• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN....................................................... 32-50

H. Validitas dan Reliabilitas Instrumen

Uji Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkatan kevalidan dan kesahihan suatu pernyataan dalam instrumen apakah benar-benar dapat mengukur penelitian yang diharapkan. Pengujian validitas digunakan dengan maksud untuk memperoleh alat ukur yang akurat dan terpercaya. Suharsimi mengatakan bahwa sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan.

Hasil uji coba ini dianalisis menggunakan rumus korelasi product moment dari Karl Pearson. Hal ini dipilih dengan melakukan pertimbangan menganalisis butir yang mengkorelasikan skor tiap butirnya dengan skor total yang dapat diperoleh pada indeks validitas tiap butir. Dengan demikian setiap satu butir dapat diketahui

memenuhi syarat atau tidak. Maka teknik yang digunakan untuk melakukan uji validitas adalah teknik korelasi product moment dengan rumus sebagai berikut.

Keterangan:

rxy =Koefisien korelasi antara X dan Y n = Jumlah responden

∑X = Jumlah skor butir pertanyaan

∑Y = Jumlah skor total pertanyaan

∑XY = Total perkalian X dan Y (∑X2) = Total kuadrat skor butir (∑Y2) = Total kuadrat skor total.17 2. Uji Reliabilitas

Reliabilitas merupakan indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukuran dapat terpercaya serta diandalkan. Reliabilitas instrumen adalah syarat untuk menguji validitas instrumen. Pada dasarnya instrumen yang valid umumnya pasti reliabel, akan tetapi pengujian reliabilitas instrumen masih perlu dilakukan. Uji reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan Cronbach‟s Alpha dengan rumus:

17Husein Umar, Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis (Cet. I; Jakarta: Rajawali Press, 2008), h. 114

∑ ∑ ∑

√ ∑

Keterangan:

r = Reliabilitas instrumen

∑ = Jumlah variant butir

∑ = Jumlah variant total.18 Dalam mengukur data harus ada instrumen yang digunakan. Maka untuk mengetahui reliabilitasnya perlu pengujian instrumen lewat validasi instrumen sehingga benar-benar siap untuk mengukur sebuah data.

Selanjutnya jumlah variant butir adalah jenis butir sampel yang ada dalam data penelitian yang akan diperoleh, sementara jumlah variant total adalah jumlah keseluruhan jenis data yang diperoleh. Adapun perbedaan antara varian total dengan varian butir adalah kalau variant butir hanya berfokus pada variant data tertentu sedangkan variant total itu keseluruhan data yang diperoleh.

I. Teknik Pengolahan dan Analisis Data

Menurut Bogdan dan Taylor, analisis data ialah proses yang merinci usaha formal untuk menemukan tema dan merumuskan hipotesis (ide) seperti yang disarankan oleh data dan juga sebagai usaha untuk memberikan bantuan pada tema dan hipotesis tersebut.19 Dari defenisi di atas dapat disimpulkan bahwa analisis data merupakan sebuah cara untuk membuat perbandingan, mengelompokan, melihat keterkaitan, persamaan dan perbedaan atas data yang telah disiapkan untuk kemudian diolah. Dengan demikian memudahkan untuk dicarikan hasil pengolahan data yang telah disiapkan tersebut

1. Analisis Deskriptif

18M, Idrus, Metode Penelitian Ilmu Sosial (Yogyakarta: Gelora Aksara Pratama, 2009), h. 143.

19Misbahuddin, Analisi Data Penelitian dengan Statistik (Cet. II; Jakarta: Bumi Aksara, 2013), h.32.

Analisis deskriptif merupakan bentuk analisis data penelitian untuk menguji generalisasi hasil penelitian berdasarkan satu sampel. Analisis deskriptif ini dilakukan dengan pengujian hipotesis deskriptif. Hasil analisisnya yaitu apakah hipotesis penelitian dapat digeneralisasikan atau tidak. Jika hipotesis (Ha) diterima, berarti hasil penelitian dapat digeneralisasikan. Analisis deskriptif ini menggunakan satu variabel atau lebih tetap bersifat mandiri, oleh karena itu analisis ini tidak berbentuk perbandingan atau hubungan.20

Adapun analisis deskriptif yang digunakan, yaitu:

a. Menentukan range Rumus:

Keterangan:

R = Range

Xt = Data terbesar dalam kelompok Xr = Data terkecil dalam kelompok.21 b. Menentukan Jumlah Kelas Interval

Keterangan:

K = Banyaknya kelas

n = Banyaknya nilai observasi.22 c. Menghitung Panjang Kelas Interval

20Syofian siregar, Statistika terapan untuk Perguruan Tinggi (Jakarta : Kharisma Putra Utama), h. 105.

21Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitaif, Kualitatif dan R&D, h. 55.

22Supranto, Statistik Teori dan Aplikasi (Cet. VII; Jakarta: Erlangga, 2008), h. 73.

Range =

K = 1 + 3,33

Keterangan:

P = Angka presentasi R = Range ( jangkauan) K = Banyaknya kelas.23

d. Menentukan Persentase Rumus:

Keterangan

P = Persentase f = Frekuensi N = Jumlah sampel.24 e. Menentukan Rata-Rata Mean

Rumus:

Keterangan:

̅ = Mean (rata-rata)

= Frekuensi untuk variabel =Tanda kelas interval variabel.25

23Supranto, Statistik Teori dan Aplikasi, h. 73.

24Nana Sudjana, Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar (Cet, XIII; Bandung: Sinar Baru Algesindo, 2014), h. 130.

25Sugiono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitaif, Kualitatif dan R&D, h. 52.

̅

f. Menentukan Standar Deviasi Rumus:

Keterangan:

SD = Standar Deviasi

= Frekuensi untuk variabel N = Jumlah populasi

Xi = Tanda kelas interval

̅ = rata-rata sampel.26 Jadi rumus untuk menentukan standar deviasi yaitu SD atau standar deviasi sama dengan akar sigma FI atau frekuensi dikali XI atau tanda kelas interval dikurang X atau rata-rata sampel dibagi N atau jumlah populasi dikurang 1.

g. Kategorisasi

Penggunaan aplikasi al-Qur‟an digital (variabel X) dan Minat membaca al- Qur‟an (variabel Y). Untuk menentukan kategorisasi akan digunakan rumus sebagai berikut:

1) Rendah : x < (

2) Sedang : ( )

3) Tinggi : ( ) 27 Dalam kategorisasi peneliti mengukur seberapa banyak hasil olah data mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Angkatan 2018 yang berada pada kategori rendah, sedang dan tinggi. Adapun rumus

26Misbahuddin dan Hasan, Analisis Data Penelitian dengan Statistik (Jakarta: Bumi Aksara, 2004), h. 275.

27Saifuddin Azwar, Penyusunan Skala Psikologi (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1999), h. 109.

yang digunakan yaitu diukur dari nilai M atau rata-rata dan SD atau standar deviasi, sedangkan untuk mencari Thitung menggunakan rumus yang telah ditentukan.

2. Analisis Statistika Inferensial

Statistika inferensial adalah bagian dari statistik deskriptif yang berfungsi untuk meramalkan dan mengontrol kejadian. Pada bagian ini dipelajari tata cara penarikan kesimpulan mengenai keseluruhan populasi berdasarkan data oleh gejala dan fakta suatu penelitian.28 Statistik inferensial adalah teknik statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya diberlakukan untuk populasi.

Statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian yang diajukan dan membuat kesimpulan dari data yang telah disusun untuk diolah. Adapun rumus yang digunakan dalam menguji kebenaran hipotesis penelitian adalah sebagai berikut:

a. Analisis Regresi Sederhana

Regresi linear sederhana memperkirakan satu variabel terikat berdasarkan satu variabel bebas. Variabel terikat diberi notasi Y dan variabel bebas diberi notasi X, sehingga bentuk yang dicari adalah regresi Y atas X. Dengan menggunakan persamaan:

Y = a + bX Keterangan:

Y = Nilai yang diprediksikan a = Koefisien regresi X b = Koefisien regresi Y

28Sugiyono, Statistic Penelitian (Cet. X; Bandung: Alfabeta, 2006), h. 244.

X = Nilai variabel independen.29

Untuk koefisien-koefisien regresi a dan b dapat dihitung dengan rumus:

a = ∑ ∑ ∑ ∑

b = ∑ ∑ ∑

Keterangan:

X = Nilai variabel Independen Y = Nilai variabel dependen a = Koefisien regresi a b = Koefisien regresi b n = Jumlah sampel.30 b. Uji Normalitas

Uji normalitas data yang dimaksud tentang apakah data-data yang digunakan berdistribusi normal atau tidak. Untuk pengujian tersebut digunakan rumus Chi- kuadrat yang dirumuskan sebagai berikut:

X2hitung = ∑( – )

Keterangan:

X2 = Nilai Chi-kuadrat Hitung Fo = Frekuensi hasil pengamatan Fh = Frekuensi harapan

29Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D (Cet.

XXIII; Bandung: Alfabeta, 2016), h. 262.

30Husein Umar, Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis (Cet. I; Jakarta: Rajawali Press, 2008), h. 114.

Kriteria pengujian normal bila X2hitung lebih kecil dari X2tabel, sementara X2tabel

diperoleh dari daftar X2 dengan dk = (k-1) pada taraf signifikan α = 0,05.

c. Uji Linearitas (kelinieran Persamaan regresi)

Uji linearitas adalah uji yang memastikan apakah data yang kita miliki sesuai dengan garis linear atau tidak. Uji linearitas digunakan untuk mengonfirmasikan apakah sifat linear antara dua variabel yang diidentifikasikan secara teori sesuai atau tidak dengan hasil observasi yang ada. Rumus uji linearitas adalah sebagai berikut:

Dengan taraf signifikan 0,05 dan derajat kebabasan pembilang n-1 serta derajat kebebasan penyebut n-1, maka jika diperoleh jika dipengaruhi Fhitung ≤ Ftabel

berarti data linear.31 d. Uji Signifikan (Uji-t)

Uji t ini digunakan untuk menguji dan mengetahui ada tidaknya pengaruh penggunaan aplikasi al-Qur‟an digital terhadap minat membaca al-Qur‟an Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Angkatan 2018 Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar. Sebelum dilanjutkan dengan menguji yang telah ditentukan maka terlebih dahulu dicari kesalahan baku regresi dan kesalahan baku koefisien b (penduga b) sebagai berikut:

1) Untuk regresi, kesalahan bakunya dirumuskan:

√∑ – ∑ ∑

2) Untuk koefisien regresi b (penduga b) kesalahan bakunya dirumuskan:

31Ridwan, Dasar-dasar Statistika (Cet. VIII; Bandung: Alpabeta, 2010), h. 205.

=

e. Penguji Hipotesis

1) Menentukan formulasi hipotesis

Ho : β = βo = 0 (tidak ada pengaruh X terhadap Y) H1 : β≠βo (Ada pengaruh X terhadap Y)

2) Menentukan terat nyata (α) dan nilai ttabel

α = 5% = 0,05 → a/2 = 0,025 b = n – 2

t = 0,025n

3) Menentukan nilai thitung

Keterangan:

t = thitung / hasil regresi

Sb = Simpangan baku kesalahan baku.32

Dokumen terkait