• Tidak ada hasil yang ditemukan

analisis kesulitan belajar murid kelas iv dalam

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "analisis kesulitan belajar murid kelas iv dalam"

Copied!
78
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS KESULITAN BELAJAR MURID KELAS IV DALAM MENGIKUTI PEMBELAJARAN DARING MELALUI APLIKASI

ZOOM MEETING PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI SD INPRES SERO KABUPATEN GOWA

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Penelitian Pendidikan Pada Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar

Oleh

RATNASARI IRWAN 105401114317

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

2021

(2)

vi

(3)

vii

(4)

viii

(5)

ix

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Kantor; Jl. Sultan Alauddin No. 259, Telp. (0411)-866132, Fax. (0411)-860132

SURAT PERNYATAAN Saya yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : Ratnasari Irwan

Nim : 105401114317

Jurusan : Pendidikan Guru Sekolah Dasar S1 Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Judul Skripsi :Analisis Kesulitan Belajar Murid Kelas IV dalam Mengikuti Pembelajaran Daring Melalui Aplikasi Zoom Meeting Pada Masa Pandemi Covid-19 di SD Inpres Sero Kabupaten Gowa

Dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang saya ajukan di depan tim penguji adalah asli hasil karya sendiri, bukan hasil ciplakan atau buatan oleh orang lain.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan saya bersedia menerima sanksi apabila pernyataan ini tidak benar.

Makassar, Juni 2021 Yang Membuat Permohonan

Ratnasari Irwan NIM : 105401114317

(6)

x

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Kantor; Jl. Sultan Alauddin No. 259, Telp. (0411)-866132, Fax. (0411)-860132

SURAT PERJANJIAN Saya yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : Ratnasari Irwan Nim : 105401114317

Jurusan : Pendidikan Guru Sekolah Dasar S1 Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Judul Skripsi :Analisis Kesulitan Belajar Murid Kelas IV dalam Mengikuti Pembelajaran Daring Melalui Aplikasi Zoom Meeting Pada Masa Pandemi Covid-19 di SD Inpres Sero Kabupaten Gowa

Dengan ini menyatakan perjanjian sebagai berikut:

1. Mulai dari penyusunan proposal sampai selesai penyusunan skripsi ini, saya akan menyusun sendiri skripsi saya (tidak dibuatkan oleh siapapun).

2. Dalam menyusun skripsi, saya akan selalu melakukan konsultasi dengan pembimbing yang telah ditetapkan oleh pimpinan fakultas.

3. Saya tidak akan selalu melakukan (plagiat) dalam penyusunan skripsi.

4. Apabila saya melanggar perjanjian seperti pada butir 1, 2 dan 3, saya bersedia menerima sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.

Demikan Perjanjian ini saya buat dengan penuh kesadaran

Makassar, Juni 2021 Yang Membuat Perja

Ratnasari Irwan NIM : 105401114317

(7)

xi MOTTO

“Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.”

(QS. Yusuf : 87)

“Harapan dapat menjadi kekuatan yang luar biasa. Mungkin tidak ada sulap di dalamnya, namun ketika Anda mengetahui tujuan dari harapan Anda dan menggenggamnya sebagai cahaya, Anda dapat membuat beberapa hal terjadi

seperti sulap.”

(Laini Taylor)

(8)

xii

HALAMAN PERSEMBAHAN

Ucapan terimakasih yang sedalam-dalamnya saya berikan kepada semua pihak yang telah membantu saya dalam menyelesaikan penulisan dan penyusunan skripsi ini. Teruntuk Ayah dan ibu, yang telah memberikan dorongan dan kesempatan kepada saya untuk bisa terus melanjutkan pendidikan sampai sekarang walaupun dengan segala perjuangan, materi, tenaga, usia serta doa yang terus dipanjatkan.

Kepada semua guru yang darinya saya belajar tentang pengetahuan sehingga memberikan saya dorongan untuk terus belajar sepanjang hayat, terkhusus kepada dosen pembimbing saya (Dr. Hj. Rosleny Babo, M.Si &

Dr. H. Muhammad Basri, M.Si) yang telah membantu selama penyusunan skripsi ini.

Juga kepada semua sahabat yang menjadi penghibur dikala sedih dan menjadi pengingat dikala terlampau gembira. Dan kepada semua pihak yang berkontribusi sehingga skripsi ini dapat saya selesaikan, sekali lagi terimakasih.

Kepada Almamaterku Universitas Muhammadiyah Makassar, karya ini ku persembahkan.dan hanya Allah pemberi petunjuk terbaik.

(9)

xiii ABSTRAK

RATNASARI IRWAN. 2021. Analisis Kesulitan Belajar Murid Kelas IV dalam Mengikuti Pembelajaran Daring Melalui Aplikasi Zoom Meeting Pada Masa Pandemi Covid-19 Di SD Inpres Sero Kabupaten Gowa. Skripsi. Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar. Pembimbing I Hj. Rosleny Babo dan pembimbing II H. Muhammad Basri.

Masalah utama dalam penelitian ini adalah faktor apa yang menjadi kesulitan belajar murid kelas IV dalam mengikuti pembelajaran daring melalui aplikasi zoom meeting pada masa pandemi covid-19 di SD Inpres Sero Kabupaten Gowa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan belajar murid kelas IV serta mengetahui faktor-faktor apakah yang mempengaruhi pembelajaran daring melalui aplikasi zoom meeting di kelas IV SD Inpres Sero Kabupaten Gowa.

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan persentase. Dalam penelitian ini instrumen untuk mengumpulkan data yaitu dengan menggunakan metode survei dalam bentuk angket. Responden angket dalam penelitian ini adalah murid kelas IV SD Inpres Sero Kabupaten Gowa sebanyak 34 orang.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar murid kelas IV dalam mengikuti pembelajaran daring melalui aplikasi zoom meeting dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu : (1) faktor finansial berpengaruh dalam pembelajaran daring sebesar 33.33 % temasuk ke dalam kategori sedang, (2) faktor fitur dan layanan zoom berpengaruh dalam pembelajaran daring sebesar 25 % temasuk dalam kategori sedang, (3) faktor jaringan berpengaruh dalam pembelajaran daring sebesar 20 % temasuk dalam kategori rendah.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut diatas, dapat disimpulkan kesulitan belajar murid kelas IV dalam mengikuti pembelajaran daring melalui aplikasi zoom meeting dipengaruhi oleh ketiga faktor di atas.

Kata kunci: Kesulitan Belajar. Pembelajaran Daring. Zoom Meeting

(10)

xiv

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. Atas limpahan rahmat dan taufik-Nya kepada penulis sehingga penyusunan skripsi dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan. Penulisan skripsi ini dibuat untuk memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) pada jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Makassar.

Penyusunan skripsi yang berjudul “Analisis Kesulitan Belajar Murid Kelas IV dalam Mengikuti Pembelajaran Daring Melalui Aplikasi Zoom Meeting Pada Masa Pandemi Covid-19 di SD Inpres Sero Kabupaten Gowa”. Penulis menyadari dalam penyusunan skripsi ini tidak akan selesai tanpa adanya bantuan, bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati pada kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terimakasih kepada:

Kedua orang tua, Ayahanda Irwan Hafid dan Ibunda tercinta Minarni Saleh yang senantiasa memberikan kasih sayang dan dukungan kepada penulis.

Dr. Hj. Rosleny Babo, M.Si, pembimbing I dan Dr. H. Muhammad Basri, M.Si, pembimbing II yang dengan penuh kesabaran telah meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan sejak awal penyusunan hingga selesainya skripsi ini.

Prof. Dr. H. Ambo Asse, M.Ag., rektor Universitas Muhammadiyah Makassar.

(11)

xv

Erwin Akib, M.Pd., Ph.D., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Makassar. Aliem Bahri S.Pd., M.Pd., Ketua Jurusan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Muhammadiyah Makassar. Muhammad Akbar, S.Pd, wali kelas IV di SD Inpres Sero Kabupaten Gowa yang dengan penuh kesabaran telah meluangkan waktu untuk mengarahkan saat melalukan penelitian. Kakakku tercinta Abdul Rozaq Irwan, S.Sos dan Saskia Dakir yang telah menyemangati penulis hingga dapat sampai di titik ini. Spesial Thanks For Mahasiswa Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar terkhusus kelas E Angkatan 2017 atas segala kebersamaan, saran, bantuan dan motivasinya kepada penulis.

Akhirnya dengan segala kerendahan hati, penulis senantiasa mengharapkan kritikan dan saran dari berbagai pihak, selama saran dan kritikan tersebut sifatnya membangun karena penulis yakin bahwa suatu persoalan tidak akan berarti sama sekali tanpa adanya kritikan. Semoga skripsi ini dapat memberi manfaat bagi para pembaca, terutama bagi diri penulis pribadi.

Makassar, Juni 2021

Penulis

(12)

xvi

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

PERSETUJUAN PEMBIMBING... iii

SURAT PERNYATAAN ... iv

SURAT PERJANJIAN ... v

MOTTO ... vi

HALAMAN PERSEMBAHAN... vii

ABSTRAK ... viii

KATA PENGANTAR ... ix

DAFTAR ISI ... xi

DAFTAR TABEL... xiii

DAFTAR GAMBAR ... xiv

DAFTAR LAMPIRAN ... xv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 4

C. Tujuan Penelitian ... 5

D. Manfaat Penelitian ... 5

BAB II KAJIAN TEORI ... 7

A. Deskripsi Teori ... 7

B. Penelitian Relevan ... 25

C. Kerangka Berpikir ... 27

(13)

xvii

D. Hipotesis Penelitian ... 29

BAB III METODE PENELITIAN ... 30

A. Desain Penelitian ... 30

B. Fokus Penelitian ... 30

C. Populasi dan Sampel ... 30

D. Tempat dan Waktu Penelitian ... 31

E. Definisi Operasional Variabel ... 31

F. Instrumen Penelitian ... 33

G. Teknik Pengumpulan Data ... 34

H. Teknik Analisis Data ... 35

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 37

A. Hasil Penelitian ... 37

B. Pembahasan ... 39

BAB V SIMPULAN DAN SARAN ... 42

A. Simpulan ... 42

B. Saran ... 42

DAFTAR PUSTAKA ... 43 LAMPIRAN ...

RIWAYAT HIDUP ...

(14)

1

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Keadaan Populasi ... 31

Tabel 3.2 Instrumen Angket Penelitian ... 33

Tabel 3.3 Pedoman Penskoran Jawaban Angket... 34

Tabel 3.4 Kategori Kesulitan Belajar ... 35

Tabel 4.1 Kesulitan Belajar Murid Kelas IV dalam Mengikuti Pembelajaran Daring Melalui Aplikasi Zoom Meeting Pada Faktor Jaringan ... 37

Tabel 4.2 Kesulitan Belajar Murid Kelas IV dalam Mengikuti Pembelajaran Daring Melalui Aplikasi Zoom Meeting Pada Faktor Jaringan ... 38

Tabel 4.3 Kesulitan Belajar Murid Kelas IV dalam Mengikuti Pembelajaran Daring Melalui Aplikasi Zoom Meeting Pada Faktor Fitur dan Layanan Zoom ... 38

Tabel 4.4 Kategori Kesulitan Belajar Murid Kelas IV dalam Mengikuti Pembelajaran Daring ... 39

xiii

(15)

1

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Portal Website Zoom ... 19 Gambar 2.2 Portal Pembuatam Password Zoom ... 20 Gambar 2.3 Kerangka Berfikir ... 29

xiv

(16)

1

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1.Profil Sekolah Lampiran 2.Angket Penelitian Lampiran 3.Tabulasi Data

Lampiran 4.Tabel Perolehan Data Lampiran 5.Surat Izin Penelitian Lampiran 6.Surat Keterangan Meneliti Lampiran 7.Kartu Kontrol Penelitian Lampiran 8.Dokumentasi

xv

(17)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pada akhir tahun 2019 muncul sebuah wabah penyakit yang dinamakan sebagai Coronavirus Disease (COVID-19). Kemunculan awal Covid-19 ini dari daerah Wuhan Cina. Wabah Covid-19 ini bukan hanya merupakan masalah nasional di suatu negara, tetapi Covid-19 menjadi masalah global yang melanda berbagai negara di dunia termasuk di Indonesia.Di Indonesia sendiri, Wabah Covid-19 menyebabkan dampak yang begitu serius terhadap berbagai aspek kehidupan seperti pada kehidupan sosial, lemahnya ekonomi masyarakat, dan telah merambah ke dunia pendidikan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa sektor dunia pendidikan adalah salah satu yang paling terdampak wabah ini (Purwanto dkk, 2020:1). Dampak dari Wabah Covid-19 ini membuat pemerintah pusat hingga ke pemerintah daerah memberlakukan rencana untuk meliburkan semua institusi pendidikan. Hal tersebut didorong oleh Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 mengenai Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19 dalam format PDF yang ditandatangani oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim pada tanggal 24 Maret 2020. Kebijakan karantina mandiri atau lockdown ini dilakukan agar mengurangi interaksi untuk memberikan akses pada banyak orang sehingga meminimalisir penularan Wabah Covid-19.

Dalam hal ini pemerintah pun memberlakukan suatu sistem

(18)

pembelajaran yang mendukung upaya studi from home dan memungkinkan peserta didik mengakses pembelajaran di manapun. Pada masa pandemi ini pengaruh perkembangan teknologi informasi dapat dirasakan dengan memanfaatkan suatu sistem pembelajaran yaitu pembelajaran daring (dalam jaringan) atau pembelajaran secara online. Pembelajaran daring ialah pembelajaran dengan adanya aksesibilitas, konektivitas, dan fleksibilitas yang memanfaatkan jaringan internet sebagai kemampuan untuk menampakkan beraneka macam hubungan dalam pengajaran. Pembelajaran daring dapat menjadi alternatif pada masa pandemi karena memungkinkan peserta didik dan pendidik berinteraksi secara virtual tanpa harus bertemu langsung. Pembelajaran daring di era revolusi industri 4.0 sangat dibutuhkan dalam pembelajaran (Pangondian, R. A., Santosa, P. I., & Nugroho, E., 2019).

Pembelajaran daring memanfaatkan teknologi telekomunikasi dan informasi, seperti intenet dan CD-ROOM sebagai bentuk pembelajaran jarak jauh (Molinda, 2005). Dalam pencapaian tujuan pembelajaran jarak jauh, penggunaan teknologi mobile memberikan sumbangsih besar terhadap lembaga pendidikan (Korucu & Alkan, 2011). Berbagai platform atau aplikasi juga dapat digunakan sebagai sarana pelaksanaan pembelajaran daring. Contohnya seperti layanan Google Clasroom, Edmodo, Schoology, dan aplikasi pesan instan yaitu WhatsApp.

Dan salah satu aplikasi pembelajaran jarak jauh yang banyak digunakan yaitu Zoom Meeting.

Zoom Meeting ialah suatu aplikasi edukasi yang memakai media berupa video conference. Diresmikan pada tahun 2011 oleh Eric Yuan, pendiri aplikasi

(19)

3

Zoom Meeting yang berlokasi di San Jose, California. Video conference sendiri ialah teknologi telekomunikasi interaktif yang memungkinkan pengiriman dua arah audio dan video secara bersamaan pada dua pihak atau lebih di lokasi yang berbeda, sehingga pendidik dan peserta didik dapat berinteaksi satu sama lain.

Zoom Meeting ini gratis dengan durasi waktu empat puluh menit serta jika berbayar tidak dikenakan durasi waktu dan dapat digunakan oleh siapapun, sehingga memang cocok dipergunakan sebagai sebuah media pembelajaran daring pada masa pandemi Covid-19.

Namun pada kenyataannya, bukan tanpa permasalahan. Kebijakan terkait pembelajaran daring ini kemudian membuat lembaga pendidikan serempak memberlakukan suatu sistem pembelajaran yang khususnya berimbas kepada negara yang kurang siap dengan sistem pembelajaran ini, terutama dalam penggunaan aplikasi Zoom Meeting ini, sehingga sudah tentu banyak hambatan yang akan dihadapi tenaga pengajar dan peserta didik.

Seperti penelitian yang dilakukan oleh Adris Setiani pada tahun 2020 dengan hasil penelitiannya menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi Zoom Meeting pada masa pandemi Covid-19 ini dianggap masih kurang efektif, karena faktor infrasturktur dan penggunaan internet di tengah pandemi ini yang meningkat drastis, sehingga diharapkan antara pemerintah pusat dengan Dinas Pendidikan di daerah minim internet agar mengadakan kerja sama dalam mengatasi masalah tesebut, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan baik. Selanjutnya, penelitian yang dilakukan oleh Zulfikar pada tahun 2020 dengan hasil penelitiannya yaitu kurang efektifnya penggunaan aplikasi

(20)

Zoom Meeting terhadap pembelajaran jarak jauh karena rendahnya kualitas sinyal di sejumlah wilayah tempat tinggal peserta didik, masih terdapat sejumlah peserta didik yang belum memiliki fasilitas seperti smartphone dan laptop yang dapat mengakses aplikasi Zoom Meeting tersebut, serta masih terdapat pula guru dan orang tua yang belum menguasai cara mengoperasikan aplikasi Zoom Meeting, dan guru juga merupakan faktor hambatan dalam penggunaan aplikasi Zoom Meeting terhadap masih kurang efektifnya proses pembelajaran siswa. Dan penelitian yang dilakukan oleh Nugraha Permana Putra pada tahun 2020 di mana hasil penelitiannya mengatakan bahwa hambatan yang dialami guru dan peserta didik umumnya yaitu kurangnya informasi dan pengetahuan tentang manajemen pembelajaran daring menggunakan aplikasi Zoom Meeting, serta kurang stabilnya koneksi jaringan internet.

Dari berbagai hambatan di atas, membuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut dalam menganalisis kesulitan-kesulitan yang dialami siswa terhadap penggunakan aplikasi Zoom Meeting dalam mengikuti pembelajaran daring. Penelitian ini di dasarkan atas minat diri pribadi peneliti.Adapun judul penelitian yang penulis angkat “Analisis Kesulitan Belajar Murid Kelas IV dalam Mengikuti Pembelajaran Daring Melalui Aplikasi Zoom Meeting Pada Masa Pandemi Covid-19 di SD Inpres Sero Kabupaten Gowa”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut “Apa saja Kesulitan Belajar Murid Kelas IV dalam

(21)

5

Mengikuti Pembelajaran Daring Melalui Aplikasi Zoom Meeting pada masa pandemi Covid-19 di SD Inpres Sero Kabupaten Gowa dengan rincian faktor sebagai berikut :

1. Faktor apa yang mempengaruhi pembelajaran daring melalui aplikasi zoom meeting di kelas IV SD Inpres Sero Kabupaten Gowa?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah maka tujuan dari penelitian ini yaitu : 1. Untuk mengetahui faktor apa yang mempengaruhi pembelajaran daring

melalui aplikasi zoom meeting di kelas IV SD Inpres Sero Kabupaten Gowa.

D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoretis

Melalui hasil penelitian ini peneliti berkeinginan agar dapat meningkatkan khazanah keilmuan dalam bidang pendidikan secara teoritis tentang kesulitan belajar murid kelas IV dalam mengikuti pembelajaran daring melalui aplikasi zoom meeting pada masa pandemi Covid-19 dan digunakan sebagai petunjuk kajian teori agar mengetahui serta memahami konteks dalam penelitian.

2. Manfaat Praktis a. Bagi Sekolah

Penelitian ini dijadikan sebagai sumber masukan untuk pihak sekolah agar mengetahui kesulitan belajar murid kelas IV dalam mengikuti pembelajaran daring melalui aplikasi zoom meeting pada masa pandemi Covid-19, kemudian

(22)

agar dijadikan sebagai pedoman serta petunjuk untuk mewujudkan pembelajaran daring yang lebih baik.

b. Bagi Guru

Penelitian ini dijadikan sebagai sumber masukan serta bahan renungan untuk para pendidik mengenai kesulitan belajar murid kelas IV dalam mengikuti pembelajaran daring melalui aplikasi zoom meeting pada masa pandemi Covid-19.

c. Bagi Siswa

Penelitian ini dapat menjadi sumber masukan untuk murid tentang kesulitan belajar dalam mengikuti pembelajaran daring melalui aplikasi zoom meeting pada masa pandemi Covid-19 agar dapat selalu giat belajar walaupun pembelajaran dilaksanakan secara daring.

d. Bagi Peneliti

Penelitian ini dapat menyajikan informasi untuk peneliti sebagai calon pengajar mengenai kesulitan belajar murid kelas IV dalam mengikuti pembelajaran daring melalui aplikasi zoom meeting pada masa pandemi Covid-19 di Sekolah Dasar.

(23)

7 BAB II KAJIAN TEORI

A. Deskripsi Teori 1. Pengertian Analisis

Analisis merupakan suatu peristiwa untuk menyelidiki atau mengetahui keadaan yang sebetulnya. Menurut Wiradi analisis yaitu suatu kegiatan yang memuat aktivitas memilih, menguraikan, serta membedakan sesuatu untuk digolongkan dan dikelompokkan berdasarkan kriteria tertentu kemudian dicari ditaksir makna dan kaitannya. Menurut Komaruddin analisis adalah sebuah aktivitas berfikir untuk menguraikan sebuah keseluruhan menjadi komponen sehingga dapat mengenal tanda-tanda komponen, serta hubungan satu sama lain fungsi masing-masing dalam satu keseluruhan yang terpadu.

Analisis sosial adalah suatu skema mengenai interaksi antar faktor untuk memecahkan sebuah masalah. Analisis sosial mengupayakan gambaran yang lebih detail mengenai hubungan struktural, kultural, situasi sosial dan historis. Adapun tujuan dari analisis sosial yaitu agar menciptakan kemungkinan terhadap korban masalah agar dapat menentukan strategi yang akan dicapai, serta untuk mengetahui tujuan perubahan yang akan dicapai korban.

Analisis akuntansi atau laporan keuangan adalah suatu proses untuk mempelajari berbagai data keuangan sehingga dapat memudahkan dalam memahami serta mengetahui posisi keuangan, hasil dari operasi di kembangkan menjadi suatu perusahaan dengan cara mempelajari hubungan data serta keuangan kecenderungan yang terdapat dalam sebuah laporan keuangan, sehingga hasil

(24)

analisis laporan keuangan dapat dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan bagi pihak-pihak yang berwenang serta dalam melakukan analisisnya tidak telepas dari peranan rasio-rasio laporan keuangan, dengan dilakukannya analisis pada rasio-rasio keuangan akan dapat menentukan suatu keputusan yang akan diambil.

Analisis statistik yaitu suatu kegiatan mengumpulkan dan menyajikan data serta menganalisis data menggunakan metode tertentu dengan menginterpretasikan hasilnya. Analisis statistika juga berkenaan untuk mengumpulkan, mengolah, serta menyajikan sebagian maupun keseluruhan data tanpa pengambilan kesimpulan dan fase. Setelah data terkumpul, kemudian digunakan berbagai metode statistik untuk melakukan analisis data, kemudian interpretasi dilakukan untuk mengambil kesimpulan. Sedangkan dalam kegiatan laboratorium, analisis dapat dikatakan sebagai suatu kegiatan yang dilakukan di laboratorium untuk melakukan sebuah eksperimen atau memeriksa berbagai kandungan zat.

Analisis pendidikan adalah suatu awal yang penting untuk keberhasilan pendidikan. Dalam bidang pendidikan, analisis digunakan sejak perencanaan pendidikan, penyelenggaraan pendidikan, hingga evaluasi hasil belajar. Analisis pendidikan diteliti unsur maupun komponen-komponen yang berkaitan dengan kelancaran perkembangan sekolah, seperti tesedianya guru, kepadatan penduduk sekolah, jumlah anak usia sekolah, kebutuhan ruang kelas, biaya pembangunan, lingkungan sekolah juga harus memenuhi syarat untuk pendidikan, kesehatan, serta masalah gangguan.

(25)

9

2. Pengertian Pembelajaran

Menurut undang-undang No. 20 tahun 2003 “pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar”. Sejalan dengan pendapat Azhar (2011) “menjelaskan bahwa pembelajaran adalah interaksi yang berlangsung antara guru dan peserta didik yang di dalamnya membawa informasi dan pengetahuan”. Sejalan dengan pernyataan Sagala (2010) “pembelajaran adalah mengajarkan siswa menggunakan prinsip-prinsip pendidikan dan teori-teori belajar yang merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan”. Berdasarkan pemaparan yang telah diuraikan penulis dapat menyimpulkan bahwa pembelajaran adalah internalisasi ilmu pengetahuan ke dalam diri siswa, melalui proses interaksi antar siswa dengan pendidik.

Sumadi Suryabrata (1983:5) mengidentifikasikan ciri-ciri belajar dengan menjelaskan pengertian belajar, “Belajar yaitu suatu kegiatan yang menghasilkan perubahan pada diri individu yang belajar (dalam arti behavioral changes) baik secara aktual maupun potensial; perubahan itu pada pokoknya diperoleh dari kemampuan baru, yang berlaku dalam waktu yang relatif lama; serta perubahan itu terjadi karena usaha”.

Sumadi Suryabrata (2007: 233) mengklasifikasikan faktor-faktor yang mempengaruhi belajar yang dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Faktor-faktor yang berasal dari dalam diri murid (intern) yaitu faktor-faktor psikologis maupun fisiologis sedangkan faktor yang berasal dari berasal dari luar diri murid (ekstern) yaitu faktor-faktor nonsosial serta faktor- faktor sosial.

(26)

3. Kesulitan Belajar

Proses interaksi guru dan siswa dapat berlangsung dengan aktif dan responsive dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Menurt Sugiharto (2007:149) kesulitan belajar merupakan suatu gejala yang ada pada peserta didik yang ditandai adanya prestasi belajar yang rendah maupun dibawah norma yang telah ditetapkan. Menurt Blassic dan Jones dalam Sugihartono (2007:149) kesulitan belajar yaitu prestasi akademik yang diperoleh oleh peserta didik dengan menunjukkan suatu jarak antara prestasi akademik yang diharapkan. Menurut Dalyono (1997:229) kesulitan belajar yaitu keadaan siswa yang menyebabkan siswa tersebut tidak dapat belajar sebagaimana mestinya. Kesulitan belajar adalah suatu kondisi dimana ketidaksesuaian kriteria standar yang telah ditetapkan terhadap kompetensi atau prestasi yang dicapai siswa.

Namun akibat adanya pandemi Covid-19, pembelajaran yang mulanya di adakan di sekolah menjadi di adakan di rumah dengan menggunakan sistem daring (dalam jaringan). Pembelajaran daring mempunyai berbagai keterbatasan maupun faktor-faktor hambatan seperti, faktor finansial berupa ketiadaan fasilitas siswa yang tidak mempunyai HP atau laptop, faktor jaringan seperti keterbatasan sinyal, serta faktor fitur dan layanan aplikasi pembelajaran salah satunya yaitu zoom meeting, dimana rendahnya pemahaman siswa dalam mengoperasikan aplikasi tersebut.

4. Pembelajaran Daring

Daring merupakan singkatan dari istilah “dalam jaringan” yaitu suatu kegiatan dengan sistem daring yang memanfaatkan penggunaan internet dalam

(27)

11

pelaksanaannya. Menurut Kenji Kitao (1998) “pembelajaran daring yaitu sistem perangkat jaringan komputer yang saling terhubung dan terkoneksi dengan keseluruhan jaringan komputer lainnya”.

Menurut Dabbagh dan Ritland (2005) “pembelajaran daring yaitu suatu sistem belajar yang memanfaatkan penggunaan internet dan teknologi berbasis jaringan untuk memfasilitasi peserta didik dalam membentuk proses pembelajarannya, dengan menggunakan perangkat pedagogi (alat bantu pendidikan) akan menciptakan pengetahuan yang berarti melalui aksi dan interaksi”.

Menurut Moore dkk (2011) “pembelajaran daring adalah beragam jenis interaksi pembelajaran yang memanfaatkan jaringan internet dengan aksesibilitas, fleksibilitas, konektivitas, serta kemampuan untuk menciptakan”. Menurut Bilfaqih & Qomarudin (2015:1) “Pembelajaran daring merupakan program pelaksana kelas belajar untuk mencapai kelompok yang kuat dan luas melalui jaringan internet dengan jumlah peserta yang tidak terbatas serta pembelajaran dapat dilaksanakan dengan kuat serta dapat dilakukan dengan gratis maupun berbayar”. Thorme dalam Kuntarto (2017:102) “pembelajaran daring adalah sistem pembelajaran yang memanfaatkan teknologi multimedia dalam proses pembelajarannya seperti kelas virtual, CD-ROOM, pesan suara, streaming video, email, teks online animasi, dan video streaming online.

Bedasarkan pemaparan yang telah diuraikan penulis dapat menyimpulkan pembelajaran daring atau dalam jaringan adalah pembelajaran yang dalam penerapannya memanfaatkan jaringan internet, intranet dan ekstranet atau

(28)

komputer yang terhubung langsung dan cakupannya luas.

5. Karakteristik Pembelajaran Daring

Khoe Yao Tung, menyebutkan karakteristik atau cirri-ciri dalam pembelajaran daring antara lain :

a) Materi ajar yang disajikan berupa grafik, bentuk teks, dan berbagai elemen multimedia,

b) Komunikasi yang dilakukan secara bersamaan dan tidak serentak seperti chats rooms, discussion forums, atau video conferencing,

c) Dipergunakan untuk belajar pada waktu serta tempat maya,

d) Dapat digunakan untuk meningkatkan komunikasi dalam belajar dengan menggunakan berbagai elemen belajar berbasis CD-ROOM,

e) Materi ajar yang terukur mudah untuk diperbarui, f) Meningkatkan interaksi antara guru dan siswa,

g) Memungkinkan komunikasi belajar dalam bentuk formal maupun informal, h) Dengan menggunakan internet dapat memperluas berbagai sumber belajar

(Tung, 2000:15).

Pembelajaran daring harus berpedoman pada tata cara pembelajaran jarak jauh. Peraturan No. 109 Tahun 2013 menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (PERMENDIKBUD) ciri-ciri dari pembelajaran daring yaitu :

a) Pembelajaran jarak jauh adalah suatu proses belajar mengajar yang dilakukan secara jarak jauh dengan menggunakan berbagai media komunikasi.

b) Proses pembelajaran dilakukan secara elektronik (e-learning), dimana pembelajaran dapat diakses kapan saja dan dimana saja dengan memanfaatkan

(29)

13

paket informasi berbasis teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan peserta didik.

c) Sumber belajar merupakan bahan dan materi ajar dari berbagai bentuk teknologi informasi dan komunikasi yang dikembangkan dan dikemas untuk digunakan dalam proses pembelajaran.

d) Pembelajaran jarak jauh memiliki ciri yang bersifat terbuka, belajar, mandiri, belajar tuntas, menggunakan teknologi pendidikan lainnya, serta menggunkan teknologi informasi dan komunikasi, dan berbentuk pembelajaran terpadu.

e) Pembelajaran jarak jauh bersifat terbuka yang dimana pembelajaran tersebut diselenggarakan secara fleksibel dalam hal penyampaian, jalur dan jenis pendidikan tanpa batas usia, pemilihan serta program studi dan waktu penyelesaian program, latar belakang bidang studi, masa registrasi, tempat dan cara belajar, serta masa evaluasi hasil belajar.

Dari penjelasan di atas tentang karakteristik atau ciri dari pembelajaran daring, maka dapat disimpulkan bahwa karakteristik atau ciri pembelajaran daring yaitu pembelajaran yang dilaksanakan menggunakan bantuan internet dengan menggunakan media elektronik, sehingga pembelajaran dapat dilaksanakan kapanpun dan dimanapun serta pembelajaran daring ini bersifat terbuka.

6. Manfaat Pembelajaran Daring

Bilfaqih dan Qomarudin (2015:4) menjelaskan beberapa manfaat dari pembelajaran daring antara lain :

a) Meningkatkan mutu pendidikan dengan memanfaatkan multimedia secara efektif dalam pembelajaran dan pelatihan.

(30)

b) Melalui penyelenggaraan pembelajaran dalam jaringan dapat meningkatkan keterjangkauan pendidikan dan pelatihan yang bermutu.

c) Pelatihan yang bermutu melalui pemanfaatan sumber daya bersama akan menekan biaya penyelenggaraan pendidikan.

Menurut Hadisi dan Muna (2015:127) manfaat pembelajaran daring adalah:

a) Adanya kemudahan dan fleksibilitas belajar yang tinggi. Dimana, peserta didik dengan mudah mengakses bahan dan materi pembelajaran setiap saat dan dapat secara berulang-ulang.

b) Peserta didik dapat berkomunikasi dengan guru setiap saat. Dimana, penguasaan terhadap materi pembelajaran peserta didik dapat lebih maksimal.

Selain itu, manfaat pembelajaran daring khususnya dalam pembelajaran jarak jauh yaitu sebagai berikut:

a) Guru dan siswa dapat berinteraksi dengan mudah dan cepat melalui fasilitas aplikasi belajar tanpa dibatasi oleh tempat, jarak, dan waktu. Secara regular atau kapanpun kegiatan berkomunikasi bisa dilakukan.

b) Dengan pembelajaran daring materi pembelajaran dapat dengan mudah disimpan di komputer maupun di handphone, sehingga siswa dapat mempelajari materi ajar setiap saat dan dimana saja serta dapat mempelajari kembali atau mengulang materi pembelajaran yang telah dipelajarinya.

c) Mempercepat dan mempermudah akses dalam memperoleh banyak sumber informasi yang berkaitan dengan materi pembelajaran yang dipelajarinya melalui internet.

(31)

15 d) Dengan adanya internet dapat dijadikan sebagai media untuk melakukan diskusi antara guru dengan siswa, baik untuk seorang pembelajar, atau dalam jumlah terbatas bahkan pembelajaran massal.

e) Pembelajaran daring relatif lebih efisien dari segi waktu, tempat, dan biaya.

Dapat disimpulkan bahwa manfaat dari proses pembelajaran daring diantaranya yaitu mempermudah proses pembelajaran karena dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun, adanya kemajuan dalam bidang teknologi yang mampu meningkatkan interaksi, dan selain itu mudahnya mengakses materi pembelajaran serta mampu menjangkau peserta didik dengan cakupan yang luas.

7. Sistem Pembelajaran Daring

Pendidikan jarak jauh atau daring dilaksanaakan dalam berbagai bentuk pembelajaran yang pada dasarnya membutuhkan ketersediaan berbagai sumber belajar.

Menurut Warsita (2007:16) sistem pembelajaran dalam pendidikan jarak jauh atau daring adalah :

a) Peserta didik belajar mandiri baik secara individual maupun kelompok dengan bantuan minimal dari orang lain,

b) Materi pembelajaran disampaikan melalui media yang sengaja dirancang untuk belajar mandiri. Internet dimanfaatkan sebagai media untuk penyampaian materi pembelajaran dalam pendidikan jarak jauh atau Daring, c) Untuk mengatasi masalah belajar diupayakan komunikasi dua arah antara

peserta didik dengan tenaga pengajar atau lembaga penyelenggara,

d) Untuk mengukur hasil belajar secara berkala diadakan evaluasi hasil belajar,

(32)

baik yang sifatnya mandiri maupun yang diselenggarakan di institusi belajar, e) Pada dasarnya peserta pendidikan jarak jauh dituntut untuk belajar mandiri,

belajar dengan kemauan dan inisiatif sendiri.

8. Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Daring

Menurut Suhery dkk, (2020) pembelajaran secara daring memiliki kelebihan diantaranya :

a) Pengajar dan siswa dapat berkomunikasi secara mudah melalui internet secara kapan saja kegiatan berkomunikasi itu dilakukan tanpa dibatasi oleh jarak, tempat, dan waktu.

b) Pengajar dan siswa dapat menggunakan bahan ajar yang teratur dan terjadwal melalui internet.

c) Siswa dapat mengulang materi setiap saat dan dimana saja apabila diperlukan.

d) Pengajar maupun siswa dapat melakukan diskusi melalui internet yang bisa diikuti dengan jumlah siswa yang banyak.

e) Siswa yang pasif bisa menjadi aktif.

f) Pembelajaran menjadi lebih efisien karena dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja terutama bagi mereka yang tempat tinggalnya yang lebih jauh.

Menurut Suhery dkk, (2020) pembelajaran secara daring memiliki kekurangan diantaranya :

a) Interaksi secara tatap muka yang terjadi antara pengajar dan siswa menjadi atau bahkan antara siswa itu sendiri.

b) Pembelajaran daring lebih banyak ke aspek bisnis daripada sosial dan akademik.

(33)

17 c) Pembelajaran yang dilakukan cenderung lebih ke tugas yang diberikan guru

melalui buku yang diberikan.

d) Pengajar dituntut untuk lebih menguasai teknik pembelajaran dengan menggunakan ICT (Information Communication Technology).

e) Siswa yang kurang mempunyai motivasi belajar cenderung gagal.

f) Belum meratanya fasilitas internet yang tersedia di tempat yang bermasalah dengan listrik, telpon dan komputer.

Dari penjelasan di atas, adapun kelebihan dan kekurangan dari pembelajaran daring antara lain mempermudah proses belajar mengajar, mengurangi biaya, materi pembelajaran yang mudah di akses, melatih peserta didik menjadi mandiri, serta mempermudah dalam pengumpulan tugas karena secara online. Tetapi ada juga kekurangan dari pembelajaran daring yaitu tidak adanya pengawasan dari guru karena pembelajaran tidak dilaksanakan secara face to face, siswa yang kurang mampu belajar mandiri dan motivasi belajarnya kurang tinggi maka akan menyebabkan siswa tersebut gagal dalam mencapai tujuan pembelajaran, serta pengumpulan tugas yang tidak terjadwal dan molor.

9. Zoom Meeting

Zoom Cloud Meeting atau yang biasa disebut Zoom merupakan suatu aplikasi yang digunakan untuk berkomunikasi dengan menggunakan video conference berbantuan intenet. Aplikasi ini juga dapat digunakan sebagai media pembelajaran karena dapat melakukan tatap muka walaupun secara jarak jauh dan dengan jumlah peserta yang terbilang banyak. Zoom merupakan jenis teknologi aplikasi atau website yang dibuat agar memudahkan penggunanya untuk

(34)

melakukan diskusi ataupun melakukan siaran langsung konferensi jarak jauh.

Zoom Meeting sebagai sebuah aplikasi pembelajaran yang menggunakan media berupa video conference. Diresmikan pada tahun 2011 oleh Eric Yuan, pendiri aplikasi Zoom Meeting yang kantor pusatnya berada di San Jose, California. Dan saat ini menjabat sebagai CEO Zoom Technologies, Inc.

Dapat disimpulkan bahwa aplikasi Zoom Meeting adalah sebuah platform multifungsi dengan menggunakan media berupa video conference yang memiliki berbgai fitur dan layanan sehingga dapat memudahkan penggunanya dalam melakukan proses pembelajaran jarak jauh terkhusus pada masa pandemi Covid- 19.

10. Layanan dan Fitur Zoom Meeting

Zoom sebagai sebuah platfrom yang digunakan sebagai media pembelajaran tentu memiliki beberapa layanan antara lain seperti :

a. Zoom Room b. Zoom Meeting c. Zoom Webinar

d. Zoom Phone dan Chats

Selain layanan, fitur yang tesedia pada aplikasi Zoom ini banyak, diantaranya sebagai berikut :

a) Audio HD dan Video, dengan menggunakan aplikasi ini, gambar dan suara yang dihasilkan tentu berkualitas. Dimana, dengan didukung oleh fitur high definition atau HD.

b) Alat Kolaborasi Bawaan, dimana pengguna dapat membagikan layar secara

(35)

19

bersamaan serta dapat menulis catatan penting dari hasil pertemuan yang telah dilaksanakan.

c) Zoom membuat sistem keamanan bagi para penggunanya. Dimana, adanya fitur end-to-end encryption.

d) Rekaman dan Transkrip, partisipan dapat merekam proses kegiatan yang sedang berlangsung dan kemudian dapat menyimpan hasil rekaman tersebut pada perangkat ataupun pada akun cloud.

e) Fitur Penjadwalan, dimana saat akan melakukan video conference, Zoom terlebih dahulu dapat melakukan penjadwalan.

f) Obrolan Tim, dengan adanya fitur ini memudahkan pengguna melakukan panggilan antara sesama pengguna maupun panggilan group. Dengan fitur ini juga berbagi file yang telah terintegrasi dapat disimpan selama 10 tahun, serta dapat menemukan riwayat percakapan.

11. Cara Mendaftar Zoom Meeting

Agar dapat dipergunakan, Zoom terlebih dahulu perlu didaftarkan secara gratis, baik melalui aplikasi di handphone maupun melalui website. Berikut cara daftarnya :

a) Melalui Website :

1) Mengunjungi website “zoom.us, kemudian klik sign-up.

Gambar 2.1 Portal Website Zoom

(36)

2) Mengisi kolom email, kemudian mengklik pada kotak masuk lalu mengcek email dari Zoom.

3) Klik “Activate Account” agar diarahkan kembali ke browser untuk membuat password baru.

Gambar 2.2 Portal Pembuatan Password Zoom

4) Setelah memiliki akun, selanjutnya pilih sign-in, kemudian masukkan email serta password yang telah digunakan saat mendaftar Zoom Meeting.

b) Melalui HP :

1) Klik sign-up pada aplikasi Zoom.

2) Sebelum mengklik sign-up, terlebih dahulu mencentang persetujuan Terms of Service. Setelah itu, mengisi alamat email, nama depan, serta nama belakang yang ingin ditampilkan untuk pengguna lain.

3) Setelah mengisi alamat email yang digunakan, kemudian Zoom akan mengirimkan email.

4) Dari email Zoom yang masuk, kemudian mengklik “Activate Account”.

5) Kemudian Zoom akan meminta membuat password untuk akun yang digunakan.

6) Jika sudah memiliki akun, selanjutnya pilih sign-in, kemudian masukkan

(37)

21

email dan password yang digunakan saat mendaftar Zoom Meeting.

Namun apabila mengakses Zoom melalui HP tentu memiliki beberapa kendala antara lain seperti layar yang kecil, tidak dapat mengganti foto profil, serta untuk mengedit nama hanya dapat dilakukan melalui laptop atau komputer.

Sedangkan jika menggunakan laptop atau komputer, terlebih dahulu instal aplikasi Zoomnya. Karena, tentu ada perbedaan saat menggunakan Zoom melalui browser dengan menggunakan Zoom melalui aplikasi. Dimana, saat menggunakan melalui aplikasi kita dapat mengubah tampilan virtual baground. Zoom menyediakan tiga background default dan juga dapat menyertakan gambar yang lain dengan ketentuan rasio 16:9 maksimal ukuran 5 MB.

12. Cara Menggunakan Zoom Meeting

Dalam menggunakan aplikasi Zoom Meeting, terlebih dahulu perlu mengetahui posisi dalam penggunaanya. Dimana jika berperan sebagai yang mengadakan meeting, maka posisi tesebut sebagai Host. Sedangkan jika berperan sebagai yang ingin mengikuti meeting, maka posisinya sebagai Participants.

a. Penggunaan Zoom Melalui Handphone : 1) Sebagai Host :

a) Buka aplikasi Zoom di handphone, kemudian klik New Meeting untuk membuat meeting baru.

b) Pada menu bagian bawah klik Participants untuk dapat mengundang peserta meeting, lalu pada pojok bawah kiri klik Invite.

c) Kemudian muncul tampilan untuk mengirimkan undangan, dimana Zoom banyak menyediakan berbagai pilihan untuk mengirim undangan. Seperti bisa

(38)

melalui messenger, messages, gmail, invite zoom contacts, bahkan menggunakan copy URL.

2) Sebagai Participants :

a) Buka aplikasi Zoom, kemudian klik Join a Meeting.

b) Setelah itu, masukkan Meeting ID serta password yang telah dibagikan oleh pihak yang mengundang meeting, kemudian klik Join Meeting.

b. Penggunaan Zoom Melalui Laptop atau Komputer : 1) Sebagai Host :

a) Menginstal Zoom di laptop dengan cara mendownload pada website resmi Zoom.

b) Setelah tedownload, kemudian buka aplikasi Zoom yang telah di instal.

c) Klik sign-in, kemudian pilih akun google yang akan digunakan.

d) Untuk dapat membuka aplikasi Zoom, klik Open Zoom Meeting atau Launch Zoom.

e) Untuk dapat membuat meeting, klik New Meeting.

f) Klik pada Participants, setelah itu klik Invite di pojok kiri bawah untuk mengundang peserta meeting.

g) Jika terdapat peserta yang ingin bergabung, klik Admit di sebelah kanan, sehingga peserta dapat langsung bergabung dalam meeting.

h) Jika sudah selesai atau ingin mengakhiri meeting, klik End di pojok kanan bawah, kemudian klik End Meeting for All.

2) Sebagai Participants :

a) Download dan instal terlebih dahulu Zoom di laptop, lalu buka aplikasi Zoom

(39)

23

kemudian klik Join a Meeting.

b) Sebelum mengklik Join, masukkan terlebih dahulu Meeting ID.

c) Sebagai peserta atau tamu undangan, tidak perlu sign-in ke Zoom. Maka dari itu isi nama sebagai identitas agar dikenali Host.

d) Setelah mengisi identitas diri, kemudian masukkan password yang sudah ada dari pihak penyelenggara meeting. Lalu klik Join Meeting.

13. Kelebihan dan Kekurangan Zoom Meeting a. Kelebihan Zoom Meeting :

Sebagai aplikasi yang dipergunakan sebagai media pembelajaran, tentu Zoom memiliki beberapa keuntung antara lain :

1) Meeting dapat menampung hingga 100 sampai 1000 partisipan.

2) Untuk melakukan pembelajaran melalui video conference, pihak Zoom memberikan waktu gratis selama 40 menit, dimana jika durasi sudah habis dapat mengulanginya kembali.

3) Kualitas suara serta gambar yang High Definition.

4) Dapat melakukan screen-sharing.

5) Dapat mengakses virtual background.

6) Dapat merekam hingga menjadwalkan seluruh proses meeting.

7) Dengan menggunakan fitur Breakout Rooms, Zoom dapat membagi partisipan menjadi beberapa ruangan.

b. Kekurangan Zoom Meeting :

Adapun beberapa kelemahan atau kekurangan dari Zoom yaitu sebagai berikut:

(40)

1) Kecenderungan pencurian pemetaan wajah pengguna. Bahaya yang didapatkan dari penggunaan pemetaan wajah yaitu karena saat ini sejumlah perangkat membuka kata sandi dengan menggunakan wajah. Sehingga, pengumpulan data ini dapat dimanfaatkan peretas untuk pemindaian biometrik wajah dari pengguna untuk dapat membuka perangkat (CNN Indonesia, 2020).

2) Zoom Bombing yaitu kondisi yang memungkinkan saat meeting sedang berlangsung, orang asing dapat bergabung. Dimana, dengan bermodalkan tautan rapat online, tamu tak diundang dapat masuk ke dalam meeting sebab penggunaan video conference dapat dipantau oleh pihak ketiga (CNN Indonesia, 2020).

3) Aplikasi Zoom dikecam karena mencocokkan profil para pengguna dengan layanan bernama Linkedln Sales Navigator. Dimana, hanya dengan mengklik sebuah ikon dekat nama akun pengguna, maka akan dapat terlihat profil Linkedln dari peserta lain (Pratnyawan, 2020).

4) Zoom memungkinkan partisipan untuk dapat mengakses file TXT dengan transkrip pesan obrolan dalam pertemuan melalui fitur chat saat live Zoom.

Sehingga, dapat menyebabkan pencurian Username dan Password (Mashabel SE Asia, 2020).

5) Fitur Long the Bane yaitu fitur pelacak perhatian peserta merupakan fitur untuk memusatkan kendali oleh Host. Dimana jika diaktifkan, maka memungkinkan Host untuk mengendalikan komputer partisipan dengan melihat indikator pada panel webinar jika peserta tidak mempunyai Zoom Desktop Client dalam fokus 30 detik. Fokus artinya tampilan pada rapat Zoom

(41)

25

aktif dan tebuka (Mashable SE Asia, 2020).

14. COVID-19 (Corona Virus Diseases)

Pada awal tahun 2020, dunia dikejutkan dengan mewabahnya suatu penyakit yang disebabkan oleh sebuah Virus yang bernama corona atau dikenal dengan istilah Covid-19 (Corona Virus Diseases), diketahui asal muasal Virus ini yaitu berasal dari Wuhan, Tiongkok, ditemukan pada akhir tahun 2019. Corona Virus adalah sekelompok besar Virus yang menyebabkan penyakit ringan hingga kematian pada penderitanya. Corona Virus Diseases 2019 (Covid-19) adalah penyakit yang sebelumnya tidak pernah ditemukan pada manusia karena tergolong penyakit jenis baru yang disebabkan oleh Virus. Gejala umum pada infeksi Covid-19 yaitu antara lain gejala gangguan pernapasan akut seperti batuk, demam, dan sesak napas. Masa inkubasi pada Virus ini yaitu sekitar 5-6 hari dengan masa inkubasi terpanjang yaitu 14 hari.

Infeksi Covid-19 dapat menimbulkan gejala ringan, 21 sedang atau berat.

Gejala klinis yang timbul yaitu demam (suhu >38℃), batuk dan kesulitan bernafas. Selain itu dapat juga berupa sesak nafas memberat, fatigue, myalgia, gejala gastrointestinal contohnya diare dan gejala saluran nafas lain. Setengah dari beberapa pasien timbul sesak dalam satu minggu.

B. Penelitian Relevan

Untuk menghindari duplikasi, peneliti perlu melakukan penelusuran terhadap penelitian terdahulu. Dari hasil penelusuran tersebut, diperoleh informasi beberapa penelitian yang relevan. Penelitian relevan yang peneliti kaji sesuai

(42)

dengan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut :

Pertama penelitian yang dilakukan oleh Adris Setiani, pascasarjana Universitas Negei Semarang tahun 2020 berjudul “Efektivitas Proses Belajar Aplikasi Zoom di Masa Pandemi dan Setelah Pandemi Covid-19” dimana persamaan dalam penelitian ini dengan yang peneliti teliti yaitu mengkaji penggunaan aplikasi Zoom Meeting tehadap proses pembelajaran daring pada masa pandemi Covid-19. Dari hasil Penelitian menunjukkan bahwa di masa pandemi ini keefektifan penggunaan aplikasi Zoom dinilai masih kurang efektif, dikarenakan banyak faktor, seperti infrasturktur serta pengguna internet yang meningkat drastis di tengah pandemi ini.

Kedua penelitian yang dilakukan oleh Zulfikar, fakultas Psikologi Universitas Indonesia Timur Makassar tahun 2020 berjudul “Efektifitas Penggunaan Media Zoom Terhadap Pembelajaran Pada Masa Pandemi Covid-19”

dimana persamaan dalam penelitian ini dengan yang peneliti teliti yaitu mengkaji penggunaan aplikasi Zoom Meeting tehadap proses pembelajaran daring pada masa pandemi Covid-19. Dari hasil Penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Zoom dikategorikan “kurang efektif. Karena faktor kendala, yaitu masih terdapat orang tua siswa atau guru yang belum menguasai cara mengoperasikan aplikasi zoom meeting. Serta masih ada beberapa siswa yang tidak memiliki fasilitas seperti smartphone dan laptop yang dapat mengakses aplikasi tersebut, dan rendahhnya kualitas sinyal pada beberapa wilayah tempat tinggal siswa. Sehingga penggunaan aplikasi zoom jelas kurang efektif bagi proses pembelajaran siswa.

Penelitian yang dilakukan oleh Nugraha Permana Putra, Universitas

(43)

27 Muhammadiyah CirebonIndonesia tahun 2020 berjudul “Solusi Pembelajaran Jarak Jauh Menggunakan Aplikasi Zoom dan Whatsapp Group di Era New Normal Pada Warga Belajar Paket C di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bina Insani” dimana persamaan dalam penelitian ini dengan yang peneliti teliti yaitu mengkaji penggunaan aplikasi Zoom Meeting tehadap proses pembelajaran daring pada masa pandemi Covid-19. Dari hasil Penelitian menunjukkan bahwa hambatan yang dialami guru dan siswa umumnya yaitu kurangnya pengetahuan dan informasi mengenai manajemen pembelajaran dengan menggunakan aplikasi Zoom Meeting, serta kurang stabilnya koneksi jaringan internet.

Ketiga penelitian tersebut menjadi acuan bagi peneliti untuk mengadakan penelitian sejenis yaitu apa saja kesulitan belajar murid kelas IV dalam mengikuti pembelajaran daring melalui aplikasi zoom meeting pada masa pandemi Covid-19 di SD Inpres Sero Kabupaten Gowa.

C. Kerangka Berpikir

Dampak dari Wabah Covid-19 ini membuat pemerintah pusat sampai ke pemerintah daerah memberlakukan kebijakan untuk meliburkan seluruh lembaga pendidikan. Hal ini didukung oleh Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19 dalam format PDF yang ditandatangani oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim pada tanggal 24 Maret 2020. Kebijakan karantina mandiri atau lockdown ini dilakukan agar mengurangi interaksi untuk memberikan akses pada banyak orang sehingga meminimalisir penularan Wabah Covid-19.

(44)

Dalam hal ini pemerintah pun memberlakukan suatu sistem pembelajaran yang mendukung upaya studi from home dan memungkinkan peserta didik mengakses pembelajaran di mana pun. Pada masa pandemi ini pengaruh perkembangan teknologi informasi dapat dirasakan dengan memanfaatkan suatu sistem pembelajaran yaitu pembelajaran daring (dalam jaringan) atau pembelajaran secara online.

Pembelajaran daring dapat menjadi alternatif pada masa pandemi karena memungkinkan peserta didik dan pendidik berinteraksi secara virtual tanpa harus bertemu langsung. Pembelajaran daring memanfaatkan teknologi telekomunikasi dan informasi, seperti intenet dan CD-ROOM sebagai bentuk pembelajaran jarak jauh. Berbagai platform atau aplikasi juga dapat digunakan sebagai sarana pelaksanaan pembelajaran daring. Salah satu aplikasi pembelajaran jarak jauh yang banyak digunakan saat ini yaitu Zoom Meeting. Zoom Meeting merupakan sebuah aplikasi pembelajaran yang menggunakan media berupa video conference.

Peneliti mengadakan penelitian ini berdasar atas Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19 yang kemudian peneliti berupaya untuk menganalisis dan mengumpulkan data mengenai kesulitan belajar murid kelas IV dalam mengikuti pembelajaran daring melalui aplikasi zoom meeting pada masa pandemi Covid-19 di SD Inpres Sero Kabupaten Gowa. Selanjutnya, kerangka pikir yang telah dipaparkan dapat disajikan pada bagan berikut :

(45)

29

Gambar 2.3 Kerangka Berfikir

D. Hipotesis Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah dan uraian di atas, maka hipotesis sebagai dugaan sementara dalam penelitian ini yaitu :

1. Faktor yang mempengaruhi pembelajaran daring melalui aplikasi zoom meeting di kelas IV SD Inpres Sero Kabupaten Gowa.

Masa Pandemi Covid-19

Kebijakan Pemerintah Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020

Pelaksanaan Pembelajaran Daring

Zoom Meeting

Temuan

Google Meet Google Classroom

Faktor Fitur Zoom Meeting Faktor Jaringan

Faktor Finansial

(46)

30 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Desain Penelitian

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif sebab peneliti akan memaparkan serta menganalisis kesulitan belajar murid kelas IV dalam mengikuti pembelajaran daring melalui aplikasi zoom meeting pada masa pandemi covid-19 ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dengan menggunakan angket. Angket digunakan untuk mengumpulkan pendapat siswa mengenai apa saja kesulitan serta faktor-faktor yang menghambat murid kelas IV dalam mengikuti pembelajaran daring melalui aplikasi zoom meeting pada masa pandemi covid-19. Angket berisi pernyataan-pernyataan mengenai data yang diperlukan peneliti.

B. Fokus Penelitian

Dalam penelitian ini data yang akan dideskripsikan difokuskan pada kesulitan belajar murid kelas IVdalam mengikuti pembelajaran daring melalui aplikasi Zoom Meeting pada masa pandemi covid-19 di SD Inpres Sero Kabupaten Gowa.

C. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Netra (1976), Populasi adalah keseluruhan individu yang sifatnya general maupun umum yang memiliki karakteristik yang cenderung sama. Menurut Arikunto Suharsimi (1998:117), Populasi adalah keseluruhan objek penelitian.

(47)

31

Dimana apabila seseorang akan meneliti suatu elemen yang ada dalam wilayah penelitian tersebut, maka penelitian tersebut adalah penelitian populasi.

Populasi dalam penelitian ini adalah murid kelas IV di SD Inpres Sero Kabupaten Gowa yang berjumlah 34 siswa.

Tabel 3.1 Keadaan Populasi

No Kelas Jenis Kelamin Jumlah

1. IV.A Laki-Laki 7

Perempuan 13

2. IV.B Laki-Laki 7

Perempuan 7

Jumlah Keseluruhan 34

Sumber : Sekolah Dasar Inpres Sero Kabupaten Gowa 2. Sampel

Sugiyono (2008:118), Sampel adalah keseluruhan dari suatu bagian yang dimiliki oleh sebuah populasi serta memiliki karakteistik. Sampel ditarik melalui teknik total sampling atau sampel populasi yaitu jumlah keseluruhan populasi atau subjek (responden) dalam penelitian.

D. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Kelas IV SD Inpres Sero Kabupaten Gowa yang berlokasi di Jl. Karaeng Loe Sero Kecamatan Somba Opu Kabupten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan. Waktu penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2020-2021.

E. Definisi Operasional Variabel

Variabel dalam penelitian ini adalah kesulitan belajar murid kelas IV dalam mengikuti pembelajaran daring melalui aplikasi zoom meeting pada masa

(48)

pandemi Covid-19 di SD Inpres Sero Kabupaten Gowa. Definisi operasional yaitu definisi yang disusun berdasarkan apa yang akan diamati dan diukur dalam penelitian ini. Jadi variabel yang dilibatkan dalam penelitian ini secara operasional didefinisikan sebagai berikut:

1. Pembelajaran daring yaitu suatu pembelajaran yang menggunakan internet serta memanfaatkan teknologi dimana dalam proses pembelajarannya menggunakan media berupa perangkat pedagogi yang mempermudah siswa dalam mengikuti pembelajaran kapanpun dan dimanapun, serta pembelajarannya juga tidak dilakukan secara face to face.

2. Zoom Meeting adalah sebuah platform multifungsi dengan menggunakan media berupa video conference yang memiliki berbgai fitur dan layanan sehingga dapat memudahkan penggunanya dalam melakukan proses pembelajaran jarak jauh terkhusus pada masa pandemi Covid-19.

3. Kesulitan belajar adalah suatu kondisi dimana ketidaksesuaian kriteria standar yang telah ditetapkan terhadap kompetensi atau prestasi yang dicapai siswa.

Namun akibat adanya pandemi Covid-19, pembelajaran yang mulanya di adakan di sekolah menjadi di adakan di rumah dengan menggunakan sistem daring (dalam jaringan). Pembelajaran daring mempunyai berbagai keterbatasan maupun faktor-faktor hambatan seperti, faktor finansial berupa ketiadaan fasilitas siswa yang tidak mempunyai HP atau laptop, faktor jaringan seperti keterbatasan sinyal, serta faktor fitur dan layanan aplikasi pembelajaran salah satunya yaitu zoom meeting, dimana rendahnya pemahaman siswa dalam mengoperasikan aplikasi tersebut.

(49)

33

F. Instrumen Penelitian

Data analisis kesulitan belajar murid kelas IV dalam mengikuti pembelajaran daring melalui aplikasi zoom meeting pada masa pandemi Covid-19 di SD Inpres Sero Kabupaten Gowa ini menggunakan angket. Dalam penelitian ini instrumen untuk mengumpulkan data yaitu dengan menggunakan teknik survei dengan angket. Angket diisi menurut pendapat setiap murid terhadap kesulitan serta faktor-faktor yang menghambat mereka dalam mengikuti pembelajaran daring melalui aplikasi zoom meeting yang digunakannya. Untuk mempermudah peneliti dalam membuat angket, angket dibuat berdasarkan kisi- kisi dari indikator yang ada.

Tabel 3.2 Instrumen Angket Penelitian

Variabel Faktor Indikator Item Soal

Jumlah (+) (-)

Analisis Kesulitan Belajar Murid Kelas IV dalam

Mengikuti Pembelajaran Daring Melalui

Aplikasi Zoom MeetingPada Masa Pandemi Covid-19diSD Inpres Sero

Kabupaten Gowa.

Finansial

Penggunaan paket data atau

kuota internet. 2, 4 1, 3, 5 5

Siswa memiliki fasilitas

berupa HP atau laptop. 8, 10 6, 7, 9 5 Jaringan

Stabilitas koneksi internet. 12, 14

11, 13,

15 5

Wilayah tempat tinggal siswa yang terjangkau jaringan.

17, 19

16, 18,

20 5

Fitur dan layanan

zoom

Siswa paham cara mengoperasikan zoom meeting.

21,

23 22, 24 4

Keterbatasan zoom gratis. 27 25, 26 3 Keterbatasan mikrofon zoom. 30 28, 29 3

JUMLAH SOAL 12 18 30

(50)

Tabel 3.3 Pedoman Penskoran Jawaban Angket

Butir Soal Tally

SS S N/R TS STS

Positif 5 4 3 2 1

Negatif 1 2 3 4 5

Sumber : Skala Likert Keterangan :

SS = Sangat Setuju S = Setuju

N/R = Netral/Ragu-Ragu TS = Tidak Setuju

STS = Sangat Tidak Setuju

G. Teknik Pengumpulan Data

Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini yaitu data kesulitan belajar serta faktor-faktor yang menghambat murid kelas IV dalam mengikuti pembelajaran daring melalui aplikasi zoom meeting pada masa pandemi covid-19 di SD Inpres Sero Kabupaten Gowa melalui :

1. Angket

Teknik pengumpulan data melalui angket berisi pernyataan-pernyataan yang akan diberikan kepada murid menggunakan lima opsi jawaban.

Dikarenakan masih dalam kondisi pandemi dan pembelajaran yang dilakukan secara daring, maka peneliti mengumpulkan data dengan cara mengirimkan angket melalui google form.

2. Dokumen

Teknik pengumpulan data menggunakan dokumen berupa buku tentang

“Implementasi Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19 di Tingkat SD/MI”, buku tentang "Zoom for Teachers”, serta data jumlah murid kelas IV SD

(51)

35

Inpres Sero Kabupaten Gowa.

H. Teknik Analisis Data

Analisis data dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif menggunakan persentase, Suharsimi Arikunto (2002:213). Jenis penelitian ini memperoleh angka-angka dari angket penelitian yang kemudian dijumlahkan dan dikelompokkan sesuai instrumen penelitian.

Dalam penelitian ini peneliti akan mengubah data kualitatif menjadi data kuantitatif, sebab data yang dikumpulkan melalui angket. Sehingga data yang diperolah yaitu data kualitatif, kemudian nantinya diperoleh skor. Setelah data tekumpul, selanjutnya data tesebut diolah dan dijumlahkan skor hasil penilaiannya.

Berdasarkan hasil pengambilan data dan telah diketahui hasil dari penilaiannya, kemudian dikategorikan menjadi 5 yaitu “sangat tinggi”, “tinggi”,

“sedang”, “rendah” dan “sangat rendah”. kelima kategori tersebut adalah penentuan menurut Anas Sudijono (2011:175) sebagai berikut:

Tabel 3.4 Kategori Kesulitan Belajar.

Interval Kategori

X ≥ M + 1,5 SD Sangat Tinggi

M + 0,5 SD ≤ X < M + 1,5 SD Tinggi M - 0,5 SD ≤ X < M + 0,5 SD Sedang M - 1,5 SD ≤ X < M - 0,5 SD Rendah

X < M - 1,5 SD Sangat Rendah

Sumber: Anas Sudijono, (2011: 175) Keterangan:

X =Skor SD = Standar Deviasi M = Rata-Rata

(52)

Selanjutnya perolehan angka dari masing-masing murid diterjemahkan kedalam kalimat kualitatif. Angka yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif. Teknik analisis tersebut digunakan untuk mengubah angka menjadi sebuah kalimat. Menurut Suharsimi Arikunto (2001:236) berikut rumus untuk menentukan sebuah persentase :

P = x 100 %

Keterangan : P = Persentase f = frekuensi N = Jumlah Siswa

(53)

37 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Hasil penelitian yang ditampilkan yaitu perolehan angket penelitian dari murid kelas IV sebanyak 34 orang di SD Inpres Sero Kabupaten Gowa.

Penelitian kesulitan belajar murid kelas IV dalam mengikuti pembelajaran daring melalui aplikasi zoom meeting pada masa pandemi covid-19 di SD Inpres Sero Kabupaten Gowa terdiri dari tiga faktor, yaitu faktor finansial, faktor jaringan, serta faktor fitur dan layanan zoom. Berdasarkan perolehan hasil olah data angket dari keseluruhan faktor, maka didapatkan nilai maksimal yaitu sebesar 122, nilai minimal yaitu 60 dan nilai rata-rata sebesar 86.32.

Agar memudahkan pendeskripsian data, kemudian dilakukan pengkategorian yang mencakup pengkategorian seluruh jawaban murid dan pengkategorian setiap faktornya.

Tabel 4.1 Kesulitan Belajar Murid Kelas IV dalam Mengikuti Pembelajaran Daring Melalui Aplikasi Zoom Meeting Pada Faktor Finansial.

No Kategori Interval Frekuensi Persentase

1. Sangat Tinggi 43 – 50 0 0 %

2. Tinggi 35 – 42 5 14.71 %

3. Sedang 27 – 34 19 55.88 %

4. Rendah 19 – 26 10 29.41 %

5. Sangat Rendah 10 – 18 0 0 %

Jumlah 34 100 %

Sumber : Data Olahan Microsoft Excel 2010

Gambar

Gambar 2.1 Portal Website Zoom ...................................................................
Gambar 2.2 Portal Pembuatan Password Zoom
Gambar 2.3 Kerangka Berfikir
Tabel 3.1 Keadaan Populasi
+7

Referensi

Dokumen terkait

Result and Discussion There are seven aspects of the learning application the researchers want to discover in this study, those are: Visual Appearance Aspect, Material Organization

tsffiA[ HASII PBIIIANH S.SHAT SMNAilE ATAU M ffiTW IGRYA ltli{AH JllftllAL lLliftffl Judul knya llmiah : ilndertsanding The Sufism and lslamic Jurisprudencefieasoning in the Term of