• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III Metode Penelitian

C. Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini akan dilakukan di Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, khususnya pada mahasiswa Tadris IPA Biologi dengan tujuan untuk mendapatkan informasi tentang hubungan antara persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran daring di masa pandemi. Pengumpulan data akan dilakukan pada bulan Mei - Juni 2022.

D. Aspek Penelitian

Aspek Dependen : Pembelajaran Daring

Aspek Independen : Partisipasi, Aksesibilitas, dan Materi Belajar E. Desain Penelitian

Desain penelitian adalah prosedur yang harus dijalani berupa gambaran awal dan nantinya masuk pada tahap pelaksanaan penelitan. Agar hasil dari penelitian ini bisa menggambarkan persepsi dari masing-masing individu maka jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dan data yang diolah merupakan data berbentuk numerik, maka pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sugiyono, menjelaskan bahwa

34

penelitian deskriptif berguna dalam menerangkan data penelitian menjadi suatu gambaran yang apa adanya tanpa ada unsur menyimpulkan yang mengarah pada generalisasi atau umumnya. Oleh sebab itu, penelitian ini didasarkan pada runtut dan akurasi fakta serta ciri-ciri suatu populasi.

Karakteristik yang dapat dilihat pada penelitian deskriptif yaitu : (1) berkaitan dengan kejadian saat ini, (2) hanya menjelaskan satu aspek saja, dan jika lebih maka tetap dijelaskan satu persatu, serta (3) tidak mencoba merekayasa aspek yang diteliti.52

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis serta memberikam penjelasan tentang persepsi mahasiswa terhadap pembelajran daring selama Pandemi Covid-19 (studi kasus mahasiswa IPA Biologi) secara deskriptif dan didukung oleh angka persentase. Adapun penelitian ini menggunakan metode survey yang dilakukan dengan cara menggunakan instrumen angket online lewat google formulir.

F. Instrumen/Alat dan Bahan Penelitian

Penelitian perlu didukung oleh instrumen untuk memudahkan dalam pengumpulan data penelitian, dalam hal ini peneliti akan menggunakan angket online melalui google form sebagai instrumen penelitian. Lembar angket akan berisi data identitas responden, kesediaan menjadi responden, dan pernyataan terkait pendekatan persepsi yang meliputi partisipasi, aksesibilitas, dan materi

52 Kountur, Ronny, Metode Penelitian untuk Penulisan Skripsi dan Tesis, (Jakarta: PPM).

35

belajar/kuliah. Instrumen akan disebarkan melalui media online, yaitu whatsapp group.

Tabel 2. Bobot Penilaian skala likert53

Pilihan jawaban Kode Skor

Sangat setuju Setuju

Tidak setuju

Sangat Tidak Setuju

SS S TS STS

4 3 2 1

Skor dari hasil angket dihitung dengan statistik persentase dengan rumus sebagai berikut:

𝑃 = 𝐹

𝑁𝑋100 Keterangan:

P : Nilai persentase jawaban responden F : Frekuensi jawaban responden N : Jumlah responden

Jumlah persentase angket akan dinyatakan kedalam bentuk kategori hasil penilaian. Kategori hasil penilaian tersebut digunakan untuk mengetahui kategori aspek dependen dan independent dalam penelitian ini, dapat menggunakan tabel berikut:

Tabel 3. Persentase penilaian angket54

Interval persentase Kategori

86% - 100%

60% - 85%

50% - 59%

38% - 53%

Sangat Baik Baik Kurang Baik

Tidak Baik

53 Arikunto, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta, Rineka Cipta, 2010). h. 245.

54 Kamelta, Edno, "Pemanfaatan internet oleh mahasiswa jurusan teknik sipil fakultas teknik universitas negeri padang", Jurnal CIVED ISSN 2302 3341. Vol. 1, No. 2 (2013), h.144.

36

Pada pengukuran aspek persepsi dikategorikan menjadi dua kategori yaitu persepsi positif dan persepsi negatif terhadap pembelajaran daring. Persepsi positif mahasiswa terhadap pembelajaran daring apabila hasil perhitungan penilaian angket responden menjawab sangat baik dan baik, sedangkan jawaban responden yang menjawab kurang baik dan sangat tidak baik dikategorikan menjadi persepsi negatif. Sedangkan pada aspek partispasi, aksesibilitas, dan materi belajar dikelompokan menjadi empat kategori yaitu sangat baik, baik, kurang baik dan tidak baik.

G. Teknik Pengumpulan Data/Prosedur Penelitian

Teknik pengumpulan data yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan total sampling yaitu sampel dalam populasi yang akan digunakan dalam penelitian dengan memberikan kesempatan yang sama pada mahasiwa yang memenuhi kriteria penelitian.

Adapun prosedur penelitian yang akan dilakukan dalam penelitan ini meliputi:

1. Menentukan sampel penelitian.

2. Membuat angket penelitian yang menggambarkan pendekatan partisipatif, aksesibilitas, dan materi yang diajarkan sehingga dapat memberikan gambaran persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran daring di masa pandemi covid-19.

3. Uji validitas dan reabilitas instrumen (angket penelitian).

37

4. Jika hasil uji menunjukan valid dan realibel untuk digunakan dalam penelitian maka dilakukan pengujian yang sesungguhnya pada sampel yang telah ditentukan.

5. Angket disebarkan melalui group whatsapp kelas yang dimiliki oleh mahasiswa, dengan menunjuk perwakilan mahasiswa kelas sebagai penanggungjawab.

6. Setiap mahasiswa hanya boleh mengisi kuisioner satu kali, jika terdapat mahasiswa yang mengisi dua kali, maka kuisioner yang akan dipilih adalah dengan pengisian data yang lengkap.

7. Setelah data berhasil dikumpulkan oleh peneliti maka tahap selanjutnya adalah pengolahan data.

a) Editing

Proses editing yang akan dilakukan oleh peneliti adalah dengan memeriksa kelengkapan data yang telah terkumpul, sehingga jika ditemukan kekurangan dapat diantisipasi sejak awal.

b) Coding

Proses coding akan dilakukan peneliti dengan memberikan kode berupa angka sehingga mempermudah analisis menggunakan SPSS.

c) Entry

Proses entry yang akan dilakukan peneliti dengan memasukan seluruh data yang telah terkumpul dan sudah dikoding kedalam

38

Microsoft excel sehingga mudah ditransformasi kedalam aplikasi SPPS.

d) Cleaning

Proses cleaning akan dilakukan peneliti dengan melakukan pengecekan kembali data yang telah dimasukan pada saat entry data untuk memastikan Kembali kekurangan Ketika menginput data.

e) Analisis

Analisis akan dilakukan dengan menjelaskan hasil pengolahan data yang telah dilakukan pada aplikasi SPSS kedalam bentuk interpretasi data dan disesuaikan dengan teori yang mendukung, sehingga dapat menyajikan informasi yang sesuai dengan tujuan dilakukannya penelitian.

H. Teknik Analisis Data

Peneliti melakukan analisis data menggunakan program Statistical Package for the Social Science (SPSS) 22. Analisis dilakukan dengan analisis deksriptif. Analisis deskriptif adalah uji yang dilakukan untuk menilai hubungan terhadap satu aspek. Analsis deskriptif dilakukan untuk memberikan gambaran distribusi frekuensi berupa proporsi (%) dari masing- masing aspek yang akan diteliti seperti persepsi mahasiswa Tadris IPA Biologi terhadap pembelajaran daring, partisipasi selama pembelajaran daring, aksesisibilitas atau sarana dan prasarana yang menunjang pembelajaran daring, dan materi belajar selama pembelajaran daring berlangsung.

39 BAB IV

HASIL PENELITIAN dan PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian

Penelitian ini telah dilaksanakan di Program studi IPA Biologi, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Mataram yang dilaksanakan pada tanggal 8 Juli sampai tanggal 8 September 2022. Adapun mahasiswa yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah Mahasiswa/i Tadris IPA Biologi berjumlah 105 responden. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran daring dengan tiga aspek berupa partisipasi, aksesibilitas, dan materi belajar dengan pemberian angket sebagai instrument penelitian melalui google formulir yang disebar melalui group whatsapp.

B. Data Hasil Penelitian

1. Uji Instrumen Penelitian a. Validitas Instrumen

Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurannya.55 Uji validitas memperlihatkan derajat ketepatan antara data yang ada diperoleh dari objek dengan data yang diambil oleh peneliti. Dalam rangka penyusunan skripsi dengan judul Persepsi Mahasiswa Terhadap Pembelajaran Daring Selama Pandemi Covid-19

55 Azwar, Saifudin. 1986. Validitas dan Reliabilitas. Jakarta: Rineka Cipta

40

(Studi Kasus Pada Mahasiswa Tadris IPA Biologi UIN Mataram) Tahun Pelajaran 2021-2022, maka peneliti menggunakan instrument angket berupa pernyataan-pernyataan pendukung. Uji validitas dilakukan oleh Dosen Tadris IPA Biologi dengan memberikan tanda ceklist pada kolom yang sesuai dengan matriks uraian terhadap aspek yang dinilai. Validasi angket dilakukan pada Mei 2022.

Terdapat 6 aspek yang dinilai dalam uji validitas tersebut seperti pertama pernyataan-pernyataan yang dibuat dalam angket sesuai dengan kisi-kisi angket tersebut, kedua kejelasan kalimat pernyataan-pernyataan dalam angket, ketiga pernyataan-pernyataan dalam angket tidak mengandung makna yang ganda, keempat angket tersebut menggunakan format penilaian yang sederhana dan mudah dipahami, kelima Bahasa yang digunakan pada setiap butir pernyataan pada angket sesuai dengan kaidah EYD Bahasa Indonesia yang baik dan benar, terakhir petunjuk dalam pengisian tes ditulis dengan bahasa yang jelas dan mudah dipahami. Pemberian skor untuk setiap aspek yang dinilai menggunakan skor dengan skala 1 – 4 dengan skor maksimum 24.

Pada penilaian angket ini dari setiap aspek yang dinilai, pemberian skala skor angket tersebut berada di angka 3. Hal ini menandakan bahwa angket tersebut layak untuk diuji dengan hasil rata-rata 2,50. Adapun saran dari validator bahwa setiap item

41

pernyataan sebaiknya menggunakan kalimat menggugah atau objektif yang bisa di ukur. Kesimpulannya adalah instrument tersebut layak untuk diuji coba dengan revisi sesuai saran. Adapun hasil dari uji validitas tersebut terdapat pada Lampiran 2.

2. Persepsi Mahasiswa

Pernyataan-pernyataan mengenai persepsi mahasiswa baik persepsi positif maupun persepsi negatif dinyatakan dalam bentuk empat kategori yaitu Baik, Tidak Baik, Cukup baik, dan Sangat Baik. Keempat kategori ini menghasilkan presentase akumulatif secara keseluruhan. Gambar 4.2 merupakan hasil presentase persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran daring dilihat dari tiga aspek yaitu partisipasi, aksesibilitas, dan materi belajar.

Gambar 4.2 Hasil Persepsi Mahasiswa Terhadap Pembelajaran Daring [VALUE]

65,87

38,2 31

39,12

66,8

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90

1 2 3

PERSEPSI

POSITIF NEGATIF

PARTISIPASI AKSESIBILITAS MATERI BELAJAR

X

Y Aspek yang diamati

Nilai Persentase

76,28

42

Hasil keseluruhan persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran daring selama pandemi covid-19 (studi kasus pada mahasiswa Tadris IPA Biologi UIN Mataram) memperlihatkan grafik dengan variabel X dan Y.

Adapun variabel dependen (X) dari penelitian ini adalah terhadap pembelajaran daring dengan presentase pengukuran persepsi dimulai dari angka 0-100 %. Variabel independent (Y) dari penelitian ini adalah aspek yang diteliti seperti partisipasi, aksesibilitas, dan materi belajar. Pada grafik tersebut memperlihatkan 6 bagan yang merepresentasikan masing- masing aspek, yaitu persepsi positif untuk bagan berwarna biru dan persepsi negatif untuk bagan berwarna orange.

Bagan partisipasi memperoleh hasil yang siginifikan yaitu persepsi positif berada di angka 76,28%, hal ini berbanding jauh dengan persepsi negatif partisipasi yang hanya memperoleh presentase 31%. Selanjutnya pada bagan aksesibilitas memperoleh hasil yang tidak jauh berbeda yaitu persepsi positif berada di angka 65,87%, sedangkan persepsi negatif hanya memperoleh presentase 39,12%. Terakhir pada bagan materi belajar juga sama dengan aspek aksesibilitas tetapi hanya saja pada aspek ini persepsi negatif sedikit lebih rendah memperoleh hasil yaitu persepsi positif berada di angka 38,2%, hal ini berbeda dengan persepsi negatif yang memperoleh presentase 66,8%.

43 3. Partisipasi Mahasiswa

Perolehan data hasil angket partisipasi mahasiswa terhadap pembelajaran daring yang terdiri dari semester II, IV, dan VI terdapat pada tabel 4.4.

Tabel 4.4. Distribusi Partisipasi

Sumber : Data Diolah

Pertanyaan Skala

likert

Frekuensi (n=105)

Proporsi (%) Saya terlebih dahulu mempersiapkan

perangkat yang dibutuhkan

STS 0 0

TS 14 13,3

S 69 65,7

SS 22 21,0

Saya memasuki ruang

meeting/belajar daring sesuai jadwal dan tepat waktu

STS 0 0

TS 12 11,4

S 67 63,8

SS 26 24,8

Saya mengikuti kelas secara daring dengan fokus tanpa mengerjakan kegiatan lain

STS 4 3,8

TS 60 57,1

S 33 31,4

SS 8 7,6

Saya selalu memperhatikan Dosen ketika menyampaikan materi

STS 0 0

TS 28 26,7

S 60 57,1

SS 33 16,2

Saya mudah memahami materi yang disampaikan Dosen

STS 2 1,9

TS 48 45,7

S 54 51,4

SS 1 1,0

Saya aktif menyampaikan tanggapan ketika pembelajaran daring

berlangsung

STS 5 4,8

TS 35 33,3

S 52 49,5

SS 13 12,4

Saya menyampaikan pertanyaan ketika ada yang saya tidak mengerti

STS 2 1,9

TS 7 6,7

S 74 70,5

SS 22 21,0

44

Berdasarkan analisis deskriptif pada aspek partisipasi menunjukkan pada pernyataan nomor 1 tidak ada yang menjawab sangat tidak setuju, 14 orang (13,3%) menjawab tidak setuju, 69 orang (65,7%) menjawab setuju, dan 22 orang (21,0%) menjawab sangat setuju.

Pernyataan nomor 2 tidak ada mahasiswa yang menjawab sangat tidak setuju, 12 orang (11,4%) menjawab tidak setuju, 67 orang (63,8%) menjawab setuju, dan 26 orang (24,8%) menjawab sangat setuju.

Pernyataan nomor 3 terdapat 4 orang (3,8%) menjawab sangat tidak setuju. 60 orang (57,1%) menjawab tidak setuju, 33 orang (31,4%) menjawab setuju, dan 8 orang (7,6%) menjawab sangat setuju.

Pernyataan soal nomor 4 tidak ada mahasiswa yang menjawab sangat tidak setuju, 28 orang (26,7%) menjawab tidak setuju, 60 orang (57,1%) menjawab setuju, dan 33 orang (16,2%) menjawab sangat setuju.

Pernyataan nomor 5 terdapat 2 orang (1,9%) menjawab sangat tidak setuju, 48 orang (45,7%) menjawab tidak setuju, 54 orang (51,4%) menjawab setuju, dan 1 orang (1,0%) menjawab sangat setuju. Pernyataan nomor 6 yaitu terdapat 5 orang (4,8%) menjawab sangat tidak setuju, 35 orang (33,3%) menjawab tidak setuju, 52 orang (49,5%) menjawab setuju, dan 13 orang (12,4%) menjawab sangat setuju. Pernyataan nomor 7 terdapat 2 orang (1,9%) menjawab sangat tidak setuju, 7 orang (6,7%) menjawab tidak setuju, 74 orang (70,5%) menjawab setuju, dan 22 orang (21,4%) menjawab sangat setuju.

45

Tabel 4.5 Persepsi Partisipasi Mahasiswa Terhadap Pembelajaran Daring

Pada tabel penghitungan presentasi persepsi partisipasi dengan membagi STS, TS, S, dan SS pada masing-masing item jumlah pernyataan maka total skor partisipasi pada persepsi positif memperoleh skor 534 dengan presentase 76,28%. Sedangkan total skor partisipasi negatif memperoleh skor 217 dengan presentase 31%.

4. Aksesibilitas Pembelajaran Daring

Perolehan data hasil angket aksesibiltas mahasiswa terhadap pembelajaran daring yang terdiri dari semester II, IV, dan VI dapat dilihat pada tabel 4.6

STS

0

S

69

0 67

4 33

0 60

2 54

5 52

2 74

TS

14

SS

22

12 26

60 8

28 33

48 1

35 13

7 22

Total 217 Total 534

Persentase 31% Persentase 76,28%

46

Tabel 4.6 Distribusi Aksesibilitas Terhadap Pembelajaran Daring

Sumber : Data Diolah

Berdasarkan analisis deskriptif pada aspek aksesibilitas menunjukkan pada pernyataan nomor 1 terdapat 1 orang (1,0%) menjawab sangat tidak setuju, 19 orang (18,1%) menjawab tidak setuju, 62 orang (59,0%) menjawab setuju, dan 23 orang (21,9%) menjawab sangat setuju.

Pertanyaan Skala

likert

Frekuensi (n=105)

Proporsi (%) Menurut saya aplikasi yang

digunakan dalam pembelajaran daring saat ini dapat menunjang keefektifan dalam proses pembelajaran secara daring

STS 1 1,0

TS 19 18,1

S 62 59,0

SS 23 21,9

Saya memiliki internet yang memadai untuk mengukuti kelas secara daring

STS 9 8,6

TS 42 40,0

S 48 45,7

SS 6 5,7

Saya lebih sering menggunakan provider biasa dari pada wifi

STS 4 3,8

TS 32 30,5

S 53 50,5

SS 16 15,2

Saya memperoleh kuota internet dari kampus

STS 28 26,7

TS 52 49,5

S 20 19,0

SS 5 4,8

Sebaiknya kampus memberikan kuota internet setiap bulan untuk menunjang pembelajaran secara daring

STS 36 34,3

TS 54 51,4

S 12 11,4

SS 3 2,9

Saya sering kehabisan paket data ketika pembelajaran daring berlangsung

STS 3 2,9

TS 3 2,9

S 21 20,0

SS 78 74,3

Saya sering tertinggal materi dikarenakan kendala signal

STS 2 1,9

TS 11 10,5

S 44 41,9

SS 48 45,7

Saya lebih senang menggunakan handphone daripada PC/Laptop untuk mengikuti kelas

STS 4 3,8

TS 13 12,4

S 48 45,7

SS 40 38,1

47

Pernyataan nomor 2 terdapat 9 orang (8,6%) menjawab tidak setuju, 42 orang (40,0%) menjawab setuju, 48 orang (45,7%) menjawab setuju, dan 6 orang (5,7%) menjawab sangat setuju. Pernyataan nomor 3 terdapat 4 orang (3,8%) menjawab sangat tidak setuju. 32 orang (30,5%) menjawab tidak setuju, 53 orang (50,5%) menjawab setuju, dan 16 orang (15,2%) menjawab sangat setuju. Pernyataan soal nomor 4 terdapat 28 orang (26,7%) menjawab sangat tidak setuju, 52 orang (49,5%) menjawab tidak setuju, 20 orang (19,0%) menjawab setuju, dan 5 orang (4,8%) menjawab sangat setuju.

Pernyataan nomor 5 terdapat 36 orang (34,3%) menjawab sangat tidak setuju, 54 orang (51,4%) menjawab tidak setuju, 12 orang (11,4%) menjawab setuju, dan 3 orang (2,9%) menjawab sangat setuju.

Pernyataan nomor 6 terdapat 3 orang (2,9%) menjawab sangat tidak setuju, 3 orang (2,9%) menjawab tidak setuju, 21 orang (20,0%) menjawab setuju, dan 78 orang (74,3%) menjawab sangat setuju.

Pernyataan nomor 7 terdapat 2 orang (1,9%) menjawab sangat tidak setuju, 11 orang (10,5%) menjawab tidak setuju, 44 orang (41,9%) menjawab setuju, dan 48 orang (45,7%) menjawab sangat setuju.

Pernyataan nomor 8 terdapat 4 orang (3,8%) menjawab sangat tidak setuju, 13 orang (12,4%) menjawab tidak setuju, 48 orang (45,7%) menjawab setuju, dan 40 orang (38,1%) menjawab sangat setuju.

48

Tabel 4.7 Persepsi Aksesibilitas Mahasiswa Terhadap Pembelajaran Daring

Pada tabel penghitungan presentasi persepsi aksesibilitas dengan membagi STS, TS, S, dan SS pada masing-masing jumlah item pernyataan maka total skor aksesibilitas pada persepsi positif memperoleh skor 527 dengan presentase 65,87%. Sedangkan total skor aksesibilitas negatif memperoleh skor 313 dengan presentase 39,12%.

5. Materi Belajar

Pernyataan-pernyataan mengenai materi belajar mahasiswa baik materi positif maupun materi negatif masing-masing terdiri dari tiga indikator. Berdasarkan perolehan data hasil angket materi mahasiswa terhadap pembelajaran daring yang terdiri dari semester II, IV, dan VI dapat dilihat pada tabel 4.8

STS

1

S

62

9 48

4 53

28 20

36 12

3 21

2 44

4 48

TS

19

SS

23

42 6

32 16

52 5

54 3

3 78

11 48

13 40

Total 313 Total 527

Persentase 39,12 Persentase 65,87

49

Tabel 4.8 Distribusi Materi Belajar Terhadap Pembelajaran Daring

Sumber : Data Diolah

Pertanyaan Skala

likert

Frekuensi (n=105)

Proporsi (%) Pembelajaran lebih efektif melalui

pembelajaran daring di bandingkan tatap muka.

STS 36 34,3

TS 57 54,3

S 8 7,6

SS 4 3,8

Bila mahasi swa mengalami kesulitan terhadap materi belajar, akan lebih mudah diselesaikan dengan

pembelajaran daring di bandingkan tatap muka

STS 29 27,6

TS 54 51,4

S 17 16,2

SS 5 4,8

Dalam menjawab soal-soal yang diberikan Dosen akan lebih mudah dikerjakan melalui perkuliahan daring.

STS 9 8,6

TS 20 19,0

S 56 53,3

SS 20 19,0

Pembelajaran daring memang didesain untuk membantu mahasiswa mempermudah memahami materi- materi perkuliahan

STS 6 5,7

TS 46 43,8

S 48 45,7

SS 5 4,8

Dengan perkuliahan daring akan membuat mahasiswa lebih yakin menghadapi ujian sebagai tolak ukur pemahaman materi

STS 9 8,6

TS 50 47,6

S 41 39,0

SS 5 4,8

Bila saya mengusulkan, saya akan mengusulkan perkuliahan sebaiknya menggunakan pembelajaran daring daripada tatap muka

STS 29 27,6

TS 58 55,2

S 14 13,3

SS 4 3,8

Materi-materi yang diberikan dalam pembelajaran daring sudah sesuai dengan kebutuhan mahasiswa dalam pembelajaran daring

STS 3 2,9

TS 36 34,3

S 63 60,0

SS 3 2,9

Pemahaman terhadap materi akan lebih mudah dengan pembelajaran daring daripada tatap muka

STS 22 21,0

TS 68 64,8

S 14 13,3

SS 1 1,0

Respon atau tanggapan Dosen atau Server sudah memadai untuk mahasiswa mengerti materi

STS 4 3,8

TS 42 40,0

S 54 51,4

SS 5 4,8

Instruksi pembelajaran akan lebih mudah dengan dengan perkuliahan daring dibandingkan tatap muka

STS 22 21,0

TS 68 64,8

S 11 10,5

SS 4 3,8

50

Berdasarkan analisis deskriptif pada aspek materi belajar menunjukkan pada pernyataan nomor 1 terdapat 36 orang (34,3%) menjawab sangat tidak setuju, 57 orang (54,3%) menjawab tidak setuju, 8 orang (7,6%) menjawab setuju, dan 4 orang (3,8%) menjawab sangat setuju. Pernyataan nomor 2 terdapat 29 orang (27,6%) menjawab sangat tidak setuju, 54 orang (51,4%) menjawab setuju, 17 orang (16,2%) menjawab setuju, dan 5 orang (4,8%) menjawab sangat setuju. Pernyataan nomor 3 terdapat 9 orang (8,6%) menjawab sangat tidak setuju, 20 orang (19,0%) menjawab tidak setuju, 56 orang (53,3%) menjawab setuju, dan 20 orang (19,0%) menjawab sangat setuju. Pernyataan soal nomor 4 terdapat 6 orang (5,7%) menjawab sangat tidak setuju, 46 orang (43,8%) menjawab tidak setuju, 48 orang (45,7%) menjawab setuju, dan 5 orang (4,8%) menjawab sangat setuju.

Pernyataan nomor 5 terdapat 9 orang (8,6%) menjawab sangat tidak setuju, 50 orang (47,6%) menjawab tidak setuju, 41 orang (39,0%) menjawab setuju, dan 5 orang (4,8%) menjawab sangat setuju.

Pernyataan nomor 6 terdapat 29 orang (27,6%) menjawab sangat tidak setuju, 58 orang (55,2%) menjawab tidak setuju, 14 orang (13,3%) menjawab setuju, dan 4 orang (3,8%) menjawab sangat setuju. Pernyataan nomor 7 terdapat 3 orang (2,9%) menjawab sangat tidak setuju, 36 orang (34,3%) menjawab tidak setuju, 63 orang (60,0%) menjawab setuju, dan 3 orang (2,9%) menjawab sangat setuju. Pernyataan nomor 8 terdapat 22

51

orang (21,0%) menjawab sangat tidak setuju, 68 orang (64,8%) menjawab tidak setuju, 14 orang (13,3%) menjawab setuju, dan 1 orang (1,0%) menjawab sangat setuju.

Pernyataan nomor 9 terdapat 4 orang (3,8%) menjawab sangat tidak setuju, 42 orang (40,0%) menjawab tidak setuju, 54 orang (51,4%) menjawab setuju, dan 5 orang (4,8%) menjawab sangat setuju. Pernyataan nomor 10 terdapat 22 orang (21,0%) menjawab sangat tidak setuju, 68 orang (64,8%) menjawab tidak setuju, 11 orang (10,5%) menjawab setuju, dan 4 orang (3,8%) menjawab sangat setuju.

Tabel 4.9 Persepsi Materi Belajar Mahasiswa Terhadap Pembelajaran Daring

STS 36

S

8

29 17

9 56

6 48

9 41

29 14

3 63

22 14

4 54

22 11

TS

57

SS

4

54 5

20 20

46 5

50 5

58 4

36 3

68 1

42 5

68 4

Total 668 Total 382

Persentase 66.8 Persentase 38.2

52

Pada tabel penghitungan presentasi persepsi materi belajar dengan menggunakan skala likert berupa STS, TS, S, dan SS pada masing-masing jumlah item pernyataan maka total skor materi belajar pada persepsi positif memperoleh skor 333 dengan presentase 38,2%. Sedangkan total skor materi belajar persepsi negatif memperoleh skor 668 dengan presentase 66,8%.

C. Pembahasan

Persepsi mahasiswa pada program studi IPA Biologi UIN Mataram diamati dengan menggunakan angket online yang berisikan pernyataan- pernyataan terkait pembelajaran daring yang diisi oleh mahasiswa semester II, IV, dan VI periode ganjil. Penelitian dilakukan dengan menggunakan google form yang disebarkan melalui group Whatsapp. Adapun pernyataan yang diajukan berupa pernyataan yang dapat menilai persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran daring berupa aspek partisipasi, aksesibilitas, dan materi belajar. Hal tersebut dapat diketahui dengan melihat respon persepsi mahasiswa/i terhadap setiap pernyataan-pernyataan yang tertera pada lembar angket penelitian.

Berdasarkan hasil penelitian pada masing-masing indikator persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran daring selama pandemi covid-19, dengan menggunakan alternatif jawaban berupa skala likert yaitu setuju (S), sangat setuju (SS), tidak setuju (TS), dan sangat tidak setuju (STS). Keempat alternatif jawaban tersebut memberikan jawaban terhadap persepsi mahasiswa

53

Program studi IPA Biologi UIN Mataram periode ganjil 2021-2022. Angket online menunjukkan bahwa terdapat 25 pernyataan dalam angket yang diberikan kepada mahasiswa 105 responden. 25 pernyataan tersebut memperoleh persentase yang berbeda tergantung pada aspek yang dilakukan pengujian. Angket penelitian tersebut dapat dilihat pada Lampiran 1.

Hal tersebut diketahui dengan melihat respon persepsi mahasiswa terhadap setiap pernyataan-pernyataan yang tertera pada lembar angket partisipasi, aksesibilitas, dan materi belajar. Pernyataan-pernyataan mengenai persepsi mahasiswa baik partisipasi positif maupun partisipasi negatif dapat diperoleh melalui empat kategori yaitu sangat baik, cukup baik, tidak baik, dan sangat tidak baik. Pemberian kategori ini didasarkan pada presentase yang dihasilkan dari masing-masing aspek yang diteliti. Dalam penelitian ini aspek yang diteliti yaitu partisipasi, aksesibilitas, dan materi belajar. Ketiga aspek ini dipilih karena dapat merepresentasikan persepsi seorang individu terhadap pembelajaran daring. Ketiga aspek tersebut telah menghasilkan data yang dibutuhkan peneliti yang di kelola melalui SPSS 20.

1. Persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran daring di masa pandemi covid-19 melalui pendekatan partisipasi

Partispasi adalah keikutsertaan individu dalam situasi baik secara mental, pikiran atau emosi dan perasaan yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditentukan dan ikut bertanggung jawab terhadap kegiatan pencapaian

54

tujuan tersebut.56 Keterlibatan mahasiswa ini dapat diartikan sebagai sesuatu yang menunjukkan peran aktif dari seorang mahasiswa dalam melakukan suatu pembelajaran. Pernyataan-pernyataan mengenai partisipasi mahasiswa baik partisipasi positif maupun partisipasi negatif masing-masing terdiri dari tiga indikator yaitu perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi. Partisipasi dapat diartikan seperti keikusertaan mahasiswa ketika pembelajaran berlangsung yang dapat ditunjukkan perilaku berupa fisik dan psikologinya. Partisipasi mahasiswa tersebut mengindikasikan keikutsertaan individu untuk ikut bertanggung jawab terhadap tercapainya tujuan pembelajaran.57

Berdasarkan analisis deskriptif pada aspek partisipasi menunjukkan pada pernyataan nomor 1 yaitu ”Saya terlebih dahulu mempersiapkan perangkat yang dibutuhkan”, jawaban responden yaitu bahwa mahasiswa tidak ada yang menjawab sangat tidak setuju, 14 orang (13,3%) menjawab tidak setuju, 69 orang (65,7%) menjawab setuju, dan 22 orang (21,0%) menjawab sangat setuju. Hal ini memperlihatkan bahwa presentase mahasiswa yang menjawab setuju dan sangat setuju lebih banyak daripada mahasiswa yang menjawab sangat tidak setuju dan tidak setuju.

Persepsi mahasiswa pada soal nomor 1 berpersepsi positif. Pernyataan nomor 2 yaitu “Saya memasuki ruang meeting/belajar daring sesuai

56 Syamsuddin Adam dalam Prasetya, Pustaka Pelajar Stein dalam Catanese, 1992, 2008, h. 318

57 Nana Sudjana, Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. (Bandung: Sinar Baru Algesindo, 2006)

Dokumen terkait