CIMB Niaga fokus pada inisiatif strategis untuk mendukung pengembangan dan percepatan peningkatan volume bisnis syariah, di samping memperbaiki kualitas aset, meningkatkan produktivitas SDM, serta mempertahankan tingkat kepatuhan syariah.
Pada tahun 2014, kondisi perekonomian Indonesia mengalami pelemahan dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga menimbulkan ketidakpastian para pelaku usaha untuk melakukan investasi bisnis. Hal ini juga berdampak terhadap pertumbuhan industri
Perusahaan ini bergerak di bidang pelayanan kesehatan, yaitu mengelola Rumah Sakit Ibu dan Anak “Budi Mulia”.
Pengelolaan RSIA ini dilakukan bersama dengan istrinya, yaitu dr. Rizalya Dewi, SpA.
Awal hubungan kami dengan Bank CIMB Niaga Syariah terjadi di Bulan Januari 2013 ketika kami menjadi nasabah giro di KCS Pekanbaru. Selanjutnya kami mendapat kepercayaan untuk memperoleh fasilitas Pembiayaan iB investasi untuk pembelian ruko, pembelian tanah dan perlengkapan rumah sakit tempat kami menjalankan usaha sekarang.
Syukur Alhamdulillah, sejak saat itu usaha kami berkembang dengan sangat baik. Tempat usaha yang tadinya hanya klinik kecil kini telah berubah menjadi RSIA yang cukup prestisius di kota Pekanbaru. Semakin banyak pasien yang datang, bahkan cucu walikota Pekanbaru juga lahir di RSIA kami. Kini kami telah mampu memperluas lahan rumah sakit, sehingga pada saatnya nanti rumah sakit ini siap untuk dikembangkan menjadi lebih besar lagi.
Kami menggunakan hampir semua produk Bank CIMB Niaga, mulai dari giro, tabungan, Pembiayaan, payroll, mesin EDC dan Syariah gold card. Apalagi dengan adanya CIMB Cliks sangat memudahkan kami dalam melakukan transaksi keuangan. Kepuasan kami semakin lengkap dengan adanya pelayanan dan hubungan personal yang baik dari staff Bank CIMB Niaga Syariah.
Kami yakin usaha yang kami jalankan masih bisa berkembang lebih besar lagi, untuk itu kami sangat mengharapkan support yang lebih lagi dari Bank CIMB Niaga pada saat kami butuhkan nanti. Sehingga kami bisa menjadi besar bersama Bank CIMB Niaga Syariah.
dr. Budi Mulyana, SpOG Direktur
PT Riau Mulia Mitra Medika
2014 juga berpengaruh pada permintaan pembiayaan di sektor Komersial dan Korporat.
Per Desember 2014, aset CIMB Niaga Syariah mengalami penurunan sebesar 14,1% dari Rp9,8 triliun pada Desember 2013 menjadi Rp8,5 triliun pada Desember 2014. Namun, posisi aset per Desember 2014 tersebut merupakan peningkatan 15,6% dari posisi aset triwulan sebelumnya sebesar Rp7,3 triliun. Penurunan aset terbesar disebabkan oleh penurunan non-pembiayaan, yaitu dari menurunnya jumlah penempatan pada Bank Indonesia sebesar 36,3%
dari Rp2,2 triliun pada tahun 2013 menjadi Rp1,4 triliun pada tahun 2014. Sedangkan dari pembiayaan, penurunan terbesar disumbang oleh penurunan pembiayaan mudharabah sebesar 38,5% dari Rp303 miliar pada tahun 2013 menjadi Rp186 miliar pada akhir tahun 2014. Meskipun mengalami penurunan dari tahun 2013 ke tahun 2014, namun per September 2014 total aset CIMB Niaga Syariah masih berada di 10 besar pemain industri Syariah, yaitu di peringkat 8.
Sampai dengan akhir tahun 2014, CIMB Niaga Syariah didukung dengan rangkaian produk dan layanan yang komprehensif yang dapat memenuhi kebutuhan semua segmen nasabah yang dilayani, mencakup 14 produk penghimpunan dana, 10 produk pembiayaan dengan 7 model pembiayaan, 8 produk dan layanan Card & Merchant Business, 9 produk Transaction Banking dan Trade Finance, dan 7 layanan Tresuri Syariah.
Fokus Strategis 2014
Di tahun 2014, CIMB Niaga Syariah fokus pada beberapa inisiatif strategis yang dapat mendukung pengembangan bisnis, antara lain:
• Optimalisasi pelaksanaan strategi Dual Banking Leverage Model untuk mendukung percepatan peningkatan volume bisnis, termasuk dengan memanfaatkan keunggulan platform branchless banking CIMB Niaga.
• Mendorong pertumbuhan pembiayaan melalui pengembangan dan peluncuran produk-produk baru sesuai peluang pasar.
• Mendorong peningkatan porsi dana murah (CASA) pada DPK, termasuk dengan mengoptimalkan jaringan yang telah dimiliki.
• Memperbaiki kualitas aset melalui upaya restrukturisasi dan collection.
• Meningkatkan kompetensi dan produktivitas sumber daya manusia
• Mempertahankan tingkat kepatuhan syariah.
setahun sebelumnya. Volume penurunan terbesar disumbang oleh segmen Konsumer, dari Rp3,9 triliun pada tahun 2013 menjadi Rp3,5 triliun pada tahun 2014. Segmen Komersial dan UMKM juga mengalami penurunan masing-masing Rp267 miliar (turun 29,8%) dan Rp283 miliar (turun 23,2%).
Namun, segmen Korporat mengalami pertumbuhan yang signifikan pada tahun 2014, yaitu mengalami pertumbuhan 116,3% dari Rp633 miliar pada tahun 2013 menjadi Rp1,4 triliun pada tahun 2014. Secara keseluruhan, pertumbuhan pembiayaan di 2014 mengalami tren negatif dibandingkan 2013, disebabkan oleh adanya penurunan kinerja sektor riil selama tahun 2014.
Untuk mempertahankan kinerja penyaluran pembiayaan, CIMB Niaga Syariah pada tahun 2014 meluncurkan sejumlah produk baru maupun produk yang telah dikemas kembali.
Produk-produk tersebut antara lain adalah Murabahah Cap dengan skema floating margin, IMBT untuk nasabah Komersial dan Korporat, MMQ untuk pembiayaan Konsumer.
Dalam rangka menjaga kualitas aset produktif, CIMB Niaga Syariah bekerja sama secara intensif dengan ARR Team untuk restrukturisasi dan collection terhadap pembiayaan yang bermasalah atau macet (Non Performing Financing/
NPF). Selain itu, upaya collection terhadap marginal accounts juga terus ditingkatkan di sepanjang tahun. Pada akhir tahun 2014, Gross NPF tercatat sebesar 4,8% dan Net NPF tercatat sebesar 1,84%. Rasio Gross NPF 2014 mengalami peningkatan dari 3,6% pada 2013, disebabkan oleh penurunan kualitas pembiayaan Konsumer dan Korporat.
Penghimpunan Dana
Pada tahun 2013, CIMB Niaga Syariah telah dipercaya oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama sebagai salah satu Bank Penerima Setoran Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPS BPIH) untuk Haji Reguler dan Haji Khusus.
Selanjutnya pada tahun 2014, CIMB Niaga Syariah bergerak cepat dan meluncurkan produk baru yaitu Tabungan Pahala Haji dan Tabungan Rencana Haji untuk menghimpun dana masyarakat dari segmen haji. Keberadaan produk-produk tersebut antara lain telah mendorong pertumbuhan DPK di CIMB Niaga Syariah, yang tercatat mencapai sebesar Rp6,8 triliun di akhir tahun 2014, naik 4,6% dari Rp6,5 triliun setahun sebelumnya dan naik 38,7% dari Rp4,9 triliun di triwulan sebelumnya.
oleh program-program pemasaran yang gencar dilakukan melalui sinergi dengan unit-unit bisnis CIMB Niaga lainnya.
Perluasan Jaringan Distribusi
CIMB Niaga Syariah terus memperluas jaringan distribusinya untuk mempermudah akses konsumen terhadap produk dan layanan syariah, baik melalui Kantor Cabang Syariah (KCS), Kantor Cabang Konvensional (KCK) yang dapat memberikan layanan Syariah (Office Channeling atau OC), maupun outlet layanan Rahn.
Per akhir tahun 2014, CIMB Niaga Syariah memiliki 30 KCS (termasuk 1 KCPS), 526 OC dan 92 outlet Rahn, dibandingkan 30 KCS, 534 OC dan 97 outlet Rahn di tahun 2013. Untuk tahun 2015, CIMB Niaga Syariah berencana untuk melakukan pengembangan jaringan ke sebanyak 286 kantor Mikro Laju untuk memasarkan produk tabungan Haji. Akses nasabah tentunya juga didukung oleh kapabilitas layanan Branchless Banking CIMB Niaga, antara lain ATM, SST, CDM, CIMB Clicks, Go Mobile, Preferred Phone Banking dan Rekening Ponsel.
Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi salah satu fokus pengembangan CIMB Niaga Syariah pada tahun 2014. Bekerja sama dengan unit Learning and Talent Development (LTD), Perusahaan menyelenggarakan serangkaian program pelatihan berkelanjutan terkait konsep DBLM maupun produk dan jasa Perbankan Syariah. Hal ini bertujuan untuk membekali staf di semua unit bisnis dan unit penunjang dengan pengetahuan syariah (Sharia Knowledge) yang memadai sehingga diharapkan dapat meningkatkan aktivitas cross-selling untuk mendorong pertumbuhan kinerja bisnis CIMB Niaga Syariah. Sosialisasi mengenai DBLM juga dilakukan bagi Direksi dan seluruh jajaran manajemen senior Perusahaan dalam sesi-sesi Executive Training.
Ke depan, pelatihan mengenai Sharia Knowledge akan diintegrasikan ke dalam program-program pelatihan wajib bagi seluruh staf di Perusahaan agar dapat mengoptimalkan pelaksanaan dan manfaat dari konsep DBLM.
Untuk meningkatkan produktivitas karyawan, struktur organisasi Unit Usaha Syariah CIMB Niaga telah ditata-ulang agar lebih optimal dalam mendukung pelaksanaan konsep DBLM.
CIMB Niaga Syariah juga terus mendukung inisiatif proyek one platform di bidang Teknologi Informasi agar proses- proses bisnisnya dapat terintegrasi dalam core banking CIMB Niaga untuk penyediaan data dan informasi yang lebih akurat dan multi-dimensi.
Peningkatan produktivitas karyawan juga diupayakan melalui penerapan konsep ‘reward and punishment’ yang dikaitkan dengan produktivitas kerja karyawan.
Perusahaan menerapkan pengawasan pelaksanaan prinsip Syariah melalui aktivitas Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang sehari hari dilakukan oleh Syariah Advisory Group sebagai perpanjangan tangan Dewan Pengawas Syariah.
Pada masa yang akan datang Perusahaan akan menetapkan Syariah Governance Framework secara menyeluruh.
Di tahun 2014, fokus kegiatan dari fungsi kepatuhan syariah adalah sebagai berikut:
• Melakukan edukasi dan sosialisasi secara intensif kepada semua staf mengenai kepatuhan terhadap semua peraturan dan kepatuhan terhadap prinsip syariah
• Melakukan pengelolaan data base Fatwa DSN, PBI, dan ketentuan OJK
• Melakukan review semua proses bisnis, proses produk, sistem pelaporan di semua unit bisnis, unit penunjang dan saluran distribusi (OC & KCS) secara berkala
• Melakukan audit & kontrol terhadap semua proses bisnis terkait pelaksanaan kepatuhan.
Penghargaan
Pada tahun 2014, CIMB Niaga Syariah berhasil memperoleh berbagai penghargaan, diantaranya:
• Islamic Finance Award & Cup 2014 KARIM Consulting Indonesia (Peringkat I The Best Sharia Unit)
• Islamic Finance Award & Cup 2014 KARIM Consulting Indonesia (Peringkat I Top Growth Financing)
• Islamic Finance Award & Cup 2014 KARIM Consulting Indonesia (Peringkat II Top Growth Funding)
• Islamic Finance Award & Cup 2014 KARIM Consulting Indonesia (Peringkat III The Most Efficient)
• Indonesian Bank Loyalty Award (IBLA) 2010-2014 (Saving Account, Islamic Banking)
• Indonesian Bank Loyalty Award (IBLA) 2010-2014 (Loyalty Program for Saving Account, Islamic Banking)
• Penghargaan Service Excellence 2014 Infobank (Peringkat 3 Best Overall Performance Unit Usaha Syariah)
• Penghargaan Service Excellence 2014 Infobank (Peringkat 2 Performa Terbaik Teller)
• Penghargaan Service Excellence 2014 Infobank (Peringkat 2 Performa Terbaik Customer Service)
• Penghargaan Service Excellence 2014 Infobank (Peringkat 2 Performa Terbaik ATM)
Berbagai penghargaan ini membuktikan bahwa CIMB Niaga Syariah mampu bersaing dan terus berkembang untuk memberikan kontribusi yang signifikan bagi Perusahaan.
Indonesia yang diperkirakan akan membaik di tahun 2015 diharapkan akan memberikan ruang untuk peningkatan pertumbuhan tersebut.
Dalam upaya menangkap peluang yang ada di tahun 2015 mendatang, CIMB Niaga Syariah akan fokus kepada penyaluran pembiayaan dan penghimpunan dana.
Pembiayaan akan difokuskan pada segmen Komersial, UKM dan Pembiayaan Kepemilikan Rumah karena ketiga sektor tersebut diprediksi akan lebih cepat tumbuh yang terutama disebabkan oleh peningkatan jumlah dan rasio prosentasi pelaku usaha, serta prediksi akan adanya peningkatan permintaan perumahan dan kendaraan. Untuk mengantisipasi hal ini, Perusahaan merasa perlu melakukan inovasi produk-produk yang menarik dan lebih sesuai dengan kebutuhan nasabah, yang akan dikemas dalam paket skema MMQ, IMBT dan Murabahah Cap (floating margin)
Dalam hal pendanaan, Tabungan Haji ditargetkan akan menjadi kontributor utama dalam peningkatan CASA. Selain itu direncanakan akan ada 2 produk unggulan CASA yang akan di launching dengan target pada K2 2015.
Optimalisasi branchless banking dan Syariah Card juga akan meningkatkan volume transaksi layanan dengan pengendapan dana yang lebih meningkat dan berjangka panjang.
2014 0,4
2013 0,5
2012 0,4
Penghasilan Bunga Bersih (Rp triliun)
2014 6,8
2013 6,5
2012 7,0
DPK (Rp triliun)
2014 6,4
2013 6,6
2012 7,6
Kredit (Rp triliun)
2014 4,6
2013 4,2
2012 2,0
Rasio Kredit Bermasalah (%)
2014 95
2013 164
2012 135
Laba Sebelum Pajak (Rp miliar)
2014 7,10
2013 6,19
2012 7,80
Marjin Bunga Bersih (%)