• Tidak ada hasil yang ditemukan

evaluasi program pembelajaran pendidikan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "evaluasi program pembelajaran pendidikan"

Copied!
137
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Peneliti menggunakan model evaluasi Countenace Stake untuk mengevaluasi program pembelajaran PAI kelas VII sekolah menengah di Kab. Berdasarkan uraian yang telah disampaikan, maka penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pembelajaran PAI SMP Kelas VII dengan judul “Evaluasi Program Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Melalui Model Countenance Stake di SMPN 2 DONGGO Kelas VII Kab.

Rumusan Masalah

Bima” Ukuran kinerja didasarkan pada peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia no. 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah dengan menggunakan model evaluasi Countenance Stake. Alasan peneliti memutuskan untuk melakukan penelitian di wilayah Kabupaten Bima karena merupakan upaya bersama demi kemajuan dan pengembangan pendidikan di wilayah Kabupaten Bima serta sebagai informasi untuk dapat berpartisipasi dalam upaya-upaya terkait pendidikan khususnya Islam. pendidikan agama bidang evaluasi program pembelajaran.

Tujuan dan Manfaat Penelitian

  • Tujuan Penelitian
  • Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini dapat dijadikan pedoman dalam perencanaan, pelaksanaan dan penilaian hasil program pembelajaran khususnya pembelajaran PAI pada tingkat sekolah menengah pada mata pelajaran PAI. Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan pembelajaran evaluasi pembelajaran dengan menggunakan model Countenance Stake.

Ruang Lingkup Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan motivasi kepada siswa dalam meningkatkan kebiasaan belajar siswa untuk mencapai prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI.

Penelitian terdahulu yang Relevan

Evaluasi Stake Model Dalam Implementasi Pelayanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Kurikulum 2013 di SMP 1 Kudus Kabupaten Kudus Tahun 2015/2016. Hasil penelitian adalah: (1) Perencanaan pelayanan TIK di SMP 1 Kudus mengalami kemajuan yang cukup baik sesuai dengan indikator keberhasilan program. 2) pelaksanaan layanan ICT di SMP 1 Kudus berjalan dengan baik.

Kerangka Teori

  • Pengertian Evaluasi Program
  • Evaluasi Model Stake (Countenance)

Kata ini diserap ke dalam kamus istilah bahasa Indonesia dengan maksud mempertahankan kata aslinya dengan sedikit penyesuaian pengucapan bahasa Indonesia yang berarti “mengevaluasi”. (4) memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas dan kemandirian siswa; dan (5) sesuai dengan bakat, minat, kemampuan, serta perkembangan fisik dan psikis siswa.

Metode Penelitian

  • Jenis dan Pendekatan Penelitian
  • Lokasi Penelitian
  • Waktu Penelitian
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Analisi Data
  • Teknik Keabsahan Data

Wawancara merupakan salah satu bentuk teknik pengumpulan data yang sering digunakan dalam penelitian deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Seperti yang diungkapkan Sukmadinata,. Metode observasi yang digunakan peneliti adalah observasi terstruktur dengan tujuan agar peneliti memperoleh data yang valid dengan mengamati langsung di lokasi penelitian. Validasi data dalam penelitian kualitatif juga dapat dilakukan dengan menguji kredibilitas (validitas internasional), transferabilitas (validitas eksternal), reliabilitas (reliabilitas) dan konfirmasi (objektivitas).

Triangulasi sumber untuk memverifikasi kredibilitas data dilakukan dengan cara memverifikasi data yang telah diperoleh dari berbagai sumber. Keabsahan data dilakukan untuk membuktikan apakah penelitian yang dilakukan benar-benar penelitian ilmiah dan untuk menguji data yang diperoleh. Agar data dalam penelitian kualitatif dapat dianggap sebagai penelitian ilmiah, maka keabsahan datanya harus diverifikasi.

Tabel 1.1  Lokasi Penelitian.
Tabel 1.1 Lokasi Penelitian.

EVALUASI PERENCANAAN PEMBELAJARAN

Paparan Data

  • Data hasil penelitian
  • Perencanaan Pembelajaran PAI (Antecedent)
  • Pembahasan Antecedents
  • ketercapaian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Berdasarkan tabel persiapan pembelajaran yang disusun oleh guru melalui RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) di SMPN Kab. Sesuai dengan hasil observasi, ditemukan pada matriks deskriptif bahwa beberapa RPP yang dibuat guru masih belum memadai. Dalam melaksanakan penyusunan Rencana Pembelajaran (LPP), mayoritas responden yang merupakan guru mata pelajaran agama Islam menyatakan bahwa kendala utama adalah waktu, meskipun hal tersebut dapat diatasi dan mereka sangat berharap agar tujuan dari Rencana Pembelajaran (LPP) dapat tercapai. ) yang dihasilkannya, dapat diterima oleh siswa berdasarkan tujuannya.

Berdasarkan tabel persiapan pembelajaran yang dibuat guru melalui RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) di SMPN 2 Donggo Kab. Perencanaan pembelajaran adalah suatu proses penentuan rencana program kegiatan pembelajaran yang harus dilaksanakan secara terpadu dan sistematis. RPP dikembangkan dari kurikulum untuk mengelola kegiatan belajar siswa dalam upaya mencapai kompetensi dasar (KD).

Tabel 2.1  Countenance Matrix Komponen Antecedent  Descriptions Matrix  Judgment Matrix
Tabel 2.1 Countenance Matrix Komponen Antecedent Descriptions Matrix Judgment Matrix

EVALUASI PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Paparan Data Pelaksanaan Pembelajaran

Bima, peneliti membahas tentang kegiatan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru PAI sebagai subjek penelitian. Berikut ini akan dibahas data hasil penelitian pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh guru PAI yaitu pada kegiatan persiapan, terutama dari segi pemberian ruang lingkup materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai kurikulum. , yang sering dilupakan oleh guru pada saat kegiatan pembelajaran. Padahal aspek-aspek tersebut sangat perlu disampaikan oleh guru agar siswa mengetahui ruang lingkup materi yang akan dipelajari dan gambaran kegiatan yang akan dilakukan siswa. Aspek ini terkadang tidak disadari oleh guru menjelang akhir proses pengajaran karena guru tidak mampu menggunakan waktu mengajar secara efektif.

Kegiatan yang dilakukan pada fase ini adalah guru melaksanakan kurikulum yang telah ditetapkan sebelumnya, yaitu dalam bentuk kegiatan belajar mengajar. Hasil observasi dengan menggunakan dokumen standar proses rencana pelaksanaan pembelajaran menunjukkan bahwa tidak semua guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan standar proses. Terdapat perbedaan proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru, ada pula yang melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan standar proses. RPP sudah dibuat dan masih ada yang belum sepenuhnya melaksanakan pembelajaran sesuai standar proses, termasuk pada tabel tersebut. Kesenjangan tersebut terdapat pada bagian pendahuluan yaitu pada indikator yang menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang ingin dicapai, menjelaskan gambaran kegiatan yang akan dilaksanakan sesuai silabus dan menunjukkan ruang lingkup dan teknik yang akan dilakukan. digunakan.

Tabel 3.1  Countenance Matrix Komponen Transaction
Tabel 3.1 Countenance Matrix Komponen Transaction

Pembahasan Transaction (Pelaksanaan)

Bima mengembangkan potensi anak didiknya menjadi pribadi yang bertakwa; Peran sekolah dalam penerapan Kurikulum 2013 melalui berbagai aspek, terlihat dari hasil wawancara dengan salah satu guru. Perbandingan hasil wawancara di atas menunjukkan betapa seriusnya para guru dalam mengembangkan kurikulum 2013, dan bahwa aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik sangat penting bagi perkembangan siswa di SMPN 2 Donggo Kab. Bima karena aspek-aspek yang diajarkan di sekolah dapat melahirkan generasi yang berkompeten, berilmu dan berperilaku bermoral.

Kegiatan pendahuluan dengan subkomponen apersepsi dan motivasi terdiri dari 9 aspek yang diamati, yaitu: (1) Mempersiapkan siswa untuk mengikuti proses pembelajaran; (2) menciptakan suasana belajar yang nyaman; (3) menyampaikan kompetensi yang ingin diperoleh dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari; (4) mengajukan pertanyaan yang menghubungkan pengetahuan awal dengan materi yang akan dipelajari; (5) mengarahkan siswa pada suatu masalah yang akan dipecahkan; (6) menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang ingin dicapai; (7) menyampaikan ruang lingkup materi yang akan dibahas; (8). menetapkan uraian kegiatan yang akan dilaksanakan sesuai kurikulum; Kegiatan inti dengan subkomponen penerapan pembelajaran terdiri dari 16 aspek yang diamati, yaitu: (10) penguasaan dan pengembangan materi pembelajaran; (11) mengelola pembelajaran yang mengembangkan kreativitas; (12) pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai; (13) memfasilitasi siswa melakukan observasi; (14) memfasilitasi siswa untuk bertanya sesuai dengan konteks materi yang dipelajari; (15) memudahkan siswa dalam mengumpulkan informasi; (16) memudahkan siswa dalam mengasosiasi atau mengolah informasi; (17) memfasilitasi siswa mengkomunikasikan hasil; (18) penggunaan sumber belajar berdasarkan sumber belajar yang berbeda; (19) dalam proses pembelajaran, guru memberikan penguatan dengan menggunakan pendekatan saintifik; (20) dalam proses pembelajaran, guru mengembangkan keterampilan aplikatif; (21) peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisik (hard skill) dan keterampilan mental (soft skill) peserta didik; (22) mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat; (23) menerapkan nilai dengan memberikan keteladanan, membangun kemauan dan mengembangkan kreativitas siswa dalam proses pembelajaran; (24) menerapkan prinsip setiap orang adalah guru, setiap orang adalah siswa, dan dimana pun adalah kelas; (25) pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran; (26) penguasaan karakter siswa; (27) menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran berdasarkan metode ilmiah; Kegiatan akhir pembelajaran terdiri dari 7 aspek yang diamati, yaitu: (28) membuat rangkuman/kesimpulan pembelajaran; (29) merefleksikan kegiatan yang telah dilakukan; (30) memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran; (31) apakah guru melakukan penilaian yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan; (32) merencanakan kegiatan tindak lanjut berupa pembelajaran remedial, program pengayaan, layanan konseling; 33) memberikan kegiatan tindak lanjut berupa penugasan, baik penugasan individu maupun kelompok; (34) menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya;

Ketercapaian Pelaksanaan Pembelajaran

Apabila guru dapat menyusun RPP dengan baik maka pelaksanaan pembelajaran di kelas juga akan baik sehingga akan berdampak baik terhadap hasil belajar siswa. Pemilihan sumber dan media pembelajaran ternyata dapat membantu guru memotivasi siswa untuk merangsang rasa ingin tahunya. Adakah peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisik (hard skill) dan keterampilan mental (soft skill) siswa?

Apakah hasil belajar siswa dari segi pengetahuan memenuhi standar KKM yang ditetapkan oleh satuan pendidikan tertentu? Apakah hasil belajar siswa pada sikap spiritual mencerminkan aspek pengetahuan dan keterampilan sebagai dampak yang menyertainya? Apakah hasil belajar siswa pada sikap sosial mencerminkan aspek pengetahuan dan keterampilan sebagai dampak yang menyertainya?

EVALUASI HASIL PEMBELAJARAN PAI

Program Evaluasi

Komponen yang dinilai dalam hasil ini adalah hasil belajar Pendidikan Agama Islam di sekolah yang menjadi sasaran kurikulum 2013. Masih terdapat siswa yang tidak menyelesaikan ulangan harian, tugas, dan ujian tengah semester. Hal ini sesuai dengan fenomena observasi bahwa masih terdapat sebagian guru yang belum melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah dibuat.

Faktor ini dipengaruhi oleh kesulitan yang dihadapi guru dalam merencanakan proses pembelajaran, terutama mengenai indikator siswa aktif dan siswa dapat mengajukan pertanyaan yang menantang di kelas. Hasil pembelajaran pendidikan agama Islam pada kategori cukup menggambarkan RPP dan pelaksanaan pembelajaran belum sepenuhnya sesuai dengan standar proses pembelajaran. Akibatnya ditemukan masih ada siswa yang tidak mengikuti ulangan harian, ujian tengah semester, dan ujian akhir semester.

Pembahasan Outcomes

Secara keseluruhan pelaksanaan penilaian hasil belajar siswa termasuk dalam kategori sangat baik, hal ini menunjukkan bahwa guru telah mampu menerapkan sebagian besar standar proses penilaian pembelajaran Kurikulum 2013. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran yang dilaksanakan dapat menjadi sarana menyampaikan materi dengan baik sehingga siswa memahami konsep dengan baik. . Kendala-kendala yang dihadapi guru dalam merancang RPP belum menyediakan komponen-komponen yang memotivasi siswa dalam merumuskan pertanyaan, prediksi atau hipotesis (pernyataan masalah).

Hubungan aspek-aspek tersebut sejalan dengan temuan penelitian bahwa terdapat hubungan antara perencanaan, pelaksanaan dengan hasil belajar siswa pada pembelajaran di SMPN 2 Donggo Kab. Perencanaan kegiatan awal yang dilakukan guru belum mencakup pemberian teknik penilaian kepada siswa pada awal pembelajaran. Pada kegiatan inti masih terdapat beberapa komponen yang belum muncul untuk memotivasi siswa dalam merumuskan pertanyaan.

Hasil penilaian berdasarkan dokumen yang diberikan oleh guru terkait meliputi 87% dalam kategori baik yang meliputi: hasil belajar siswa pada ranah pengetahuan, hasil belajar siswa pada ranah keterampilan, hasil belajar siswa pada ranah sikap, sudah sesuai dengan Menteri. Peraturan Pendidikan dan Kebudayaan no. Meningkatkan diri dalam kaitannya dengan program pembelajaran dalam tiga tahap perencanaan pelaksanaan dan hasil belajar dengan memperhatikan metode pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

Gambar

Tabel 1.1 Lokasi Penelitian .................................................................
Gambar 1.1 Konsep evaluasi Countenance Stake ................................. 16  Gambar 1.2 : Langkah-langkah evaluasi model Countenace Stake  ...............
Tabel 1.1  Lokasi Penelitian.
Tabel 1.2  Kisi-Kisi Instrumen  Komponen/
+4

Referensi

Dokumen terkait

Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Evaluasi hasil belajar yang dilaksanakan oleh semua guru, khususnya PAI telah sesuai dengan evaluasi hasil belajar yang

Kegiatan pembelajaran terdiri dari tahap kegiatan pendahuluan, inti dan penutup dengan memasukkan nilli-nilai karakter. agar peserta didik mempratikkan nilai-nilai karakter

Siklus I dilaksanakan selama 3 kali pertemuan, pelaksanaan proses pembelajaran meliputi pendahuluan, inti dan penutup yang dilakukan selama 2 kali tatap muka. 2)

?.. Setiap siklus dilaksanakan dalam 1 kali pertemuan. Siklus II akan dilaksanakan setelah melihat kelemahan–kelemahan yang terjadi pada siklus I: Tahap ini dilakukan

Tahap pegawasan dalam Manajemen kurikulum PAI dan Budi Pekerti adalah tahap pengukuran berupa evaluasi atau penilaian ketercapaian KI (Kompetensi Inti) dan KD

lebih menekankan dengan penerapan atau pelaksanaan dari pendekatan active learning meliputi kegiatan pendahuluan, inti dan penutup dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di

“ Pelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi dari RPP. Pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. 1) Dalam

Proses pembelajaran melalui penggunaan media kartu “HIPAT” meliputi tahap kegiatan pembukaan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Penggunaan media kartu “HIPAT” dilakukan