BAB II KONTEKS MODERNISASI PONDOK PESANTREN DI LOMBOK
B. Profil Pondok Pesantren Abu Darda’, Nurul Bayan, dan Nurul
sebagai acuan dalam melangkah bersama sekaligus sebagai motivasi dalam menggapai tujuan dan harapan yang diinginkan. Dengan memahami makna filosofi dalam simbol tersebut, masing-masing stackholder diharapkan memiliki komitmen yang kuat untuk mewujudkan pesan-pesan makna yang terkandung di dalam logo/simbol tersebut.
B. Profil Pondok Pesantren Abu Darda’, Nurul Bayan, dan Nurul Haramain
Pondok pesantren walaupun bukan satu-satunya solusi namun sampai sekarang ini, masih menjadi salah satu alternatif untuk membantu masyarakat, terutama mereka yang tinggal di dusun dan daerah terpencil untuk dapat mewujudkan cita-cita mulianya.
Tidak dapat dipungkiri bahwa kemiskinan harta sering berbanding lurus dengan kemiskinan ilmu pengetahuan dan pendidikan, hal ini sangat berdampak kepada kemiskinan moral, iman, kepribadaian dan martabat seseorang.
Kebutuhan masyarakat setempat secara khusus dengan lulusan pondok pesantren abu darda’ sangat banyak, karena dewasa ini lulusan-lulusan pondok pesantren sangat berperan baik dalam kehidupan sosial, terlebih lagi dalam bidang agama. Sehingga inilah yang menyebabkan masyarakat setempat dari awal pembangunan gedung pondok pesantren, berduyun-duyun dan bergotong royong untuk membangun gedung dan menyekolahkan anaknya di pondok pesantren Abu Darda’.
Adapun penamaan dengan nama Abu Darda’, lebih didasarkan pada nilai- nilai inspriratif dan motivatif dari sosok seorang sahabat Rasulullah SAW yaitu Abu Darda’, salah seorang sahabat miskin, namun memilki semangat yang luar biasa dalam belajar, sehingga beliau bisa menjadi sahabat utama Rasulullah SAW, bahkan dipercaya menjadi salah seorang penulis wahyu. Penamaan dengan nama Abu Darda’ bukan karena berafiliasi kepada kelompok-kelompok tertentu.
“Dulu nama ini ndak terlalu penting, pertama dulu namanya bisa dengan nama muhklisin almuhklisin, Cuma ini tidak bisa karena kebanyakan muhklisin-muhklisun, ada Abu Hurairah lah, kemudian saya Abu Darda’.”102
Lebih lanjut beliau menjelaskan:
“Secara filosofi itu Abu Darda’ ini, dia sahabat yang awalnya kaya, kemudian dia tinggalkan kekayaannya sehingga menjadi miskin, menjadi nggak punya apa-apa bahkan untuk makan pun ndak punya tapi karena semangat belajarnya pada Rasulullah SAW, dia menjadi orang sukses, bahkan menjadi orang kepercayaan Rasulullah sebagai penulis wahyu. Maka selalu saya mengatakan kepada anak-anak, itu kamu boleh miskin kamu boleh nggak punya tapi kalau kamu punya semangat, kamu bisa.”103
Hal ini kemudian dipertegas oleh sekretaris yayayasn pondok pesantren Abu Darda’, dalam pernyataannya beliau menjelaskan:
“Hal ini memang tidak lepas dari sejarah pribadi beliau (Ketua Yayasan), yang dulu sempat putus sekolah karena kondisi ekonomi yang tidak mengizinkan. Tetapi semangat beliau untuk sekolah
102TGH. Nurul Mukhlisin, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Abu Darda’. Wawancara, pada hari Senin 10 Agustus 2020, pukul 20.00-22.30 Wita.
103TGH. Nurul Mukhlisin, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Abu Darda’. Wawancara, pada hari Senin 10 Agustus 2020, pukul 20.00-22.30 Wita.
tidak pernah surut, sehingga sampai akhirnya beliau bisa menyelesaikan pendidiknnya pada jenjang yang paling tinggi.”104 b. Visi, Misi dan Tujuan Pondok Pesantren Abu Darda’
Perkembangan dan tantangan masa depan seperti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, intensitas globalisasi yang sangat cepat, era informasi, dan berubahnya kesadaran masyarakat dan orang tua terhadap pendidikan, memicu pihak yayasan untuk merespons tantangan sekaligus peluang tersebut.
Pondok pesantren Abu Darda’ memiliki cita normal yang menggambarkan profil yayasan yang diinginkan di masa datang yang diwujudkan dalam visi dan misi sebagai berikut:105
1) Visi
“Terwujudnya Generasi yang shalih secara spiritual, intelektual dan sosial.”
2) Misi
Menyelenggarakan pendidikan yang berorientasi pada mutu lulusan, baik secara moral maupun secara keilmuan serta sosial, sehingga mampu menyiapkan dan mengembangkan sumberdaya insani yang unggul di bidang imtaq dan iptek. Dan hal tersebut terurai sebagai berikut:
a) Menyelenggarakan pendidikan formal dan non formal.
b) Menciptakan dan mengelola usaha untuk kemajuan lembaga dan kesejahteraan umat.
c) Menjalin kerjasama aktif dengan stakeholders dan semua pihak untuk kemajuan lembaga.
d) Mengembangkan dan memanfaatkan potensi dan kemampuan umat baik yang bersifat materi dan non materi.
e) Menjadikan lembaga dakwah, pendidikan dan sosial sebagai teladan.
3) Tujuan
Perhelatan kehidupan dunia yang kerap kali membawa kebimbangan dan perubahan nilai yang diartikulasikan dalam konteks kehidupan yang pluralistik, telah mengantarkan jiwa manusia menemukan format kehidupan yang acap kali membawa sejuta persoalan dan membawa pada perubahan prilaku yang jauh dari nilai-nilai Robbaniyah, dimana kondisi seperti itu memerlukan suatu solusi alternatif yang mengarah pada perubahan yang lebih baik.
Maka kehadiran pondok pesantren khususnya pondok pesantren Abu Darda’ sebagai sarana Tarbiyatul Ummah merupakan solusi yang diharapkan mampu menghantarkan masyarakat kepada suatu sikap yang dilandasi oleh nilai-nilai Ke-Ilahian. Kita tidak bisa menapikan dan menutup mata, betapa
104H. Ismi Nuryadi, Sekretaris Yayasan Pondok Pesantren Abu Darda’. Wawancara, Pada hari Rabu 26 Agustus 2020, jam 9.00-10.30 Wita
105 Pondok Pesantren Abu Darda’. Observasi, pada hari Ahad, tanggal 27 September 2020 jam 8.00-11.00 Wita
besar pengaruh globalisasi dunia terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di sekitar kita, terutama generasi muda, sehingga kehadiran pesantren sebagai lembaga Pendidikan Islam menjadi alternatif solutif yang efektif.
Selanjutnya pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan islam diharapkan mampu memiliki nilai jual tinggi, daya kompetitif yang tidak kalah dengan lembaga-lembaga pendidikan lain. Demikian halnya dengan pondok pesantren Abu Darda’, sebagai sebuah lembaga pendidikan Islam yang terletak di Desa Sengkerang, Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah dengan posisi geografisnya yang cukup strategis berada di tengah komunitas dan lingkungan masyarakat yang memiliki antusiasme yang tinggi terhadap keberadaan lembaga pendidikan agama.
Maka adalah merupakan suatu tuntutan dan jawaban yang niscaya, untuk tersedianya fasilitas dan sarana pendidikan yang memadai untuk menjadi lembaga alternatif utama bagi masyarakat (stackholder ) maupun santri pengguna jasa pendidikan dan pembelajaran, agar proses pembelajaran berjalan efektif dan hasil yang diharapkan dapat tercapai.
Adapun tujuan yang diharapkan dari penyelenggaraan pendidikan di pondok pesantren Abu Darda’ adalah:
1) Meningkatkan pengetahuan siswa untuk mengembangkan diri sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, kesenian, yang berjiwa dan berkpribadian islami.
2) Meningkatkan kemampuan berfikir ilmiah warga yayasan melalui kegiatan kajian dan penelitian sehingga dapat berprestasi di level lokal, regional maupun internasional.
3) Menciptakan proses pembelajaran yang mengasyikkan, menyenangkan, dan mencerdaskan dengan berbasis multimedia.
4) Meningkatkan kemampuan siswa sebagai anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan timbal balik dalam lingkungan sosial, budaya dan alam sekitarnya yang dijiwai ajaran agama melalui kegiatan bakti sosial dan Studi Kenal Lingkungan.
Dan dalam pernyataannya secara umum, ketua yayasan pondok pesantren Abu Darda’ berharap pondok pesantren Abu Darda’ agar tetap eksis, maju dan berdayasaing serta mampu memberikan kemanfaatan dan kemaslahatan bagi masyarakat dan ummat pada umumnya.
“Secara umum tujuan pendirian pondok pesantren Abu Darda’
sekaligus itu menjadi visi pondok, yaitu dapat mencetak atau melahirkan generasi yang sholeh secara spiritual secara intelektual dan sosial. Dan kita berharap, pondok ini tetap eksis, maju dan berdayasaing serta mampu memberikan kemanfaatan dan kemaslahatan bagi masyarakat dan ummat.”106
106TGH. Nurul Mukhlisin, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Abu Darda’. Wawancara, pada hari Senin 10 Agustus 2020, pukul 20.00-22.30 Wita.
c. Struktur Organisasi dan Kepengurusan
Untuk epektifitas pengeloaan lembaga, pimpinan pondok pesantren Abu Darda’ telah membentuk struktur kepengurusan dengan maksud untukmembagitugas, karenatidakmungkinsemuapermasalahan yang adadi pondok pesantren Abu Darda’ akandilimpahkanlangsungkepadapimpinan pondok pesantren. Adapun struktur organisasi dan kepengurusan yayasan pondok pesantren Abu Darda’ adalah terdiri dari;
1. Pembina 2. Pengawas 3. Pengurus
Kepengurusan yayasan pondok pesanren Abu Darda’ diurus dan dipimpin oleh pengurus inti yang terdiri dari 3 (tiga) orang pengurus, yaitu : Seorang Ketua, Seorang Sekretaris, dan Seorang Bendahara, dan dibantu oleh beberapa bidang/bagian.
“Struktur organisasi kita kan kalau di Yayasan itu ada 3 pembina, pengawas dan pengurus. Nah kalau pembina itu TGH. Sofwan, di pembinaan ini nanti secara kelembagaan ke Nurul Hakim gitu.
Kemudian Prof Datok Asmuni dari UNRAM itu nanti itu kita harapkan di manajemennya. Kemudian KH Zainuddin Sulaiman itu dalam aspek-aspek dakwah. Untuk pengawasnya H. Sahibullah.
Kepengurusannya H. Ismi Nuryadi Sekretaris sama Hj. Nur Aini itu Bendahara.”107
Dalam struktur kepengurusan, pimpinan pondok pesantren Abu Darda’
menetapkansebagai pembina pondok pesantren Abu Darda’ yaitu: TGH. Safwan Hakim setelahbeliaumeninggaldigantiolehTGH.Muharrar Mahfudz, Prof. Dr.
Thatok Asmuni, M.BA, dan KH.Zaenudin, L.c, dan Ketua Yayasan dipegang langsung oleh Dr. TGH. Nurul Mukhlisin Asyrafuddin, L.c. M.Ag, sebagai Pengawas H. Sahibullah, M.Pd.I, Bendahara Hj. NurulAini, Sekertaris H. Ismi Nuryadi, S.E.I, Humas (HubunganMasyarakat) Ust. Lukman Hakim, S.Pd.I, Pendidikan, H. Firdaus Nuzula, S.Pd.I, Ekonomi, Usth. Riyan Ekayanti, S.Pd, Dakwah, Ust. Suhaili, S.Pd.I
107TGH. Nurul Mukhlisin, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Abu Darda’. Wawancara, pada hari Senin 10 Agustus 2020, pukul 20.00-22.30 Wita.
Tabel: 2.1
Struktur Organisasi Pondok Pesantren Abu Darda’108
Menurut ketua yayasan pondok pesantren abu darda’, beliau mengatakan bahwa pola manajerial atau kepengurusan sebuah yayasan pondok pesantren, itu sangat berbeda dengan pola dan sistem manajerial pada lembaga atau institusi- institusi lain.
Secara operasional beliau mengatakan bahwa sebuah yayasan pendidikan seperti Pondok Pesantren akan sulit berkembang atau maju kalau tidak diurus oleh keluarga dekat pimpinan pondok pesantren (bukan nepotisme). Masuk dalam lingkaran kelurga dekat ini adalah; anak, menantu, saudara, ipar dan sejenisnya.
Pernyataan beliau tersebut, didasarkan pada realita bahwa hampir tidak ada satupun yayasan pondok pesantren yang berada di bawah kendali selain kelurga dekat. Kalaupun ada, biasanya juga rawan dengan konflik kepentingan yang akhirnya berakibat patal bagi eksistensi dan keberlangsungan yayasan itu sendiri alias gulung tikar.
Sehingga dalam struktur organisasi yayasan pondok pondok pesantren abu darda’, dalam posisi-posisi strategis sangat didominasi oleh kelurga dekat yayasan, sementara dalam beberapa posisi yang bersifat teknis operasional, juga diisi oleh pihak-pihak lain. Seperti pernyataan beliau berikut ini:
"Struktur pondok pesantren di manapun itu berbeda dengan struktur organisasi yang lain, secara emosional maupun lainnya. Yang
108Pondok Pesantren Abu Darda’. Observasi, pada hari Ahad, tanggal 27 September 2020, jam 8.00-11.00 Wita
BENDAHARA HJ. NURUL AINI
SEKRETARIS H. ISMI NURYADI, S.E.I
DAKWAH UST. SUHAILI, S.Pd.I EKONOMI
USTH. RIYAN EKAYANTI, S.Pd
PENDIDIKAN
H. FIRDAUS NUZULA, S.Pd.I HUMAS
UST. LUKMAN HAKIM, S.Pd.I
KETUA YAYASAN TGH. Dr.NURUL MUKHLISIN
ASYRAFUDDIN, Lc. M.Ag
PENGAWAS H. SAHIBULLAH, M.Pd.I
membedakannya adalah struktur pondok pesantren harus dikendalikan oleh keluarga dekat pimpinan yayasan, nah ini, ini bukan nepotisme artinya dalam posisi-posisi strategis, sebagai penentu kebijakan, harus diisi oleh kelurga yayasan, kalau pada hal-hal yang bersifat tehnis operasional ya boleh lah pihak lain tetapi sekali lagi harus tetap dalam kendali yayasan."109
Dan di setiap akhir tahun, pengurus secara rutin membuat laporan tertulis kepada pembina baik yang manyangkut sarana dan fasilitas (inventaris) maupun program kegiatan dengan mencantumkan grafik perkembangan serta kendala- kendala yang dihadapi pondok pesantren. Seperti penyataan saudara H. Ismi Nuryadi:
“Di setiap akhir tahun, kami melaporkan secara tertulis kepada pembina tentang program-program yang sudah kami lakukan, termasuk tentang sarana maupun inventaris yayasan.”110
d. Sarana prasarana
Sarana dan prasarana yang dimiliki yayasan pondok pesantren abu darda’
dalam pengamatan peneliti, termasuk salah satu lembaga yang memiliki sarana yang lengkap, memadai dan representatif. Hal ini dibuktikan dengan konsep awal pengembangan pondok pesantren melalui master plannya maupun kondisi Pondok Pesantren saat ini. Walaupun tergolong sebagai lembaga baru, tetapi memiliki keunggulan secara fisik bila dibandingkan dengan kondisi sarana pondok pesantren lainnya di beberapa tempat.
“Untuk sarana ini Alhamdulillah cukuplah pada aspek ruang.Yang menjadi kendala selama ini secara harfiah gedungnya masih campur antara laki dan perempuan walaupun dia pisah ruang, untuk sementara Aliyah di lantai 3 itu ada putra dan putri dalam satu gedung bukan satu ruang, untuk ke depan kita akan pisahkan gedung maupun ruangannya.Masalah sarana air kita itu sudah punya sumur bor kemudian ada sumur manual, sumur manualnya ada 4. Alhamdulillah itu walaupun kemarau itu ndak masalah. Fasilitas olahraga memang ada, namun belum ada yang permanen tapi Insya Allah untuk tahun depan ini kita siapkan paling atas itu kita akan kosongkan untuk tempat olahraga.”111
Hal senada juga diugkapkan oleh H. Ismi Nuryadi:
“Terkait sarana dan fasilitas, seperti kantor, ruang belajar, laboratorium dan lain sebagainya, kita sudah cukup dan sangat represntatif.”112
109TGH. Nurul Mukhlisin, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Abu Darda’. Wawancara, pada hari Senin 10 Agustus 2020, pukul 20.00-22.30 Wita.
110H. Ismi Nuryadi, Sekretaris Yayasan Pondok Pesantren Abu Darda’. Wawancara, Pada hari Rabu 26 Agustus 2020, jam 9.00-10.30 Wita
111TGH. Nurul Mukhlisin, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Abu Darda’. Wawancara, pada hari Senin 10 Agustus 2020, pukul 20.00-22.30 Wita.
112H. Ismi Nuryadi, Sekretaris Yayasan Pondok Pesantren Abu Darda’. Wawancara, Pada hari Rabu 26 Agustus 2020, jam 9.00-10.30 Wita
Inilah kondisi pondok pesantren abu darda’ saat ini. Artinya di saat pondok-pondok pesantren lain pada umumnya sangat sulit untuk pengembangan fisik/infrastruktur karena kendala finansial tetapi pondok pesantren abu darda’
justru tidak mengalami kendala yang berarti dan berkembang sangat cepat karena dukungan dari berbagai pihak. Sehingga dalam beberapa kesempatan rapat internal, Ketua yayasan sering menyampaikan kepada jajarannya untuk jangan memikirkan tentang sarana, tetapi yang lebih penting dari itu bagaimana mengembangkan program di lingkungan pondok pesantren, itu yang lebih utama.
Bahkan dalam pernyataan yang lain seperti yang diceritakan oleh saudara H. Ismi Nuryadi, ketua yayasan sering mengatakan:
“Saya lebih memikirkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan mengelola pondok daripada infrastrukturnya.”113
Adapun sarana dan fasilitas yang dimiliki oleh pondok pesantren abu darda’ adalah sebagai berikut:114
Tabel: 2.2
Sarana dan prasarana Pondok Pesantren Abu Darda’
`No JenisSarana/Prasarana Jumlah Sumber Keterangan
1 Ruang Kelas 34 Unit Swadaya Masyarakat Layak Pakai 2 Masjid Pondok 2 Unit Swadaya Masyarakat Layak Pakai 3 Kantor Yayasan 1 Unit Swadaya Masyarakat Layak Pakai
4 Ruang TU 2 Unit Swadaya Masyarakat Layak Pakai
5 Ruang Perpustakaan 1 Unit Swadaya Masyarakat Layak Pakai 6 Asrama Santri/wati 20 Unit Swadaya Masyarakat Layak Pakai 7 Ruang Laboratorium 2 Unit Swadaya Masyarakat Layak Pakai 8 Rak Buku/Al-Qur’an 7 Set Swadaya Masyarakat Layak Pakai 9 Koperasi Pondok 2 Unit Swadaya Masyarakat Layak Pakai 10 PapanTulis (White Board) 15 Set Swadaya Masyarakat Layak Pakai 11 Lapangan/ Tempat bermain 900 m2 (
1 unit)
Swadaya Masyarakat Layak Pakai 12 Bangku+Meja Siswa 474 Set Swadaya Masyarakat Layak Pakai 13 Bangku+Meja Guru 30 Set Swadaya Masyarakat Layak Pakai 14 Komputer + Printer 4 Set Swadaya Masyarakat Layak Pakai 15 Buku Bacaan Santri 500 Jenis Swadaya Masyarakat Layak Pakai 16 Kitab Pegangan Ustadz 14 Jenis Swadaya Masyarakat Layak Pakai 17 Tempat Wudlu’ 17 buah Swadaya Masyarakat Layak Pakai 18 Kamar Mandi Santri/Wati 37 buah Swadaya Masyarakat Layak Pakai
Selanjutnya, untuk pengembangan sarana, yayasan pondok pesantren abu darda’ juga sudah melakukan beberapa langkah awal dengan melakukan
113H. Ismi Nuryadi, Sekretaris Yayasan Pondok Pesantren Abu Darda’. Wawancara, Pada hari Rabu 26 Agustus 2020, jam 9.00-10.30 Wita
114Pondok Pesantren Abu Darda’. Observasi, pada hari Ahad, tanggal 27 September 2020, jam 8.00-11.00 Wita
pembebasan tanah warga yang berada di sekitar pondok pesantren melalui transaksi jual beli maupun tukar guling dengan masyarakat.
“Potensi pengembangan lahan Alhamdulillah, itulah kelebihannya pondok ini dari aspek geografis. Jadi kita bisa kembangkan sampai 100 ribu hektar, itu karena kita berada di tengah sawah. Kalau ke Barat itu Sengkerang, ke Utara itu Pemantek Cerekak, Timur dan seterusnya. Ini artinya bisa karena lahan yang lapang. Dan kelebihan kedua, masyarakat ini mau dia “Tukar Guling” istilahnya. Tidak ada yang sulit itu, yang penting kita bisa tukar tempatnya toh mereka ndak jual karena hanya itulah sumber kehidupannya.”115
Sementara H. Ismi Nuryadi selaku Sekretaris yayasan menyebut tentang luas lahan yang dimiliki pondok saat ini, sebagaimana pernyataannya:
“Secara keseluruhan, lahan yang dimiliki pondok sekarang ini sekitar 6 (enam) hektar.”116
Dalam penjelasannya, Ketua Yayasan menyampaikan tentang rencana untuk pemanfaatan lahan kosong yang belum terpakai, beliau menyatakan:
“Jadi lahan ini dulu saya milik pribadi itu sekitar 20an are kemudian ditambah itu dan sekarang sampi sekian hektar. Lahan yang sudah terpakai untuk insprastuktur pondok ini sekitar satu hektar, ke barat dengan bangunan yang baru ini masih ada lahan untuk persiapan UNIAD (Universitas Abu Darda’), termasuk untuk MABATA (Ma’had Aly Bahasa Arab dan Tarbiyyah). Di sana juga kita akan bangun “Kebun Edukasi”, tahun depan sudah dimulai insya Allah.”117
e. Lembaga Pendidikan yang dikelola
Dengan tujuan membantu pemerintah untuk ikut mencerdaskan anak bangsa, terutama yang tinggal di pelosok dari keluarga yang tidak mampu, maka pada tahun ajaran 2014/2015 dibukalah lembaga pendidikan Madrasah Tsanawiyah Abu Darda’. Selanjutnya pada tahun 2016/2017 dibuka TK Islam.
Dan pada tahun ajaran 2017/2018 dibuka Madrasah Aliyah. Terakhir pada tahun ajaran 2018/2019 dibuka Madrasah Ibtidaiyah. Adapun pendidikan non formal di Pondok Pesantren Abu Darda’ yaitu:Tahfizul Qur’an (TQ), Diniyah Takmiliyah (DT), dan Majelis Taklim (MT). Dan untuk jenjang pendidikan Tinggi, mulai tahun ajaran baru 2020/2021 akan dibuka lembaga Ma’had Aly yang diberi nama MABATA (Ma’had Aly Bahasa Arab dan Tarbiyah) dan UNIAD (Universitas Islam Abu Darda’).
“Alhamdulillah lembaga-lembaga kita sudah lengkap dari TK, MI, MTs, Aliyah nah ini sebenarnya tahun ini kita sudah membuka MABATA
115TGH. Nurul Mukhlisin, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Abu Darda’. Wawancara, pada hari Senin 10 Agustus 2020, pukul 20.00-22.30 Wita.
116H. Ismi Nuryadi, Sekretaris Yayasan Pondok Pesantren Abu Darda’. Wawancara, Pada hari Rabu 26 Agustus 2020, jam 9.00-10.30 Wita
117TGH. Nurul Mukhlisin, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Abu Darda’. Wawancara, pada hari Senin 10 Agustus 2020, pukul 20.00-22.30 Wita.
(Ma’had Ali Bahasa dan Tarbiyah), termasuk UNIAD (Universitas Abu Darda’), tahun depan insya Allah sudah mulai buka.”118
f. Data Guru/Ustdaz Pondok Pesantren Abu Darda’
Tabel: 2.3
Data Guru MA. Abu Darda119
NO NAMA KETERANGAN
1. Zulkarnaen, S.Pd Kepala Madrasah
2. Sahabul Khairi, M.Pd.I Guru Bidang Studi
3. Suhaili, S.Pd.I Guru Bidang Studi
4. Khairil Anwar, M.Pd Guru Bidang Studi
5. Hendra Saputra, S.Pd Guru Bidang Studi
6. Siti Aminah. M.Si Guru Bidang Studi
7 Evi Sridanti, S.Pd Guru Bidang Studi
8 Ust. Habib Alwi, Lc Guru Bidang Studi
9. Muh. Sobah, S.Pd Guru Bidang Studi
10 Awaludin, S.Pd Guru Bidang Studi
11 Priyadi, S.T Guru Bidang Studi
12 Hastika Amenia K. S.Pd Guru Bidang Studi
13 M. Jamiludin, S.Pd Guru Bidang Studi
14 Abdul Jabar, S.Pd Guru Bidang Studi
15 Gatot Ismail, S.Pd Guru Bidang Studi
16 Ilman Yuniarti, S.Pd Guru Bidang Studi
17 M. Hamzan A, S.Pd Guru Bidang Studi
18 Ahmad Yani, S.Pd Guru Bidang Studi
19 Saudi, S.Pd Guru Bidang Studi
20 Mutawalli, S.Pd Guru Bidang Studi
21 Muhammad Ridwan, S.Pd Guru Bidang Studi 22 Sopia Mutmainnah, S.Pd.I Guru Bidang Studi
Tabel: 2.4
Data Guru MTs. Abu Darda120
NO NAMA KETERANGAN
1. H. Ismi Nuryadi, S.E.I Kepala Madrasah
2. Suhaili, S.Pd.I Guru Bidang Studi
3. Zuriyatun Toyyibah, S.Pd.I Guru Bidang Studi 4. Lukman Hakim, S.Pd.I Guru Bidang Studi
5. Abdul Jabar, S.Pd Guru Bidang Studi
6. H. Darmawin, S.Pd.I Guru Bidang Studi
7 H. Firdaus Nuzula, S.Pd.I Guru Bidang Studi
118TGH. Nurul Mukhlisin, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Abu Darda’. Wawancara, pada hari Senin 10 Agustus 2020, pukul 20.00-22.30 Wita.
119Pondok Pesantren Abu Darda’. Observasi, pada hari Ahad, tanggal 27 September 2020, jam 8.00-11.00 Wita
120Pondok Pesantren Abu Darda’. Observasi, pada hari Ahad, tanggal 27 September 2020, jam 8.00-11.00 Wita
8 Widiastuti, S.Pd Guru Bidang Studi 9. M.uhammad Ridwan, S.Pd Guru Bidang Studi 10 Muhammad Albari, S.Pd Guru Bidang Studi
11 Zainul Fahni, S.Pd Guru Bidang Studi
12 Ahmad Zakirin, S.EI Guru Bidang Studi
13 Hj. Maemunah, S.Pd.I Guru Bidang Studi
Tabel: 2.5
Data Guru MI. Abu Darda121
NO NAMA KETERANGAN
1. H.Firdaus Nuzula, S.Pd.I Kepala Madrasah
2. Nurul Istiqamah, S.Pd Guru Kelas
3. Habibah, S.Pd Guru Kelas
4. Sahindun, S.Pd Guru Kelas
Tabel: 2.6
Data Guru TK Islam Abu Darda122
NO NAMA KETERANGAN
1. Ilman Yuniarti, S.Pd.I Kepala Madrasah
2. Winanti, S.Pd Guru Kelas
3. Fadilatun Najah, SPd Guru Kelas
4. Galuh, A.Md Guru Kelas
5 Eka Zilvia, S.Pd.I Guru Kelas
Tabel: 2.7
Data Ustadz Diniyah Ponpes Abu Darda123
NO NAMA KETERANGAN
1. TGH. Nurul Mukhlisin Ketua Yayasan
2. Ust. Ahmad Zakirin Kepala Diniyah
3. Ust. Sahabul Khairi Ustadz Diniyah
4. Ust. Nazri Ustadz Diniyah
5 Ust. Abdul Jabbar Ustadz Diniyah
6 Ust. Abdul Jabbar Ustadz Diniyah
7 Ust. Ahmad Yani Ustadz Diniyah
8 Ust. Hendra Saputra Ustadz Diniyah
9 Ust. Suhaili Ustadz Diniyah
10 Ust. Agus Ruhdianto Ustadz Diniyah
11 Ust. Ust. Rizal Ustadz Diniyah
12 Ust. Rizki Al-Farisi Ustadz Diniyah
13 Ustdzh. Laila Khairunnisa Ustadzah Diniyah 14 Ustdzh. Zurriyatun Thayyyibah Ustadzah Diniyah
121Pondok Pesantren Abu Darda’. Observasi, pada hari Ahad, tanggal 27 September 2020, jam 8.00-11.00 Wita
122Pondok Pesantren Abu Darda’. Observasi, pada hari Ahad, tanggal 27 September 2020, jam 8.00-11.00 Wita
123Pondok Pesantren Abu Darda’. Observasi, pada hari Ahad, tanggal 27 September 2020, jam 8.00-11.00 Wita