• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tahap-tahap Penelitian

Dalam dokumen peran guru (Halaman 77-82)

BAB III METODE PENELITIAN

G. Tahap-tahap Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan adanya beberapa tahapan yaitu dengan mendeskripsikan rencana yang dilaksanakan oleh peneliti, mulai dari penelitian pra lapangan, pelaksanaan kegiatan, analisis data, dan tahap penulisan laporan.61

61 Tim Penyusun, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember. 48.

Tahap-tahap dalam penelitian ini dijelaskan sebagai berikut:

1. Tahap Pra Penelitian Lapangan

Tahap pra penelitian lapangan ini merupakan Langkah awal dalam proses penelitian. Kegiatan yang dilakukan dalam tahap pra lapangan adalah melakukan penggalian permasalahan yang akan diangkat di Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Syafiiyah Mumbulsari jember, menetapkan fokus penelitian, menyiapkan surat-surat, dan menentukan setting penelitian serta subjek penelitian. Adapun penjelasan dari kegiatan tersebut yaitu:

a. Menentukan lokasi penelitian

Peneliti menentukan tempat yang sebelumnya sudah dilakukan observasi yang dilaksanakan pada 22 Januari 2023 terkait fokus permasalahan dengan kondisi sekitar lembaga tersebut. Lokasi penelitian yang sudah ditentukan peneliti yaitu Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Syafiiyah Mumbulsari Jember.

b. Menyusun rencana penelitian

Langkah berikutnya yaitu, peneliti Menyusun rancangan penelitian berisi tentang konteks penelitian, dan alasan melaksanakan penelitian, menentukan jadwal penelitian, metode pengumpulan data, rancangan prosedur, analisis data, dan rancangan pengecekan keabsahan data. Rancangan tersebut dilaksanakan menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan teknik triangulasi sumber, teknik, dan waktu.

c. Mengurus perizinan

Sebelum melakukan penelitian di suatu lembaga, peneliti mengurus perizinan penelitian terlebih dahulu yaitu dengan cara meminta surat permohonan izin penelitian kepada Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, dengan jangka waktu 30 hari penelitian. Setelah itu, peneliti menyerahkan kepada pihak yang berwenang yaitu kepada Kepala Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Syafiiyah Mumbulsari Jember.

d. Memilih dan menentukan informan

Pada tahap ini peneliti mulai memilih dan menentukan informan sebagai pemberi informasi yang akurat terkait fokus penelitian. Peneliti memilih beberapa informan yang terdiri dari kepala madrasah, waka kesiswaan, guru, dan siswa di Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Syafiiyah Mumbulsari Jember. Sehingga penelitian yang dilaksanakan berjalan dengan lancar.

e. Menyiapkan perlengkapan penelitian

Setelah Menyusun beberapa tahap diatas, mulai dari lokasi penelitian sampai dengan menentukan informan. Setelah itu, peneliti menyiapkan beberapa peralatan yang diperlukan saat melakukan penelitian, yaitu seperti, buku catatan, buku referensi, alat tulis, dan alat rekam.

2. Tahap Pelaksanaan Kegiatan Lapangan

Pada tahap pelaksanaan kegiatan lapangan, peneliti melakukan penelitian secara langsung di lapangan dan juga mengumpulkan serta menggali data-data terkait peran guru madrasah dalam meningkatkan kedisiplinan belajar siswa. Pada tahap pelaksanaan kegiatan penelitian ini dibagi menjadi beberapa bagian, diantaranya yaitu:

a. Memasuki lapangan penelitian

Pada tahap ini, peneliti mulai terjun ke lokasi penelitian untuk mendapatkan data yang diperlukan yaitu dengan melakukan proses penelitian seperti, observasi, wawancara, dan dokumentasi.

b. Menyempurnakan data yang belum lengkap

Pada tahap ini, peneliti melakukan beberapa kali kunjungan ke lokasi penelitian untuk menyempurnakan data-data yang belum lengkap, dan tentunya dibutuhkan oleh peneliti yaitu dengan melakukan observasi partisipasi pasif dan wawancara semi terstruktur.

3. Tahap Analisis Data

Tahap analisis data merupakan kegiatan mengelola data, mengorganisasikan data, memilah data menjadi satuan yang dapat dikelola, mencari dan menemukan pola, serta menentukan poin penting yang akan ditulis dan dijadikan acuan informasi. Setelah peneliti melakukan analisis terhadap data yang telah diperoleh, selanjutnya bisa disusun menjadi sebuah laporan tertulis.

4. Tahap Penulisan Laporan

Setelah selesai rangkaian pada tahap penelitian diatas dilakukan, maka penyampaian penelitian kepada semua masyarakat termasuk umum diperlukan adanya penulisan hasil laporan. Peneliti mulai melakukan penyusunan dan pengelolaan data, kemudian peneliti mengambil kesimpulan yang akan disusun dalam bentuk laporan penelitian. Laporan penelitian ini sebagai pertanggung jawaban ilmiah dalam penyusunan skripsi.

a. Menyajikan data dalam bentuk laporan

Setelah tahap ini, peneliti menyajikan data yang telah didapatkan dalam bentuk laporan, sehingga dapat dilanjutkan dengan konsultasi hasil penelitian kepada dosen pembimbing untuk mendapatkan masukan sebagai perbaikan menjadi lebih baik sehingga dapat menyempurnakan hasil penelitian.

b. Merevisi laporan yang telah disempurnakan

Setelah pembuatan laporan selesai, apabila terdapat kesalahan atau kurang tepatnya laporan setelah dilakukan konsultasi, peneliti melakukan revisi sesuai dengan arahan dosen pembimbing dan juga sesuai dengan laporang yang sudah ditentukan sehingga menjadi sempurna.

70 BAB IV

PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS A. GAMBARAN OBJEK PENELITIAN

Lokasi yang menjadi objek penelitian ini yaitu Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Syafiiyah Mumbulsari Jember. Untuk lebih memahami keadaan yang ada di lokasi penelitian dan untuk mendapatkan gambaran yang lengkap tentang objek penelitian ini, maka dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Sejarah Singkat MTs Salafiyah Syafiiyah Mumbulsari Jember

Dalam data sekunder melalui dokumentasi diperoleh sejarah berdirinya Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Syafiiyah mumbulsari jember didirikan pada tanggal 13 September 1978, yang beralamatkan di Jl. KH.

Agus Salim No. 1 Kelurahan Mumbulsari Kabupaten Jember. Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Syafiiyah Mumbulsari didirikan oleh Alm. Drs. H.

Ach. Shanhadji.

Awal berdirinya MTs Salafiyah Syafiiyah, yang menjadi kepala Madrasah yaitu Alm. Drs. H. Ach. Shanhadji dengan 12 orang guru, dengan jumlah siswa 70 anak, dengan pembagian 3 kelas.62 Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Syafiiyah Mumbulsari didirikan karena menginginkan adanya lembaga Pendidikan Islam di kecamatan mumbulsari. Sesuai dengan visi misi yaitu untuk mencetak generasi yang siap hidup kompetitif secara terhormat, bermartabat, bertaqwa kepada Allah SWT, dan berakhlaqul karimah sesuai dengan faham ahlus sunnah

62 MTs Salafiyah Syafiiyah Mumbulsari Jember, Sejarah MTs Salafiyah Syafiiyah, 22 Januari 2023.

wal jama‟ah. Dalam perkembangannya, Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Syafiiyah mengalami peningkatan dari tahun ke tahun dengan digantikan kepala Madrasah baru yaitu Drs. H. Sukandar pada tahun 2015 dan sampai sekarang masih menjadi kepala Madrasah, dengan 25 orang guru dan jumlah siswa 289.63

2. Profil Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Syafiiyah Mumbulsari Jember a. Nama Sekolah : MTs. Salafiyah Syafiiyah

b. Nomor Statistik : 121235090034

c. Alamat : KH. Agus Salim No. 01 Desa/Kelurahan : Mumbulsari

Kecamatan : Mumbulsari Otonomi Daerah : Jember Provinsi : Jawa Timur Kode Pos : 68174

Telepon : 0331-332320 d. Daerah : Pedesaan e. Status Sekolah :Swasta f. Akreditasi : B

g. Penerbit SK : Departemen Agama Tahun Berdiri : 1978

Tahun Perubahan : 1983

h. Bangunan Sekolah : Milik Sendiri

63 Sukandar, diwawancarai oleh penulis, 19 Februari 2023.

i. Lokasi Sekolah :

1) Jarak ke pusat kecamatan : 500 M 2) Jarak ke pusat otoda : 17 KM 3) Terletak pada lintasan : Kecamatan64

3. Letak Geografis Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Syafiiyah Mumbulsari Jember

Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Syafiiyah didirikan di atas tanah 1200 m persegi dan memiliki luas bangunan 860 m yang terletak pada lintasan kecamatan tepatnya di jalan KH. Agus Salim No. 1 Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember.

Adapun batasan-batasan wilayah yaitu : a. Sebelah Utara : Pasar Mumbulsari b. Sebelah Selatan : Rumah Penduduk

c. Sebelah Barat : Masjid Jami‟ Mumbulsari d. Sebelah Timur : Sungai65

4. Visi dan Misi Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Syafiiyah Mumbulsari Jember

a. Visi

Mencetak generasi yang siap hidup kompetitif secara terhormat dan bermartabat, bertaqwa kepada Allah SWT, berakhlaqul karimah sesuai dengan faham ahlus sunnah wal jama‟ah.

64 MTs Salafiyah Syafiiyah Mumbulsari Jember, Profil Madrasah, 19 Februari 2023.

65 Observasi di MTs Salafiyah Syafiiyah Mumbulsari Jember, 22 Januari 2023.

b. Misi

1) Melaksanakan manajemen yang melibatkan seluruh stakeholder.

2) Memberi penghargaan sesuai prestasi dan memberi teguran secara profesional.

3) Memberikan pembinaan dan pelatihan secara rutin.

4) Menciptakan suasana yang nyaman, bersih, indah, sehat, dan menyenangkan.

5) Menerapkan pembelajaran agama islam dalam kegiatan sehari-hari.

6) Melaksanakan pembiasaan penerapan ibadah yaumiyah sesuai dengan faham ahlus sunnah wal jama‟ah.

7) Melaksanakan pembelajaran dengan SCAEIJOL (student creative, active, efektif, inovatif, and joyful learning).

8) Pembelajaran berbasis teknologi.

9) Mampu mendorong peserta didik siap berkompetisi dan berprestasi.

10) Membina peserta didik mampu mengenal potensi diri.

11) Mampu untuk mengakses teknologi yang sederhana dan canggih.

12) Melaksanakan dan mengikuti kegiatan kompetensi secara rutin baik akademik dan non akademik.66

66 MTs Salafiyah Syafiiyah Mumbulsari Jember, Visi dan Misi MTs Salafiyah Syafiiyah, 19 Februari 2023.

5. Struktur Organisasi Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Syafiiyah Mumbulsari Jember

Struktur organisasi merupakan salah satu bagian yang harus ada dalam sebuah lembaga pendidikan sebagai realisasi dari sistem pendidikan yang dilaksanakan, sehingga pendidikan berjalan dengan baik dan berstruktur.

Adapun bentuk struktur organisasi Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Syafiiyah Mumbulsari Jember adalah sebagai berikut :

Kepala Madrasah : Drs. H. Sukandar Waka Kurikulum : Abdul Azis, S.Ag.

Waka Kesiswaan : Dian Fitriawati, S.Pd.

Tata Usaha : Syamsul Arifin, S.Pd.

Sarpras : Akhmad Rosidi, S.Pd.

Humas : Sukarlan Dedi Erwanto, S.Pd.67

6. Data Guru Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Syafiiyah Mumbulsari Jember

Tabel 4.1

Data Guru Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Syafiiyah Mumbulsari Jember68

No Nama Guru Mata Pelajaran

Yang di Ampu

Pendidikan Terakhir

1 Drs. Sukandar Matematika S 1

2 Sukarlan Dedi Erwanto, S.Pd.I SKI S 1

3 Saturi, BA. IPS Terpadu D 3

4 Akhmad Rosidi. S.Pd. BP/BK S 1

5 Dra. Mutmainnah Bahasa Indonesia S 1

67 MTs Salafiyah Syafiiyah Mumbulsari Jember, Struktur Organisasi, 19 Februari 2023.

68 MTs Salafiyah Syafiiyah Mumbulsari Jember, Data Guru, 06 Februari 2023.

No Nama Guru Mata Pelajaran Yang di Ampu

Pendidikan Terakhir

6 Drs. Moh. Zainal PKN S 1

7 Abdul Azis, S.Ag. Al-Quran Hadist S 1

8 Abdul Baki, S.Ag. Akidah Akhlak S 1

9 Jamilatus Sulfa, S.Pd. Bahasa Inggris S 1

10 Sunaringtias Wulandari, S.Pd TIK S 1

11 Muhammad Nurul Huda, S.Pd.I. IPA S 1

12 Heni Indriyani IPS D 3

13 Dian Fitriawati, S.Pd IPA S 1

14 Syamsul Arifin, S.Pd. Bahasa Inggris S 1

15 Drs. Achmad Halik Bahasa Daerah S 1

16 Eka Rizky Fitriyah Rohman,

S.Pd Seni Budaya S 1

17 Mohammad Khosyiilah Aviv,

S.Pd Penjasorkes S 1

7. Sarana dan Prasarana Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Syafiiyah Mumbulsari Jember

Tabel 4.2

Sarana dan Prasarana MTs. Salafiyah Syafiiyah Mumbulsari Jember69

NO JENIS BARANG JUMLAH LUAS

1 Ruang Teori atau Kelas 12 584

2 Laboratorium Bahasa 1 36

3 Laboratorium Komputer 1 36

4 Ruang Perpustakaan Konvensional

1 49

5 Ruang Serbaguna atau Aula 1 147

6 Ruang UKS 1 15

7 Koperasi 1 6

8 Ruang BP atau BK 1 18

9 Ruang Kepala Sekolah 1 12

10 Ruang Guru 1 49

11 Ruang TU 1 20

12 Ruang Osis 1 12

13 Kamar Mandi Guru Laki-Laki 1 15

14 Kamar Mandi Guru Perempuan 1 15

15 Kamar Mandi Siswa Laki-Laki 2 12

69 MTs Salafiyah Syafi,iyah Mumbulsari Jember, Sarana dan Prasarana, 06 Februari 2023.

NO JENIS BARANG JUMLAH LUAS

16 Kamar Mandi Siswa Perempuan 2 12

17 Gudang 2 32

18 Ruang Pusat Belajar Guru 1 49

8. Data Siswa Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Syafiiyah Mumbulsari Jember

Tabel 4.3

Data Siswa MTs. Salafiyah Syafiiyah Mumbulsari Jember70

No Kelas P L Jumlah

1 VII 37 19 56

2 VIII 16 22 38

3 IX 21 13 34

Jumlah 128

B. PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

Penelitian tentunya harus disertai dengan penyajian data sebagai penguat sebuah penelitian. Sebab, dengan adanya data inilah yang dianalisis sehingga data tersebut dapat dihasilkan dengan suatu kesimpulan dalam penelitian ini. Maka, peneliti menyajikan data ini melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.

Adapun data yang diperoleh peneliti selama melakukan penelitian di lapangan, diantaranya sebagai berikut:

1. Peran Guru Sebagai Pembimmbing dalam Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Siswa di MTs Salafiyah Syafiiyah Mumbulsari Jember

Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan oleh peneliti, mengenai peran guru sebagai pembimbing dalam meningkatkan

70 MTs Salafiyah Syafi,iyah Mumbulsari Jember, Data Siswa, 06 Februari 2023.

kedisiplinan belajar siswa di MTs Salafiyah Syafiiyah Mumbulsari Jember. Guru dan siswa merupakan faktor penentu yang sangat dominan dalam pendidikan pada umumnya, karena guru dan siswa memegang peranan dalam proses pembelajaran, dimana proses pembelajaran merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan yang bertujuan terjadinya perubahan tingkah laku siswa. Maka dari itu, guru harus menjalankan tugasnya dengan baik dalam mengajar dan belajar. Agar pembelajaran dapat berhasil dengan baik tentu guru harus mendisiplinkan siswanya dalam belajar. Guru berperan sebagai pembimbing dimana guru harus mampu membimbing siswa agar bisa menjadi siswa yang cakap dalam berperilaku, serta mengawasi atau melihat perubahan siswanya setiap hari. Seperti yang dilakukan oleh guru kelas VII MTs Salafiyah Syafiiyah dalam meningkatkan kedisiplinan belajar siswa, guru memberikan bimbingan kepada siswanya yang melanggar peraturan sekolah, guru selalu mengontrol perubahan-perubahan dalam diri siswanya. Peneliti menemukan dimana guru kelas VII selalu mengontrol siswanya, salah satunya memberikan tugas untuk dikerjakan apakah ada kedisiplinan siswa dalam mengerjakan tugas dan guru juga bisa mengetahui apakah ada hasil yang dicapai sesuai dengan yang diharapkan.

Perubahan tersebut biasanya bisa dilihat dari setiap pertemuan dan biasanya diakumulasikan ke dalam raport. Hal ini sesuai dengan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan guru kelas VII. Berikut hasil wawancara dengan ibu Jamilatus Sulfa:

“Saya selalu memberikan bimbingan kepada siswa untuk bersikap disiplin dalam belajar, baik itu dari hal kecil maupun hal besar seperti jangan lupa mengerjakan pekerjaan rumah, selain itu biasanya saya selalu berusaha untuk mengontrol siswa dengan memberikan tugas atau pekerjaan rumah, agar bisa melihat perubahan yang terjadi dalam diri siswa saya. Selain itu saya selalu mencatat pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan siswa di buku pelanggaran siswa sebagai bahan evaluasi.”71

Sama halnya dengan hasil wawancara di atas bahwa dengan memberikan nasehat dan bimbingan kepada siswa bahwa, disiplin dalam belajar sangatlah penting serta memberikan tugas untuk melihat perubahan siswa setiap harinya apakah ada perubahan atau tidak. Berikut hasil wawancara dengan Syamsul Arifin:

“Saya selalu menasehati dan membimbing siswa, apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan. Kemudian saya juga selalu mengontrol mereka dengan baik dan selalu mengawasi perubahan yang terjadi pada diri siswa, biasanya saya memberikan pekerjaan rumah dan mengontrol kedisiplinan dalam belajar mereka lewat tugas yang kemudian saya akumulasikan ke dalam raport.”72

Berdasarkan hasil wawancara dengan Jamilatus Sulfa dan Syamsul Arifin di atas, peneliti melakukan pembuktian dengan melakukan observasi, bahwa guru sudah menjalankan perannya sebagai pembimbing.

Dimana guru berusaha membimbing siswa untuk selalu berperilaku disiplin dalam belajar di dalam kelas. Serta selalu mengontrol perubahan pada diri siswanya. Hal tersebut dilakukan dengan cara memberikan tugas kepada siswanya dan kemudian dituangkan kedalam buku nilai dan raport.73

71 Jamilatus Sulfa, diwawancarai oleh penulis, 19 Februari 2023.

72 Syamsul Arifin, diwawancarai oleh penulis, 19 Februari 2023.

73 Observasi di Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Syafiiyah Mumbulsari Jember, 06 Februari 2023.

Hal yang sama juga disampaikan oleh siswa kelas VII, bahwa guru selalu mengingatkan dan menasehati untuk selalu berperilaku disiplin dalam belajar. Berikut hasil wawancara dengan siswa kelas VII.

“Iya kak, ibu guru selalu memberitahu untuk selalu berdisiplin dalam belajar misalnya, tidak datang terlambat ke sekolah dan selalu mengerjakan tugas yang sudah di berikan oleh guru. dengan berdisiplin dalam belajar insya Allah kita akan menjadi orang yang hebat.”74

Pernyataan di atas diperkuat oleh pernyataan Sukandar selaku kepala sekolah, bahwa guru itu sebagai pembimbing harus bisa mengarahkan dan mengontrol setiap tindakan siswanya dan kemudian melakukan evaluasi mengenai ketercapaian selama proses pembelajaran serta peningkatan kedisiplinan siswa dalam belajar. Berikut hasil wawancara dengan kepala sekolah:

“Sebagai seorang pembimbing guru harus mampu mengarahkan dan mengontrol setiap tindakan yang dilakukan siswa. Apakah itu mengarah pada hal yang baik atau tidak. Kemudian guru harus melakukan perbaikan dan evaluasi terhadap kedisiplinan belajar siswa agar bisa diberikan solusi dan adanya perubahan dalam diri siswa.”75

Hasil pernyataan diatas didukung oleh dokumentasi yang peneliti dapatkan waktu melakukan penelitian, yaitu sebagai berikut:

74 Nafisatul Hasanah, diwawancarai oleh penulis, 20 Februari 2023.

75 Sukandar, diwawancarai oleh penulis, 19 Februari 2023.

Gambar 4.1

Kegiatan belajar siswa MTs Salafiyah Syafiiyah Mumbulsari Jember Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan di atas dapat disimpulkan bahwa guru Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Syafiiyah Mumbulsari Jember sudah menjalankan perannya sebagai pembimbing dengan baik. Dimana guru selalu mengarahkan dan membimbing siswanya untuk selalu berperilaku disiplin dalam belajar di sekolah. Biasanya cara guru dalam membimbing dan melatih siswa untuk bersikap disiplin dalam belajar yaitu, dengan memberikan tugas, pekerjaan rumah, dan bekerja sama dengan orang tua agar anaknya dibimbing di rumah. Selain itu guru juga selalu rutin mengontrol perubahan yang terjadi di dalam diri siswanya yang diakumulasikan di dalam raport.

2. Peran Guru sebagai pendidik dalam Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Siswa di MTs Salafiyah Syafiiyah Mumbulsari Jember

Berdasarkan hasil observasi yang sudah dilakukan oleh peneliti mengenai peran guru sebagai pendidik dalam meningkatkan kedisiplinan belajar siswa di MTs Salafiyah Syafiiyah Mumbulsari Jember, peneliti menemukan peran guru yaitu, dengan mengembangkan kepribadiannya,

hal itu dilakukan oleh guru MTs Salafiyah Syafiiyah dengan berbagai cara diantaranya adalah dengan datang tidak terlambat ke madrasah, membaca doa dan nadhoman sebelum pelajaran dimulai, serta selalu berdisiplin dalam segala hal.

Peran Guru adalah pendidik yang menjadi tokoh penelitian dan identifikasi bagi siswa dan lingkungannya, guru berperan sebagai pendidik, mengajar, membimbing, melatih, menilai, dan mengevaluasi siswa pada jalur pendidikan formal. Maka dari itu, guru harus mempunyai standar kualitas pribadi tertentu yang mencakup tanggung jawab, wibawa, mandiri, dan disiplin. Maka dari itu, orang yang disebut guru adalah orang yang memiliki kemampuan merancang program pembelajaran, serta mampu menata, dan mengelolah kelas agar siswa dapat belajar. Peran guru dalam meningkatkan kedisiplinan belajar siswa dalam proses pembelajaran tidak terlepas dari berbagai peraturan dan tata tertib yang diberlakukan, siswa dituntut untuk bisa berperilaku sesuai dengan aturan dan tata tertib yang berlaku di sekolah.

Peran guru dalam meningkatkan kedisiplinan belajar siswa memiliki posisi yang sangat penting, hal ini dikarenakan guru adalah seseorang yang dianggap oleh kebanyakan orang adalah sosok yang paham akan segala hal dan sangat dihormati dalam masyarakat. Maka dari itu, peran guru menjadi penyanggah dalam membentuk kedisiplinan belajar siswa di sekolah ataupun madrasah sangat penting.

Sebagaimana disampaikan oleh kepala MTs Salafiyah Syafiiyah Mumbulsari Jember

“Sebelum siswa memulai pelajaran kita membaca doa dan nadhoman terlebih dahulu mbak, karena saya pikir pembacaan doa dan nadhoman adalah perbuatan yang baik. Aktivitas yang baik dan bernilai ibadah, jika dimulai dengan yang baik pula akan membawa pada kebaikan pula mbak, dan dengan berdoa ini menurut saya penting dan orang yang tidak mau berdoa itu sombong. Selain itu dengan pembacaan nadhoman ini mendidik para siswa untuk disiplin dan tidak datang terlambat ke madrasah.”76

Pernyataan kepala MTs Salafiyah Syafiiyah Mumbulsari Jember juga diperkuat oleh Dian Fitriawati selaku wakil kepala madrasah bidang kesiswaan. Beliau menyatakan bahwa:

“Kita membiasakan kepada siswa untuk tidak datang terlambat ke madrasah, lalu siswa membaca nadhoman sebelum memulai pelajaran. Hal tersebut kita lakukan agar siswa terbiasa dan hafal dalam membaca nadhoman. Dalam nadhoman itu kan ada banyak kandungan doa-doa mbak jadi, kita membiasakan agar siswa selalu berdoa setiap pelajaran akan dimulai, tentunya dengan harapan dalam proses menuntut ilmu ini dipermudah oleh Allah SWT.

Selain itu, dengan adanya pembacaan doa sebelum pelajaran dimulai, madrasah mengharapkan agar siswa berdisiplin dalam belajar dan tidak datang terlambat sehingga bisa mengikuti pelajaran dari awal.”77

Hal yang hampir sama juga diungkapkan oleh Jamilatus Sulfa, selaku guru kelas VII. Beliau menyatakan bahwa guru mengajarkan akan pentingnya doa sebelum memulai kegiatan belajar mengajar.

“Saya juga menyampaikan kepada siswa untuk selalu berdoa dalam setiap kali akan melaksanakan aktivitas apapun. Terlebih dalam memulai pelajaran. Hal yang baik seperti itu yang kita harapkan keberkahan dan kebermanfaatan ilmu yang diperoleh toh mbak, maka dari itu doa menjadi sangat penting, sebagai wujud

76 Sukandar, diwawancarai oleh penulis, 19 Februari 2023.

77 Dian Fitriawati, diwawancarai oleh penulis, 20 Februari 2023.

penghambaan kita kepada Allah SWT. Kita tanpa Allah tidak ada apa-apanya, itulan yang selalu saya sampaikan kepada siswa saya mbak.”78

Guna untuk memperkuat data, peneliti melakukan observasi untuk membuktikan apa yang telah disampaikan oleh para informan di atas.

Dalam pengamatan peneliti ketika datang ke lembaga Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Syafiiyah Mumbulsari Jember, di madrasah tersebut sudah membiasakan para siswanya untuk membaca doa dan nadhoman sebelum memulai kegiatan belajar mengajar, dan salah satu tujuannya adalah untuk mempermudah siswa menerima pelajaran serta bisa mendisiplinkan siswanya.79 Selanjutnya peneliti melakukan penelitian terkait dengan proses pembelajaran siswa di Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Syafiiyah Mumbulsari Jember.

Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh kepala madrasah, peran guru di Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Syafiiyah Mumbulsari Jember dalam meningkatkan kedisiplinan belajar siswa, adalah dengan mengembangkan kepribadiannya, hal itu dilakukan dengan berbagai cara diantaranya adalah dengan datang tidak terlambat ke madrasah, membaca doa dan nadhoman sebelum pelajaran dimulai, serta selalu berdisiplin dalam segala hal. Berikut penjelasan dari kepala Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Syafiiyah Mumbulsari Jember.

“Yang pertama saya lakukan dalam meningkatkan kedisiplinan belajar siswa adalah membentuk kepribadian siswa dengan

78 Jamilatus Sulfa, diwawancarai oleh penulis, 20 Februari 2023.

79 Observasi di Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Syafiiyah Mumbulsari Jember, 22 Januari 2023.

memperhatikan mengajar dengan selalu menyiapkan perangkat pembelajaran. Selanjutnya memperhatikan proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru di dalam kelas. Selain itu, saya selalu menekankan kepada guru untuk memberikan uswah atau perilaku yang baik di depan siswa, karena saya yakin perilaku yang baik seorang guru akan memberikan dampak yang positif kepada siswa, karena siswa itu cenderung mengikuti apa yang dilakukan oleh guru. Sebaliknya jika guru berbuat tidak baik. Maka ketidak baikan itu akan diikuti juga oleh siswa. Salah satu bentuk contoh yang baik dari guru adalah, guru selalu berdisiplin dalam segala hal setiap harinya, sehingga siswa akan mudah meniru kedisiplinan guru tersebut.”80

Pernyataan kepala madrasah tersebut juga diperkuat oleh wakil kepala madrasah bidang kurikulum, beliau menyatakan bahwa:

“Untuk meningkatkan kedisiplinan belajar siswa, peran guru sebagai pendidik adalah dengan mengembangkan kepribadian siswa, dengan cara memperhatikan dan mengecek RPP yang dibuat oleh guru, karena RPP yang dibuat oleh guru harus terinteraksi pada pembentukan karakter atau kepribadian siswa mbak, misalnya karakter disiplin dalam belajar. Yah mau tidak mau kita harus mengikuti regulasi itu, proses pembelajaran itu kan sangat penting dalam hal proses pendidikan. Pendidikan yang baik tidak terlepas dari proses pembelajaran, untuk mendapatkan pembelajaran yang berkualitas harus berangkat dari kesiapan guru dan perangkat pembelajaran yang baik pula. Jika semuanya sudah sinkron maka, pembentukan kedisiplinan belajar siswa akan mudah dilihat hasilnya, dan yang tak kalah pentingnya adalah guru harus memberikan contoh yang baik kepada para siswanya.”81

Guna agar mendapatkan informasi yang lebih mendalam peneliti melakukan wawancara langsung dengan guru kelas VII selaku pendidik yang bersangkutan langsung dengan siswa. Pernyataan hampir sama dengan pernyataan kepala madrasah dan wakil kepala madrasah bidang kurikulum, beliau menyatakan bahwa:

80 Sukandar, diwawancarai oleh penulis, 19 Februari 2023.

81 Abdul Azis, diwawancarai oleh penulis, 20 Februari 2023.

Dalam dokumen peran guru (Halaman 77-82)

Dokumen terkait