hukum dan Kerja Sama terdiri dari dua direktorat yaitu:

1. Direktorat Hukum;

2. Direktorat Kerja Sama.

Deputi Bidang Hukum dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi:

1. penyusunan dan pelaksanaan kebijakan nasional dan kebijakan teknis P4GN di bidang hukum dan kerja sama;

2. penyusunan dan perumusan norma, standar, kriteria, dan prosedur kerja sama nasional, regional dan internasional di bidang P4GN;

3. penyusunan pengkajian dan perumusan peraturan perundang-undangan di bidang P4GN;

4. pelaksanaan koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi di bidang hukum dan kerja sama;

5. pelaksanaan bantuan hukum di bidang P4GN;

6. pelaksanaan pembinaan hukum di bidang P4GN;

7. pelaksanaan kerja sama nasional, regional, dan internasional di bidang P4GN; dan 8. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan P4GN di bidang hukum

dan kerja sama.

4.5.8 Inspektorat Utama

Gambar 4.9 Struktur Organisasi Inspektorat Utama BNN

Sumber: (BNN, 2020c)

Inspektorat Utama merupakan unsur pengawas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala BNN yang mempunyai tugas melaksanakan pengawasan internal di lingkungan BNN. Struktur organisasi Inspektorat Utama BNN ditunjukkan pada Gambar 4.9. Inspektorat Utama terdiri atas:

1. Inspektorat I;

2. Inspektorat II;

3. Inspektorat III;

4. Inspektorat Pengawasan dan Pemeriksaan Khusus.

Inspektorat Utama menyelenggarakan fungsi:

1. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan internal di lingkungan BNN;

2. pelaksanaan pengawasan internal terhadap kinerja dan keuangan melalui audit, reviu, evaluasi, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lainnya;

3. pelaksanaan koordinasi pengawasan fungsional instansi pemerintah terkait dan komponen masyarakat di bidang P4GN;

4. pelaksanaan penegakan disiplin, kode etik pegawai BNN, dan kode etik profesi penyidik BNN;

5. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Kepala BNN; dan 6. penyusunan laporan hasil pengawasan.

4.5.9 Pusat Penelitian, Data, dan Informasi

Gambar 4.10 Struktur Organisasi Pusat Penelitian, Data, dan Informasi BNN

Sumber: (BNN, 2020c)

Pusat Penelitian, Data, dan Informasi bertugas melaksanakan penelitian dan pengembangan, serta pengelolaan data dan informasi di bidang P4GN. Struktur organisasi Pusat Penelitian, Data, dan Informasi BNN ditunjukkan pada Gambar 4.10. Pusat Penelitian, Data, dan Informasi menyelenggarakan fungsi:

1. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang P4GN;

2. pengelolaan data, dokumentasi, sistem informasi dan jaringan komunikasi di bidang P4GN;

3. pelaksanaan pembangunan dan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi;

4. pelaksanaan pelayanan data dan informasi; dan

5. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat.

4.5.10 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia

Gambar 4.11 Struktur Organisasi Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia BNN

Sumber: (BNN, 2020c)

Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia memiliki tugas melaksanakan penyusunan rencana, pelaksanaan, dan pengendalian program pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang P4GN. Struktur organisasi Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia BNN ditunjukkan pada Gambar 4.11.

Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia menyelenggarakan fungsi:

1. penyusunan kebijakan teknis, rencana, dan anggaran program pengembangan sumber daya manusia di bidang P4GN;

2. penyusunan dan pengembangan kurikulum, modul, dan materi pendidikan dan pelatihan;

3. pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia di bidang P4GN;

4. pelaksanaan penilaian kompetensi dan sertifikasi keterampilan teknis dan jabatan fungsional di bidang P4GN;

5. pelaksanaan koordinasi dan kerja sama pengembangan sumber daya manusia di bidang P4GN;

6. pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia di bidang P4GN; dan

7. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat.

4.5.11 Pusat Laboratorium Narkotika

Gambar 4.12 Struktur Organisasi Pusat Laboratorium Narkotika BNN

Sumber: (BNN, 2020c)

Pusat Laboratorium Narkotika bertugas melaksanakan pengujian laboratorium, penjaminan mutu dan riset, serta pembinaan laboratorium narkotika dan prekursor

narkotika. Struktur organisasi Pusat Laboratorium Narkotika BNN ditunjukkan pada Gambar 4.12.

Pusat Laboratorium Narkotika menyelenggarakan fungsi:

1. pelaksanaan penyusunan kebijakan teknis, rencana, dan anggaran penyelenggaraan layanan laboratorium narkotika dan prekursor narkotika;

2. pelaksanaan pelayanan dan pengujian laboratorium narkotika dan prekursor narkotika;

3. pelaksanaan pengujian bahan dan sediaan serta spesimen biologi secara laboratoris;

4. penjaminan mutu dan riset laboratorium narkotika dan prekursor narkotika;

5. pembinaan laboratorium narkotika dan prekursor narkotika;

6. pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan pengujian laboratorium, penelitian dan penjaminan mutu, serta pembinaan laboratorium narkotika dan prekursor narkotika; dan

7. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga.

4.5.12 Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP)

Gambar 4.13 Struktur Organisasi Badan Narkotika Nasional Provinsi

Sumber: (BNN, 2020b)

BNNP mempunyai tugas melaksanakan tugas, fungsi dan wewenang BNN dalam wilayah Provinsi. Struktur organisasi Badan Narkotika Provinsi ditunjukkan pada Gambar 4.13.

BNNP menyelenggarakan fungsi:

1. pelaksanaan koordinasi penyusunan rencana strategis dan rencana kerja tahunan di bidang pencegahan dan pemberantasan penyalah gunaan dan peredaran gelap narkotika, psikotropika, prekursor, dan bahan adiktif lainnya kecuali bahan adiktif untuk tembakau dan alkohol yang selanjutnya disebut P4GN dalam wilayah Provinsi;

2. pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pencegahan, pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi, dan pemberantasan dalam wilayah Provinsi;

3. pelaksanaan pembinaan teknis dan supervisi P4GN kepada BNNK/Kota dalam wilayah Provinsi;

4. pelaksanaan layanan hukum dan kerja sama dalam wilayah Provinsi;

5. pelaksanaan koordinasi dan kerja sama P4GN dengan instansi pemerintah terkait dan komponen masyarakat dalam wilayah Provinsi;

6. pelayanan administrasi BNNP; dan

7. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan BNNP.

4.5.13 Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota (BNNK/Kota)

Gambar 4.14 Struktur Organisasi Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota

Sumber: (BNN, 2020b)

BNNK/Kota mempunyai tugas melaksanakan tugas, fungsi, dan wewenang BNN dalam wilayah Kabupaten/Kota. Struktur organisasi Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota ditunjukkan pada Gambar 4.14. BNNK/Kota menyelenggarakan fungsi:

1. pelaksanaan koordinasi penyusunan rencana strategis dan rencana kerja tahunan di bidang P4GN dalam wilayah Kabupaten/Kota;

2. pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pencegahan, pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi dan pemberantasan dalam wilayah Kabupaten/Kota;

3. pelaksanaan layanan hukum dan kerja sama dalam wilayah Kabupaten/Kota;

4. pelaksanaan koordinasi dan kerja sama P4GN dengan instansi pemerintah terkait dan komponen masyarakat dalam wilayah Kabupaten/Kota;

5. pelayanan administrasi BNNK/Kota; dan

6. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan BNNK/Kota.

4.5.14 Unit Pelaksana Teknis (UPT)

UPT mempunyai tugas melaksanakan pelayanan terpadu rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial sebagai pusat rujukan nasional, fasilitas pengkajian dan pengembangan rehabilitasi, dan pelayanan wajib lapor serta memberikan dukungan informasi dalam rangka pelaksanaan P4GN. UPT di lingkungan BNN, terdiri atas:

1. Balai Besar Rehabilitasi BNN;

2. Balai Rehabilitasi BNN;

3. Loka Rehabilitasi BNN.

Struktur organisasi Balai Besar Rehabilitasi BNN ditunjukkan pada Gambar 4.15, Gambar 4.16 dan Gambar 4.17 yang memiliki fungsi sebagai berikut:

1. penyusunan rencana kegiatan dan anggaran Balai Besar Rehabilitasi BNN;

2. penyusunan dan perumusan pedoman pelaksanaan rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial terhadap korban pecandu dan/atau penyalah guna narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya;

3. fasilitasi magang, pengkajian, penelitian dan pengembangan rehabilitasi;

4. pelayanan wajib lapor serta memberikan dukungan informasi dalam rangka pelaksanaan P4GN pemutusan jaringan peredaran gelap narkotika;

5. pelaksanaan pengkajian, pengembangan dan uji coba metode rehabilitasi guna peningkatan efektivitas dan efisiensi proses rehabilitasi;

6. pelaksanaan pelayanan rehabilitasi medis dan penunjang medis;

7. pelaksanaan pelayanan rehabilitasi sosial dan penunjang rehabilitasi sosial;

8. pelaksanaan pusat rujukan bagi fasilitasi rehabilitasi korban pecandu dan/atau penyalah guna narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya milik pemerintah, swasta dan lembaga swadaya masyarakat lainnya;

9. pelaksanaan penyelenggaraan database di lingkungan Balai Besar Rehabilitasi BNN;

10. pelaksanaan ketatausahaan dan rumah tangga Balai Besar Rehabilitasi BNN; dan 11. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan perencanaan, program dan anggaran Balai Besar

Rehabilitasi BNN.

Gambar 4.15 Struktur Organisasi Balai Besar Rehabilitasi BNN

Sumber: (BNN, 2020d)

Gambar 4.16 Struktur Organisasi Balai Rehabilitasi BNN

Sumber: (BNN, 2020d)

Gambar 4.17 Struktur Organisasi Loka Rehabilitasi BNN

Sumber: (BNN, 2020d)