KURIKULUM PAI DI SEKOLAH
C. Ruang Lingkup dan Tujuan Pendidikan Agama Islam
e. Pencegahan, yaitu untuk menangkal hal-hal negatif dari lingkungannya atau dari budaya lain yang dapat membahayakan dirinya dan menghambat perkembangannya menuju manusia Indonesia seutuhnya.
f. Pengajaran tentang ilmu pengetahuan keagamaan secara umum (alam nyata dan tidak nyata), sistem dan fungsionalnya.
g. Penyaluran, yaitu untuk menyalurkan anak-anak yang memiliki bakat khusus di bidang agama Islam agar bakat tersebut dapat berkembang secara optimal sehingga dapat dimanfaatkan untuk dirinya sendiri dan juga orang lain.
terdapat dalam Al-Qur’an dan al-Sunnah. Serta dari berbagai disiplin ilmu yang relevan seperti sejarah, filsafat, psikologi, sosiologi, budaya, politik, hukum, etika, manajemen, teknologi canggih dan sebagainya.
b. Teori dan konsep yang diperlukan untuk kepentingan praktik pendidikan, yaitu memengaruhi peserta didik agar mengalami perubahan, peningkatan, dan kemajuan, baik dari segi wawasan, keterampilan, mental spiritual, sikap, pola pikir, dan kepribadiannya. Adapun komponen keterampilan terapan yang diperlukan dalam praktik pendidikan, berupa praktik pedagogis, didaktik, dan metodik didasarkan pada teori-teori dan konsep yang terdapat dalam ilmu pendidikan Islam.
Ruang lingkup pendidikan agama Islam juga identik dengan aspek-aspek pengajaran agama Islam karena materi yang terkandung di dalamnya merupakan perpaduan yang saling melengkapi satu dengan yang lainnya. Adapun yang secara umum biasa diterapkan di sekolah adalah :
a. Al-qur’an dan hadist, meliputi cara menulis, membaca, menghafal, dan menerjemahkan.
b. Pengajaran aqidah, meliputi rukun iman.
c. Pengajaran akhlak, meliputi mencontoh dan membiasakan berperilaku terpuji serta menghindari perilaku tercela.
d. Pengajaran fiqih, meliputi thaharah, shalat, puasa, zakat, dzikir dan berdoa.
e. Pengajaran sejarah dan kebudayaan Islam, meliputi kisah-kisah para nabi dan sahabat.
Dengan demikian, untuk mencapai suatu tujuan maka ruang lingkup pendidikan Islam sangatlah penting, seperti yang telah dipaparkan di atas. Dengan adanya ruang lingkup maka segala aspek yang dituju akan mendapatkan hasil yang sesuai dengan tujuannya itu sendiri.
2. Tujuan Pendidikan Agama Islam
Tujuan pendidikan merupakan hal yang dominan dalam pendidikan. Menurut PUSKUR Depdiknas, tujuan pendidikan Islam adalah untuk menumbuhkan dan meningkatkan keimanan peserta didik melalui pemberian dan pemupukan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, serta pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi muslim yang terus berkembang dalam hal keimanan dan ketakwaannya kepada Allah Swt. serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.13
13Abdul Majid, Op.Cit, hlm. 18
Adapun tujuan ilmu pendidikan Islam dalam buku karya Abuddin Nata, yang berjudul “Ilmu Pendidikan Islam dengan Pendekatan Multidispliner” yaitu sejalan dengan pengertian dan karakter ilmu pendidikan Islam, maka ilmu pendidikan Islam baik secara teori maupun praktik berusaha untuk merealisasikan misi ajaran Islam, yaitu untuk menyebarkan dan menanamkan ajaran Islam ke dalam jiwa umat manusia, mendorong penganutnya untuk mewujudkan nilai-nilai ajaran Al-Qur’an dan al-Sunnah, mendorong pemeluknya untuk menciptakan pola kemajuan hidup yang dapat menyejahterakan pribadi dan masyarakat, meningkatkan derajat dan martabat manusia dan lain sebagainya. 14
Menurut PP RI Nomor 55 Tahun 2007 bab 2 pasal 2 ayat 1 dan 2 tentang pendidikan agama dan pendidikan keagamaan disebutkan tentang fungsi dan tujuan pendidikan agama, ayat 1 yang berbunyi “Pendidikan agama berfungsi membentuk manusia Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia dan mampu menjaga kedamaian dan kerukunan hubungan inter dan antarumat beragama”. Sedangkan ayat 2 berbunyi “Pendidikan agama bertujuan untuk berkembangnya kemampuan peserta didik dalam memahami, menghayati, dan
14Abuddin Nata, Op.Cit, hlm. 21
mengamalkan nilai-nilai agama yang menyerasikan penguasaannya dalam ilmu pengetahuan, teknologi dan seni”.15
Secara spesifik pendidikan agama Islam bagi anak berkebutuhan khusus di Sekolah Luar Biasa bertujuan untuk :
a. Menumbuhkembangkan akidah melalui pemberian, pemupukan, dan pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengalaman, serta pembiasaan pada peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi muslim yang terus berkembang keimanan dan ketakwaannya kepada Allah swt.
b. Mewujudkan manusia Indonesia yang berakhlak mulia yaitu manusia yang produktif, jujur, adil, etis, disiplin, toleransi (tasammuh) serta menjaga harmoni secara personal dan sosial.16
Berdasarkan penjelasan di atas, penulis menyimpulkan bahwa tujuan dari pendidikan agama Islam itu sendiri, untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan peserta didik dalam memahami, menghayati dan mengamalkan nilai- nilai agama dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan individu maupun bermasyarakat. Kemudian menyerasikan penguasaannya dalam ilmu pengetahuan,
15Tim Redaksi Fokusmedia, Himpunan Peraturan Perundang-Undangan, (Bandung : Fokusmedia, 2008), hlm. 86-87
16Badan Standar Nasional Pendidikan, Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Sekolah Dasar Luar Biasa, (Jakarta : Depdiknas Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa, 2006), hlm. 4
teknologi dan seni. Serta alat untuk mengadakan perubahan inovasi dan perkembangan.
Kesimpulan
Pendidikan Agama Islam di sekolah sudah diatur dalam Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 pada bab 5 pasal 12a ayat 1 bahwa peserta didik dalam satuan pendidikan berhak mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang dianutnya. Kemudian juga diatur dalam PP nomor 55 Tahun 2007 yang menyatakan bahwa peserta didik yang berada di jenis pendidikan manapun berhak mendapatkan pendidikan agama, mengingat tujuan dari pendidikan nasional yaitu membentuk peserta didik supaya menjadi manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Arah kurikulum pendidikan agama Islam :
a. Pendidikan Agama Islam harus memperhatikan dan mengedepankan pendidikan akhlak mulia, pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan dalam rangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.
b. Harus mengintegrasikan pendidikan karakter bangsa, kewirausahaan, dan ekonomi kreatif.
c. Harus memperhatikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta menyukai harus globalisasi harus disikapi secara positif dan proporsional.
d. Konsisten dan tetap menjadi parameter perkembangan (politik, ekonomi, sosial, budaya dan lainnya).
Selanjutnya peran dari pendidikan agama Islam merupakan segala upaya atau proses pendidikan yang dilakukan untuk membimbing tingkah laku manusia, baik individu, maupun sosial untuk mengarahkan potensi, baik potensi dasar (fithrah), maupun ajar yang sesuai dengan fitrahnya melalui proses intelektual dan spiritual berlandaskan nilai Islam untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat, sedangkan fungsinya untuk membantu manusia keluar sebagai pemenang dalam perkembangan kehidupan dan persaingan dalam penyempurnaan hidup lahir dan batin antar-bangsa.
Adapun ruang lingkup PAI yaitu teori dan konsep yang diperlukan bagi perumusan desain pendidikan Islam dengan berbagai aspeknya seperti visi, misi, tujuan, kurikulum, proses belajar mengajar, kemudian teori dan konsep yang diperlukan untuk praktik.
Selanjutnya tujuan dari Pendidikan Agama Islam itu sendiri, untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan peserta didik dalam memahami, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan individu maupun bermasyarakat.