• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III TINJAUAN KASUS

3.1 Pengkajian

3.1.3 Riwayat Kesehatan Keluarga

1) Penyakit yang pernah diderita oleh anggota keluarga : klien mengatakan bahwa didalam keluarganya tidak pernah ada yang memiliki riwayat sakit Prostat, Hipertensi dan penyakit kronis lainnya.

2) Lingkungan rumah pasien dan komunitas : klien mengatakan lingkungan rumah cukup ventilasi dan cahaya matahari bisa masuk dan area rumah

dekat persawahan , komunitas dengan lingkungannya cukup mempunyai hubungan yang baik.

3) Perilaku yang mempengaruhi kesehatan : klien mengatakan masih suka bekerja keras, perokok aktif, sering begadang, dan suka minuman energik.

3.1.4 Presepsi dan pengetahuan tentang penyakit dan penatalaksanaannya: klien mengatakan paham tentang sakitnya, mengapa harus dilakukan operasi dikarenakan prostatnya yang membesar yang membuatnya susah dalam berkemih sehingga klien sadar bahwa harus merubah pola hidup lebih sehat lagi jika sudah pulang ke rumah nantinya, rutin minum obat yang diberikan dan kontrol jika ada keluhan lain.

3.1.5 Status cairan dan nutrisi :

Tabel 3.1 Status Cairan dan Nutrisi Tn. S Dengan Diagnosa Medis Post Operasi TURP (Trans Urethral Resection Prostat) Di Ruang Mawar Kuning RSUD Sidoarjo.

Status cairan dan nutrisi Sebelum sakit Saat sakit

Nafsu makan Meningkat Tidak ada penurunan

Pola makan 3x1 porsi habis 3x1 porsi habis

Minum : Jenis Jumlah

Air putih

± 1500 cc

Air putih

± 1250 cc

Pantangan makan Tidak ada pantangan Tidak ada pantangan

Menu makan Lauk-pauk, sayur

dan nasi

Lauk-pauk ,sayur dan nasi

Berat badan 54 kg 54 kg

1) Keluhan lain : klien mengatakan tidak ada keluhan lain.

Masalah keperawatan : tidak ada masalah keperawatan 3.1.6 Genogram

Keterangan :

: Laki-laki : Wanita

: Meninggal : Klien

: Tinggal serumah

3.1 Gambar genogram Tn. S dengan Diagnosa Medis Post Operasi TURP (Trans Urethral Resection Prostat) di ruang Mawar Kuning RSUD Sidoarjo.

3.1.7 Pemeriksaan fisik

3.1.7.1 Keadaan umum : keadaan umum klien cukup baik,

3.1.7.2 Tanda – Tanda vital : tekanan darah 120/60 mmHg , suhu 36,0 oC (Lokasi pengukuran temporal) , nadi 80x/menit (Lokasi pengukuran radialis), respirasi 20x/menit.

Masalah keperawatan : tidak ada masalah keperawatan

3.1.7.3 Sistem Pernapasan (B1) :

1) Inspeksi : bentuk dada simetris kanan-kiri, susunan ruas tulang belakang normal, irama nafas teratur , retraksi otot bantu nafas (-), alat bantu nafas (- ),tidak ada batuk (-), sputum (-), nyeri dada (-).

2) Palpasi : vocal fremitus kanan-kiri sama.

3) Perkusi : thorax terdengar sonor.

4) Auskultasi : suara paru vesikuler.

Masalah keperawatan : tidak ada masalah keperawatan 3.1.7.4 Sistem Kardiovaskuler (B2)

1) Inspeksi : nyeri dada (-),sianosis (-),clubbing finger (-), pembesaran JVP (-).

2) Palpasi : ictus cordis kuat , (Posisi ICS V midclavikula sinistra, ukuran : 1 Cm ).

3) Perkusi : terdengar suara redup / pekak, letak jantung dalam batas normal di ICS II sternalis dextra sinistra sampai dengan ICS V mid clavicula sinistra.

4) Auskultasi : terdengar suara jantung: S1 , S2 tunggal.

Masalah keperawatan : tidak ada masalah keperawatan 3.1.7.5 Sistem Persyarafan (B3)

1) Inspeksi : kesadaran composmentis GCS 4-5-6, orientasi cukup baik, kejang (-), kaku kuduk (-), brudinsky (-), nyeri kepala (-),pusing (-),istirahat/tidur kurang lebih siang selama 2 jam/hari dan malam 8 jam/hari, serta tidak ada kelainan nervus kranialis, pupil isokor, reflek terhadap cahaya normal.

2) Palpasi : tidak ada nyeri tekan pada kepala.

Masalah keperawatan : tidak ada masalah keperawatan 3.1.7.6 Sistem Perkemihan (B4)

1) Inspeksi : bentuk alat kelamin normal,libido tidak terkaji,kebersihan kelamin tidak terkaji,frekuensi berkemih selama di rumah sakit tidak terkaji,kateter 3 way (+), irigasi kateter (+), jumlah urin 1000cc dengan bau khas dan berwarna kuning jernih tampak sedikit warna merah muda di dalam urin bag.

2) Lain-lain :

Tabel 3.2 Perhitungan Balance Cairan Tn. S Dengan Diagnosa Medis Post Operasi TURP (Trans Urethral Resection Prostat) Di Ruang Mawar Kuning RSUD Sidoarjo.

Input Ouput

Minum : 1500cc/24jam Urin : 1000cc/24jam

Air metabolisme : 5x54kg : 270 cc IWL : 10x54kg : 540 cc Infus PZ 500 cc/24jam

Injeksi antrain : 3x500mg/2ml: 3x5cc : 15cc/24jam

Injeksi Asam Tranexamat : 3x100mg/5ml : 3x5cc : 15 cc/24jam

Injeksi Anbacim : 3x1gr: 3x10 : 30 cc/24 jam

Total : 2080 cc Total : 1540 cc

Hasil balance cairan : 2080-1540 : 540 (Excessive) Masalah keperawatan : resiko perdarahan

3.1.7.2 Sistem Pencernaan (B5)

1) Inspeksi : mulut bersih tidak ada lesi, mukosa bibir lembab, bentuk bibir normal, gigi bersih, kebiasaan gosok gigi selama di rumah 2 x sehari di rumah sakit tidak pernah, tenggorokan tidak ada kesulitan menelan, tidak ada kemerahan dan tidak ada pembesaran tonsil, BAB 1 kali sehari dengan konsistensi padat, warna kuning , bau khas , memakai pampers, masalah eleminasi alvi (-), pemakaian obat pencahar (-).

2) Palpasi : abdomen tegang (-), asites (-), kembung (-), nyeri tekan (-) 3) Perkusi : suara tympani.

4) Auskultasi : bising usus 15x/menit.

Masalah keperawatan : tidak ada masalah keperawatan 3.1.7.8 Sistem Muskuluskeletal dan integument (B6)

1) Inspeksi : ROM bebas,kekuatan otot 5-5-5-5 , fraktur (-). dislokasi (-), kulit sawo matang, kemampuan ADL parsial karena klien mengeluhkan susah beraktivitas diakibatkan rasa nyeri.

2) Palpasi : akral hangat, CRT ≤ 3 detik, lembab (+)

3) Lain-lain : aktivitas klien yang sebagian dibantu oleh keluarga ialah menyeka , mengganti pampers dan makan.

Masalah keperawatan : hambatan mobilitas fisik.

3.1.7.9 Sistem Penginderaan (B7) : 1) Inspeksi :

Mata : pupil isokor, reflek cahaya sensitif, mengecil saat terkena cahaya,konjungtiva merah muda, sklera putih ,tidak ada ikterik,palpebra simetris, strabismus tidak ada , ketajaman penglihatan baik alat bantu (-).

Hidung : bentuk normal , mukosa hidung lembab, sekret (-),ketajaman penciuman normal.

Telinga : bentuk simetris kanan dan kiri, ketajaman pendengaran cukup baik, alat bantu (-).

Perasa : Klien mampu merasakan manis,pahit, asam, asin dengan baik.

Peraba : Respon klien cukup baik terhadap sentuhan.

Masalah keperawatan : tidak ada masalah keperawatan.

3.1.7.10 Sistem Endokrin (B8) :

1) Inspeksi : tidak ada luka ganggren

2) Palpasi: pembesaran kelenjar thyroid (-),Pembesaran kelenjar parotis (-).

Masalah Keperawatan : tidak ada masalah keperawatan.

3.1.8 Data Psikososial :

3.1.8.1 Gambaran Diri / Citra diri :

1) Tanggapan tentang tubuhnya : klien mengatakan bersyukur atas pemberian Allah SWT.

2) Bagian tubuhnya yang disukai : Semua bagian tubuhnya.

3) Bagian tubuh yang kurang disukai : Tidak ada.

4) Persepsi terhadap kehilangan bagian tubuh : klien berharap tidak ada.

3.1.8.2 Identitas :

1) Status pasien dalam keluarga : klien sebagai kepala keluarga.

2) Kepuasan pasien terhadap status dalam keluarga : pada saat di rumah klien sangat puas sebagai kepala keluarga Kepuasan pasien terhadap jenis kelamin : klien mengatakan puas sebagai lelaki.

3.1.8.3 Peran :

1) Tanggapan pasien tentang perannya : klien saat dirumah sangat senang menjadi seorang ayah , kakek dan suami bagi istrinya.

2) Kemampuan / Kesanggupan pasien terhadap melaksanakan perannya : klien mengatakan masih mampu melaksanakan perannya.

3.1.8.4 Ideal Diri :

1) Harapan pasien terhadap :

(1) Tubuhnya : klien berharap tubuhnya selalu diberikan kesehatan.

(2) Posisi (dalam pekerjaan) : klien sebagai buruh tani.

(3) Status ( Dalam keluarga) : klien sebagai ayah, kakek dan suami bagi istrinya.

(4) Tugas/Pekerjaan : klien bertugas sebagai buruh tani.

2) Harapan pasien terhadap lingkungan :

(1) Sekolah : klien sudah tidak bersekolah.

(2) Keluarga : klien berharap keluarganya tetap menyayanginya.

(3) Masyarakat : klien berharap masyarakat tetap menerima saat pasien pulang.

(4) Tempat/lingkungan kerja : klien berharap lingkungan kerja mau menerima keadaanya sekarang bahwa harus berhenti.

3) Harapan pasien tentang penyakit yang diderita dan tenaga kesehatan :Keluarga klien berharap penyakit yang diderita akan segera sembuh dan berharap agar para tenaga kesehatan sabar merawatnya .

3.1.8.5 Harga diri :

1) Tanggapan pasien terhadap harga dirinnya : klien merasa puas dengan apa yang dia punya sekarang

3.1.8.9 Data social :

1) Hubungan pasien dengan keluarga : Baik 2) Hubungan pasien dengan pasien lain : Baik 3) Dukungan keluarga terhadap pasien : Baik 4) Reaksi pasien saat interaksi : Baik Masalah keperawatan : tidak ada masalah keperawatan

3.1.9 Data Spiritual :

3.1.9.1 Konsep tentang penguasa kehidupan : klien percaya bahwa dapat sembuh.

3.1.9.2 Sumber kekuatan / harapan saat sakit : klien mengatakan sholat dan berdoa.

3.1.9.3 Ritual agama yang bermakna / berarti / harapan saat ini : berdoa dan sholat 3.1.9.4 Sarana / peralatan /orang yang diperlukan untuk melakukan ritual : tempat beribadah /perlengkapan sholat

3.1.9.5 Keyakinan terhadap kesembuhan penyakit : klien yakin penyakit klien akan sembuh.

3.1.9.6 Persepsi terhadap penyakit : klien merasa bahwa ini ujian dari sang kuasa.

Masalah keperawatan : tidak ada masalah keperawatan 3.1.10 Data Penunjang

3.1.10.1 Laboratorium

Tabel 3.3 : Hasil Laboratorium Tn.S pada tanggal 31 Desember 2019

PEMERIKSAAN METODE HASIL NILAI RUJUKAN SATUAN

Hematologi/

Darah Lengkap

WBC Flowcymetri 9,30 4,50-11,50 10x3/Ul

RBC 3,3 * 4,2-6,1 10x6/Ul

HGB 10,1 g/dl

HCT Cell Counter 28,5 * 37,0-52,0 %

PLT Cell Counter 282 139-335 10x3/Ul

MCV Cell Counter 86,4 79,0-99,0 FI

MCH Cell Counter 30,6 27,0-31,0 Pg

MCHC Cell Counter 35,4 33,0-37,0 g/dl

RDW-SD 48,6 * 35,0-43,0 FI

RDW-CV 15,3 * 11,5-14,5 %

PDW 9,7 9,0-17,0 FI

MPV 9,5 9,0-13,0 FI

P-LCR 20,0 13,0-43,0 %

PCT 0,3 0,2-0,4 %

EO % 0,00 0,00-3,00 %

BASO% 0,00 0,00-1,00 %

NEUT% 89,2 * 50,0-70,0 %

LYMPH% 9,2 * 25,0-40,0 %

MONO% 1,6 * 2,0-8,0 %

EO 0,00 10x3/Ul

BASO 0,00 10x3/Ul

MONO 0,15 10x3/Ul

NEUT 8,3 * 2,0-7,7 10x3/Ul

LYMPH 0,9 10x3/Ul

KIMIA

ELEKTROLIT

NATRIUM ISE 138 136- Mmol/l

KALIUM ISE 2,7 * 3,5-5,1 Mmol/l

KLORIDA ISE 96 * 98-107 Mmol\l

Keterangan : * Tanda abnormal

** Tanda nilai kritis 3.1.10.2 Pemeriksaan Lain :

1) Rontgen Thorax pada tanggal 29 Desember 2019: normal tidak ada kelainan

2) USG Urologi pada tanggal 28 November 2019 :

(1) Ren dextra-sinistra, besar normal , intensitas echocortex tidak meningkat , system pelviocalyceal tidak melebar tidak tampak nodul solid/kista.

(2) Buli-buli : Outline rata, dinding tak menebal, tak tampak batu/ nodul solid

(3) Prostat : Membesar ( vol.26,13 cc) tak tampak nodul/

klasifikasi

(4) Tak tampak cairan bebas/massa dalam cavum abdomen Kesimpulan : BPH (vol.2,13cc) , kedua ren & buli-buli saat ini tak tampak kelainan.

3.1.11 Terapi pada tanggal 31-12-2019

3.1.11.1 Infus PZ/ Sodium Chloride 500cc/24 jam. Kegunaan dari infus Sodium Chloride adalah untuk mengatasi atau mencegah kehilangan sodium yang disebabkan dehidrasi, keringat berlebih atau penyebab lainnya.

3.1.11.2 Injeksi Antrain 3x1 gr. Kegunaan dari antrain merupakan obat anti nyeri dan menangani demam.

3.1.11.3 Injeksi Asam Traneksamat 3x500mg. Kegunaan dari obat ini sebagai pengendali dari perdarahan saat operasi atau cedera.

3.1.11.4 Injeksi Anbacim 3x1gr. Kegunaan dari obat ini untuk mencegah dan mengobati infeksi penyakit yang disebabkan oleh bakteri seperto gonorhe, urethritis, ispa dan penyakit infeksi lainnya.

3.2. Diagnosa Keperawatan

Tabel 3.4 Analisa data pada Tn. S Dengan diagnosa medis Post Operasi (Trans Urethral Resection Prostat) di Ruang Mawar Kuning RSUD Sidoarjo pada tanggal 31 Desember 2019.

No Analisa Data Etiologi Problem

1. DS : klien mengatakan nyeri bagian genetalia setelah operasi prostat.

P : post operasi

Q : seperti ditusuk pisau R : genetalia

S : 4

T : timbul saat aktivitas durasi 1-2 menit

DO :

1) K.U : cukup baik

2) Kesadaran :

composmetis 3) GCS : 4-5-6

4) Wajah tampak menyeringai

5) TTV :

TD : 120/60 mmhg N : 80x/menit

Prostat membesar

TURP

Terputusnya jaringan , trauma bekas insisi pembedahan

Nyeri akut

Nyeri Akut

S : 36 ° C RR : 20x/menit 6) Post TURP +

2. Ds : - Do :

1) Tampak warna merah muda pada urin bag bercampur urin

2) Terpasang irigasis kateter

3) Menggunakan kateter 3 way

4) Post TURP (+)

Prostat Membesar

TURP

Terputusnya jaringan , trauma bekas insisi

Resiko Perdarahan

Resiko Perdarahan

3. Ds : Klien mengeluhkan susah beraktivitas karena nyeri di bagian genetalia.

Do :

1) Aktivitas klien sebagian dibantu oleh keluarga klien seperti menyeka, mengganti pampers.

Prostat Membesar

TURP

Terputusnya jaringan , trauma bekas insisi

Nyeri Akut

Hambatan Mobilitas Fisik

2) Kemampuan

melakukan ADL dibantu keluarga.

3) Post TURP ( +)

Hambatan Mobilitas Fisik

3.2.1 DAFTAR DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. Nyeri akut b.d agen injuri fisik (insisi pembedahan)

2. Resiko perdarahan b.d terputusnya jaringan, trauma bekas insisi 3. Hambatan mobilitas fisik b.d nyeri akut

3.2.2 DAFTAR DIAGNOSA KEPERAWATAN BERDASARKAN PRIORITAS

1. Nyeri akut b.d agen injuri fisik (insisi pembedahan)

2. Resiko perdarahan b.d terputusnya jaringan, trauma bekas insisi 3. Hambatan mobilitas fisik b.d nyeri akut

3.3 Intervensi Keperawatan

Tabel 3.5 Rencana Keperawatan pada Tn. S Dengan diagnosa medis Post Operasi (Trans Urethral Resection Prostat) di Ruang Mawar Kuning RSUD Sidoarjo pada tanggal 31 Desember 2019.

No Tujuan dan Kriteria Hasil Rencana Keperawatan Rasional 1. Setelah dilakukan tindakan

keperawatan selama 1x24 jam diharapakan klien mampu mengontrol nyeri / nyeri berkurang dengan kriteria hasil :

1. Klien memahami tentang teknik manajemen nyeri dan tujuannya.

2. Klien melaporkan bahwa nyeri berkurang/dapat dikontrol bila timbul.

3. Klien mampu menunjukan

ketrampilan dalam

1. BHSP

2. Jelaskan tentang penyebab nyeri dan teknik dalam mengontrol nyeri yang timbul.

3. Berikan Posisi Semi fowler.

4. Ajarkan teknik relaksasi (napas panjang melalui mulut) dan distraksi

(mengobrol dengan klien klien lain atau keluarga).

1. Dengan saling percaya klien dapat mengungkapkan perasaanya

sehingga akan mempermudah dalam pemberian keperawatan.

2. Dengan memberikan edukasi tentang penyebab nyeri serta teknik manajemen nyeri maka dapat menambah

pengetahuan pada klien dan keluarga klien tentang teknik

teknik manajemen nyeri dengan benar.

4. Skala nyeri 0-3 5. Wajah rileks 6. Tanda vital dalam

batas normal:

Tekanan darah : - Sistole : 100-120 mmhg

- Diastole : 60-80 mmhg

- Nadi : 80 - 100x/menit

- Suhu : 36,4-37,4

°C

- RR : 15-24x/menit

5. Evaluasi

intensitas dan frekuensi nyeri.

6. Observasi tanda vital.

7. Kolaborasi pemberian analgesic dan antibiotik

dengan

dokter/tim medis lain.

manajemen nyeri bila timbul sewaktu-waktu saat perawatan baik di rumah sakit maupun di rumah.

3. Dengan posisi 45°

dapat membantu mengurangi nyeri yang dirasakan klien dengan mempermudah proses

pengembangan paru-paru .

4. Teknik relaksasi dapat menurunkan tingkat stress seseorang dan teknik distraksi membantu klien melupakan rasa nyerinya dengan memperhatikan hal

atau fokus yang lain.

5. Tingkat intensitas nyeri dan frekuensi menunjukan skala nyeri.

6. Peningkatan tanda vital menunjukan ada respon nyeri pada klien.

7. Pemberian obat analgesik

membantu dalam meredakan nyeri dan mencegah terjadinya infeksi.

2. Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x24 jam diharapkan tidak terjadi perdarahan dengan kriteria hasil :

1. Klien memahami penyebab dari

1. Jelaskan pada klien tentang penyebab terjadi perdarahan setelah

pembedahan dan

1. Dengan edukasi dapat menambah dalam pengetahuan klien dan keluarga serta mengurangi rasa cemas.

perdarahan dan tanda-tanda

perdarahan seperti BAB berwarna hitam dan nyeri tak tertahankan karena susah BAB.

2. Klien melaporkan mau melakukan diet makanan sesuai saran tenaga medis.

3. Klien mengikuti instruksi untuk membatasi aktivitas setelah

pembedahan.

4. Tidak ada tanda hematuria dan hematemesis 5. Tanda vital dalam

batas normal:

Tekanan darah : -Sistole : 100-120 mmhg

tanda-tanda perdarahan.

2. Anjurkan pada klien untuk diet makanan tinggi serat dan rutin minum obat vitamin K untuk memudahkan defekasi dan mengurangi perdarahan.

3. Instruksikan klien untuk membatasi aktivitas

4. Pantau traksi kateter : catat waktu traksi dipasang dan kapan traksi akan dilepas.

5. Observasi adanya

2. Dengan

mengkonsumsi makanan tinggi serat dapat mengurangi

masalah klien dalam mengejan saat ingin BAB serta vitamin K yang mana dapat mempercepat proses pembekuan darah sehingga perdarahan

sekunder tidak terjadi.

3. Mengurangi resiko terjadinya

perdarahan setelah pembedahan.

4. Traksi kateter menyebabkan pengembangan balon ke sisi

-Diastole : 60-80 mmhg

-Nadi : 80 - 100x/menit

-Suhu : 36,4-37,4

°C

-RR : 15-24x/menit 6. Hemoglobin dan hematokrit dalam batas normal, plasma,PT,PTT dalam batas normal.

hematuria dan hematemesis.

6. Observasi Tanda vital serta observasi

masukan dan haluaran urin.

7. Kolaborasi dengan dokter/

tim medis lain pemberian transfusi darah bila diperlukan

prostatika yang dapat menurunkan perdarahan , umumnya

5. Mencegah terjadinya komplikasi

kerusakan jaringan permanen.

6. Peningkatan tanda vital menunjukan ada respon nyeri pada klien.

7. Transfusi darah dapat mencegah dan mengatasi perdarahan karena kekurangan atau kelainan komponen darah misalnya pada penderita talasemia.

3. Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x24 jam diharapkan klien dapat beraktivitas secara mandiri dengan kriteria hasil :

1. Klien memahami tujuan dari peningkatan

mobilitas.

2. Klien melaporkan mau melakukan mobilisasi sesuai kemampuan.

3. Klien mampu meningkatkan aktivitas fisiknya, mampu mengubah posisi,memenuhi kebutuhan ADL sehari-hari secara mandiri.

4. Tanda vital dalam batas normal:

Tekanan darah :

1. Jelaskan tujuan dari

meningkatkan mobilitas fisik untuk proses penyembuhan.

2. Motivasi klien untuk berlatih dalam

memenuhi kebutuhan ADLs secara mandiri.

3. Dampingi dan bantu klien dalam mobiliasi dan bantu penuhi kebutuhan ADL klien.

4. Kaji tanda vital klien setelah melakukan latihan tersebut.

1. Dengan meningkatkan kemampuan

mobilitas fisik dapat memperbaiki fungsi otot seperti semula.

2. Dengan adanya motivasi membuat klien semangat dalam proses penyembuhan dan secara mandiri meningkatkan kemampuan

pemenuhan ADLs tanpa bantuan orang lain.

3. Pendampingan dilakukan untuk membantu klien dalam memenuhi ADLs.

-Sistole : 100-120 mmhg

-Diastole : 60-80 mmhg

-Nadi : 80 - 100x/menit

-Suhu : 36,4-37,4

°C

-RR : 15-24x/menit

4. Memantau perkembangan kondisi klien agar tidak terjadi masalah lain.

3.4 Implementasi Keperawatan

Tabel 3.6 Implementasi Keperawatan pada Tn. S dengan diagnosa Post Operasi (Trans Urethral Resection Prostat) di Ruang Mawar Kuning RSUD Sidoarjo pada 31 Desember 2019-2 Januari 2020

No.

DX

Tanggal Jam Implementasi TTD

1 31 Desember 2019

21.00

21.10

1. Membina hubungan saling percaya dengan klien dan

keluarga klien,

memperkenalkan diri dan menanyakan keluhan klien.

2. Menjelaskan tentang penyebab nyeri karena pembedahan pada prostat yang mana terjadi luka insisi dan dapat menimbulkan rasa nyeri serta menjelaskan teknik untuk mengontrol nyeri ada 2 yaitu dengan relaksasi dengan cara menarik napas panjang dengan hitungan 1-7 lalu hembusan lewat mulut

ulangi beberapa kali dan

21.25

distraksi dengan mengalihkan focus klien pada hal yang ia sukai seperti mendengarkan music , mengajak berbincang dan lain-lain.

3. Memberikan posisi semi fowler dan mengajarkan teknik relaksasi dengan cara napas panjang dari

hidung kemudian

dikeluarkan secara perlahan melalui mulut dan distraksi ( mengajak mengobrol klien dengan klien lain atau keluarga).

4. Melakukan observasi tanda vital : TTV :

TD : 120/60 mmhg N : 80x/menit S : 36 ° C RR : 20x/menit

5. Mengobservasi masukan dan haluaran urin pada 21.30

22.00

22.10

irigasi kateter : tidak ada sumbatan pada selang irigasi kateter , jumlah urin 1000cc/24jam.

6. Evaluasi intensitas dan frekuensi nyeri, nyeri pada genetalia, seperti ditusuk pisau dan timbul saat aktivitas

Skala = 4

Ekspresi menyeringai 7. Menjelaskan pada klien

tentang penyebab terjadi perdarahan setelah pembedahan 12-24 jam ialah karena waktu BAB klien mengejan dengan keras sehingga ada penekanan di dalam prostat yang menyebabkan perdarahan dan tanda- tanda perdarahan ialah nyeri, feses berwarna hitam karena, susah BAB.

2. 22.15

22.20 8. Menganjurkan pada klien untuk diet makanan tinggi serat dan rutin minum obat vitamin K untuk memudahkan defekasi dan mengurangi perdarahan.

9. Memantau traksi kateter : catat waktu traksi dipasang tanggal 30 Desember 2019 dan traksi akan dilepas pada tanggal 1 Desember 2019.

10. Mengobservasi adanya

hematuria dan

hematemesis untuk hematuria tidak ada ditandai urin jernih dan hematemesis juga tidak ada.

11. Menginstruksikan klien untuk membatasi aktivitas 12. Melakukan kolaborasi

dengan tim medis dalam 22.30

22.35

23.00

23.10

pemberian analgesic dan antibiotik.

-Injeksi Antrain 1gr

- Injeksi Asam Tranexamat 1gr 1. 1 Januari 2020 21.10 1. Melakukan observasi tanda

vital : TTV : TD : 130/60 mmhg N : 80x/menit S : 36,9 ° C RR : 18x/menit

2. Mengevaluasi intensitas dan frekuensi nyeri, nyeri pada genetalia, seperti ditusuk pisau dan timbul saat aktivitas

Skala = 2 Wajah relax

3. Menjelaskan tujuan dari meningkatkan mobilitas fisik untuk proses penyembuhan.

4. Memotivasi klien untuk berlatih dalam memenuhi 21.15

3. 21.20

21.25

22.00

kebutuhan ADLs secara mandiri.

5. Mendampingi dan membantu klien dalam mobiliasi serta membantu penuhi kebutuhan ADL klien.

6. Melakukan kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian analgesic - Injeksi Anbacim 1 gr 23.00

1. 2 Januari 2020 06.00 1. Melakukan observasi tanda vital : TTV :

TD : 120/60 mmhg N : 85x/menit S : 36 ° C RR : 19x/menit

2. Mengevaluasi intensitas dan frekuensi nyeri, nyeri pada genetalia, seperti ditusuk pisau dan timbul saat aktivitas, skala = 0, wajah relax.

06.15

3.5 Evaluasi keperawatan

Tabel 3.7 Catatan Perkembangan pada Tn. S dengan diagnosa medis Post Operasi (Trans Urethral Resection Prostat) di Ruang Mawar Kuning RSUD Sidoarjo

Tanggal Diagnosa Keperawatan

Catatan Perkembangan Paraf 1 Januari 2020 Nyeri akut b.d agen

injuri fisik (insisi pembedahan)

S :

1. Klien mengatakan

nyeri sudah

berkurang.

2. Klien memahami tentang teknik manajemen nyeri : teknik relaksasi (napas panjang melalui mulut) dan distraksi (mengobrol dengan klien atau keluarga) dan penyebab nyeri O :

1. Klien mampu menunjukan

ketrampilan dalam teknik manajemen

nyeri : teknik relaksasi (napas panjang melalui mulut) dan distraksi (mengobrol dengan klien lain atau keluarga) dengan benar.

2. K.U : Cukup baik , kesadaran

composmetis, GCS 4- 5-6.

3. Skala 2 4. Wajah Rileks 5. TTV :

TD : 130/60 mmhg N : 80x/menit S : 36,9 ° C RR : 18x/menit A : Masalah teratasi sebagian P : Intervensi dilanjutkan 4- 5-6

1 Januari 2020 Resiko perdarahan b.d terputusnya

S :

jaringan, trauma bekas insisi.

1. Klien mengatakan paham penyebab dari perdarahan dan tanda- tanda perdarahan seperti BAB warna hitam dan nyeri tak tertahankan karena susah BAB.

O:

1. Klien mengikuti instruksi untuk membatasi aktivitas setelah pembedahan.

2. Tidak ada tanda hematuria dan hematemesis.

3. Irigasi kateter dilepas 4. TTV :

TD : 130/60 mmhg N : 80x/menit S : 36,9 ° C RR : 18x/menit A : Masalah teratasi P: Intervensi dihentikan

1 Januari 2020 Hambatan

mobilitas fisik b.d nyeri akut.

S:

1. Klien mengatakan memahami tujuan dari peningkatan

mobilitas.

2. Klien melaporkan mau melakukan mobilisasi sesuai kemampuan.

O:

1. Klien mampu meningkatkan

aktivitas fisiknya, mampu mengubah posisi,memenuhi kebutuhan ADL sehari-hari secara mandiri.

5. TTV :

TD : 130/60 mmhg N : 80x/menit S : 36,9 ° C RR : 18x/menit A: Masalah teratasi P : Intervensi dihentikan

Tabel 3.8 Evaluasi Keperawatan pada Tn. S dengan diagnosa medis Post Operasi (Trans Urethral Resection Prostat) di Ruang Mawar Kuning RSUD Sidoarjo

Tanggal Diagnosa Keperawatan

Evaluasi Keperawatan Paraf 2 Januari 2020 Nyeri akut b.d

agent injuri fisik (insisi pembedahan).

S :

1. Klien mengatakan nyeri sudah berkurang.

2. Klien memahami tentang teknik manajemen nyeri : teknik relaksasi (napas panjang melalui mulut) dan distraksi (mengobrol dengan klien lain atau keluarga) dan penyebab nyeri

O :

1. Klien mampu menunjukan ketrampilan dalam teknik manajemen nyeri Klien memahami tentang teknik manajemen nyeri : teknik relaksasi (napas panjang melalui mulut) dan

distraksi (mengobrol dengan klien lain atau keluarga) dan penyebab nyeri.

dengan benar.

2. K.U : Cukup baik , kesadaran composmetis, GCS 4-5-6

3. Skala 0 4. Wajah Rileks 5. TTV :

TD : 130/60 mmhg N : 80x/menit S : 36,9 ° C RR : 18x/menit A : Masalah teratasi

P : Intervensi dihentikan karena klien dijadwalkan pulang pukul 08.00 dini hari.

2 Januari 2020 Resiko

perdarahan b.d terputusnya jaringan,

S :

1. Klien mengatakan paham penyebab dari perdarahan.

O:

trauma bekas insisi.

1. Klien mengikuti instruksi untuk membatasi aktivitas setelah pembedahan.

2. Tidak ada tanda hematuria dan hematemesis.

3. Irigasi kateter (-) 4. TTV :

TD : 130/60 mmhg N : 80x/menit S : 36,9 ° C RR : 18x/menit A : Masalah teratasi

P: Intervensi dihentikan karena klien dijadwalkan pulang pukul 08.00 dini hari.

2 Januari 2020 Hambatan mobilitas fisik b.d nyeri akut

S:

1. Klien mengatakan memahami tujuan dari peningkatan mobilitas.

2. Klien melaporkan mau melakukan mobilisasi sesuai kemampuan.

O:

1. Klien mampu

meningkatkan aktivitas

fisiknya, mampu mengubah

posisi,memenuhi kebutuhan ADL sehari- hari secara mandiri.

3. TTV :

TD : 130/60 mmhg N : 80x/menit S : 36,9 ° C RR : 18x/menit A: Masalah teratasi

P : Intervensi dihentikan karena klien dijadwalkan pulang pukul 08.00 dini hari.

Dokumen terkait