• Tidak ada hasil yang ditemukan

1-PRAKTIKUM ANALISIS CH

N/A
N/A
Widia Anggraini

Academic year: 2023

Membagikan "1-PRAKTIKUM ANALISIS CH"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

PRAKTIKUM ANALISIS CH: MODIFIKASI PENCATATAN DATA Dr. Ir. Aswandi, M.Si

email: [email protected] 1. Pendahuluan

Seluruh air yang berada dalam siklus hidrologi berasal dari presipitasi. Sehingga dalam hidrometeorologi terlihat sebuah hubungan yang jelas antara dasar-dasar ilmu meteorologi dan dipadukan dengan dasar-dasar hidrologi. Meteorologi diperlukan untuk dapat menganalisis mekanisme dan distribusi presipitasi di berbagai daerah dan dalam hidrologi analisis meteorologi tentang presipitasi sangat diperlukan terutama dalam hal jumlah, waktu , dan posisi presipitasi tersebut terjadi. Data awal yang harus dimiliki dalam melakukan praktikum ini adalah data klimatologi dan data geologi.

Adalah hal yang wajar apabila dalam suatu pengukuran data meteorologi terdapat data yang tak terukur. Biasanya dalam pencatatan data, kondisi tersebut disebut dengan “tak terukur”. Namun seiring dengan kemajuan jaman hal ini bisa diatasi dengan otomatisasi alat pengukur, yang disebut dengan AWS (Automatic Weather System). AWS mampu mengukur tanpa menghasilkan data “tak terukur”. Namun, walaupun AWS sanggup melakukan hal tersebut, kendala untuk pengukuran meteorologi di seluruh Indonesia dengan menggunakan hal ini masih belum terlaksana karena mahalnya biaya yang perlu dikeluarkan untuk membeli AWS. Sehingga pengukuran manual masih tetap dilakukan.

Data “tak terukur” biasanya tercatat apabila dalam suatu pengkuran terjadi suatu kejadian ekstrim, seperti hujan badai ataupun puting beliung. Jumlah presipitasi yang melebihi takaran alat pengukurnya. Apabila tidak terawasi secara seksama, kondisi tersebut akan menimbulkan suatu kesenjangan dalam pencatatan. Keadaan tersebut dapat diatasi dengan metode-metode yang sifatnya matematis.

2. Tujuan

 Praktikan mampu mengisi data “tak terukur”.

 Praktikan mampu menganalisa sifat-sifat curah hujan di suatu daerah untuk kemudian mengaplikasikan dalam perhitungan-perhitungan hidrometeorologi dalam modul-modul selanjutnya.

3. Metode-metode Pengisian Data “Tak Terukur” dan Kosong 3.1. Nisbah Normal

Metode ini digunakan untuk mengisi data curah hujan satu stasiun pengukuran berdasarkan data stasiun-stasiun lain disekitarnya dengan korelasi curah hujan rata-rata tahunan kurang dari 90%. Adapun persamaan nisbah normal adalah sebagai berikut :

Px = 

 

     i

i x C

C x B B x A A

x P

N P N

N P N N P N N N

i ...

1

1

(2)

Dengan :

P : curah hujan tahunan

N : curah hujan rata-rata tahunan i : jumlah stasiun acuan

3.2. Rata-rata Aritmatik

Metode ini digunakan jika korelasi curah hujan tahunan stasiun yang akan diisi datanya dengan stasiun acuan lainnya lebih dari 90%.

Px =

PA PB PC Pi

i ... 1

Dengan :

P : curah hujan tahunan i : jumlah stasiun acuan 3.3. Pendugaan Tapak

Metode ini digunakam untuk melengkapi data klimatologi suatu stasiun dengan menggunakan data klimatologi stasiun acuan lainnya. Apabila stasun x memiliki data curah hujan sepanjang i tahun , maka dengan menggunakan data stasiun lain sepanjang n tahun (n>i). Perlu digarisbawahi, yang dapat diketahui dengan menggunakan metode ini adalah data rata-rata tahunan jangka panjang dari stasiun yang memiliki catatan data yang pendek.

Pxn =

i n i

PN PN Px

PNn =

i P P

P12 ... i

Dengan :

Pxn : taksiran curah hujan jangka panjang pada stasiun yang memiliki curah hujan rata- rata tahunan jangka pendek (tidak lengkap).

Pxi : curah hujan rata-rata tahunan jangka pendek pada stasiun yang tidak lengkap.

PNn : curah hujan rata-rata tahunan jangka panjang keseluruhan stasiun acuan.

PNi : curah hujan rata-rata tahunan jangka pendek pada stasiun acuan.

P1, P2, Pi : curah hujan rata-rata tahunan jangka panjang setiap stasiun acuan.

i : jumlah stasiun.

2

(3)

3.4. Massa Ganda

Metode ini sebenarnya bertujuan untuk mengidentifikasi adanya perubahan pola curah akibat adanya perubahan lingkungan, kerusakan alat, atau penyebab lainnya di luar dari proses presipitasi itu sendiri. Perubahan ini ditandakan dengan adanya perubahan kelengkungan kurva regresi antara stasiun yang diselidiki dengan 10 stasiun lain di sekitarnya. Langkah pengerjaan metode ini adalah sebagai berikut :

1. Buat akumulasi curah hujan tahunan stasiun yang akan diselidiki pada sumbu y.

2. Buat akumulasi curah hujan tahunan stasiun acuan pada sumbu x.

3. Buat kurva perbandingan antara data kumulatif kedua stasiun tersebut.

4. Lihat perubahan kelengkungan kurva terjadi pada tahun keberapa.

5. Cari nilai faktor koreksi dari perubahan tersebut.

4. Tugas

1) Aplikasikan metode-metode di atas pada data yang anda miliki.

2) Lakukan analisa perbandingan dari berbagai metode di atas.

3) Apakah ada cara lain dalam mengisi data kosong selain menggunakan metode- metode di atas ? Bila ada, jelaskan dan berikan contoh aplikasinya.

4) Apakah mungkin dilakukan penambahan tahun pengamatan ke depan ?

3

Referensi

Dokumen terkait

Dengan menggunakan metode FFT model curah hujan harian sintetik yang dihasilkan menjadi sangat akurat dengan koefesien korelasi rata- rata model Periodik Stasiun Metro panjang data

Curah hujan observasi TRMM dapat digunakan untuk analisis lanjut variabilitas iklim karena setelah dikoreksi dengan data curah hujan stasiun, diperoleh korelasi

Data curah hujan tersebut merupakan hasil pengukuran dari stasiun hujan Tridinanti, yaitu stasiun yang terdekat dengan lokasi penelitian yang telah dipilih besaran maksimumnya

Data jumlah curah hujan yang diperoleh dari stasiun penakar curah hujan Sumarorong, stasiun Mamasa, stasiun Minake, dan Pana, kemudian dianalisis pengaruhnya terhadap

Cross Section Elevasi (kemiringan) Polygon Thiessen Rata rata Isohyet Log Pearson Gumbel Normal Log Normal Analisis Curah Hujan Kawasan Analisis Curah Hujan Periodik Identifikasi

Pada kasus curah hujan, adanya korelasi data curah hujan antar lokasi stasiun curah hujan dalam suatu wilayah mengakibatkan pemodelan tidak dapat dilakukan dengan model

Data curah hujan didapat dari sebuah tempat berupa stasiun pengukur hujan yang didalamnya terdapat alat pengukur curah hujan, Dalam melakukan pengukuran curah hujan terdapat beberapa

IV  Mengisi data yang hilang dengan tiga metode perhitungan  Menguji konsisten data curah hujan dengan metode analisa massa ganda  Menghitung curah hujan rata-rata pada