• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penyusunan Silabus: Hasil seluruh proses yang telah dilakukan pada tahap-tahap

Dalam dokumen PROSIDING (Halaman 81-86)

PEMBELAJARAN TEMATIK BERBASIS KARAKTER DALAM KURIKULUM 2013

4. Penyusunan Silabus: Hasil seluruh proses yang telah dilakukan pada tahap-tahap

sebelumnya dijadikan dasar dalam penyusunan silabus. Komponen silabus terdiri dari standar kompetensi, kompetensi

dasar, indikator, materi pokok, pengalaman belajar/kegiatan belajar, alat/sumber/media, dan penilaian.

a. Menentukan Materi Pokok

Materi pokok dituliskan sesuai dengan Kompetensi dasar dan indikator di setiap matapelajaran yang masuk pada tema tersebut. Selain itu materi pokok juga harus dikaitkan dengan tema.

b. Menentukan Kegiatan belajar

Merupakan kegiatan menentukan langkah-langkah yang akan digunakan untuk menginvestigasi konsep-konsep yang terdaftar. Langkah kegiatan dilakukan secara tematik atau terintegrasi antar matapelajaran dalam sub tema dalam satu hari. Kegiatan pembelajaran mencerminkan metode yang dipakai. Diharapkan digunakan multimetode. Supaya kegiatan benar- benar menjamin pembelajaran tematik, dapat dilakukan satu kegiatan untuk 2 atau 3 mata pelajaran. Misalnya:

kegiatan eksperimen untuk mencapai kompetensi/indikator IPA tetapi sekaligus untuk Bahasa Indonesia.

Contohnya: Siswa melakukan percobaan tentang gerak dan melaporkan hasilnya dalam bentuk narasi.

c. Menentukan Sumber belajar

Dilakukan dengan pengorganisasian semua sumber untuk mempermudah distribusi dan penggunaannya, baik dalam kegiatan individual, berpasangan, kelompok kecil, ataupun kelompok besar. Sumber-sumber yang dimaksudkan misalnya berbagai bahan bacaan ataupun lingkungan sekitar yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber.

Diharapkan sumber belajar dipilih yang sesuai tema dan matapelajaran.

Diupayakan penggunaan satu sumber belajar untuk bebberapa matapelajaran yang terikat dalam tema. Contoh:

Tanaman: IPA untuk menyebutkan bagian-bagian tanaman, matematika untuk penjumlahan dan pengurangan dari bagian-bagian tanaman, Bahasa Indonesia untuk membuat puisi.

d. Mengembangkan Alokasi Waktu Merupakan langkah penting yang harus dilakukan oleh seorang guru. “Ada guru yang menggunakan waktu seluruh hari, minggu atau bulan dan seluruh

kurikulum berkisar tema” (Anita dalam Ifrohah, 2006). Sedangkan “guru-guru yang lain mungkin lebih senang memilih perencanaan dengan satu tema untuk beberapa minggu, dan hanya mengikutsertakan dua jenis mata pelajaran seperti IPA dan Matematika sehingga hanya memerlukan waktu sedikit” (Meinbach dalam Ifrohah, 2006). Waktu sangat mempengaruhi dalam pemilihan kegiatan pembelajaran dan sumber belajar yang digunakan.

e. Merencanakan Evaluasi

Membuat “rencana evaluasi haruslah mengacu pada indikator dari masing- masing kompetensi dasar dan hasil belajar dari berbagai mata pelajaran”

(Rozi, 2009). Untuk itu “hasil karya atau hasil kerja siswa nantinya dapat digunakan sebagai bahan masukan guru dalam mengambil keputusan” (Anita dalam Ifrohah, 2006). Dalam pembelajaran tematik, alat evaluasi diharapkan juga terintegrasi dari matapelajaran yang terjaring dari tema tersebut.

Penyusunan Rencana Pembelajaran

Untuk keperluan pelaksanaan pembelajaran guru perlu menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran. Rencana pembelajaran ini merupakan realisasi dari pengalaman belajar siswa yang telah ditetapkan dalam silabus pembelajaran. Komponen rencana pembelajaran tematik meliputi:

a. Identitas mata pelajaran (nama mata pelajaran yang akan dipadukan, kelas, semester, dan waktu/banyaknya jam pertemuan yang dialokasikan).

b. Kompetensi dasar dan indikator yang akan dilaksanakan.

c. Materi pokok beserta uraiannya yang perlu dipelajari siswa dalam rangka mencapai kompetensi dasar dan indikator.

d.

Strategi pembelajaran (kegiatan pembelajaran secara konkret yang harus dilakukan siswa dalam berinteraksi dengan materi pembelajaran dan sumber belajar untuk menguasai kompetensi dasar dan indikator, kegiatan ini tertuang dalam kegiatan pembukaan, inti dan penutup).

Supaya strategi pembelajaran benar-benar mewadahi pembelajaran tematik, dapat

digunakan LKS yang terintegrasi, yaitu LKS yang mempunyai makna keutuhan, artinya memadukan dari beberapa matapelajaran menjadi satu kesatuan utuh dalam satu LKS.

Lembar kegiatan siswa (student

worksheet) merupakan lembaran yang

berisi pedoman bagi siswa untuk melakukan kegiatan terprogram (Depdikbud, 1995). Lembar kegiatan siswa merupakan alat belajar siswa yang memuat berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan oleh siswa secara aktif.

e. Alat dan media yang digunakan untuk memperlancar pencapaian kompetensi dasar, serta sumber bahan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran tematik sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai.

f. Penilaian dan tindak lanjut (prosedur dan instrumen yang akan digunakan untuk menilai pencapaian belajar peserta didik serta tindak lanjut hasil penilaian).

KOMPARASI PEMBELAJARAN TEMA- TIK DALAM TEORI DAN KURIKULUM 2013

Dasar pemikiran pengembangan kurikulum 2013 adalah untuk mengatasi permasalahan yang ada pada kurikulum 2006, antara lain:

1. Adanya keluhan banyaknya buku yang harus dibawa oleh anak sekolah dasar sesuai dengan banyaknya mata pelajaran 2. Indonesia menerapkan sistem guru kelas dimana semua mata pelajaran [kecuali agama, seni budaya, dan pendidikan jasmani] diampu oleh satu orang guru

Untuk mengatasi hal di atas, maka pada kurikulum 2013 ada perubahan, yaitu:

1. Perlunya penyederhanaan mata pelajaran

2. Perlunya membantu memudahkan tugas guru dalam menyampaikan pelajaran sebagai suatu keutuhan dengan meminimumkan jumlah mata pelajaran tanpa melanggar ketentuan konstitusi [idealnya tanpa mata pelajaran sama]

Secara lengkap rancangan perubahan kurikulum 2013 untuk SD adalah sebagai berikut.

Rancangan Kurikulum 2013:

No Komponen Rancangan

1 Berbasis tematik-integratif sampai kelas VI

2 Menggunakan kompetensi lulusan untuk merumuskan kompetensi inti pada tiap kelas

3 Menggunakan pendekatan sains dalam proses pembelajaran [mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, mencipta] semua mata pelajara

4 Menggunakan IPA dan IPS sebagai materi pembahasan pada semua mata pelajara

5 Meminimumkan jumlah mata pelajaran dengan hasil dari 10 dapat dikurangai menjadi 6 melalui pengintegrasian beberapa mata pelajaran:

-IPA menjadi materi pembahasan pelajaran Bahasa Indonesia , Matematika, dll -IPS menjadi materi pembahasan pelajaran PPKn, Bahasa Indonesia, dll

-Muatan lokal menjadi materi pembahasan Seni Budaya dan Prakarya serta Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

-Mata pelajaran Pengembangan Diri diintegrasikan ke semua mata pelajaran

6 Menempatkan IPA dan IPS pada posisi sewajarnya bagi anak SD yaitu bukan sebagai disiplin ilmu melainkan sebagai sumber kompetensi untuk membentuk sikap ilmuwan dan kepedulian dalam berinteraksi sosial dan dengan alam secara bertanggung jawab.

7 Perbedaan antara IPA/IPS dipisah atau diintegrasikan hanyalah pada apakah buku teksnya terpisah atau jadi satu. Tetapi bila dipisah dapat berakibat beratnya beban guru, kesulitan bagi bahasa Indonesia untuk mencari materi pembahasan yang kontekstual, berjalan sendiri melampaui kemampuan berbahasa peserta didiknya seperti yang terjadi saat ini, dll

8 Menambah 4 jam pelajaran per minggu akibat perubahan proses pembelajaran dan penilaian Banyaknya perubahan di atas, dan adanya

ketidakterlaksanaan kurikulum 2006 di pembelajaran tematik, maka perlu disiapkan buku babon oleh pemerintah. Namun demikian,

adanya Pemerintah menyiapkan semua komponen kurikulum sampai buku teks dan pedoman pasti ada kendala. Untuk itu yang perlu adanya cara mengatasi masalah tersebut.

Teori Kurikulum 2013

Prinsip Penentuan tema

1. Memperhatikan lingkungan yang terdekat dengan siswa

2. Dari yang termudah menuju yang sulit 3. Dari yang sederhana menuju yang kompleks 4. Dari yang konkret menuju ke yang abstrak.

5. Tema yang dipilih harus memungkinkan terjadinya proses berpikir pada diri siswa 6. Ruang lingkup tema disesuaikan dengan usia dan

perkembangan siswa, termasuk minat, kebutuhan, dan kemampuannya

1. Pemerintah menyiapkan semua

komponen kurikulum sampai buku teks dan pedoman

2. Buku teks memuat materi dan proses pembelajaran, sistem penilaian serta kompetensi yang diharapkan 3. Artinya:

Tema sudah disiapkan perintah 4. Realisasi:

a. Silabus b. Buku Guru c. Buku Siswa Solusi

1. Tema yang dipilih adalah tema-tema umum yang memungkinkan semua tempat dapat menggunkannya.

Contoh: Kelas 1:

Diriku, dengan Sub Tema:

 Aku dan teman baru

 Tubuhku

 Aku merawat tubuhku

 Aku Istimewa

2. Di buku guru dilengkapi dengan pemetaan dan jaring-jaring tema

3. Kalau memang dirasa di sekolah perlu menambahkan atau mengurangi indikator, maka guru dapat melakukannya dan dituliskan di RPP

4. Perlu adanya pelatihan guru sebelum pemberlakuan kurikulum 2013.

Teori Kurikulum 2013 1. Langkah kegiatan: Merupakan kegiatan

menentukan langkah-langkah yang akan digunakan untuk menginvestigasi konsep- konsep yang terdaftar. Langkah kegiatan dilakukan secara tematik atau terintegrasi antar matapelajaran dalam sub tema dalam satu hari. Kegiatan pembelajaran

mencerminkan metode yang dipakai.

2. Kriteria pemilihan media:

a. Sesuaikan dengan tujuan/ kompetensi yg akan dicapai

b. Ketepatgunaan

c. Sesuaikan dengan keadaan dan karakteristik siswa

d. Ketersediaan e. Mutu teknis f. Biaya

Buku Siswa: Berbasis aktivitas Contoh:

1. Tahukah kamu 2. Ayo mengamati 3. Ayo cari tahu 4. Ayo mengurutkan 5. Ayo membuat laporan 6. Ayo membandingkan 7. Ayo berkreasi 8. Ayo renungkan 9. Pengayaan 10. Remidial . Contoh lain:

1. Tahukah kamu?

2. Ayo lakukan!

3. Ayo berkreasi 4. Ayo renungkan 5. Pengayaan 6. Remidial

Solusi

1. Di buku guru dilengkapi dengan alternatif metode yang dipakai, artinya apabila dilakukan dengan langkah yang disiapkan di buku tidak dapat dilakukan, dan fasilitas tidak ada, maka guru dapat menggunakan metode alternatif.

2. Apabila ternyata alternatif metode yang ditawarkan juga belum dapat dilakukan karena ketidak ketersediaan sumber belajar, maka gu dapat menggunakan metode dan sumber belajar yang sesuai dengan daerah masing-masing.

3. Perlu pelatihan guru sebelum pemberlakuan kurikulum 2013.

KESIMPULAN

1. Adanya buku babon yang sudah disiapkan pemerintah, dapat membantu guru yang belum bisa merencanakan pembelajaran tematik.

2. Bagi guru yang belum dapat merencanakan pembelajaran tematik, dpat menggunakan langkah-langkah yang ada di buku babon dengan petunjuk yang ada di buku guru.

3. Bagi guru yang sudah terbiasa menggunakaan dan merencanakan pembelajaran tematik, dapat menginovasikan langkah-langkah yang sudah disiapkan oleh pemerintah.

4. Apabila tema dan langkah pembelajaran tidak sesuai dengan kondisi yang ada di sekolah diharapkan guru dapat memodifikasinya, untuk itu diperlukan pelatihan guru sebelum diberlakukannya kurikulum 2013.

5.

Berkaitan dengan guru masih dimungkinkan untuk memodifikasi kurikulum, maka guru benar-benar harus paham tentang konsep pembelajaran tematik.

DAFTAR PUSTAKA

Depdiknas. 2006. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 Tahun 2006.

Jakarta: Depdiknas.

Depdiknas. 2005. Pembelajaran Tematik Kelas Awal Sekolah Dasar. Jakarta: Pusat Kurikulum Badan Penelitian dan Pengembangan.

Fogarty R, 1991. The Mindfull School: How to Integrate the Curricula. Palatine, Illinois: Skylight Publishing, inc.

Puskur Balitbang Depdiknas. 2006. Model Pembelajaran Tematik.

Sukayati, “Pembelajaran Tematik di SD merupakan Terapan dari Pembelajaran Terpadu” Makalah disampaikan pada Diklat Instruktur/Pengembang Matematika SD Jenjang Lanjut pada 6

s.d. 19 Agustus 2004

di PPPG Matematika Yogyakarta.

Sa’ud, Udin Syaefuddin, dkk. 2006.

Pembelajaran Terpadu. Bandung: UPI Press

Sugiyar, dkk. 2009. Pembelajaran Tematik.

Surabaya:LAPIS-PGMI.

Trianto. 2007.

Model Pembelajaran Terpadu dalam Teori dan Praktek.

Jakarta: Prestasi Pustaka.

Trianto. 2010.

Mengembangkan Model Pembelajaran Tematik.

Jakarta:

Prestasi Pustaka.

Trianto. 2010.

Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta:Bumi Aksara.

KEBIJAKAN KURIKULUM 2013 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP

Dalam dokumen PROSIDING (Halaman 81-86)