LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS PROYEK PERTANIAN
“Analisis Kelayakan Bisnis Pada Cafe Brewood Ngopi di Desa Tlaga, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas”
Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah ANALISIS PROYEK PERTANIAN
Dosen Pengampu:
Intan Kirana, S.P., M.P.
Disusun oleh:
KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN TINGGI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS UNIVERSITAS PERADABAN
2023 Lukman Hakim
Luki Dwi Efrizal Wisnu Ardiansyah
NIM : 42221020 NIM : 42221009 NIM : 42221019
ii
KATA PENGANTAR
Sholawat serta salam kita panjatkan kepada Junjungan Nabi Muhammad SAW. Puji dan syukur dipanjatkan kehadirat Allah SWT yang memberikan rahmat dan hidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas Praktikum berjudul “Analisis Kelayakan Bisnis Pada Cafe Brewood Ngopi di Desa Tlaga, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas” secara tepat waktu.
Tugas yang disusun ini dibuat dengan maksud memenuhi tugas mata kuliah
“Analisis Proyek Pertanian”. Diharapkan hasil laporan praktikum ini tidak hanya menjadi koleksi dan menumpuk di perpustakaan saja. Tetapi juga bisa memberikan wawasan kepada adik angkatan dan menambah pengetahuan tentang manfaat menganalisis suat usaha.
Penulis juga menghaturkan banyak terima kasih kepada Ibu Intan Kirana, S.P., M.P. selaku dosen pembimbing yang memberikan tugas dan mengarahkan selama proses teknis pengerjaan. Bagi penulis, sangat bermanfaat, dan memberikan banyak pengetahuan baru dibidang tema yang penulis ambil.
Tidak lupa juga penulis ucapkan kepada semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, atas bantuan selama proses pengerjaan tugas.
Mengingat hasil laporan praktikum yang saya buat masih banyak kekurangan dan tidak sempurna. Maka dari itu, kritik dan saran yang membangun penulis butuhkan untuk evaluasi dan perbaikan diri untuk laporan yang akan datang.
Bumiayu, 22 Juli 2022
Penyusun
iii DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... ii
DAFTAR ISI ... iii
BAB I ... v
PENDAHULUAN ... v
I.1. Latar Belakang ... v
I.2. Tujuan ... vi
BAB II ... vii
PROFIL PERUSAHAAN ... vii
II.1. Sejarah Usaha ... vii
II.2. Lokasi Usaha ... vii
II.3. Fasilitas ... viii
BAB III ... ix
PROSES PRODUKSI ... ix
III.1. Pengertian Proses Produksi ... ix
III.2. Proses Produksi Cafe Brewood ... ix
III.2.1. Tenaga Kerja ... x
III.2.2. Mesin ... x
III.2.3. Bahan Baku ... x
III.2.4. Dana ... x
BAB IV ... xi
KELAYAKAN USAHA ... xi
IV.1. Aspek Non Finansial ... xi
IV.1.1. Aspek Pasar dan Pemasaran... xi
IV.1.2. Aspek Teknis dan Teknologis ... xii
IV.1.3. Aspek Lingkungan Operasional ... xiv
IV.1.4. Aspek Hukum dan Legalitas ... xv
IV.1.5. Aspek Sosial dan Ekonomi ... xv
IV.2. Aspek Finansial ... xvi
iv
IV.2.1. Sumber Modal ... xvi
IV.2.2. Cashflow ... xvi
IV.2.3. Inflow ... xvi
IV.2.4. Outflow ... xix
BAB V... xxiv
PENUTUP... xxiv
V.1. Kesimpulan ... xxiv
V.2. Saran ... xxiv
DAFTAR PUSAKA ... xxv
LAMPIRAN ... xxvi
v BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang
Seiring dengan berkembangnya zaman, usaha atau bisnis yang bergerak di bidang industri makanan terutama cafe semakin berkembang pesat. Karena pada era millennial ini, orang-orang menaikkan prestise atau harga diri dengan cara makan di cafe yang bergengsi bersama dengan teman sekelompoknya. Untuk menjalankan suatu bisnis atau usaha tentu saja diperlukan keterampilan strategi untuk membidik pangsa pasar menjadi lebih luas. Oleh karena itu diperlukan studi kelayakan bisnis sebelum menjalankan suatu pemasaran usaha (Chairani et al., 2019).
Ekonomi kreatif merupakan sebuah konsep di era ekonomi baru yang fokusnya kepada informasi juga kreativitas dengan mengandalkan pengetahuan dari sumberdaya manusia yang tersedia beserta ide-ide cemerlangnya sebagai faktor yang utama, biasanya konsep ini didukung dan dibersamai dengan industri kreatif. Ekonomi kreatif ini lahir pada awal abad ke-21, Walaupun ekonomi kreatif ini merupakan ilmu bidang yang baru ditemukan tetapi demikian, dengan hanya ilmu yang mengandalkan kemampuan kreativitas dan pengetahuan manusa, bisa menciptakan lapangan pekerjaan, mengingkatkan pendapatan negara, bahkan hingga dapat mengurangi kemisikinan (Damanik & Sabila, 2022).
Mengutip dari data Kementrian Koperasi dan UKM RI bahwa secara jumlah unit, UMKM memiliki pangsa sekitar 99,99% (62,9 juta unit) dari total keseluruhan pelaku usaha di Indonesia pada tahun 2017, sementara itu usaha besar hanya sebanyak 0,01% atau sekitar 5400 unit. Usaha mikro mampu menyerap sekitar 107,2 juta tenaga kerja (89,2%). Sementara itu Usaha Kecil 5,7 juta (4,74%) dan jumlah Usaha Menengah sebesar 3,73 juta (3,11%). Sementara untuk Usaha Besar menyerap tenaga kerja sekitar 3,58 juta jiwa dapat dimaknai bahwa secara gabungan jumlah UMKM di Indonesia menyerap sekitar 97% tenaga kerja nasional, Usaha Besar menyerap sekitar 3% dari total tenaga kerja nasional (Anggraeni Charismanur Wilfarda, 2021).
vi
Cafe Brewood Ngopi yang berada di Jalan Jambenom, Rt 01/Rw 02, Desa Tlaga, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas adalah usaha yang bergerak di bidang industri makanan.A-B Cafe Brewood Ngopi didirikan pada tanggal 7 Februari tahun 2023, telah berjalan dengan baik dan lancar. Namun, dengan usia usaha yang masih tergolong barru membuat Cafe Brewood Ngopi harus mampu mengembangkan eksistensinya agar tidak kalah bersaing dengan cafe sejenis lainnya. Hal ini dapat dilakukan dengan menciptakan inovasi dan peluang baru agar dapat menaikkan pendapatan dan pangsa pasarnya. Untuk itu diperlukan suatu penelitian tentang studi kelayakan bisnis yang akan ditinjau dari berbagai aspek yang terkait.
I.2. Tujuan
1. Mengetahui proses produksi pada Cafe Brewood Ngopi
2. Menganalisis biaya dan pendapatan usaha Cafe Brewood Ngopi 3. Mengetahui kelayakan usaha Cafe brewood Ngopi
vii BAB II
PROFIL PERUSAHAAN II.1. Sejarah Usaha
Menurut hasil wawancara dengan narasumber sekaligus sebagai pemilik usaha (Hanif Syahid). Awal mula berdirinya usaha ini berawal dari ide atau gagasan kecil dari sang ayah. Ayah beliau sejak tahun 2005 sudah bercita-cita ingin memiliki usaha kecil yang bergerak di bidang makanan/coffeeshop. Dan pada akhirnya usaha tersebut dapat terwujud pada tahun 2022 dan secara resmi diresmikan pada tahun 2023 tepatnya pada tanggal 7 Februari.
II.2. Lokasi Usaha
Usaha Cafe ini berlokasi di di Jalan Jambenom, Rt 01/Rw 02, Desa Tlaga, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas. Lokasi usaha ini cukup strategis karena berada di pinggir jalan, yaitu Jalan Jambenom – Gumelar. Untuk tempat usaha ini tidak terpisah dengan rumah tinggal pemilik. Jadi, usaha ini dikatakan layak karena lokasi usaha yang mudah di jangkau oleh para konsumen.
Gambar 2.1 Lokasi Cafe Brewood Ngopi
viii
Tempat yang nyaman sehingga cocok bagi para konsumen untuk singgah sembari bersantai. Kemudian Cafe ini berada di dataran tinggi dan dikelilingi oleh hutan pinus menjadi nilai tambah tersendiri bagi Cafe ini.
Gambar 2.2 Suasana Cafe Brewood Ngopi II.3. Fasilitas
Cafe ini memiliki fasilitas yang cukup menarik seperti :
Wi-fi
Karaoke
Live musik
Card game
ix BAB III
PROSES PRODUKSI III.1. Pengertian Proses Produksi
Proses produksi merupakan kegiatan untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang atau jasa dengan menggunakan faktor-faktor yang ada seperti tenaga kerja, mesin, bahan baku dan dana agar lebih bermanfaat bagi kebutuhan manusia (Herawati & Mulyani, 2016).
III.2. Proses Produksi Cafe Brewood
Proses pelayanan produksi pada usaha ini dilakukan setiap hari pada jam 11.00 sampai jam 23.00, sebab usaha ini saat ini masih dalam proses pengenalan.
Sehingga pelayanan diakukan dengan masif yang bertujuan untuk meningkatkan popularitas cafe kepada para konsumen.
Misalnya untuk pembuatan minuman kopi yakni sebagai berikut :
Proses pembuatan kopi : Bahan bahan:
kopi bubuk
susu kental manis
krimer
gula pasir secukupnya
setengah sdt bubuk coklat plain (tanpa rasa)
air panas secukupnya
Cara membuat:
masukkan kopi bubuk kedalam gelas, kemudian masukkan gula pasir,
lalu barulah masukkkan bubuk coklat.
Masukkan air panas ke dalam gelas perlahan lahan. Ini akan sangat mempengaruhi aroma kopi yang muncul dalam segelas kopi susu.
Biarkan beberapa saat kira-kira 15 detik lalu kemudian masukkan susu kental manis ke dalam gelas.
Aduk merata hingga samua bahan larut sempurna di dalam air.
x
Agar terasa lebih nikmat, masukkan krimer di bagian atas kopi yang ada busanya.
Kopi susu sudah selesai dan siap disajikan.
III.2.1. Tenaga Kerja
Tenaga kerja di usaha ini yakni hanya orang yakni 1 orang owner dan 1 orang sebagai karyawan. Yakni bernama Hanis Syahid dan Dedi Setiawan
III.2.2. Mesin
Proses pembuatan minuman kopi sudah menggunakan mesin yang canggih seperti grinder ataupun mesin espresso yang modern. Sehingga cita rasa dan kualitas kopi dapat terjaga dengan baik.
III.2.3. Bahan Baku
Bahan baku yang digunakan yakni bermacam-macam, sebab usaha ini tidak hanya menjual kopi ataupun minuman lainnya, tetapi usaha ini juga menjual aneka makanan ringan maupun makanan berat. Misalnya produk minuman kopi susu, yang dimana bahan bakunya mengguanakan kopi, gula, susu maupun krimer.
III.2.4. Dana
Untuk penggunaan modal pada usaha ini diperoleh dari dana pribadi. Jadi tidak ada investor maupun pihak luar yang mendanainya.
xi BAB IV
KELAYAKAN USAHA IV.1. Aspek Non Finansial
IV.1.1. Aspek Pasar dan Pemasaran
Aspek pasar dan pemasaran dianalisis melalui penilaian terhadap pangsa pasar, pesaing, dan startegi bauran pemasaran marketing mix 7P (product, price, place, promotion, physical evidance, people, process)
1. Pangsa Pasar
Jumlah penduduk Desa Tlaga adalah 4.050 jiwa , 2.001 orang laki-laki dan 2.049 orang perempuan terdiri dari 1.343 kepala keluarga, tersebar di 30 wilayah RT, 8 RW pada 3 wilayah dusun. Sejauh ini pangsa pasar yang mampu diserap oleh usaha Cafe Brewood Ngopi yaitu penduduk yang berada di sekitar lokasi usaha yakni Grumbul Jambenom, Grumbul Karang Anyar, Grumbul Karang Kemiri, Grumbul Legok, Grumbul Sompok, Grumbul Sumber, Grumbul Tipar, Grumbul Tlaga serta masyarakat luar yang sekedar mampir dan bersantai sejenak. Para pelanggan kafe berasal dari kalangan pelajar sekolah, mahasiswa, anak muda, serta masyarakat umum lainnya.
2. Analisis Pesaing
Terdapat dua usaha kafe yang menjadi pesaing utama bagi Cafe Brewood Ngopi. Namun kedua pesaing beroperasi di kawasan yang berbeda yakni di Desa Gumelar.
3. Strategi Pemasaran a. Product (Produk)
Usaha Cafe Brewood Ngopi ini menawarkan produk berupa makanan dan minuman. Seperti kopi, nasi goreng, jus buah dan lain-lain.
b. Price (Harga)
Harga untuk produk minuman berkisar mulai dari Rp 7.000 – Rp 12.000. Sedangkan untuk makanan berkisar mulai dari Rp 5.000 – Rp 15.000
xii c. Place (Tempat atau Distribusi)
Proses pemesanan yang dilakukan adalah face to face dimana konsumen dan pelayan langsung bertatap muka, dan metode pembayaran langsung dibayar setelah pemesanan dilakukan. Hal ini merupakan salah satu metode yang efektif untuk dilakukan.
d. Physical Evidance (Bukti Fisik)
Yang menjadi bukti fisik sehingga Brewood Ngopi mudah dikenali yakni di bagian depan toko dipasang papan nama berukuran besar yang tertera nama usaha Brewood Ngopi serta logo nama usaha yang terdapat pada struk pembelian.
e. People (Orang)
Dalam hal ini, yang menjadi unsur people yakni karyawan kafe.
Dalam melayani pelanggan, karyawan menerapkan sikap yang ramah dan sopan kepada setiap pelanggan.
f. Process (Prosess)
Usaha Cafe Brewood Ngopi beroperasi setiap hari kecuali hari raya keagamaan dari pukul 11.00-23.00. Pelanggan bisa langsung mendatangi tempat untuk sekedar nongkrong pada jam-jam tersebut.
IV.1.2. Aspek Teknis dan Teknologis 1. Aspek teknis
a. Lokasi usaha
Pemilihan lokasi usaha Sari Merta Laundry, atas pertimbangan beberapa faktor yaitu :
Letak Pasar Yang Dituju
Lokasi usaha Sari Merta dekat dengan pemukiman penduduk
Ketersediaan Bahan Baku
Bahan baku usaha agak sedikit sulit diperoleh disekitar lokasi usaha, sebab bahan baku mayoitas didapatkan dari kota.
Ketersediaan Pembangkit Listrik dan Air
xiii
Ketersediaan pembangkit listrik sudah memadai di sekitar lokasi usaha. Untuk memenuhi kebutuhan air pemilik Cafe Brewood Ngopi memakai saluran air milik PDAM yang setiap bulannya mematok biaya.
Fasilitas Transportasi
Akses jalan menuju lokasi usaha berupa aspal yang dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat. Lokasi Cafe Brewood Ngopi berada dipinggir jalan sehingga mudah dijangkau.
Ketersediaan Tenaga Kerja
Pemilik Cafe Brewood Ngopi menyatakan bahwa masih menemui kesulitan menyerap tenaga kerja terampil disekitar lokasi usaha.
2. Aspek teknologis
Peralatan dan perlengkapan yang digunakan dalam usaha ini yaitu :
Mesin Espresso
Grinder/penggiling biji kopi
Kompor Listrik
Cupsiller
Timbangan
Blender
Mesin Kasir
Kulkas
Dan alat pendukung yang terdiri dari : gelas, filter/saringan, bar, wastafel, gelas takar, teko.
xiv IV.1.3. Aspek Lingkungan Operasional
Lingkungan operasional merupakan lingkungan yang paling dekat dengan aktivitas perusahaan. Lingkungan operasional perusahaan meliputi pesaing, kreditor, pemasok dan pegawai.
1. Lingkungan Pesaing
Pesaing adalah entitas yang menjual produknya sama, baik berupa barang atau jasa. Pesaing berpengaruh besar terhadap keberhasilan bisnis yang akan dijalankan. Perusahaan harus memiliki keunggulan dalam persaing di industri yang sama untuk dapat memenangka npersaingan. Dalam usaha bisnis cafe ini tentu terdapat pesaing yang banyak. Kelebihan dari pesaing Cafe Brewood Ngopi adalah mereka mudah dikenali oleh masyarakat luas sehingga prosespromosi mudah untuk dilakukan. Kekurangan dari pesaing adalah kurangnya ciri khas yang digunakan pada Cafe Brewood Ngopi karena usaha ini sudah banyak tersebar di masyarakat.
2. Lingkungan Pelanggan
Pelanggan bisa dijadikan tolak ukur apakah konsumen menyukai produk yang dihasilkan, agar konsumen membeli terus-menerus produk yang dihasilkan. Pelanggan adalah faktor terpenting yang akan memajukan usaha bisnis. Sasaran pelanggang Cafe Brewood Ngopi adalah mahasiswa, pelajar, dan masyarakat sekitar.
3. Lingkungan Kreditur
Dalam usaha ini, pemilik perusahaan tidak mengambil pinjaman dari pihak manapun. Walaupun modal yang di bilang cukup besar, akan tetapi pemilik perusahaan mampu membiayai modal sendiri.
4. Lingkungan Pegawai
Pegawai usaha ini terdiri dari 2 orang yang merupakan karyawan dan pemilik Cafe itu sendiri
xv IV.1.4. Aspek Hukum dan Legalitas
Pada usaha ini pemilik memilih menjadi usaha perseorangan karena usaha masih sederhana dan tidak memiliki pernyataan khusus, usaha ini telah mendapatkan izin di tokoh masyarakat setempat dan sudah memiliki SIUP (surat Izin Usaha Perdagangan) sehingga berdasarkan aspek hukum dan legalitas maka usaha ini layak di jalankan.
IV.1.5. Aspek Sosial dan Ekonomi 1. Dampak Sosial
Dengan adanya Cafe Brewood Ngopi ini diharapkan meningkatkan kreativitas anak muda baik di sekitar lingkungan usaha maupun di luar. Kemudian dengan adanya cafe ini pula keadaan sosial di lingkungan sekitar menjadi lebih baik karena cafe merupakan tempat untuk menyambung tali silaturrahmi yang tepat dengan masyarakat.
2. Dampak Ekonomi
Dengan berdirinya usaha ini maka akan membawa dampak secara khusus terhadap struktur ekonomi masyarakat di lingkungan pendirian usaha. Sebab dengan berkembangya cafe tersebut maka diharapkan akan membuka kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar. Hal ini setidaknya akan mengurangi angka pengangguran di wilayah tersebut.
xvi IV.2. Aspek Finansial
Aspek finansial merupakan salah satu aspek penting untuk memproyeksikan layak tidaknya suatu usaha dapat berjalan. Analisis aspek finansial digunakan untuk menganalisis suatu usaha dari segi keuangan terdapat empat kriteria investasi, antara lain Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net B/C ratio, dan Payback Period (PP) (Latuny, 2010).
IV.2.1. Sumber Modal
Sumber modal yang digunakan untuk pendirian dan menjalankan kegiatan operasional usaha Cafe Brewood Ngopi berasal dari dana pribadi Kiswono yakni ayah dari Mas Hanif selaku pemiliknya.
IV.2.2. Cashflow
Cash flow adalah “suatu proses yang didalamnya terjadi aliran kas masuk dan aliran kas keluar akibat operasi perusahaan” (Pancawardani, 2009).
Perhitungan umur proyek investasi dilakukan selama 3 bulan terakhir dari bulan Mei sampai Juli.
IV.2.3. Inflow
Inflow adalah arus kas masuk atau penerimaan bagi perusahaan. Estimasi output jasa yang dihasilkan Cafe Brewood Ngopi dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4.1 Estimasi Output Brewood Cafe Jenis Penerimaan
Pesanan
Jumlah Unit Bulan ke :
Mei Juni Juli
Minuman
Americano/ice 1 pcs 11 pcs 12 pcs
Cappucino 1 pcs 14 pcs 12 pcs
Coffee Latte 20 pcs 11 pcs 12 pcs
Blue Citrus 8 pcs 24 pcs 9 pcs
Vietnam Drip 5 pcs 9 pcs 2 pcs
Orange Juice 6 pcs 34 pcs 9 pcs
Espresso 3 pcs 15 pcs -
Jus Jambu 3 pcs 38 pcs 18 pcs
Lyche Ice 7 pcs 2 pcs 7 pcs
Es Kopsus 1 pcs 10 pcs 5 pcs
xvii
Tubruk 2 pcs 1 pcs -
Kapal Api 4 pcs 2 pcs 21 pcs
Brewood squash - 5 pcs 1 pcs
Jahesusu 5 pcs - 7 pcs
Es Kopsus Gula Aren 1 pcs 11 pcs 5 pcs
Ice Lemon Tea 5 pcs 41 pcs 13 pcs
Ice/Hot Tea 1 pcs 27 pcs 16 pcs
Le Minerale 2 pcs 10 pcs -
Yakult - 5 pcs -
Kopi Sachet 1 pcs 33 pcs 9 pcs
Jus Mangga - 2 pcs -
Makanan
BFC Original 1 porsi 14 porsi 5 porsi
BFC Geprek 5 porsi 21 porsi 4 porsi
Nasi Goreng - - -
Indomie goreng/rebus 3 porsi 9 porsi 7 porsi
Sroto Daging Sokaraja - 10 porsi -
Sroto Ayam Sokaraja - - -
French Fries 21 porsi 57 porsi 34 porsi
Sosis Goreng/Bakar 3 porsi 4 porsi 1 porsi
Nugget Goreng 5 porsi 9 porsi 4 porsi
Risoles 8 porsi 9 porsi 4 porsi
Mendoan 2 porsi 20 porsi -
Sumber : Data primer yang diolah, 2023
Penerimaan usaha Cafe Brewood Ngopi diperoleh dari hasil perkalian antara jumlah output pesanan dihasilkan dengan tarif harga per porsinya untuk produk berupa makanan. Penerimaan pesaman untuk minuman dengan perhitungan tarif per satuannya (pcs). Estimasi penerimaan Cafe Brewood Ngopi seperti yang terlihat pada tabel berikut.
xviii
Tabel 4.2 Estimasi Output Brewood Cafe Jenis Penerimaan
Pesanan
Jumlah Unit Bulan ke : (Rp)
Mei Juni Juli
Minuman
Americano 7.000 78.000 84.000
Cappucino 10.000 140.000 120.000
Coffee Latte 200.000 110.000 120.000
Blue Citrus 80.000 240.000 90.000
Vietnam Drip 50.000 90.000 20.000
Orange Juice 30.000 204.000 45.000
Espresso 21.000 105.000 -
Jus Jambu 15.000 190.000 90.000
Lyche Ice 35.000 10.000 35.000
Es Kopsus 12.000 120.000 60.000
Tubruk 14.000 7.000 -
Kapal Api 16.000 8.000 84.000
Brewood squash - 50.000 10.000
Jahesusu 25.000 - 35.000
Es Kopsus Gula Aren 12.000 132.000 60.000
Ice Lemon Tea 25.000 205.000 65.000
Ice/Hot Tea 3.000 81.000 48.000
Le Minerale 5.000 25.000 -
Yakult - 10.000 -
Kopi Sachet 4.000 132.000 27.000
Jus Mangga - 10.000 -
Makanan
BFC Original 13.000 182.000 65.000
BFC Geprek 70.000 294.000 56.000
Indomie goreng/rebus 30.000 90.000 70.000
Sroto Daging Sokaraja - 150.000 -
French Fries 147.000 399.000 238.000
Sosis Goreng/Bakar 36.000 48.000 12.000
Nugget Goreng 30.000 54.000 24.000
Risoles 80.000 90.000 40.000
Mendoan 10.000 100.000 -
Total 980.000 3.354.000 1.498.000
xix IV.2.4. Outflow
Outflow adalah Aliran arus kas yang dikeluarkan oleh perusahaan.
outflow yang dikeluarkan oleh Cafe Brewood Ngopi terdiri dari : 1. Biaya Investasi
Biaya investasi pada usaha Cafe Brewood Ngopi dikeluarkan pada periode ke nol sebelum proses pelayanan dimulai. Biaya Investasi yang dikeluarkan untuk pembangunan usaha cafe, pembelian peralatan dan perlengakapan usaha seperti yang dapat dilihat pada Tabel berikut :
Tabel 4.3 Biaya Investasi
Investasi Jumlah Harga
Satuan (Rp) Total Harga (Rp)
Bangunan 1 Unit - 50.000.000
Grinder 1 Unit 450.000 450.000
Mesin Kopi Besar 1 Unit 2.500.000 2.500.000
Mesin Kopi Kecil 1 Unit 1.200.000 1.200.000
Blender 1 Unit 500.000 500.000
Bar 1 Unit 1.000.000 1.000.000
Kompor Listrik 1 Unit 750.000 750.000
Kulkas 1 Unit 1.500.000 1.500.000
Kipas Angin 1 Unit 200.000 200.000
Cup Sealer 1 Unit 250.000 250.000
Mesin Kasir 1 Unit 2.000.000 2.000.000
Alat Musik 1 Set 2.000.000 2.000.000
Salon 2 Unit 1.000.000 2.000.000
Tv 1 Unit 1.000.000 1.000.000
Meja + Kursi 7 Set 500.000 3.500.000
Lampu 10 Unit 10.000 100.000
Cangkir 3 Lusin 105.000 315.000
Timbangan Kopi 1 Unit 70.000 70.000
Piring 2 Lusin 140.000 280.000
Mangkok 1 Lusin 105.000 105.000
Sendok + Garpu 3 lusin 50.000 150.000
Total Investasi 69.870.000
Sumber : Data primer yang diolah, 2023
xx 2. Biaya Variabel
Biaya variabel (variabel cost) adalah biaya yang berubah secara proporsional dengan aktivitas bisnis. Biaya variabel adalah jumlah biaya marjinal terhadap semua unit yang diproduksi. Hal ini juga dapat dianggap biaya normal. Biaya tetap dan biaya variabel membentuk dua komponen dari total biaya (Assegaf, SE., MM., 2019).Estimasi biaya variabel usaha dijelaskan pada Tabel berikut ini :
Tabel 4.4 Estimasi Biaya Variabel
Nama Bahan Biaya (Rp)
Mei Juni Juli
Biji Kopi 140.000 140.500 142.000
Gula 24.000 24.500 25.000
Susu 146.000 147.000 147.500
Gas LPG 80.000 81.000 81.500
Galon 32.000 32.000 32.500
Wifi 300.000 300.000 300.000
Listrik 200.000 200.000 200.000
Air 15.000 15.000 15.000
Sirup 75.000 75.000 75.000
Total 1.012.000 1.015.000 1.018.500 Sumber : Data primer yang diolah, 2023
xxi 3. Biaya Tetap
Biaya tetap (fixed cost) adalah biaya yang jumlahnya tetap dalam batas relevan tertentu tanpa dipengaruhi oleh perubahan output driver aktivitas, sedangkan biaya per unitnya berubah berbanding terbalik dengan perubahan output driver aktivitas. Semakin besar output driver aktivitas, semakin kecil biaya per unitnya. Sebaliknya, semakin kecil output driver aktivitas, semakin besar biaya per (Sherly et al., 2021). Pada usaha Cafe Brewood Ngopi, biaya tetap terdiri dari biaya untuk gaji karyawan, serta biaya pemeliharaan untuk peralatan-peralatan yang digunakan dalam proses pelayanan. Rincian biaya tetap yang dikeluarkan oleh usaha Cafe Brewood Ngopi dapat dilihat pada Tabel dibawah ini :
Tabel 4.5 Biaya Tetap
Nama Biaya Biaya Per Bulan (Rp)
Biaya Per 3 Bulan (Rp)
Gaji Karyawan 500.000 1.500.000
Biaya Pemeliharaan 30.000
Total Biaya Tetap 1.530.000
Sumber : Data primer yang diolah, 2023
xxii 4. Biaya Penyusutan
Biaya penyusutan pada usaha Cafe Brewood Ngopi terdiri dari biaya penyusutan bangunan toko, peralatan, perlengkapan usaha. Penyusutan dihitung menggunakan metode garis lurus tanpa nilai residu.
(Rumus Penyusutan = Nilai Perolehan : Umur Ekonomis).
Rincian biaya penyusutan dapat dilihat pada Tabel berikut : Tabel 4.7 Biaya Penyusutan
Investasi Jumlah Harga (Rp) Umur Ekonomis
Biaya Penyusutan
Bangunan 1 Unit 50.000.000 10 Tahun 5.000.000
Grinder 1 Unit 450.000 5 Tahun 90.000
Mesin Kopi Besar 1 Unit 2.500.000 5 Tahun 500.000 Mesin Kopi Kecil 1 Unit 1.200.000 5 Tahun 240.000
Blender 1 Unit 500.000 2 Tahun 250.000
Bar 1 Unit 1.000.000 5 Tahun 200.000
Kompor Listrik 1 Unit 750.000 3 Tahun 250.000
Kulkas 1 Unit 1.500.000 5 Tahun 300.000
Kipas Angin 1 Unit 200.000 5 Tahun 40.000
Cup Sealer 1 Unit 250.000 5 Tahun 50.000
Mesin Kasir 1 Unit 2.000.000 5 Tahun 400.000
Alat Musik 1 Set 2.000.000 5 Tahun 400.000
Salon 2 Unit 2.000.000 5 Tahun 400.000
Tv 1 Unit 1.000.000 5 Tahun 200.000
Meja + Kursi 7 Set 3.500.000 5 Tahun 700.000
Lampu 10 Unit 100.000 1 Tahun 100.000
Cangkir 3 Lusin 315.000 2 Tahun 157.500
Timbangan Kopi 1 Unit 70.000 5 Tahun 14.000
Piring 2 Lusin 280.000 2 Tahun 140.000
Mangkok 1 Lusin 105.000 2 Tahun 52.500
Sendok + Garpu 3 lusin 150.000 5 Tahun 30.000
Total Penyusutan 9.514.000
Sumber : Data primer yang diolah, 2023
xxiii
Tabel 4.8 Cashflow Brewood Ngopi Cafe
Keterangan Bulan
Mei Juni Juli
Inflow
Penerimaan 980.000 3.354.000 1.498.000
Outlow
Biaya Variabel 1.012.000 1.015.000 1.018.500 Biaya Tetap 1.530.000 1.530.000 1.530.000 Total Biaya 2.212.000 2.215.000 2.218.000
EBT -1.232.000 1.139.000 -720.000
Tax - - -
EAT -1.232.000 1.139.000 -720.000
Penyusutan 9.514.000 9.514.000 9.514.000 Proceeds 8.282.000 10.653.000 8.794.000
xxiv BAB V PENUTUP
V.1. Kesimpulan
Usaha Cafe Brewood Ngopi dinyatakan belum layak secara aspek non finansial dan finansial hal ini disebabkan oleh pendapatan dan pengeluaran yang belum stabil. Faktor lain penyebab usaha ini belum layak yakni disebabkan kondisi usaha ini masih dikatakan sebagai usaha yang baru dalam tahap perintisan.
V.2. Saran
Untuk memperluas pangsa pasar dan menyerap lebih banyak pelanggan kegiatan promosi harus lebih digiatkan. Dalam mempertahankan pelanggan, usaha Cafe Brewood Ngopi harus tetap menjaga kualitas pelayanan misalnya dalam tingkat kebersihan, kerapian, dan keharuman yang dijaga agar tidak menimbulkan komplain dari pelanggan.
xxv
DAFTAR PUSAKA
Anggraeni Charismanur Wilfarda, Wulan Puspita Ningtiyas, N. M. A. (2021).
Kebijakan Pemerintah Dalam Pemberdayaan UMKM Di Masa Pandemi.
Journal of Government and Politics, 3(1), 47–65.
Assegaf, SE., MM., A. R. (2019). Pengaruh Biaya Tetap Dan Biaya Variabel Terhadap Profitabilitas Pada Pt. Pecel Lele Lela Internasional, Cabang 17, Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Jurnal Ekonomi Dan Industri, 20(1), 1–5.
https://doi.org/10.35137/jei.v20i1.237
Chairani, P., Lie, D., Harahap, K., & Simatupang, S. (2019). Analisis Kelayakan Bisnis Pada a-B Brotherhood Cafe Di Serbalawan Kecamatan Dolok Batu Nanggar Kabupaten Simalungun. Maker: Jurnal Manajemen, 5(2), 61–71.
https://doi.org/10.37403/maker.v5i2.119
Damanik, A. S., & Sabila, R. (2022). Dampak Peranan Ekonomi Kreatif Terhadap Pengembangan Umkm Di Masa Transisi (Cafe Lookup Kota Tasikmalaya).
Transekonomika: Akuntansi, Bisnis Dan Keuangan, 2(5), 111–120.
https://doi.org/10.55047/transekonomika.v2i5.174
Herawati, H., & Mulyani, D. (2016). Pengaruh Kualitas Bahan Baku Dan Proses Produksi Terhadap Kualitas Produk Pada Ud. Tahu Rosydi Puspan Maron Probolinggo. UNEJ E-Proceeding, 463–482.
Latuny, W. (2010). Analisis Kelayakan Aspek Finansial Industri Kerajinan Kerang Mutiara (Studi Kasus Pada Ud. Mutiara Indah). Arika, 04(1), 89–96.
Pancawardani, N. L. (2009). Performance Measurement Company ’ s finance with Method Cash flow Ratio Analysis. Fokus Ekonomi, 4(2), 46–59.
Sherly1, A., Widia2, N., & Putri3, A. M. (2021). Research In Accounting Journal.
1(2), 283–290.
xxvi LAMPIRAN