BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian analisis pendapatan bagi hasil mudharabah terhadap profitabilitas di atas, maka saran-saran yang dapat diberikan penulis adalah:
1. Untuk Komisaris PT Bank Syariah Mandiri Harusnya sebagai seorang muslim dan juga pemimpin perusahaan agar dalam menjalankan bisnis atau usaha harus saling percaya dan berpikir tentang kemaslahatan ummat, agar kepercayaan satu sama lain bisa terbangun, sehingga baik itu prinsip bagi hasil revenue sharing dan profit sharing saling menguntungkan antara shahibul mal dan Mudharib.
2. Untuk Manajer PT Bank Syariah Mandiri agar sering Melakukan sosialisasi melalui seminar, workshop, dan pelatihan mengenai perbankan syariah khususnya untuk produk pembiayaan mudharabah dengan tujuan memberikan pemahaman yang lebih kepada masyarakat.
3. Untuk peneliti selanjutnya, agar melakukan penelitian lebih lama agar informasi yang didapatkan lebih akurat dan mendetail serta mendapatkan informan yang lebih banyak dari berbagai jabatan agar jawaban atau informasi yang didapat lebih dapat memenuhi tujuan penelitian.
55
Abdullah, A. R. 2017. Penerapan prinsip syariah dalam akad pembiayaan mudharabah pada Bank Muamalat. Jurnal Iqtisaduna, Vol 3 No 1.
Al-Qur'an, Surah Al-Muzzammil Ayat 20
Amrin, A. 2006. Asuransi Syariah. Jakarta: Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia.
Arifin, Z., Dhiana, P., & Hartono. 2017. Komparasi Revenue dan Profit Sharing pada sistem Mudharabah pada PT BPRS Mitra Harmoni Semarang (Kesesuaian dengan Fatwa MUI DSN No.15/DSN-MUI/X
I/2000 tentang Prinsip Bagi Hasil Usaha dalam Lembaga Keuangan/Perbankan Syariah). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Universitas Pandaranan, Vol 3 No 3.
Asdara, Y. A. 2012. Penggunaan Prinsip Bagi Hasil dengan Konsep Net Revenue Sharing dalam Praktek Transaksi Mudharabah (Studi Kasus pada PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. Kantor Cabang Malang). Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Univertas Brawijaya, Vol 1 No 2.
Antonio, S. (2002). Bank Syariah Suatu Pengenalan Umum. Jakarta: Tazkia Insititute.
Astika, S., & Suarni, A. (2018). Analisis Penerapan Akuntansi Syariah Berdasarkan PSAK 102 Pada Pembiayaan Murabahah DI PT. Bank BNI Syariah Cabang Makassar. Ar-Ribh Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 93.
Darmawan, & Hamid, A. 2015. Penerapan Akuntansi Pembiayaan Mudharabah Bersdasarkan PSAK No. 102 pada Bank BNI Syariah Kantor Cabang Mikro Kota Parepare. Jurnal Syariah dan Hukum Diktum, 73.
Hafid, W. R., Majid, J., & Juardi, M. S. (2018). Penerapan Prinsip Profit Sharing dan Revenue Sharing Program Tabungan Mudharabah dan Deposito Mudharabah (Studi pada PT Bank Muamalat Kantor cabang Makassar).
Jurnal Ekonomi, Keuangan dan Perbankan Syariah Vol. 2 No 1, 65-81.
Machmud, A., & Rukmana. 2010. Bank Syariah (Teori, Kebijakan, dan Sturi Empiris di Indonesia). Jakarta: Erlangga.
Mardani. 2015. Aspek Hukum Lembaga Keuangan Syariah di Indonesia. Jakarta:
PT Khakjrisma Putra Utama.
Moleong, L. J. 2011. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Muljono, D. 2015. Perbankan dan Lembaga Keuangan Syariah. Yogyakarta:
ANDI Yogyakarta.
Putra, R. L. 2017. Analisis Penerspsn PSAK 105 Terhadap Pembiayaan Mudharabah pada PT Bank BRI Syariah Kantor Cabang Malang. Fakultas Ekonomi UIN Malang.
Rokhlinasari, S., & Astuti, D. 2016. Penerapan Peryataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 105 pada Pembiayaan Mudharabah di Bank Syariah Cabang Cirebon. Jurnal Kajian Ekonomi dan Perbankan Syariah, 1.
Saladin, H. 2015. Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Terhadap Bagi Hasil Tabungan Mudharabah pada PT Bank BNI Syariah Cabang Palembang.
Jurnal Media Wahana Ekonomika Vol 12 No 1.
Saputro, A. D., & Dzulkirom, M. 2015. Sistem Perhitungan Bagi Hasil Pembiayaan Mudharabah pada PT Bank Syariah Mandiri Cabang Malang. Jurnal Administrasi Bisnis, Vol 21 No 2.
Sumitro, W. 2004. Asas-Asas Islam dan Lembaga-Lembaga Terkait (Bamul, Tafakul dan Pasar Modal Syariah) di Indonesia. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Suni, M. 2018. Ananlisis Perhitungan Bagi Hasil Mudharabah Tabungan pada (Studi Kasus) PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Harta Insan Karimah (HIK) Makassar. Jurnal Pendidikan PEPATUDZU Media Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan, Vol 2 No 14, 123-131.
Susanto, N. F., Morasa, J., & Wokas, H. R. 2017. Ananlisis Penerapan Sistem Bagi Hasil Pembiayaan Musyarakah Menurut PSAK No. 106 di PT Bank Syariah Mnadiri Kantor Cabang Manando. Jurnal EMBA, Vol 2 No 2:
2276-2285.
Tridiana, M. 2017. Analisis Bagi Hasil Akad Mudharabah Dengan Menggunakan Metode Revenue Sharing Pada PT. Bank Syariah Mandiri.
Tabe, R. 2013. Sistem Informasi Akuntansi (SIA) dalam Menigkatkan Kepercayaan dan Pelayanan Perbankan Syariah. Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah, Wahyu, A. R., & Abdullah, M. W. 2016. Penerapan Prinsip Syariah dalam Akad
Pembiayaan Mudharabah pada Bank Muamalat. Jurnal Ktisaduna.
Zaenal Arifin, P. D. 2017. Komparasi Revenue dan Profit Sharing pada sistem Mudharabah pada PT. BPRS Mitra Harmoni Semarang (kesesuain denga Fatwa MUI DSN No. 15/DSN-MUI/XI/2000 tentang prinsip bagi hasil usaha dalam lembaga keuangan/perbankan syariah). Jurnal Ilmiah
Mahasiswa Akuntansi Universitas Pandanaran, Vol 3 No 3.
https://www.mandirisyariah.co.id/
www.ojk.go.id
58
LAMPIRAN
Penelitian Terdahulu
No Nama
(Tahun) Peneliti
Judul Penelitian
Metode Penelitian
Hasil Penelitian
1 Sri
Rokhlinasari dan Dewi Astuti
penerapan pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) No.105 pada pembiayaan mudharabah pada PT. Bank BNI syariah cabang Cirebon
Metode Kualitatif
Penelitian ini
menunjukkan bahwa penerapan perlakuan akuntansi
pembiayaan
mudharabah di Bank BNI Syariah Cabang Cirebon yaitu dalam PSAK No. 105
paragraf 11 dijelaskan bahwa “pembagian usaha mudharabah dapat dilakukan berdasarkan prinsip bagi hasil atau bagi laba
2 Muhadjir Suni (2018)
analisis perhitungan bagi hasil mudharabah tabungan pada (studi kasus) PT. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Harta Insan Karimah (HIK)
Makassar
Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekata n kualitatif
Hasil dari penelitian ini adalah jika pihak bank mengalami kerugian maka kerugian tersebut ditanggung oleh kedua belah pihak yaitu nasabah dan BPRS HIK Makassar.
3 Navadila Frurizk Susanto, Jenny Morasa, dan Heince R.N Wokas (2017)
mengenai analisis penerapan sistem bagi hasil
pembiayaan musyarakah menurut PSAK No. 106 di PT.
Bank Syariah Mandiri kantor cabang Manado
metode analisis deskriptif kualitatif
Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Bank Syariah Mandiri KC Manado telah menerapkan sistem bagi hasil musyarakah melalui musyarakah
pembiayaan dana berputar dan telah menerapkan pengakuan dan pengukuran
berdasarkan PSAK 106.
4 Andi Rio Makullau Wahyu dan M Wahyu Abdullah (2016)
Penerapan Prinsip Syariah Dalam Akad Pembiayaan Murabahah Pada Bank Muamalat
Metode kualitatif deskriptif
Penelitian
menunjukkan bahwa:
(1) Bentuk akad dan standar operasional produk pembiayaan murabahah pada Bank Muamalat kota parepare dengan mengacu kepada ketentuan Undang- undang Perbankan Syariah, BI (Bank Indonesia), OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan Fatwa DSN-MUI. (2) Penerapan prinsip syariah dalam akad pembiayaan
murabahah pada bank Muamalat kota parepare telah sesuai dengan undang- undang perbankan syariah dan Fatwa DSN-MUI
5 Hendri Saladin
Penerapan sistem
Metode analisis
Berdasarkan dari hasil penelitian sistem
(2015) informasi akuntansi terhadap bagi hasil tabungan mudharabah pada PT. bank BNI syariah cabang Palembang
kualitatif transaksi tabungan mudharabah di Bank BNI Syariah cabang Palembang
menggunakan akad mudharabah mulaqah dan sistem bagi hasil yang diterapkan mengacu pada prinsip Revenue Sharing.
6 Anan Dwi Saputro dan Moch.
Dzulkirom A.R (2015)
sistem perhitungan bagi hasil pembiayaan mudharabah pada PT. Bank Syariah
Mandiri cabang Malang
Penulisan ini
mengguna kan teknis deskriptif
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem bagi hasil lebih menguntungkan kedua belah pihak dan resiko lebih kecil dari pada sistem bunga yang diterapkan bank konvensional pada umumnya.
7 Nur Rizki Febriandika (2015)
Penerapan sistem Revenue Sharing pada akad
mudharabah BMT Amanah Ummah
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa semua akad
mudharabah di BMT Amanah Ummah menggunakan sistem bagi hasil revenue sharing, baik dalam hal pembiayaan maupun
penghimpunan dana.
8 Zaenal Arifin, Paticia Dhiana dan Hartono (2017)
Komparasi Revenue Sharing dan Profit Sharing pada sistem Mudharabah pada PT.
BPRS Mitra Harmoni Semarang
Metode Penelitian kualitatif
Penelitian ini
menunjukkan bahwa PT BPRS Mitra Harmoni Semarang lebih sering
menggunakan metode profit sharing
dibandingkan dengan metode revenue sharing.
9 Yanu Aldo Asdana (2012)
Penggunaan prinsip bagi hasil dalam konsep net revenue sharing dalam praktek transaksi mudharabah
Metode penelitian deskriptif kualitatif
Dari hasil penelitian bahwa bank
muamalat
menggunakan prinsip Net Revenue Sharing dikarenakan adanya moral hazard
nasabah, tingkat kepemilikan nasabah, batasan peran
investor 10 Wika
Ramdhani, jamaluddin Majid, dan Muh. Sapril Sardi Juardi (2018)
penerapan prinsip profit sharing dan revenue sharing program tabungan dan mudharabah dan deposito mudharabah (studi pada PT. Bank Muamalat Kantor Cabang Makassar)
Jenis penelitian yang digunakan adalah field reseach
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pendistribusian bagi hasil pada PT Bank Muamalat KC Makassar
menggunakan prinsip profit sharing
dikurangi biaya yang dikeluarkan
pengelolah dana
PEDOMAN WAWANCARA
NO RUMUSAN MASALAH CODING
1 Apa saja produk yang ditawarkan pada Bank Syariah Mandiri?
M 2 Apa yang ibu ketahui mengenai mudharabah? M 3 Bagaimana penerapan prosedur dalam mudharabah? M 4 Apa yang ibu ketahui mengenai Revenue Sharing? M 5 Bagaimana penerapan revenue sharing mudharabah
pada bank syariah mandiri?
M
TABEL REDUKSI WAWANCARA
NO CODING TRANSKRIP
1 M Dalam bank syariah mandiri ada beberapa produk yang ditawarkan disini, produk tersebut yaitu produk pembiayaan, produk jasa dan produk pendanaan
2 M Mudharabah itu kerja sama antara dua orang atau lebih dimana pemilik modal ini mempercayakan modalnya untuk dikelolah oleh bank kemudian dana tersebut disalurkan kepada pemohon dana yang biasanya ada seorang pengusaha yang baru merintis usahanya mereka memohon dana untuk menjalankan usaha yang baru dirintis tersebut 3 M pembiayaan mudharabah dimulai ketika dek
seorang nasabah yang bertindak sebagai pihak mudharib atau pemilik dana menyimpan dana di bank syariah mandiri lalu bank syariah mandiri ini dek sebagai shahibul mal atau pengelola dana memutuskan untuk mengelola dana yang disimpan oleh nasabah tersebut.
Setelah itu dek ada nasabah yang bertindak sebagai pihak ketiga yang membutuhkan dana. Pihak ketiga disini biasanya adalah seorang pengusaha yang sedang merintis usahanya dan memerlukan dana untuk mengembangkan usahanya agar lebih maju. Setelah pihak ketiga mengajukan permohonan dana kepada bank syariah sebagai pihak kedua atau perantara, kemudian terjadilah akad atau perjanjian antara bank syariah mandiri sebagai pemberi dana dan pihak ketiga sebagai pemohon dana.
Setelah terjadi akad antara bank syariah sebagai pemberi dana dan pihak ketiga sebagai pemohon dana, dana kemudian dicairkan kepada pihak ketiga yang kemudian akan digunakan untuk membangun usahanya, tapi di sisi lain pihak bank mandiri syariah harus memastikan bahwa
dana tersebut betul-betul digunakan untuk kepentingan usaha bukan untuk kepentingan lain.
Contohnya dek jika pengusaha ini atau pihak ketiga ingin membeli kendaraan demi menunjang kelancaran usahanya maka bank syariah akan memastikan bahwa dana yang dicairkan tersebut betul-betul digunakan untuk membeli kendaraan dan bank syariah sendiri yang akan membelikan secara langsung kendaraan tersebut dan pihak ketiga akan membayar secara bertahap atau angsuran sesuai dengan perjanjian dengan pihak bank syariah.
Mengenai bagi hasil antara nasabah disini yang menyimpan dana atau dalam hal ini adalah pihak pertama dengan pihak bank syariah mandiri sebagai pihak kedua ada ketentuan tersendiri mengenai bagi hasil tersebut.
Untuk nasabah yang memiliki dana dibawah Rp 100.000.000 maka pembagian hasil yang didapatkan oleh pihak pertama adalah 12% dan pembagian bagi hasil yang didapatkan oleh pihak bank sebesar 88%, sedangkan nasabah yang memiliki dana di atas Rp 100.000.000 maka pembagian bagi hasil yang didapatkan oleh pihak pertama adalah 17% dan pembagian hasil yang didapatkan oleh pihak bank sebesar 83%.
4 M Revenue Sharing itu dek sistem bagi hasil yang dihitung dari Jumlah pendapatan pengelolaan dana tanpa dikurangi dengan biaya pengelolaan dana.
5 M Ketika nasabah yang bertindak sebagai shahibul mal menyimpan dana di bank, lalu pihak bank sebagai mudharib yang mengelola dana tersebut kemudian memberi pinjaman kepada nasabah yang membutuhkan dana yang biasanya adalah seorang pengusaha yang baru ingin merintis usahanya dan menggunakan dana tersebut sebagai modal usaha.
Kemudian dari pelunasan yang dilakukan oleh nasabah yang meminjam dana tersebut baik itu pelunasan secara kredit maupun secara langsung akan menimbulkan margin atau pendapatan bagi bank atau pengelola dana. Disinilah proses pembagian hasil revenue sharing terjadi bank akan langsung membagi hasil pendapatan tersebut sebelum dikurangi beban operasional seperti beban pajak dan beban lainnya sesuai atas nisbah yang ditentukan.
LAPORAN POSISI KEUANGAN PT BANK SYARIAH MANDIRI
31 DESEMBER 2019
SURAT IZIN PENELITIAN
DOKUMENTASI
Proses Wawancara Dengan Ibu Mentari (Costumer Service)