• Tidak ada hasil yang ditemukan

Risk Management System

The Company’s ERM framework is based on the integrated risk management framework developed by the Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission (COSO).

Risk management is carried out through a top-down approach that involves the BOD in the evaluation of high- level risks and a bottom-up approach where subsidiaries and business units would assess the risks specific to their operations. The Corporate ERM team comprehensively analyzes and consolidates the identified key risks, and submits periodic reports capturing the risk exposures and mitigating measures to the BOD and the AC.

PT INDOFOOD SUKSES MAKMUR Tbk      2022      Annua

Di tahun 2022, Perseroan telah menerapkan sistem ERM secara efektif untuk memberikan keyakinan yang memadai bahwa risiko-risiko yang signifikan dan rencana mitigasinya telah teridentifikasi dan dilaksanakan.

Berikut adalah risiko-risiko utama yang teridentifikasi selama tahun 2022:

Risiko Ketidakpastian Kondisi Ekonomi Global Kondisi ekonomi global, yang belum sepenuhnya pulih dari pandemi COVID-19, kembali memburuk, yang disebabkan konflik geopolitik. Hal ini memicu kenaikan harga energi dan pangan, hambatan pasokan beberapa komoditas utama, serta perubahan pada kebijakan atau regulasi di beberapa negara untuk mengantisipasi potensi pasokan yang terbatas. Kondisi tersebut menyebabkan kenaikan tingkat inflasi, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat dan tingkat suku bunga;

memperlambat pertumbuhan ekonomi dan tingkat penggangguran yang semakin meningkat (stagflasi).

Perseroan mengelola risiko tersebut dengan memantau situasi dan kondisi ekonomi secara ketat untuk dapat mengambil langkah-langkah mitigasi yang tepat dalam mengantisipasi dampak potensial dari menurunnya kondisi ekonomi global. Selain itu, Perseroan senantiasa menerapkan program penghematan biaya dan melakukan pengeluaran dengan lebih bijak.

Risiko Kenaikan Harga Komoditas dan Bahan Baku Biaya produksi dan harga jual produk yang dihasilkan Perseroan dipengaruhi oleh fluktuasi harga berbagai komoditas dan bahan baku. Beberapa faktor yang mempengaruhi fluktuasi harga antara lain tingkat permintaan dan pasokan komoditas dan bahan baku, kondisi cuaca, tren konsumsi, regulasi dari pemerintah, kondisi perekonomian, nilai tukar Rupiah terhadap mata uang dan peristiwa geopolitik. Di tahun 2022, konflik geopolitik yang berkepanjangan menyebabkan kenaikan yang signifikan terhadap harga komoditas bahan baku, termasuk gandum, serta depresiasi nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing yang dapat berdampak negatif pada kinerja keuangan Perseroan.

Untuk memitigasi risiko ini, Perseroan terus memperkuat mata rantai pasokan dengan menjalin kemitraan strategis dengan para petani dan pemasok dalam negeri, memperluas diversifikasi pemasok bahan baku, dan menggunakan subtitusi bahan baku berbiaya tinggi tanpa mengurangi kualitas dari produk akhir. Perseroan juga melakukan simulasi harga komoditas dan bahan baku untuk menelaah dampak pergerakan harga terhadap kinerja Perseroan.

In 2022, the Company effectively implemented the ERM system to provide reasonable assurance that significant risks were identified and mitigating measures were implemented.

The following were identified as top risks in 2022:

Uncertainty of Global Economic Condition Risk Global economic conditions, which have not yet fully recovered from the COVID-19 pandemic, worsened in 2022 due to geopolitical conflict. This triggered a surge in energy and food prices, hampered the supply of key commodities and prompted a shift in policy or regulation in some countries to mitigate against potential supply shortages. These conditions caused the inflation rate, IDR-USD exchange rate and interest rates to rise;

economic growth to slow down; and unemployment level to remain high (stagflation).

The Company managed such risks by closely monitoring the economic situation and conditions to enable prompt and appropriate actions in safeguarding against any potential impact from the global economic downturn.

The Company also implemented a cost-savings program and prioritized business expenditures.

Commodity and Raw Material Price Increase Risk The Company’s costs of production and prices of finished products are subject to fluctuations in commodities and raw materials prices. Such fluctuations are influenced by several factors, including the demand and supply of commodities and raw materials, weather conditions, consumption trends, local regulations, economic conditions, Rupiah exchange rates and geopolitical events. In 2022, a prolonged geopolitical conflict drove significant increase in raw material prices, including wheat. This, along with the depreciation of the Rupiah against foreign currencies could adversely affect the Company’s financial performance.

To mitigate such risks, the Company strengthened its supply chain by building strategic partnerships with local farmers and suppliers, diversifying raw material supplies and substituting costly commodities and raw materials while maintaining the quality of finished products. The Company regularly conducted simulations to review the impacts of price fluctuations on the Company’s performance.

OFOOD SUKSES MAKMUR Tbk      2022      Laporan Tahunan

Risiko Pandemi COVID-19

Penyebaran virus COVID-19 di Indonesia yang dimulai sejak Maret 2020, terus berlanjut di tahun 2022 dengan munculnya varian baru yang lebih menular.

Kelanjutan dari peningkatan jumlah kasus COVID-19 telah mendorong diberlakukannya kembali pembatasan kegiatan masyarakat oleh pemerintah yang dapat berdampak pada berkurangnya aktivitas kegiatan usaha.

Sebagai perusahaan yang bergerak di industri makanan dan minuman, Perseroan diperkenankan untuk tetap beroperasi selama masa pembatasan kegiatan masyarakat.

Untuk memastikan tetap berjalannya kegiatan operasional, Perseroan menjaga tingkat ketersediaan bahan baku dan melakukan proses produksi dan distribusi dengan langkah- langkah pencegahan tambahan terkait aspek kesehatan, serta perijinan kegiatan operasional yang sesuai. Namun demikian, seiring dengan membaiknya situasi pandemi COVID-19, pelonggaran pembatasan kegiatan masyarakat secara bertahap yang diterapkan oleh pemerintah telah dapat mendorong pemulihan pasar dan kegiatan usaha di tahun 2022.

Untuk memitigasi risiko penularan kepada para karyawan, Perseroan senantiasa mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah dan menyusun pedoman pencegahan penularan. Perseroan juga secara aktif melakukan 3T (Tes, Telusur dan Tindak Lanjut), ikut serta dalam program vaksinasi COVID-19 dan memantau pelaksanaan vaksinasi dosis primer maupun penguat (booster), untuk memberikan perlindungan bagi karyawan. Informasi lebih lanjut terkait hal ini dapat dilihat pada bab Sumber Daya Manusia dari Laporan Tahunan ini.

Risiko Keamanan Pangan

Sebagai produsen makanan dan minuman dalam kemasan yang melayani konsumen untuk segala usia, Perseroan menghadapi risiko bawaan terhadap keamanan pangan atas produk jadi yang dihasilkan, dipasarkan, dan dikonsumsi oleh para konsumen.

Untuk memitigasi risiko tersebut, Perseroan senantiasa mengawasi secara ketat setiap tahapan proses pengolahan, dari penyediaan dan penanganan bahan baku hingga produksi, penyimpanan dan distribusi produk jadi.

Standar prosedur operasional Perseroan juga telah mengadopsi prinsip-prinsip Praktik Pengolahan Pangan yang Baik (GMP) serta standar mutu dan keamanan pangan internasional, seperti ISO 9001, ISO 22000, FSSC 22000 dan Hazard Analysis & Critical Control Points (HACCP).

COVID-19 Pandemic Risk

The COVID-19 virus, which emerged in Indonesia in March 2020, has continued into 2022, with new and more highly transmissible variants. The subsequent spikes in COVID-19 cases prompted the government to reinstate social-activity restrictions, which could have a negative impact on business activities.

Being in the food and beverages industry, the Company is allowed to operate during the periods of social-activity restrictions. To ensure business continuity during these periods, the Company maintained sufficient buffer stocks, conducted production and distribution processes with additional health measures and appropriate permits.

However, as the COVID-19 situation improved, the gradual lifting of social-activity restrictions implemented by the government has allowed markets and businesses to experience a recovery in 2022.

To mitigate the risks of COVID-19 transmission among employees, the Company adhered to government protocols and established preventive guidelines. The Company also conducted 3T (Testing, Tracing and Treatment) protocol, participated in the COVID-19 vaccination program and monitored the administration of primary and booster doses to safeguard its employees.

Please refer to the Corporate Human Resources section of this Annual Report for further information.

Food Safety Risk

As a packaged food and beverages producer serving consumers of all ages, the Company is exposed to inherent food safety risks for the finished goods that are produced, distributed and consumed by consumers.

To mitigate such risks, the Company imposes stringent controls across all stages of manufacturing, from raw material sourcing and handling to production, storage of finished products and product distribution.

The Company’s standard operating procedures embody the principles of Good Manufacturing Practices (GMP), and international quality and food safety standards, including ISO 9001, ISO 22000, FSSC 22000 and the Hazard Analysis & Critical Control Points (HACCP). All of the Company’s products are Halal-certified according to Halal Product Assurance (JPH) regulations and comply with other certifications, such as the Indonesian National Standard and Marketing Authorization from

PT INDOFOOD SUKSES MAKMUR Tbk      2022      Annua

Seluruh produk Perseroan telah memperoleh sertifikasi Halal sesuai ketentuan Jaminan Produk Halal (JPH), dan berbagai sertifikasi lain, seperti sertifikasi Standar Nasional Indonesia dan Ijin Edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI). Selain itu, Perseroan mengadopsi Pedoman Produksi dan Distribusi Pangan Olahan Pada Masa Status Darurat Kesehatan COVID-19 yang juga diterbitkan oleh BPOM RI.

Guna terus meningkatkan mutu produk dan memberi layanan yang terbaik kepada pelanggan, Perseroan telah membentuk fungsi Layanan Konsumen Indofood untuk mengelola masukan dari konsumen.

Risiko Persaingan

Perseroan beroperasi pada industri makanan dan minuman yang kompetitif, dimana perusahaan- perusahaan dari dalam dan luar negeri juga berupaya meraih pangsa pasar dan berbagai peluang. Tingkat persaingan tersebut dapat mempengaruhi kemampuan Perseroan dalam mempertahankan atau meningkatkan volume penjualannya yang secara langsung dapat mempengaruhi kinerja Perseroan.

Untuk memitigasi risiko tersebut, Perseroan secara terus- menerus memantau kondisi pasar, melakukan riset pasar, melakukan inovasi produk guna memenuhi kebutuhan dan selera konsumen, meningkatkan kualitas produk, menjalankan kegiatan pemasaran yang tepat sasaran, menerapkan program efisiensi biaya, serta meningkatkan kualitas layanan kepada konsumen.

Risiko Pemanasan Global dan Perubahan Iklim Ancaman cuaca ekstrim dan perubahan iklim terus meningkat dan sudah berada pada tingkat yang mengkhawatirkan. Pemanasan global telah berdampak pada perubahan pola cuaca yang semakin sulit diprediksi, punahnya flora dan fauna tertentu, krisis air bersih, terganggunya kesehatan manusia dan peningkatan frekuensi bencana alam, seperti penurunan/peningkatan curah hujan secara ekstrim, kekeringan berkepanjangan, banjir, naiknya permukaan air laut, penurunan permukaan tanah dan bencana kebakaran hutan. Kejadian-kejadian tersebut tidak hanya berdampak langsung pada fasilitas dan aset Perseroan, namun juga menyebabkan gangguan pada ketersediaan bahan baku, proses produksi, dan distribusi produk.

Guna memitigasi risiko tersebut, Perseroan menjaga tingkat persediaan bahan baku yang cukup, menjalin kemitraan dengan para pemasok dalam dan luar negeri, menetapkan langkah-langkah kontinjensi the Indonesian Food and Drug Authority (BPOM RI).

Additionally, the Company adopted the Guidelines for Production and Distribution of Processed Food during the COVID-19 Health Emergency, which is also issued by BPOM RI.

To improve product quality and extend the best service standards to consumers, the Company has established the Indofood Customer Service to manage consumer feedback.

Competition Risk

The Company operates in a highly competitive food and beverages industry, where domestic and international companies are constantly vying for market shares and business opportunities. Such competition could affect the Company’s ability to maintain or increase its sales volume, which could directly affect the Company’s performance.

To mitigate such risks, the Company regularly monitored the market environment, conducted market research, undertook product innovation to meet new consumer needs and taste profiles, improved product quality, performed targeted marketing activities, implemented cost efficiency programs and enhanced customer service quality.

Global Warming and Climate Change Risk The risks of extreme weather and climate change have risen at an alarming rate. Global warming has led to unpredictable weather patterns, the extinction of certain flora and fauna, clean water crises, threats to human health, and higher recurrence of natural disasters, such as erratic rainfalls, prolonged droughts, floods, rising seawater level, land subsidence and wildfires.

These events have a direct impact on the Company’s facilities and assets, and can cause disruptions to production, supply of raw material and delivery of finished products.

To mitigate such risks, the Company maintained a stockpile of raw materials, cultivated strong relationships with local and foreign suppliers, established contingency

OFOOD SUKSES MAKMUR Tbk      2022      Laporan Tahunan

dalam menghadapi bencana, serta memastikan adanya perlindungan asuransi yang memadai untuk perlindungan terhadap kerugian finansial. Inisiatif Perseroan untuk memitigasi pengaruh perubahan iklim tercantum pada Laporan Keberlanjutan.

Risiko Keberlanjutan

Aspek lingkungan, sosial dan ekonomi berperan penting dalam pertumbuhan usaha Perseroan yang berkelanjutan secara jangka panjang. Aspek lingkungan mempengaruhi ketersediaan pasokan bahan baku yang berkualitas dan sumber daya alam yang diperlukan secara terus-menerus dalam kegiatan operasional Perseroan, sedangkan aspek sosial dan ekonomi mempengaruhi kualitas hidup karyawan yang berdampak pada produktivitas mereka, kehidupan komunitas di sekitar area operasional, serta konsumen yang membeli dan mengkonsumsi produk-produk Perseroan.

Perseroan mengelola risiko tersebut dengan berupaya menanamkan praktik-praktik keberlanjutan dalam kegiatan usahanya. Perseroan senantiasa memastikan kepatuhan terhadap peraturan pengelolaan lingkungan yang berlaku dan memantau pelaksanaan kegiatan pengelolaan

lingkungannya. Perseroan juga senantiasa menaati peraturan ketenagakerjaan dan keselamatan kerja yang berlaku;

melakukan sosialisasi, pelatihan dan pemantauan untuk mendukung lingkungan kerja yang aman dan kondusif;

berpartisipasi dalam kegiatan pengembangan masyarakat, memproduksi produk yang aman, halal dan berkualitas, serta meningkatkan pemahaman masyarakat atas keamanan pangan dan gizi yang seimbang. Perseroan mengembangkan program-program penjualan yang meningkatkan

keterlibatan pelaku usaha kecil dan menengah. Informasi lebih lanjut mengenai inisiatif berkelanjutan Perseroan tercantum pada Laporan Keberlanjutan.

Risiko Keamanan Siber

Di tengah dunia yang semakin terkoneksi, kebutuhan akan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari meningkat. Seiring dengan perkembangan digitalisasi tersebut, berbagai ancaman dan serangan siber juga semakin meningkat. Sebagai organisasi yang telah memiliki tingkat digitalisasi yang signifikan dalam proses bisnisnya, Perseroan harus selalu meningkatkan kewaspadaan dengan terus mengadaptasi sistem keamanan siber secara terukur untuk menjaga keamanan sistem Teknologi Informasi (TI) dan kelancaran kegiatan operasional sehari-hari dari segala bentuk gangguan dan pencurian data oleh pihak-pihak yang tidak berwenang.

Untuk memitigasi risiko ini, Perseroan telah mengimplementasikan platform keamanan dengan kontrol otomatis untuk mendeteksi dan mencegah plans for disasters, and ensured adequate insurance

coverage against financial loss. The Company’s initiatives to mitigate the impact of climate change can be found in the Sustainability Report.

Sustainability Risk

The environmental, social and economic aspects of the businesses are pivotal to the long-term, sustainable growth of the Company. Environmental factors affect the continuous supply of good quality raw materials and natural resources needed for the Company’s operations, while social and economic factors influence the productivity and wellbeing of employees, living conditions of local communities around operational areas, and consumers who purchase and consume the products.

The Company managed such risks by instilling sustainable practices in all its business activities.

The Company complied with all prevailing

environmental regulations and closely monitored its environmental management activities. The Company also complied with all employment and health and safety regulations and conducted regular employee communication, health and safety training and monitoring to ensure safe and conducive working conditions. The Company actively participated in community development activities, produced safe, halal and good-quality products, and advocated food safety and balanced nutrition to the public. The Company developed inclusive sales programs that encourage SME participation. Additional information on the Company’s sustainability initiatives can be found in the Sustainability Report.

Cyber Security Risk

As the world becomes increasingly connected, there is a growing need to incorporate more digital technologies into daily operations. The rise of digitalization, however, has led to a rampant increase in the number of cyber- attacks and cyber-threats. Being an organization with a significant level of digitalization in its business processes, the Company has to stay vigilant by constantly adapting its cyber security measures to safeguard Information Technology (IT) systems and day-to-day operations against any form of disruptions and data breaches by malicious actors.

To mitigate such risks, the Company has implemented security platforms with automated controls to detect

PT INDOFOOD SUKSES MAKMUR Tbk      2022      Annua

serangan siber dan ancaman digital lainnya, memperkuat dan memutakhirkan perangkat keamanan cyber

perusahaan, membuat kebijakan keamanan TI, serta melaksanakan audit dan pengujian kontrol umum TI.

Sebagai rencana kontijensi, sistem pemulihan bencana telah dibangun untuk memastikan kelangsungan operasional jika terjadi gangguan sistem.