• Tidak ada hasil yang ditemukan

RISIKO DAN REAL OPTION DALAM CAPITAL BUDGETING

Dalam dokumen Buku Manajemen Keuangan pdf (Halaman 152-158)

Hingga sekarang kita bekerja dengan cash flow yang diharapkan ketika menerima usulan investasi yang baik. Dalam perjalanannya, kadangkala kita lupa akan kenyataan hidup. Harapan–harapan bisa saja tidak terealisasi. Ada risiko yang terkait dengan estimasi cash flow juga ada risiko terkait dengan unsur – unsur kehidupan kita. Risiko merupakan kemungkinan simpangan dari hasil (out comes).

yang diharapkan atau nilai indeks kemampulabaan yang diharapkan serta penyebaran nilai yang diharapkan. Melalui penggunaan simulasi berarti dilakukan pengujian hasil yang mungkin dari proposal investasi sebelum proposal tersebut diterima. Pengujian itu sendiri didasarkan pada model yang dikalikan dengan informasi kemungkinan.

11.3. Real Option dalam Investasi Modal

Pembahasan ini mempertimbangkan tingkat risiko yang ada untuk memutuskan penerimaan atau penolakan proyek. Namun demikian, setelah proyek diterima manajemen dapat dan sering melakukan perubahan–perubahan yang mempengaruhi arus kas berikutnya dan atau usia proyek. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa real option merupakan fleksibelitas manajemen untuk membuat keputusan di masa depan yang mempengaruhi arus kas yang diharapkan, usia atau penerimaan atas suatu proyek.

Adanya real option mendorong peningkatan nilai proyek investasi.

Nilai proyek dapat dianggap sebagai nilai sekarang bersih (NPV), dihitung secara tradisional, ditambah nilai setiap pilihan, sehingga diperoleh formula sebagai berikut:

Nilai proyek = NPV + nilai pilihan (11.1) Semakin banyak pilihan dan semakin tinggi ketidakpastian yang meliputi penggunaan proyek, semakin besar nilai pilihan dan semakin besar nilai proyek. Semakin besar ketidakpastian, semakin besar kemungkinan pilihan akan dilaksanakan dan selanjutnya semakin besar nilai pilihan. Jenis real option meliputi: 1) pilihan memperluas atau memperkecil – pilihan yang memungkinkan perusahaan untuk

memperluas produksi jika keadaan baik dan memperkecil jika keadaan tidak baik, 2) pilihan untuk meninggalkan atau melepaskan–jika proyek memiliki nilai pembatalan, secara efektif menunjukkan pilihan ‘put’ bagi pemilik proyek, 3) pilihan untuk menunda – pilihan untuk menunggu hingga diperoleh informasi baru.

Pilihan – pilihan ini kadangkala diperlakukan secara informal sebagai faktor–faktor kualitatif pada saat melakukan penilaian proyek.

Perlakuan terhadap pilihan ini mungkin terbatas hanya pada ‘jika hal ini terjadi, maka perusahaan dapat melakukan.’ Pilihan manajerial lebih sulit dinilai daripada pilihan – pilihan keuangan; formula – formula opsi keuangan tidak dapat diterapkan pada opsi manajerial. Untuk itu digunakan pendekatan – pendekatan yang kurang tepat seperti pohon keputusan dan simulasi.

11.4. Opsi untuk Ekspansi

Dalam proyek pendirian pabrik, manajemen sering memiliki pilihan untuk membuat investasi lanjutan. Seperti Gummy Glue Company sedang mempertimbangkan pembuatan lem baru yang revolusioner. Perusahaan itu dapat membangun pabrik yang mampu memroduksi 25.000 galon lem/bulan. Namun tingkat produksi tersebut dipandang dari sisi produksi maupun pemasaran bersifat tidak ekonomis, akibatnya nilai sekarang bersih proyek diperkirakan–Rp 3 juta. Berdasar metode tradisional Gummy Glue Company sedang mempertimbangkan pembuatan lem baru yang revolusioner. Perusahaan itu dapat membangun pabrik yang mampu memroduksi 25.000 galon lem/bulan.

Namun tingkat produksi tersebut dipandang dari sisi produksi maupun pemasaran bersifat tidak ekonomis, akibatnya nilai sekarang bersih

proyek diperkirakan – Rp 3 juta. Berdasar metode tradisional arus kas diskonto, proyek inni seharusnya ditolak.

Namun lem baru ini diperkirakan dapat memenangkan persaingan.

Jika penjualan meningkat secara dramatis, perusahaan dapat memperluas pabrik baru, misalnya dalam dua tahun. Dengan perluasan ini, produksi akan meningkat tiga kali lipat dan pabrik akan beroperasi pada skala effisiensi yang tinggi. Akan tetapi kesempatan untuk memenuhi tingkat permintaan yang lebih tinggi tidak diperoleh jika investasi tahap pertama tidak dilakukan. Jika perusahaan ini tidak melakukan investasi awal, perusahaan ini tidak akan mengalami apa yang disebut oleh ahli strategi bisnis sebagai keuntungan pelopor.

11.5. Pengabaian Opsi

Pilihan kedua ini adalah membatalkan proyek yang telah dipilih.

Ini dapat dilakukan dengan cara menjual aktiva proyek atau menggunakannya di bagian lain perusahaan. Dengan kedua cara diatas, nilai pembatalan dapat diperkirakan. Akan tetapi, proyek – proyek tertentu tidak memiliki nilai pasar atau alternatif penggunaan dan karenanya nilai pelepasannya sama dengan 0.

Alasan yang digunakan untuk menentukan apakah suatu proyek sebaiknya dibatalkan sama dengan alas an dilakukannya penganggaran modal. Dana harus dipindahkan atau dibatalkan dari proyek yang dianggap sudah tidak memberikan nilai ekonomis yang mencukupi.

Secara umum proyek investasi seharusnya dilepaskan pada saat 1) nilai pembatalan melebihi nilai sekarang arus kas berikutnya di masa depan, 2) pembatalan akan lebih baik jika dilakukan pada saat ini daripada beberapa waktu kemudian. Jika perusahaan memiliki kemampuan untuk

melakukan pembatalan, maka nilai proyek investasi mungkin dapat ditingkatkan, sehingga,

NP = NPV tanpa pil. Pelepasan + Nilai pil. Pembatalan (11.2) Dimana : NP : Nilai Proyek

11.6. Penundaan Opsi atau Waktu

Pada beberapa proyek investasi, terdapat pilihan untuk menunda, yaitu pelaksanaan proyek tidak perlu dilakukan pada saat itu juga.

Dengan menunggu, perusahaan dapat memperoleh informasi baru tentang pasar, harga, biaya, dan lain – lain. Namun penundaan menyebabkan perusahaan kehilangan arus kas yang seharusnya dapat diperoleh lebih cepat serta keuntungan sebagai pelopor. Pada saat melakukan keputusan yang berkaitan dengan produk baru, manajemen memiliki pilihan untuk meluncurkan produk saat ini atau di kemudian hari. Jika produk diluncurkan sekarang, perusahaan akan memperoleh arus kas lebih cepat daripada jika dilakukan penundaan. Namun jika perusahaan menunda, perusahaan dapat melakukan yang lebih menguntungkan. Seperti halnya pilihan manajer lainnya, semakin besar perubahan arus kas yang mungkinsemakin besar nilai pilihan untuk menunda. Namun perlu dipastikan bahwa pilihan menunda tetap dapat dilakukan. Kadangkala tidak baik menunggu untuk informasi terakhir.

Pada saat itu, perusahan–perusahaan lain telah mengambil kesempatan sehingga marjin laba tidak memuaskan. Namun ada beberapa perkecualian, seperti American Home Products Corporation, salah satu perusahaan dengan laba tertinggi di AS, secara konsisten menggunakan strategi menunggu hingga pasar produk berkembang sebelum perusahaan tersebut meluncurkan produk serupa yang lebih baik atau produk lanjutan. Melalui iklan dan langkah pemasaran yang jitu, perusahaan

secara cepat dapat mempeoleh pangsa pasar dan posisi yang menguntungkan.

12.1. Kondisi Ketidak Pastian

Menurut Friedman dan Savage (1948) menyatakan bahwa suatu kelas reaksi penting dari individu terhadap risiko dapat dirasionalkan oleh suatu perluasan analisis utilitas sederhana dari kaum ortodox.

Individu sering harus, atau dapat, memilih alternatif yang berbeda, di antaranya, di dalam. derajat pengambilan risiko bagi individu mana akan menjadi pokok. Contoh yang paling jelas disajikan oleh asuransi dan perjudian. Seorang individu yang membeli asuransi kebakaran atas suatu rumahnya yang dipertanggungkan dengan (premi asuransi) yang kecil di dalam pilihan kepada kombinasi suatu kesempatan akan mengalami kerugian lebih besar (nilai rumah) dan suatu kesempatan besar tidak ada kerugian jika terbakar dengan asuransi kebakaran. Hal ini menggambarkan ia sedang memilih kepastian di dalam pilihan ke ketidak-pastian.

12.2. Pilihan

Seorang yang membeli suatu karcis lotere akan kehilangan kesempatan yang besar atas uang pokok (harga karcis lotere) untuk mendapatkan kesempatan yang kecil untuk memenangkan suatu jumlah besar (suatu hadiah) di dalam pilihan kepada menghindarkan resiko kedua-duanya, maka. ia sedang memilih ketidak-pastian di dalam pilihan ke kepastian.

Bab 12

ANALISIS UTILITAS

Dalam dokumen Buku Manajemen Keuangan pdf (Halaman 152-158)

Dokumen terkait