• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISA USAHA CABE RAWIT

N/A
N/A
Max Kaghoo

Academic year: 2025

Membagikan "ANALISA USAHA CABE RAWIT"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Berikut analisis kelayakan usaha budidaya cabai rawit di lahan 1 hektar dengan investasi awal Rp40 juta, lahan tanpa biaya sewa, dan melibatkan 4 tenaga kerja dengan upah

Rp100.000/orang/hari.

I. ASUMSI USAHA

Luas lahan : 1 hektar (10.000 m²), tidak disewa

Jenis tanaman : Cabai rawit

Siklus tanam : 1 siklus selama ±4 bulan

Jumlah tenaga kerja : 4 orang

Upah tenaga kerja : Rp100.000/orang/hari

Hari kerja rata-rata/siklus : 60 hari

Produksi rata-rata : 8 ton/ha/siklus

Harga jual cabai : Rp40.000/kg

Jumlah siklus tanam per tahun : 2 siklus

Investasi awal : Rp40.000.000

II. INVESTASI AWAL (Rp)

Komponen Investasi Biaya (Rp) Pengolahan lahan (traktor, cangkul, dll) 5.000.000

Pembelian mulsa plastic 4.000.000

Pembelian benih unggul (150 gr/ha) 3.000.000 Pembibitan dan media tanam 2.000.000

Pupuk dasar dan susulan 10.000.000

Pestisida dan fungisida 3.000.000

Peralatan semprot, ember, dll 1.500.000

Irigasi/manual dan ember 1.500.000

Lain-lain (biaya tak terduga) 2.000.000

Total Investasi Awal Rp40.000.000

(2)

III. BIAYA OPERASIONAL PER SIKLUS

A. Tenaga Kerja (60 hari x 4 orang x Rp100.000)

= Rp24.000.000

B. Biaya Operasional Lain (perawatan rutin, tambahan pupuk, pestisida, dll)

= Rp6.000.000

Total Biaya Operasional per Siklus: Rp30.000.000

IV. PENDAPATAN PER SIKLUS

 Produksi: 8.000 kg x Rp40.000 = Rp320.000.000

V. LABA BERSIH PER SIKLUS

Pendapatan – Biaya Operasional

= Rp320.000.000 – Rp30.000.000 = Rp290.000.000

VI. ANALISIS KELAYAKAN

A. Payback Period (PP)

= Investasi Awal / Laba Bersih per Siklus

= Rp40.000.000 / Rp290.000.000

0,14 siklus (~0,5 bulan)

B. Return on Investment (ROI) per siklus

= (Laba Bersih / Investasi Awal) x 100%

= (Rp290.000.000 / Rp40.000.000) x 100% ≈ 725%

C. BEP (Break Even Point)

= Investasi Awal / Harga jual per kg

= Rp40.000.000 / Rp40.000 = 1.000 kg

⇒ Artinya, usaha mulai untung setelah panen 1.000 kg atau 1 ton.

(3)

VII. SISTEM BAGI HASIL PASCA BEP

 BUMDES : 33% - Rp 290,000,000 – Rp 95,700,000/siklus

 PAD : 10% - Rp 290,000,000 – Rp 29,000,000/ siklus

 10 orang pemilik lahan : 10% - Rp 290,000,000 – Rp 29,000,000/ siklus

 4 orang Pekerja : 45% - Rp 290,000,000 – Rp 130,500,000/ siklus

 CSR : 02% - Rp 290,000,000 – Rp 5,800,000/ siklus

VII. KESIMPULAN

Usaha budidaya cabai rawit di lahan 1 hektar dengan investasi awal Rp40 juta sangat layak dan menguntungkan, dengan estimasi ROI tinggi dan Payback Period sangat singkat (kurang dari satu siklus tanam). Potensi pendapatan sangat besar, terutama bila harga cabai stabil di angka Rp40.000/kg.

Referensi

Dokumen terkait

BUDIDAYA CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) MENGGUNAKAN MULSA PLASTIK HITAM PERAK DAN MULSA DAUN JATI.. TUGAS

Tujuan dari pembuatan Aplikasi Reminder Manajemen Budidaya Tabulampot Cabai Rawit berbasis Mobile menggunakan sistem operasi android untuk tugas akhir ini

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya: (1) biaya yang dikeluarkan dalam usahatani cabai rawit per hektar per musim tanam di Desa Cibeureum, (2) pendapatan dalam

Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa tingkat penerapan teknologi pada budidaya cabai rawit di Desa Bontomanai Kecamatan Bajeng Barat

Tujuan dari pembuatan Aplikasi Reminder Manajemen Budidaya Tabulampot Cabai Rawit berbasis Mobile menggunakan sistem operasi android untuk tugas akhir ini

Pupuk anorganik (X 4 ) diperoleh nilai elastisitasnya dalam budidaya usahatani cabai rawit sebesar 2 0,096, hal ini berarti bahwa apa bila pupuk anorganik mengalami

Hal tersebut dapat mengindikasikan bahwa sistem penanaman pola lanskap agroforestri tanaman karet dapat lebih menguntungkan dengan adanya pendapatan dari produksi tanaman cabai rawit,

dalam penggunaan jaring ini dapat diperoleh beberapa jenis serangga hama insecta tanaman cabai rawit baik yang menguntungkan maupun yang merugikan tanaman cabai di Desa Sisarahili