• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prosedur Penelitian dan Pengembangan

Dalam dokumen PENGEMBANGAN MODUL ELEKTRONIK (Halaman 81-89)

METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

B. Prosedur Penelitian dan Pengembangan

Prosedur penelitian dan pengembangan ini menggunakan model Lee

& Owens yang melalui lima tahap, yaitu:

1. Tahap Multimedia Needs Assessment and Analysis (Penilaian dan Analisis kebutuhan)

Tahap pertama adalah tahap penilaian dan analisis (assessment/analysis) yang dibagi menjadi dua bagian yaitu penilaian kebutuhan (need assessment) dan analisis awal akhir (front-end analysis) (Lee & Owens, 2004:XXVIII). Hal-hal yang dilakukan pada tahap analisis adalah:

a. Need Assessment (penilaian kebutuhan)

Penilaian kebutuhan dilakukan untuk menentukan kesenjangan antara keadaan nyata saat ini dengan keadaan yang diinginkan. Penilaian kebutuhan juga mengidentifisikan perbedaan antara kondisi nyata dengan kondisi yang diinginkan dan menentukan tindakan melalui enam tahapan yakni:

1) Determine the Present Condition (Menentukan kondisi yang ada)

Pada tahap ini dilakukan penentuan kondisi yang ada pada kelas X IPA di MA Miftahul Ulum Suren. Penentuan kondisi dilakukan dengan cara mengamati proses pembelajaran dan wawancara kepada guru biologi kelas X IPA di MA Miftahul Ulum Suren tentang hasil belajar dalam pembelajaran

biologi dan media yang digunakan disaat pembelajaran berlangsung.

2) Define the Job (Menentukan kondisi seharusnya)

Pada tahap ini menentukan kondisi seharusnya dengan menjabarkan mengenai analisis pekerjaan siswa dalam kegiatan belajar saat proses pembelajaran di kelas.

3) Rank the Goals in Order of Importance (Memprioritaskan tujuan)

Pada tahap ini dibuat daftar prioritas tujuan dilakukan untuk mengatasi kesenjangan dalam proses pembelajaran IPA kelas X MA Miftahul Ulum Suren.

4) Identify Discrepancies (Menentukan kesenjangan)

Pada tahap ini melakukan identifikasi perbedaan yang ada di sekolah antara kondisi sebenarnya dan kondisi ideal kemudian mengurutkan kegiatan yang seharusnya dilakukan tapi tidak dilakukan dalam pembelajaran.

5) Determine Positive Areas (Menentukan area positif)

Pada tahap penentuan area positif dilakukan untuk menjabarkan mengenai kelebihan yang dimiliki oleh sekolah atau kelas dan pendukung lainnya.

6) Set Priorities for Action (Penentuan langkah prioritas)

Pada tahap ini dilakukan penentuan langkah-langkah prioritas yang harus dilakukan untuk mewujudkan tujuan yakni mengembangkan produk.

b. Front-End Analysis (analisis awal-akhir)

Analisis Front-End merupakan bagian dari tahap analisis dengan tujuan untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap atau lebih komprehensif tentang apa yang akan dikembangkan.

Pada tahap analisis front-end terdapat beberapa tahapan kegiatan, yaitu sebagai berikut:

1) Audience analysis (analisis peserta/pengguna)

Tahap analisis peserta/pengguna bertujuan untuk menentukan subjek calon pengguna produk untuk kebutuhan belajar siswa yang ada pada MA Miftahul Ulum Suren Jember.

2) Technology analysis (analisis teknologi)

Analisis ini mengidentifikasi kemampuan teknologi yang ada di MA Miftahul Ulum Suren Jember. Tujuan dari tahapan ini adalah sebagai acuan untuk merumuskan spesifikasi media pembelajaran.

3) Situational analysis (analisis keadaan)

Pada tahap analisis keadaan dilakukan untuk mengidentifikasi kendala lingkungan belajar yang ada di MA Miftahul Ulum Suren Jember. Tahap ini dilakukan dengan

wawancara atau menyebar angket kuesioner kepada siswa kelas X IPA MA Miftahul Ulum Suren Jember. Analisis keadaan dilakukan untuk mengetahui hambatan dan kekurangan dalam proses pembelajaran, metode pembelajaran serta sumber belajar yang digunakan pada materi animalia yang dialami siswa dalam proses pembelajaran

4) Task analysis (analisis tugas)

Pada tahap analisis tugas ini dilakukan untuk menentukan pengetahuan dan keterampilan yang harus dimiliki oleh pelaksana tugas untuk keberhasilan pengembangan media pembelajaran ini. Beberapa ahli dalam pengembangan ini memiliki potensi untuk mempengaruhi keberhasilan produk diproduksi, diantaranya ialah:

a) Pengembang produk: Peneliti

b) Validasi materi produk: Ahli materi dosen Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember pendidikan biologi yang menguasai materi animalia.

c) Validasi desain produk: Ahli desain dosen Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember pendidikan biologi yang mengampu mata kuliah media pembelajaran dan menguasai ilmu desain media.

d) Validasi bahasa produk: Ahli bahasa Indonesia dosen Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

e) Validasi instrumen tes: ahli pendidikan biologi dosen Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember pendidikan biologi yang menguasai instrumen tertentu.

5) Critical-incident analysis (analisis tujuan penting)

Pada tahap analisis tujuan penting dilakukan untuk menentukan apa yang harus ditargetkan dalam intervensi multimedia atau proses pembelajaran. Tahap ini dilakukan setelah mengetahui permasalahan yang ada pada MA Miftahul Ulum Suren Jember.

6) Objective analysis (analisis objektif)

Pada tahap analisis objektif dilakukan untuk menentukan tujuan atau sasaran pengembangan media pembelajaran. Adapun tujuan dari pada pembuatan produk media pembelajaran ialah:

a) Mendeskripsikan kevalidan produk e-modul keanekaragaman pisces berdasarkan hasil identifikasi ikan di desa Plalangan Kalisat untuk siswa kelas X IPA MA Miftahul Ulum Suren Jember.

b) Mendeskripsikan kepraktisan produk e-modul keanekaragaman pisces berdasarkan hasil identifikasi ikan di Desa Plalangan Kalisat untuk siswa kelas X IPA MA Miftahul Ulum Suren Jember.

c) Mendeskripsikan tingkat keefektifan e-modul keanekaragaman pisces berdasarkan hasil identifikasi ikan di desa Plalangan Kalisat untuk siswa kelas X IPA MA Miftahul Ulum Suren Jember

7) Issue analysis (analisis isu)

Pada tahap analisis isu dilakukan untuk mengidentifikasi pokok persoalan untuk menentukan media apa yang dibutuhkan siswa. Identifikasi pokok persoalan ini lebih mengacu pada tingkat pemahaman dan hasil belajar siswa. Hasil dari analisis ini digunakan sebagai penentuan materi pembelajaran dan media yang sesuai dengan permasalahan dan kebutuhan terhadap produk yang dikembangkan.

8) Media analysis (analisis media)

Pada tahap analisis media dilakukan untuk menentukan bentuk dan isi dari media pembelajaran. Terdapat berbagai jenis media pembelajaran yang dapat digunakan, media tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan belajar. Media pembelajaran ini harus disesuaikan dan berkaitan dengan hasil analisis sebelumnya yang telah dilakukan di MA Miftahul Ulum Suren Jember.

2. Tahap Multimedia Instructional Design (Desain)

Pada tahap desain berisi perancangan kerangka media pembelajaran yang akan dikembangkan. Secara garis besar tahap desain berupa kegiatan yang meliputi: membuat jadwal, tim proyek, spesifikasi media, dan kontrol konfigurasi.

Membuat jadwal dilakukan untuk merancang jadwal perencanaan pelaksanaan pengembangan media pembelajaran.

Tim proyek yang ada pada tahap desain media pembelajaran ialah pihak yang terlibat dalam proses produksi dan pengembangan media pembelajaran. Salah satu pihak yang terlibat dalam proses produksi dan pengembangan media pembelajaran ialah peneliti, validator yang ditinjau dari 4 aspek yaitu kevalidan materi, kevalidan media, dan kevalidan bahasa serta 1 guru sebagai praktikalitas.

Spesifikasi media dilakukan untuk menyusun rancangan awal sampai akhir yang ada pada tampilan media pembelajaran berdasarkan kerangka yang telah ditetapkan oleh permendikbud (2017).

Kontrol konfigurasi dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai alur desain media pembelajaran, maka perlu di desain ke dalam sebuah siklus review.

3. Tahap Multimedia Development (Pengembangan)

Pada tahap ketiga ini yaitu mengembangkan media pembelajaran berdasarkan rancangan yang telah dibuat pada tahap

desain. Adapun langkah-langkah yang dilakukan peneliti dalam mengembangkan media pembelajaran yaitu:

a. Determine the Type of Product and Platform (Penentuan jenis produk dan platform)

b. Assemble Components (Perakitan komponen) c. Conduct Reviews (Melakukan review)

4. Tahap multimedia implementation (implementasi)

Pada tahap implementation (penerapan) dilakukan uji coba lapangan dengan menguji produk melalui respon siswa. Respon siswa ini merupakan sebuah penilaian mengenai produk sumber media pembelajaran berupa e-modul. Uji coba lapangan dilakukan setelah melakukan revisi produk e-modul. Uji coba lapangan dilakukan kepada 35 siswa, subjek uji coba yaitu kelas X IPA di MA Miftahul Ulum Suren. Pada tahap ini langkah yang dilakukan adalah menguji coba produk yang telah dihasilkan kepada subjek yang sesungguhnya (siswa MA) untuk menentukan bagian-bagian yang perlu dilakukan perbaikan.

5. Tahap multimedia evaluation (evaluasi)

Tahap ini merupakan tahap terakhir dalam penelitian model pengembangan Lee dan Owens. Pada tahap ini dilakukan evaluasi formatif terhadap produk e-modul. Evaluasi formatif yaitu evaluasi yang dilakukan untuk merevisi data pada setiap tahapan yang digunakan untuk menyempurnakan produk yang sudah dilakukan pada tahap implementasi. Kelemahan dan kekurangan yang ditemukan pada

tahap implementasi selanjutnya dijadikan perbaikan dari sumber belajar yang dikembangkan. Jika hasil yang didapat dinilai valid maka dapat dijadikan sebagai acuan untuk penelitian selanjutnya.

Dalam dokumen PENGEMBANGAN MODUL ELEKTRONIK (Halaman 81-89)

Dokumen terkait