BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
A. Gambaran dan Objek Penelitian
1. Profil SMA Nuris Jember
2 Nilai Ujian Akhir Kelas X MIPA √ 3 Foto Kegiatan Pembelajaran √
2. Instrumen Tes.
Instrumen hasil belajar berupa lembar soal post test yang diberikan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol yang sama yakni tes pilihan ganda yang mengacu pada enam butir indikator kognitif siswa telah mempelajari materi pelajaran. Tes sebagai instrument pengumpulan data merupakan serangkaian pertanyaan/latihan yang digunakan untuk mengukur keterampilan pengetahuan intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki individu/kelompok. Dilihat dari aspek yang diukur (Jakni, 2016 : 155).
Data penelitian diambil dari kemampuan kognitif siswa berdasarkan Taksonomi Bloom Revisi pada kelas eksperimen dan kelas kontrol materi Kingdom Animalia. Tes yang diberikan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol sama yakni pilihan ganda yang mengacu pada enam butir indikator soal tes berdasarkan Taksonomi Bloom Revisi.
Kisi-kisi soal tes berdasarkan Taksonomi Bloom Revisi yang digunakan pada tabel di bawah ini.
Tabel 3.7
Kisi-Kisi Soal Post Tes Kemampuan Kognitif Siswa Kompetensi
Dasar
Materi Indikator Soal Kriteria Bentuk Soal
Nomor Soal
Kunci Jawaban 3.9
Mengidentifi kasi ciri umum, klasifikasi, dan peranan hewan
Invertebrata dan
Ciri-ciri umum dan contoh hewan
Invertebrata (lapisan tubuh, rongga tubuh, simetri tubuh, reproduksi, dll)
Disajikan sebuah cerita tentang seorang anak yang terinfeksi oleh suatu jenis cacing.
Siswa dapat mengidentifikasi jenis cacing tersebut
C1 (ingatan)
Pilihan Ganda
1 C
Vertebrata bagi kehidupan.
Materi Indikator Soal Kriteria Bentuk Soal
Nomor Soal
Kunci Jawaban Ciri-ciri umum
dan contoh hewan
Invertebrata (lapisan tubuh, rongga tubuh, simetri tubuh, reproduksi, dll)
Disajikan sebuah gambar hewan Invertebrata yang hidup di laut.
Siswa dapat mengidentifikasi cara berkembang
biak hewan
tersebut
C2 (pemahaman)
Pilihan Ganda
2 A
Klasifikasi Kingdom Animalia
Siswa dapat menentukan
pasangan nama Ordo kelompok hewan Mammalia
dan contoh
spesiesnya
C3 (penerapan)
Pilihan Ganda
3 B
Peranan Kingdom
Animalia bagi kehidupan
Siswa dapat mengidentifikasi
nama Ordo
berdasarkan
peranan hewan Invertebrata
C1 (ingatan)
Pilihan Ganda
4 D
Ciri-ciri umum dan contoh hewan
Vertebrata (rangka tubuh, ruang jantung,
Siswa dapat menentukan
pasangan hewan Vertebrata
berdasarkan ciri- cirinya
C3 (penerapan)
Pilihan Ganda
5 A
reproduksi, suhu tubuh, penutup
tubuh, dll) Klasifikasi Kingdom Animalia
Disajikan nama-
nama hewan
kelompok
Mammalia. Siswa dapat menentukan pasangan hewan berdasarkan ciri- cirinya
C3 (penerapan)
Pilihan Ganda
6 D
Ciri-ciri umum dan contoh hewan
Vertebrata (rangka tubuh,
Disajikan wacana tentang ciri-ciri hewan Vertebrata.
Siswa dapat mengidentifikasi
C1 (ingatan)
Pilihan Ganda
7 C
Materi Indikator Soal Kriteria Bentuk Soal
Nomor Soal
Kunci Jawaban ruang jantung,
reproduksi, suhu tubuh, penutup tubuh, dll)
kelompok hewan Vertebrata
berdasarkan ciri- cirinya
Peranan Kingdom
Animalia bagi kehidupan
Siswa dapat menganalisis peranan hewan Invertebrata bagi kehidupan manusia
C4 (analisis)
Pilihan Ganda
8 B
Ciri-ciri umum dan contoh hewan
Invertebrata (lapisan tubuh, rongga tubuh, simetri tubuh, reproduksi, dll)
Disajikan wacana tentang ciri-ciri hewan
Invertebrata. Siswa dapat
mengidentifikasi kelompok hewan Invertebrata
berdasarkan ciri- cirinya
C1 (ingatan)
Pilihan Ganda
9 B
Klasifikasi Kingdom Animalia
Disajikan gambar tahapan daur hidup Cacing Fasciola hepatica. Siswa dapat menentukan urutan tahapan daur hidup Cacing Fasciola hepatica tersebut
C3 (penerapan)
Pilihan Ganda
10 A
Ciri-ciri umum dan contoh hewan
Vertebrata (rangka tubuh, ruang jantung, reproduksi, suhu tubuh, penutup tubuh, dll)
Siswa dapat menganalisis dasar pengelompokan hewan Vertebrata
C4 (analisis)
Pilihan Ganda
11 C
Peranan Kingdom
Animalia bagi kehidupan
Siswa dapat menganalisis peranan hewan Invertebrata bagi kehidupan manusia
C4 (analisis)
Pilihan Ganda
12 A
Klasifikasi Kingdom
Disajikan ciri-ciri hewan
Materi Indikator Soal Kriteria Bentuk Soal
Nomor Soal
Kunci Jawaban Animalia Invertebrata. Siswa
dapat menentukan yang termasuk ciri- ciri kelompok Porifera
C3 (penerapan)
Pilihan Ganda
13 B
Ciri-ciri umum dan contoh hewan
Invertebrata (lapisan tubuh, rongga tubuh, simetri tubuh, reproduksi, dll)
Siswa dapat mengidentifikasi kelompok hewan Invertebrata
berdasarkan ciri- cirinya
C1 (ingatan)
Pilihan Ganda
14 E
Ciri-ciri umum dan contoh hewan
Vertebrata (rangka tubuh, ruang jantung, reproduksi, suhu tubuh, penutup tubuh, dll)
Siswa dapat mengidentifikasi dasar
pengelompokan hewan Vertebrata berdasarkan
perbedaannya
C2 (pemahaman)
Pilihan Ganda
15 B
Peranan Kingdom
Animalia bagi kehidupan
Siswa dapat mengidentifikasi
nama hewan
kelompok Invertebrata berdasarkan peranannya
C1 (ingatan)
Pilihan Ganda
16 A
Ciri-ciri umum dan contoh hewan
Vertebrata (rangka tubuh, ruang jantung, reproduksi, suhu tubuh, penutup tubuh, dll)
Siswa dapat mengidentifikasi jumlah ruang jantung hewan Vertebrata
berdasarkan kelompoknya
C2 (pemahaman)
Pilihan Ganda
17 B
Ciri-ciri umum dan contoh hewan
Invertebrata (lapisan tubuh, rongga tubuh,
Siswa dapat mengidenifikasi perbedaan hewan Invertebrata yang ada di dalam kelas yang sama
C2 (pemahaman)
Pilihan Ganda
18 E
Materi Indikator Soal Kriteria Bentuk Soal
Nomor Soal
Kunci Jawaban simetri tubuh,
reproduksi, dll) Peranan
Kingdom
Animalia bagi kehidupan
Siswa dapat mengidentifikasi
nama hewan
Invertebrata berdasarkan peranannya
C1 (ingatan)
Pilihan Ganda
19 C
Klasifikasi Kingdom Animalia
Siswa dapat menentukan
pasangan nama kelompok hewan Invertebrata
dengan cirinya
C3 (penerapan)
Pilihan Ganda
20 D
E. Uji Instrumen Penelitian
digunakan dan soal posttest. Kriteria kevalidan dari para ahli dapat di ukur melalui rumus sebagai berikut : (Fatmawati, 2016 : 96).
Validitas = Total skor validitas ahli
Total skor maksimal x 100%
Hasil yang telah diketahui persentasenya dapat dicocokkan dengan kriteria sebagai berikut :
Tabel 3.8
Kriteria Validasi Para Ahli
No Skor Kriteria Validitas
1 85,01 – 100,00 % Sangat Valid
2 70,01 – 85,00 % Valid
3 50,01 – 70,00 % Kurang Valid
4 01,00 – 50,00 % Tidak Valid
Sumber : Fatmawati, 2016 : 96
Setelah dilakukan uji validitas oleh para ahli sebagaimana dapat dilihat pada lampiran. Adapun rincian hasil validitas sebagai berikut :
Tabel 3.9
Hasil Validasi Para Ahli
No Nama Ahli Keterangan Skor Kesimpulan
1 Shiddiq Ardianta, M.Pd Ahli Bahasa 85% Valid 2 Rosita Fitrah Dewi, S.Pd, M.Si Ahli Materi 77,5% Valid 3 Dr. H. Moh. Sahlan, M.Ag Ahli Konstruksi 72,5% Valid 4 Unzilatir Rohmah, S.Si Guru Biologi 80% Valid
Dalam penentuan tingkat validitas butir soal digunakan korelasi product moment person dengan mengkorelasi antara skor yang didapat
siswa pada suatu butir soal dengan skor total yang didapat. Tingkat validitas butir soal dihitung dengan rumus yang digunakan yakni :
𝑟ᵪᵧ = N∑ᵪᵧ − (∑ᵪ)(∑ᵧ)
√((N(∑ᵪ)2(N(∑ᵧ)2− (∑ᵧ)2)) Keterangan :
rᵪᵧ : koefisien korelasi antara variabel x dan variabel y N : banyaknya peserta tes
ᵪ : nilai hasil uji coba ᵧ : nilai rata-rata harian
Interprestasi terhadap nilai koefisien korelasi rᵪᵧ digunakan criteria Nugraha – Russefendi dalam Jakni (2016 : 165) sebagai berikut :
Tabel 3.10
Interprestasi Terhadap Nilai Koefisien Korelasi rᵪᵧ
Rentang Nilai Keterangan
0,80 < rᵪᵧ ≤ 1,00 Sangat Tinggi
0,60 < rᵪᵧ ≤ 0,80 Tinggi
0,40 < rᵪᵧ ≤ 0,60 Cukup
0,20 < rᵪᵧ ≤ 0,40 Rendah
rᵪᵧ ≤ 0,20 Sangat Rendah
Sumber : Jakni, 2016 : 165
Tingkat validitas butir soal juga dihitung menggunakan SPSS Statistics versi 26 menggunakan pearson correlation dengan kriteria pengujian butir soal dinyatakan valid dalam uji validitas ini, untuk soal yang tidak valid dinyatakan gugur dan tidak digunakan lebih lanjut.
2. Uji Reabilitas
Uji reabilitas merupakan uji yang dilakukan untuk mengukur tingkat keajegan atau kekonsistenan suatu soal tes (Jakni, 2016 : 165).
Instrument yang riabel adalah instrument yang apabila digunakan beberapa untuk mengukur obyek yang sama, akan menghasilkan data yang sama (Sugiyono, 2017 : 121). Untuk mengukur tingkat keajegan soal digunakan perhitungan rumus Hoyt sebagai berikut :
r₁ ₁ = 1- 𝐕𝐬𝐕𝐫 Keterangan :
r₁ ₁ : reabilitas seluruh soal Vs : varian responden Vr : varian sisa
Untuk mengukur tingkat keajegan soal digunakan SPSS Statistics versi 26 menggunakan perhitungan Cronbach’s Alpha, instrument dinyatakan riabel apabila nilai Cronbach’s Alpha > 0,6 (Triana, 2013 : 189).
Hasil reabiltas tersebut kemudian ditafsirkan dengan tabel penafsiran hasil uji reabilitas tes (Masyhud, 2016 : 302).
Tabel 3.11
Penafsiran Hasil Uji Reabilitas
No Hasil Uji Reabiltas Kategori
1 0,00 – 0,20 Sangat tidak reliabel
2 0,20 – 0,40 Tidak reliabel
3 0,40 – 0,60 Reabilitas cukup
4 0,60 – 0,80 Reabilitas tinggi
5 0,80 – 1,00 Reabilitas sangat tinggi
Sumber : Masyhud, 2016 : 302
Perhitungan daya pembeda (DP) untuk menganalisis kategori soal mudah, sedang atau sulit. Adapun langkah-langkah daya pembeda dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:
1) Para siswa didaftarkan dalam peringkat pada sebuah tabel.
2) Dibuat pengelompokan siswa dalam dua kelompok, yaitu kelompok atas yang terdiri atas 50% dari seluruh siswa yang mendapat skor rendah.
Daya pembeda ditentukan dengan:
DP= 𝐵𝐽𝐴
𝐴 −𝐵𝐽𝐵
𝐵
Keterangan:
DP = Daya Pembeda
JA = Banyaknya siswa kelompok atas JB = Banyaknya siswa kelompok bawah
BA = Banyaknya siswa kelompok atas yang menjawab soal dengan benar
BB = Banyak siswa kelompok bawah yang menjawab soal dengan benar
Berikut interpretasi nilai pembeda yang mengacu pada pendapat Ruseffendi dalam Jakni (2016: 167) yaitu :
Tabel 3.13
Interpretasi nilai Daya Pembeda
Rentang Nilai Keterangan
0,40 atau lebih Sangat baik
0,30-0,39 Cukup baik
0,20-0,29 Minimum
0,19-0,0 Jelek
Adapun rincian hasil perhitungan daya pembeda instrument tes soal pilihan ganda adalah sebagai berikut:
Tabel 3.14
Hasil Uji Daya Pembeda
No. DP Interpretasi
1 0,38 Cukup baik
2 0,44 Sangat baik
3 0,44 Sangat baik
4 0,38 Cukup baik
5 0,50 Sangat baik
No. DP Interpretasi
6 0,44 Sangat baik
7 0,50 Sangat baik
8 0,44 Sangat baik
9 0,50 Sangat baik
10 0,56 Sangat baik
11 0,38 Cukup baik
12 0,38 Cukup baik
13 0,44 Sangat baik
14 0,44 Sangat baik
15 0,25 Minimum
16 0,50 Sangat baik
17 0,44 Sangat baik
18 0,31 Cukup baik
19 0,25 Minimum
20 0,25 Minimum
Hasil uji daya pembeda (DP) soal menunjukkan bahwa soal tes yang memiliki predikat sangat baik dengan nilai daya pembeda di atas 0,40 yaitu soal dengan nomor 2,3,5,6,7,8,9,10,13,14,16,17. Butir soal yang memiliki predikat cukup baik dengan nilai daya pembeda 0.30-0,39 yaitu nomor 1,4,11,12,18. Butir soal yang memiliki predikat minimum dengan rentang nilai DP 0,20-0,29 yaitu nomor 15,19,20. Butir soal yang termasuk dalam kategori sangat baik dan cukup dapat digunakan sebagai instrumen
tes hasil belajar, sedangkan butir soal dengan kategori minimum dan jelek harus diperbaiki terlebih dahulu.
Adapun hasil perhitungan tingkat kesukaran instrument tes hasil kognitif adalah sebagai berikut:
Tabel 3.16
Hasil Analisis Tingkat Kesukaran
No. TK Interpretasi
1. 0,50 Sedang
2. 0,47 Sedang
3 0,47 Sedang
4 0,38 Sedang
5 0,31 Sedang
6 0,34 Sedang
7 0,31 Sedang
8 0,47 Sedang
9 0,25 Sukar
10 0,28 Sukar
11 0,50 Sedang
12 0,38 Sedang
13 0,47 Sedang
14 0,47 Sedang
15 0,44 Sedang
16 0,31 Sedang
17 0,47 Sedang
18 0,41 Sedang
19 0,44 Sedang
20 0,44 Sedang
Hasil uji tingkat kesukaran instrumen tes hasil belajar siswa menununjukkan terdapat 2 soal dengan kategori soal sukar yaitu nomor soal 9 dan 10. Soal dengan kategori sedang berjumlah 18 dengan nomor 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, dan 20.
Berdasarkan hasil uji kelayakan instrumen berupa validitas, daya pembeda dan tingkat kesukaran, berikut tabel rekapitulasi kelayakan soal :
Tabel 3.17
Hasil Rekapitulasi Instrumen Tes No. Validitas Daya
Pembeda
Tingkat Kesukaran
Keterangan
1. Valid Cukup baik Sedang Dapat digunakan 2. Valid Sangat baik Sedang Dapat digunakan 3. Valid Sangat baik Sedang Dapat digunakan 4. Valid Cukup baik Sedang Dapat digunakan 5. Valid Sangat baik Sedang Dapat digunakan 6. Valid Sangat baik Sedang Dapat digunakan 7. Valid Sangat baik Sedang Dapat digunakan 8. Valid Sangat baik Sedang Dapat digunakan 9. Valid Sangat baik Sukar Dapat digunakan 10. Valid Sangat baik Sukar Dapat digunakan 11. Valid Cukup baik Sedang Dapat digunakan 12. Valid Cukup baik Sedang Dapat digunakan 13. Valid Sangat baik Sedang Dapat digunakan
No. Validitas Daya Pembeda
Tingkat Kesukaran
Keterangan
14. Valid
Sangat baik Sedang Dapat digunakan dengan revisi 15. Valid Minimum Sedang Dapat digunakan 16. Valid Sangat baik Sedang Dapat digunakan 17. Valid Sangat baik Sedang Dapat digunakan 18. Valid Cukup baik Sedang Dapat digunakan 19. Valid Minimum Sedang Dapat digunakan 20. Valid Minimum Sedang Dapat digunakan
Berdasarkan hasil rekapitulasi tersebut, jumlah soal yang dapat digunakan sebagai instrumen tes hasil belajar berjumlah 20 soal.
Analisis deskriptif dapat dilakukan menggunakan SPSS statistik versi 26 dan dapat juga menggunakan perhitungan manual.
Berikut ini langkah-langkah analisis deskriptif yaitu : 1) Menghitung rata-rata data kelompok
𝑥 =∑fi.xi∑fi Keterangan :
x : rata-rata hitung xi : nilai tengah data fi : frekuensi data
∑fi : jumlah frekuensi 2) Menentukan standar deviasi
Standar deviasi biasa disingkat dengan SD. Adapun rumus standar deviasi untuk data tunggal yaitu :
𝑆𝐷 = √∑(𝑋𝐼−𝑋)²𝑛 , jika n > 30
𝑆𝐷 = √∑(𝑋𝐼−𝑋)²𝑛−1 , jika n < 30 Keterangan :
SD : Standar Deviasi Xi : data
∑xi-x² : jumlah dari data dikurang rata-rata dan dikuadratkan N : banyak data
o Analisis Inferensial
Statistik inferensial merupakan teknik statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya diberlakukan untuk populasi. Statistik ini sangat cocok digunakan bila sampel diambil dari populasi yang jelas dan teknik pengambilan sampel dari populasi itu dilakukan secara random. Analisis statistik inferensial terbagi menjadi dua, yaitu : statistik parametrik dan statistik non-parametik. Dalam penelitian eksperimen penggunaan kedua statistik tersebut harus terlebih dahulu dilakukan pengujian homogenitas sampel dan uji normalitas data (Jakni, 2016 : 123).
o Uji Prasyarat
Uji Normalitas
Uji normalitas bermanfaat untuk menentukan data yang telah dikumpulkan berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas dapat dihitung menggunakan SPSS statistik versi 26 menggunakan uji Kolmogorov-Sminov, dapat juga dihitung menggunakan chi kuadrat (Jakni, 2016 : 143).
Dibawah ini langkah-langkah untuk melakukan perhitungan chi kuadrat, yaitu :
1. Menentukan rentang kelas, rumusnya : Rentang = Xmax – Xmin
(data tertinggi dikurangi data terendah) 2. Menentukan banyak kelas, rumusnya :
Banyak kelas = 1 + 3,3, log n (n = banyak data)
3. Menentukan panjang kelas, rumusnya : Panjang kelas = 𝑏𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘 𝑘𝑒𝑙𝑎𝑠 𝑟𝑒𝑛𝑡𝑎𝑛𝑔
4. Membuat tabel bantu uji chi kuadrat 5. Menentukan chi kuadrat hitung
X²h = ∑(𝑓𝑜−𝑓ℎ)²𝑓ℎ Keterangan :
X²h : chi kuadrat hitung fo : frekuensi observasi fh : frekuensi harapan
6. Menentukan harga tabel chi kuadrat X²t = X²(1 – a) (dk)
Keterangan :
X²t : chi kuadrat
a : 0,05 (taraf salah) dan taraf kepercayaan penelitian (95%)
digunakan untuk penelitian social dk : banyak kelas dikurangi 1
Uji Homogenitas
Uji homogenitas varian dapat digunakan untuk menentukan subjek populasi yang berifat homogeny atau heterogen. Tujuan
uji ini agar sampel yang diambil benar-benar representatif (Jakni, 2016 : 256).
Uji homogenitas menggunakan uji F, berikut ini rumusnya : F = 𝑣𝑎𝑟𝑖𝑎𝑛 𝑡𝑒𝑟𝑏𝑒𝑠𝑎𝑟
𝑣𝑎𝑟𝑖𝑎𝑛 𝑡𝑒𝑟𝑘𝑒𝑐𝑖𝑙
Hipotesis :
Jika Fhitung < Ftabel, maka sampelnya tidak homogen.
o Uji Hipotesis
Melakukan uji statistik Uji ZDalam penelitian kali ini menggunakan uji Z, uji Z dapat dilakukan dengan syarat data berdistribusi secara normal. Uji Z dapat dihitung menggunakan SPSS statistik versi 26. Dapat pula dihitung menggunakan rumus seperti dibawah ini :
Z =
𝑥 𝑛−𝑝
√𝑝−(1−𝑝)𝑛
Keterangan :
x : banyak data yang termasuk kategori hipotesis n : banyak data
p : proporsi atau hipotesis
Jika Zhitung < Ztabel , maka Ha ditolak dan Ho diterima Jika Zhitung > Ztabel, maka Ha diterima dan Ho ditolak
Melakukan U Maan Whitney
Analisis U Maan Whitney digunakan apabila data tidak berdistribusi secara normal. Analisis menggunakan U Maan Whitney harus dilakukan uji normalitas data terlebih dahulu (Jakni, 2016 : 145).
Berikut ini rumusnya, yaitu :
U1 = n1.n2 + 𝑛1 (𝑛1+1)2 - R1 U2 = n1.n2 + 𝑛2 (𝑛2+1)2 - R2 Keterangan :
n1 : jumlah sampel 1 n2 : jumlah sampel 2 U1 : jumlah peringkat 1 U2 : jumlah peringkat 2
R1 : jumlah rangking pada sampel n1 R2 : jumlah rangking pada sampel n2 Hipotesis
Jika U hitung < U tabel , maka Ha diterima dan Ho ditolak Jika U hitung > U tabel , maka Ha ditolak dan Ho diterima
Sistematika pembahasan digunakan untuk memberikan gambaran secara global tentang isi penelitian ini dari tiap bab, sehingga akan mempermudah dalam melakukan tinjauan terhadap isinya.
Format penulisan sistematika pembahasan dalam bentuk deskriptif naratif, bukan seperti daftar isi. Topik yang hendak dibahas disampaikan
secara garis besar sehingga nampak alur penelitian yang akan dilakukan dari awal hingga akhir. Adapun sistematika pembahasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
Bab I : Pendahuluan, pada bab ini berisi tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, ruang lingkup penelitian, definisi operasional, asumsi penelitian, dan hipotesis penelitian.
Bab II : Kajian pustaka, pada bab ini berisi tentang kajian penelitian terdahulu dan kajian teori. Penelitian terdahulu memiliki relevansi dengan penelitian yang akan dilakukan saat ini. Sedangkan kajian teori berisi tentang teori terkait, sehingga berguna perspektif dalam penelitian.
Bab III : Metode penelitian mencakup pendekatan dan jenis penelitian, populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, instrument pengumpulan data, analisis data, tahap-tahap penelitian, dan sistematika pembahasan.
Bab IV : Penyajian data dan analisis data berisi tentang gambaran objek penelitian, penyajian data dan analisis serta pembahasan temuan yang diperoleh di lapangan.
Bab V : Yang memuat kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukan dan saran-saran yang bersifat konstruktif.
89 BAB IV
PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS A. Gambaran Objek Peneltian
Pengambilan data dalam penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 23 Januari hingga 23 Februari 2023. Bertempat di SMA NURIS Jember yang berlamat di Jln. Pangandaran No. 48 Antirogo-Sumbersari-Jember.
1. Profil SMA Nuris Jember
Nama Sekolah : SMAS NURIS JEMBER
Alamat : Jln. Pangandaran No. 48
: Antirogo – Sumbersari – Jember No. Telepon / Fax : (0331)339544
Email : [email protected]
Nama Yayasan (Bagi Swasta) : Yayasan Nurul Islam (Nuris) Jember
Alamat Yayasan & No. Telepon : Jln. Pangandaran No. 48, Tlp.
(0331)339544
NSS : 304052402091
NPSN : 20523800
Jenjang Akreditasi : A
Nama Kepala Sekolah : Robith Qoshidi, Lc.
No. Telepon / HP : 082141788099 Kategori Sekolah : Mandiri Tahun Didirikan / Beroperasi : 1989
Kepemilikan Tanah / Bangunan :
a. Luas Tanah / Status : 6.115 m² / Sertifikat Wakaf b. Luas Bangunan : 788 m²
Setelah sukses mendirikan SMP Nuris (1983) banyak wali murid yang menginginkan putra putrinya melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi (SMA) dan tetap mondok di pesantren. KH. Muhyiddin Abdussomad menyadari kebutuhan masyarakat dan wali santri akan lembaga pendidikan tingkat lanjut, dan segera mendirikan SMA Nuris pada tahun 1989. SMA Nuris merupakan sebuah lembaga pendidikan yang didirikan pada tahun 1989, berlokasi di Kelurahan Antirogo di bawah naungan “Yayasan Darussalam” yang diasuh oleh KH.
Abdussomad.
Mulai tahun 1997 SMA Nuris tidak lagi dibawah naungan
“Yayasan Darussalam” melainkan sudah berdiri sendiri bernama
“Yayasan Nurul Islam” yang diasuh oleh putra KH. Abdussomad yaitu KH. Muhyiddin Abdussomad sampai sekarang.
Susunan urutan pengelola SMA Nuris Jember diantaranya adalah sebagai berikut :
- Pemimpin pertama : Drs. Ponco Setiono - Pemimpin kedua : Achmad Nursalim - Pemimpin ketiga : Achmad Sahlan - Pemimpin keempat : Drs. S. Haryono - Pemimpin kelima : Suwandi, S.Pd
- Pemimpin keenam : Muh. Soleh Samroji - Pemimpin ketujuh : Muhammad Saisol, M.Ag - Pemimpin kedelapan : Robith Qoshidi, Lc.
Tujuan utama pendirian SMA Nuris adalah menjadi wadah bagi pelajar lulusan SMP untuk mendalami berbagaibidang ilmu, khususnya ilmu agama dan ilmu umum. SMA Nuris pertama kali dinahkodai oleh kepala sekolah pertama Bapak Drs. Ponco Setiono, kemudian dilanjutkan oleh kepala sekolah kedua Bapak Achmad Nursalim, kepala sekolah ketiga Bapak Achmad Sahlan, kepala sekolah keempat Bapak Drs. S. Haryono, kepala sekolah kelima Bapak Suwandi, S.Pd, kepala sekolah keenam Bapak Muh. Soleh Samroji, kepala sekolaj ketujuh Bapak Muhammad Faisol, M.Ag, dan saat ini SMA Nuris dipimpin sendiri oleh Gus Robith Qoshidi, Lc.
2. Visi dan Misi SMA Nuris Jember