• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perencanaan Pembelajaran PAI (Antecedent)

Dalam dokumen evaluasi program pembelajaran pendidikan (Halaman 72-78)

BAB II EVALUASI PERENCANAAN PEMBELAJARAN

A. Paparan Data

2. Perencanaan Pembelajaran PAI (Antecedent)

47

pada si pemakai, sehingga ketika penelitian dapat digunakan dalam konteks yang berbeda di situasi sosial yang berbeda validitas nilai transfer masih dapat dipertanggungjawabkan.

48

melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas dengan memuat secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan efisien , memotifasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, seta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SMP di Kab.

Bima pada sekolah sekolah yang menjadi sasaran yaitu SMPN 1 Bolo dan SMPN 2 Donggo Kab. Bima peneliti melakukan dokumentasi RPP yang di susun oleh guru-guru PAI menunjukkan adanya konsisten dalam semua aspek baik dari segi sistematika maupun substansi dalam penyusunannya hal ini dapat dilihat sebagai berikut:

a) Guru pada sekolah sekolah sasaran menuliskan identitas sekolah, mata pelajaran atau tema/ subtema, kelas/ semester, materi pokok dan alokasi waktu sesuai dengan standar proses.

b) Guru merumuskan tujuan pembelajaran sesuai kompetensi dasar.

c) Kompotensi dasar memuat KD pada KI-1, KD pada KI-2, KD pada KI-3, KD pada KI-4

d) Indicator pencapaian kompetensi dirumuskan sesuai kompetensi dasar. Kemudian memperhatikan dimensi pengetahuan (factual, konseptual, procedural dan metakognitif) dan dimensi berfikir (mengetahui, memahami, menerapkan, menganlisis, menilai, dan mencipta). Selanjutnya menggunakan kata kerja operasional yang relevan dengan kompetensi dasar, dan mencakup kompetensi pengetahuan, keterampilan, sikap sosial serta sikap spiritual.

49

e) Materi pembelajaran dirumuskan sesuai dengan objek indicator pencapaian kompetensi dengan memperhatikan kemampuan awal peserta didik dan sarana serta prasarana pendukung sekolah.

f) Metode pembelajaran yang digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran peserta didik yang sesuai dengan kompetensi dasar yang akan dicapai serta karakteristik peserta didik.

g) Media pembelajaran yang digunakan disesuaikan dengan materi pembelajaran, karakteristik peserta didik, saran dan prasarana sekolah.

h) Sumber belajar berasal dari buku pegangan siswa dan guru, memanfaatkan lingkungan sekitar, dan sumber lain yang relevan.

i) Langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan meliputi: kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup dengan merancang pengelolaan pembelajaran yang yang mencerminkan pendekatan saintifik, memfasilitasi tercapainya ranah pengetahuan, keterampilan, sikap sosial, dan sikap spiritual serta memperhatikan karakteristik peserta didik, alokasi waktu sarana dan prasarana serta media pembelajaran.

j) Penilaian hasil pembelajaran dengan mencantumkan teknik, bentuk, dan instrument penilaian pada ranah pengetahuan, keterampilan, sikap sosial, dan sikap spiritual serta sesuai dengan indicator pencapaian kompetensi.

Hasil penelitian ini mencakup tiga aspek yaitu persiapan (antecendent), pelaksanaan (transaction), dan hasil belajar (outcomes).

Sebelum melakukan proses pengamatan pelaksanaan pembelajaran peneliti terlebih dahulu melakukan wawancara dan dokumentasi terkait dengan perencanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam

50

(PAI) yang telah disusun oleh guru dalam bentuk RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran).

Hasil penelitian untuk setiap tahapan evalusi disajikan pada matrix Countenance Stake pada tabel yang meliputi intens, observasi, standar dan judgment untuk masing-masing 3 komponen program yang dikelompokan dalam tabel menurut antecedent, transaction, dan outcomes. Selanjutnya hal itu dianalisis congruence dan contingency.Congruence Komponen Antecedent Komponen yang dievaluasi pada antecedent ini adalah RPP yang dibuat guru di SMPN 2 Donggo Kab. Bima Kurikulum 2013. Berikut ini disajikan countenance matrix komponen antecedent pada Tabe.

Tabel 2.1 Countenance Matrix Komponen Antecedent Descriptions Matrix Judgment Matrix

Intens Observasi Standar Judgments

RPP yang dibuat guru di SMPN di Kab. Bima

sesuai standar

proses permendik bud No. 22

tahu 2016

Aktualitas ketercapaian

RPP yang dibuat guru di SMPN di

Kab. Bima sebanyak 79% kategori

baik. Guru belum sepenuhnya merencanaka

Komponen RPP berdasarkan standar proses

pembelajran meliputi : 1) Identitas sekolah,

mata pelajaran atau tema/subtema, kelas/semester,

materi pokok, dan alokasi

RPP yang buat oleh Guru

di di SMPN di Kab. Bima

sebagian sudah sesuai dengan Permendik bud No. 22 tahun 2016

51 n

pembelajaran sesuai dengan criteria yang

telah ditetapkan

dalam standar

proses permendikbu

d No. 22 tahun 2016

tentang standar proses pendidikan

dasar dan menengah.

waktu. 2) Kompetensi Inti

(KI) 3) Kompetensi Dasar

(KD) 4) Indikator Pencapaian Kompetensi 5)

Tujuan Pembelajaran 6)

Materi Pembelajaran 7)

Metode pembelajaran 8)

Media pembelajaran 9)

Sumber belajar 10) Kegiatan Pembelajaran 11)

Penilaian, Pembelajaran, dan Pengayaan.

tentang standar proses pendidikan

dasar dan menengah,

dan sabagiann

ya belum sesuai dengan Permendik bud No. 22 tahun 2016

tentang standar proses pendidikan

dasar dan menengah.

Berdasarkan tabel persiapan pembelajaran yang dibuat oleh guru melalui RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) di SMPN di Kab.

Bima Kurikulum 2013 termasuk dalam kategori baik (79%).

Kesesuaian intens dengan observasi, pada matriks deskripsi ditemukan sebagian dari RPP yang di buat oleh guru masih ada yang belum sesuai

52

antara ketersediaan RPP yang dibuat guru dengan Standar Proses Pembelajaran.

Pada komponen pemilihan media pembelajaran memilih dan memanfaatkan media pembelajaran secara optimal pada indikator kesesuaian sebagian guru belum mencantumkan manfaat media pembelajaran untuk mewujudkan pembelajaran dengan pendekatan saintifik secara optimal, dan memilih media, alat dan bahan sesuai dengan karakteristik peserta didik dan kondisi sekolah; pada komponen penilaian pembelajaran, dan pengayaan merancang kegiatan pembelajaran remedial dan merancang kegiatan pembelajaran pengayaan pada indicator kesesuaian sebagian guru masih belum menuliskan aktifitas kegiatan pembelajaran remedial yang berupa : 1) pembelajaran ulang, 2) bimbingan perorangan, 3) belajar kelompok atau tutor teman sebaya. Serta menuliskan aktifitas kegiatan pembelajaran pengayaan yang bisa berupa: (1) proyek, yang meliputi perencanaan, pembuatan produk, pelaporan dan mengerjakan soal-soal yang menuntut kemampuan berpikir lebih tinggi.

Pemilihan media belajar pada indikator kesesuaian menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi sehingga membuat peserta didik aktif belajar; komponen metode pembelajaran dan skenario pembelajaran pada indikator kegiatan pembelajaran dirancang membuat peserta didik aktif belajar. Melalui perencanaan yang maksimal, seorang guru dapat menentukan strategi apa yang digunakan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Perencanaan dapat menghindarkan kegagalan pembelajaran. Melalui perencanaan yang baik, setidaknya dapat mengantisipasi atau meminimalisir permasalahn-permasalahan yang nantinya akan muncul, sehingga pembelajaran berjalan normal dan keberhasilan pembelajaran tercapai.

53

Dengan demikian guru dapat menggunakan waktu secara efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran dan keberhasilan pembelajaran.

Dalam dokumen evaluasi program pembelajaran pendidikan (Halaman 72-78)

Dokumen terkait