• Tidak ada hasil yang ditemukan

Persentase kelulusan peserta diklat

Dalam dokumen kata pengantar (Halaman 87-92)

BAB III

IKSS 11: Persentase kelulusan peserta diklat

PPATK |LAPORAN KINERJA TAHUN 2O18 75

pencucian uang, dan menyelenggarakan sosialisasi tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang.

Kewenangan yang dimiliki oleh PPATK tersebut bermakna bahwa PPATK memiliki tanggung jawab dalam menyelenggarakan pengembangan sumber daya manusia yang berperan dalam menegakkan rezim anti pencucian di Indonesia.

Pengembangan sumber daya manusia yang dilaksanakan oleh PPATK ditujukan bagi pihak internal dan eksternal PPATK. Bagi pihak internal dengan target meningkatkan pengetahuan dan kompetensi pegawai PPATK dalam melaksanakan tugas dan fungsinya berdasarkan peraturan mengenai organisasi dan tata kerja PPATK dan bagi pihak eksternal dengan target untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi pemangku kepentingan di bidang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme.

Pelatihan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT) bertujuan agar para penegak hukum dan setiap pelaku usaha, yaitu Penyedia Jasa Keuangan, Penyedia Barang dan Jasa, dapat meningkatkan kemampuan dalam melaksanakan pekerjaannya. Dengan meningkatnya persaingan usaha, pihak pelapor dan aparat penegak hukum dituntut untuk terus meningkatkan kemampuannya, sehingga tidak tertinggal dengan pelaku kejahatan tindak pidana pencucian uang. Pelatihan APU PPT juga bertujuan untuk menyiapkan kaderisasi bagi pelaku usaha dan penegak hukum dalam memahami TPPU dan TPPT. Pelatihan APUPPT harus dilaksanakan secara berkesinambungan dan terintegrasi. Dengan pengelolaan pelatihan yang baik, maka dapat tercipta sumber daya manusia yang profesional yang memiliki keahlian APU PPT.

PPATK memberikan prioritas bagi pengembangan sumber daya manusia tidak hanya bagi pihak internal PPATK, tetapi juga bagi pihak eksternal PPATK, yaitu para penegak hukum dan instasi terkait lainnya untuk bersama-sama dapat mencegah dan memberantas TPPU dan TPPT.

Sasaran peningkatan kemampuan pihak pelapor dan aparat penegak hukum dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme adalah meningkatnya pemahaman para pemangku kepentingan PPATK, khususnya para pihak pelapor dan aparat penegak hukum, dalam memudahkan pelaksanaan serangkaian

PPATK |LAPORAN KINERJA TAHUN 2O18 76

tugas dan fungsi analisis, pelaporan, penyidikan, dan penyelidikan dalam upaya membangun rezim Anti Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme yang tangguh.

Dalam membentuk sumber daya manusia yang andal, PPATK menyelenggarakan seluruh kegiatan pengembangan kompetensi dan pengetahuan pegawai PPATK dan pemangku kepentingan melalui pembangunan sarana pendidikan dan pelatihan di bidang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme yang terintegrasi. Diharapkan melalui wadah tersebut, PPATK dapat mengoptimalkan kinerja seluruh pihak yang merupakan bagian dari rezim anti pencucian uang di Indonesia sesuai dengan tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing.

Tabel 3.31

Perbandingan Realisasi Kinerja IKSS ke-11 PPATK Tahun 2017-2018 Indikator Kinerja

Sasaran Strategis

Tahun 2017 Tahun 2018

Target Realisasi Capaian Target Realisasi Capaian

Persentase kelulusan peserta diklat

100% 100%

100% 100% 100%

100%

Berdasarkan data dalam Tabel 3.31, pada tahun 2018, target kinerja indikator Persentase kelulusan peserta diklat, yaitu 100%. Realisasi kinerja yang berhasil dicapai, yaitu 100% dengan capaian kinerja indikator kinerja tersebut adalah 100%. Realisasi kinerja IKSS ini pada tahun 2018 menyamai realisasi kinerja pada tahun 2017. Perhitungan capaian kinerja IKSS ini masih didasarkan hasil penilaian (pretest dan posttest) dan tingkat kehadiran peserta pada kegiatan diklat. Hal ini disebabkan hingga saat ini Pusdiklat APU PPT belum memperoleh akreditasi untuk memberikan sertifikasi kelulusan bagi peserta diklat. Namun demikian, PPATK terus melakukan upaya percepatan untuk memperoleh akreditasi dan sertifikasi bagi Pusdiklat APU PPT.

Pusdiklat APUPPT telah melaksanakan beberapa jenis diklat di bidang APUPPT untuk pihak internal dan eksternal. Kegiatan diklat tersebut dilaksanakan dengan mengundang berbagai pihak stakeholders PPATK, seperti para penyidik, pihak pelapor, dan instansi lainnya. Materi diklat disesuaikan dengan kebutuhan para stakeholders tersebut. Pusdiklat APU PPT PPATK juga menyelenggarakan kegiatan pendidikan dan pelatihan selama tahun 2018 sebanyak 35 diklat yang diikuti oleh 853 peserta yang

PPATK |LAPORAN KINERJA TAHUN 2O18 77

terdiri dari pegawai internal PPATK dan para pemangku kepentingan dalam bidang APU PPT. Kegiatan-kegiatan pelatihan yang telah diselenggarakan oleh Pusdiklat APU PPT PPATK selama tahun 2018 dijelaskan dalam Lampiran Laporan Kinerja PPATK.

Secara garis besar, beberapa jenis diklat APUPPT yang telah diselenggarakan oleh Pusdiklat APU PPT selama tahun 2018, antara lain:

1. Program Pelaporan Transaksi Keuangan Bagi Penyedia Jasa Keuangan Bank.

2. Pelaporan Transaksi Keuangan Bagi Penyedia Barang/Jasa Lain.

3. FATF recommendations dan metodologi penilaian FATF.

4. Audit Khusus dan Audit Kepatuhan Anti Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme.

5. Hukum Pidana Materil dan Formil.

6. Pengetahuan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Tabel 3.32

Perbandingan Realisasi IKSS ke-11 Tahun 2018 dengan Target Tahun 2015-2019

IKSS Target Tahun Realisasi

Tahun 2018

Persentase Realisasi Dibanding

Target Tahun 2019 2015 2016 2017 2018 2019

Persentase kelulusan peserta diklat.

100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%

Capaian kinerja tahun 2018 apabila dibandingkan dengan target kinerja tahun 2019 telah tercapai 100%. Perhitungan kinerja IKSS ini didasarkan pada nilai rata-rata hasil pretest dan posttest serta keikutsertaan peserta pada kegiatan diklat. Secara rata-rata, dari 35 kelas pelatihan yang berhasil diselenggarakan oleh Pusdiklat APUPPT selama tahun 2018, kegiatan diklat telah menghasilkan peningkatan rata-rata nilai kompetensi peserta diklat yang berada di atas batas standar minimal, yaitu 50%. Terkait dengan tingkat kehadiran peserta diklat, selama proses administrasi telah dilakukan screening dan konfirmasi kehadiran peserta, sehingga dapat dipastikan bahwa peserta yang terdaftar telah terkonfirmasi kehadirannya pada saat pelaksanaan diklat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa realisasi kinerja Persentase kelulusan peserta diklat adalah 100%.

Sehubungan dengan baru beroperasinya Pusdiklat APU PPT pada tahun 2018, kendala yang dihadapi sebagian besar bersifat kendala teknis operasional dan administrasi. Selain itu, masih belum dikenalnya Pusdiklat APUPPT sebagai lembaga

PPATK |LAPORAN KINERJA TAHUN 2O18 78

diklat dalam bidang APUPPT menjadi tantangan tersendiri dalam proses penyelenggaraan diklat. Namun demikian, karena kerja sama tim yang solid dan komunikasi dan koordinasi yang efektif telah membuat proses inisiasi awal penyelenggaraan diklat di Pusdiklat APUPPT diterima dengan baik oleh para stakeholders PPATK.

PPATK akan senantiasa berupaya untuk melakukan peningkatan terhadap kelengkapan infrastruktur pendidikan dan pelatihan, standardisasi sarana dan prasarana Pusdiklat APU PPT, dan menciptakan program-program diklat APUPPT yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan para stakeholders. Selain itu, pemenuhan atas persyaratan administrasi juga terus dilakukan agar Pusdiklat APU PPT segera dapat terakreditasi dan memiliki program pendidikan unggulan yang tersertifikasi.

Persepektif pertumbuhan dan pembelajaran terdiri atas enam sasaran strategis dengan enam IKSS. Capaian kinerja atas perspektif ini adalah 95,38%. Rincian kondisi capaian setiap IKSS yang terdapat pada perspektif ini, sebagai berikut:

Sasaran strategis 9 dimaksudkan agar PPATK lebih mengoptimalkan upaya pencegahan dan pemberantasan TPPU dan pendanaan terorisme melalui penyusunan peraturan pelaksana Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 dan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Sasaran strategis 9 ini diukur keberhasilannya melalui satu IKSS, yaitu Persentase pemenuhan produk hukum TPPU dan pendanaan terorisme. Pencapaian kinerja SS 9 tahun 2018 adalah relatif baik dengan capaian kinerja sebesar 100%.

Sasaran Strategis 9:

Terpenuhinya produk hukum pencegahan dan pemberantasan TPPU dan pendanaan terorisme

3. Persepektif Pertumbuhan dan Pembelajaran

PPATK |LAPORAN KINERJA TAHUN 2O18 79

Produk hukum TPPU dan pendanaan terorisme adalah peraturan perundang- undangan, instruksi presiden, keputusan presiden, Surat Edaran Kepala PPATK, dan keputusan Kepala PPATK di bidang pencegahan dan pemberantasan TPPU dan

Dalam dokumen kata pengantar (Halaman 87-92)