METODE PENELITIAN
C. Subjek Penelitian
Siswa kelas VIIIC SMPN 2 Jember tahun ajaran 2022-2023 populasi, subjek penelitian yang dipilih untuk penelitian ini dengan melihat hasil tes kemampuan numeriknya. Subjek akan terbagi menjadi tiga kelompok dengan masing-masing kelompok terdiri dari 2 siswa. Kelompok subjek penelitian terbagi berdasarkan tingkat kemampuan numerik yang dimiliki. Pembagian tingkatan kemampuan numerik terbagi menjadi 3 kelompok yakni kelompok dengan kemampuan numerik tinggi, sedang, dan
29
rendah. Setelah itu akan dilakukan tes kemampuan berpikir komputasi dengan memberikan soal berbasis HOTS pada materi SPLDV terhadap siswa yang telah terbagi kemampuan numeriknya. kemudian diakhiri dengan wawancara untuk menguji kevalidan jawaban siswa. Hal tersebut bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir komputasi berdasarkan kemampuan berpikir numerik. Adapun untuk keterangan lebih lanjut tentang alur penelitian dapat dilihat pada bagan di bawah ini.
Penelitian pertama yang dilakukan peneliti dengan memberikan lembar tes kemampuan numerik pada soal HOTS materi SPLDV untuk mengetahui bagaimana tingkatan kemampuan numerik siswa kelas VIIIC yang dimilikinya. Adapun perolehan skor yang didapat oleh peneliti setelah melakukan tes kemampuan numerik dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 3.2
Skor Tes Kemampuan Numerik
No. Nama Skor
1 2 3
1. AP 100
2. ACD 100
3. APB 86,6
4. AAS 86,6
5. ANRC 20
6. ASP 46,6
7. AZF 46,6
8. CDNNP 46,6
9. CDM 86,6
10. DA 100
11. DKA 53,3
12. EAAA 86,6
13. FHQA 80
14. GEAI 73,3
15. IRZ 100
16. JL 20
17. KKNW 13,3
1 2 3
18. KDP 73,3
19. MTD 86,6
20. MEY 46,6
21. MFB 86,6
22. MRMP 60
23. MCA 100
24. NZAR 86,6
25. NAR 60
26. RFM 86,6
27. RRA 46,6
28. SRI 86,6
29. SACJ 73,3
30. SDRZA 100
31. YAP 80
32. ZMM 100
Tahap untuk mendapatkan subjek penelitian berdasarkan kemampuan numerik ini menggunakan rumus standar deviasi.4 Dengan tahapan pengelompokan siswa pada setiap indikator sebagai berikut:
1. Menjumlahkan nilai masing-masing indikator kemampuan numerasi seluruh siswa.
2. Mencari mean atau rata-rata.
̅ ∑ 3. Mencari standart deviasi atau simpangan baku.
√∑
(∑ )
4. Menentukan batas kelompok tiap indikator dengan kriteria berikut:
4 Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan (Yogyakarta: Bumi Aksara, 2002), 263.
31
Tabel 3.3 Deskripsi Nilai Tes
n Ukuran Tendensi Sentral Ukuran Despersi
Mau Me Min Maks Jangkauan SD (Simp.
Devisiasi)
32 72,466 86,6 80 13,3 100 86,7 24,7006
Keterangan :
= Standar Deviasi
M = Nilai Rata-Rata Kemampuan Numerik = Modus
= Median = Skor Siswa
Dari tabel di atas, diperoleh ̅ sehingga peneliti mengkategorikan siswa berdasarkan tingkat kemampuan numerik yang dimilikinya sesuai dengan tabel berikut.
Tabel 3.4
Penentuan Kategori Tingkat Kemampuan Numerik Siswa
Kategori Ketentuan Rentang Skor (x)
Tinggi
Sedang
Rendah
Berdasarkan data hasil tes kemampuan numerik siswa kelas VIIIC di SMPN 2 Jember dan dengan dibantu pertimbangan guru tentang pemilihan subjek, kemudian peneliti mengambil masing-masing dua orang siswa yang terbagi menjadi 2 siswa dengan kemampuan numerik tinggi, 2 siswa dengan kemampuan numerik sedang, dan 2 siswa dengan kemampuan numerik rendah. Adapun tabel subjek penelitian yang telah diperoleh dari tes kemampuan numerik dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 3.5 Subjek Penelitian
No. Nama Kelompok Skor Kode Subjek
1. SDRZA Tinggi 100 S1
2. ACD Tinggi 100 S2
3. APB Sedang 86,6 S3
4. SRI Sedang 86,6 S4
5. ANRC Rendah 20 S5
6. RRA Rendah 46,6 S6
D. Teknik Pengumpulan Data 1. Observasi
Observasi merupakan pengumpulan data melalui pengamatan yang dilakukan di lapangan. Pengamatan dilakukan melalui kegiatan mencatat dan menganalisis hal-hal yang terjadi dilapangan agar diperoleh suatu data.5 Observasi dalam penelitian ini dilakukan sebelum penelitian dan selama pelaksanaan penelitian berlangsung.
2. Tes
a. Lembar Tes Kemampuan Numerik
Lembar tes kemampuan Numerik terdiri dari 3 soal uraian yang di dalamnya memuat karakteristik kemampuan berpikir numerik berdasarkan soal HOTS yang terdiri dari C4-C5. Tes ini diberlakukan kepada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Jember. Lembar tes yang digunakan peneliti bertujuan untuk menganalisis bagaimana kemampuan berpikir numerik dan komputasi siswa. Rancangan lembar tes telah dikonsultasikan kepada pembimbing. Dari hasil
5 Dr. J.R. Raco, M.E., M.Sc., Metode Penelitian Kualitatif: Jenis, Karakteristik dan Keunggulannya (Jakarta: Grasindo, 2010), 115.
33
konsultasi tersebut disarakan oleh pembimbing agar tipe soal HOTS harus benar-benar ditekankan sesuai dengan materi yang diambil dan bagaimana lembar tes tersbut dapat memunculkan data yang sesuai dengan indikator yang akan diteliti. Setelah itu peneliti melakukan validasi instrumen tes kepad 3 validator yakni Ibu Masrurotullaily, M.Sc. dan Ibu Afifah Nur Aini, M.Pd. selaku dosen UIN KHAS Jember serta Ibu Rachma Windasari, M.Pd. selaku guru mata pelajaran di SMP Negeri 2 Jember. Adanya validator ini guna menyempurnakan lembar tes yang telah dibuat peneliti agar sesuai dengan indikator dan tujuan penelitian serta menentukan apakah layak digunakan atau tidak. Berikut hasil revisi pada soal tes kemampuan numerik dengan skor kevalidan instrumen soal terlampir pada lampiran 9.
Sebelum Terdapat penulisan kata yang salah pada soal .
Urutan soal No. 1 mengenai soal yang boleh dijawab salah, No.2 mengenai harga baju dan celana, dan No.3 banyak bangku dan meja.
Sesudah
Urutan soal No. 1 mengenai banyak bangku dan meja, No.2 mengenai soal yang boleh dijawab salah dan No.3 mengenai harga baju dan celana termurah.
Perbaikan kata-kata yang tidak sesuai tanda baca.
Adapun tahap pengumpulan data hasil tes kemampuan numerik siswa kelas VIIIC di SMP Negeri 2 Jember adalah sebagai berikut:
1) Melakukan validasi instrumen dengan para ahli yang terdiri dari 2 dosen matematika dan 1 guru matematika.
2) Menginformasikan kepada guru matematika di tempat penelitian tepatnya di SMP Negeri 2 Jember tentang pelaksanaan tes kemampuan numerik dalam menyelesaikan soal HOTS.
3) Melaksanakan tes kemampuan numerik dalam menyelesaikan soal HOTS di SMP Negeri 2 Jember kelas VIIIC.
4) Melakukan analisis data hasil tes kemampuan numerik dalam menyelesaikan soal HOTS.
b. Lembar Tes Kemampuan Berpikir Komputasi
Lembar tes kemampuan komputasi siswa akan diberikan setelah adanya pemetaan tes kemampuan numerik. Selanjutnya subjek penelitian
35
ada dipecah menjadi 3 bagian yaitu siswa dengan kemampuan Numerik tinggi, sedang, rendah. Kemudian, diambil subjek penelitian lanjutan sebanyak 2 orang per tingkatan kemampuan numerik. Lalu dilaksanakan tes kemampuan berpikir kompuatsi dengan soal yang sudah divalidasi oleh 3 validator dengan sistem penilaiannya terlampir di lampiran 15.
Soal yang diberikan berisi 1 soal uraian dengan 4 jenis pertanyaan dengan soal berorientasi HOTS yang memuat kemampuan berpikir tingkat tinggi sehingga siswa diharapkan nantinya dapat menerapkan seluruh indikator dalam berpikir komputasi yang meliputi dekomposisi, pengenalan pola, berpikir algoritma, generalisasi dan abstraksi. Adapun hasil validasi pada lembar tes kemampuan berpikir komputasi sebagai berikut dengan skor kevalidan instrumen soal terlampir pada lampiran 17.
Sebelum
Di model meja ke-3 jumlah kursi tidak digambarkan.
Fokus pertanyaan 1d mengenai lama waktu pemindahan meja dan kursi
Ada beberapa kata yang tidak sesuai EYD.
Sesudah
Di model meja ke-3 jumlah kursi digambarkan mengikuti alur penyusunannya.
Fokus pertanyaan 1d mengenai lama waktu pemesanan meja dan tanggal paling lambat pemesanan.
Perbaikan kata-kata yang tidak sesuai EYD.
c. Wawancara dan Dokumentasi
Melalui kegiatan wawancara yang mendalam (indepth interview) peneliti akan menemukan dan memahami maksud dari proses penyelesaian yang dilakukan yang dijadikan bahan dasar dari tahap menganalisis data.6 Wawancara dilakukan secara semiterstuktur.
Tujuan dilakukannya wawancara untuk mendapatkan informasi yang lebih valid untuk menafsirkan kemampuan berpikir komputasi subyek dalam menyelesaikan soal. Pedoman wawancara merupakan suatu instrumen yang digunakan peneliti untuk mengetahui informasi
6 Dr. J.R. Raco, M.E., M.Sc., Metode Penelitian Kualitatif: Jenis, Karakteristik dan Keunggulannya (Jakarta: Grasindo, 2010), 117, https://osf.io/mfzuj.
37
lebih lanjut mengenai kemampuan berpikir komputasi yang dimiliki oleh siswa. Sebelum melakukan wawancara peneliti melakukan validasi pedoman wawancara kepada validator yang sama, hal ini dilakukan agar pedoman wawancara nantinya menghasilkan informasi yang relevan dan lebih akurat sesuai dengan indikator kemampuan berpikir tingkat tinggi. Hasil dari validator menunjukkan bahwa rancangan pedoman wawancara yang telah dibuat layak digunakan tanpa ada revisi, artinya pedoman wawancara yang telah dibuat menunjukkan tujuan wawancara terlihat jelas, urutan pertanyaannya sistematis, butir-butir pertanyaan yang diberikan mendorong responden memberikan jawaban yang diinginkan, dan tidak menimbulkan makna ganda dengan skor kevalidan pedoman wawancara terlampir pada lampiran 19.