BAB V PENUTUP
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas dapat diberikan saran sebagai berikut:
1. Pemerintah daerah dapat membantu lebih banyak masyarakat agar berinovasi memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia sehingga memiliki nilai ekonomis.
2. Pengelolah Dante Pine bisa bekerja sama dengan pihak pemerintah untuk memaksimalkan promosi wisata Dante Pine.
3. Pemerintah dapat memberikan edukasi ke desa lain untuk memanfaatkan lahan yang ada agar bisa difungsikan sebagai wisata baru yang ada di Kabupaten Enrekang.
47
4. Bagi peneliti selajutnya dapat mengkaji variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini
48
DAFTAR PUSTAKA
Darma, I.M. (2010). Potensi pengembangan pariwisata. Minat khusus, di desa Pateban-Tebanan. Jurnal : universitas Udayana. Hal. 24
Dimyanti, Achamd. Usaha pariwisata, Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah kejurusan
Direktorat Jenderal Pariwisata, Pengantar Pariwisata Indonesia A.J Jakarta : PT.
Raja Grafindo Persada, 2011, hal 7
D Puji Subekti. (2016). Dampak Ekonomi Sektor Pariwisata Di Pantai Suwuk Kabupaten Kebumen. Jurnal. Sekolah tinggi pariwisata. Bandung
Gustiyana, H. (2004). Analisis Pendapatan Usahatani untuk Produk Pertanian.
Salemba empat: Jakarta
Hasan, M Iqbal. 2002. Pokok-pokok materi statistika 1 (statistic deskriptif). Edisi kedua. Jakarta: PT. Bumi Aksara
Khairuddin. (2008). Sosiologi Keluarga. Yogyakarta: Liberty
Leonardo Sinurut, (2014). Pengaruh Objek Wisata pasir putih terhadap sosial ekonomi masyrakat desa Hutabolon Parbaba Kecmatan Samosir. Jurnal : Universitas Sumatera Utara. Hal 25
Mill, R.C. dan Morrison, A.M. (1985).The Tourism System. New Jersey: Prentice Hall, Inc. 90
Milles dan Huberman (1992:16). Analisis data kuantitatif, Jakarta: Universitas Indonesia Press
Muljadi A.J, 2014 Kepariwisataan dan Perjalanan, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, hal 10
Retnowari Christin. 2014. Arahan Dan Rekomendasi Pemanfaatan Lahan Untuk Kawasan Pemukiman Wilayah Pesisir Kelurahan Tanjung Mas Dan Kelurahan Bandarjo. Jurnal. Penggunaan Dan Pengembangan Produk Informasi Geospasial Mendukung Daya Saing Nasional.
Sari, D.K. (2011). Pengembangan Objek Wisata Pantai Sigandu Kabupaten Batang. Skripsi. Universitas diponegoro semarang. Hal.1
49
Santrock JW. 2017 . Psikologi Pendidikan Edisi Kedua. Jakarta: Kencana Prenada Media Group;
Siagian, Ondang. 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia, Bumi Aksara, Jakarta.
Soekanto, Soerjono. 2012. Sosiologi Suatu Pengantar.Jakarta: Rajawali Pers Suwantoro. Sh.2011.Dasar-dasar Pariwisata. Jakarta: Andi Publisher
Sugiyino. 2012. Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. CV Alfabeta.
Suhamdani Hidri H. (2013). Analisis Pengembangan Pariwisata Alam Lewaja Kabupaten Enrekang. Skripsi.Universitas negeri hasanuddin
Undang No. 10 pasal 4 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan
UNEP (United Nation Environment Programme). 2010. Investing in Improved Stoves in Haiti: Discussion Paper
Yoeti, Oka.A. 2000. Pengantar ilmu pariwisata, Bandung: Angkasa. Hal 34.
50
L A M
P I R A N
DAFTAR LAMPIRAN
51
DOKUMENTASI
Peta Kabupaten Enrekang
52
Gambar 1. keadaan halaman depan wisata alam Dante Pine
Gambar 2. Wawancara dengan pengunjung
53
Gambar 3. Wawancara dengan masyarakat
Gambar 4. Wawancara dengan pemilik/pengelola wiasata Alam Dante Pine
54
Gambar 5. Wawancara dengan pengunjung Dante Pine
Gambar 6. Wawancara dengan pedagang wisata Dante Pine
55
56
57
HASIL WAWANCARA Wawancara kepada Pihak Pengelola Wisata Dante Pine
1. Apa daya tarik yang ada di objek wisata Dante Pine?
Itu bisa disaksikan sendiri karena kalau saya yang menilai itu penilaian saya sendiri yang jelas daya tarik disni itu alam dan wahana yang ada.
2. Bagaimana strategi yang dilakukan dalam upaya pengembangan objek wisata Dante Pine?
Social media yang pertama, promosi di website dan dari mulut ke mulut.
3. Apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam upaya pengembangan Dante Pine?
Faktor pendukungnya yah support darti pemerintah untuk medorong wisata ini sedangkan penghambat, karena ini wisata milik pribadi jadi terkendala di dana dalam melakukan promosi lebih luas serta dalam membuat ini lebih banyak lagi wahananya
4. Apa saja dampak positif dan negatif yang ditimbulkan bagi masyarakat setelah pengembangan objek wisata Dante Pine dilakukan?
Dampak positf jelas darai segi pendapatan, pemasukan daerah melalui pajak, enrekang makin dikenal orang sedangka negatif sepertinya belum ada karena belum ada pergesaran budaya yang diakibatkan oleh dante pne ini karena ini juga masih wisata biasa.
Damak lain Kalau saya sendiri sebagai pihak pengelolah jelas merasakan perubahan itu karena saya dapat gaji, tapi kalau berbicara yang lain
masyarakat atau pedangan jelas juga dapat keutungan dari kehadiran wisata ini. Karena dengan adanya wisata ini usaha masyarakat yang ada disekitar sini makin laris dibeli oleh wisatawan dan jumlah wisatawan itu tidak sedikit”zaenal
“Salah satu dampak dari wisata ini yang saya sendiri rasakan yaitu pendapatan yang bertambah hingga bisa menabung untuk masa depan, meskipun tidak banyak tetapi kehidupan jauh lebih baik”
58
Wawancara kepada Kepala Desa
1. Apa saja dampak positif dan negatif yang ditimbulkan bagi masyarakat setelah pengembangan objek wisata Dante Pine dilakukan?
Positif itu pemasukan daerah bertambah yang mempengarhi pembenahan dari berbagai aspek seperti pembanunan desa dan penyediaan fasilitas keshatan atau pendidikan. Negatif saya rasa tidak ada malah wisata ini mebuat desa kami lebih dikenal orang.
2. Apakah kesempatan kerja bertambah setelah dilakukan pengembangan objek wisata?
Iya jelas dengan adanya Dante Pine khususnya jelas ada lapangan kerja yang terubuka, belum lagi ppeluang usaha untuk warga sekitar lokasi wisatayang terbuka
3. Apakah dengan adanya objek wisata Dante Pine pendidikan masyarakat mengalami peningkatan? Bagaimana bentuk interkasi antar pedagang?
Iya meskipun tidak siginifikan tetapi dengan adanya pendapatan dari pajak itu menolonglah.
Wawancara dengan masyarakat/Pedagang
1. Sudah berapa lama bapak/ibu bekerja di objek wisata Dante Pine?
1 tahun
2. Apa pekerjaan anda sebelum bekerja di objek wisata Dante Pine?
Petani
3. Apakah penghasilan tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari?
Dicukupkan, setidaknya lebih baik dari sebelumnya.
4. Apakah ada perubahan pendapatan sebelum dan sesudah Dante Pine dilakukan?
Jelas ada namanya memiliki gaji
5. Apakah dengan adanya objek wisata Dante Pine pendidikan dikeluarga meningkat?
59
Saya kurang paham dari segi pendidikan, yang ejlas anak saya bersekolah seperti biasnaya.
6. Apakah dengan adanya pengembangan di objek wisata Dante Pine kesempatan kerja bertambah?
Saya tidak tau datanya bagaimana, yang jelas saya dan teman-teman disni terbantu dengan adanya wisata ini
7. Bagaimana persaingan antar pedagang?
Tidak ada persaingan yang bagaimana, karena pihak pengelola telah punya turan sendiri jika ingin berjualan disini
8. Apakah pernah terjadi konflik antar pedagang?
Tidak pernah ada konflik yang seperti bagaimana seauh ini, karena disini kita berjualan sudah ada aturan dari pengelolah yang harus ditaati, kita malah saling mendukung untuk memajukan usaha bersama” Rosmi
9. Dampak apa yang terlihat disini engan adanya pembangunan wisat ini, apakah semakin kompak atau seperti apa?
Semakin kompak mungkin iya, Dengan adanya wisata ini, meskipun kerja samanya tdak signifikan tapi sebagai pihak pengelola bisa merasakan kalau masyarakat disini semangat menjaga tempat wisata ini, meskipun ini merupakan wisata milik perorangan tapi karena sudah terkenal sebagai ciri khas enrekang jadi secara tidak langsung masyarakat setempat memiliki ikatan emosional dengan wisata ini.
Karena yang punya itu Dante Pine juga masyarakat sini, kita juga jadi sadar peluang-peluang bisnis yang ada di enrekang sehingga kita masyarakat saling mendukung untuk membuat usaha terutama dibidang wisata karena enrekang ini berpotensi”
10. Apakah ada dampk positif dari segi ekonomi?
Saya sendiri merasakan dampak secara ekonomi karena saya punya usaha disini, yang sebelum adanya wisata ini saya tidak memiliki pendapatan jelas, sekarang bisa menghasilkan yang saya rasa sudah cukup menutupi kebutuhan hidup” anti.
11. Sebaga pedagang apa yang di dapatkan?
Saya sendiri secara ekonomi ada perubahan, tetapi tidak rutin,hanya ini lebih bagus dari pada sebelum adanya wisata, dulu hanya mengharapkan hasil panen, sekarang terkadang ada pekerjaan tambahan” Bapak fuddin.
“Dampak dari bertambahnya pedapatan, syukur alhamdulillah sekarang sudah bisa menabung, benar-benar kehadiran objek wisata ini sagat membantu saya dan keluarga” Anti.
60
RIWAYAT HIDUP
Wildayanti lahir pada 6 Agustus 1997, di Dusun Bubun Bia Kecamatan Baroko Kabupaten Enrekang Provinsi Sulawesi Selatan. Penulis merupakan anak ke Empat dari Enam bersaudara, dari pasangan Syamsuddin dan Kadaria. Penulis pertama kali masuk pendidikan formal di SDN 98 Tongko Pada tahun 2001 dan tamat pada 2007
Pada tahun yang sama penulis melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Alla’ dan tamat pada tahun pada tahun 2013. Setelah tamat di SMP. Penulis melanjutkan ke Sekolah Menengah Atas (SMA) dan tamat pada tahun 2016. Dan pada tahun yang sama penulis terdaftar sebagai mahasiswi di Universitas Muhammadiyah Makassar, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, Jurusan Ekonomi Pembangunan melalui seleksi penerimaan mahasiswa baru.