• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perbankan Korporat

Dalam dokumen Inovasi dari Hati (Halaman 145-148)

memaksimalkan pemanfaatan dana murah dari foreign bank trade line dan menjaga profitabilitas bisnis secara keseluruhan termasuk melalui peningkatan pendapatan imbal jasa

• Menjaga kualitas portofolio kredit

• Pengembangan Sumber Daya Manusia secara berkelanjutan.

Kinerja 2014

Penyaluran Kredit

Di tengah kondisi melemahnya laju pertumbuhan ekonomi nasional dan ketidakpastian politik sebelum pemilihan umum Presiden yang menyebabkan sebagian pelaku pasar memilih untuk menunda melakukan investasi bagi ekspansi usaha, Perbankan Korporat CIMB Niaga berhasil membukukan pertumbuhan kredit yang sehat sebesar 26,2% pada tahun 2014. Pertumbuhan tersebut terutama mencerminkan meningkatnya penyaluran kredit modal kerja, sejalan dengan strategi perimbangan komposisi portofolio kredit di Perbankan Korporat. Pertumbuhan ini didukung oleh berbagai inisiatif strategis dalam hal diversifikasi pasar, penajaman fokus pada segmentasi nasabah, serta penguatan sinergi dengan Grup CIMB.

Kredit yang disalurkan tercatat tumbuh dari Rp43,9 triliun di 2013 menjadi sebesar Rp55,4 triliun di akhir tahun 2014, yang berkontribusi sebesar 31,4% kepada total kredit disalurkan Perusahaan. Porsi fasilitas kredit investasi adalah sekitar 59% dari total kredit Perbankan Korporat, bergerak turun dari sekitar 63% di tahun sebelumnya.

Kredit Sindikasi

Perusahaan merupakan salah satu bank yang aktif dalam aktivitas kredit sindikasi di Indonesia. Pada tahun 2014, Perusahaan bertindak sebagai Arranger atas pembiayaan kredit sindikasi dengan total nilai pembiayaan yang di-arrange adalah sebesar ekuivalen Rp11 triliun. Beberapa transaksi yang signifikan antara lain adalah fasilitas kredit sindikasi untuk PT Charoen Pokphand Tbk, PT Matahari Putra Prima Tbk, dan sejumlah nasabah korporat lain.

Kualitas Kredit

Sejak tahun 2013, Perusahaan telah mencermati perkembangan yang cenderung menkhawatirkan di sektor industri batubara khususnya, dan oleh karenanya telah mulai membatasi atau menghentikan pengucuran kredit ke sektor tersebut. Pada tahun 2014, kekhawatiran tersebut menjadi kenyataan dengan semakin memburuknya kinerja pelaku industri di sektor batubara dan sektor terkait lainnya,

CIMB Niaga.

Kondisi tersebut kemudian berdampak pada kenaikan yang cukup signifikan pada kredit bermasalah (NPL) di segmen Perbankan Korporat, dengan sebagian besar dari penambahan NPL tersebut berasal dari eksposur kredit ke sektor batubara dan sektor terkait. Meskipun demikian, dengan telah dibukukannya NPL dari salah satu sektor industri mengalami penurunan kinerja paling buruk di tahun 2014, sementara di sisi lain membukukan peningkatan penyaluran kredit baru ke sektor-sektor yang terbukti konsisten memperlihatkan kinerja yang baik, Perbankan Korporat CIMB Niaga optimis bahwa kualitas portofolio kredit akan dapat dikelola dan semakin membaik di tahun 2015.

Penghimpunan Dana

Penghimpunan dana dari nasabah korporat baik BUMN maupun swasta serta lembaga keuangan dan keuangan non- bank menjadi salah satu fokus Perbankan Korporat CIMB Niaga di tengah kondisi mengetatnya likuiditas perbankan di tahun 2014. Upaya penghimpunan dana difokuskan pada peningkatan dana murah di rekening giro guna meningkatkan rasio CASA dan menjaga profitabilitas.

Untuk itu, Perbankan Korporat antara lain terus mendorong implementasi covenant kredit dengan nasabah debitur untuk meningkatkan saldo giro yang dipersyaratkan, serta meningkatkan koordinasi dengan unit-unit terkait seperti Transaction Banking, Corporate Funding, Financial Institutions dan Non-Bank Financial Institution guna mengupayakan peningkatan saldo mengendap di rekening giro nasabah.

Pada tahun 2014, agar lebih efektif dalam mengelola aspek penghimpunan dana nasabah, Perusahaan melakukan restrukturisasi sejumlah unit yang terkait dengan fungsi pendanaan (funding). Termasuk dalam inisiatif ini adalah pemindahan pembukuan dana deposito berjangka dari sebagian nasabah korporat dan institusi ke Direktorat Tresuri dan Pasar Modal. Menyusul restrukturisasi tersebut, total Dana Pihak Ketiga yang dibukukan di segmen Perbankan Korporat tercatat sebesar Rp16,1 triliun pada akhir tahun 2014, lebih kecil dari posisi setahun sebelumnya. Di lain pihak, porsi dana murah pada rekening giro (CASA) meningkat dan berkontribusi 69,8% pada jumlah tersebut.

Remittance

Dalam bisnis remittance, Perusahaan bekerja sama dengan beberapa lembaga keuangan dalam dan luar negeri untuk memperluas jaringan layanan remittance, khususnya untuk melayani Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri, dimana saat

Semangat pelayanan CIMB Niaga telah menjadikannya sebagai salah satu pioneer di industri perbankan Indonesia dan juga menjadi alasan utama kami bermitra dengan CIMB Niaga selama lebih dari 8 tahun. CIMB Niaga selalu berusaha memahami kebutuhan perkembangan bisnis kami melalui berbagai inovasi produk dan fasilitas perbankan yang tepat. Kemitraan Sinar Mas Agribusiness and Food dan CIMB Niaga berjalan dengan sangat baik dan memberikan kontribusi positif bagi perkembangan bisnis kami.

Kami berharap CIMB Niaga terus berinovasi, memberikan nilai tambah dan terus berkembang bersama kami. Sinar Mas Agribusiness and Food percaya CIMB Niaga akan menjadi rekanan pilihan bagi para pebisnis di Indonesia.

Simon Lim Managing Director

Sinar Mas Agribusiness and Food bagi tenaga kerja migran melalui produk remittanceSpeed

Send’, yang saat ini dapat melayani kebutuhan transaksi bagi tenaga kerja migran di 14 negara termasuk Indonesia.

Securities Services

Securities Services (SS) adalah salah satu unit yang memberikan kontribusi fee based income bagi Perbankan Korporat. Unit SS memberikan layanan yang terutama terkait dengan aktivitas nasabah di pasar modal, seperti jasa bank kustodian, jasa wali amanat, jasa keagenan, dan jasa settlement bank atau payment bank.

Bisnis wali amanat dan keagenan Perusahaan terus dipercaya oleh emiten-emiten penerbit surat utang di pasar modal di Indonesia. Pada tahun 2014, misalnya, Perusahaan menjadi wali amanat bagi sekitar 49 obligasi korporat dengan total nilai sekitar Rp 40,4 triliun. Perusahaan memiliki sistem pengawasan komputerisasi yang terintegrasi, CIMB Trustee

& Agency System (C-TAS), sebagai media pengarsipan digital dengan fitur-fitur reminder dan pemberian informasi otomatis yang sangat membantu emiten pengguna jasa wali amanat Perusahaan dalam mengelola kewajiban-kewajiban mereka terkait obligasi yang mereka terbitkan.

Sejak tahun 2000, Perusahaan menjadi salah satu bank yang dipercaya sebagai bank pembayar dalam menangani penyelesaian transaksi efek di Bursa Efek Indonesia. Terkait dengan layanan ini, pada tahun 2014 Perusahaan melakukan kerja sama co-branding dengan PT KSEI, dimana salah satu produk PT KSEI, yaitu kartu AKSes, akan dilengkapi dengan berbagai kemudahan dari layanan e-channel CIMB Niaga, sehingga akan sangat mempermudah investor pemegang kartu AKSes dalam melakukan transaksi di pasar modal.

Pengelolaan Sumber Daya Manusia

Aspek pengelolaan SDM menjadi salah satu fokus Perbankan Korporat dalam 2-3 tahun terakhir ini, mengingat perannya yang penting dalam mendorong pertumbuhan bisnis. Berkoordinasi dengan unit-unit terkait di Perusahaan, Perbankan Korporat berupaya menekan angka turnover karyawan untuk menjaga efisiensi, dan pada saat yang bersamaan melakukan revitalisasi SDM secara berkesinambungan baik termasuk melalui professional hire untuk mengisi posisi-posisi di berbagai tingkatan organisasi.

Rencana Kerja 2015

• Perluasan basis nasabah dengan fokus pada sektor- sektor industri yang masih menjanjikan maupun nasabah- nasabah top tier

• Meningkatkan porsi penyaluran kredit modal kerja agar dapat menarik manfaat dari peningkatan saldo rekening giro serta cost-of-fund yang lebih rendah

• Memanfaatkan jaringan CIMB Group untuk transaksi- transaksi cross border

• Meningkatkan porsi CASA dengan terus mendorong aktivitas Transaction Banking dan Value Chain

• Meningkatkan pendapatan imbal jasa melalui aktivitas kredit sindikasi, Trade Finance dan Valas

2014 7,3

2013 3,5

2012 3,4

Rasio Kredit Bermasalah (%)

2014 3.354

2013 5.422

2012 5.724

Laba Sebelum Pajak (Rp miliar)

2014 6,89

2013 6,42

2012 8,18

Marjin Bunga Bersih (%)

2014 34,7

2013 34,5

2012 31,3

DPK (Rp triliun)

2014 4,9

2013 4,5

2012 4,4

Penghasilan Bunga Bersih (Rp triliun)

2014 55,4

2013 43,9

2012 43,5

Kredit (Rp triliun)

Dalam dokumen Inovasi dari Hati (Halaman 145-148)