Dyta Ferdiana, dkk.
Prosiding Seminar Nasional Kimia dan Pembelajarannya (SNKP) 2014 169
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA-KIMIA BERBASIS LEARNING CYCLE 3-E PADA
Dyta Ferdiana, dkk.
170 Prosiding Seminar Nasional Kimia dan Pembelajarannya (SNKP) 2014
Salah satu model pembelajaran dengan pendekatan konstruktivisme adalah daur belajar 3 fase atau Learning Cycle (LC) 3-E. Lawson (1995) mengembangkan Learning Cycle 3-E yang tahapannya sebagai berikut: exploration, concept introduction, dan concept application. Pada model ini, tahap concept introduction dan concept application masing-masing disebut dengan explanation dan elaboration, sehingga Learning cycle 3 fase sering dijuluki LC 3-E (Exploration, Explanation, dan Elaboration). Tahap-tahap pembelajaran pada Learning Cycle ini bertujuan untuk membangun konsep pemikiran pada peserta didik sehingga diharapkan dapat meningkatkan penguasaan konsep pada diri peserta didik, yang pada akhirnya dapat meningkatkan prestasi belajar.
METODE
Model penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Development Reseach) yang bertujuan untuk menghasilkan produk berupa bahan ajar. Bahan ajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah bahan ajar IPA berbasis Learning Cycle 3-E pada bahan kajian perubahan materi untuk SMP kelas VII semester I. Prosedur penelitian pengembangan ini mengadaptasi model pengembangan yang direkomendasikan oleh Thiagarajan, Semmel, dan Semmel (1974) yakni four D model atau model 4-D. Model ini terdiri dari 4 tahap pengembangan yaitu: Define (pendefinisian), Design (perancangan), Develop (pengembangan) dan Disseminate (penyebaran). Dalam penelitian pengembangan ini, hanya dilakukan tiga tahap yakni define (pendefinisian), design (perancangan), dan develop (pengembangan). Tahap keempat yaitu penyebaran (disseminate) tidak dilakukan karena keterbatasan waktu, biaya dan tenaga, sehingga penelitian pengembangan ini hanya terbatas pada langkah uji coba produk.
Produk hasil pengembangan ini diuji kelayakannya dengan cara melakukan validasi ahli dan uji coba produk terhadap peserta didik. Validator ahli dalam penelitian ini adalah 2 orang dosen dan 2 orang guru IPA SMP, sedangkan subyek uji coba produk ini adalah sepuluh orang peserta didik SMP Negeri 1 Bululawang Kabupaten Malang. Jenis data yang diperoleh dari hasil validasi berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif berupa nilai rata-rata yang diperoleh dari angket validasi yang disusun dengan skala Likert 1 sampai 5. Data kualitatif berupa komentar dan saran dari validator terhadap bahan ajar yang dikembangkan.
Hasil angket penilaian dengan skala Likert dianalisis menggunakan teknik analisis persentase rata-rata.
Penentuan makna dari hasil analisis persentase tersebut menggunakan jenjang kriteria kelayakan. Persentase 0 % - 20
% merupakan kriteria tidak layak, 21% - 40 % kurang layak (revisi), 41% - 60 % Cukup Layak, 61% - 80 % layak, dan 81-100% adalah kriteria sangat layak.
HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Tahap Define
Tahap pendefinisian merupakan tahapan awal dalam pengembangan. Tahap pendefinisian ini meliputi analisis awal dan analisis kebutuhan peserta didik. Pada tahap ini peneliti melakukan analisis terhadap bahan ajar yang sudah ada di lapangan. Berdasarkan hasil analisis pada bahan ajar yang sudah ada ini, menunjukkan bahwa dibutuhkan bahan ajar untuk SMP pada bahan kajian materi dan perubahannya yang sesuai dengan kurikulum 2013.
Langkah yang dilakukan selanjutnya pada tahap analisis awal adalah mengkaji Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) pada kurikulum 2013 yang digunakan sebagai panduan pengembangan bahan ajar. KI dan KD tersebut tercantum pada Lampiran Permendikbud No.68 Tahun 2013. Dari KI dan KD tersebut dihasilkan tujuan pembelajaran dan indikator yang akan dikembangkan dalam produk bahan ajar serta tugas-tugas yang perlu dilaksanakan peserta didik.
Hasil Tahap Design
Pada tahap perancangan dihasilkan prototype produk bahan ajar sesuai format yang direncanakan, yang kemudian dikembangkan menjadi bahan ajar. Hasil pengembangan bahan ajar berbasis learning cycle 3-E pada bahan kajian materi dan perubahannya sesuai kurikulum 2013 ini mencakup bahan ajar untuk peserta didik yang berupa buku siswa dan buku panduan guru. Format buku siswa meliputi sampul, kata pengantar, daftar isi, daftar gambar, daftar tabel, petunjuk penggunaan bahan ajar, Bab 1: unsur, senyawa, dan campuran, Bab 2: sifat fisika dan sifat kimia zat serta perubahan yang dialami zat, Bab 3: pemisahan campuran, dan daftar pustaka. Format buku guru meliputi sampul, kata pengantar daftar isi, petunjuk penggunaan bahan ajar, tinjauan kompetensi inti dan kompetensi dasar, panduan pelaksanaan pembelajaran yang disertai dengan panduan penilaian aspek kognitif, afektif dan psikomotor, silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), serta kisi-kisi soal ulangan harian.
Bahan ajar ini berbasis pada model pembelajaran learning cycle 3-E sehingga dalam kegiatan pembelajarannya terdiri dari tiga fase, yakni fase eksplorasi, fase pengenalan konsep dan fase aplikasi konsep. Di dalam fase-fase pembelajaran terdapat unsur-unsur pendekatan ilmiah (scientific approach) yakni mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi dan mengkomunikasikan. Berikut adalah contoh penyajian bagian-bagian bahan ajar. Bagian pendahuluan dapat dilihat pada Gambar 1.
Dyta Ferdiana, dkk.
Prosiding Seminar Nasional Kimia dan Pembelajarannya (SNKP) 2014 171 Gambar 1. Bagian Pendahuluan
Bagian pendahuluan berisi tentang sekilas materi yang akan dipelajari, yaitu hubungan materi yang akan dipelajari dengan kehidupan sehari-hari, sehingga peserta didik tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tiap bab yang disajukan dalam bahan ajar. Bagian selanjutnya adalah fase-fase learning cycle 3-E. Di dalam fase-fase pembelajaran terdapat unsur-unsur pendekatan ilmiah (scientific approach) yakni mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi dan mengkomunikasikan. Fase eksplorasi merupakan fase pertama dalam learning cycle 3-E, fase eksplorasi bertujuan untuk mengajak peserta didik memikirkan konsep-konsep yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan melalui keterlibatan peserta didik dalam mengeksplorasi obyek, peristiwa, atau situasi menarik yang dapat diamati. Dalam fase eksplorasi terdapat 3 kegiatan ilmiah, yakni mengamati, menanya, dan mencoba. Kegiatan mengamati merupakan kegiatan mengamati obyek, peristiwa, atau situasi menarik yang berhubungan dengan materi yang akan dibahas.
Lembar fase eksplorasi bagian kegiatan mengamati dapat dilihat pada Gambar 2.
Gambar 2. Lembar Fase Eksplorasi Bagian Kegiatan Mengamati
Kegiatan selanjutnya dalam fase eksplorasi adalah menanya. Lembar fase eksplorasi bagian kegiatan menanya dapat dilihat pada Gambar 3.
Dyta Ferdiana, dkk.
172 Prosiding Seminar Nasional Kimia dan Pembelajarannya (SNKP) 2014
Gambar 3. Lembar Fase Eksplorasi Bagian Kegiatan Menanya
Kegiatan menanya merupakan kegiatan menanyakan hal-hal yang ingin diketahui dari kegiatan mengamati. Agar memudahkan peserta didik dalam membuat pertanyaan, diberikan satu contoh pertanyaan. Setelah kegiatan menanya, kegiatan terakhir pada fase eksplorasi adalah kegiatan mencoba. Kegiatan mencoba merupakan kegiatan melakukan percobaan yang dilakukan peserta didik untuk memperoleh konsep tentang materi. Kegiatan ini juga dapat digunakan untuk mencari jawaban dari pertanyaan yang ditanyakan. Lembar fase eksplorasi bagian kegiatan mencoba dapat dilihat pada Gambar 4.
Gambar 4. Lembar Fase Eksplorasi Bagian Kegiatan Mencoba
Fase ke dua dalam learning cycle 3-E adalah fase pengenalan konsep. Fase pengenalan konsep merupakan fase dalam Learning Cycle yang berisi uraian materi yang berupa penjelasan konsep. Pengenalan konsep bertujuan agar konsep yang telah dimiliki peserta didik di awal pada kegiatan eksplorasi sama dengan konsep umum yang disepakati.
Pada fase ini juga dibahas hasil percobaan yang diperoleh peserta didik dari kegiatan mencoba, sehingga peserta didik dapat memahami hal-hal yang telah diamati pada kegiatan mencoba. Lembar fase pengenalan konsep dapat dilihat pada Gambar 5.
Dyta Ferdiana, dkk.
Prosiding Seminar Nasional Kimia dan Pembelajarannya (SNKP) 2014 173 Gambar 5. Lembar Fase Pengenalan Konsep
Fase terakhir dalam learning cycle 3-E adalah fase aplikasi konsep. Fase aplikasi konsep merupakan fase dalam learning cycle yang berisi persoalan yang berkaitan dengan materi. Kegiatan ini bertujuan untuk menerapkan konsep yang telah dipelajari pada situasi baru. Dalam fase aplikasi konsep terdapat 2 kegiatan ilmiah, yakni mengasosiasi dan mengkomunikasikan. Kegiatan mengasosiasi merupakan kegiatan menerapkan konsep yang telah didapat dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan mengkomunikasikan merupakan kegiatan mengkomunikasikan hasil kegiatan peserta didik, baik secara individu maupun kelompok. Lembar fase aplikasi konsep bagian kegiatan mengasosiasi dan mengkomunikasikan dapat dilihat pada Gambar 6 dan Gambar 7.
Gambar 6. Lembar Fase Aplikasi Konsep Bagian Kegiatan Mengasosiasi
Gambar 4.8 Lembar Fase Aplikasi Konsep Bab 1 Bagian Kegiatan Mengkomunikasikan
Dyta Ferdiana, dkk.
174 Prosiding Seminar Nasional Kimia dan Pembelajarannya (SNKP) 2014 Hasil Tahap Develop
Hasil dari tahap pengembangan (develop) ini adalah hasil validasi produk pengembangan dan hasil uji keterbacaan oleh peserta didik. Validasi terhadap bahan ajar berbasis Learning Cycle 3-E untuk SMP pada bahan kajian materi dan perubahannya sesuai Kurikulum 2013 dilakukan oleh 4 validator ahli yakni 2 orang dosen dan 2 orang guru IPA SMP, sedangkan uji keterbacaan dilakukan kepada 10 orang peserta didik. Setelah hasil validasi dan hasil uji keterbacaan dianalisis, diperoleh persentase tingkat kelayakan buku siswa sebesar 85% dan buku guru sebesar 83,5%.
Hasil uji keterbacaan oleh peserta didik menunjukkan persentase tingkat kelayakan sebesar 90%. Hal ini menunjukkan bahwa bahan ajar yang dihasilkan sangat layak untuk diimplementasikan dalam proses pembelajaran di kelas.
PENUTUP Kesimpulan
Hasil validasi bahan ajar menunjukkan kriteria kelayakan sebesar 85% untuk buku siswa dan 83,5% untuk buku guru. Uji keterbacaan peserta didik menunjukkan kriteria kelayakan sebesar 90%. Kesimpulan dari hasil validasi dan hasil uji keterbacaan menunjukkan bahwa bahan ajar berbasis Learning Cycle 3-E untuk SMP pada bahan kajian materi dan perubahannya sesuai Kurikulum 2013 ini sangat layak pada berbagai kriteria sehingga dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran.
Saran
Pengembangan bahan ajar berbasis Learning Cycle 3-E pada bahan kajian materi dan perubahannya sesuai kurikulum 2013 ini terbatas sampai tahap uji coba produk saja, sebaiknya dilakukan tahap lebih lanjut yakni uji efektifitas produk bahan ajar berbasis Learning Cycle 3-E pada bahan kajian materi dan perubahannya sesuai kurikulum 2013. Selain itu, perlu pengembangan bahan ajar dengan materi lain, sehingga dapat digunakan sebagai penunjang kegiatan belajar peserta didik pada proses pembelajaran.
DAFTAR RUJUKAN
1. Lawson, A. E. (1995). Science Teaching and Development of Thinking. Belmont, CA, USA: Wadsworth.
2. Mulyasa, E. 2013. Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
3. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 68 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama/ Madrasah Tsanawiyah. (Online), (http:// http://www.4shared.com/get/
LZRBh80j/06_B_Salinan_Lampiran_Permendi.html?simpleLogin=true&startDownload=true). Diakses 16 April 2014.
4. Thiagarajan, S., Semmel, D.S & Semmel, M.I. 1974. Instructional Development for Training Teachers of Exceptional Children. Blommington: Indiana University.
Hayuni Retno Widarti, dkk.
Prosiding Seminar Nasional Kimia dan Pembelajarannya (SNKP) 2014 175