• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prinsip Perencanaan Penilaian Proses serta Hasil

Dalam dokumen Belajar Dan Pembelajaran (Halaman 166-175)

PRINSIP PENILAIAN PROSES DAN HASIL PEMBELAJARAN

Subunit 5.1 Prinsip Perencanaan Penilaian Proses serta Hasil

Belajar dan Pembelajaran

erencanaan penilaian proses serta hasil belajar dan pembelajaran tidak dapat dilepaskan dari perencanaan pembelajaran itu sendiri. Penyusunan rencana penilaian merupakan rangkaian program pendidikan dan pembelajaran yang utuh dan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Rencana penilaian disusun agar menjadi referensi guru dalam menyelenggarakan penilaian keseluruhan proses pembelajaran.

Di dalam merencanakan penilaian pembelajaran perlu dipahami guru bahwa pembelajaran yang mendidik mengandung dua kata kunci yakni, pembelajaran dan

mendidik. Kata pembelajaran memiliki konotasi aktif karena peserta didik secara

aktif melakukan kegiatan belajar dalam situasi pembelajaran yang dirancang oleh guru, sedangkan kata mendidik mengandung konotasi proses menjadi (becoming) seorang peserta didik secara komprehensif, baik secara pedagogi (akademik) maupun secara personal (kepribadian), profesional (vokasional), dan secara sosial (kewarganegaraan). Pengertian pembelajaran yang mendidik seperti dikemukakan di atas sesuai dengan standar kompetensi lulusan satuan pendidikan (SKL-SP), standar kompetensi lulusan kelompok mata pelajaran (SKL-KMP), dan standar kompetensi lulusan mata pelajaran (SKL-MP) yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 23 Tahun 2006 tentang SKL untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

P

Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan (SKL-SP) dikembangkan berdasarkan tujuan setiap satuan pendidikan, yakni:

1.Pendidikan Dasar, yang meliputi SD/MI/SDLB/Paket A dan

SMP/MTs/SMPLB/Paket B bertujuan: Meletakkan dasar kecerdasan,

pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

2.Pendidikan Menengah yang terdiri atas SMA/MA/SMALB/Paket C bertujuan:

Meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

3.Pendidikan Menengah Kejuruan yang terdiri atas SMK/MAK bertujuan:

Meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lanjut sesuai dengan kejuruannya

Dari SKL-SP untuk satuan pendidikan dasar dan menengah seperti dikutip di atas, dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan tujuan yang ingin dicapai pada masing-masing tingkat satuan pendidikan. Pada satuan pendidikan dasar, tujuan yang ingin dicapai adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian,

akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut, sedangkan pada satuan pendidikan menengah tujuan yang ingin dicapai

adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta

keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

Berdasarkan rumusan tujuan tingkat satuan pendidikan tersebut dapat dikatakan bahwa pendidikan atau pembelajaran pada satuan pendidikan dasar ditekankan pencapaian tujuan yakni meletakkan dasar sedangkan pada satuan pendidikan menengah ditekankan pencapaian tujuan yakni meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

SD/MI sebagai salah satu jenis satuan pendidikan dasar, mengemban tugas sebagai peletak dasar-dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Artinya, pembelajaran di SD/MI merupakan pembelajaran yang bertujuan

meletakkan dasar bagi pembelajaran pada tingkat satuan pendidikan lebih lanjut.

Pada prinsipnya penilaian pembelajaran di SD/MI dimaksudkan untuk mengetahui apakah pembelajaran yang dilaksanakan benar-benar menjadi dasar pembelajaran selanjutnya. Secara operasional, penilaian pembelajaran dilakukan guru untuk mengukur dan mengevaluasi proses pembelajaran terutama kemajuan perkembangan hasil belajar peserta didik sesuai dengan potensi yang dimiliki mereka masing-masing. Hal ini hendaknya menjadi pemahaman setiap guru SD/MI, karena penilaian pendidikan merupakan salah satu bagian dari strategi pembelajaran. Sasaran penilaian pembelajaran hendaknya terarah pada penguasaan SKL tamatan SD/MI itu sendiri.

Oleh karena penguasaan kompetensi tersebut merupakan suatu proses, maka penilaian pembelajaran harus mengacu pada standar kompetensi lulusan, dan tidak

Kegiatan penilaian pembelajaran dimaksudkan untuk membantu peserta didik:

(a) menguasai kompetensi yang diharapkan, dan

dapat hanya mengandalkan hasil asesmen pada akhir satuan waktu tertentu (tengah semester, akhir semester, akhir tahun ajaran, atau akhir jenjang pendidikan).

Hasil penilaian pembelajaran adalah hasil analisis sejumlah fakta tentang

performance (unjuk kerja) peserta didik dalam proses penguasaan kompetensi yang

diharapkan. Fakta-fakta yang dikumpulkan, diolah, dianalisis, diinterpretasi, dan disimpulkan merupakan jabaran kompetensi yang diharapkan (kompetensi dasar

minimal) ke dalam sejumlah sub-kompetensi beserta sejumlah indikator dan

deskriptor tertentu. Pengumpulan fakta atau bukti kinerja peserta didik mengunakan instrumen yang disusun berdasarkan indikator pencapaian kompetensi. Instrumen penilaian yang digunakan tersebut dapat berupa tes atau non tes, serta telah memenuhi persyaratan reliabilitas dan validitas instrumen.

Rangkaian kegiatan penilaian pembelajaran yang mendidik: 1. Menentukan kompetensi yang akan dinilai.

2. Menjabarkan kompetensi yang akan dinilai ke dalam indikator-indikator pencapaian kompetensi.

3. Mengumpulkan, mengolah, menganalisis, dan menginterpretasi data berupa bukti-bukti kinerja peserta didik seperti nilai yang dicapai dalam tugas, ulangan, atau ujian.

4. Mencocokkan bukti kinerja peserta didik yang telah diinterpretasi dengan kriteria atau indikator pencapaian kompetensi yang telah ditetapkan.

5. Menyusun laporan hasil penilaian pembelajaran.

Gambar 8 Prosedur Penilaian Pembelajaran Yang Mendidik

Menen-tukan kompe-tensi yang akan dinilai Menjabar-kan kom-petensi yang akan dinilai ke dalam indikator pencapa-ian kom-petensi Menyusun instrument penilaian Mengumpul mengolah, mengana-lisis, dan menginter-pretasi bukti kinerja peserta didik

Memberi skor dan membuat laporan penilaian Menyusun rencana pembelajaran remedial Kompetensi? Tidak Ya

Untuk mencapai kompetensi lulusan satuan pendidikan SD/MI seperti dikutip di atas, ditetapkan pula Standar Kompetensi Lulusan Kelompok Mata Pelajaran (SKL-KMP) sesuai dengan kelompok mata pelajaran yang ditetapkan dalam Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Di dalam Lampiran Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tersebut telah dirumuskan cakupan kelompok mata pelajaran untuk satuan pendidikan dasar dan menengah seperti tertera dalam Tabel 5 berikut ini.

Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan (SKL-SP) SD/MI/SDLB*/Paket A

1. Menjalankan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan anak 2. Mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri

3. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya

4. Menghargai keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi di lingkungan sekitarnya

5. Menggunakan informasi tentang lingkungan sekitar secara logis, kritis, dan kreatif 6. Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, dan kreatif, dengan bimbingan

guru/pendidik

7. Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan menyadari potensinya 8. Menunjukkan kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan

sehari-hari

9. Menunjukkan kemampuan mengenali gejala alam dan sosial di lingkungan sekitar 10. Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan

11. Menunjukkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa, negara, dan tanah air Indonesia

12. Menunjukkan kemampuan untuk melakukan kegiatan seni dan budaya lokal 13. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan

waktu luang

14. Berkomunikasi secara jelas dan santun

15. Bekerja sama dalam kelompok, tolong-menolong, dan menjaga diri sendiri dalam lingkungan keluarga dan teman sebaya

16. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis

17. Menunjukkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, menulis, dan berhitung

Tabel 5. Cakupan Kelompok Mata Pelajaran No. Kelompok Mata Pelajaran Cakupan 1 Agama dan Akhlak Mulia

Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama.

2 Kewarganega

raan dan Kepribadian

Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak, dan kewajibannya dalam kehidupan

bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia.

Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan, jiwa dan patriotisme bela negara, penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia, kemajemukan bangsa, pelestarian lingkungan hidup, kesetaraan gender, demokrasi, tanggung jawab sosial, ketaatan pada hukum, ketaatan membayar pajak, dan sikap serta perilaku anti korupsi, kolusi, dan nepotisme.

3 Ilmu

Pengetahuan dan

Teknologi

Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SD/MI/SDLB dimaksudkan untuk mengenal, menyikapi, dan mengapresiasi ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menanamkan kebiasaan berpikir dan berperilaku ilmiah yang kritis, kreatif dan mandiri.

4 Estetika Kelompok mata pelajaran estetika dimaksudkan untuk meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengekspresikan dan kemampuan

mengapresiasi keindahan dan harmoni. Kemampuan mengapresiasi dan mengekspresikan keindahan serta harmoni mencakup apresiasi dan ekspresi, baik dalam kehidupan individual sehingga mampu menikmati dan mensyukuri hidup, maupun dalam kehidupan kemasyarakatan sehingga mampu menciptakan kebersamaan yang harmonis.

5 Jasmani,

Olahraga dan Kesehatan

Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan pada SD/MI/SDLB dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta menanamkan sportivitas dan kesadaran hidup sehat.

Berdasarkan cakupan SKL-KMP tersebut, di dalam Permendiknas No. 23 Tahun 2006 ditetapkan standar kompetensi lulusan untuk setiap mata pelajaran, yang Anda telah pelajari pada Unit 3 Bahan Ajar Cetak mata kuliah Belajar dan Pembelajaran di SD/MI. Di dalam SKL mata pelajaran tersebut terkandung kompetensi secara utuh yang merefleksikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap sesuai karakteristik masing-masing mata pelajaran. Satu stándar kompetensi terdiri dari beberapa kompetensi dasar, dan setiap kompetensi dasar dijabarkan ke dalam indikator-indikator pencapaian hasil belajar yang dirumuskan oleh guru dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi sekolah/daerah masing-masing. Indikator-indikator yang dikembangkan tersebut merupakan acuan yang digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi dasar bersangkutan.

Dalam merancang penilaian pembelajaran yang mendidik perlu diperhatikan prinsip-prinsip penilaian sebagai berikut.

1. Prinsip integral dan komprehensif yakni penilaian dilakukan secara utuh dan menyeluruh terhadap semua aspek pembelajaran, baik pengetahuan, keterampilan, maupun sikap dan nilai.

2. Prinsip kesinambungan yakni penilaian dilakukan secara berencana, terus-menerus dan bertahap untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan tingkah laku peserta didik sebagai hasil dari kegiatan belajar. Untuk memenuhi prinsip ini, kegiatan penilaian harus sudah direncanakan bersamaan dengan kegiatan penyusunan program semester dan dilaksanakan sesuai dengan program yang telah disusun.

3. Prinsip objektif yakni penilaian dilakukan dengan menggunakan alat ukur yang handal dan dilaksanakan secara objektif, sehingga dapat menggambarkan kemampuan yang diukur.

4. Kemampuan membaca, menulis dan berhitung merupakan kemampuan yang harus dikuasai oleh peserta didik, sehingga penguasaan terhadap ke tiga kemampuan tersebut adalah prasyarat untuk kenaikan kelas.

5. Penilaian dilakukan dengan mengacu pada indikator-indikator dari masing-masing kompetensi dasar dari setiap mata pelajaran.

6. Penilaian pembelajaran tematik mencakup penilaian terhadap proses dan hasil belajar peserta didik. Penilaian proses belajar adalah upaya pemberian nilai terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan peserta didik, sedangkan penilaian hasil belajar adalah proses pemberian nilai terhadap hasil-hasil belajar yang dicapai dengan menggunakan kriteria tertentu. Hasil belajar tersebut pada hakekatnya merupakan kompetensi-kompetensi yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai.

Kompetensi tersebut dapat dikenali melalui sejumlah indikatornya yang dapat diukur dan diamati.

7. Hasil karya atau hasil kerja peserta didik dapat digunakan sebagai bahan masukan guru dalam mengambil keputusan.

Perlu dicatat bahwa satu jenis penilian tidak dapat mengumpulkan informasi hasil dan kemajuan belajar peserta didik secara lengkap. Penilaian tunggal tidak cukup untuk memberikan gambaran atau informasi tentang kemampuan, keterampilan, pengetahuan dan sikap seseorang. Lagi pula, interpretasi hasil tes tidak mutlak dan abadi karena anak terus berkembang sesuai dengan pengalaman belajar yang dialaminya. Untuk itu dalam pelaksanaan penilaian kelas guru diharapkan menggunakan beragam jenis penilaian untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa penilaian pembelajaran perlu direncanakan dengan baik dan menggunakan teknik penilaian yang sesuai. Teknik penilaian yang digunakan harus disesuaikan dengan karakteristik indikator, standar kompetensi dasar dan kompetensi dasar yang diajarkan oleh guru. Tidak menutup kemungkinan bahwa satu indikator dapat diukur dengan beberapa teknik penilaian, karena di dalam indikator tersebut tercakup domain kognitif, psikomotor dan afektif.

Keberhasilan guru dalam menjabarkan kompetensi dasar minimal ke dalam sejumlah indikator dan deskriptor secara benar dan tepat menjadi kunci keberhasilannya dalam melakukan penilaian pendidikan atau penilaian pembelajaran dalam mata pelajaran yang menjadi tanggung jawabnya. Proses penjabaran kompetensi dasar minimal membutuhkan keterampilan khusus (itulah salah satu

sebabnya jabatan guru disebut jabatan profesional) dan pemahaman tentang

landasan teori tentang kompetensi itu sendiri. Misalnya, terhadap kompetensi

meyakini, memahami, dan menjalankan ajaran agama dalam kehidupan, terjabar

dalam sub-kompetensi (a) meyakini ajaran agama, (b) memahami ajaran agama, dan (c) menjalankan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari; di dalam sub-kompetensi meyakini ajaran agama terkait langsung dengan proposisi individual untuk menetapkan sesuatu itu benar atau salah, diinginkan atau tidak diinginkan, baik atau buruk.

Rangkuman

Latihan

Setelah mempelajari secara intensif materi subunit 5.1 di atas, kerjakanlah soal-soal berikut ini pada lembaran kertas tersendiri.

1. Jelaskan kedudukan perencanaan penilaian pembelajaran dalam keseluruhan perencanaan pembelajaran yang mendidik!

2. Dalam merencanakan penilaian pembelajaran, sebutkan kegiatan pertama yang harus dilakukan guru. Jelaskan jawaban Anda secara singkat!

3. Apa yang menjadi dasar penyusunan instrumen penilaian pembelajaran? Jelaskan jawaban Anda secara singkat!

Penilaian proses dan hasil belajar dan pembelajaran dilakukan oleh guru untuk memantau proses, kemajuan, perkembangan hasil belajar peserta didik sesuai dengan potensi yang dimiliki dan kemampuan yang diharapkan secara berkesinambungan. Penilaian juga dapat memberikan umpan balik kepada guru agar dapat menyempurnakan perencanaan dan proses pembelajaran. Oleh karena itu, dalam perencanaan pembelajaran guru sudah merencanakan pula penilaian yang akan dilakukannya.

Penyusunan perencanaan, pelaksanaan proses, dan penilaian pembelajaran merupakan rangkaian program pendidikan yang utuh, dan merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya. Perencanaan penilaian pembelajaran yang mendidik diawali dengan kegiatan mengkaji standar kompetensi lulusan dan mengidentifikasi indikator pencapaian kompetensi dimaksud. Berdasarkan indikator pencapaian kompetensi tersebut, guru menyusun instrumen penilaian pembelajaran. Instrumen penilaian pembelajaran tersebut harus memenuhi persyaratan reliabilitas dan validitas instrumen agar hasil penilaian yang diperoleh dapat digunakan sebagai umpan balik bagi guru dalam proses pembelajaran selanjutnya.

Rambu-rambu Jawaban Soal Latihan

1. Perencanaan penilaian pembelajaran merupakan rangkaian perencanaan program pembelajaran yang utuh, dan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dari perencanaan pembelajaran yang mendidik.

2. Kegiatan pertama yang harus dilakukan guru dalam perencanaan penilaian pembelajaran adalah melakukan kajian dari standar kompetensi lulusan. Alasannya, karena penilaian pembelajaran dimaksudkan untuk mengukur taraf pencapaian kompetensi oleh peserta didik.

3. Dasar penyusunan instrumen penilaian pembelajaran adalah indikator pencapaian kompetensi. Jabaran indikator pencapaian kompetensi inilah yang menjadi patokan bagi guru dalam menerapkan bentuk dan item penilaian pembelajaran yang akan dilakukannya.

Subunit 5.2

Dalam dokumen Belajar Dan Pembelajaran (Halaman 166-175)