METODE PENELITIAN
B. Prosedur Penelitian dan Pengembangan
5. Teknik Analisis Data
Tabel 3.8 Kriteria Kevalidan LKPD
Interval Skor Kategori Kevalidan
4 ≤ v ≤ 5 Sangat valid
3 ≤ v < 4 Valid
2 ≤ v <3 Kurang valid
1 ≤ v < 2 Tidak Valid Khabibah (2006)
Hasil dari skor rata-rata validasi yang didapatkan akan disesuaikan dengan kriteria yaitu:
1. Jika LKPD dikategorikan sangat valid berarti aspek materi, konstruksi dan bahasa pada LKPD sangat layak digunakan.
b. Jika LKPD dikategorikan valid berarti aspek materi, konstruksi dan bahasa pada LKPD layak digunakan dan perlu sedikit perbaikan.
3. Jika LKPD dikategorikan kurang valid berarti aspek materi, konstruksi dan bahasa pada LKPD kurang layak digunakan dan perlu banyak perbaikan.
4. Jika LKPD dikategorikan tidak valid berarti aspek materi, konstruksi dan bahasa pada LKPD tidak layak digunakan dan perlu pergantian.
5. Jika nilai rata-rata validitas ( v < 3 ) maka LKPD harus direvisi dan divalidisi kembali sebelum diujicobakan ketahap selanjutnya.
b. Analisis Kepraktisan LKPD
Hasil penilaian oleh siswa dan guru pada lembar kepraktisan dicari dengan cara berikut:
1. Memberikan skor untuk setiap item dengan jawaban (5) sangat sangat, (4) setuju, (3) cukup setuju (2) kurang setuju, dan (1) tidak setuju.
2. Menjumlahkan skor total tiap siswa dan guru untuk setiap aspek.
3. Mencari rata-rata aspek dari semua siswa dan guru.
4. Pemberian nilai kepraktisan dengan rumus berikut.
P = =1
Keterangan:
P = skor rata-rata kepraktisan
= skor rata-rata kepraktisan aspek-i
n= banyaknya aspek
5. Mencocokkan rata-rata kepraktisan (P ) dengan kriteria kepraktisan LKPD:
Tabel 3.9 Kriteria Pengkategorian Kepraktisan LKPD
Interval Skor Kategori Kepraktisan 4 ≤ P ≤ 5 Sangat praktis
3 ≤ P < 4 Praktis
2 ≤ P < 3 Kurang Praktis
1 ≤ P < 2 Tidak Praktis
Khabibah (2006)
Hasil dari skor rata-rata kepraktisan yang didapatkan akan disesuaikan dengan kriteria yaitu:
1. Jika LKPD dikategorikan sangat praktis berarti bagian-bagian pada LKPD sangat dapat digunakan dengan baik tanpa ada kendala yang berarti.
2. Jika LKPD dikategorikan praktis berarti bagian-bagian pada LKPD dapat digunakan dengan baik tanpa ada kendala yang berarti dan perlu sedikit perbaikan.
3. Jika LKPD dikategorikan kurang praktis berarti bagian-bagian pada LKPD kurang dapat digunakan dengan baik tanpa ada kendala yang berarti dan perlu banyak perbaikan.
4. Jika LKPD dikategorikan tidak praktis berarti bagian-bagian pada LKPD tidak dapat digunakan dengan baik tanpa ada kendala yang berarti dan perlu pergantian.
5. Jika nilai rata-rata kepraktisan ( P< 3 ) maka LKPD harus direvisi dan divalidisi kembali sebelum diujicobakan ketahap selanjutnya.
c. Analisis Efektifitas
LKPD berbasis problem solving dikatakan efektif apabila:
1. Hasil penilaian oleh siswa pada lembar angket aktivitas siswa dengan rumus:
A
=
Keterangan:
A = Nilai rata-rata aktivitas siswa = Nilai rata-rata aspek aktivitas ke-i n= banyaknya aspek
2. Hasil penilaian pada lembar aktivitas guru, digunakan rumus,
A = =1
Keterangan :
A = Nilai rata-rata aktivitas guru = Nilai rata-rata aspek aktivitas guru ke-i n= banyaknya aspek
3. Pemberian nilai rata-rata aktivitas digunakan rumus.
A = A A
Keterangan :
A = Nilai rata-rata aktivitas
A = Nilai rata-rata aktivitas guru A = Nilai rata-rata aktivitas guru
4. Pemberian nilai rata-rata respon siswa digunakan rumus.
R = =1
Keterangan :
R = Nilai rata-rata respon siswa = Nilai rata-rata respon siswa ke-i
n= banyak siswa
5. Pemberian nilai rata-rata hasil belajar siswa digunakan rumus.
H = =1
Keterangan :
H = Nilai rata-rata hasil belajar siswa = Nilai hasil belajar siswa ke-i
n= banyak siswa
6. Pemberian nilai rata-rata efektifitas digunakan rumus:
E =(A ) (R ) H
Keterangan :
E = Nilai rata-rata efektivitas A = Nilai rata-rata aktivitas R = Nilai rata-rata respon siswa
H = Nilai rata-rata hasil belajar siswa
Tabel 3.11 Kriteria Pengkategorian Keefektifan LKPD
Interval skor Kategori Kepraktisan
4 ≤ Ē ≤ 5 Sangat Efektif
3 ≤ Ē ≤ 4 Efektif
2 ≤ Ē ≤ 3 Kurang Efektif
1 ≤ Ē ≤ 2 Tidak Efektif
Khabibah (2006)
Hasil dari skor rata-rata efektifitas yang didapatkan akan disesuaikan dengan kriteria yaitu :
1. Jika LKPD dikategorikan sangat efektif berarti LKPD sangat dapat memaksimalkan aktivitas, respon dan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran.
2. Jika LKPD dikategorikan efektif berarti LKPD dapat memaksimalkan aktivitas, respon dan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran dan perlu sedikit perbaikan.
3. Jika LKPD dikategorikan kurang efektif berarti berarti LKPD kurang dapat memaksimalkan aktivitas, respon dan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran dan perlu banyak perbaikan.
4. Jika LKPD dikategorikan tidak efektif berarti LKPD tidak dapat memaksimalkan aktivitas, respon dan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran dan perlu pergantian
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian 1. Penyajian Data Uji Coba
Hasil pengembangan LKPD berbasis problem solving untuk menumbuhkan keterampilan berpikir reflektif siswa sekolah dasar dalam pembelajaran matematika akan diuraikan sebagai berikut:
a. Tahap pendefinisian
Tujuan tahap ini adalah menetapkan dan mendefinisikan syarat- syarat pembelajaran. Penentuan dan penetapan syarat-syarat pembelajaran diawali dengan analisis tujuan. Hasil setiap kegiatan pada tahap pendefinisian diuraikan sebagai berikut.
1) Analisis Kurikulum
Analisis kurikulum sangat penting dalam perencanaan pembuatan lembar kegiatan siswa. Guru harus mampu memilih materi-materi yang akan disajikan dengan tepat dalam menggunakan bahan ajar LKPD. Hal- hal yang menyangkut kurikulum termasuk perangkat pembelajaran harus diperhatikan terutama pada materi dan kompetensi yang harus dicapai dengan berpedoman pada kurikulum 2013. Karakteristik kurikulum 2013 dirancang untuk mempersiapkan insan Indonesia supaya memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warganegara yang beriman,
produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa bernegara dan peradaban dunia.
Berdasarkan uraian tersebut, maka untuk mengatasi masalah yang sejalan dengan tuntutan dan tantangan Kurikulum 2013, maka sebagai alternatif yang peneliti rancang adalah mengembangkan suatu LKPD yang berbasis problem solving untuk menumbuhkan keterampilan berpikir reflektif siswa sekolah dasar dalam pembelajaran matematika dengan harapan dapat mengatasi berbagai masalah yang dihadapi wali kelas V SD Negeri 11 Pasui dan hambatan siswa dalam belajar kususnya dalam mempelajari materi volume bangun ruang.
2) Menyusun peta kebutuhan LKPD
Langkah dalam menyusun peta kebutuhan LKPD ini menentukan kuantitas atau banyaknya LKPD yang diperlukan. Pada tahap ini juga ditentukan urutan-urutan LKPD agar dapat digunakan dengan baik, runtut dan tidak menimbulkan kebingungan. Analisis kurikulum dengan mengkaji kurikulum yang digunakan, yaitu Kurikulum 2013 (K13) yang dibuat oleh Depdiknas dan diterbitkan oleh BSNP. Hal ini dimaksudkan agar LKPD yang dikembangkan ini, dapat digunakan oleh berbagai sekolah dan tidak terpatok pada kurikulum sekolah tertentu. Hal-hal yang dianalisis dalam kurikulum adalah kompetensi dasar yang diharapkan, dan indikator yang harus dicapai oeh siswa pada pokok bahasan rumus-rumus bangun ruang. Jika analisis kurikulum sudah dilakukan maka penyusunan peta kebutuhan LKPD dapat lebih mudah dilakukan. Termasuk juga didalam
penyusunan peta kebutuhan lembar kerja peserta didik adalah analisis sumber belajar yang akan digunakan dalam pembelajaran. Peta kebutuhan LKPD digambarkan sebagai berikut.
Tabel 4.1. Peta Kebutuhan LKPD Problem Solving
No Judul Indikator Pembelajaran Urutan
1 Bangun Ruang Kubus
3.5.1. Menentukan bagian- bagian bangun ruang kubus
4.5.1. Menyelesaikan masalah bagian-bagian bangun ruang kubus
LKPD 1
2 Bangun Ruang Balok
3.5.2 Menentukan bagian- bagian bangun ruang balok
4.5.2 Menyelesaikan masalah bagian-bagian bangun ruang balok
LKPD 2
3 Volume Kubus 3.5.3 Memecahkan masalah yang berkaitan dengan volume bangun kubus 4.5.3 Mengerjakan masalah
yang berkaitan dengan volume bangun kubus
LKPD 3
4 Volune Balok 3.5.4 Memecahkan masalah yang berkaitan dengan volume balok
4.5.4 Mengerjakan masalah yang berkaitan dengan volume balok
LKPD 4
3) Menentukan Judul-judul LKPD berbasis problem solving
Judul LKPD biasanya ditentukan dan disesuaikan dengan tiap kompetensi yang akan dicapai. Jika terlalu luas maka dapat disesuaikan dengan tiap-tiap materi pokok yang diajarkan, dalam penentuan judul
LKPD ini juga harus menentukan komponen penunjang LKPD lainnya seperti kompetensi inti, standar kompetensi dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
4) Menulis LKPD
Menurut Prastowo (2011) dalam menulis LKPD mempuyai langkah- langkah sebagai berikut:
a. Merumuskan kompetensi dasar
Kompetensi dasar dirumuskan dengan mengacu dari kurikulum yang dipakai, guru langsung mencantumkan kompetensi yang ada pada kurikulum dan perangkat pembelajaran ke dalam LKPD.
b. Menentukan alat penilaian
Penilaian perlu dilakukan dalam setiap pembelajaran, maka sangat perlu dalam LKPD dicantumkan alat penilaian yang digunakan.
Penilaian ditentukan sesuai kebutuhan serta bentuk dan tujuan dari penggunaan LKPD. Perhatikan juga apakah perlu adanya pretest atau tidak jika ada tentu harus dicantumkan pada awal pada struktur LKPD tersebut nanti.
c. Menyusun materi.
Penyusunan materi jelas harus dilakukan dengan mengacu pada materi dan hal-hal apa saja yang harus disampaikan. Materi ditulis dari sumber belajar yang telah ditentukan sebelumnnya. Perlu diperhatikan juga seberapa dalam materi harus dicantumkan dalam LKPD, jika menggunakan sumber belajar lain seperti buku teks
pelajaran atau lainnya maka materi yang dicantumkan dalam LKPD dapat secara umum dan informasi tambahan yang tidak terdapat dalam sumber belajr lain yang digunakan.
d. Menyusun struktur LKPD
Struktur bahan LKPD harus sangat diperhatikan, ini berkaitan dengan bagimana kemudahan dalam menggunakan LKPD tersebut nantinya. LKPD harus disusun secara baik, urut, dan tidak menimbulkan kebingungan dalam penggunaannya. Struktur LKPD harus disusun urut yang setidaknya terdiri atas beberapa komponen yaitu judul, kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, uraian materi, dan tugas akhir
5) Spesifikasi Tujuan
Kegiatan yang dilakukan pada spesifikasi tujuan pembelajaran dimaksudkan untuk merumuskan tujuan pembelajaran disesuaian kompetensi dasar dan indikator yang akan dicapai. Rumusan tujuan pembelajaran disajikan pada tabel 4.2 berikut.
Tabel 4.2 Spesifikasi Tujuan Pembelajaran LKPD Problem Solving Kompetensi Dasar
(KD)
Indikator Pencapaian Kompetensi
Tujuan Pembelajaran 3.5 Menjelaskan,
dan menentukan volume bangun ruang dengan (seperti kubus satuan) serta hubungan pangkat tiga dengan akar pangkat tiga
3.5.1 Menentukan bagian-bagian bangun ruang kubus
1. Siswa dapat menentukan bagian- bagian bangun ruang kubus dengan tepat
4.5 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan volume bangun ruang dengan menggunakan satuan volume (seperti kubus satuan)
melibatkan pangkat tiga dan akar pangkat tiga
4.5.1 Menyelesaikan masalah bagian- bagian bangun ruang kubus
2. Siswa dapat menyelesaikan masalah bagian- bagian bangun ruang kubus dengan tepat
3.5 Menjelaskan, dan menentukan volume bangun ruang dengan (seperti kubus satuan) serta hubungan pangkat tiga dengan akar pangkat tiga 4.5 Menyelesaikan
masalah yang berkaitan dengan volume bangun ruang dengan menggunakan satuan volume (seperti kubus satuan)
melibatkan pangkat tiga dan akar pangkat tiga
3.5.2 Menentukan bagian-bagian bangun ruang balok
4.5.2 Menyelesaikan masalah bagian- bagian bangun ruang balok
1. Siswa dapat menentukan bagian-bagian bangun ruang balok dengan tepat
2. Siswa dapat menyelesaikan masalah bagian- bagian balok dengan tepat
3.5 Menjelaskan, dan menentukan volume bangun ruang dengan (seperti kubus
3.5.3 Memecahkan masalah yang berkaitan dengan volume kubus
1. Siswa dapat memecahkan masalah yang berkaitan volume kubus dengan
satuan) serta hubungan pangkat tiga dengan akar pangkat tiga
4.5 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan volume bangun ruang dengan menggunakan satuan volume (seperti kubus satuan)
melibatkan pangkat tiga dan akar pangkat tiga
4.5.3 Mengerjakan masalah yang berkaitan dengan volume bangun kubus
tepat
2. Siswa dapat mengerjakan masalah yang berkaitan volume kubus dengan tepat
3.5 Menjelaskan, dan menentukan volume bangun ruang dengan (seperti kubus satuan) serta hubungan pangkat tiga dengan akar pangkat tiga 4.5 Menyelesaikan
masalah yang berkaitan dengan volume bangun ruang dengan menggunakan satuan volume (seperti kubus satuan)
melibatkan pangkat tiga dan akar pangkat tiga
3.5.4 Memecahkan masalah yang berkaitan dengan volume balok
4.5.4 Mengerjakan masalah yang berkaitan dengan volume balok
1. Siswa dapat memecahkan masalah yang berkaitan volume balok dengan tepat
2. Siswa dapat mengerjakan masalah yang berkaitan volume balok dengan tepat
b. Tahap Perancangan
Berdasarkan analisis temuan pada studi pendahuluan, selanjutnya dibuat rancangan bahan ajar berupa LKPD berbasis problem solving untuk melatihkan berpikir reflektif. Tujuan tahap ini adalah untuk menyiapkan prototipe bahan ajar LKPD problem solving untuk menumbuhkan keterampilan berpikir reflektif dalam pembelajaran matematika. Tahap ini meliputi langkah-langkah sebagai berikut:
1) Penyusunan tes acuan patokan
Penyusunan tes didasarkan pada materi pokok yang dijabarkan dalam indikator pencapaian kompetensi. Tes berfungsi untuk mengukur sejauh mana kemampuan siswa dalam memahami materi yang telah diajarkan, untuk merancang tes tersebut terlebih dahulu dibuat kisi-kisi instrumen hasil belajar yang disusun berdasarkan analisis spesifikasi tujuan pembelajaran. Adapun tes dalam penelitian ini adalah tes kemampuan kognitif berupa instrumen tes hasil belajar pada materi bangun ruang.
1) Pemilihan media yang sesuai
Media pembelajaran sebagai sarana, alat untuk mengefektiffkan proses transfer materi kepada siswa dapat memahami, menerima materi, menguasai materi dengan baik, jelas, mudah, sehingga proses belajar mengajar berlangsung dengan baik. Media dalam LKPD disesuaikan dengan kompetensi dasar, indikator, dan materi pokok, gambar yang
disajikan disesuaikan dengan karakteristik dan kehidupan sehari-hari siswa sehingga tujuan pembelajaran tercapai sesuai dengan indikator.
3) Pemilihan format
Pemilihan format dilakukan dengan mengkaji format-format bahan ajar LKPD berbasis problem solving dalam menumbuhkan keterampilan berpikir reflektif dalam pembelajaran matematika meliputi LKPD, langkah- langkah problem solving.
Bahan ajar dalam pengembangan ini disajikan back ground, bentuk huruf untuk judul Bodoni MT Black Font 18, Judul utama Arial black Font 20, gambar yang digunakan adalah gambar kartun yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari siswa.
d) Rancangan awal LKPD
Tahap perancangan ini, peneliti sudah membuat produk awal (prototype) atau rancangan produk. Tahap ini dilakukan untuk membuat LKPD sesuai konseptual model dan bahan ajar berbasis problem solving materi bangun ruang dan mensimulasikan penggunaan model dan bahan ajar berbasis problem solving tersebut dalam lingkup kecil.
Adapun struktur pengembangan LKPD yang dipakai dalam penelitian ini yaitu struktur penyusunan LKPD menurut Prastowo (2011) disajikan sebagai berikut:
1. Bagian Pendahuluan
a. Judul: “Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Problem Solving untuk Menumbuhkan Keterampilan Berpikir Reflektif Pada Materi Bangun Ruang Kelas V”
b. Daftar Tujuan Kompetensi
Daftar tujuan kompetensi memuat kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator dan tujuan pembelajaran.
2. Bagian Inti
Bagian inti dalam model pengembangan ini terdiri beberapa elemen yaitu:
a. Uraian Materi
Uraian materi berisi materi pengantar untuk mempelajari setiap kegiatan belajar. Setelah disajikan uraian materi di dalam LKPD berbasis pfoblem solving disajikan langkah-langkah pembelajaran problem solving yang dimulai dengan memberikan suatu permasalahan dimana masalah yang disajikan merupakan masalah bangun ruang.
b. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran pada bahan ajar LKPD berbasis problem solving dalam pembelajaran matematika disajikan pada tabel berikut:
Tabel 4.3 Kegiatan Pembelajaran LKPD berbasis problem solving Kegiatan
Pembelajaran
Deskripsi Kegiatan
Memahami masalah Siswa harus dapat menentukan dengan jeli apa yang diketahui dan apa yang di tanyakan untuk memecahkan suatu masalah
Mengembangkan strategi pemecahan masalah
Siswa dikondisikan untuk memiliki pengalaman menerapkan berbagai macam strategi atau metode pemecahan masalah Menerapkan strategi
dengan tepat
Siswa perlu mengecek langkah proses pemecahan masalah, apakah masing- masing langkah sudah benar
Memeriksa kembali jawaban
Setelah mendapatkan jawaban dari suatu masalah, pengecekan atau melihat kembali jawaban adalah suatu yang sangat penting Sumber : Polya (2002)
3. Bagian Penutup
Bagian penutup dalam model pengembangan ini adalah tes akhir.
Tes akhir merupakan tes untuk mengetahui kemampuan berpikir reflektif siswa dalam pembelajaran matematika setelah menggunakan LKPD berbasis problem solving. Tes ini berupa soal-soal yang mencakup semua
indikator.
c. Tahap Pengembangan
Tahap pengembangan bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar LKPD yang sudah direvisi berdasarkan masukan dari validator ahli materi, konstruksi, dan bahasa Adapun langkah-langkah dalam tahap pengembangan sebagai berikut.
1. Validasi Instrumen
Validasi dilakukan untuk mengatahui kelayakan suatu instrumen penelitian adapun instrumen penelitian yang divalidasi adalah lembar materi, konstruksi, bahasa, efektivitas, kepraktisan, respon siswa, respons guru, aktivitas siswa, dan lembar aktivitas guru. Instrumen divalidasi oleh 3 orang pakar dibidang masing-masing yaitu 1 orang
evaluasi, 1 orang pendidikan matematika, dan 1 orang guru SD. Adapun hasil validasi dijabarkan sebagai berikut.
a. Hasil Validasi LKPD 1) Validitas Materi
Untuk mengetahui validitas materi dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 4.4 Hasil Validitas Materi
No Pernyataan
Skor
= _ V
Kriteria
V1 V2 V3
1 P1 4 5 5 14 4,67 Sangat
Valid
2 P2 4 4 5 13 4,33 Valid
3 P3 3 4 4 11 3,67 Valid
4 P4 4 4 5 13 4,33 Valid
5 P5 4 4 5 13 4,33 Valid
Jumlah 19 21 24 64 21,33 -
Rata-rata 3,8 4,2 4,8 12,8 4,26 Valid Berdasarkan tabel di atas yang diperoleh pada lembar validasi materi dianalisis kriteria yang telah ditentukan dapat disimpulkan sebagai berikut.
1. Materi yang disajikan pada LKPD sesuai dengan kompetensi dasar.
Dengan nilai 4,67 dalam kriteria “Sangat Valid”. Berarti materi yang disajikan pada LKPD layak digunakan.
2. Urutan materi pada LKPD sesuai dengan kompetensi dasar.
Dengan nilai 4,33 dalam kriteria “Valid”. Berarti urutan penyajian materi pada LKPD telah tepat.
3. Materi disajikan secara sistematis yaitu dari mudah ke sukar sesuai dengan tujuan pembelajaran yaitu penemuan konsep. Dengan nilai
3,67 dalam kriteria “Valid”. Berarti penyajian materi pada LKPD sudah sistematis.
4. Konsep materi yang dibahas dalam LKPD ini benar. Dengan nilai 4,33 dalam kriteria “Valid”. Berarti konsep-konsep yang disajikan dalam LKPD telah tepat.
5. Soal-soal pada LKPD ini sesuai dengan kompetensi dasar. Dengan nilai 4,33 dalam kriteria “Valid”. Berarti soal-soal dalam LKPD dapat mengukur pemahaman siswa.
Analisis kevalidan berdasarkan data pengisian instrumen oleh uji ahli materi menunjukkan bahwa Draf I LKPD yang telah diperbaiki berdasarkan materi revisi dinilai dengan skor rata-rata 4,26 yaitu “Valid”.