• Tidak ada hasil yang ditemukan

AGUS RUBIANTO.pdf - - Electronic theses of IAIN Ponorogo

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "AGUS RUBIANTO.pdf - - Electronic theses of IAIN Ponorogo"

Copied!
96
0
0

Teks penuh

Rumusan masalah meliputi (1) bagaimana penggunaan metode turnamen permainan tim dalam pembelajaran IPS di SDN 2 Mričan (2) apa kelebihan dan kekurangan penggunaan metode turnamen permainan tim dalam pembelajaran IPS di SDN 2 Mričan (3) Apa saja faktor yang mempengaruhi penggunaan metode permainan turnamen tim dalam pembelajaran IPS di SDN 2 Mrican. Penelitian ini dilaksanakan dengan topik perdebatan penggunaan metode turnamen permainan tim dalam pembelajaran IPS kelas 5 SDN 2 Mrican. Faktor apa saja yang mempengaruhi penggunaan metode turnamen permainan tim dalam pembelajaran IPS kelas V SDN 2 Mričan?

Tahapan Penelitian

Sistematika Pembahasan

Bab ketiga ini merupakan unsur terpenting dalam penelitian. Bab ini berisi pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, serta pemilihan data penelitian. Bab IV Hasil Lapangan berisi tentang Profil Sekolah SDN 2 Mrican, hasil penelitian yang dilakukan peneliti terkait penerapan metode team game turnamen dalam pembelajaran IPS serta analisis data hasil penelitian. Bab kelima ini berisi tentang analisis hasil penelitian lapangan mengenai penerapan metode team game turnamen dalam pembelajaran IPS di SDN 2 Mrican.

Kajian Teori

Tujuan utama IPS adalah mengembangkan potensi kepekaan siswa terhadap permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat, untuk persiapan mental positif terhadap berbagai kesenjangan yang terjadi. Tujuan pendidikan sosial di Indonesia pada dasarnya adalah mempersiapkan peserta didik sebagai warga negara yang memiliki pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai-nilai yang dapat dijadikan kemampuan memecahkan masalah, mengambil keputusan, dan berperan serta dalam berbagai kegiatan masyarakat dalam rangka mencapai tujuan pendidikan sosial. mengajar IPS di sekolah adalah yang berikutnya. Kesadaran siswa terhadap gejala dan permasalahan sosial perlu lebih diasah dan dikembangkan.

Dalam hal ini nilai praktiknya disesuaikan dengan tingkat usia siswa dan aktivitas sehari-hari. Tujuan pendidikan IPS di Indonesia pada dasarnya adalah mempersiapkan peserta didik sebagai warga negara yang menguasai pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang dapat dijadikan kemampuan memecahkan masalah.

Telaah Hasil Penelitian Terdahulu

Berdasarkan konsep yang menekankan aspek pembelajaran sosial, kritis dan kolaboratif, hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan IPS dalam membentuk warga negara yang mampu menyelesaikan masalah melalui musyawarah, berpartisipasi dalam berbagai kegiatan masyarakat dan berani mewujudkan cita-cita. dengan setiap masalah. Disertasi Rosyidah di UIN Jakarta berjudul Penggunaan Model Kooperatif Gambar dan Gambar untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Mahasiswa. Tesis ini menjelaskan bahwa model kooperatif picture-and-picture dapat meningkatkan prestasi akademik anak pada mata pelajaran IPS.

Kelemahan skripsi ini adalah penggunaan media visual yang cukup banyak sehingga setiap proses pembelajaran memerlukan biaya yang cukup besar. Tesis Titik Dwi Rahayu UNS Solo berjudul Penerapan pembelajaran kooperatif TGT dengan media TTS (teka-teki silang) untuk meningkatkan proses pembelajaran biologi siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Surakarta. Pada skripsi ini terdapat perubahan penggunaan TGT pada teka teki silang, namun tetap menggunakan konsep turnamen kelompok dan permainan.

Keunggulan metode ini adalah penyusunan materi yang lebih mudah karena menggunakan tayangan slide berbentuk teka-teki silang. Namun subjek dan materi yang digunakan berbeda karena ini merupakan penelitian tingkat sekolah dasar. Selain itu media dalam menggunakan metode TGT juga berbeda karena dalam penelitian ini menggunakan kartu.

Waktu yang digunakan dalam pelaksanaan metode ini lebih singkat karena waktu yang diberikan untuk pembelajaran IPS di sekolah dasar lebih singkat dibandingkan di sekolah menengah.

Pendekatan dan Jenis Penelitian

Lokasi Penelitian

Kehadiran Peneliti

Peneliti juga harus memperhatikan permasalahan yang diteliti dalam artian terjun atau terlibat melihat langsung kondisi lokasi atau topik penelitian. Selama proses penelitian di SDN 2 Mrican, peneliti mengamati secara langsung penerapan metode team game tournament dalam pembelajaran IPS yang dilakukan sekolah dan mengamati aktivitas seluruh warga sekolah.

Sumber Data dan Data 1. Sumber Data

Saya juga melakukan wawancara dengan asisten yang terdiri dari direktur sekolah, guru IPS dan siswa. Pertimbangan informasi yang diperlukan dalam pengambilan sampel purposive ini adalah karena jumlah siswa yang dimasukkan dalam penelitian ini banyak, selain itu kelas 1 tidak dijadikan sampel karena merupakan siswa baru. Untuk sumber data guru bidang lain dan pegawai, penulis menentukan tingkat kepegawaian berdasarkan pertimbangan.

Hal ini dilakukan penulis karena data yang dibutuhkan berupa penerapan nilai-nilai toleransi yang sesuai dengan maksud dan tujuan penelitian. Tentunya untuk mencapai hasil yang baik harus didukung dengan data yang akurat sesuai dengan yang diinginkan. Data-data ini harus selalu diambil dari sumber-sumber yang berkaitan dengan masalah yang sedang diselidiki. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari subjek penelitian dengan menggunakan alat ukur atau alat pengumpul data langsung pada subjek sebagai sumber informasi yang dicari57.

Penerapan nilai toleransi beragama dalam pengajaran IPS yang terdiri atas masukan dari pihak-pihak yang terlibat dalam prosesnya. Upaya yang dilakukan guru IPS dalam penerapan nilai toleransi beragama yang memuat informasi dari guru IPS. Faktor Pendukung dan Penghambat Penerapan Metode Team Game Tournament Pada Pembelajaran IPS Dan Kepala Sekolah.

Sedangkan data sekunder merupakan data yang diperoleh melalui pihak lain dan tidak diperoleh langsung oleh peneliti dari subjek penelitiannya.

Metode Pengumpulan Data

Dalam melakukan wawancara, penulis menggunakan jenis wawancara bebas terpimpin yang artinya orang yang diwawancara diberikan kebebasan dalam memberikan jawaban pada saat melakukan wawancara. Materi wawancara meliputi apa yang dipikirkan siswa tentang perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi metode TGT dalam pembelajaran IPS. Materi wawancara meliputi sejarah berdirinya, letak geografis dan perkembangannya serta sarana dan prasarana pendukungnya.

Dalam menerapkan metode dokumentasi, peneliti menyelidiki benda-benda tertulis, seperti buku, majalah, dan lain-lain63. Metode dokumentasi memerlukan data tentang suatu hal atau variabel berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, jurnal, prasasti, notulensi, rapat, register, agenda, dan lain-lain. Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data yang berkaitan dengan permasalahan yang berkaitan dengan penelitian seperti jumlah guru dan siswa, gambaran umum kondisi sekolah SDN 2 Mrican Sampung berupa letak geografisnya, sejarah singkat berdirinya sekolah tersebut. pendirian, struktur organisasi. , kondisi guru, siswa, tenaga administrasi dan sarana prasarana.

Analisis Data

DESKRIPSI DATA

Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Alamat Sekolah

Kepala Sekolah adalah Mismiati, S.Pd., M.Pd, lulusan Magister dengan peringkat VI/a yang beralamat di Jl. Hal ini biasanya dibuktikan dengan banyaknya siswa baru yang masuk sekolah ini dalam 3 tahun terakhir. Jumlah ruang kelas yang digunakan untuk pembelajaran sehari-hari di SDN 2 Mrican cukup dengan satu kelas ditempatkan pada satu ruang privat.

Tersedia juga kamar mandi dan toilet untuk guru dan siswa72.

Deskripsi Data Khusus

  • Alasan Penerapan Penerapan Metode Teams Games Tournament Dalam Pembelajaran IPS Kelas V Di SDN 2 Mrican
  • Penerapan Metode Teams Games Tournament Dalam Pembelajaran IPS Kelas V Di SDN 2 Mrican
  • Kelebihan dan Kekurangan Metode Teams Games Tournament Dalam Pembelajaran IPS Kelas V Di SDN 2 Mrican
  • Faktor- faktor yang mempengaruhi Metode Teams Games Tournament Dalam Pembelajaran IPS Kelas V Di SDN 2 Mrican

Menurut Pak Sudarman, guru IPS kelas V, penerapan metode TGT dimulai dengan menempatkan siswa dalam kelompoknya dan mulai menyerahkan materi. Beberapa hari sebelumnya guru mengatakan akan mengadakan lomba, hari ini guru awalnya mengajarkan pelajaran biasa, kemudian memberitahukan bahwa materi lomba adalah materi yang disajikan disini. 80 Hal ini sesuai dengan pengamatan peneliti yang mengamati guru menyampaikan materi dalam perkuliahan dan meminta siswa memperhatikan materi yang disampaikan karena akan digunakan dalam kompetisi81. Hal ini dikarenakan mereka biasanya takut atau pasif ketika saya bertanya kepada mereka tentang materi yang tidak mereka pahami. Maka dengan adanya diskusi ini kami berharap siswa yang belum paham dapat bertanya kepada temannya.

Penerapan metode TGT yang digunakan oleh Bpk. Sudarman juga dikuatkan oleh Ny. Mismiati selaku direktur SDN 2 Mrican. Saya melihatnya mengajar, kemudian berdiskusi dengan model kelompok, setelah itu mereka berlomba menjawab soal dengan menggunakan kartu, mereka tampak antusias melakukan kompetisi tersebut.” 88 Hal ini sesuai dengan apa yang peneliti lihat ketika melihat persaingan langsung antar siswa antar siswa. kelompok dalam menjawab pertanyaan yang ada di kartu, mereka terlihat antusias dalam berlomba untuk menjadi pemenang.89 Hal ini sejalan dengan pengamatan yang dilakukan peneliti ketika setelah pertandingan selesai dan kelompok yang mendapat nilai tertinggi, guru memberikan penghargaan dalam bentuk plakat atau sertifikat penghargaan93.

Kelebihan dan Kekurangan Metode Teams Games Tournament Pada Pembelajaran IPS Kelas V SDN 2 Mrican Pembelajaran IPS Kelas V SDN 2 Mrican. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Metode Teams Games Tournament Pada Pembelajaran IPS Kelas V SDN 2 Mrican Pada Pembelajaran IPS Kelas V SDN 2 Mrican. Jika mempunyai waktu yang cukup akan memudahkan guru, namun kondisi kelas yang bising atau siswa tidak banyak berpengaruh sehingga banyak yang tidak memenuhi waktu yang ditentukan. hal ini menyebabkan siswa yang lain menjadi pasif. Faktor eksternal erat kaitannya dengan kondisi kelas, jika cuaca panas atau sangat dingin siswa cenderung pasif dalam kegiatan tersebut”103.

Menurut Dina Aulia, siswa kelas V mengatakan faktor-faktor yang mempengaruhi metode TGT adalah sebagai berikut.

ANALISIS DATA

  • Analisis Alasan Melilih Metode Teams Games Tournament Dalam Pembelajaran IPS Kelas V Di SDN 2 Mrican
  • Analisis Penerapan Metode Teams Games Tournament Dalam Pembelajaran IPS Kelas V Di SDN 2 Mrican
  • Kelebihan dan Kekurangan Metode Teams Games Tournament Dalam Pembelajaran IPS Kelas V Di SDN 2 Mrican
  • Analisis Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Penerapan Metode Teams Games Tournament Dalam Pembelajaran IPS Kelas V Di SDN 2 Mrican

Dalam mempersiapkan pelajaran, Pak. Sudarman selaku guru IPS melakukan persiapan untuk melaksanakan pembelajaran melalui metode TGT. Dari persiapan yang dilakukan Pak. Sudarman dibuat untuk melaksanakan metode TGT sesuai dengan teori dalam penyusunan metode TGT. Konsep perencanaan pembelajaran TGT dibandingkan dengan perencanaan yang dilakukan oleh Bapak. Sudarman yang dibawakan mempunyai kemiripan satu sama lain.

Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Pak. Sudarman melaksanakannya yaitu pada awal pembelajaran Pak. Materi Sudarman disampaikan dalam presentasi kelas, biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah, diskusi yang dipimpin oleh guru. Persiapan jangka panjang yang dilakukan oleh Mr. Dilakukan Sudarman dan diperkuat dengan pengakuan Dina Aulia adalah efisiensi. Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Pak. Sudarman melakukannya, yaitu setelah Pak. Sudarman menyampaikan materinya Pak. Sudarman meminta siswa berdiskusi dengan teman kelompoknya.

Sama halnya dengan implementasi yang dilakukan oleh Pak Sudarman yaitu setelah jumlah siswa yang berdiskusi cukup banyak, Pak Sudarman mulai membagi kelompok untuk bersaing dengan anggota kelompok lainnya. Hal ini sesuai dengan evaluasi yang dilakukan oleh Bapak Sudarman. Setelah seluruh siswa menyelesaikan perlombaan pada masing-masing meja, tahap selanjutnya adalah menghitung skor masing-masing kelompok. Selain model evaluasi yang sesuai dengan teori, Pak Sudarman menambahkan evaluasi yang lebih komprehensif.

Hal ini sejalan dengan yang terjadi pada penerapan metode TGT dalam pembelajaran IPS yang dilakukan oleh Bapak Sudarman.

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

Kekuatan Gaya Belajar Yogyakarta: Gramedia, 2001 Rofa'ah, Pentingnya Kompetensi Guru dalam Pembelajaran dari Perspektif.

Referensi

Dokumen terkait

Dari data yang peneliti dapat tentang etika bisnis para pedagang buah di pasar Legi Songglangit Ponorogo menyatakan bahwa tidak adanya kejujuran karena pedagang selalu memberikan sampel

Based on all data above, the researcher concluded that the benefits of using cartoon media in teaching speaking for the eighth grade students of SMPN 5 Ponorogo in academic year

Menurut penjual pete di desa Pulung kecamatan Pulung kabupaten Ponorogo bahwa praktik akad yang digunakan dalam transaksi jual beli pete yaitu menggunakan sistem ijon, yaitu ketika

Setoran panen akibat transaksi hutang piutang di Desa Crabak Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo menurut tinjauan hukum Islam belum sesuai, karena kelebihan atau tambahan yang

Bagi para siswa siswi SMP Negeri 1 Sambit Ponorogo Siswa dapat mengontrol pola perilaku mereka agar tidak terpengaruh penggunaan facebook yang berlebihan, sehingga dapat menimbulkan

Dari hasil wawancara yang dilakukan oleh penulis dengan kelima dosen wanita yang ada di STAIN Ponorogo yang mana menjadi informan dalam penelitian ini, penulis akan menguraikan beberapa

Berdasarkan dari tahap analisis data ditemukan hasil bahwa: 1 penerapan metode pembelajaran diskusi pada mata pelajaran PAI siswa kelas XI SMAN Balong Ponorogo tahun ajaran 2021/2022

Pengembangan potensi peserta didik sebagaimana dimaksud dalam tujuan pendidikan nasional dapat diwujudkan melalui kegiatan ekstrakurikuler yang merupakan salah satu kegiatan dalam