• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.3 Pembahasan Penelitian

4.3.3. Uji Analisis Regresi

Lingkungan Kerja Fisik .805 .050 .879 16.031 .000 a. Dependent Variable: Kinerja

Sumber : Hasil Perhitungan SPSS Versi 26, 2023

Bedasarkan tabel tersebut diperoleh persamaan regresi sederhana sebagai berikut:

Y = 7,172 + 0,805X1

Dari persamaan regresi di atas maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1) Nilai konstanta sebesar 7,172 menyatakan bahwa apabila lingkungan kerja fisik bernilai 0 maka kinerja karyawan memiliki nilai 7,172

2) Nilai koefisien regresi lingkungan kerja fisik(X1) sebesar 0,805 diartikan apabila konstanta tetap, maka setiap perubahan 1 poin pada variabel lingkungan kerja fisik (X1) akan mengakibatkan terjadinya perubahan pada kinerja karyawan (Y) sebesar 0,805.

b. Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan

Hasil uji regresi linear sederhana dari variabel disiplin kerja terhadap variabel kinerja karyawan dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4. 17

Hasil Regresi Linier Sederhana Pengaruh Disiplin Kerja (X2) Terhadap Kinerja Karyawan (Y)

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 10.611 3.132 3.388 .001

Disiplin Kerja .733 .079 .731 9.334 .000

a. Dependent Variable: Kinerja

Sumber : Hasil Perhitungan SPSS Versi 26, 2023

Bedasarkan tabel tersebut diperoleh persamaan regresi sederhana sebagai berikut:

Y = 10,611 + 0,733X2

1) Nilai konstanta sebesar 10,611 menyatakan bahwa apabila lingkungan kerja fisik bernilai 0 maka kinerja karyawan memiliki nilai 10,611

2) Nilai koefisien regresi lingkungan kerja fisik(X2) sebesar 0,733 diartikan apabila konstanta tetap, maka setiap perubahan 1 poin pada variabel disiplin kerja (X2) akan mengakibatkan terjadinya perubahan pada kinerja karyawan (Y) sebesar 0,733.

2. Uji Regresi Linier Berganda

Uji regresi linier berganda ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel X1, X2 terhadap Y. dalam penelitian ini adalah lingkungan kerja fisik (X1), disiplin kerja (X2) dan kinerja karyawan (Y). berikut ini hasil olahan data regresi linier berganda dengan SPSS versi 26 yang dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 4. 18

Hasil Uji Regresi Linier Berganda Coefficientsa

Model

Unstandardized

Coefficients Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 4.179 2.187 1.911 .060

Lingkungan kerja fisik .662 .068 .723 9.810 .000

Disiplin kerja .220 .074 .220 2.979 .004

a. Dependent Variable: Kinerja (Y)

Sumber : Hasil Perhitungan SPSS Versi 26, 2023

Bedasarkan tabel tersebut diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai berikut:

Y= 4,179 + 0,662 X1 + 0,220 X2

Dari persamaan regresi tersebut maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1) Nilai konstanta sebesar 4,179 menyatakan bahwa tanpa ada variabel lingkungan kerja fisik (X1) dan disiplin (X2) maka kinerja karyawan (Y) tetap terbentuk sebesar 4,179 atau jika nilai lingkungan kerja fisik (X1) dan disiplin (X2) nilainya = 0 maka kinerja karyawan tetap memiliki nilai = 4,179 yang artinya kinerja karyawan akan tetap berjalan baik meskipun lingkungan kerja fisik dan disiplin kerja yang diberikan kurang.

2) Variabel lingkungan kerja fisik (X1) berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan (Y) dengan koefisien sebesar 0,662. Artinya jika lingkungan kerja fisik (X1) meningkatkan satu-satuan dengan asumsi bahwa variabel disiplin kerja (X2) tetap, maka kinerja karyawan (Y) akan meningkatkan sebesar 0,662.

3) Variabel disiplin kerja (X2) berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan (Y) dengan koefisien sebesar 0,220. Artinya jika disiplin kerja (X2) meningkatkan

satu-satuan dengan asumsi bahwa variabel lingkungan kerja fisik (X1) tetap, maka kinerja karyawan (Y) akan meningkatkan sebesar 0,220.

3. Uji Koefisien Korelasi

Analisis koefisien korelasi bertujuan untuk mengetahui tingkat hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen. Berikut ini adalah hasil pengolahan koefisien korelasi:

Tabel 4. 19

Hasil Uji Analisis Koefisien Secara Parsial Antara Lingkungan Kerja Fisik (X1) Terhadap Kinerja Karyawan (Y)

Correlations

Lingkungan kerja

fisik Kinerja

Lingkungan kerja fisik Pearson Correlation 1 .879**

Sig. (2-tailed) .000

N 78 78

Kinerja Pearson Correlation .879** 1

Sig. (2-tailed) .000

N 78 78

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Sumber : Hasil Perhitungan SPSS Versi 26, 2023

Berdasarkan pada tabel 4.22 tersebut, diperoleh nilai R (koefisien korelasi) sebesar 0,879. Artinya kedua variabel memiliki tingkat hubungan yang kuat.

Tabel 4. 20

Hasil Uji Analisis Koefisien Secara Parsial Antara Disiplin Kerja (X2) Terhadap Kinerja Karyawan (Y)

Correlations

Disiplin kerja Kinerja

Disiplin kerja Pearson Correlation 1 .731**

Sig. (2-tailed) .000

N 78 78

Kinerja Pearson Correlation .731** 1

Sig. (2-tailed) .000

N 78 78

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Sumber : Hasil Perhitungan SPSS Versi 26, 2023

Berdasarkan pada tabel 4.22 tersebut, diperoleh nilai R (koefisien korelasi) sebesar 0,731. Artinya kedua variabel memiliki tingkat hubungan yang kuat.

Tabel 4. 21

Hasil Uji Analisis Koefisien Secara Simultan Anatara Variabel Lingkungan Kerja Fisik (X1) Dan Disiplin Kerja (X2) Terhadap Kinerja Karyawan (Y)

Model Summary

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate

1 .892a .796 .790 1.948

a. Predictors: (Constant), Lingkungan Kerja Fisik, Disiplin Kerja

Berdasarkan tabel 4.24 dapat dilihat, nilai R (koefisien korelasi) sebesar 0,892 yang artinya menunjukkan bahwa hubungan antara variabel dependen dan variabel independen adalah sangat kuat.

4. Uji Koefisiensi Determinasi

Koefisien Determinasi (R2) bertujuan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi (R2) adalah antara nol dan satu. Nilai (R2) yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen amat terbatas.

Berikut hasil uji koefisien determinasi (R2) menggunakan S PSS Versi 26 Tabel 4. 22

Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summary

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate

1 .892a .796 .790 1.94824

a. Predictors: (Constant), Disiplin kerja, Lingkungan kerja fisik

b. Dependent Variable : Kinerja karyawan Sumber : Hasil Perhitungan SPSS Versi 26, 2023

Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, dapat dilihat bahwa nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,796 atau sama dengan 79,6%. Hal ini dapat diartikan bahwa sebesar 79,6% pengaruh kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh variabel lingkungan kerja fisik (X1) dan disiplin kerja (X2), sedangkan sisanya 20,4% pengaruh kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh faktor-faktor penyebab lainnya yang tidak terdapat dalam penelitian ini.

4.3.4. Uji Hipotesis

Uji hipotesis untuk membuktikan secara statistik ada tidaknya pengaruh signifikan dari variabel bebas terhadap variabel tidak bebasnya. Pengujian hipotesis dilakukan dengan dua tahap yaitu pengujian secara parsial dan pengujian secara simultan.

1. Uji Parsial (Uji T)

Uji parsial ini bertujuan untuk menguji apakah variabel independen secara parsial berpengaruh signifikan dengan variabel dependen. Pengujian uji t ini dengan signifikasi (alpha) sebesar 5% atau 0,05 dengan cara membandingkan antara nilai t hitung dengan t tabel yaitu dengan kriteria sebagai berikut:

1) Jika nilai thitung < t tabel : berarti H0 diterima dan H1 ditolak 2) Jika nilai thitung > t tabel : berarti H0 ditolak dan H1 diterima

Diketahui bahwa jumlah sampel yang diteliti (n) = 78, taraf signifikan (α)

= 0,05 dan derajat bebas (degree of freedom) df = n-k = 78-2 = 76. Dengan menggunakan tabel distribusi t dan taraf signifikansi 0,05 diperoleh nilai t tabel

Tabel 4. 23

Hasil Uji t (Parsial) Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 4.179 2.187 1.911 .060

Lingkungan kerja fisik .662 .068 .723 9.810 .000

Disiplin kerja .220 .074 .220 2.979 .004

Sumber : Hasil Perhitungan SPSS Versi 26, 2023

a. Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik (X1) Terhadap Kinerja Karyawan (Y) Berdasarkan pada hasil pengujian tabel tersebut di peroleh nilai t hitung >

t tabel atau (9,810 > 1,992). Hal tersebut diperkuat dengan nilai sig < 0,05 atau (0,000 < 0,05). Dengan demikian maka H1 diterima, hal ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara lingkungan kerja fisik terhadap kinerja karyawan pada PT Foresthree Waralaba Indonesia di Jakarta Selatan.

b. Pengaruh Disiplin Kerja (X2) Terhadap Kinerja Karyawan (Y)

Berdasarkan pada hasil pengujian tabel tersebut di peroleh nilai t hitung >

t tabel atau (2,979 > 1,992). Hal tersebut diperkuat dengan nilai sig < 0,05 atau (0,004 < 0,05). Dengan demikian maka H1 diterima, hal ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada PT Foresthree Waralaba Indonesia di Jakarta Selatan.

2. Uji Simultan (Uji F)

Uji simultan bertujuan untuk menguji apakah seluruh variabel independen secara simultan berpengaruh terhadap variabel dependen. Pengujian F ini dengan menentukan kesimpulan dengan nilai taraf signifikansi 0,05 yaitu dengan cara

membandingkan antara nilai F hitung dengan F tabel dengan ketentuan sebagai berikut:

1) Jika nilai F hitung < F tabel: berarti H0 diterima H3 ditolak 2) Jika nilai F hitung > F tabel: berarti H0 ditolak dan H3 diterima

Pengujian hipotesis juga dapat dilakukan dengan membandingkan antara nilai signifikansi dengan 0,05 dengan ketentuan sebagai berikut:

1) Jika nilai signifikansi > 0,05 berarti H0 diterima dan H1 ditolak 2) Jika nilai signifikansi < 0,05 berarti H0 ditolak dan H1 diterima

Untuk menentukan besarnya F tabel dicari dengan ketentuan: df =(n-k-1), maka diperoleh (78-2-1) = 75, jadi F tabel = 3,119.

Kriteria dikatakan signifikan jika nilai F hitung > F tabel atau nilai Sig. <

0,05. Dengan rumusan hipotesisnya adalah sebagai berikut:

H0 = 0 : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan lingkungan kerja fisik dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan.

H3 ≠ 0 : Terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan lingkungan kerja fisik dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan.

Berikut merupakan hasil uji simultan (f) menggunakan program SPSS versi 26.

Tabel 4. 24

Hasil Uji Simultan (Uj F) ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 1110.314 2 555.157 146.262 .000b

Residual 284.673 75 3.796

Total 1394.987 77

a. Dependent Variable: Kinerja

b. Predictors: (Constant), Disiplin Kerja, Lingkungan Kerja Fisik Sumber : Hasil Perhitungan SPSS Versi 26, 2023

Berdasarkan pada hasil pengujian tabel tersebut diperoleh nilai F hitung >

F tabel atau (146,262 > 3,119), hal ini juga diperkuat dengan nilai sig < 0,05 atau (0,000 < 0,050). Dengan demikian maka H0 ditolak dan H3 diterima, hal ini menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan secara simultan antara variabel lingkungan kerja fisik dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada PT Foresthree Waralaba Indonesia di Jakarta Selatan.

4.4 Pembahasan

4.4.1. Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik Terhadap Kinerja Karyawan Berdasarkan hasil uji regresi linier sederhana antara lingkungan kerja fisik terhadap kinerja karyawan diperoleh persamaan regresi sederhana Y= 7,172 + 0,805X1 yang dapat diartikan bahwa nilai konstanta sebesar 7,172 dan lingkungan kerja fisik sebesar 0,805.

Berdasarkan hasil uji regresi linier berganda diperoleh persamaan regresi linier berganda yaitu Y=4,179 + 0,622 + 0,220X2. Variabel lingkungan kerja fisik (X1) berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan (Y) dengan koefisien sebesar 0,662. Artinya jika lingkungan kerja fisik (X1) meningkatkan satu-satuan dengan asumsi bahwa variabel disiplin kerja (X2) tetap, maka kinerja karyawan (Y) akan meningkatkan sebesar 0,662.

Berdasarkan hasil uji analisis koefisien korelasi antara variabel kompensasi terhadap kinerja karyawan diperoleh nilai R (koefisien korelasi)

sebesar 0,879, artinya kedua variabel memiliki tingkat hubungan yang sangat kuat.

Berdasarkan hasil uji koefisien deteminasi diketahui bahwa koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,796 atau 79,6% keputusan kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh variabel X1 (Lingkungan Kerja Fisik) dan X2 (Disiplin Karyawan) sedangkan sisanya 20,4% keputusan kinerja karyawan dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti.

Berdasarkan hasil uji hipotesis (Uji t) diperoleh nilai t hitung > t tabel atau (9,810 > 1,992). Hal tersebut diperkuat dengan nilai sig < 0,05 atau (0,000 <

0,05). Dengan demikian maka H1 diterima dan H0 ditolak. Berdasarkan hal tersebut bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara lingkungan kerja fisik terhadap kinerja karyawan pada PT Foresthree Waralaba Indonesia di Jakarta Selatan.

Hasil penelitian ini sama dengan penelitian yang dilakukan oleh Winna Rahmawati dan Syarifuddin (2023), Fitria Noorainy (2017), serta Megawati, Bakti Hasanuddin, Robert kornelius (2019) yang menyatakan bahwa lingkungan kerja fisik berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja karyawan.

4.4.2. Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan

Berdasarkan hasil uji regresi linier sederhana antara disiplin kerja terhadap kinerja karyawan diperoleh persamaan regresi sederhana Y= 10,611 + 0,733X1

yang dapat diartikan bahwa nilai konstanta sebesar 10,611 dan disiplin kerja sebesar 0,773.

Berdasarkan hasil uji regresi linier berganda diperoleh persamaan regresi linier berganda yaitu Y=4,179 + 0,622 + 0,220X2. Variabel disiplin kerja (X2) berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan (Y) dengan koefisien sebesar 0,220. Artinya jika lingkungan kerja fisik (X1) meningkatkan satu-satuan dengan asumsi bahwa variabel disiplin kerja (X2) tetap, maka kinerja karyawan (Y) akan meningkatkan sebesar 0,220.

Berdasarkan hasil uji analisis koefisien korelasi antara variabel kompensasi terhadap kinerja karyawan diperoleh nilai R (koefisien korelasi) sebesar 0,879, artinya kedua variabel memiliki tingkat hubungan yang sangat kuat.

Berdasarkan hasil uji koefisien deteminasi diketahui bahwa koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,796 atau 79,6% keputusan kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh variabel X1 (Lingkungan Kerja Fisik) dan X2 (Disiplin Karyawan) sedangkan sisanya 20,4% keputusan kinerja karyawan dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti.

Berdasarkan hasil uji hipotesis (Uji t) diperoleh nilai t hitung > t tabel atau (2,979 > 1,992). Hal tersebut diperkuat dengan nilai sig < 0,05 atau (0,004 <

0,05). Dengan demikian maka H1 diterima dan H0 ditolak. Berdasarkan hal tersebut bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada PT Foresthree Waralaba Indonesia di Jakarta Selatan.

Hasil penelitian ini sama dengan penelitian yang dilakukan oleh bungaran Saing dan Wahyu Hidayat (2023), Sri Langgeng Ratnasari (2022), serta Siti

Aniqoh Shofwani dan Ahmad Hariyadi (2019) yang menyatakan bahwa disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.

4.4.3. Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan

Berdasarkan hasil uji regresi linear berganda didapatkan persamaan Y = 4,179 + 0,662X1 + 0,220X2. Hasil perhitungan analisis model koefisien korelasi didapatkan angka koefisien korelasi R sebesar 0,879, yang berarti menunjukkan bahwa hubungan antara variabel dependen dan variabel independen adalah sangat kuat karena angka tersebut berada pada interval 0,800-1,000.

Hasil perhitungan analisis model koefisien determinasi (R2) didapatkan angka R Square sebesar 0,796 atau sama dengan 79,6%, hal tersebut dapat diartikan bahwa sebesar 20,4% pengaruh kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh variabel gaya kepemimpinan dan motivasi, sedangkan sisanya sebesar 54% dapat dijelaskan oleh faktor-faktor penyebab lainnya yang tidak terdapat dalam penelitian ini.

Berdasarkan hasil uji hipotesis (Uji t) antara lingkungan kerja fisik (X1) dan disiplin kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y) masing – masing dapat diterima karena dapat diperoleh variabel lingkungan kerja fisik nilai t hitung lebih

> dari t tabel atau (9,810 > 1,992), sedangkan variabel disiplin kerja diperoleh nilai t hitung > dari t tabel (2 ,979 > 1,992) yang artinya juga dapat diterima, dapat disimpulkan bahwa variabel lingkungan kerja fisik dan disiplin kerja dapat diterima dan menunjukkan bahwa terdapat pengeruh yang signifikan antar variabel independen dan dependen.

Berdasarkan hasil uji simultan (Uji f) dapat diperoleh lingkungan kerja fisik (X1) dan disiplin kerja (X2) berpengaruh positif secara simultan dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT Foresthree Waralaba Indonesia di Jakarta Selatan. Hipotesis ini dibuktikan dengan hasil nilai F hitung > F tabel atau (146,262 > 3,119), hal ini juga diperkuat dengan nilai sig < 0,05 atau (0,000 <

0,050).

Hasil penelitian ini sama dengan penelitian yang dilakukan oleh I Made Sandi Rastana, I Gede Aryana Mahayasa, & Ni Wayan Wina Premayani (2021), Dhiyan Septa Wihara (2017), Julius Kwart Siboro (2016) yang menyatakan bahwa lingkungan kerja fisik dan disiplin kerja berpengaruh positif secara simultan dan signifikan terhadap kinerja karyawan.

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan uraian pada bab-bab sebelumnya, dan dari hasil analisisyang telah dilakukan dalam penelitian ini, maka penulis merumuskan beberapa kesimpulan diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Lingkungan kerja fisik secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT Foresthree Waralaba Indonesia. Hal ini dibuktikan dibuktikan dengan nilai t hitung > tabel atau (9,810 > 1,992) Hal tersebut juga diperkuat dengan nilai Sig. < 0,05 atau (0,000 < 0,05).

2. Disiplin kerja secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT Foresthree Waralaba Indonesia. Hal ini dibuktikan dibuktikan dengan nilai t hitung > tabel atau (2,979 > 1,992) Hal tersebut juga diperkuat dengan nilai Sig. < 0,05 atau (0,004 < 0,05).

3. Lingkungan kerja fisik dan disiplin secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT Foresthree Waralaba Indonesia.

Hal ini dibuktikan dengan nilai F hitung > F tabel atau (146,262 > 3,119), hal ini juga diperkuat dengan nilai Sig. < 0,05 atau (0,000 < 0,050).

5.2 Keterbatasan Penelitian

Berdasarkan pada pengalaman langsung peneliti dalam proses penelitian ini, ada beberapa keterbatasan yang dialami dan dapat menjadi beberapa faktor yang agar dapat untuk lebih diperhatikan bagi peneliti-peneliti yang akan datang

dalam lebih menyempurnakan penelitiannya karna penelitian ini sendiri tentu memiliki kekurangan yang perlu terus diperbaiki dalam penelitian-penelitian kedepannya. Beberapa keterbatasan dalam penelitian tersebut, di antaranya : 1. Jumlah responden yang hanya 78 orang, tentunya masih kurang untuk

menggambarkan keadaan yang sesugguhnya.

2. Informasi yang diberikan oleh responden melalui kuesioner sangat rentan, hal ini terjadi karena kadang perbedaan pemikiran, anggapan dan pemahaman yang berbeda tiap responden.

5.3 Saran

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, terdapat beberapa saran yang dapat diajukan yang diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Berdasarkan temuan dalam penelitian ini, disarankan kepada PT Foresthree Waralaba Indonesia di Jakarta Selatan agar lebih memperhatikan dan menyediakan fasilitas - fasilitas yang kurang memadai di perusahaan upaya meningkatkan kinerja karyawan.

2. Berdasarkan temuan dalam penelitian ini, disarankan kepada manajemen PT Foresthree Waralaba Indonesia di Jakarta Selatan untuk lebih fokus kepada tujuan serta diharapkan bagi para pemimpin untuk memberikan teladan kedisiplinan kepada karyawannya.

Dokumen terkait