• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Reliabilitas

Dalam dokumen pengaruh kinerja karyawan dan bauran (Halaman 138-152)

C. Analisis Data

2) Uji Reliabilitas

129 variabel konstruk secara keseluruhan > 0,5. Hal tersebut memiliki arti bahwa seluruh variabel konstruk dalam penelitian ini dinyatakn valid dan tidak berkorelasi tinggi antar variabel konstruk.

Sehingga memenuhi persyaratan reliabilitas. Antar variabel tidak berkorelasi tinggi bermakna bahwa antara kinerja karyawan, bauran pemasaran, kepuasan nasabah dan loyalitas nasabah tidak terdapat hubungan yang kuat.

130 Tabel 5.13

Uji Reliabilitas Variabel konstruk Cronbach’s

Alpha

Composite Reliability Kinerja karyawan 0,911 0,928 Bauran pemasaran 0,878 0,906 Kepuasan nasabah 0,852 0,894 Loyalitas nasabah 0,847 0,891 Sumber : data primer diolah.165

Uji reliabilitas dapat terpenuhi apabila nilai Cronbach’s Alpha > 0.7 dan nilai Composite Reliability > 0,7.166 Berdasarkan tabel 5.13, nilai Cronbach’s Alpha seluruh variabel konstruk > 0.7 dan nilai Composite Reliability seluruh variabel konstruk > 0,7. Dengan demikian, instrumen dalam penelitian ini dinyatakan reliabel. Seluruh pernyataan dalam kuisioner terkait masing-masing variabel dapat dipercaya dan mampu mengungkapkan loyalitas nasabah dilapangan.

Kuisioner dinyatakan konsisten dalam mengukur

165 Hasil output SmartPLS 3.0 data diolah 2022.

166 Ibid.

131 kinerja karyawan, bauran pemasaran terhadap loyalitas nasabah melalui kepuasan nasabah.

3) Analisis Multikolinieritas

Pengujian ini untuk melihat apakah setiap variabel independen memiliki korelasi antar variabel independen atau tidak. Kriteria yang berlaku dalam uji multikolinearitas adalah apabila nilai VIF < 3 atau < 5. Hasil dari uji multikolineritas dapat dilihat pada tabel 5.14

Tabel 5.14

Hasil analisis multikolinieritas (VIF)

Variabel

Bauran Pemasaran

(X2)

Kepuasan Nasabah

(Z)

Kinerja Karyawan

(X1)

Loyalitas Nasabah

(Y) Bauran

Pemasaran (X2)

2,581 4,046

Kepuasan Nasabah

(Z)

2,562

Kinerja Karyawan

(X1)

2,581 2,584

Loyalitas Nasabah

(Y)

Sumber: data analisis primer, 2022

132 Berdasarkan Tabel 5.14 diatas, hasil dari Colliniarity Statistic (VIF) untuk melihat uji multicolinierity dengan hasil nilai inner dari variabel kinerja karyawan terhadap kepuasan nasabah sebesar 2,581 dan kinerja karyawan terhadap loyalitas nasabah sebesar 2,584.

Kemudian nilai dari variabel bauran pemasaran terhadap kepuasan nasabah sebesar 2,581 dan nilai variabel bauran pemasaran terhadap loyalitas nasabah sebesar 4,046. Kemudian nilai variabel kepuasan nasabah terhadap loyalitas nasabah sebesar 2,562. Dari masing-masing variabel diketahui nilai VIF < 5, artinya tidak melanggar uji asumsi multikolinieritas atau pada variabel kinerja karyawan terhadap kepuasan nasabah sebesar 2,581 dan kinerja karyawan terhadap loyalitas nasabah sebesar 2,584 dan nilai bauran pemasaran terhadap kepuasan nasabah sebesar 2,581 dan nilai kepuasan nasabah terhadap loyalitas nasabah sebesar 2,562 dalam SmartPLS nilai < 3 berwarna hijau dan antara 3-5 berwarna hitam, maka dapat dikatakan sangat jelas tidak terjadi korelasi antar variabel.

133 Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel independen terhadap kepuasan nasabah dan variabel independen (kepuasan nasabah) terhadap loyalitas nasabah memiliki nilai VIF < 3 dan < 5 maka dapat dinyatakan tidak terjadi multikolinieritas.

2. Hasil model structural (inner model)

Menilai model struktural dengan PLS, dapat dilihat dari nilai R-Square untuk setiap variabel laten endogen sebagai kekuatan prediksi dari model struktural. Tujuannya untuk menjelaskan pengaruh variabel laten eksogen (bebas) terhadap variabel laten endogen (terikat). Penilaian inner model adalah sebagai berikut:

a. Nilai R-Square 0,67 menunjukkan bahwa model kuat

b. Nilai R-Square 0,33 menunjukkan bahwa model moderate atau sedang

c. Nilai R-Square 0,19 menunjukkan bahwa model lemah.167

Untuk hasil inner model dapat dilihat dari melihat tabel R-Squares pada tabel 5.15

167 Ibid.,81.

134 Tabel 5.15

R-Square

Variabel R Square R Square Adjusted Kepuasan

nasabah 0,610 0,601

Loyalitas

nasabah 0,545 0,529

Sumber : data primer diolah

Berdasarkan tabel 5.15 nilai R-Square variabel kepuasan adalah 0,610. Hal ini mempunyai arti bahwa model structural variabel bebas terhadap variabel intervening dinyatakan mendekati kuat. Pengaruh variabel bauran pemasaran dan kinerja karyawan terhadap kepuasan nasabah sebesar 61%, sedangkan 39% lainnya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Nilai R-Square variabel loyalitas nasabah adalah 0,545. Hal ini mempunyai arti bahwa model struktural variabel bebas terhadap variabel terikat dinyatakan mendekati kuat. Pengaruh variabel bauran pemasaran dan kinerja karyawan terhadap loyalitas nasabah sebesar 54,5%, sedangkan

135 45,5% lainnya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

Selain mengetahui nilai R-Square, hasil dari metode struktural dilakukan untuk mengetahui nilai signifikansi yaitu pengaruh variabel bebas terhadap variabel intervening, variabel bebas terhadap variabel terikat serta variabel intervening terhadap variabel terikat. Pada SmartPLS 3.0, nilai signifikansi diperoleh melalui pengujian bootstrap. Variabel bebas berpengaruh siginifikansi terhadap variabel intervening maupun terikat apabila nilai t-value > 1,96 dan p value

= 0,05.168 Adapun path coefficients yang meliputi signifikansi variabel bebas terhadap variabel terikat dapat dilihat pada Tabel 5.16

Tabel 5.16 Path Coefficients

Variabel

Original Sample

(O)

T Statistics (|O/STDEV|)

P Values Kinerja Karyawan (X1) −>

Loyalitas Nasabah (Y) 0,075 0,488 0,626 Bauran Pemasaran (X2) −>

Loyalitas Nasabah (Y) 0,219 1,092 0,275

168 Ghozali dan hengky latan, Partial Least Square. 80-81.

136 Kinerja Karyawan (X1) −>

Kepuasan Nasabah (Z) 0,031 0,267 0,789 Bauran Pemasaran (X2) −>

Kepuasan Nasabah (Z) 0,756 7,038 0,000 Kepuasan Nasabah (Z) −>

Loyalitas Nasabah (Y) 0,498 3,384 0,001 Sumber: data primer diolah. 169

Berdasarkan tabel 5.16, kinerja karyawan dan bauran pemasaran tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap loyalitas nasabah, karena t-statistic

< 1,96 dan P Value > 0,05. Kinerja karyawan tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kepuasan nasabah, karena t statistik < 1,96 dan P valuev

> 0,05. Tetapi bauran pemasaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan nasabah, karena nilai t-statistik > 1,96 dan P Value < 0,05. Kepuasan nasabah berpengaruh positif dan signifikan karena nilai t- statistik > 1,96 dan nilai P value < 0,05

Selain untuk mengetahui nilai R-Square, nilai signifikansi pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat, hasil model struktural digunkan untuk mengetahui uji intervening. Uji tersebut bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh masing-

169 Hasil output SmartPLS 3.0 data diolah (2022)

137 masing variabel bebas terhadap variabel terikat melalui intervening. Pada SmartPLS 3.0, hasil uji intervening diperoleh dengan melakukan uji bootsrapping. Setelah melakukan uji bootstrapping, hasil uji intervening dapat dilihat pada bagian Spesific indirect effect.

Adapun hasil uji intervening melalui bootstrapping pada penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 5.17.

Tabel 5.17 Spesific Indirect Effect

Variabel

Original Sample

(O)

T Statistics (|O/STDEV|)

P Values Kinerja Karyawan (X1) −>

Kepuasan Nasabah (Z) −>

Loyalitas Nasabah (Y)

0,015 0,230 0,819 Bauran Pemasaran (X2) >

Kepuasan Nasabah (Z) −>

Loyalitas Nasabah (Y)

0,377 3,310 0,001 Sumber : data primer diolah.170

Berdasarkan Tabel 5.17 hanya variabel bauran pemasaran terhadap loyalitas melalui kepuasan nasabah yang berpengaruh positif dan signifikan.

Dibuktikan dengan nilai t statistik 3,310 > 1,96 dan nilai P Value 0,001 < 0,05. Artinya kepuasan nasabah

170 Hasil output SmartPLS 3.0 data diolah (2022)

138 mampu memediasi bauran pemasaran terhadap loyalitas nasabah. Indikator bauran pemasaran berupa produk, harga, tempat, promosi, orang, bukti fisik, dan proses mampu membuat nasabah merasa puas yang berujung pada loyalitas nasabah. Sedangkan kinerja karyawan tidak berpengaruh terhadap loyalitas nasabah yang dimediasi oleh kepuasan. Hal tersebut dikarenakan variabel tersebut memiliki nilai t statistik 0,230 < 1,96 dan nilai P Value 0,819 > 0,05. Pada Swofware SmartPLS hasil model structural (Inner Model) disajikan dalam gambar setelah melakukan uji bootstrapping. Gambar model structural (Inner model) dapat dilihat pada Gambar 5.2.

139 Gambar 5.2

Model structural (Inner model)

140 Tabel 5.18

Path Coefficients

Variabel

Original Sample

(O)

T Statistics (|O/STDEV|)

P Values

Kinerja Karyawan (X1)

−> Loyalitas Nasabah (Y) 0,075 0,488 0,626 Kinerja Karyawan (X1)

−> Kepuasan Nasabah (Z) 0,031 0,267 0,789 Bauran Pemasaran (X2)

−> Kepuasan Nasabah (Z) 0,756 7,038 0,000 Bauran Pemasaran (X2)

−> Loyalitas Nasabah (Y) 0,219 1,092 0,275 Kepuasan Nasabah (Z) −>

Loyalitas Nasabah (Y) 0,498 3,384 0,001 Sumber: data primer diolah

Berdasarkan Tabel 5.18 kinerja karyawan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap loyalitas nasabah, karena nilai original sampel 0,075 dan nilai t-statistik 0,488 < 1,96 dan P value 0,313 >

0,05. Kinerja karyawan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap loyalitas nasabah, karena nilai original sampel 0,031 dan nilai t-statistik 0,258 < 1,96 dan P value 0,398 > 0,05. Bauran pemasaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan

141 nasabah, karena nilai original sampel 0,756 dan nilai t- statistik 6,818 > 1,96 dan P value 0,000 < 0,05. Bauran pemasaran berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap loyalitas nasabah, karena nilai original sampel 0,219 dan nilai t-statistik 1,055 < 1,96 dan P value 0,146 > 0,05. Kepuasan nasabah berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas nasabah, karena nilai original sampel 0,498 dan nilai t-statistik 3,282 < 1,96 dan P value 0,001 < 0,05.

Tabel 5.19

Hasil Analisis Model Fit Saturated

Model Estimated Model

SRMR 0,079 0,079

d_ULS 2,012 2,012

d_G 1,637 1,637

Chi-Square 649,575 649,575

NFI 0,647 0,647

Berdasarkan Tabel 5.19 analisis dalam indikator model fit menunjukkan bahwa nilai NFI > 0,1 dengan nilai 0,647 yang berarti lebih tinggi maka model dapat dikatakan jauh lebih baik.

142 BAB VI

PENGUJIAN HIPOTESIS DAN PEMBAHASAN A. Pengaruh Kinerja Karyawan Terhadap Loyalitas

Nasabah

Berdasarkan Tabel 5.12 t-value kinerja karyawan terhadap loyalitas nasabah yaitu 0,488 < 1,96 dan P value 0,626. Dengan demikian H1 yang menyatakan bahwa kinerja karyawan berpengaruh positif terhadap loyalitas nasabah ditolak.

Tanda positif koefisien regresi variabel kinerja karyawan menunjukkan bahwa kinerja karyawan berpengaruh positif terhadap loyalitas nasabah. Apabila kinerja karyawan meningkat maka semakin meningkat pula loyalitas nasabah. Demikian pula sebaliknya apabila kinerja karyawan menurun maka semakin menurun pula loyalitas nasabah.Berdasarkan persamaan model regresi setiap kinerja karyawan meningkat satu satuan maka akan menyebabkan loyalitas meningkat sebesar 0,075. Tingkat kinerja karyawan BMT MBS Syariah Cabang Karas belum mampu meningkatkan loyalitas nasabah. Hal ini disebabkan pengawasan dari pimpinan terhadap karyawan belum

143 mencapai maksimal dan sebagian karyawan belum maksimal dalam bekerjanya.

Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan yang dikatakan menurut Morais yang dikutip oleh Sangadji menyatakan bahwa loyalitas nasabah tidak bisa tercipta begitu saja, tetapi harus dirancang oleh perusahaan dengan tahapan perancangan loyalitas, sehingga hal tersebut dapat meningkatkan kinerja.171

B. Pengaruh Kinerja Karyawan Terhadap Kepuasan

Dalam dokumen pengaruh kinerja karyawan dan bauran (Halaman 138-152)

Dokumen terkait