BAB V KAJIAN HASIL PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
B. Karakteristik Bahan Ajar
Setiap bahan ajar memiliki karakteristik masing-masing sesuai taraf kesulitan dari mata pelajaran. Taraf kesulitan mata pelajaran dalam memahami tersebut yang mebedakan karakteristik bahan ajar, mata pelajaran yang memiliki karakteristik sulit difahami, guru harus membuat teknik yang menyenangkan agar siswa senang dalam mempelajari mata pelajaran tersebut.
Begitu pula dengan bahan ajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis Contextual Teaching and Learning ini, juga memiliki karakteristik
105
yang berbeda dengan buku ajar Pendidikan Agama Islam yang pernah ada sebelumnya.
Sesuai dengan nama mata pelajaranya yaitu Pendidikan Agama Islam, maka mata pelajaran ini memiliki karakter yang kuhus, yaitu karakter agama Islam. Mata pelajaran ini bertujuan menamkan nilai-nilai agama Islam pada siswa, dan menjadikan nilai keislaman menjadi gaya hidup dan tradisi dan prilaku siswa setiap hari.
Karakteristik bahan ajar dapat klasifikasikan menjadi beberapa kelompok:
1. Karakteristik Bahan Ajar Dari Aspek Materi atau Isi
Yang pertama mengelompokan karakteristik bahan ajar berdasarkan aspek materi atai isi materi. Dari sisi materi bahan ajar setiap mata pelajaran memiliki karakteristik tertentu yang membedakannya dengan mata pelajaran yang lain. Jika dilihat dari materi atau isi bahan ajar, Pendidikan Agama Islam berbasis Contextual Teaching and Learning juga memiliki karakteristik sendiri yang membedakan dengan karakteristik mata pelajaran yang lain, karakter pelajaran PAI harus mencerminkan ajaran agama Islam dan cara pengajaranya menggukanan konsep pembelajaran kontekstual dengan mengaktifkan fikiran dan pemahaman siswa secara langsung.
Berikut karaktristik mata pelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis Contextual Teaching and Learning:
a. Mata pelajaran PAI yang berbasis Contextual Teaching and Learning merupakan mata pelajaran yang dikembangkan dari bahan pelajaran
dasar yang disusun berdasarkan ajaran-ajaran ajaran agama Islam yang bersumber yang bersumber dari Al-Qur' an dan Al-Hadits.
b. Keputusan Menteri Agama (KMA) Republik Indonesia (RI) disebutkan dalam rumusan tujuan pembelajaran.tentang Pedoman Kurikulum Madrasah 2013 untuk Pendidikan Agama Islam dan Mata Pelajaran Bahasa Arab, Pasal 165 Tahun 2014.
c. Tujuan mata pelajaran Pendidikan Agama Islaam berbasis contekstual teaching and learning adalah menciptakan proses pembelajaran yang mudah di terima peserta didik. Juga agar proses pembelajaran bisa lebih menarik dan berkesan bagi peserta didik.
2. Karakteristik Bahan Ajar perpektif Aspek Desain dan Media Pembelajaran
Desain dan media pembelajaran punya peran penting dalam pembelajaran, desain juga mempengaruhi terhadap media pembelajaran, mata pelajaran yang memiliki karakter sulit difahami akan menjadi mudah jiga menggunakan desai dan media yang sempel dan menyenangkan. Agar pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis lebih menyenangkan dan menjadi menarik peserta didik, maka desain dan media pembelajarannya dibuat semenarik mungkin agar siswa menjadi berminat dan senang mempelajarinya.
Dalam pembahasan ini akan dijelaskan tiga aspek desain: pertama desain buku ajar, kedua aspek pengorganisasian buku ajar dan ketiga aspek komponen buku ajar.
107
a. Desain buku ajar
Dalam mendesain buku ajar terdapat bebrapa aspek harus diperhatikan, agar penampakan buku ajar tersebut menjadi indah di pandangan mata siswa dan siswa menjadi tertarik untuk membawa dan membaca. Berikut bebrapa aspek yang harus diperhatikan dalam menesain buku ajar:
1) Ukuran kertas (paper size)
Ukuran kertas sebaiknya tidak terlalu besar atau terlalu kecil, sehingga buku mudah di bawa siswa, dan mudah untuk dibaca. Dalam mencetak buku sebaiknya menggunakan kerta ukuran A4 dengan ukuran 21 cm x 29,7 cm, karena kertas ini memiliki ukuran sedang.
Ukuran kertas ini lazim digunakan untuk mencetak buku ajar pada jenjang Madrasah Aliyah sebagaimana buku-buku yang diterbitkan oleh Kementerian Agama.
2) Bentuk huruf (font type)
Penggunaan bentuk huruf juga harus menggunakan huruf yang mudah dibaca siswa. Bentuk atau karakter huruf sebaiknya disesuaikan dengan tinggkatan kelas. Penulisan huruf harus konsistensi dan tidak benyak menggunakan bentuk huruf dalam satu buku, Huruf yang dipakai adalah Arial.
Penggunaan masing-masing bentuk huruf dimaksudkan untuk:
a) Mempertimbangkan tujuan teks. Pertimbangan tujuan teks adalah penyesuaian bentuk huruf dengan karakteristik pembaca yaitu peserta didik dan pendidik. Harapannya bentuk huruf yang dipilih mudah dibaca dan lebih disukai peserta didik. Bentuk huruf Segoe
UI dirasa cocok dan bentuk huruf ini lazim digunakan pada buku- buku pelajaran.
b) Bentuk huruf yang dipilih tersebut juga mempertimbangkan desiminas produk, sehingga dipilih huruf yang tidak terlalu besar karakter hurufnya agar tidak memakan tempat yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk materi lain.68
3) Ukuran huruf (font size)
Ukuran tulisan untuk sampul buku, kata Buku Ajar adalah Arial Black 70pt, kata Pendidikan Agama Islam adalah Arial Black 124pt, kalimat berbasis Contextual Teaching and Learning Jntuk iMA kelas XI Jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif adalah Impact 20pt.
4) Pilihan Warna (colour choice)
Warna merupakan unsur Visual yang penting, dan harus berhati-hati dalam penentuan pengambilan warna yang akan digunakan dalam mencetak buku. Warna dapat memberi kesan pemisan atau penekanan, atau untuk membangun keterpaduan. Dalam ilmu desain warna memiliki banyak fungsi: diantaranya: warna sebagai identitas, dan warna sebagi keindahan, warna sebagai fungsi psikologis.69
Warna dapat mewakili dan mengambarkan berbagai tujuan yang sulit diutarakan dengan menggunakan tulisan, karena warna juga memiliki arti dan makna didalam hati masyarakat, contoh bangsa Indonesia mempercayai warna merah menggambarkan keberanian dan warna putih dengan kesucian. Warna juga dapat memunculkan efek
68 J. Herley, Text Design in Jonassen, D.H. (Ed) Handbook of Research for Educational Communication
and Technology (USA: Macmilan Library).
69 https://kuliahdesain.com/fungsi-warna-dalam-desain-grafis-yang-wajib-kamu-ketahui
109
pesikologis terhadap pembaca seperti meningkatkan realisme suatu objek atau situasi yang digambarkan, menyoroti persamaan dan perbedaan, dan memunculkan respons emosional tertentu. Warna juga dapat menunjukkan identitas tertentu, terbukti dari buku-buku yang diproduksi oleh kementerian agama akan sering menggunakan warna hijau.
Menurut penelitian, kehadiran warna secara efektif dapat meningkatkan perhatian, terutama di multi-media. Selain itu, orang dapat membuat generalisasi lebih mudah dengan menggunakan warna.
Ini menunjukkan bahwa pembaca menyukai perubahan warna, bahwa warna dapat membantu mereka belajar, dan bahwa warna tambahan perlu digunakan secara hemat dan konsisten untuk menghindari membingungkan pembaca.70
Sesuai dengan teori tersebut, maka penulisan buku bahan ajar secara konsisten menggunakan warna dasar putih, warna biru kombinasi kuning, hijau dan pink sebagai desain bingkai. Pemilihan warna tersebut merupakan warna-warna mencolok dan cocok dipadukan dengan warna putih sehingga menjadikam buku ajar terlihat menarik dan diminati oleh peserta didik.
Warna hijau juga mendominasi dalam desain desain buku ini.
pengambilan wara hijau sebagi identitas bahwa buku ajar ini adalah buku pelajaran keislaman, karena warna hijau identik dengan symbol
70 J. Herley, Text Design (USA: Macmilan Library)
menggambarkan keislaman. Warna putih diyakini sebagai simbul kesucian. Dari penggunaan dua warna dominan ini, diharapkan peserta didik tertarik dan terangsang untuk mempelajari buku ajar tersebut sesuai dengan makna dari kedua warna tersebut.
5) Spasi teks (spacing the text)
Spasi atau jarak anatar baris dalam paragraf tidak terlalu rapat atau tidak terlalu renggang. Spasi 1, memisahkan antar kata, firase.
Spasi mempunyai peranan penting dalam memberi efek kejelasan teks.
Teks yang menggunakan spasi yang tepat akan memudahkan pembaca dalam membaca. Jika dalam membaca tidak menghabiskan tenaga banyak, maka banya sisa tenaga untuk memahami dan menghayati isi kandungan buku ajar.
Buku bahan ajar ini menggunakan spasi 1 dan 1,5, Sedangkan jarak antar kata yaitu 1 ketuk tombol spasi. Ukuran spasi ini dapat membantu pembaca atau siswa dalam membaca materi pelajaran, karena pembaca atau siswa mengetahui batas paragraf satu dengan paragraf lainya.
6) Ilustrasi gambar (picture illustration)
Dalam dunia informasi, gambar memiliki kekuatan yang lebih dari tulisan atau suara. Setiap bentuk informasi yang dapat diterima panca indra, semua memiliki kelebihan dan kekurangan. Gambar lebih kuat memberikan daya imajinasi pada pembaca, karena hanya sekali
111
lihat pembaca bisa mendapatkan bermacam informasi secar bersamaan.
Untuk memudahkan siswa dalam memahami materi pelajaran sebaiknya dilakukan penggabungan antara materi dengan menggunakan gambar dan tulisan, langkah ini akan memudahkan siswa memahami materi karena siswa bisa menggunakan pembacaan dengan banyak perspektif dan disiswa diberikan kebebasan mengekspresikan fikiran. Desain buku diilustrasikan dengan gambar untuk membangkitkan minat membaca dan lebih menarik perhatian pembaca atau siswa. Perlu untuk memilih gambar atau foto yang sesuai dengan materi pelajaran atau tema buku teks dan akan disertakan dalam buku. Foto atau gambar dirancang dengan mempertimbangkan pembaca sehingga pembaca atau siswa dapat memahami makna foto atau gambar setelah mengamati foto atau rangkaian foto atau gambar dalam buku.
Ilustrasi gambar, tabel, diagram, dan atau sejenisnya secara proporsional dapat mendukung materi yang disajikan adalah salah satu cara yang dapat dilakukan.71 Penggunaan gambar dan ilustrasi yang tepat dapat menarik perhatian, karena gambar dan ilustrasi bisa memberikan kesan menyenagkan dan sebagi hiburan bagi pembaca, dan gambar bisa memberikan informasi dengan mudah pada pembaca.
71 Andi Prastowo, Panduan Kreatif Membuat Bahab Ajar Inovatif, (Jogjakarta: Diva Press, 2012), 190.
Namun penambahan gambar yang berlebihan terkadang kurang diperlukan untuk meningkatkan persuasi.72
Dalam memilih gambar, kita juga harus memperhatikan beberapa hal yang terkait dengan penyajiannya, antara lain:
c) Substansi materi yang disajikan dalam bentuk foto atau gambar harus memiliki relevansi dengan kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik.
d) Gambar yang disajikan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
e) Ditampilkan dengan skala yang sesuai, sehingga terlihat logis dan nyaman dilihat.73
Dengan menggunakan gambar pada buku, yang penempatanya sesuai dengan tatacara dan prosedur desain yang tepat, mak gambar dapat memberikan informasi kepada pembaca dengan mudah, karena gambar dapat menunjukan situasi yang sebenarnya seperti melihat keadaan atau benda aslinya. Selain itu informasi dari gambar lebih mudah untuk di ingat seperti informasi didapat membaca dapat dingat sebanyak 10%, dari mendengar sebanyak 20% dan melihat gambar dapat dingat sebanyak 30% dari keseluruhan informasi yang diterima manusia.
b. Pengorganisasian buku ajar
Proses pengorganisasıkan buku ajar dimulai dari memilih dan menetapkan bahan ajar yang akan sampaikan dalam proses pembelajaran.
Selanjutnya, memilih pokok bahasan yang akan disusun. 74
72 Sutiah, Pengembangan Model Bahan Ajar Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Pendidikan Karakter dengan Pendekatan Kontekstual di SMA Kelas X Kota Malan, (Disertasi, Universitas Negeri Malang, 2008), 107.
73 Andi Prastowo, Panduan Kreatif…382.
113
Tentu, pemilihan mata pelajaran ini dilakukan setelah kegunaan dan tujuan masing-masing mata pelajaran ditetapkan. Pada dasarnya setiap tujuan pembelajaran mata pelajaran dirancang untuk membantu mencapai tujuan mata pelajaran tersebut. Selain itu, tujuan tersebut dipecah menjadi beberapa subtopik dari setiap mata pelajaran yang dipilih, sehingga memungkinkan untuk menetapkan tujuan pembelajaran.
diamati dan diukur disebut tujuan pembelajaran.
Secara khusus, pengorganisasian pelajaran adalah tahap penting dalam desain pengajaran. Dengan menunjukkan bagaimana topik-topik ini terhubung dengan keseluruhan isi bidang studi, mensintesis akan membuat topik dalam bidang itu lebih bermakna bagi siswa. Retensi siswa terhadap materi akan meningkat dan bertahan lebih lama sebagai akibat dari signifikansi ini.75
Paling tidak, suatu sumber daya ajar meliputi komponen- komponen sebagai berikut: aspek instruksi kerja, aspek instruksi pembelajaran, aspek kompetensi yang perlu dicapai, aspek isi atau isi materi pembelajaran, aspek pendukung. informasi, dan aspek latihan sebagai cara untuk mengukur seberapa baik pemahaman siswa terhadap materi yang dapat berupa Lembar Kerja (LK), evaluasi, tanggapan terhadap evaluasi, atau umpan balik atas hasil evaluasi.76
74 Andi Prastowo, Panduan Kreatif Membuat Bahab Ajar Inovatif, (Jogjakarta: Diva Press, 2012), 190.
75 Degeng, Pengaruh Penstrukturan Isi Teks Ajar dan Strategi Belajar Terhadap Perolehan Belajar Mengingat Fakta dan Memahami Konsep. Forum Penelitian Pendidikan, 82-83.
76 http://blog.umy.ac.id/nawawi/2012/01/16/sumber-sumber-bahan-ajar-dan-alat-pelajarann
Dengan menunjukan beberapa aspek yang ada tersebut siswa dan guru dalam proses belajar dan mengajar akan mudah, baik dalam proses pemberian materi bagi guru, mudah memahami materi bagi siswa serta mudah dalam melakukan evaluasi untuk mengetahui keberhasilan.
Dengan sistem pengorganisasian yang sistematis dan konsisten, akan memudahkan peserta didik dalam memahami materi yang ada dalam buku.
c. Komponen buku ajar
Pengembangan bahan ajar dalam penelitian ini, menghasilkan Buku Ajar Pendidikan Agama Islam berbasis Contextual Teaching and Learning Untuk SMK kelas XI Jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif. Dalam buka ajar ini terdapat beberapa komponen, komponen yang ada dalam buku ini sesuai dengan pendidikan Agama Islam.
Komponen yang ada dalm buku ini Berbasis Contextual Teaching and Learning Untuk SMK kelas XI Jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif terdiri dari: (1) halaman sampul depan, (2) halaman sampul, (3) identitas buku ajar. (4) kata pengantar, (5) petunjuk penggunaan buku, (6) daftar isi, (7) KI-KD, (8) IPK, (9) dasar pengembangan karakter, (10) uraian materi per bab, (11) latihan soal PAS, (12) daftar rujukan, (13) glosarium, (14) indeks, (15) profil penulis dan profil tim ahli (validator).
Berikut desain gamabar sampur depan dalam buku ajar PAI baebasis Contextual Teaching and Learning Untuk SMK kelas XI Jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif.
115
1) Halaman sampul depan (cover)
a) Nomor 1
Pada bagian atas tengah terdapat judul buku Buku Ajar Pendidikan Agama Islam. Penulisan kata Buku Ajar warna biru tua, kata Pendidikan Agama Islam menggunakan warna putih..
b) Nomor 2
Dibawah judul buku, terdapat kalimat berbasis Contextual Teaching and Learning menggunakan font warna hitam. Kalimat tersebut merupakan kalimat penguat bahwa buku ajar Pendidikan Agama Islam ini berbasis atau berasaskan Contextual Teaching and Learning .
1
2
3
4
5
c) Nomor 3
Kalimat Untuk SMK kelas XI Jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif menunjukan bahwa buku ajar Pendidikan Agama Islam khusus digunakan pada jenjang SMK kelas XI p
d) Nomor 4
Kalimat mata pelajaran Pendidikan Agama Islam ini, menjadi petunjuk bahwa buku ini memuat tentang Pendidikan Agama Islam.
e) Nomor 5
Merupakan gambar-gambar yang mewakili isi/pokok bahasan yang terdapat dalam buku tersebut.
1. Halaman sampul
Pada dasarnya halaman sampul sama dengan halaman sampul depan (cover). Yang berisikan nama pengaran, judul buku, serta gambar yang didesain dengan baik dan menarik pembaca.
2. Identitas buku ajar
ldentitas buku ajar merupakan profil secara umum dari Buku Ajar Pendidikan Agama Islam berbasis Contextual Teaching and Learning.
117
Gambar 5.2 Identitas Buku Ajar 3. Kata pengantar
Kata pengantar buku teks berada pada halaman pertama sebagai sarana untuk berhubungan dengan penulis dan pembaca.
Dalam kata pengantar berisikan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT. Ucapan terimakasih pada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan buku teks, selain itu juga dalam kata pengantar peneliti menjelaskan siapa saja yang membantu
dan yang menjadi inspirasi dalam pembuatan buku, penyebutanya bisa secara langsung maupun tidak langsung;
Kata pengantar juga memberikan gambaran tentang Buku Ajar Pendidikan Agama Islam Berbasis Pembelajaran Kontekstual dan memberikan latar belakang pengembangan buku ajar.
4. Petunjuk Penggunaan Buku
Petunjuk penggunaan unsur yang penting dalam buka bahan ajar, karena dengan adanya petunjuk yang jelas akan memudahkan guru dalam menyampaikan pada murid. Dalam buku ini memberikan petunjuk kepada guru dan siswa siswa tentang cara menggunakan buku teks dan menjelaskan apa yang harus dilakukan sebelum dan sesudah menggunakan atau mempelajari materi tersebut.
119
Gambar 5.3 Petunjuk Penggunaan Buku 5. Daftar isi
Daftar isi dibuat supaya pembaca lebih mudah dalam mencari pokok bahasan yang terdapat dalam buku ajar, yaitu dengan melihat halaman yang tertera dalam daftar isi.
2) Kompetensi Dasar (KD) KI-KD dan Indikator merupakan tujuan dari Kegiatan pembelajaran sebagaikemampuan yang harus dimiliki oleh peserta didik setelah mereka mempelajari pokok bahasan tertentu dalam bidang studi tertentu, dalam hal ini bidang studi Pendidikan Agama Islam. KI-KD dalam buku ini berdasarkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Republik
Indonesia (RI) No. 10 tahun 2014 tentang Pedoman Kurikulum Madrasah tahun 2013 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab.
Gambar 5.4 KI-KD dan IPK 3) Infografis
Bagian ini disajikan garis besar materi pelajaran dalam bentuk infografis, infografis berupa gambaran materi pelajaran secara garis besar dari alur pembahasan buku.
121
Gambar 5.5 infografis 4) Uraian Konten Buku Ajar
Uraian Pengembangan komponen-komponen buku ajar yang terdapat pada setiap judul di dalam buku ajar ini sudah memadai. Komponen- komponen tersebut antara lain:
Cover bagian
Gambar 5.6.
Cover Bab dan Mukadimah (Pendahuluan) Di awal bab terdapat satu halaman yang menjadi cover bab. Cover bab ini mengawali masuk ke satu bab tertentu sekaligus menjadi pemisah dengan bab sebelumnya.
a) Tadabbur
Di bagian ini mengajak peserta didik untuk mengamati gambar dan menuliskan komentar terhadap gambar tersebut, selanjutnya peserta didik untuk mencermati wacana berupa aertiket terkait tema pelajaran.
123
Gambar 5.7 Tadabbur b) Tilawah dan Wawasan Islami
Pada bagian ini berisi satu dalil (ayat AI-Qur'an ataupun hadits) terkait dengan materi yang dibahas. Peserta didik diminta dalam waktu singkat untuk membaca dan menghafalkan dalil tersebut. Komponen tilawah ini sangat mendukung terhadap program literasi serta program itu hari satu ayat/hadits, sebab peserta didik dituntut untuk menambah perbendaharaan hafalan ayat/hadits.
Gambar 5.8. Tilawah dan Wawasan Islami c) Penerapan Karakter
Dalam bagian ini berisi butir-butir sikap dan nilai karkter siswa. Butir-butir dan nilai karakter merupakan implementasi dari nilai-nila pelajaran dari setiap mata pelajaran. Harapan seluruh butir sikap dan nilai karakter tersebut dapat diterapkan diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari.
125
Gambar 5.9 Penerapan Karakter d) Khulāşah (rangkuman),
Pada bagian ini berisi ikhtisar atau ringkasan dari bagian materi materi pelajaran. Dengan adanya rangkuman bisa mengingatkan kembali insari dari materi pelajaran yang telah dibahas. Dalam buku ini akan disusun rangkumanya setiap selesai materi dalam setiap bab.
Gambar 5.10. Khulāşah/Rangkuman &
Mahfüžät/Mutiara Hikmah.
e) Tamrīnāt (Latihan Soal)
Sebagai bahan evaluasi untuk mengetahui kempuan dan pemahaman peserta didik dalam memahami materi maka diadakan tamrinant atau ujian pada akhir proses pembelajaran. Pada komponen latihan soal ini sudah menyertakan beberapa soal HOTS.
127
Gambar 5.11.
Tamrīnät (Latihan Soal) f) Daftar rujukan
Daftar rujukan atau daftar pustaka berisikan tentang daftar buku yang digunakan sebagai referensi atau bahan rujukan dalam pengembangan bahan ajar. Dalam bahan rujukan terdiri dari nama pengarang, tahun terbit, judul buku.
128 A. Kesimpulan
Setelah melalui berbagai proses dalam penelitian, proses selanjutnya adalah menyusun kesimpulan sebagai bentuk hasil akhir dalam penelitian.
Ada bebrapa kesimpulan dalam penelitian ini, sesuai dengan focus penelitian yang telah di paparkan di depan. Berikut kesimpulan yang berhasil di susu sesuai dengan susunan focus penelitian:
1. Hasil perhitungan validasi materi dengan menggunakan rumus Persentase tersebut, dapat diketahui bahwa persentase tingkat kelayakan bahan ajar dari aspek materi/isi adalah 91% dan hasil perhitungan validasi desain dan media mendapatkan hasil akhir 77%, sedangkan dari hasil perhitungan tersebut diketahui bahwa persentase tingkat kelayakan bahan ajar dari aspek bahasa adalah 96%.
2. Terdapat pengaruh pemanfaatan bahan ajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis Contextual Teaching and Learning terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik kelas XI Jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif di SMKS YP 17 01 Lumajang.
B. Saran
Saran-saran yang disampaikan berkaitan dengan Buku Ajar Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis Contextual Teaching and Learning ini antara lain:
129
1. Perlu dilakukan penelitian dan pengembangan lebih lanjut dalam rangka memperoleh produk bahan ajar yang lebih berkualitas, sebab produk ini tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan
2. Penelitian dan pengembangan Bahan Ajar Buku Ajar Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis Contextual Teaching and Learning kiranya sangat perlu untuk dilanjutkan, sebab bahan ajar yang belum terpenuhi tidak hanya sebatas bahan ajar Pendidikan Agama Isalam untuk kelas XI Teknik Kendaraan Ringan Otomotif saja , tetapi juga bahan ajar untuk kelas XI dan XII juga terbatas.
3. Penerapan pembelajaran berbasis Contextual Teaching and Learning perlu diterapkan pada semua bahan ajar mata pelajaran dan semua jenjang pendidikan, tidak hanya sebatas pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas XI saja. Dan tentunya harus diterapkan pada semua aspek yang terkait dengan budaya sekolah.
4. Untuk mempermudah pemanfaatan produk pengembangan Bahan Ajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis Contextual Teaching and Learning , sebaiknya dikembangkan lagi dalam bentuk bahan ajar lain, seperti: LKS, e-book, media flash dll.
DAFTAR PUSTAKA
Amiruddin, Zen. 2010. Statistik Pendidikan. Yogyakarta: Teras.
Anita Dewi, Annisa. 2019. Buku Sebagai Bahan Ajar. Sukabumi: CV Jejak.
Arikunto, Saharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Satu Tindakan Praktik. Jakarta:
Rineka Cipta.
B. Johnson, Elaine. 2002. Contextual Teaching And Learning: What It Is And Why It’s Here To Stay.India: Corwin Press.
B. Johnson, Elaine.2010. Contextual Teaching and Learning, Terj. Ibnu Setiawan. Bandung: Kaifa.
Borg , W.R. & M.D. Gall. 1983. Educational Research an Introduction, Fourth Edition. New York &London: Longman.
Budi Santosa, wawancara, Jember, 4 April 2019.
Chiarelot, Leigh.2005. Curiculum In Context. Amerika Serikat: Cengage Learning,.
Degeng, Pengaruh Penstrukturan Isi Teks Ajar dan Strategi Belajar Terhadap Perolehan Belajar Mengingat Fakta dan Memahami Konsep. Forum Penelitian Pendidikan.
Dick, Walter & Lou Carey. 1990. The Systematic Design of instruction. New York: Longman.
Ekosasih. 2021. Pengembangan Bahan Ajar. Bandung:PT Bumi Aksara.
Muhammad Yaumi. 2013. Prinsip-prinsip Desain Pembelajaran Disesuaikan Kurikulum 2013. Jakarta:Kencana.
Punaji Setyosari. 2020. Desain Pembelajaran. Jakarta:PT Bumi Aksara.
Dutt, Sharmistha Basu. 2010. Making Chemistry Relevant: Strategies for Including All Students in a Learner-Sensitive Classroom Environment.
Jerman: Wiley.
Hamruni. 2012. Strategi Pembelajaran. Yogyakarta: Insan Madani.
J. Herley, Text Design in Jonassen, D.H. (Ed) Handbook of Research for Educational Communication and Technology. USA: Macmilan Library.