• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Validitas Data

Dalam dokumen RATMANA SETIYADI-FEB aktu (Halaman 59-67)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

D. Metode Analisi Data

1. Uji Validitas Data

Uji Asumsi Klasik 1. Uji Normalitas 2. Uji Multikolinieritas 3. Uji

Heteroskedastisitas

Kesimpulan dan Saran

Pengaruh Stres Kerja dan Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Kasus Pada PT. Megah Alengga)

Kinerja Karyawan (Y)

Uji Regresi Berganda

Uji Hipotesis 1. Uji t 2. Uji F 3. R2

42 C. Penelitian Terdahulu

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu

No Peneliti Persamaan Perbedaan Hasil

1. Ali Zainal Abidin,Sarwani, Umi Rusilowati

(2015) :

Analisis

Pengaruh Stres

Kerja dan

Motivasi terhadap Kinerja

Karyawan PT.

Indopelita Aircraft Services.

Variabel

Indpenden: Stres

kerja, dan

motivasi Variabel Dependen:

Kinerja karyawan

Menggunakan metode regresi linier berganda

Teknik pengambilan sampel Jumlah sampel

Menunjukkan bahwa stres kerja dan motivasi kerja secara parsial maupun simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja.

2. Cokorda Istri Ari Sintya Dewi, I Made Artha Wibawa

(2016) :

Variabel

Independen: Stres

kerja, dan

Motivasi Variabel

Jumlah sampel

Menunjukkan bahwa stres kerja berpengaruh negatif terhadap kinerja karyawan,

43 Pengaruh Stres

Kerja dan

Motivasi Kerja Terhadap

Kinerja

Karyawan Pada PT. Bank BPD Bali Cabang Ubud

Dependen:

Kinerja karyawan Teknik

pengambilan sampel

Menggunakan metode regresi linear berganda

serta motivasi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan.

3. Riandy (2016):

Pengaruh Stres Kerja Terhadap Kinerja

Karyawan pada PT. Borneo Laboratorium Inspeksi dan Surveyor

Service di Samarinda

Variabel

Independen: Stres kerja

Variabel Dependen:

Kinerja Karyawan

Menggunakan metode regresi linear sederhana Jumlah sampel Teknik pengambilan sampel

Menunjukkan bahwa stres kerja mempengaruhi kinerja karyawan sebesar 51,3%

signifikan

4 Noviansyah, Zunaidah (2011):

Variabel

Independen: Stres

Kerja, dan

Menggunakan metode regresi linear

Menunjukkan bahwa stres kerja mempengaruhi

44 Pengaruh Stres

Kerja dan

Motivasi terhadap Kinerja

Karyawan PT Perkebunan Minanga Ogan Baturaja

Motivasi Variabel Dependen:

Kinerja Karyawan Teknik

pengambilan sampel

sederhana Jumlah sampel

kinerja karyawan secara simultan Menunjukkan juga bahwa stres

kerja dan

rendahnya motivasi mempengaruhi kinerja karyawan secara

keseluruhan.

D. Hipotesis Penelitian

Dalam penelitian ini, peneliti ingin melihat apakah tinggi rendahnya kinerja karyawan yang merupakan dependent variabel bergantung pada tinggi rendahnya skor pada independent variabel yang ditetapkan dalam penelitian ini yaitu stres kerja dan motivasi. Dalam penelitian ini hipotesis yang dikembangkan adalah:

1. Ho = 0, tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel stres kerja (X1) secara parsial terhadap kinerja karyawan (Y).

Ha ≠ 0, ada pengaruh yang signifikan antara variabel stres kerja (X1) secara parsial terhadap kinerja karyawan (Y).

45 2. Ho = 0, tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel motivasi (X2)

secara parsial terhadap kinerja karyawan (Y)

Ha ≠ 0, ada pengaruh yang signifikan antara variabel motivasi (X2) secara parsial terhadap kinerja karyawan (Y).

3. Ho = 0, tidak ada pengaruh yang signifikan antara stres kerja, motivasi secara simultan terhadap kinerja karyawan.

Ha ≠ 0, ada pengaruh yang signifikan antara stres kerja, motivasi secara simultan terhadap kinerja karyawan.

46 BAB III

METODE PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian

1. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di kantor pusat PT. Megah Alengga.

Waktu penelitian dimulai dari Januari 2018 – Mei 2018.

2. Pembatasan masalah/Variabel Penelitian

Penelitian ini mengambil variabel bebas Stres Kerja dan Motivasi.

Sedangkan untuk variabel terikatnya yaitu kinerja karyawan PT. Megah Alengga.

B. Metode Penentuan Sampel 1. Populasi

Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas subjek atau objek yang memiliki karakter dan kualitas tertentu yang ditetapkan oleh seorang peneliti untuk dipelajari yang kemudian ditarik sebuah kesimpulan (Sugiono, 2013). Dalam hal ini, populasi karyawan PT.

Megah Alengga berjumlah 35 orang yang terdiri dari seluruh karyawan di perusahaan tersebut.

2. Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Jika populasi terlalu besar maka penulis tidak mungkin mempelajari semua yang ada dalam populasi, misalnya karena keterbatasan dana dan waktu, maka penulis dapat menggunakan sampel yang diambil dari jumlah populasi itu (Sugiyono, 2013). Dalam penelitian

47 ini, jumlah populasi yang ada berjumlah 35 orang. Teknik pengambilan sampel adalah sampling jenuh/sensus. Penggunaan teknik sampling ini yaitu menggunakan semua populasi yang ada untuk dijadikan sampel.

C. Metode Pengumpulan Data

Pengumpulan data sangatlah penting karena berhubungan dengan tersedianya data yang dibutuhkan untuk menjawab permasalahan dalam penelitian sehingga kesimpulan yang diambil adalah benar. Maka dari itu, penelitian metode pengumpulan data harus dilakukan dengan cara yang tepat.

Dalam penelitian ini pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah:

1. Data Primer

Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara terjun langsung ke tempat penelitian. Tujuannya adalah untuk memperoleh data yang jelas serta lebih akurat. Adapun data akurat dapat diperoleh dengan cara penelitian meliputi:

a. Wawanacara

Wawancara adalah percakapan atau tanya jawab antara dua orang atau lebih yang berlangsung antara narasumber dan pewawancara.

Tujuan wawancara adalah mendapatkan informasi dimana sang pewawancara memberikan pertanyaan-pertanyaan yang akan dijawab oleh narasumber.

b. Observasi

Observasi adalah metode menganalisis dan mengadakan pencatatan secara sistematis mengenai tingkah laku dengan melihat atau mengamati individu atau kelompok secara langsung.

48 c. Kuesioner

Kuesioner adalah pertanyaan atau pernyataan tertulis yang diberikan kepada responden untuk menjawab. Sebelumnya harus dipastikan kebenaran responden yang diteliti berdasarkan kriteria respondennya. Dalam Ghozali (2011), skala yang sering dipakai dalam pembuatan kuesioner adalah skala Likert, yaitu skala yang berisi 5 tingkat preferensi jawaban dengan pilihan sebagai berikut:

1 = Sangat Tidak Setuju 2 = Tidak Setuju

3 = Netral 4 = Setuju

5 = Sangat Setuju 2. Data sekunder

Data sekunder adalah data yang telah ada dan tersedia pada sumber datanya yaitu melalui artikel-artikel, jurnal, koran, brosur, internet dan bacaan lainnya yang mempunyai hubungan dengan objek penelitian.

D. Metode Analisis Data

Analisis data adalah pengolahan data yang didapat dengan menggunakan rumus atau dengan aturan-aturan yang ada sesuai dengan pendekatan penelitian.

Data yang diperoleh melalui kuesioner yang telah diisi oleh responden kemudian diolah dan dianalisa menggunakan teknik pengolahan data untuk menghasilkan suatu kesimpulan atas masalah yang diteliti.

49 1. Uji Validitas Data

a. Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut (Ghozali, 2011).

b. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas dilakukan untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel. Suatu kuesioner dikatakan reliable atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Indikator untuk uji reliabilitas adalah Cronbach Alpha, apabila nilai Cronbach Alpha >

0,7 menunjukkan instrumen yang digunakan reliable (Ghozali, 2011).

Hasil uji reliabilitas kuesioner sangat tergantung pada kesungguhan responden dalam menjawab semua item pertanyaan penelitian.

2. Uji Asumsi Klasik

Dalam dokumen RATMANA SETIYADI-FEB aktu (Halaman 59-67)

Dokumen terkait