• Tidak ada hasil yang ditemukan

78 bab v penutup a. simpulan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "78 bab v penutup a. simpulan"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

78 BAB V PENUTUP

A. SIMPULAN

Berdasarkan data yang diperoleh dari penelitian dan hasil analisis yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Guru Taman kanak-kanak se-Kecamatan Way Jepara memiliki pengalaman mengajar yang cukup baik, ini di buktikan dengan melihat mean atau nilai rata-rata pada variabel pengalaman mengajar yaitu 27.21 dan berada pada kategori sedang, yang artinya guru Taman Kanak-kanak se-Kecamatan Way Jepara memiliki tingkat pengalaman mengajar yang cukup baik. Pada variable motivasi mengajar dapat dilihat dari mean atau nilai rata-rata 67.50 masuk dalam kategori sedang yang artinya guru Taman Kanak-Kanak se- Kecamatan Way Jepara memiliki motivasi mengajar yang cukup baik pula.

Pada variable profesionalisme guru menunjukan bahwa guru Taman Kanak- Kanak se-Kecamatan Way Jepara adalah guru yang cukup professional. Hal ini dapat dilihat dari hasil kategorisasi skor profesionalisme yang menunjukan nilai mean 78.43 yang berada dalam kategorisasi sedang.

2. Pada variabel pengalaman mengajar kategori rendah berada pada rentang skor (50-59,6), kategori sedang berada pada rentang skor (59,7-69,3), dan kategori tinggi berada pada rentang skor (>69,2). Jika melihat mean pada variabel pengalaman mengajar yaitu 67.50 maka mean berada pada kategori sedang. Pengalaman mengajar berpengaruh terhadap profesionalisme guru berdasarkan nilai Sig. (2-tailed) 0,05 yaitu 0,001 < 0,05 dengan interpretasi koefisien korelasi sebesar 0,579 termasuk memiliki tingkat hubungan yang sedang dan koefisien determinasi (R2) yang disesuaikan sebesar 0,336 yang berarti bahwa pengalaman guru memberikan kontribusi atau pengaruh 33,6% terhadap profesionalisme guru.

3. Pada variabel motivasi mengajar kategori rendah berada pada rentang skor (50-59,6), kategori sedang berada pada rentang skor (59,7-69,3), dan kategori tinggi berada pada rentang skor (>69,2). Jika melihat mean pada variabel pengalaman mengajar yaitu 67.50 maka mean berada pada kategori sedang. Motivasi mengajar berpengaruh terhadap profesionalisme guru berdasarkan nilai Sig. (2-tailed) 0,05 yaitu 0,000 < 0,05 dengan interpretasi koefisien korelasi sebesar sebesar 0,755 termasuk memiliki tingkat hubungan

(2)

79

yang kuat dan koefisien determinasi (R2) yang disesuaikan sebesar 0,579 yang berarti bahwa pengalaman guru memberikan kontribusi 57,9% terhadap profesionalisme guru dan sebanyak 42,1 % ditentukan oleh faktor lainnya.

4. Pada profesionalisme guru kategori rendah berada pada rentang skor (62- 72,3), kategori sedang berada pada rentang skor (72,4-82,7), dan kategori tinggi berada pada rentang skor (>82,8). Jika melihat mean pada variabel pengalaman mengajar yaitu 78.43 maka mean berada pada kategori sedang.

Pengalaman mengajar dan profesionalisme guru berpengaruh terhadap profesionalisme guru berdasarkan interpretasi koefisien korelasi sebesar 0,785 menunjukan pengaruh yang kuat. Sedangkan kontribusi atau pengaruh secara simultan variabel pengalaman mengajar dan motivasi mengajar terhadap profesionalisme guru adalah sebesar 0,617 atau 61,7% sedangkan 38,3% ditentukan oleh faktor lainnya.

B. SARAN

Berdasarkan hasil pembahasan penelitian dan kesimpulan di atas maka dapat diberikan saran sebagai berikut:

1. Guru Taman Kanak-Kanak hendaknya terus menerus melakukan upaya meningkatkan profesionalismenya dengan lebih sering mengikuti berbagai kegiatan diklat yang relevan dengan pembelajaran pendidikan anak usia dini yang diadakan pemerintah baik di tingkat nasional, provinsi, maupun kota atau kabupaten. Guru Taman Kanak-Kanak juga harus memiliki dan menguasai keterampilan mengajar yang baik dengan upaya memperbanyak pengalaman mengajarnya dalam meningkatkan kompetensi guru serta memiliki motivasi mengajar yang tinggi guna mencapai tujuan-tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

2. Penelitian ini memberikan informasi bahwa pengalaman mengajar dan motivasi mengajar mempunyai pengaruh yang signifikan dan positif terhadap profesionalisme guru. Untuk itu, perlu adanya penelitian lebih lanjut terhadap faktor-faktor yang dapat meningkatkan profesionalisme guru selain dari 2 faktor tersebut.

Referensi

Dokumen terkait

Proses perilaku mental digunakan Kompas dan Suara Merdeka untuk menampilkan tanggapan beberapa partisipan mengenai alasan dibahasnya kembali rencana revisi UU KPK dan juga

Kesimpulan yang dapat diambil dari studi ini ialah bahwa pemikiran Kiai Ṣāliḥ tentang etika belajar menekankan kepada subjek belajar agar selalu memiliki

Bagi pihak yang hendak melangsungkan perkawinan, disosialisasikan bahwa terdapat peraturan yang mengatur tentang Perkawinan, yaitu Undang – Undang Nomor 1 Tahun

Hal ini terbukti dari jawaban angket yang penulis sebarkan kepada 40 responden yang ada, siswa yang memiliki kualitas motivasi belajar Pendidikan Agama Islam

Hasil belajar Fiqh yang diajar dengan metode Problem Based Learning lebih tinggi dari hasil belajar yang diajar dengan metode konvensional pada siswa kelas V MI

Simpulan Berdasarkan hasil penelitian yang didapat dengan menggunakan mutu K- 200 dengan perbandingan metode pemeliharaan dengan carasteam curing, pengovenan dan direndam, maka dapat

Kinerja Guru Variabel kinerja guru dalam penelitian ini masuk kategori sedang, item dari kinerja guru yang menjadi penyumbang terhadap rendahnya mutu pembelajaran, untuk nilai

Solusi mengatasi hambatan pendistribusian dana zakat, infaq, shadaqah melalui program Pati Makmur dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat di Desa Sidokerto Kabupaten Pati Solusi