• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penyajian Data dan Analisis

BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

B. Penyajian Data dan Analisis

Tabel 4.4

Sarana dan Prasarana Taman Kanak-Kanak Islamiyah Curahjati Banyuwangi61 Tahun Pelajaran 2021/2022

No Nama barang Jumblah

1. Meja guru 5

2. Papan tulis 5

3. Meja murid 21

4. Almari besar 8

5. Rak sepatu 5

6. Tempat sampah 6

7. P3k 6

8. Jam dinding 1

9. Wastafel 4

10. Ayunan 4

11. Papan luncur 3

12. Soud system 1

13. Kipas angina 4

14. Alat ukur berat badan 6 15. Alat ukur tinggi badan 6

16. Papan luncur 3

1. Mengembangkan Kreativitas Anak Usia Dini kelompok B1 Melalui Media Kolase Ampas Kelapa di TK Islamiyah Curahjati Banyuwangi.

Penelitian ini dilakukan oleh peneliti di Taman Kanak-Kanak Islamiyah Curahjati Desa Grajakan Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada senin 30 Noveber 2021 dapat diketahui bahwa jumlah peseta didik kelompok B berjumblah 62 anak, yang dibagi menjadi 3 kelas yaitu: kelas B1 berjumblah 21 siswa terdiri dari 10 laki-laki dan 9 perempuan dan 1 guru kelas, kelas B2 berjumblah 19 siswa terdiri dari 9 laki-laki dan 10 perempuan dan 1 guru kelas, kelas B3 terdiri dari 11 laki- laki dan 11 perempuan dan 1 guru kelas.

Dari hasil observasi di Taman Kanak-Kanak Islamiyah Curahjati Banyuwangi peneliti menemukan mengembangkan kreativitas anak usia dini dilakukan melalui media kolase ampas kelapa. Dalam mengembangkan kreativitas anak guru menggunakan kurikulum 2013, media kolase ampas kelapa dilakukan satu minggu tiga kali agar anak tidak merasa bosan dalam kegiatan pembelajaran, dan perkembangan anak dapat berkembang secara optimal. Sedangkan tujuan dari pembelajaran media kolase ampas kelapa yaitu anak dapat berkreasi dengan berlatih membuat suatu karya dengan menggunakan bahan yang sudah tidak terpakai seperti ampas kelapa, dan melatih anak berfikir kreatif dalam mendaur ulang bahan alam yang sudah tidak memiliki nilai guna seperti ampas kelapa.

Berdasarkan wawancara dengan kepala sekolah Taman Kanak- Kanak Islamiyah Curahjati, Ibu Marsih menjelaskan bahwa Tujuan pembelajaran kolase sebagai berikut:

“Nggeh ada mbak, Menurut pendapat saya selaku kepala sekolah Taman Kanak-Kanak Islamiyah Curahjati, dalam pembelajaran mengembangkan kreativitas anak pendidik memilih menggunakan media kolase dengan menggunakan bahan alam yang ada dilingkungan rumah yang sudah tidak memiliki nilai guna. Yaitu ampas kelapa, selain tidak memperlukan biaya yang mahal bahannya pun mudah didapatkan. Tujuan dalam pengembangan kreativitas melalui kolase ampas kelapa sendiri di Taman Kanak-Kanak Islamiyah Curahjati yaitu melatih anak agar dapat berfikir kreatif dalam mendaur ulang bahan yang sudah tidak memiliki nilai guna sehingga menjadi karya seni, anak dapat menuangkan imajinasi dan ide-ide mereka melalalui media kolase ampas kelapa. Sedangkan dalam pelaksanaan membuat media kolase ampas kelapa di Taman Kanak-Kanak Islamiyah Curahjati, guru bisanya Melaksanakan membuat kolase dalam satu minggu biasanya 2-3 kali pertemuan saja agar anak tidak mudah merasa bosan, perkembangan anak dapat berkembang sesuai dengan tahap perkembangan anak, seperti motorik halus anak jika kolase dilakukan secara berulang-ulang maka perkembangan motorik anak akan dengan sendirinya juga ikut berkembang dengan baik, dalam kegiatan belajar.”63

Sependapat dengan Marsih, Dewi Narti, selaku guru kelompok B1 di Taman Kanak-Kanak Islamiyah Curahjati, memaparkan juga, bahwasanya:

“Iya mbak di dalam kelas saya juga mengajarkan anak-anak tentang pembelajaran mengembangkan kreativitas, melalui media kolase ampas kelapa tujuannya agar anak dapat mengekspresikan pikiran- pikiran, imajinasi seperti anak belajar mengenal warna ampas kelapa, dan melatih anak memadukan berbagai jenis warna. Jadi anak terbiasa memadukan warna yang sesuai dengan keinginan anak.

Namun tujuan saya memilih media kolase menggunakan amapas kelapa, yaitu memberikan inofasi atau trobosan baru kepada anak, dan bahannya mudah didapatkan dilingkungan rumah, karna bahan yang umum digunakan dalam media kolase kita biasanya hannya menggunakan kertas origami dan biji-bijian. Untuk pelaksanaan media kolase, biasanya saya menerapkan dalam satu pekan hanya tiga kali pertemuan saja. Selanjutnya kita beri selingan dengan

63 Marsih, diwawancarai oleh penulis, Banyuwangi, 30 November 2021

kegiatan yang lain agar anak tidak merasa bosan dan pengembangan aspek-aspek yang lain juga berkembang secara optimal.”64

Khabibah, selaku guru kelas B2 Taman Kanak-Kanak Islamiyah Curahjati, menjelaskan secara detail terkit tujuan pengembangan kreativitas anak usia dini melalui media kolase ampas kelapa. Berikut pernyataanya:

“Ada, melalui pembelajaran mengembangkan kreativitas melalui kolase dapat melatih anak berfikir logis seperti anak dapat menuangkan ide dan imajinasi dan melatih anak untuk berfikir kreatif dalam melatih membuat karya seperti kolase, dalam pemilihan bahanya yang umum kita pakai yaitu biasa menggunakan dari biji-bijian, kertas origami, Koran bekas, majalah. Namun kita juga bisa menggunakan bahan yang lainnya. Seperti ampas kelapa, ampas kelapa dapat kita gunakan sebagai bahan kolase. Ampas kelapa bisa kita dapatkan langsung dari alam atau bahan-bahan yang sudah dipakai seperti buah kelapa yang sudah diambil santanya.

Dengan membuat kolase melalui ampas kelapa. Dalam media kolase biasanya kita lakukan satu minggu cukup satu sampai tiga kali pertemuan agar dapat melatih perkembangan anak dapat berkembang secara optimal.”65

Berdasarkan hasil wawancara dengan Marsih selaku kepala sekolah Taman Kanak-Kanak Islamiyah Curahjati, Dewi Narti selaku guru kelompok B1 dan juga Ibu Khabibah selaku guru kelompok B2 Taman Kanak-Kanak Islamiyah Curahjati. Dapat disimpulkan bahwasanya tujuan mengembangkan kreativitas anak melalui media kolase ampas kelapa yaitu melatih kemampuan anak untuk berfikir kreatif dalam mendaur ulang bahan alam yang sudah tidak memiliki nilai guna seperti ampas kelapa dan melatih anak dalam membuat karya seperti kolase, dan anak dapat menuangkan imajinasi dan ide-ide mereka seperti, melatih anak belajar

64 Dewi Narti, diwawancarai oleh penulis, Banyuwangi, 02 Desember 2021

65Khabibah, diwawancarai oleh penulis, Banyuwangi, 06 Desember 2021

mengenal berbagai macam warna yang ada pada ampas kelapa, dan anak bisa memadukan berbagai jenis warna. Jadi anak terbiasa memadukan warna yang sesuai dengan keinginan anak dalam membuat kolase. Guru juga memberikan inovasi baru dengan menggunakan ampas kelapa, supaya dapat merangsang rasa ingin tahu anak.

Melalui media kolase menggunakan bahan ampas kelapa. Pendidik juga menerapkan membuat media kolase ampas kelapa secara berulang- ulang, dalam satu minggu biasanya dilaksanakan dua sampai tiga kali pertemuan, agar dalam kegiatan pembelajaran perkembangan anak dapat berkembang secara baik sesuai dengan tahap perkembangan usia anak, dan dalam pembelajaran di dalam kelas anak tidak monoton, sehingga dapat merangsang semangat belajar anak, dan anak tidak mudah merasa bosan, dan melatih perkembangan motorik halus anak, secara tidak langsung ketika kolase ampas kelapa dilaksanakan secara berulang-ulang, maka perkembangan mototik halus anak secara tidak langsung juga ikut berkembang dengan baik.

Data hasil observasi peneliti ketika proses pembelajaran mengembangkan kreativitas dimulai dan juga hasil wawancara, kemudian diperkuat dengan dokumentasi berupa foto kegiatan belajar anak, anak berlatih membuat karya kolase dari ampas kelapa. Berikut merupakan dokumentasi berupa foto kegiatan belajar anak berlatih membuat karya kolase 4.1

Gambar 4.1 Dokumen kegiatan pembelajaran anak berlatih membuat karya kolase66

Adapun kurikulum yang digunakan pendidik di Taman Kanak- Kanak Islamiyah Curahjati dalam mengembangkan kreativitas anak usia dini yaitu menggunakan kurikulum 2013 yang disampaikan oleh Marsih selaku kepala sekolah Taman Kanak-Kanak Islamiyah Curahjati, yaitu sebagai berikut:

“Dalam pembelajaran mengembangkan kreativitas anak usia dini kita menggunakan kurikulum 2013, yang mana sudah ditetapkan oleh pemerintah maka seluruh pendidik di Taman Kanak-Kanak Islamiyah Curahjati menerapkannya, karena dalam isinya sudah kompleks dan rata-rata di lembaga lainnya sudah banyak lembaga yang menerapkan kurikulum 2013, namun di lembaga kita menggunakan kurikulum 2013. Dimana kita mencoba menerapkannya sesuai dengan visi dan misi sekolah. Selain itu menimbang beberapa hal di antaranya kurikulum 2013 dijadikan sebagai pedoman khususnya guru dalam menerapkan pembelajaran mengembangkan kreativitas anak, dan di karenakan perkembangan teknologi yang semakin pesat mengharuskan siswa harus belomba- lomba secara kompetetif, untuk mewujudkan hal ini dalam mempersiapkan dan memberikan bekal terhadap masa depan anak usia dini. Sehubungan dengan itu juga memperlukan guru yang profesional dalam bidangnya jadi keberhasilan kurukulum 2013 akan tercapai jika memperoleh dukungan dari adanya kerja sama antara kepsek, guru, siswa, dan wali murid.”67

66 TK Islamiyah Curahjati Banyuwangi, Dokumentasi, 02 Desember 2022.

67 Marsih, diwawancarai oleh penulis, Banyuwangi, 30 November 2021

Senada dengan penjelas dari Marsih, Dewi Narti selaku guru kelas B1 juga menyampaikan Bahwasanya:

”Di lembaga kita dalam pembelajaran mengembangkan kreativitas anak usia dini menggunakan kurikulum 2013, yang telah diprogramkan oleh pemerintah, yaitu menggunaka kurikulum 2013, namun lebih tepatnya kita para pendidik mengikuti aturan dinas sebagai lembaga yang mengayomi kita. Dalam pemilihan kurikulum yang kita terapkan dalam mengembangkan kreativitas harus kita sesuaikan dulu yang pertama dengan kondisi siswa.”68 Elly Hikmawati, selaku wali muri di Taman Kanak-Kanak Islamiyah Curahjati, menjelaskan secara detail terkait sistem pembelajaran di Taman Kanak-Kanak Islamiyah Curahjati berikut pernyataannya:

“Penggunaan kurikulum apa saja saya mendukung, selama kurikulum yang digunakan tersebut benar-benar dapat mengembangkan kemampuan yang dimiliki anak saya. Namun kembali lagi kepada anaknya disini fokusnya pada anak usia dini Maka saya berharap dalam kurikulum yang digunakan pendidik, Tersebut tidak menekankan terhadap perkembangan anak, sehingga perkembangan anak tidak menjadi terhambat, dan dapat berkembangan sesuai tahapan perkembangan usia anak.”69

Berdasarkan hasil wawancara dengan Marsih selaku kepala sekolah Taman Kanak-Kanak Islamiyah Curahjati, Dewi Narti selaku guru kelas B1, Dan juga elly hikmawati selaku wali murid kelas B1 Taman Kana- Kanak Islamiyah Curahjati. Dapat disimpulkan bahwasanya dalam pembelajaran mengembangkan kreativitas anak usia dini melalui kegitan kolase pendidik menggunakan kurikulum 2013, yang mana sudah diprogramkan oleh pemerintah, dan para seluruh pendidik di Taman Kanak-Kanak Islamiyah Curahjati diharapkan telah menerapkan

68 Dewi Narti, diwawancarai oleh penulis, Banyuwangi, 02 Desember 2021

69 Elly Hikmawati, diwawancarai oleh penulis, Banyuwangi, 09 Desember 2021

kurikulum 2013 dalam pembelajaran yang sesuai dengan isi kurikulum tersebut. Selain itu dalam isi dalam kegiatan didalamnya sesuai dengan kopetensi inti dan kopetensi dasar, dalam kurikulum 2013 tercantum agenda kegiatan yang telah menstimulus pengembangan kreativitas yakni salah satunya dengan kegiatan kolase.

Dari beberapa data hasil wawancara dan observasi, juga diperkuat dengan hasil data dokumentasi berupa data kurikulum 2013 di Taman Kanak-Kanak Islamiyah Curahjati Banyuwangi tahun pelajaran 2021/2022, sebagai termuat dilampiran.

2. Langkah- Langkah Mengembangkan Kreativitas Anak Usia Dini Kelas B1 Melalui Media Kolase Ampas Kelapa di Taman Kanak- Kanak Islamiyah Curahjati Banyuwangi Tahun Pejaran 2021/2022.

Dari hasil observasi di Taman Kanak-Kanak Islamiyah Curahjati Banyuwangi, peneliti menemukan langkah-langkah yang digunakan pendidik, dalam mengembangkan kreativitas anak usia dini kelas B1 melalui media kolase, guru dalam menerapkan penggunaan media kolase menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH), sedangkan langkah-langkah dalam membuat kolse sebagai berikut:

langkah yang pertama pendidik menyiapkan terlebih dahulu mengenai bahan-bahan yang diperlukan dalam media kolase, langkah yang kedua pendidik memberikan pengarahan anak sebelum membuat media kolase ampas kelapa, langkah yang ketiga pendidik mengawasi dan mendampingi

anak dalam membuat media kolase ampas kelapa, langkah yang keempat pendidik melakukan evaluasi pembelajaran anak.

a. Menentukan perencanaan pembelajaran melalui media kolase ampas kelapa

Berdasarkan pengamatan dan observasi, dan wawancara, peneliti dalam proses pembelajaran mengembangkan kreativitas anak usia dini kelas B1 melalui media kolase ampas kelapa di Taman Kanak-Kanak Islamiyah Curahjati, sebelum pelaksanaan pembelajaran kreativitas dimulai, guru sebelumnya telah mempersiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH), dan guru sebelum pembelajaran dimulai telah mempelajari isi dari materi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH), yang akan disampaikan kepada anak-anak. Agar dalam pelaksanaan pembelajaran mengembangkan kreativitas anak usia dini berjalan dengan runtut dan kondusif.

Sesuai dengan hasil pengamatan ketika proses pembelajaran berlangsung. Marsih selaku kepala sekolah Taman Kanak-Kanak Islamiyah Curahjati, juga mengemukakan bahwa dalam langkah- langkah kegiatan pembelajaran mengembangkan kreativitas, di Taman Kanak-Kanak Islamiyah Curahjati, pendidik sebelum melakukan kegiatan pembelajaran, pendidik terlebih dahulu mempersiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) berikut peryataanya:

“Disini saya selaku kepala sekolah Taman Kanak-Kanak Islamiyah Curahjati, sebelum kegiatan pembelajaran dimulai pasti ada tugas khusus untuk seluruh pendidik, mengenai bagimana langkah yang dapat mempermudahkan pembelajaran yang akan disampaikan kepada peserta didik, langkah pertama yaitu, pendidik menyusun program harian atau biasa disebut (RPPH), yang mana akan diberikan pada saat kegiatan pembelajaran. Seperti menentukan tema pembelajaran yang akan diangkat, seperti tema minggu ini tentang transportasi, sebelumnya pendidik sudah merencanakan materi yang sesuai dengan tema minggu ini, dan pendidik juga menyesuaikan dengan KI dan KD, merencakan media yang akan dilaksanakan.

Selain itu dengan adanya RPPH dalam pembelajaran kreativitas anak usia dini, dapat memberikan kemudahan pendidik dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar, dan agar dalam proses pembelajaran bisa berjalan dengan rutut dan kondusif.”70

Senada dengan apa yang disampaikan Marsih, Dewi Narti selaku guru kelas B1 di Taman Kanak-Kanak Islamiyah Curahjati juga menyampaikan, bahwasanya:

“Sebelum memulai pembelajaran, seluruh pendidik Taman Kanak-Kanak Islamiyah Curahjati, terlebih dulu mempelajarai isi dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH), yang terlebih dulu telah dibuat pendidik, untuk kegiatan pembelajaran dalam satu semester kedepan. RPPH sendiri diambil dari RPPM, dan disesuaikan dengan KD yang disesuaikan dengan aspek dan perkembangan usia anak, yang mana telah dituangkan kedalam rencana pelaksanaan pembelajaran harian (RPPH). RPPH merupakan konsep materi, proses pembelajaran yang akan dicapai, dan evaluasinya yang mana sudah tersusun diawal, sehingga dalam proses pembelajaran akan berjalan secara sistematis dan terstruktur.”71 Kemudian Khabibah, selaku guru kelas B2 juga menyampaikan terkait proses awal sebelum pembelajaran pengembangan kreativitas, berikut peryataannya:

70 Marsih, diwawancarai oleh penulis, Banyuwangi, 19 Januari 2021

71 Dewi Narti, diwawancarai oleh penulis, Banyuwangi, 19 Januari 2021

“Di Tamana Kanak-Kanak Islamiyah sebelum pendidik memulai melaksanakan proses pembelajaran kolase ampas kelapa, untuk mengembangkan kreativitas anak usia dini khususnya kelompok B. Dulu seluruh pendidik kelas B mengadakan rapat, untuk membahas mengenai Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH), yang mana akan diberikan kepada peserta didik. Selanjutnya kami merumuskan kedalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM), dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH). Dalam pembuatan perencanaan pembelajaran harian, tentunya pendidik tidak boleh melenceng dalam pembuatan RPPH. Akan tetapi pendidik harus memperhatikan dan menyesuaikan dengan tahap perkembangan usia anak, dan berpacu pada KI dan KD.”72

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, kepala sekolah dan guru kelas B1, dan guru kelas B2 Taman kanak-kanak Islamiyah Curahjati. Peneliti dapat menyimpulkan bahwa, sebelum membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH), kepala sekolah mengumpulkan seluruh guru kelas B, untuk membahas mengenai Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH). Untuk kegiatan pembelajaran, dalam satu semester kedepan, dan yang akan diberikan kepada peserta didik. Yang mana langkah pertama seluruh guru kelas, membuat rancangan Progam Tahunan (PROTA), Program Semester (PROSEM), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM), dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH).

Akan tetapi, dalam penyusunan RPPM dan RPPH setiap guru telah menyusun untuk pembelajaran satu semester kedepan. Pada penyusunan RPPH guru menentukan beberapa hal diantaranya alokasi waktu, materi, media, penilaian serta penentuan bahan yang akan di

72 Khabibah, diwawancarai oleh penulis, Banyuwangi, 19 Januari 2021

gunakan kolase yang ditentukan pada setiap tema, seperti tema minggu ini guru menggunakan tema transportasi. Setelah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) tersusun, sebelum pendidik memulai pembelajaran mengembangkan kreativitas, terlebih dulu pendidik mempelajari isi dari materi yang telah tersusun dalam RPPH. Agar dalam proses kegiatan pembelajaran kreativitas, dapat berjalan dengan runtut dan dalam proses pembelajaran anak dapat berjalan dengan kondusif.

Dari beberapa data hasil wawancara dan observasi, juga diperkuat dengan hasil data dokumentasi berupa RPPH kelas B1 di Taman Kanak-Kanak Islamiyah Curahjati Banyuwangi Tahun Pelajaran 2021/2022, sebagaimana termuat dalam lampiran.

b. Menyiapkan bahan-bahan yang digunakan dalam media kolase

Berdasarkan pengamatan peneliti dalam proses pembelajaran pengembangan krativitas anak usia dini kelas B1 melalui media kolase ampas kelapa di Taman Kanak-Kanak Islamiyah Curahjati. Sebelum pelaksanaan pembelajaran kreativitas dimulai terlebih dulu guru mempersiapkan bahan-bahan yang digunakan dalam media kolase, dan membagikan ketempat meja belajar anak, yang sesui dengan kelompok, yang telah dibagi guru, dan guru membagi sebelum anak memasuki kelas. Tujuannya agar dalam proses pembelajaran mengembangkan kreativitas, anak dapat fokus dalam mengerjakan tugas dari guru, anak tidak merasa kebingungan saat mengerjakan

tugas yang diberikan oleh guru, dan anak tidak merasa cemas, dalam mempersiapkan bahan dan alat alat, yang digunakan dalam media kolase ampas kelapa. Dan agar dalam proses pembelajaran anak bisa berjalan secara kondusif.

Sesuai dengan hasil pengamatan sebelum proses pembelajaran berlangsung, Dewi Narti selaku Guru kelas B1 Taman Kanak-Kanak Islamiyah Curahjati juga mengemukakan bahwa dalam kegiatan pembelajaran mengembangkan kreativitas melalui media kolase guru terlebih dulu mempersiapkan bahan dan alat yang digunakan, berikut peryataanya:

“Begini mbak di Taman Kanak-Kanak Islamiyah Curahjati, khususnya di kelas B1, disini sebelum saya melaksanakan proses pembelajaran media kolase yang saya lakukan, terlebih dulu pendidik telah mempersiapkan keseluruhan alat-alat dan bahan yang akan digunakan, dalam kolase. Tujuannya supaya dalam kegiatan proses mengerjakan tugas anak tidak merasa kebingungan, dalam mempersiapkan bahan yang akan digunakan, dan agar anak dapat siap dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Sedangkan bahan yang akan digunakan bahan bakunya yaitu, amapas kelapa, pewarna makanan, lem fox, stik es krim, wadah plastik, dan pola gambar berwarna hitam putih.”73

Senada dengan apa yang disampaikan oleh Dewi Narti, Marsih, selaku Kepala sekolah Taman Kanak-Kanak Islamiyah Curahjati, menjelaskan bahwa bahan dan alat yang digunakan disesuaikan dengan isi dari RPPH agar dalam proses pembelajaran bisa berjalan runtut, berikut pernyataannya:

73 Dewi Narti, diwawancarai oleh penulis, Banyuwangi, 19 Januari 2021

“Menurut pendapat saya selaku kepala sekolah Taman Kanak- Kanak Islamiyah Curahjati. Langkah yang berikutnya setelah membuat RPPH, langkah selanjutnya yang harus pendidik lakukan sebelum memulai kegiatan pembelajaran melalui media kolase ampas kelapa, pendidik terlebih dahulu sudah mempersiapkan bahan dan alat yang akan digunakan disetiap meja belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran kolase.

Sebelum pembelajaran dimulai atau sebelum anak memasuki kelas, hendaknya pendidik sudah mempersiapkan bahan dan alat yang akan digunakan, supaya dalam proses pelaksanaan pembelajaran kolase, dalam pengalokasian waktu pembelajaran tidak terbuang dan agar mempermudah pendidik dalam proses pembelajaran anak dapat berjalan dengan kondusif dan tenang.

Sedangkan bahan dan alat yang digunakan dalam kegitan kolase, kita sesuaikan dengan yang ada di dalam RPPH, yaitu bahan yang baku yang digunakan ampas kelapa yang sudah dikeringkan, ampas kelapa sudah dalam keadaan bersih, dan sudah diberikan macam-macam warna, lem fox, stik es krim, dan juga gambar berpola yang sesai dengan tema pembelajaran.”74

Jadi sebelum membat media kolase melalui ampas kelapa, pendidik terlebih dahulu menyiapkan beberapa peralatan dan bahan- bahan yang akan dibutuhkan, dalam kegiatan kolase yang mana terlebih dulu sudah disesuaikan dengan isi di dalam RPPH. Senada dengan wawancara tersebut, Khabibah selaku guru kelas B2 menyampaikan bahwasanya:

“Yang pertama kami lakukan sebelum memulai kolase kami selaku pendidik akan terlebih dahulu mempersiapkan alat dan bahan-bahan apa saja yang akan diperlukan dalam kolase.

Pemilian bahan dalam kolase bisa menggunakan bahan yang dapat didaur ulang seperti ampas kelapa, dengan menggunakan bahan ampas kelapa memudahkan anak-anak untuk menempel sedangkan alat yang diperlukan yaitu, lem fox, stik es krim, pewarna makanan, gambar berpola.”75

74 Marsih, diwawancarai oleh penulis, Banyuwangi, 19 Januari 2021

75 Khabibah, diwawancarai oleh penulis, Banyuwangi, 19 Januari 2021

Dari hasil pengamatan dan juga wawancara dengan Dewi Narti, Marsih, dan Khabibah. Terkait bahan dan alat yang digunakan dalam membuat media kolase ampas kelapa, bahwa sebelum melakukan pembelajaran dalam mengembangkan kreativitas anak. Seluruh pendidik mempersiapkan terlebih dahulu, dan memilih bahan-bahan apa saja yang digunakan dalam media kolase, yang mana bahan yang digunakan tidak mempersulit anak-anak, saat dalam kegiatan menempel kolase pada pola gambar. Akan tetapi bahan-bahan dan alat yang akan digunakan dalam kegiatan kolase harus disesuaikan terlebih dahulu dengan bahan yang digunakan, sedangkan bahan baku yang digunakan yaitu menggunakan ampas kelapa, pewarna makanan, lem fox, stik es krim, pola gambar hitam putih, yang mana sudah disediakan oleh pendidik. Agar dapat mempermudah anak dalam proses belajar anak, dan agar pendidik tidak banyak membuang waktu dalam kegiatan belajar mengajar.

Dari hasil wawancara, dan juga pengamatan. Peneliti terkait bahan dan alat yang digunakan dalam pembelajaran mengembangkan kreativitas anak usia dini kelompok B1 melalui media kolase di Taman Kanak-Kanak Islamiyah Curahjati Banyuwangi. Peneliti juga memperoleh data dokumentasi terkait bahan dan alat yang digunakan dalam media kolase sebagimana gambar 4.2

Dokumen terkait