INTERKASI LAUT-ATMOSFER DAN
IV. KESIMPULAN DAN SARAN
3.1. Variasi Bulanan SPL di Raja Ampat
Rata-rata SPL secara spasial pada 8 lokasi Stasiun yang terletak di Perairan Raja Ampat menunjukkan SPL yang hangat. Tabel 2 di bawah ini menunjukkan rata- rata SPL serta suhu maksimum dan minimum sesuai rentang waktu yang dimiliki pada masing-masing stasiun pengamatan.
Tabel 2. Rata-rata SPL di perairan Raja Ampat
Pada Tabel 2 di atas terlihat rata-rata SPL di perairan ini berkisar antara 28,38- 29,09 °C dengan rata-rata SPL maksimum terletak di Stasiun Mike’s Point dan minimum di Stasiun SE Misool. SPL minimum di Raja Ampat selama periode tersebut adalah 26,06 °C yang tedapat pada Stasiun SE Misool dan SPL maksimum adalah 34,05 °C yang terdapat pada Stasiun Alyui Bay. Ketidaksamaan jumlah bulan pada masing-masing Stasiun dapat mempengaruhi nilai tersebut. Maka untuk membandingkan variasi SPL secara spasial pada masing-masing lokasi pengamatan dihitung pula rata-rata SPL tiap bulan pada tahun 2006 yang datanya tersedia untuk semua stasiun. Rata-rata SPL bulanan pada tahun 2006 dapat dilihat pada Gambar 3.1-3.9.
No Station Mean (°C) Max (°C) Min (°C) Time
January 2006-June 2007 August 2007-September 2008
2 Alyui Bay 28.6 ± 0.36 34.05 24.41 July 2005-June 2006
3 Batang Pele 28.81 ± 0.46 30.81 27.18 July 2005-January 2007 4 Fam Group 28.89 ± 0.34 30.68 27.54 January 2006-August 2006
July 2005-July 2007 April 2008-August 2008 6 Mike's Point 29.09 ± 0.35 32.06 27.94 July 2005-June 2006 7 Sagewin Strait 28.95 ± 0.54 31.03 26.12 January 2006-May 2007 8 SE Misool 28.38 ± 1.07 30.42 26.06 January 2006-October 2006 5 Arborek Manta 28.96 ± 0.24 31.09 26.39
1 Wayag 28.96 ± 0.39 30.56 27.37
Variabilitas Suhu Permukaan Laut di Perairan Raja Ampat
Gambar 3. Siklus Tahunan (Seasonal Cycle) SPL di 8 Stasiun Pengamatan pada Tahun 2006. 1.Wayag, 2.Alyui Bay, 3. Batang Pele, 4. Fam Group, 5. Arborek Manta,
6.Mike’s Point, 7. Sagewin Strait, 8. SE Misool, dan 9. Plot semua stasiun.
Garis biru stasiun 1-8 menunjukkan rata-rata harian dan garis merah menunjukkan rata-rata bulanan SPL
Stasiun yang terletak di bagian utara dan tengah Perairan Raja Ampat yang ditunjukkan pada Gambar 3.1-3.7 memperlihatkan terjadinya peningkatan suhu sekitar bulan Maret-Juni dan penurunan suhu pada bulan Juli-Agustus. Hal yang berbeda terlihat di stasiun SE Misool (Gambar 3.8) yang terletak di bagian selatan perairan Raja Ampat dimana penurunan suhu mulai dari bulan Mei-September dan meningkat pada bulan Januari-Maret.
Perbedaan SPL bulanan secara spasial terlihat jelas pada musim timur yang ditunjukkan oleh Gambar 3.9. Pada musim timur, SPL di bagian utara dan tengah
1 2
3 4
5 6
7 8
9
Savitria et al.
persebaran SPL yang semakin dingin menuju bagian selatan. Pada musim barat, SPL relatif seragam dari utara hingga selatan dengan suhu 28,92°C (±0,23).
Pada StasiunWayag suhu tertinggi terjadi pada bulan Juni 2006 yaitu 29,59
°C. Hal ini mungkin disebabkan oleh posisi stasiun terletak di utara Perairan Raja Ampat yang langsung berhubungan dengan Samudera Pasifik yang suhunya relatif hangat karena adanya warm pool. Menurut Mangubhai dkk (2012), sebagian massa air dari South Equatorial Current (SEC) mengalir diantara pulau-pulau di Raja Ampat. Sehingga hangatnya suhu di Stasiun Wayag mungkin disebabkan oleh masuknya massa air yang berasal dari Pasifik bagian selatan.
Suhu hangat juga ditemukan di Stasiun Sagewin Strait pada Juni 2006. Hal ini dikarenakan oleh mengalirnya New Guinea Coastal Current (NGCC) yang merupakan cabang sekunder dari SEC. SEC menggerakkan massa air hangat dari Pasifik barat ke pantai utara Papua Nugini yang kemudian dikenal sebagai NGCC, lalu masuk ke wilayah Raja Ampat melalui Selat Dampier dan Sagewin. Sejumlah kecil arus mengalir ke arah barat menuju Halmahera dan sisanya bergerak ke selatan melewati pulau Misool menuju Laut Seram dan bergabung ke dalam Arus Lintas Indonesia (Mangubhai dkk, 2012).
Stasiun SE Misool memiliki suhu tertinggi pada bulan Januari 2006 yaitu 29,19 °C dan suhu terendah pada bulan Juni 2006 yaitu 28,52 °C. Hal ini mungkin disebabkan oleh posisi Stasiun yang terletak di selatan Perairan Raja Ampat. Menurut DKP-KRA (2006) penyebaran SPL di Perairan Raja Ampat bagian selatan dipengaruhi oleh massa air dari Laut Banda.
Untuk Stasiun lain seperti Alyui Bay, Mike’s Point, Batang Pele, Arborek Manta, dan Fam Group menunjukkan SPL yang bervariasi. Diduga hal ini disebabkan oleh adanya percampuran massa air yang melewati wilayah tersebut. Menurut Hadikusumah (2007), terdapat beberapa massa air yang melewati Perairan Raja Ampat mulai dari permukaan hingga di kedalaman, yaitu massa air lokal, massa air di bagian selatan Perairan Raja Ampat yaitu lokasi antara Pulau Batanta dan Pulau Salawati, termasuk pula South Pacific Subtropical Water (SPSW), South Pacific Lower Thermocline Water (SPLTW), dan Antarctic Intermediate Water(AAIW), sehingga dapat terjadi internal mixing.
Dengan adanya perbedaan karakteristik SPL maksimum dan minimum antara perairan Raja Ampat bagian utara dan selatan, maka dilakukan kajian khusus tentang SPL di bagian utara yang diwakilkan oleh Stasiun Wayag dan bagian selatan yang diwakilkan oleh Stasiun SE Misool.
Pola SPL di Stasiun Wayag (utara) menyerupai pola SPL di Samudera Pasifik bagian selatan, sedangkan pola SPL di Stasiun SE Misool (selatan) menyerupai pola SPL di Laut Banda seperti terlihat pada Gambar 4.1-4.3. Penelitian Kida and Richard (2008) yang ditunjukkan oleh Gambar 4.3 memperlihatkan bahwa peningkatan SPL di Pasifik Selatan terjadi pada bulan Maret-Juni dan September-November serta penurunan suhu terjadi pada bulan Juli-Agustus yang sesuai dengan pola fluktuasi SPL di Stasiun Wayag, sementara di Indonesian Sea (Laut Banda dan Arafura) memperlihatkan bahwa penurunan suhu terjadi pada bulan Agustus yang sesuai dengan pola fluktuasi SPL di Stasiun SE Misool.
Hal ini dapat dilihat dari kemiripan pola peningkatan dan penurunan SPL di masing-masing wilayah tersebut. Peningkatan SPL di Stasiun Wayag terjadi pada bulan Maret-Juni dan suhu mulai menurun pada bulan Juli-Agustus. Meningkatnya SPL pada bulan Maret hingga Juni dan menurunnya suhu pada bulan Agustus di Stasiun ini diduga berhubungan dengan pergerakan SEC yang membawa massa air hangat dari Samudera Pasifik. Menurut Wrytki (1961), SEC yang membawa massa air
Variabilitas Suhu Permukaan Laut di Perairan Raja Ampat
Samudera Pasifik bagian selatan dengan kuat bergerak ke arah barat sepanjang pantai New Guinea menuju Laut Halmahera pada bulan Juni.
Peningkatan SPL di Stasiun SE Misool terjadi pada bulan Januari-April dan penurunan SPL terjadi pada bulan Juni-Oktober dengan rata-rata bulanan terendah adalah 26,64 °C(Agustus) dan tertinggi pada bulan Februari (29,46 °C). Menurut Gordon et al (2001), variasi SPL terendah di Laut Banda terjadi pada bulan Agustus yaitu 26,5°C. Pada musim barat (November-Maret) terjadi fenomena turunnya massa air laut ke lapisan bawah atau disebut downwelling dengan anomali positif maksimum terjadi pada bulan Februari, sedangkan pada musim timur (Mei-September) terjadi fenomena upwelling (Gordon et al, 2001).
Gambar 4. Variasi SPL bulanan pada Stasiun Wayag (1), Stasiun SE Misool tahun 2006(2), Pasifik dan Indonesian Sea (Laut Banda dan Arafura, Kida and Richard, 2008)(3).Garis merah, hijau dan biru menyatakan nilai SPL maksimum, rata-rata dan
minimum.