• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum Pendidikan

Dalam dokumen Pengembangan kurikulum PAI-Muhammad.pdf (Halaman 87-95)

Bab 5 PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN

B. Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum Pendidikan

Beane, Toepfer dan Allesi (dalam Kaber, 1989) mengemukakan beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam hubungannya dengan perencanaan kurikulum, yaitu:

a. Perencanaan pada dasarnya berkaitan dengan pengalaman anak. Dalam setiap situasi tujuan yang utama dalam perencanaan adalah mendeskripsi dan memilih kesempatan belajar yang tepat bagi anak.

b. Perencanaan kurikulum meliputi keputusan tentang bahan dan proses. Para perencana tidak hanya mempertimbangkan apa yang harus dipelajari anak, tetapi bagaimana belajar berlangsung. Interelasi antara isi dan proses mengharuskan perencana menghubungkan kurikulum dengan kegiatan belajar mengajar yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya.

c. Perencanaan kurikulum menyangkut keputusan tentang berbagai isu, masalah dan topik. Dalam hubungan kurikulum dengan mengajar ada berbagai masalah dan topik yang perlu mendapatkan perhatian seperti identifikasi tujuan, pendekatan kurikulum, strategi belajar mengajar, seleksi tema pembelajaran, bahan pembelajaran, sumber belajar serta

evaluasi hasil belajar siswa. Unsur-unsur tersebut senantiasa berkaitan satu dengan yang lain.

d. Perencanaan kurikulum menyangkut keterlibatan berbagai kelompok. Jadi, bukan tanggung jawab kelompok tertentu melainkan sejumlah kelompok yang terlibat seperti guru, administrator, koordinator kurikulum, para sarjana, pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, bahkan peserta didik sekalipun dapat berperan.

e. Perencanaan kurikulum berlangsung pada berbagai tingkat yaitu tingkat nasional, daerah, lokal dan tingkat sekolah.

f. Perencanaan kurikulum merupakan proses yang kontinu.

Terutama hasil-hasil evaluasi kurikulum merupakan umpan balik untuk pengembangan kurikulum selanjutnya.

Sementara itu Subandijah, 1993 mengatakan bahwa prinsip pengem bangan kurikulum meliputi:

a. Relevansi. Lulusan pendidikan harus memiliki nilai relevansi dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Untuk dapat menghasilkan lulusan pendidikan yang memiliki nilai relevansi tersebut diperlukan kurikulum yang dapat mengantisipasi apa yang terjadi pada masa yang akan datang.

Relevansi berarti kesesuaian atau keserasian pendidikan dengan tuntutan masyarakat. Prinsip relevansi meliputi hal-hal:

relevansi pendidikan dengan lingkungan kehidupan peserta didik, dengan kehidupan sekarang dan yang akan datang, dengan tuntutan dunia kerja, dan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

b. Prinsip keefektifan dan efisiensi. Keefektifan dalam suatu kegiatan berkenaan dengan sejauhmana apa yang direncanakan atau diinginkan dapat dilaksanakan atau dapat dicapai. Dalam kaitannya dengan keefektifan mengajar guru berkenaan dengan sejauhmana dengan kegiatan belajar mengajar yang direncanakan dapat dilaksanakan dengan baik. Keefektifan

belajar peserta didik berkaitan dengan sejauhmana tujuan pembelajaran yang diinginkan telah dicapai melalui kegiatan belajar mengajar. Sedangkan prinsip efisiensi dalam pelaksanaan kurikulum atau proses belajar mengajar dikatakan efisien jika tenaga, biaya, dan waktu yang digunakan untuk menyelesaikan program pembelajaran tersebut dapat merealisasikan hasil yang optimal.

c. Prinsip kesinambungan. Kurikulum sebagai wahana belajar yang dinamis perlu dikembangkan secara terus menerus dan berkesinambungan. Kesinambungan dalam pengembangan kurikulum menyangkut adanya saling hubungan antara berbagai tingkat dan jenis program pendidikan atau bidang studi.

d. Prinsip fleksibilitas. Prinsip ini menunjukkan bahwa kurikulum tidaklah kaku sama sekali. Tidak kaku dalam arti bahwa terdapat semacam ruang gerak yang memberikan sedikit kebebasan dalam bertindak. Dalam hal ini harus diperhatikan perbedaan individual peserta didik. Fleksibilitas dapat berupa kebebasan dalam memilih program pendidikan serta kebebasan dalam mengembangkan program pembelajaran.

e. Prinsip berorientasi pada tujuan. Tujuan merupakan kriteria yang harus dipenuhi dalam pemilihan dan kegiatan serta pengalaman belajar agar hal itu dapat dicapai secara efektif dan fungsional. Prinsip berorientasi pada tujuan berarti bahwa sebelum bahan ditentukan maka langkah pertama dilakukan oleh guru adalah menentukan tujuan terlebih dahulu.

Di samping itu, prinsip pengembangan kurikulum adalah berhubungan dengan isi kurikulum:

a. Kurikulum harus mencerminkan jiwa Mukadimah UUD 1945 dan isi UUD 1945. Dengan demikian kurikulum harus menjadi pelaksana UUD 1945 di bidang dan melalui pendidikan.

b. Kurikulum harus diintegrasikan dalam nation dan character

building, khususnya sebagai alat pembinaan manusia Pancasila dan tenaga pembangunan.

c. Kurikulum harus memberikan kemungkinan perkembangan maksimal cipta, rasa, karsa, dan karya peserta didik yang sedang berkembang menjadi manusia yang bermental moral- budi pekerti luhur dan kuat keyakinan agamanya, yang tinggi kecerdasan dan terampil dalam pembangunan, serta yang memiliki fisik yang sehat dan kuat.

d. Kurikulum harus mempersiapkan setiap peserta didik untuk dapat berdiri sendiri dan mandiri dalam masyarakat sebagai manusia Pancasila.

e. Kurikulum harus memadukan teori dan praktek. Segala pengetahuan yang diajarkan di sekolah hendaknya dihubungkam dengan kehidupan konkrit di dalam masyarakat dan kerja produktif sesuai dengan lingkungan sekolah yang bersangkutan.

f. Isi kurikulum harus diselaraskan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern.

g. Kurikulum harus disusun sedemikian rupa hingga memungkinkan adanya integrasi antara lembaga-lembaga pendidikan dan lembaga-lembaga masyarakat lainnya.

h. Kurikulum harus disusun sedemikian rupa hingga memungkinkan diadakannya kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler yang dilakukan oleh lembaga-lembaga pendidikan lainnya, seperti Pramuka dan organisasi pendidikan lainnya.

i. Kurikulum harus merupakan rangkaian yang harmonis yang memungkinkan adanya kontinuitas antara lembaga-lembaga pendidikan yang satu dengan yang lainnya.

i. Kurikulum harus fleksibel untuk dapat disesuaikan dengan kondisi-kondisi setempat.

Sedangkan prinsip pengembangan kurikulum yang menjadi dasar dalam setiap penyusunan kurikulum menurut BSNP adalah:

a. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan.

b. Beragam dan terpadu. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, dan jenjang serta jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya dan adat istiadat, serta status sosial ekonomi dan jender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi.

c. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

d. Relevan dengan kebutuhan kehidupan. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya

kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan.

e. Menyeluruh dan berkesinambungan. Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan.

f. Belajar sepanjang hayat. Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal dan informal, dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.

g. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan.

Sementara itu, itu pelaksanaan kurikulum harus berdasarkan prinsip-prinsip berikut ini:

a. Pelaksanaan kurikulum didasarkan pada potensi, perkembangan dan kondisi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang berguna bagi dirinya. Dalam hal ini peserta didik harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu, serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis dan menyenangkan.

b. Kurikulum dilaksanakan dengan menegakkan kelima pilar belajar, yaitu: (1) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, (2) belajar untuk memahami dan

menghayati, (3) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif, (4) belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain, dan (5) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri, melalui proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.

c. Pelaksanaan kurikulum memungkinkan peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan, pengayaan, dan/

atau percepatan sesuai dengan potensi, tahap perkembangan, dan kondisi peserta didik dengan tetap memperhatikan keterpaduan pengembangan pribadi peserta didik yang berdimensi ke-Tuhanan, keindividuan, kesosialan, dan moral.

d. Kurikulum dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling menerima dan menghargai, akrab, terbuka, dan hangat, dengan prinsip tut wuri handayani, ing madia mangun karsa, ing ngarsa sung tulada (di belakang memberikan daya dan kekuatan, di tengah membangun semangat dan prakarsa, di depan memberikan contoh dan teladan).

e. Kurikulum dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia, sumber belajar dan teknologi yang memadai, dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, dengan prinsip alam jadi guru (semua yang terjadi, tergelar dan berkembang di masyarakat dan lingkungan sekitar serta lingkungan alam semesta dijadikan sumber belajar, contoh dan teladan).

f. Kurikulum dilaksanakan dengan mendayagunakan kondisi alam, sosial dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan pendidikan dengan muatan seluruh bahan kajian secara optimal.

g. Kurikulum yang mencakup seluruh komponen kompetensi mata pelajaran, muatan lokal dan Pengembangan diri diselenggarakan dalam keseimbangan, keterkaitan, dan

kesinambungan yang cocok dan memadai antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan.

Selain itu, prinsip-prinsip pengembangan kurikulum meliputi:

a. Prinsip orientasi pada tujuan; implikasinya: mengusahakan agar seluruh kegiatan kurikuler terarah untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah dirumuskan sebelumnya.

b. Prinsip relevansi; implikasinya: mengusahakan pengembangan kurikulum sedemikian rupa sehingga tamatan pendidikan dengan kurikulum itu dapat memenuhi jenis dan mutu tenaga kerja yang dibutuhkan oleh masyarakat.

c. Prinsip efisiensi; implikasinya: mengusahakan agar kegiatan kurikuler mendayagunakan waktu, tenaga, biaya, dan sumber- sumber lain secara cermat dan tepat sehingga hasil kegiatan kurikuler itu memadai, memenuhi harapan.

d. Prinsip efektivitas; implikasinya: mengusahakan agar kegiatan kurikuler berusaha mencapai hasil (mencapai tujuan pendidikan) tanpa kegiatan yang mubazir.

e. Prinsip fleksibilitas; implikasinya: mengusahakan agar kegiatan kurikuler bersifat luwes, mampu disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat dan waktu yang selalu berkembang tanpa merombak tujuan pendidikan yang harus dicapai.

f. Prinsip integritas; implikasinya: mengusahakan agar pendidikan dengan suatu kurikulum menghasilkan manusia seutuhnya walaupun kegiatan kurikulernya terjabar ke dalam komponen-komponen kurikuler.

g. Prinsip kontinuitas: implikasinya: mengusahakan agar setiap kegiatan kurikuler merupakan bagian yang berkesinambungan dengan kegiatan-kegiatan kurikuler lainnya, baik secara vertikal (bertahap, berjenjang) maupun secara horizontal.

h. Prinsip sinkronisasi; implikasinya: mengusahakan agar kegiatan

kurikuler seirama, searah, dan setujuan. Jangan sampai terjadi suatu kegiatan kurikuler yang menghambat, berlawanan, atau mematikan kegiatan-kegiatan kurikuler lain.

i. Prinsip objektivitas: implikasinya: mengusahakan agar semua kegiatan kurikuler dilakukan dengan mengikuti tatanan kebenaran ilmiah dengan mengesampingkan pengaruh- pengaruh emosional dan irosional.

j. Prinsip demokrasi; implikasinya: mengusahakan agar penyelenggaraan pendidikan yang dimuat dalam kurikulum dikelola secara demokratis.

C. Kerangka Dasar Pengembangan Kurikulum

Dalam dokumen Pengembangan kurikulum PAI-Muhammad.pdf (Halaman 87-95)