PENDEKATAN STUDI
C. Analisis Kinerja Jaringan Jalan
7. Tingkat Pelayanan
Tingkat pelayanan jalan merupakan penilaian terhadap kondisi segmen jalan, apakah jalan tersebut masih mampu untuk melewatkan kendaraan pada waktu puncak atau tidak. Klasifikasi tingkat pelayanan jalan di kelompokkan dalam beberapa bagian, yaitu:
Tabel 2.5 Klasifikasi Tingkat Pelayanan Jalan (ITP) No Tingkat
ITP Nilai Derajat
Kejenuhan Karaktristik
1 A ≤ 0,4 Arus bebas, volume rendah, kecepatan tinggi, pengemudi bebas memilih kecepatan (> 50 km/jam)
2 B 0,4 – 0,49 Arus stabil, kecepatan sedikit terbatas oleh lalu lintas, volume lalu lintas rendah.
3 C 0,5-0,59 Arus stabil, kecepatan dikontrol oleh lalu lintas, volume lalu lintas sedang
4 D 0,6-0,89 Mendekati arus yang tidak stabil, kecepatan rendah, volume tinggi
5 E 0,9 - 1 Arus tidak stabil, kecepatan rendah, volume mendekati kepasitas
6 F ≥ 1 Arus terhambat, kecepatan rendah, volume
melebihi kapasitas Sumber: Highway Capacity Manual (HCM)
2.3 TEKNIK PENGUMPULAN DATA DAN DESAIN KUESIONER
2.3.1 Pengumpulan Data Primer
Data primer diperoleh dari survei di lapangan. Survei primer ini dilakukan untuk mendapatkan data pola pergerakan perjalanan, volume lalu lintas, kondisi prasarana dan sarana serta pelayanan sistem transportasi yang ada. Teknik survei primer ini menggunakan metode survei pengamatan dan perhitungan langsung di lapangan, wawancara, kuisioner untuk mendapatkan data studi kasus dan perspektif mengenai potensi dan kendala.
a. Observasi lapangan
Cara pengumpulan data dilakukan dengan jalan mengamati, meneliti dan mengukur kejadian yang sedang berlangsung di lapangan untuk mengetahui secara detail kondisi dan permasalahan yang ada.
B a b 2 P e n d e k a t a n S t u d i
- II.23 -
b. Wawancara
Wawancara dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan secara langsung kepada responden. Teknik wawancara yang akan digunakan dalam studi ini adalah wawancara langsung dengan responden dengan daftar pertanyaan yang sebelumnya telah dipersiapkan, sehingga akan memudahkan responden untuk menjawab pertanyaan yang telah disediakan. Tujuan dari wawancara ini adalah untuk mengetahui pandangan pihak–
pihak terkait terhadap pendataan bangunan.
c. Kuisioner
Kuisioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden. Kuisioner tersebut dibagikan kepada penduduk yang tinggal pada lokasi objek studi.
d. Survei Transportasi
Survei transportasi dilakukan dengan cara mengamati kondisi jalan dan lalu lintas yang terjadi di wilayah studi. Pada tahap survey transportasi ini ada dua jenis kegiatan yang dilakukan yaitu Road Inventory Survey (RIS)/survei kapasitas jalan dan survei arus lalu lintas harian rata-rata (LHR).
Pengumpulan data primer dilakukan melalui perolehan data dengan cara pengamatan fisik langsung ke lapangan, wawancara dan kuisioner, terhadap aspek-aspek:
a. Peruntukan lahan dilakukan melalui survei peruntukan lahan dan plotting kawasan.
Hasilnya adalah informasi mengenai penyebaran aktivitas penduduk berdasarkan guna lahannya.
b. Pola pergerakan angkutan manusia dan barang, dilakukan melalui pengamatan, perhitungan, dan pengukuran langsung pergerakan angkutan manusia dan barang yang ada pada titik-titik simpul pergerakan serta di ruas-ruas jalan utama. Hasilnya adalah pola sirkulasi dan intensitas pergerakan angkutan manusia dan barang.
c. Volume lalu lintas, dilakukan melalui traffic counting yang dilakukan titik-titik simpul pergerakan serta di ruas-ruas jalan utama kawasan studi.
d. Persepsi dan aspirasi masyarakat terkait sistem transportasi yang telah ada, dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan penyelenggaraan focus group discussion.
2.3.2 Pengumpulan Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang bersumber dari instansi terkait. Pelaksanaan survei sekunder digunakan untuk mendapatkan semua data kewilayahan, data demand, data prasarana dan sarana, serta data jaringan pelayanan transportasi di lokasi kegiatan. Pengumpulan data sekunder dilakukan melalui perolehan data dengan cara studi kepustakaan yang bersumber dari perpustakaan umum, internet, dan instansi terkait, terhadap aspek-aspek:
Review Tataran Transportasi Wilayah (Tatrawil)
Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2017 L A P O R A N A K H I R
B a b 2 P e n d e k a t a n S t u d i
- II.24 -
a. Perencanaan tata ruang, dilakukan dengan mempelajari dokumen rencana tata ruang yang sudah disusun dan dijadikan Perda (RUTRK, RTRW, dan RPJPD)
b. Studi dan perencanaan mengenai sistem transportasi, dilakukan dengan mempelajari studi-studi dan perencanaan yang telah disusun untuk menangani permasalahan transportasi di Kalimantan Timur.
c. Sistem transportasi, dilakukan dengan mengumpulkan data sekunder mengenai kapasitas jalan, sirkulasi lalu lintas angkutan umum, dan pola pergerakan masyarakat Kalimantan Timur baik di dalam Kota/Kabupaten maupun keluar Kota/Kabupaten.
d. Sumber-sumber pendanaan pembangunan prasarana, dilakukan melalui pengumpulan data mengenai aspek keuangan kota/kabupaten.
e. Studi dan perencanaan mengenai perekonomian kota, dilakukan dengan cara mempelajari studi-studi dan perencanaan yang telah disusun untuk Kalimantan Timur seperti PDRB, Ketenagakerjaan, pranata sosial, dan lainnya.
f. Studi dan perencanaan mengenai karakteristik social budaya, dilakukan dengan mempelajari studi-studi dan perencanaan yang telah disusun untuk Kalimantan Timur, seperti aspek kependudukan, pranata sosial, dan sebagainya.
g. Data-data non fisik, seperti: struktur organisasi pengelolaan, sistem pengelolaan operasional, trayek angkutan, perilaku pemakai, dan peraturan-peraturan.
Tabel 2.6 Kebutuhan Data Sekunder “Review Tataran Transportasi Wilayah Provinsi Kalimantan Timur”
No. Instansi Sumber Data Jenis Data dan Informasi
1. Sekretariat Negara (a) UU 39/2009 tentang KEK (b) UU 22/2009 tentang LLAJ (c) UU 1/2009 tentang Penerbangan (d) UU 17/2008 tentang Pelayaran (e) UU 26/2007 tentang Penataan Ruang (f) UU 23/2007 tentang Perkeretaapian
(g) UU 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (h) PP 2/2011 tentang Penyelenggaraan KEK
(i) PP 8/2011 tentang Angkutan Multimoda
(j) PP 21/2010 tentang Perlindungan Lingkungan Maritim (k) PP 61/2009 tentang Kepelabuhan
(l) PP 26/2008 tentang RTRWN
2. Lembaga Kepresidenan (a) Perpres 26/2012 tentang Cetak Biru Pengembangan Sistem Logistik Nasional (Sislognas)
(b) Perpres 75/2014 tentang Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas
(c) Perpres 3/2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional
3. Kementerian Perhubungan (a) Permen Perhubungan KM 49/2005 tentang Sistranas
(b) Permen Perhubungan KM 15/2010 Cetak Biru Transportasi Antar Moda/Multimoda Tahun 2010-2030
(c) Permen Perhubungan PM 43/2011 tentang Rencana Induk Perkeretaapian Nasional
(d) Permen Perhubungan 69/2013 tentang Tatanan Kebandarudaraan (e) Kepmenhub Nomor KM 901 Tahun 2016 tentang Rencana Induk
Pelabuhan Nasional
B a b 2 P e n d e k a t a n S t u d i
- II.25 -
No. Instansi Sumber Data Jenis Data dan Informasi
(f) Nasional
(g) Data O-D Nasional Tahun 2017 (h) Hasil studi transportasi wilayah terkait 4. Kementerian Koordinator
Bidang Perekonomian
(a) Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyiapan Infrastruktur Prioritas
(b) Hasil studi pengembangan wilayah ekonomi yang terkait dengan kebijakan transportasi dan sustainable development
5. Kementerian Pekerjaan Umum
(a) Peta jaringan jalan nasional di Kalimantan Timur
(b) Data LHR & IRI seluruh ruas jalan nasional di Provinsi Kalimantan Timur
6. Bappeda Provinsi Kalimantan Timur
(a) Naskah Akademis RTRW Provinsi Kalimantan Timur (b) Perda Prov. Kaltim No. 1 Taun 2016 tentang RTRW Provinsi
Kalimantan Timur
(c) Peta tata guna lahan Provinsi Kalimantan Timur
(d) Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur Nomor 15 Tahun 2008 tentang RPJPD Provinsi Kalimantan Timur 2005-2025
(e) Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur Nomor 07 Tahun 2014 tentang RPJMD Provinsi Kalimantan Timur 2013-2018
(f) Sebaran daerah rawan bencana dan kemiskinan 7. Dinas Perhubungan Provinsi
Kalimantan Timur
(a) Naskah Akademis Tatrawil Kalimantan Timur
(b) Penyusunan Rencana Strategis Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2009 – 2014
(c) Studi Pengembangan Jaringan Jalan di Propinsi Kaltim (d) Rute Kereta Api
(e) Rencana Pengembangan Rute Kereta Api Nasional 8. Balai Pengelola Transportasi
Darat
(a) Data ruas jalan nasional, provinsi dan kabupaten (b) Daftar PO Bus AKDP Propinsi Kaltim
(c) Rute Penyeberangan ASDP (d) Sebaran terminal tipe A dan tipe B
(e) Sebaran pelabuhan penyeberangan dan jenisnya (f) Sebaran terminal khusus & TUKS
(g) Rencana Pengembangan Jaringan Jalan di Propinsi Kaltim (h) Rencana Pengembangan Rute Penyeberangan
(i) Jumlah penumpang & barang angkutan udara per tahun (j) Jumlah penumpang & barang angkutan laut per tahun (k) Jumlah penumpang & barang angkutan darat per tahun (l) Sebaran jembatan timbang dan terminal barang (m) Data jaringan lintas peti kemas di Prov. Kaltim 9. Balai Pelaksanaan Jalan
Nasional XII Balikpapan
(a) Data ruas jalan nasional dan provinsi
(b) Hasil perhitungan lalu lintas pada ruas jalan nasional dan provinsi 10. Dinas Perindustrian dan
Perdagangan Provinsi Kalimantan Timur
(a) Simpul-simpul dan pola aktivitas perindustrian dan perdagangan (b) Pola kegiatan perindustrian dan perdagangan
11. Dinas Penanaman Modal Provinsi Kalimantan Timur
(a) Perkembangan investasi daerah untuk infrastruktur transportasi 12. BPS Provinsi Kalimantan Timur (a) PDRB Provinsi Kaltim (2011-2017)
(b) Kaltim dalam Angka 2011-2017
13. PT. Kereta Api Borneo (a) Data rute dan jaringan jalur kereta api di Kalimantan Timur eksisting dan rencana)
(b) Data sebaran stasiun kereta api Kalimantan Timur (eksisting dan
Review Tataran Transportasi Wilayah (Tatrawil)
Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2017 L A P O R A N A K H I R
B a b 2 P e n d e k a t a n S t u d i
- II.26 -
No. Instansi Sumber Data Jenis Data dan Informasi
rencana)
(c) Data terminal kargo KA, dry port, dan depo BBM (d) Volume angkutan barang dan penumpang kereta api (e) Kondisi sarana dan prasarana moda transportasi kereta api (f) Arah pengembangan moda transportasi kereta api 14. PT Pelindo IV (a) Rute perjalanan angkutan peti kemas dan logistik
(b) Angkutan penumpang dan barang wilayah Kaltim (c) Kondisi sarana dan prasarana moda transportasi laut dan
penyeberangan
(d) Arah pengembangan moda transportasi laut dan penyeberangan 15. PT Angkasa Pura I (a) Rute perjalanan penerbangan
(b) Volume angkutan barang (kargo) dan penumpang moda transportasi udara
(c) Kondisi sarana dan prasarana moda transportasi udara (d) Arah pengembangan moda transportasi udara
2.3.3 Desain Kuesioner
A. Desain Kuesioner Analisis IRAP