SDLC (SOFTWARE
DEVELOPMENT LIFE CYCLE)
SDLC
WHAT IS ?
SDLC ADALAH KEPENDEKAN DARI SYSTEMS DEVELOPMENT LIFE CYCLE
atau dalam bahasa Indonesia disebut siklus hidup pengembangan sistem.
SDLC terdiri dari beberapa tahapan, yang umum diajarkan pada rekayasa perangkat lunak atau analis sistem, ia terdiri dari 6 tahapan, yakni:
1. Plaining
Plaining (perencanaan) adalah feasibility dan wawancara , observasi, Quesener. Jika pada tahap Feasibility hasilnya baik maka langsung ketahap investigasi dan diberi form kepada client untuk mencatat kebutuhan client. Dalam sistem investigasi, dapat berupa wawancara, kuosiener atau observation. Dalam tahap ini hal yang pertama dilakukan adalah memberikan form ke user yang digunakan untuk
mengetahui permintaan user.
Apa itu feasibility?
Feasibility dalam konteks SDLC (Software Development Life Cycle) merujuk pada kelayakan atau keberlanjutan suatu proyek pengembangan perangkat lunak. Evaluasi kelayakan dilakukan untuk menentukan apakah suatu proyek layak dilaksanakan dari segi teknis, ekonomi, jadwal, dan organisasi
2.Analysis/Analisa
Analisa Teknologi.
Contoh ingin membuat aplikasi web!
• Menganalisis teknologi apa yang digunakan untuk desain Web?
Seperti menggunakan desain grafis untuk tampilan antar muka ,maka memerlukan teknologi seperti
Adobe Photoshop, adobe XD, DLL
• Memerlukan seperti Mysql, MSAccess, dll. untuk membuat database.
• Memakai Star UML atau MS Visio untuk membuat diagram
• Memerlukan Bahasa pemograman yang akan di pakai
misalkan PHP, Java ataupun framework yang akan di
pakai nantinya.
Analisa informasi.
Mengenai informasi data yang akan menjadi
data tetap dan data dinamis, kategori informasi data tetap adalah : profile perusahaan, visi dan misi, sejarah perusahaan, latar belakang
perusahaan.
Informasi dinamis adalah informasi yang selalu berubah dalam setiap periodik dapat setiap hari atau setiap jam.
Contoh Informasi dinamis dalam sistem ini adalah:
1. Informasi persediaan ( stock ) produk 2. Informasi Harga Produk dan diskon
3. Informasi Artikel, tips dan trik
4. Informasi dari masing keunggulan Produk
atau produk yang sedang trend
Analisa User.
• Mengkatogorikan user yang digunakan dalam sistem informasi Web. User yang sudah memahami dan
yang belum memahami.
• Atau pun menganalisis actor yang akan memakai aplikasi nantinya
Analisa Biaya dan Resiko.
Dalam tahap ini diperhitungkan biaya yang akan
dikeluarkan seperti biaya maintenance ( membayar
domain ke ISP) atau biaya kirim ke user. Resiko yang
terjadi adalah tidak sampainya produk ke user atau
penipuan dari user.
3. Desain
Desain Sistem (System Design): Tahap ini fokus pada merancang arsitektur sistem secara keseluruhan. Ini mencakup pemilihan platform teknologi, pemodelan basis data, desain antarmuka pengguna, dan integrasi sistem- sistem yang ada (jika diperlukan). Tujuan dari desain sistem adalah menghasilkan rencana atau blueprint yang jelas untuk pengembangan sistem.
Desain Detail (Detailed Design): Setelah desain sistem selesai, tahap selanjutnya adalah desain detail. Pada tahap ini, rincian implementasi dari setiap komponen sistem dirancang. Ini meliputi rancangan struktur data, algoritma, modul-modul program, dan interaksi antarmuka pengguna.
Desain detail ini seringkali diwakili dalam bentuk diagram, flowchart, dan dokumen teknis lainnya.
4. Development
• Pembuatan Kode (Coding): Pengembang menulis kode program berdasarkan rancangan yang telah dibuat sebelumnya.
Kode ini harus mematuhi standar kode dan arsitektur yang telah ditetapkan.
• Pelatihan Pengguna (User Training): Jika
diperlukan, pelatihan pengguna dilakukan
untuk memastikan bahwa pengguna dapat
menggunakan sistem dengan benar setelah
implementasi.
5. Testing
Tahap pengujian dilakukan untuk memastikan bahwa
perangkat lunak berfungsi dengan benar sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan.
• Pengujian Black Box (Black Box Testing):
1. Metode pengujian yang berfokus pada fungsionalitas perangkat lunak.
2. Pengujian dilakukan tanpa memperhatikan struktur internal kode atau logika program.
3. Pengujian dilakukan berdasarkan spesifikasi persyaratan fungsional yang telah ditetapkan sebelumnya.
4. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi kesalahan dalam fungsionalitas perangkat lunak tanpa harus mengetahui detail implementasinya.
• Pengujian White Box (White Box Testing):
1. Metode pengujian yang melibatkan pemahaman struktur internal kode program.
2. Pengujian dilakukan dengan melihat logika program, alur eksekusi, dan struktur data yang digunakan.
3. Pengujian dilakukan berdasarkan pengetahuan tentang bagaimana kode program diimplementasikan.
4. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi kesalahan dalam logika program, alur eksekusi, dan masalah kinerja.
6. Maintenance
• Pemeliharaan Perbaikan (Corrective Maintenance):
Merupakan pemeliharaan yang dilakukan untuk memperbaiki bug atau kesalahan yang ditemukan setelah perangkat lunak diimplementasikan.
• Pemeliharaan Adaptif (Adaptive Maintenance): Merupakan pemeliharaan yang dilakukan untuk mengadaptasi perangkat lunak terhadap perubahan lingkungan, seperti perubahan kebutuhan pengguna atau perubahan perangkat keras atau perangkat lunak yang terkait.
• Pemeliharaan Perfective (Perfective Maintenance):
Merupakan pemeliharaan yang dilakukan untuk meningkatkan atau memperluas fungsionalitas perangkat lunak, tanpa mengubah fungsionalitas yang ada.
• Pemeliharaan Preventif (Preventive Maintenance):
Merupakan pemeliharaan yang dilakukan untuk mencegah terjadinya masalah atau kegagalan di masa depan. Ini dapat melibatkan perbaikan proaktif atau perubahan pada perangkat lunak.
SDLC
MENURUT AHLI
Menurut Prof. Dr. Sri Mulyani, AK., CA. (2017) SDLC adalah proses logika yang digunakan oleh seorang analis sistem untuk mengembangkan sebuah sistem informasi yang melibatkan requirments, validation, training dan pemilik sistem.
KESIMPULAN
Pengertian SDLC adalah siklus atau tahapan yang digunakan dalam pembuatan/pengembangan suatu sistem informasi agar pengerjaan sistem berjalan secara terstruktur, efektif dan sesuai dengan tujuan yang diinginkan.