BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Penelitian Terdahulu
3. Hasil Belajar
Hasil belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah suatu hasil yang diperoleh dari aktivitas kegiatan pembelajaran yang menunjukkan tingkat penguasaan/pemahaman siswa setelah diajar menggunakan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) pada
Hipotesis merupakan prediksi mengenai kemungkinan hasil dari suatu penelitian. Agar penelitian dapat terarah, maka dirumuskan pendugaan terlebih dahulu terhadap penyebab terjadinya masalah di mana kita tahu hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap penelitian yang kebenarannya masih harus diuji.
Hipotesis dinyatakan sebagai suatu kebenaran sementara dan merupakan dasar kerja serta panduan dalam analisis data. Merumuskan hipotesis dalam suatu penelitian memerlukan keahlian yang khusus dari peneliti agar hipotesis dapat teruji melalui data yang ada.
Ditinjau dari operasinya hipotesis dibedakan menjadi hipotesis nol (Ho), menyatakan tidak adanya pengaruh antar variabel dan hipotesis alternative (Ha), yakni adanya pengaruh antar variabel. Adapun hipotesis pada penelitian ini, yaitu :
Project Based Learning (PjBL) terhadap hasil belajar biologi siswa kelas X MIPA di SMA NURIS JEMBER tahun pelajaran 2022/2023.
Hipotesis alternative (Ha) terdapat pengaruh model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terhadap hasil belajar biologi siswa kelas X MIPA di SMA NURIS JEMBER tahun pelajaran 2022/2023.
26
Penelitian terdahulu merupakan hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan penelitian yang hendak dilakukan. Penelitian terdahulu dapat menjadi pandangan untuk peneliti dalam melakukan penelitian. Berikut penelitian terdahulu dalam penelitian ini :
1. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Hayyumi Crisiwanti (2022), dengan judul : “Pengaruh Model Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan Pendekatan Project Based Learning (PjBL) terhadap Keterampilan Berfikir Kritis dan Hasil Belajar Biologi Siswa SMA”. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berfikir kritis kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol, dengan nilai rata-rata 91,69 kategori nilai sangat tinggi, sedangkan untuk kelas kontrol sebesar 79, 05 kategori sedang. Hasil belajar biologi siswa ranah kognitif pretest kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, dengan nilai rata-rata 75,54 kategori sedang. Kelas kontrol memiliki rata-rata 61,30. Sedangkan untuk posttest kelas ekperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, dengan nilai rata-rata 84,02 kategori tinggi, untuk kelas kontrol memiliki rata-rata 81,05. Dapat disimpulkan bahwa nilai tersebut membuktikan bahwa adanya peningkatan keterampilan berfikir kritis dan hasil belajar biologi siswa. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model Contextual Teaching and
Learning (CTL) dengan pendekatan Project Based Learning (PjBL) terhadap keterampilan berfikir kritis dan hasil belajar biologi siswa pada materi pencemaran lingkungan.
2. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Eva Nur Hidayah (2020), dengan judul : “Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning Terintegrasi STEM pada Materi Sistem Pernafasan terhadap Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPA di MAN 1 Jember Tahun Pelajaran 2019/2020”. Dari hasil penelitian menunjukkn bahwa 1) skor rata-rata angket keaktifan belajar siswa kelas eksperimen lebih tinggi dari skor rata- rata kelas kontrol, 2) nilai rata-rata posttest kelas eksperimen lebih tinggi dari nilai rata-rata kelas kontrol, 3) ada pengaruh yang signifikan Model Pembelajaran Project Based Learning terintegrasi STEM terhadap keaktifan belajar siswa dengan nilai signifikan 0,003, 4) ada pengaruh yang signifikan Model Pembelajaran Project Based Learning terintegrasi STEM terhadap hasil belajar siswa dengan nilai signifikan 0,000. Dapat disimpulkan bahwa nilai tersebut membuktikan bahwa adanya peningkatan keaktifan dan hasil belajar biologi siswa. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning terintegrasi STEM terhadap keaktifan dan hasil belajar biologi siswa pada materi sistem pernafasan.
3. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Rani Mardiana (2017), dengan judul : “Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) terhadap Hasil Belajar Siswa pada Konsep Impuls dan Momentum (Kuasi
Eksperiment di SMA Arif Rahman Hakim)”. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil penelitian ini diuji dengan menggunakan Uji-z.
Berdasarkan perhitungan diperoleh nilai Z(hitung) = 5,92 sedangkan nilai Z(tabel) = 1,96. Sesuai dengan kriteria penilaian diperoleh hasil bahwa nilai Z(hitung) > Z(tabel). Hal tersebut didasarkan pada hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji z pada taraf kesukaran 5% terhadap data posttest.
Sesuai dengan uji hipotesis z, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran berbasis proyek terhadap hasil belajar fisika siswa pada konsep impuls dan momentum.
4. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Agnes Rofika Dewi (2020), dengan judul : “Pengaruh Model Project Based Learning (PjBL) terhadap Hasil Belajar dan Keterampilan Sains Peserta Didik Kelas VII pada Materi Pencemaran Lingkungan di SMP Negeri 6 Jember”. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil analisis uji t-test hasil belajar melalui nilai posttest siswa diperoleh hasil nilai thitung > ttabel yaitu 10,206 > 1,671 artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Sedangkan hasil analisis uji t-test keterampilan proses sains diperoleh hasil nilai thitung > ttabel yaitu 8,123 >
1,671 artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan terhadap hasil belajar dan keterampilan proses sains pada siswa.
5. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Kiki Okta Dwi Utama (2019), dengan judul : “Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terhadap Hasil Belajar dan Keaktifan Belajar Siswa di SMK Negeri
1 Ngawen”. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji Independent sample t-test pada hasil belajar akhir atau posttest diperoleh thitung > ttabel yaitu 2,964 > 1,670. Maka Ho ditolak dan Ha diterima. Nilai signifikan hasil posttest 0,004 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima.
Hal ini berarti menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil posttest kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Lalu hasil uji Independent sample t-test pada keaktifan siswa pertemuan kedua diperoleh hasil bahwa thitung > ttabel yaitu 5,543 > 1,670, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan keaktifan siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.
Maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terhadap hasil belajar dan keaktifan belajar siswa kelas XI Jurusan Teknik Kendaraan Ringan di SMK Negeri 1 Ngawen.
Tabel 2.1
Persamaan dan Perbedaan Penelitian
No. Judul Penelitian Persamaan Perbedaan 1. penelitian yang
dilakukan oleh Hayyumi
Crisiwanti (2022), dengan judul :
“Pengaruh Model Contextual
Teaching and Learning (CTL) dengan
Pendekatan
Project Based Learning (PjBL) terhadap
- Penelitian terdahulu dan penelitian saat ini sama-sama membahas tentang pengaruh Model
Pembelajaran Project Based Learning (PjBL).
1. Variabel bebas penelitian terdahulu adalah Model Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan Pendekatan Project Based Learning (PjBL), sedangkan variable bebas penelitian saat
ini Model
Pembelajaran
Project Based Learning (PjBL).
No. Judul Penelitian Persamaan Perbedaan Keterampilan
Berfikir Kritis dan Hasil Belajar Biologi Siswa SMA”.
2. Variabel terikat penelitian terdahulu adalah
Keterampilan
Berfikir Kritis dan Hasil Belajar Biologi Siswa, sedangkan variable terikat penelitian saat ini hanya hasil belajar Biologi siswa saja.
2. penelitian yang dilakukan oleh Eva Nur Hidayah (2020), dengan judul : “Pengaruh Model
Pembelajaran Project Based Learning
Terintegrasi
STEM pada
Materi Sistem Pernafasan
terhadap
Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPA di MAN 1 Jember Tahun Pelajaran
2019/2020”.
- Penelitian terdahulu dan penelitian saat ini sama-sama membahas tentang pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL).
1. Variabel bebas penelitian terdahulu adalah Model Pembelajaran
Project Based Learning
Terintegrasi STEM, sedangkan variabel bebas penelitian saat ini hanya Model Pembelajaran
Project Based Learning (PjBL) saja.
2. Variabel terikat penelitian terdahulu adalah Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa, sedangkan variabel terikat penelitian saat ini hanya hasil belajar Biologi siswa saja.
3. penelitian yang dilakukan oleh Rani Mardiana (2017), dengan judul : “Pengaruh Model
Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) terhadap Hasil Belajar
- Penelitian terdahulu dan penelitian saat ini sama-sama membahas tentang pengaruh Model
Pembelajaran Project Based
1. Materi yang digunakan pada penelitian terdahulu adalah materi fisika, sedangkan materi yang digunakan pada penelitian saat ini adalah materi biologi.
No. Judul Penelitian Persamaan Perbedaan Siswa pada
Konsep Impuls dan Momentum (Kuasi
Eksperiment di
SMA Arif
Rahman Hakim)”.
Learning (PjBL).
- Variabel terikat penelitian terdahulu dan penelitian saat ini sama- sama hasil belajar siswa.
4. penelitian yang dilakukan oleh Agnes Rofika Dewi (2020), dengan judul :
“Pengaruh Model Project Based Learning (PjBL) terhadap Hasil Belajar dan Keterampilan Sains Peserta Didik Kelas VII pada Materi Pencemaran Lingkungan di SMP Negeri 6 Jember”.
- Penelitian terdahulu dan penelitian saat ini sama-sama membahas tentang pengaruh Model
Pembelajaran Project Based Learning (PjBL).
1. Variabel terikat pada penelitian terdahulu adalah hasil belajar dan keterampilan sains peserta didik sedangkan variabel terikat pada penelitian saat ini adalah hasil belajar biologi siswa.
2. Materi pada penelitian terdahulu adalah Pencemaran Lingkungan di kelas VII SMP sedangkan
materi pada
penelitian saat ini adalah Kingdom Animalia di kelas X SMA.
5. penelitian yang dilakukan oleh Kiki Okta Dwi Utama (2019), dengan judul :
“Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terhadap Hasil Belajar dan Keaktifan Belajar Siswa di SMK
Negeri 1
Ngawen”.
- Penelitian terdahulu dan penelitian saat ini sama-sama membahas tentang pengaruh Model
Pembelajaran Project Based Learning (PjBL).
1. Variabel terikat pada penelitian terdahulu adalah hasil belajar dan keaktifan belajar siswa sedangkan variabel terikat pada penelitian saat ini adalah hasil belajar biologi siswa.
2. kelas eksperimen dan kelas kontrol yang digunakan pada penelitian terdahulu adalah XI SMK jurusan Teknik
No. Judul Penelitian Persamaan Perbedaan Kendaraan Ringan sedangkan kelas eksperimen dan kelas
kontrol yang
digunakan pada penelitian saat ini adalah X SMA jurusan MIPA.
B. Kajian Teori
1. Model Pembelajaran
a. Pengertian Model Pembelajaran
Model pembelajaran adalah sebuah kerangka konseptual, yang memuat tujuan pembelajaran, sintaks pembelajaran, sistem manajemen dan lingkungan belajar yang digunakan oleh guru sebagai pedoman untuk membelajarkan siswa, sehingga siswa mengalami perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar. Model pembelajaran menggambarkan keseluruhan urutan alur atau langkah-langkah yang pada umumnya diikuti oleh serangkaian kegiatan pembelajaran. Dalam model pembelajaran ditunjukkan secara jelas kegiatan-kegiatan apa yang perlu dilakukan oleh guru atau siswa, bagaimana urutan kegiatan- kegiatan tersebut, dan tugas-tugas khusus apa yang perlu dilakukan oleh siswa.
Menurut M. Sobry Sutikno (2020 : 74) menjelaskan bahwa dalam satu model pembelajaran bisa terdiri atas beberapa metode pembelajaran. Misalnya, untuk pelaksanaan “model bermain peran”
bisa terdiri dari beberapa metode didalamnya yaitu : metode ceramah
(guru menjelaskan masalah), metode penugasan (siswa diminta untukmencari jawaban terhadapmasalah yang diajukan oleh guru dalam kegiatan bermain peran), dan metode diskusi (siswa mendiskusikan tentang peran yang telah dilakukan).
b. Ciri-ciri Model Pembelajaran
Model pembelajaran mempunyai 5 ciri khusus yang membedakan dengan strategi, metode ataupun prosedur. Ciri-ciri terebut antara lain :
1) Berdasarkan teori pendidikan dan teori belajar tertentu 2) Mempunyai misi atau tujuan pendidikan tertentu
3) Dapat dijadikan pedoman untuk perbaikan kegiatan pembelajaran di kelas
4) Memiliki perangkat bagian model
5) Memiliki dampak sebagai akibat penerapan model pembelajaran baik langsung maupun tidak langsung.
c. Fungsi Model Pembelajaran
Adapun fungsi model pembelajaran yaitu :
1) pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan kegiatan pembelajaran
2) pedoman bagi dosen/guru dalam melaksanakan pembelajaran sehingga dosen/guru dapat menentukan langkah dan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam pembelajaran
3) memudahkan para guru dalam membelajarkan para siswanya guna untuk mencapai tujuan yang ditetapkan
4) membantu siswa memperoleh informasi, ide, keterampilan, nilai- nilai, cara berfikir, dan belajar bagaimana belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran.
2. Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL)
a. Pengertian Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL)
Model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) merupakan model belajar yang melibatkan siswa secara langsung dalam memecahkan permasalahan yang ditugaskan sesuai dengan materi pembelajaran. Siswa akan diarahkan untuk membangun sendiri pengetahuannya oleh guru melalui pertanyaan yang mendasar, yang akan mengarahkan siswa untuk merencanakan sebuah proyek yang akan membantu mereka untuk menjawab pertanyaan tadi secara tuntas.
Siswa diberikan kesempatan untuk aktif mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktivitas secara nyata melalui sebuah kegiatan proyek.
Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) merupakan model pembelajaran yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktifitas secara nyata.Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL)
dirancang untuk digunakan pada permasalahan kompleks yang diperlukan siswa dalam melakukan investigasi dan memahaminya.
Melalui Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL), proses inquiry dimulai dengan memunculkan pertanyaan penuntun dan membimbing siswa dalam sebuah proyek kolaboratif yang mengintegrasikan berbagai materi dalam kurikulum. Pada saat pertanyaan terjaab, secara langsung siswa dapat melihat berbagai elemen utama sekaligus berbagai prinsip dalam sebuah disiplin yang sedang dikajinya.Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) merupakan investigasi mendalam tentang sebuah topik dunia nyata, hal ini akan berharga bagi atensi dan usaha siswa.
Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) merupakan pembelajaran yang berpusat pada proses, relatif berjangka waktu, berfokus pada masalah, unit pembelajaran bermakna dengan memadukan konsep-konsep dari sejumlah komponen baik itu pengetahuan, disiplin ilmu atau lapangan. Pada Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) kegiatan pembelajarannya berlangsung secara kolaboratif dalam kelompok yang heterogen.Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) memiliki potensi yang sangat besar untuk melatih proses berfikir siswa yang mengarah pada keterampilan berfikir kritis siswa. Keterampilan berfikir kritis siswa dikembangkan di setiap tahapan pembelajaran dalam Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL).Siswa menjadi terdorong
dalam belajar mereka, guru berperan sebagai mediator dan fasilitator (Ida Ayu, 2014).
Secara sederhana, Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) didefinisikan sebagai suatu pengajaran yang mencoba mengaitkan antara teknologi dengan masalah kehidupan sehari-hari yang akrab dengan siswa, atau dengan suatu proyek sekolah.
Sementara itu Bransfor dan Stein (1993) mendefinisikan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) sebagai pendekatan pengajaran yang komprehensif yang melibatkan siswa dalam kegiatan penyelidikan yang kooperatif dan berkelanjutan (Warsono, 2013 : 153).
Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) memusatkan diri terhadap adanya sejumlah masalah yang mampu memotivasi, serta mendorong para siswa berhadapan dengan konsep- konsep dan prinsip-prinsip pokok pengetahuan secara langsung sebagai pengalaman tangan pertama (hands-on experience).Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) adalah suatu teknik pengajaran yang khas dan berbeda dengan umumnya teknik pengajaran.Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) meningkatkan kebiasaan belajar siswa yang khas serta praktik pembelajaran yang baru.Para siswa harus berfikir secara orisinal sampai akhirnya mereka dapat memecahkan suatu masalah dalam kehidupan nyata. Contoh proyeknya misalnya : Bagaimana
menemukan cara yang efektif untuk membersihkan kolam ikan di halaman sekolah? Pertanyaan yang menantang semacam ini akan meningkatkan keterampilan berfikir kreatif karena siswa akan tahu tersedia banyak cara untuk menyelesaikan masalah (Warsono, 2013 : 154).
Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru sehingga secara otomatis guru berarti juga menggunakan pendekatan saintifik (scientific approach) dalam pembelajarannya.
Pendekatan saintifik adalah pendekatan pembelajaran di mana siswa memperoleh pengetahuan berdasarkan cara kerja ilmiah. Melalui pendekatan saintifik ini siswa akan diajak meniti jembatan emas sehingga ia tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan semata tetapi juga akan mendapatkan keterampilan dan sikap-sikap yang dibutuhkan dalam kehidupannya kelak. Saat belajar menggunakan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) ini, siswa dapat berlatih menalar secara induktif.
Pendekatan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) didukung teori belajar konstruktivistik. Konstruktivisme adalah teori belajar yang mendapat dukungan luas yang bersandar pada ide bahwa siswa membangun pengetahuannya sendiri di dalam konteks pengalamannya sendiri.Adanya peluang untuk menyampaikan ide, mendengarkan ide-ide orang lain, dan merefleksikan ide sendiri pada
ide-ide orang lain, adalah suatu bentuk pengalaman pemberdayaan individu. Proses interaktif dengan kawan sejawat itu membantu proses konstruksi pengetahuan (Susriyati, 2015).
b. Ciri-ciri Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL)
Pelaksanaan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dalam proses pembelajaran di kelas tidak hanya menekankan pada pemahaman siswa terhadapprosedur metode ilmiah tetapi siswa diharapkan dapat melakukan perencanaan, perancangan, dan pelaksanaan serta pelaporan (Depdiknas 2004 dalam Tinenti 2011).
Dengan demikian dapat diungkapkan bahwa ciri-ciri Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) adalah :
1. Dalam pelaksanaannya diawali dengan siswa melakukan perencanaan, dimana yang dilakukan siswa pada tahap ini adalah : a) membuat keputusan, b) membuat kerangka kerja terhadap masalah yang pemecahannya tidak ditentukan sebelumnya.
2. Siswa melakukan perancangan, dimana yang dilakukan siswa pada tahap ini adalah merancang proses untuk mencapai hasilyang dapat dipertanggung jawabkan.
3. Siswa melakukan pelaksanaan penyelidikan, dimana yang dilakukan siswa pada tahap ini adalah : a) melakukan penyelidikan sesuai dengan proses yang telah dirancang untuk mendapatkan dan mengelola informasi yang dikumpulkan, b) melakukan evaluasi
secara kontinyu dan teratur, c) melihat kembali apa yang dikerjakan, apakah sudah sesuai dengan perencanaan atau belum sesuai.
4. Siswa melakukan pelaporan dimana yang dilakukan siswa pada tahap ini adalah melaporkan hail akhir berupa produk yang telah dievaluasi kualitasnya baik secara tertulis maupun secara lisan.
Selain berkaitan dengan kegiatan yang harus dilakukan siswa selama proses pembelajaran, adapun ciri-ciri Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) yang berkaitan dengan isi, kondisi, aktivitas, maupun hasil dari pelaksanaan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) itu sendiri. Dengan demikian dapat diungkapkan ciri khas tersebut seperti yang diungkapkan oleh Santyasa (2006 : 11) yaitu :
1) Isi harus memuat gagasan yang orisinil a. Masalah harus kompleks
b. Siswa harus menemukan hubungan antara gagasan yang diajukan c. Siswa harus dihadapkan pada masalah yang tidak jelas
d. Pertanyaan yang digunakan dalam mengajukan masalah sebaiknya cenderung mempersoalkan masalah dunia nyata/otentik
2) Kondisi harus mengutamakan otonomi siswa
a. Siswa diarahkan untuk melakukan inquiry dalam konteks masyarakat
b. Siswa diarahkan untuk mampu mengelola waktu secara efektif dan efisien
c. Siswa diarahkan untuk belajar penuh dengan kontrol diri d. Siswa harus dapat mensimulasikan kerja secara professional 3) Aktivitas harus mengandung investigasi kelompok kolaboratif
1) Siswa berinvestigasi selama periode tertentu 2) Siswa melakukan pemecahan masalah kompleks
3) Siswa memformulasikan hubungan antara gagasan orisinilnya untuk mengkontruksi keterampilan baru
4) Siswa menggunakan teknologi otentik dalam memecahkan masalah
5) Siswa melakukan umpan balik mengenai gagasan mereka berdasarkan respon ahli atau dari hasil tes
4) Hasil harus produk nyata
a. Siswa menunjukkan produk nyata berdasarkan hasil investigasi mereka
b. Siswa melakukan evaluasi diri
c. Siswa responsif terhadap segala implikasi dari kompetensi yang dimilikinya
d. Siswa mendemonstrasikan kompetensi social, manajemen pribadi, dan regulasi belajarnya.
c. Langkah-langkah Pelaksanaan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL)
Secara umum, langkah-langkah pembelajaran dalam melaksanakan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) adalah perencanaan, penciptaan dan penerapan, serta pemrosesan yang dapat digambarkan dibawah ini :
Tabel 2.2
Kerangka Kerja Umum dari Pembelajaran Berbasis Proyek
Planning Creating Processing
Choosing Topic Developing Though &
Documentation
Reflection Searching
Revoluces
Coordinating & Blending Follow Up Organizing
Sumber : Warsono, 2013 : 157.
Berdasarkan tabel diatas, dapat dipahami bahwa Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terdiri dari tiga fase pokok.Pada fase pertama, yaitu fase perencanaan.Dalam tahap ini, pengajar memilih topik, mencari sumber-sumber terkait informasi yang relevan, dan mengorganisasikan sumber-sumber menjadi suatu bentuk yang berguna.Dalam fase implementasi atau fase penciptaan, pengajar mengembangkan gagasan terkait proyek, menggabungkan dan menyinergikan seluruh kontribusi dari anggota kelompok, dan mewujudkan proyeknya.Dalam fase ketiga, yaitu fase pemrosesan, proyek hasil karya mereka didiskusikan dengan prinsip saling berbagi dengan kelompok yang lain, sehingga diperoleh umpan balik, kemudian setiap kelompok melakukan refleksi terhadap hasil
karyanya. Pada akhirnya karena prinsip kesinambungan artefak hasil proyek ini dapat dikembangkan dan disempurnakan dalam suatu proyek yang lain (Warsono, 2013 : 157).
Langkah-langkah kegiatan yang umum diterapkan dalam pembelajaran berbasis proyek (PjBL) adalah sebagai berikut :
1. Timbulnya masalah dari para siswa. Dalam hal ini terkait dengan menghadapi masalah (problem facing), mendefinisikan masalah (problem definition), dan kategori masalah (problem categorization).
2. Memunculkan adanya proyek sebagai alternative pemecahan masalah.
3. Pembentukan tim pembelajaran kolaboratif / kooperatif untuk menyelesaikan masalah / proyek. Biasanya menerapkan struktur Jigsaw.
4. Setelah kajian lebih lanjut dalam tim mereka, para siswa yang cepat belajar membantu rekannya yang lambat belajar sehingga tidak mengganggu kelangsungan proyek.
5. Hal ini mencapai titik kulminasinya berupa pengerjaan serangkaian tugas berkelanjutan bagi semua anggota tim yang memungkinkan terciptanya hasil pemikiran siswa yang nyata, dapat dilihat dan dipublikasikan berupa suatu artefak atau karya pemikiran yang bermakna (Warsono, 2013 : 158).
Untuk lebih memudahkan dalam memahami langkah-langkah model pembelajaran Project Based Learning (PjBL), ialah sebagai berikut :
1. Tahap : Penentuan Proyek
Penyampaian topik dalam teori oleh pengajar kemudian disusul dengan kegiatan pengajuan pertanyaan oleh siswa mengenai bagaimana memecahkan masalah.Selain mengajukan pertanyaan siswa juga harus mencari langkah yang sesuai dengan dalam pemecahan masalahnya.
2. Tahap : Perencanaan Langkah-Langkah Penyelesaian Proyek Pengajar melakukan pengelompokan terhadap siswa sesuai dengan prosedur pembuatan proyek.Pada KD menerapkan komunikasi efektif kehumasan menunjukkan ketidaktuntasan pada ranah kognitif.Kemudian siswa melakukan pemecahan masalah melalui kegiatan diskusi bahkan terjun langsung dalam lapangan.
3. Tahap : Penyusunan Jadwal Pelaksanaan Proyek
Melakukan penetapan langkah-langkah serta jadwal antara pengajar dan siswa dalam penyelesaian proyek tersebut.Setelah melakukan batas waktu maka siswa dapat melakukan penyusunan langkah serta jadwal dalam realisasinya.
4. Tahap : Penyelesaian Proyek dengan Fasilitas dan Monitoring Guru