• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknik Pengumpulan data/ Prosedur Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

G. Teknik Pengumpulan data/ Prosedur Penelitian

TABEL 3.3

KISI KISI SOAL LITERASI SAINS

KD 3.14: Menganalisis peran sistem imun dan imunisasi terhadap proses fisiologi di dalam tubuh.

No Indikator Deskripsi Jml

soal No.

soal Skor 1 Menjelaskan

femonema secara ilmiah

a. Dapat mengenali isu yang

dibahas dengan

mengidentifikasi kata kunci permasalahannya.

b. Dapat memberi gambaran mengenai kejadian yang sedang dibahas.

c. Dapat memberi jawaban secara luas dan jelas atas suatu masalah.

3 2 15

5 10

7 10

2 Merancang dan mengevaluasi

penyelidikan ilmiah

a. Memberikan pandangan dari berbagai sudut pandang atas suatu masalah.

b. Memiliki solusi atau alternative lain untuk menyelesaikan masalah.

3 1 15

3 10 8 15 3 Menafsirkan data

dan bukti secara ilmiah

a. Dapat memberi argumentasi mengenai masalah yang dibahas.

b. Mampu menarik kesimpulan atas kejadian atau masalah yang dibahas.

2 2 15

4 10

G. Teknik Pengumpulan Data/ Prosedur Penelitian

2. Dokumentasi

Dokumentasi dalam penelitian ini merupakan teknik pengumpulan data yang menggunakan dokumen yang sudah ada seperti data nilai siswa yang dan jumlah siswa sebagai dasar pembuatan kelompok.

H. Teknik Anaisis Data

Analisis data merupakan cara dari seorang peneliti untuk menjawab rumusan masalah atau hipotesis yang telah di buatnya. Berlatar belakang penelitian kuanitatif, maka teknik penelitian ini menggunakan metode statistik.

1. Uji Kelayakan Instrumen a. Uji Validitas

Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrument.Data validasi setiap respon dianalisis dengan mengkorelasikan skor butir soal yang dihitung menggunakan rumus korelasi Product moment berbantuan SPPS 25.

Untuk menginterpretasikan kriteria koefisien validitas instrument digunakan klasifikasi menurut Guilford sebagai berikut:48

Tabel 3.2

Klasifikasi tingkat validitas

Besarnya rxy Tingkat

Validitas 0.90 ≤ rxy ≤ 1,00 Sangat tinggi 0.70 ≤ rxy ≤ 1,90 Tinggi 0.40 ≤ rxy ≤ 0,70 Sedang

48Suherman, E. Dkk, Evaluasi Pendidikan Matematika, (Bandung: JICA Universitas Pendidikan Indonesia, 2003), Hlm. 113

0.20 ≤ rxy ≤ 0,40 Rendah 0.00 ≤ rxy ≤ 0,20 Sangat rendah

rxy ≤ 0,00 Tidak valid

b. Uji Reabilitas

Uji reabilitas digunakan untuk menguji tingkat konsistensi instrument yang digunakan.49 Menurut Sudjiono, sebuah tes dilakukan berulang ulang terhadap subjek yang sama dan meunjukkan hasil yang stabil, maka tes tersebut dikatakan reliabel.

Untuk menguji tingkat reliabilitas soal dapat dilakukan dengan menggunakan rumus Alfa Cronbach berbantuan SPPS 25 dengan ketentuan:

Jika rhitung> rtabel maka instrument reliable Jika rhitung> rtabel maka instrument tidak reliabel

Tingkat reabilitas dari soal uji coba kemampuan berpikir kreatif didasarkan pada klasifikasi Guilford sebagai berikut:50

Tabel 3.3

Klasifikasi Tingkat Reabilitas

Besarnya r Tingkat

Reabilitas 0.01 ≤ r11≤ 0,20 Kecil

0.20 ≤ r11≤ 0,40 Rendah

0.40 ≤ r11≤ 0,70 Sedang

0.70 ≤ r11≤ 0,90 Tinggi 0.90 ≤ r11≤ 1,00 Sangat tinggi Sumber: Suherman

49 Sugiyono, Ibid, hlm. 175

50 Suherman,Ibid, Hlm. 139

2. Analisis Desktiptif

a. Keterlaksanaan Pembelajaran

Dalam penelitian ini, data keterlaksanaan pembelajaran akan dianalisis dengan menggunakan rumus:51

% keterlaksanaan RPP = x 100%

Dimana:

X = jumlah lagkah pembelajaran yang terlaksana

Y= total langkah pembelajaran yang harus dilaksanakan

Sehingga keterlaksanaan pembelajaran dapat dikelompokkan dalam kriteria berikut:52

Tabel 3.4

Kriteria keterlaksanaan pembelajaran Presentase

rata˗rata Kriteria

0%˗20% Sangat kurang

21%˗40% Kurang

41%˗60% Sedang

61%˗80% Baik

81%˗100% Sangat baik

b. Berpikir Kreatif

Teknik analisis data yang digunakan dalam mengukur berpikir kreatif dilakukan dengan pemberian tes uraian dengan menggunakan rumus menurut Purwanto:

S=X 100 Dimana:

S = nilai kemampuan berpikir kreatif siswa R = jumlah skor yang dijawab benar N = skor maksimum dari tes

51 Purwanto, Prinsip Prinsip Dan Teknik Evaluasi Pelajaran, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 201), Hlm. 102

52Nurjannah.Ibid, hlm.7

Sehingga skor berpikir kreatif siswa dapat dikelompokkan dalam kriteria berikut:53

Tabel 3.5

Kriteria skor berpikir kreatif

No Interval

(100%) Criteria

1 86˗100 Sangat tinggi

2 76˗86 Tinggi

3 60˗75 Sedang

4 55˗59 Rendah

5 54 Sagat rendah

c. Literasi Sains

Dalam mengukur hasil Teknik analisis data yang digunakan dalam mengukur literasi sains dilakukan dengan pemberian tes uraian dengan menggunakan rumus menurut Purwanto:

S=X 100 Dimana:

S = nilai kemampuan literasi sains siswa R = jumlah skor yang dijawab benar N = skor maksimum dari tes

Sehingga skor berpikir kreatif siswa dapat dikelompokkan dalam kriteria berikut:54

Tabel 3.6

Kriteria skor literasi sains

No Interval

(100%) Criteria

1 86˗100 Sangat tinggi

2 76˗86 Tinggi

3 60˗75 Sedang

4 55˗59 Rendah

5 54 Sagat rendah

53 Agus Sofian,” Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Think Pair Share (TPS) Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Pada Materi Virus Siswa Kelas X MA Makala TP 2014/2015, (Skripsi, FITK IAIN Mataram, Mataram, 2015), Hlm. 48

54 Agus Sofian,” Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Think Pair Share (TPS) Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Pada Materi Virus Siswa Kelas X MA Makala TP 2014/2015, (Skripsi, FITK IAIN Mataram, Mataram, 2015), Hlm. 48

3. Uji Prasyarat a. Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data yang akan dianalisis nantinya berdistribusi normal atau tidak. Dalam pengujian uji normalitas dapat digunakan criteria pengujian yang memiliki Asym. Sig.

nilai ini dibandingkan dengan 0,05 (menggunakan taraf sifnifikasi 5%) untuk pengambilan keputusan dengan pedoman sebagai berikut:

Nilai Sig. < 0,05, distribusi data tidak normal Nilai Sig. > 0,05, distribusi data normal

Adapun uji normalitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Kolmogorov˗Smirnov berbantuan SPPS 25.

b. Uji Homogenitas

Uji homogenitas digunakan untuk menguji homogeny tidaknya suatu data.Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui kesamaan (homogen) dari kelas kontrol dengan kelas eksperimen.55Pada penelitian ini, digunakan uji homogenitas menggunakan uji Levene’s berbantuan SPSS 25.Dengan kriteria pengujian:

Jika nilai Sig > 0.05 maka distribusi data homogen Jika nilai Sig > 0.05 maka distribusi data tidak homogen

55 Nana Sudjana, Penelitian Hasil Proses Belajar Mengajar, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2013), Hlm. 137

4. Uji Hipotesis

Uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan uji˗t (t˗test). Kriteria yang digunakan dalam pengambilan keputusan hipotesis adalah tingkat signifikasi (ά) = 0,05 yaitu Ho ditolak jika signifikasi probabilitas (sig) <ά (0,05). Hal ini berarti jika signifikasi probabilitas (sig) < (0,05) maka hipotesis nihil (Ho) ditolak dan sebaliknya jika signifikasi probabilitas (sig) > (0,05) maka hipotesis nihil diterima.

Hipotesis penelitian ini dinyatakan bahwa ada pengaruh antara model Problem Based Learning terhadap kemapuan berpikir kreatif dan literasi sains siswa pada mata pelajaran biologi kelas XI MA Nurul Huda tahun pelajaran 2019/2020. Kemampuan berpikir kreatif dan literasi sains masing˗masing akan diuji apakah model Problem Based Learning berpengaruh terhadap kemapuan berpikir kreatif dan literasi sains siswa.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian

Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah nilai kemampuan berpikir kreatif dan literasi sains siswa. Materi pembelajaran yang digunakan ialah materi sistem imun pada Kompetensi Dasar 3.14 yaitu menganalisisperan sistem imun dan imunisasi terhadap proses fisiologi di dalam tubuh.Nilai kemampuan berpikir kreatif dan literasi sains siswa diperoleh dari nilai tes tertulis berupa tes uraian.

Data kemampuan berpikir kreatif dan literasi sains siswa diambil dari kelas XI MA Nurul Huda tahun pelajaran 2019/2020 sejumlah dua kelas yakni kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional dengan jumlah 10 siswa dan kelas ekperimen dengan jumlah 15 siswa dengan pembelajaran Problem Based Learning.

1. Pengujian Kelayakan Instrumen a. Uji Validitas

Sebelum dilakukannya penelitian, peneliti melakukan uji validitas soal guna mengukur valid atau tidaknya soal yang akan digunakan. Untuk menilai kemampuan berpikir kreatif dan literasi sains siswa dari 5 soal yang diuji untuk berpikir kreatif, ditemukan 1 soal yang tidak valid dan dari 8 soal yang diujikan untuk literasi sains ditemukan 2 soal yang tidak valid. Peneliti tetap menggunakan tes uraian sebanyak yang telah diuji validitasnya dengan catatan melakukan perbaikan terhadap soal yang tidak

valid. Adapun hasil analisis uji validitas menggunakan SPSS 25 sebagai berikut:

Tabel 4.1

Hasil Uji Validitas Berpikir Kreatif No No soal Jumlah Nilai Sig.

(2˗tailed) Katagori Tingkat validitas

1 1,3,4,5 4 < 0.05 Valid

Sedang

2 2 1 >0.05 Tidak Valid

Pada tabel diatas dapat dilihat bahwa hasil analisis validitas berpikir kreatif yang telah diujikan menunjukkan jumlah soal yang valid pada uji validitas berpikir kreatif adalah sebanyak 4 soal dengan 1 soal yang tidak valid.

Tabel 4.2

Hasil Uji Validitas Literasi Sains No No soal Jumlah Nilai Sig.

(2˗tailed) Katagori Tingkat validitas 1 1,2,3,5,6,7 6 < 0.05 Valid

Sedang

2 4,8 2 > 0.05 Tidak Valid

Berdasarkan tabel 4.2 di atas, dapat diketahui bahwa hasil uji validitas literasi sainsdari 8 butir soal yang di ujikan diperoleh 6 soal yang valid dengan 2 soal tidak valid. Adapun penggunaan soal yang diujikan berdasarkan hasil validitas awal dengan melakukan perbaikan terhadap soal yang tidak valid.Hasil uji validitas berpikir kreatif dan literasi sains dapat dilihat pada lampiran halaman 1˗2.

b. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas digunakan untuk menguji tingkat konsistensi instrument yang digunakan.Uji reliabilitas ini digunakan untuk

menetapkan soal yang diuji dapat dipergunakan lebih dari satu kali.

Adapun hasil uji reliabilitas sebagai berikut:

Tabel 4.3

Hasil Analisis Reliabilitas Berpikir Kreatif Nilai Cronbach’s Alpha Nilai Sig. Keterangan Katagori

0.334 < 0.06 Reliable Rendah

Berdasarkan tabel diatas dimana hasil dari uji reliabilitas, nilai cronbach alfa untuk berpikir kreatif adalah 0.344 Sehingga instrument dapat dinyatakan reliable dalam kriteria rendah Adapun hasil analisis reliabilitas dapat dilihat pada lampiran halaman 3˗4.

Tabel 4.4

Hasil Analisis Reliabilitas Literasi Sains Nilai Cronbach’s Alpha Nilai Sig. Keterangan Katagori

0.501 < 0.06 Reliable Sedang

Berdasarkan tabel diatas dimana hasil dari uji reliabilitas, nilai cronbach alfa untuk literasi sains adalah 0.501, dan dapat dinyatakan reliable karena nilai cronbach alfa untuk literasi 0.501 dengan riteria sedang.Adapun hasil analisis reliabilitas dapat dilihat pada lampiran halaman 3˗4.

2. Analisis Deskriptif

a. Keterlaksanaan Pembelajaran

Observasi keterlaksanaan ini dilakukan untuk mengamati proses pembelajaran guru saat pembelajaran berlangsung. Adapun observer pada penelitian ini adalah salah satu guru MA Nurul Huda (Nurjannah S.Pd).

Pada penelitian ini terdapat lima kali pertemuan dengan empat kali tatap

muka pembelajaran dan satu kali pertemuan postest. Pada pertemuan pertama didahului dengan pemberian pretest kemudian diiringi dengan pembelajaran materi pertama. Sedangkan pemberian posttest dilakukan pada pertemuan ke lima.. Lembar observasi keterlaksanaan ini digunakan untuk melihat sejauh mana keterlaksanaan pembelajaran berlangsung.Adapun hasil analisis keterlaksanaan pembelajaran sebagai berikut, dan dapat dilihat pada lampiran halaman 5˗6:

Tabel 4.5

Hasil Observasi Keterlaksanaan PembelajaranKelas Eksperimen No Pertemuan Langkah Persen Keterangan

1 Ke satu 14 93% Sangat baik

2 Ke dua 15 100% Sangat baik

3 Ke tiga 15 100% Sangat baik

4 Ke empat 15 100% Sangat baik

Berdasakan tabel diatas, dapat diketahui bahwa hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran pada kelas eksperimen dapat dikatagorikan sangat baik dengan presentase keterlaksanaan 93% padapertemuan pertama, 100% pada pertemuan kedua, 100% pad pertemuan ketiga dan 100% pada pertemuan keempat.

Tabel 4.6

Hasil Observasi Keterlaksanaan PembelajaranKelas Kontrol No Pertemuan Langkah Persen Keterangan

1 Ke satu 10 66% Baik

2 Ke dua 14 93% Sangat baik

3 Ketiga 15 100% Sangat baik

4 Keempat 10 66% Baik

Berdasakan tabel diatas, dapat diketahui bahwa hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran pada kelas kontrol dapat dikatagorikan baik

dan sangat baik dengan presentase keterlaksanaan 66% pada pertemuan pertama, 93% pada pertemuan kedua, 100% pada pertemuan ketiga dan 66% pada pertemuan keempat.

a. Berpikir Kreatif

Untuk menilai kemampuan berpikir kreatif, peneliti menggunakan tes uraian sebanyak yang telah diuji validitasnya dengan catatan melakukan perbaikan terhadap 1 soal yang tidak valid, sehingga peneliti penggunakan 5 soal uraian. Adapun hasil analisis uji kemampuan berpikir kreatif sebagai berikut dan dapat dilihat pada lampiran halaman 7

Tabel 4.7

Hasil Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif

Nilai Jml

siswa Nilai

Minimum Nilai

Maximum Rata˗rata Kriteria Pretest B.Kreatif

Eksperimen 15 35 55 46.00 Sangat

rendah Posttest B. Kreatif

Eksperimen 15 70 95 84.00 Tinggi

Pretest B. Kreatif

Kontrol 10 31 46 38.10 Sangat

rendah Posttest B.Kreatif

Kontrol 10 50 80 64.50 Sedang

Berdasarkan hasil analisis kemampuan berpikir kreatif dapat diketahui bahwa nilai pretest minimum kelas eksperimen adalah 35 dan maksimumnya 55 dengan nilai rata˗rata 46.00.Untuk postetest kelas eksperimen ditemukan angka 70 untuk nilai minimum, 95 untuk maskimum dengan nilai rata˗rata 84.00.Sedangkan nilai minimum pada pretest kelas kontrol adalah 31, dan maksimum 46 dengan nilai rata˗rata

38.10.Dan ntuk nilai minimum posttest kelas kontrol adalah 50, maksimum 80 dan nilai rata˗rata 64.50.

Gambar 4.1

Diagram Batang Hasil Berpikir Kreatif b. Literasi Sains

Untuk menilai kemampuan literasi sains siswa, peneliti menggunakan tes uraian yang telah dilakukan uji validitasnya.Peneliti menggunakan 8 soal uraian dengan sebelumnya melakukan perbaikan terhadap 2 soal yang tidak valid. Adapun hasil analisis uji kemampuan literasi sains siswa sebagai berikut dan dapat dilihat pada lampiran halaman 10:

Tabel 4.8

Hasil Analisis Literasi Sains Siswa

Nilai Jml

siswa Nilai

Min Nilai

Max Rata˗rata Kriteria Pretest Literasi Sains

Eksperimen 15 35 67 48.00 Sangat

rendah Posttest Literasi

SainsEksperimen 15 66 93 81.00 Tinggi

Pretest Literasi SainsKontrol 10 31 60 42.80 Sangat rendah Posttest Literasi SainsKontrol 10 62 91 79.20 Tinggi

0 1020 30 40 50 60 70 80 90 100

Minimum Maximum Mean

Pretest Eksperimen Postest Eksperimen Pretest Kontrol Postest Kontrol

Berdasarkan hasil analisis kemampuan literasi sains dapat diketahui bahwa nilai pretestminimum kelas eksperimen adalah 35 dan maksimumnya 67 dengan nilai rata˗rata 48.00.Untuk postetest kelas eksperimen ditemukan angka 66 untuk nilai minimum, 93 untuk maskimum dengan nilai rata˗rata 81.00.Sedangkan nilai minimum pada pretest kelas kontrol adalah 31, dan maksimum 60 dengan nilai rata˗rata 42.80.Dan untuk nilai minimum posttest kelas kontrol adalah 62, maksimum 91 dan nilai rata˗ratanya79.20.

Gambar 4.2

Diagram Batang Hasil Literasi Sains Siswa 3. Pengujian Prasyarat

a. Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data yang akan dianalisis nantinya berdistribusi normal atau tidak. Adapun uji normalitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Kolmogorov˗smirnov berbantuan SPSS 25.Data yang diuji diambil dari hasil posttest

0 20 40 60 80 100

Minimum Maximum Mean

Pretest Eksperimen Posttest Eksperimen Pretest Kontol Postest Kontrol

masing˗masing kelas. Hasil dari uji normalitas ini dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.9

Hasil Analisis Uji Normalitas

No Kelas Nilai Sig. Kriteria Keterangan

1 Eksperimen Berpikir Kreatif : 0.200 Terdistribusi

Normal Sig. > 0.05 Literasi Sains : 0.200

2 Kontrol Berpikir Kreatif: 0.200 Terdistribusi

Normal Sig. > 0.05 Literasi Sains : 0.200

Berdasarkan hasil uji normalitas pada berpikir kreatif menunjukkan hasil dimana nilai Sig. untuk Pretest dan Postest kelas eksperimen adalah 0.018 dengan nilai Sig. Posttest sebasar 0.200.Nilai Sig. 0.200 juga ditemukan pada hasil Pretest dan Posttest kelas kontrol.Sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua kelas berasal dari sampel yang berdistribusi normal.Sedangkan hasil uji normalitas pada uji normalitas literasi sains untuk pretest kelas eksperimen ditemukan nilai Sig. sebesar 0.027 dengan nilai Sig. posttest 0.200.Sedangkan pada pretest kelas kontrol nilai Sig.

nya sebesar 0.085 dengan nilai Sig. posttest 0.200.Sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua kelas berasal dari sampel yang berdistribusi normal.Perhitungan secara rinci dapat dilihat pada lampiran halaman 13.

b. Uji Homogenitas

Uji homogenitas digunakan untuk menguji homogeny tidaknya suatu data.Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui kesamaan (homogen)

dari kelas kontrol dengan kelas eksperimen. Hasil analisis homogenitas dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.10

Hasil Analisis Uji Homogenitas

No Uji Kelas Kriteria Keterangan

Eksperimen & Kontrol

1 Berpikir kreatif 0.956 Homogen Sig. > 0.05 2 Literasi sains 0.644 Homogen Sig. > 0.05

Berdasarkan uji homogenitas diatas diperoleh hasil Uji berpikir kreatif nilai Sig. Based on Mean 0.956 > 0.05.Sedangkan hasil uji homogenitas pada literasi sains menunjukkan hasil Sig. Based on Mean 0.644 > 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa varians data posttest kelas eksperimen dengan posttest kelas kontrol pada berpikir kreatif maupun literasi sains adalah sama atau homogen. Perhitungan uji homogenitas dapat dilihat pada lampiran halaman 15.

4. Pengujian Hipotesis (Uji Independen Sampel T test/ Uji T)

Uji independen sampel t test digunakan untuk mengetahui perbedaan rata˗rata dalam sampel yang tidak berpasangan. Dalam hal ini, uji t digunakan untuk mengetahui apakah ada perbedaan hasil belajar (berpikir kreatif dan literasi sains siswa) antara pembelajaran model PBL (kelas eksperimen) dengan model konvensional (kelas kontrol).

Tabel 4.11

Hasil Analisis Uji Independen Sampel Test

No Uji Nilai Sig. (2˗tailed) Kelas Kriteria Keterangan Eksperimen & Kontrol

1 Berpikir kreatif 0.000 Ada

perbedaan Sig.< 0.05

2 Literasi sains 0.600 Tidak ada

perbedaan Sig. > 0.05

Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa untuk nilai Sig. (2˗tailed) berpikir kreatif adalah 0.000, Nilai Sig. 0.000 < 0.05.Sehingga dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan hasil berpikir kreatif antara pembelajaran model PBL dengan model konvensional.Sedangkan pada literasi sains ditemukan nilai Sig. (2˗tailed) sebesar 0.600, nilai Sig. (2˗tailed) 0.600 > 0.05, artinya tidak ada perbedaan antara penggunaan model pembelajaran PBL dengan model pembelajaran konvensional.Hasil uji hipotesis dapat dilihat pada lampiran halaman 16.

B. Pembahasan

Peneliti melaksanakan penelitian yang bertempat di MA Nurul Huda, Banyu Urip, Gerung, Lombok Barat.Adapun penelitian ini menggunakaan dua kelas dimana kelas XI A sebagai kelas eksperimen dan kelas XI B sebagai kelas kontrol. Sebelum melakukan penelitian, terlebih dahulu peneliti melakukan validasi soal berpikir kreatif dan literais sains sejumlah 5 soal berpikir kreatif dan 8 soal literasi sains pada kelas yang sudah menerima materi sistem imun mulai tanggal 10 Juli 2020. Penelitian ini berlangsung selama dua minggu terhitung

tanggal 10 Juli sampai tanggal 25 Juli 2020 dengan empat kali pertemuan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol.

Penelitian ini menggunakan desain Nonequivalen Control Grup Design untuk mengetahui pengaruh penerapan model Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kreatif dan literasi sains siswa mata pelajaran biologi materi sistem imun kelas XI MA Nurul Huda.

1. Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif pada penelitian ini meliputi observasi keterlaksanaan dan hasil belajar siswa meliputi berpikir kreatif dan literasi sains yang diamati saat proses pembelajaran berlangsung.Pada penelitian ini menggunakan model Problem Based Learning. Model Problem Based Learing (PBL) merupakan pembelajaran yang didasari penemuan masalah melalui lingkungan. Model ini memiliki hubungan dengan kemampuan berfikir peserta didik dengan cara meningkatkan pola pikir siswa, baik dengan pemberian bimbingan ataupun tidak, dengan begitu diharapkan dapat mengembangkan kemampuan berpikir tingat tinggi siswa

Sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan oleh I Made Wirasanayang menunjukkan hasil yang sangat signifikan mengenai hasil belajar siswa yang diberikan model pembelajaran berbasil proyek dengan

pembelajaran langsung56.Penelitian lain oleh Rizal Abdurrozak dan Asepmenunjukkan hasil bahwa terdapat peningkatan hasil belajar yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa menggunakan model PBL57.Adapun hasil observasi keterlaksanaan dan hasil belajar berpikir kreatif dan literasi sains sebagai berikut:

a. Observasi Keterlaksanaan

Pertemuan ke satu pada tanggal 15 Juli 2020, guru mengawali pertemuan perdananya dengan pemberian pretest literasi sains dan berpikir kreatif pada kelas kontrol guna mengetahui kemampuan siswa pada aspek berpikir kreatif dan literasi sains.

Dalam proses pembelajaran berlangsung secara konvensional dimana guru menggunakan metode diskusi. Pertemuan ini digunakan oleh guru untuk membagi siswa menjadi 3 kelompok untuk nantinya akan tetap digunakan sampai pertemuan ke empat. Pada pertemuan pertama ini siswa masih terlihat canggung dan cenderung pasif dimana siswa masih sulit diajak diskusi, sehingga bila dilihat dari analisis keterlaksanaan pembelajaran hanya 10 langkah yang terlaksana dan masuk kedalam katagori baik dengan presentase 66%.

56I Made Wirasana Jagantara dkk, “Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Problem Based Learning) Terhadap Hasil Belajar Biologi Ditinjau Dari Gaya Belajar Siswa SMA”,E-Jurnal Program Pascasarjana Universitas Ganesa Program Studi IPA, Vol. 4 Tahun 2014, Hal. 14

57Asep Dan Rizal, “Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Kemapuan Berpikir Kreatif Siswa”, Jurnal Pena Ilmiah, Vol. 1, No.1, Tahun 2016, Hlm. 871

Sedangkan pada pertemuan ke satu kelas ekperimen dilaksanakan pada tanggal 20 Juli 2020, guru mengawali pertemuan ini dengan memberikan pretest beprikir kreatif dan literasi sains guna mengetahui kemampuan berpikir kreatif dan literasi sains siswa sebelum diberi perlakuan model Problem Based Learning. Dalam proses pembelajaran, untuk pertemuan pertama siswa masih terlihat kebingungan. Terlebih saat diberikan pertanyaan saat kegiatan diskusi berlangsung.Berdasarkan analisis keterlaksanaan pembelajaran, dari 15 langkah yang tersedia terdapat 14 langkah yang dapat terlaksana sehingga dapat dikatagorikan sangat baik dengan jumlah presentase 93%.Adapun materi yang dibahas adalahpembagian sistem kekebalan tubuh.

Pertemuan kedua kelas kontrol berlangsung pada 16 Juli 2020.Pada pertemuan kali ini siswa terlihat mulai antusias dalam belajar, mereka mulai bisa dikontrol dan diarahkan untuk fokus belajar.Berdasarkan analisis keterlaksanaan pembelajaran setidaknya ada 14 langkah yang dapat dilaksanakan sehingga masuk dalam katagori sangat baik. Akan tetapi proses pembelajaran pertemuan kedua berlangsung tidak lama karena kondisi yang tidak kondusif. Adapun materi yang disampaikan mengenai komponen sistem kekebalan tubuh.

Sedangkan pertemuan kedua kelas eksperimen berlangsung pada 21 Juli 2020. Pada pertemuan kedua ini, siswa terlihat antusias karena proses pembelajaran menggunakan media LCD sehingga siswa dapat

melihat secara langsung materi yang dipelajari, selain itu siswa juga lebih mudah memahami soal yang diberikan sehingga pada saat diskusi siswa lebih aktif untuk bertanya dan menjawab pertanyaan.Berdasarkan analisis keterlaksanaan pembelajaran, pada pertemuan ini dapat dikatagorikan sangat baik dengan presentase 100%.

Pertemuan ketiga kelas kontrol berlangsung pada 17 Juli 2020 dengan melanjutkan materi Respon imunitas humoral.Pada pertemuan kali ini siswa terlihat aktif dimana guru memulai pembelajaran dengan memberikan pengantar materi untuk kemudian dilanjutkan dengan diskusi kelas. Pada pertemuan ini siswa sudah mulai terbiasa untuk bertanya dan menyampaikan materi haisl diskusi di depan kelas. Kemudian pada akhir pembelajaran guru memberikan kesempatan kepada seorang perwakilan kelompok guna memberi kesimpulan terkait materi yang sudah dipelajari.Adapun presentase pada pertemuan kali ini adalah 100%.

Pertemuan ketiga kelas eksperimen berlangsung pada 22 Juli 2020 dengan materi lapisan pertahanan tubuh.Pada pertemuan kali ini antusis siswa terlihat tinggi. Mereka sangat bersemangat saat proses diskusi.

Suasana kelas sangat ramai karena suara siswa yang bersahut jawaban dengan kelompok yang lain. Mereka mulai terbiasa dengan model PBL dimana mereka sudah mulai lancar mengkaitkan materi dengan persoalan yang mereka temukan di keseharian.Sehingga pada meteri alergi merka terlihat sangat menyimak penjelasan yang disapaikan lewat media LDC

Dokumen terkait