• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS RASIO KEUANGAN SEBAGAI ALAT PREDIKSI LABA PADA BANK RAKYAT INDONESIA PERIODE 2011-2017 SKRIPSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "ANALISIS RASIO KEUANGAN SEBAGAI ALAT PREDIKSI LABA PADA BANK RAKYAT INDONESIA PERIODE 2011-2017 SKRIPSI"

Copied!
121
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

diajukan kepada Institut Agama Islam Negeri Jember untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh

gelar Sarjana Ekonomi (S.E.) Program Studi Perbankan Syariah

Jurusan Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Oleh :

ANA MASRUROH MUTIA NIM : 083143296

Dosen Pembimbing

Agung Parmono, S.E., M.Si.

NIP. 19751216 200912 1 002

PROGRAM STUDI PERBANKAN SYARIAH JURUSAN EKONOMI ISLAM

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER

2019

(2)
(3)
(4)

2011-2017.

Laporan keuangan adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan kondisi hasil keuangan dan hasil operasi perusahaan.

Pihak-pihak yang berkepentingan adalah manajer, pemilik, kreditur, investor, penyalur, karyawan, lembaga pemerintah, dan masyarakat umum.

Rumusan masalah yang diteliti dalam skripsi ini adalah; 1. Apakah rasio keuangan Capital Adequacy Ratio (CAR), Return On Asset (ROA), dan Return On Equity (ROE) berpengaruh terhadap prediksi laba secara simultan pada bank BRI periode 2011-2017 ? 2. Apakah rasio keuangan Capital Adequacy Ratio (CAR), Return On Asset (ROA), dan Return On Equity (ROE) berpengaruh terhadap prediksi laba secara parsial pada bank BRI periode 2011-2017 ?.

Tujuan penelitian dalam skripsi ini adalah: 1. Menganalisis pengaruh rasio keuangan Capital Adequacy Ratio (CAR), Return On Asset (ROA), dan Return On Equity (ROE) berpengaruh terhadap prediksi laba secara simultan pada bank BRI. 2. Menganalisis pengaruh rasio keuangan Capital Adequacy Ratio (CAR), Return On Asset (ROA), dan Return On Equity (ROE) berpengaruh terhadap prediksi laba secara parsial pada bank BRI.

.Adapun metodologi dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, dengan menggunakan data sekunder. Data sekunder adalah data yang telah dikumpulkan oleh lembaga pengumpul data dan dipublikasikan kepada masyarakat pengguna data. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dari laporan keuangan yang dipublikasikan oleh PT.

Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Tahun 2011-2017.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Capital Adequacy Ratio (CAR), berpengaruh positif secara parsial dan Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE) tidak berpengaruh positif secara parsial terhadap prediksi laba di PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Tahun 2011-2017. Sedangkan secara simultan Capital Adequacy Ratio (CAR), Return On Asset (ROA), dan Return On Equity (ROE) berpengaruh positif secara simultan terhadap prediksi laba di PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Tahun 2011-2017.

Kata Kunci : Capital Adequacy Ratio (CAR), Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE), Laba (Earning After Tax)

(5)

Ratios as Prediction of Profit at the Bank Rakyat Indonesia Period 2011-2017.

Financial statements are the result of an accounting process that can be used as a tool to communicate with parties with an interest in the conditions of financial results and the results of the company's operations. Stakeholders are managers, owners, creditors, investors, suppliers, employees, government agencies, and the general public.

The formulation of the problem examined in this paper is; 1. Does the financial ratio of Capital Adequacy Ratio (CAR), Return On Assets (ROA), and Return On Equity (ROE) affect the predictions of simultaneous earnings in BRI banks in the period 2011-2017? 2. Does the financial ratio of Capital Adequacy Ratio (CAR), Return On Assets (ROA), and Return On Equity (ROE) influence the prediction of partial profit on BRI banks in the 2011-2017 period?

The research objectives in this paper are: 1. Analyzing the effect of financial ratios Capital Adequacy Ratio (CAR), Return On Assets (ROA), and Return On Equity (ROE) affect the predictions of simultaneous earnings at BRI banks. 2. Analyzing the influence of financial ratios of Capital Adequacy Ratio (CAR), Return On Assets (ROA), and Return On Equity (ROE) affect the profit predictions partially at BRI banks.

As for the methodology in this study is a quantitative approach, using secondary data. Secondary data is data that has been collected by data collection agencies and published to the data user community. Secondary data used in this study are data obtained from financial statements published by PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Year 2011-2017.

The results showed that the Capital Adequacy Ratio (CAR), partially positive effect and Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE) did not partially have a positive effect on profit predictions at PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Year 2011-2017. While simultaneously the Capital Adequacy Ratio (CAR), Return On Assets (ROA), and Return On Equity (ROE) simultaneously have a positive effect on profit predictions at PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Year 2011-2017.

Keywords: Capital Adequacy Ratio (CAR), Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), Profit (Earning After Tax)

(6)

x DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii

PENGESAHAN TIM PENGUJI ... iii

MOTTO ... iv

PERSEMBAHAN ... v

KATA PENGANTAR ... vi

ABSTRAK ... viii

ABSTRACT ... ix

DAFTAR ISI ... x

DAFTAR TABEL ... xiv

DAFTAR GAMBAR ... xv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 9

C. Tujuan Penelitian ... 9

D. Manfaat penelitian ... 9

E. Ruang Lingkup Penelitian ... 11

F. Definisi Operasional ... 12

G. Asumsi Penelitian ... 13

H. Hipotesis ... 13

I. Metode Penelitian ... 14

1. Pendekatan dan Jenis Penelitian... 14

(7)

xi

2. Populasi dan Sampel ... 15

3. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data ... 16

4. Analisis Data ... 17

a. Uji Asumsi Klasik ... 17

1) Uji Normalitas ... 17

2) Uji Multikolinieritas ... 18

3) Uji Heterokedastisitas ... 19

4) Uji Autokorelasi ... 20

b. Uji Hipotesis ... 21

1) Analisis Uji t ( Uji Parsial) ... 21

2) Analisis Uji F (Uji Simultan) ... 23

c. Analisis Regresi Berganda ... 24

J. Sistematika Pembahasan ... 26

BAB II KAJIAN KEPUSTAKAAN ... 27

A. Penelitian Terdahulu ... 27

B. Kajian Teori ... 42

1. Analisis Rasio Keuangan ... 42

2. Laba ... 62

BAB III PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS ... 65

A. Gambaran Obyek Penelitian ... 65

B. Penyajian Data ... 72

C. Analisis Dan Pengujian Hipotesis ... 74

1. Uji Asumsi Klasik ... 74

(8)

xii

a. Uji Normalitas ... 74

b. Uji Multikolinieritas ... 75

c. Uji Heterokedastisitas ... 76

d. Uji Autokorelasi ... 77

2. Uji Hipotesis ... 79

a. Analisis Uji t (Uji Parsial) ... 79

b. Analisis Uji F (Uji Simultan) ... 81

3. Analisis Regresi Linier Berganda ... 82

4. Koefisien Determinasi ... 85

D. Pembahasan ... 86

1. Analisis dan Interpretasi secara Parsial Capital Adequacy Ratio, Return On Asset, dan Return On Equity terhadap laba bersih setelah pajak (Earning After Tax) ... 86

2. Analisis dan Interpretasi secara Simultan ... 88

BAB IV PENUTUP ... 91

A. Kesimpulan ... 91

B. Saran-Saran ... 92

DAFTAR PUSTAKA ... 93

(9)

xiii LAMPIRAN

Lampiran 1 : Matrik

Lampiran 2 : Surat Izin Penelitian Lampiran 3 : Surat Selesai Penelitian Lampiran 4 : Pernyataan Keaslian Tulisan

Lampiran 5 : Data Variabel Dependen dan Independen Lampiran 6 : Hasil Uji Normalitas

Lampiran 7 : Hasil Uji Multikolinieritas Lampiran 8 : Hasil Uji Heteroskedastisitas Lampiran 9 : Uji Durbin – Watson

Lampiran 10 : Hasil Uji Autokorelasi Lampiran 11 : Hasil Uji t

Lampiran 12 : Hasil Uji F

Lampiran 13 : Hasil Uji Regresi Linier Berganda Lampiran 14 : Tabel Durbin Watson

Lampiran 15 : Tabel t Lampiran 16 : Tabel F

Lampiran 17 : Biodata Penulis

(10)

1 A. Latar Belakang Masalah

Bank merupakan lembaga intermediasi yang berperan sebagai perantara keuangan dari pihak-pihak pemilik dana dengan pihak-pihak yang membutuhkan dana. Selain itu, bank harus menperhatikan tingkat kesehatan bank agar selalu terpelihara karena bank mengandalkan kepercayaan nasabah dalam kegiatan usahanya.2

Sebagai lembaga kepercayaan, bank tidak hanya dibutuhkan atau bermanfaat bagi individu dan masyarakat secara keseluruhan, tetapi juga sangat berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan ekonomi suatu negara. Dalam proses intermediasi, dana yang dikerahkan atau dimobilisasi oleh suatu bank selanjutnya akan disalurkan dan diinvestasikan ke sektor- sektor ekonomi yang produktif. Kegiatan bank ini tentu saja akan meningkatkan investasi, produksi, serta konsumsi barang dan jasa yang berarti akan meningkatkan kegiatan ekonomi suatu negara. Sementara itu, perbankan juga sangat berperan dalam pelaksanaan kebijakan moneter. Efektivitas kebijakan moneter akan sangat dipengaruhi oleh kesehatan dan stabilitas sektor perbankan.

2 Mahardian, Pandu. 2008. Analisis Pengaruh Rasio Car, Bopo, Npl, Nim Dan Ldr Terhadap Kinerja Keuangan Perbankan (Studi Kasus Perusahaan Perbankan Yang Tercatat Di Bej Periode Juni 2002 – Juni 2007). Tesis. Universitas Diponegoro, Semarang.

(11)

Melihat peran perbankan yang sangat strategis tersebut, maka kesehatan dan stabilitas perbankan menjadi sesuatu yang sangat vital. Bank yang sehat, baik secara individu maupun secara keseluruhan sebagai suatu sistem, merupakan kebutuhan suatu perekonomian yang ingin tumbuh dan berkembang dengan baik. Kesehatan dan stabilitas perbankan akan sangat berpengaruh terhadap pasang surut suatu perekonomian. Sebagai gambaran, dengan terganggunya fungsi intermediasi perbankan setelah terjadinya krisis perbankan di Indonesia, antara lain telah mengakibatkan melambatnya kegiatan investasi dan pertumbuhan ekonomi.

Laporan keuangan adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan kondisi hasil keuangan dan hasil operasi perusahaan.

Pihak-pihak yang berkepentingan adalah manajer, pemilik, kreditur, investor, penyalur, karyawan, lembaga pemerintah, dan masyarakat umum.3

Untuk dapat menilai kondisi ekonomi suatu perusahaan maka dibutuhkan suatu informasi berupa informasi laporan keuangan. Laporan keuangan disusun dengan tujuan untuk menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, dan perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.

3 Djarwanto, Pokok-pokok Analisa Laporan Keuangan. Edisi Kedua (Yogyakarta : BPFE,2004), 1.

(12)

Penelitian ini dimaksudkan untuk melakukan pengujian lebih lanjut temuan-temuan empiris mengenai rasio keuangan, khususnya yang menyangkut kegunaannya dalam memprediksi laba yang akan datang. Alasan pemilihan judul ini dikarenakan laba mencerminkan kinerja perusahaan, dari ukuran laba maka dapat dilihat apakah perusahaan mempunyai kinerja yang bagus atau tidak. Jika rasio keuangan dapat dijadikan sebagai prediktor perubahan laba di masa yang akan datang, temuan ini merupakan pengetahuan yang cukup berguna bagi para pemakai laporan keuangan yang secara riil, maupun potensial berkepentingan dengan suatu perusahaan. Sebaliknya, jika rasio tidak cukup signifikan dalam memprediksi perubahan laba di masa yang akan datang, hasil penelitian ini akan memperkuat bukti tentang inkonsistensi temuan-temuan empiris sebelumnya.

Alasan pemilihan objek disini dikarenakan oleh beberapa faktor yang pertama karena BRI memiliki jaringan terluas, kedua bank BRI merupakan pencetak laba terbesar, pada tahun 2014 laba yang diperoleh BRI senilai 24.1 triliun, pada tahun 2015 senilai 25.2 triliun dan pada tahun 2016 laba yang diperoleh mencapai 25.7 triliun, karena faktor tersebut penulis memutuskan untuk memilih Bank Rakyat Indonesia sebagai objek dari penelitian ini.4

Selain pembahasan diatas ada yang berperan besar bagi perekonomian suatu Negara yakni pasar modal karena pasar modal memberikan dua fungsi sekaligus, fungsi ekonomi dan fungsi keuangan. Pasar modal dikatakan memiliki fungsi ekonomi karena pasar modal menyediakan fasilitas atau

4 www.bri.co.id (Diakses 15 September 2018, Pukul 10:30 WIB)

(13)

wahana yang mempertemukan dua kepentingan yaitu pihak yang memiliki kelebihan dana (investor) dan pihak yang memerlukan dana (issuer). Dengan adanya pasar modal maka perusahaan publik dapat memperoleh dana segar masyarakat melalui penjualan Efek saham melalui prosedur IPO (Initial Public Offering) atau efek utang (obligasi). Pasar modal dikatakan memiliki fungsi keuangan, karena pasar modal memberikan kemungkinan dan kesempatan memperoleh imbalan (return) bagi pemilik dana, sesuai dengan karakteristik investasi yang dipilih. Jadi diharapkan dengan adanya pasar modal aktivitas perekonomian menjadi meningkat karena pasar modal merupakan alternatif pendanaan bagi perusahaan-perusahaan untuk dapat meningkatkan pendapatan perusahaan dan pada akhirnya memberikan kemakmuran bagi masyarakat yang lebih luas. Setiap investor yang akan melakukan investasi pada perusahaan yang terdaftar pada pasar modal akan melakukan analisis terlebih dahulu atas perusahaan yang akan diinvestasikannya.

Dalam mengambil keputusan investasi, para investor perlu menganalisis laporan keuangan agar keputusan yang diambil tidak mengandung resiko kerugian. Untuk itu, investor memerlukan informasi keuangan yang dapat diperoleh dari laporan keuangan perusahaan tersebut. Keputusan berinvestasi pada suatu perusahaan akan diambil investor apabila mereka menganggap bahwa investasi tersebut akan menguntungkan. Untuk mengetahuinya, investor perlu menganalisis prospek dari perusahaan tersebut, yaitu melalui kinerjanya yang tercermin didalam laporan keuangan. Tujuan disajikannya

(14)

laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi yang berguna bagi calon investor, investor dan kreditor untuk memprediksi, membandingkan, dan mengevaluasi aliran kas potensial bagi mereka dalam hal jumlah, waktu, dan ketidakpastian. Jadi, dari laporan keuangan perusahaan dapat diperoleh informasi tentang posisi keuangan perusahan, kinerja perusahaan, aliran kas perusahan, dan informasi lainnya yang sangat berkaitan dengan laporan keuangan termasuk informasi mengenai laba perusahaan.

Salah satu komponen dalam laporan keuangan adalah informasi laba yang bertujuan untuk menilai kinerja dalam perusahaan, membantu mengestimasi kemampuan laba yang representatif dalam jangka panjang dan menaksir risiko dalam investasi atau meminjamkan dana karena investor memiliki kecenderungan bereaksi terhadap segala informasi yang berhubungan dengan perusahaan yang mempengaruhi nilai investasi mereka di perusahaan tersebut.

Laba memiliki potensi informasi yang sangat penting bagi pihak eksternal maupun internal.5 Laba sering digunakan sebagai dasar untuk mengukur pengembalian investasi maupun penghasilan per lembar saham (earning per share). Dividen yang akan diterima oleh investor tergantung pada jumlah laba yang diperoleh perusahaan di masa yang akan datang. Bagi kreditor, laba dan arus kas operasi merupakan sumber pembayaran pokok dan bunga pinjamannya. Oleh karena itulah, prediksi laba perusahaan menjadi sangat penting untuk dilakukan.

5 Dwiatmini, Sesilia dan Nurkholis, 2001. Analisis Reaksi Pasar Terhadap Informasi Laba : Kasus Praktik Perataan Laba Pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Telaah

Ekonomi, Manajemen, Dan Akuntansi. Vol III No 1. Maret 2001. Hal 27

(15)

Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses akuntansi sebagai sarana penyampaian informasi keuangan. Lembaga keuangan diharapkan tidak hanya mengungkapkan secara wajib sesuai peraturan yang berlaku laporan keuangannya, tetapi secara sadar mengungkapkan secara sukarela laporan keuangan perusahaan publik serta diwajibkan untuk diaudit, proses pengauditan dilakukan oleh auditor independen sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada pihak-pihak yang membutuhkan. Hal ini disebabkan laporan keuangan harus dapat memberikan informasi yang relevan, penuh dan terbuka supaya dapat dipahami dan bermanfaat bagi para pengambil keputusan.

Laporan keuangan bagi investor digunakan sebagai bahan analisis dalam melakukan keputusan investasi. Karena investasi merupakan kegiatan yang sangat beresiko dan penuh ketidakpastian, maka pengungkapan sukarela laporan keuangan tahunan perusahaan diharapkan mampu mengurangi ketakutan para investor dalam melakukan kegiatan investasi. Para investor sangat membutuhkan informasi laporan keuangan perusahaan yang dapat dipercaya, relevan, penuh dan transparan. Pengungkapan sukarela yang dilakukan perusahaan dapat menjaga keharmonisan hubungan manajemen perusahaan dengan serikat pekerja, hal ini terkait dengan kebijakan perusahaan terhadap kesejahteraan pekerja dan kelangsungan produktivitas yang efektif dalam perusahaan.

(16)

Di dalam Statement of Financial Accounting Concept No. 1 Obejctive of Financial Reporting by Business Enterprises dinyatakan bahwa tujuan utama pelaporan keuangan adalah menyediakan informasi tentang prestasi perusahaan yang disajikan melalui pengukuran laba dan komponennya.

Informasi laba yang merupakan bagian dari informasi akuntansi umumnya digunakan sebagai alat untuk mengukur kinerja perusahaan. Di mana semakin besar laba, maka semakin baik penilaian atas kinerja perusahaan. Penyajian informasi laba merupakan pengukur kinerja perusahaan yang penting jika dibandingkan dengan pengukur kinerja yang lain, seperti meningkatnya atau menurunnya modal bersih. Selain itu, laba merupakan pengukuran atas perubahan kekayaan pemegang saham (perubahan nilai) maupun merupakan estimasi laba masa depan.

Salah satu cara yang diyakini dapat memprediksi laba perusahaan adalah dengan menggunakan rasio keuangan. Untuk mengetahui apakah suatu perusahaan mendapatkan laba atau mengalami pertumbuhan laba dapat dilakukan dengan menghitung dan menginterpretasikan rasio keuangan perusahaan. Rasio-rasio keuangan biasa digunakan dalam penilaian kinerja secara teoritis dan praktis. Secara teoritis, rasio keuangan dikatakan memiliki kegunaan apabila dapat dipakai untuk memprediksi fenomena ekonomi. Salah satunya adalah perubahan laba. Oleh karena itulah, penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk menguji kekuatan prediksi rasio keuangan atas perubahan laba. Jika rasio keuangan terbukti dapat dijadikan sebagai prediktor perubahan laba di masa yang akan datang, temuan dalam penelitian ini tentu

(17)

menjadi pengetahuan yang cukup berguna bagi para pemakai laporan keuangan yang baik secara riil maupun potensiil berkepentingan dengan suatu perusahaan.

Penelitian ini dimaksudkan untuk melakukan pengujian lebih lanjut temuan-temuan empiris mengenai rasio keuangan, khususnya menyangkut kegunaannya dalam memprediksi laba yang akan datang. Penelitian ini berbeda dengan penelitian sebelumnya karena variabel yang digunakan berbeda. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah perubahan Capital Adequacy Ratio (CAR), Return On Asset (ROA), dan Return On Equity (ROE). Dan periode pengamatan dalam penelitian ini selama 7 tahun.

Dari hasil penelitian sebelumnya masih menunjukkan hasil yang berbeda beda karena dalam penelitian sebelumnya tidak disebutkan secara jelas dari sudut pandang pihak mana penelitian tersebut dilakukan. Untuk itu peneliti lebih mempersempit penelitian ini jika di lihat dari sudut pandang investor dan calon investor. Maka, penelitian ini mengambil beberapa variabel penelitian dalam memprediksi laba yang akan datang seperti Capital Adequacy Ratio (CAR), Return On Asset (ROA), dan Return On Equity (ROE). Alasannya karena pihak investor dalam melakukan investasi umumnya mempertimbangkan risiko dan return yang diperoleh, sehingga tidak cukup jika hanya menggunakan satu atau dua rasio saja untuk menilai kinerja perusahaan secara keseluruhan.

(18)

Berdasarkan hal-hal yang diuraikan di atas, maka dirasa perlu untuk melakukan penelitian sebagai bahan skripsi dengan judul " Analisis Rasio Keuangan Terhadap Prediksi Laba Pada Bank Rakyat Indonesia Tahun 2011 - 2017 ".

B. Rumusan Masalah

Setelah masalah diidentifikasikan, dan dibatasi, maka selanjutnya masalah tersebut dirumuskan.6 Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Apakah rasio keuangan Capital Adequacy Ratio (CAR), Return On Asset (ROA), dan Return On Equity (ROE) berpengaruh terhadap prediksi laba secara parsial pada bank BRI periode 2011-2017 ?

2. Apakah rasio keuangan Capital Adequacy Ratio (CAR), Return On Asset (ROA), dan Return On Equity (ROE) berpengaruh terhadap prediksi laba secara simultan pada bank BRI periode 2011-2017 ?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menguji apakah rasio keuangan Capital Adequacy Ratio (CAR), Return On Asset (ROA), dan Return On Equity (ROE) berpengaruh terhadap prediksi laba pada bank BRI:

1. Menganalisis pengaruh rasio keuangan Capital Adequacy Ratio (CAR), Return On Asset (ROA), dan Return On Equity (ROE) berpengaruh terhadap prediksi laba secara parsial pada bank BRI.

6 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Bandung: ALFABETA, 2015), 31.

(19)

2. Menganalisis pengaruh rasio keuangan Capital Adequacy Ratio (CAR), Return On Asset (ROA), dan Return On Equity (ROE) berpengaruh terhadap prediksi laba secara simultan pada bank BRI.

D. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian berisi tentang kontribusi apa yang akan diberikan setelah selesai melakukan penelitian. Kegunaan dapat berupa kegunaan yang bersifat teoritis dan praktis, seperti kegunaan bagi penulis, instansi dan masyarakat secara keseluruhan. Kegunaan penelitian harus realistis.7

Adapun manfaat penelitian yang diharapkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Manfaat Teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah dan memperluas pengetahuan tentang prediksi laba dengan menggunakan analisa rasio keuangan. Penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi dan bahan pembanding bagi penelitian selanjutnya.

2. Manfaat Praktis a. Bagi Manajemen

Penelitian ini diharapkan akan memberikan pengetahuan mengenai kegunaan-kegunaan rasio keuangan dalam memprediksi laba di masa yang akan datang.

7STAIN, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Jember: Stain Press, 2014), 38.

(20)

b. Bagi Investor

Penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan pada investor maupun calon investor untuk memprediksi laba.

c. Bagi Akademis IAIN Jember

Sebagai pengembangan ilmu dan sebagai referensi kepustakaan terkait dengan Analisis rasio keuangan sebagai alat prediksi laba pada bank rakyat indonesia. Dan menjadikan motivasi dan inspirasi untuk melakukan penelitian selanjutnya.

E. Ruang Lingkup Penelitian 1. Variabel Penelitian

Variabel dapat diartikan sebagai sesuatu yang menjadi objek penelitian, atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian.8 Sering kali dinyatakan variabel penelitian sebagai faktor yang berperan dalam peristiwa atau gejala yang akan diteliti. Variabel penelitian yang digunakan ada dua jenis, yaitu variabel independen (bebas) sebagai variabel yang mempengaruhi (X) dan variabel dependen (terikat) sebagai variabel yang mempengaruhi (Y).

Adapun variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

Variabel X1, yaitu Return On Asset (CAR) Variabel X2, yaitu Return On Equity (ROA) Variabel X3, yaitu Return On Investment (ROE) Variabel Y, yaitu Earning After Tax

8Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), 161.

(21)

2. Indikator Variabel

Indikator dapat diartikan sebagai petunjuk, gejala yang menunjukkan keterkaitan suatu masalah.9 Adapun indikator dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

Tabel 1.1 Indikator Variabel

Variabel Indikator Variabel Rasio Keuangan CAR

ROA ROE Prediksi Laba EAT Sumber data diolah

F. Definisi Operasional

1. CAR (Capital Adeacy Ratio) merupakan rasio kecukupan modal yang menunjukkan kemampuan perbankan dalam menyediakan dana yang digunakan untuk mengatasi kemungkinan risiko kerugian.

2. ROA (Return on Assets) merupakan rasio yang mengukur kemampuan perbankan dalam menghasilkan profit atau laba dengan cara membandingkan laba bersih dengan sumber daya atau total asset yang dimiliki.

3. ROE (Return On Equity) adalah cara mengukur seberapa besar tingkat pengembalian atas modal yang telah disetor dalam suatu usaha.

4. EAT (Earning After Tax) merupakan perbandingan antara pendapatan yang dihasilkan (laba bersih) dan jumlah saham yang beredar.

9Adi Gunawan, Kamus Praktis Ilmiah Populer (Surabaya: Kartika, T.T), 181.

(22)

G. Asumsi Penelitian

Asumsi penelitian biasa disebut juga sebagai anggapan dasar, yaitu sebuah titik tolak pemikiran yang kebenarannya diterima oleh peneliti.10 Asumsi dari peneliti menyatakan bahwa yang mempengaruhi laba adalah Capital Adequacy Ratio (CAR), Return On Asset (ROA), dan Return On Equity (ROE).

Gambar 1.1 Kerangka Penelitian

Keterangan : : Garis pengaruh simultan : Garis pengaruh parsial H. Hipotesis

Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, di mana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Terdapat dua macam hipotesis penelitian, yaitu hipotesis kerja dan hipotesis nol. Hipotesis kerja dinyatakan dalam kalimat positif dan hipotesis nol dinyatakan dalam kalimat negatif.11

Adapun yang menjadi hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai

10 Babun Suhartodkk, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Jember: STAIN Jember Press, 2014), 39.

11 Ibid., 65.

CAR(X1)

ROA (X2)

ROE (X3)

EAT (Y)

(23)

berikut: Pengaruh rasio keuangan Capital Adequacy Ratio (CAR), Return On Asset (ROA), dan Return On Equity (ROE) terhadap prediksi laba.

Maka dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa:

H1 : Ada pengaruh rasio keuangan Capital Adequacy Ratio (CAR), Return On Asset (ROA), dan Return On Equity (ROE) secara simultan terhadap prediksi laba.

H2 : Ada pengaruh rasio keuangan Capital Adequacy Ratio (CAR), Return On Asset (ROA), dan Return On Equity (ROE) secara parsial terhadap prediksi laba.

I. Metode Penelitian

1. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif pada dasarnya menekankan analisisnya pada data-data numerikal (angka) yang diolah dengan metode statistika untuk memperoleh keterangan mengenai apa yang ingin kita ketahui.12 Pada dasarnya, penelitian kuantitatif dilakukan peneliti inferensial (dalam rangka pengujian hipotesis) dan menyandarkan kesimpulan hasilnya pada suatu protabilitas kesalah penolakan hipotesis nihil. Dengan metode kuantitatif akan diperoleh signifikansi perbedaan kelompok atau signifikansi hubungan antar variabel yang diteliti.

12 Moh. Kasiram, Metodologi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif (Malang: UIN Maliki Press, 2008), 172.

(24)

Dalam melakukan penelitian, peneliti menggunakan jenis penelitian asosiatif karena rumusan masalahnya bersifat menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih. Penelitian ini juga menggunakan hubungan kausal karena bersifat sebab akibat.

Penelitian ini menggunakan data sekunder, data sekunder adalah data yang telah dikumpulkan oleh lembaga pengumpul data dan dipublikasikan kepada masyarakat pengguna data.13 Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah Data Laporan Tahunan BRI dari tahun 2011-2017.

Sesuai dengan pendekatan yang digunakan oleh peneliti, maka peneliti banyak dituntut untuk menggunakan angka-angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya.14

2. Populasi dan Sampel a. Populasi

Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian.15 Populasi dalam penelitian ini adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan data laporan tahunan yang telah dipublikasikan dan telah diaudit pada tahun 2011 sampai tahun 2017.16

13 Masyuri & M. Zainuddin, Metodologi Penelitian Praktis dan Aplikatif (Bandung: Refika Aditama, 2011), 19.

14 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta: Rineka Cipta Grafindo Persada, 2016), 118.

15 Ibid., 173.

16 www.bri.co.id

(25)

b. Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan dapat diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representatif (mewakili).17

Penelitian ini menggunakan data time series, yaitu data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu untuk melihat perkembangan suatu kejadian selama periode tersebut.

3. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data

Bagian terpenting dalam proses penelitian adalah data yang berkenaan dengan penelitian. Sebab inti dari sebuah penelitian adalah terkumpulnya data atau informasi, kemudian data diolah atau dianalisa dan akhirnya hasil analisis tersebut diterjemahkan atau diinterpretasikan sebagai kesimpulan penelitian.

Adapun instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik instrumen pengumpulan data studi kepustakaan, yaitu data diperoleh dari beberapa literatur yang berkaitan dengan masalah yang sedang diteliti. Penelitian ini menggunakan data

17Sugiyono, Metode Penelitian. 81.

(26)

kuantitatif yang berupa data sekunder, diperoleh dari data laporan tahunan BRI dari tahun 2011-2017.18

4. Analisis Data

Dalam penelitian kuantitatif, analisis data merupakan kegiatan setelah data dari responden atau sumber data terkumpul, kegiatan dalam analisis data adalah; mengelompokkan data berdasarkan variabel dari seluruh responden, melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan. Adapun alat analisis kuantitatif dalam penelitian adalah sebagai berikut:19

a. Uji Asumsi Klasik

Untuk mendapatkan model regresi yang baik harus terbebas dari penyimpangan data dalam penelitian yang diantaranya adalah terhindar dari adanya multikolinieritas, heteroskedastisitas, autokorelasi dan normalitas.

1) Uji Normalitas

Uji normalitas dimaksudkan untuk menguji apakah nilai residual yang telah distandarisasi pada model regresi terdistribusi normal atau tidak. Nilai residual dikatakan terdistribusi normal jika nilai residual terstandarisasi tersebut sebagian besar mendekati nilai rata-ratanya. Nilai residual terstandarisasi yang berdistribusi normal jika digambarkan dengan bentuk kurva akan membentuk gambar lonceng (bell-

18 www.bri.co.id (Diakses 15 September 2018, Pukul 10:30 WIB)

19 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2013), 145.

(27)

shaped curve) yang kedua sisinya melebar sampai tidak terhingga. Berdasarkan pengertian uji normalitas disini tidak dilakukan per variabel (univariate) tetapi hanya terdapat nilai residual terstandarisasiya (multivariate).

Cara untuk menguji normalitas adalah dengan menggunakan Normal Probability Plot, yaitu dengan membandingkan distribusi kumulatif dari data sesungguhnya dengan distribusi kumulatif dari distribusi normal. Distribusi normal digambarkan dengan sebuah diagonal lurus dari kiri bawah ke kanan atas. Distribusi kumulatif dari data sesungguhnya digambarkan dengan ploting. Jika data normal maka garis yang menggambarkan data sesunggunya akan mengikuti atau merapat ke garis diagonalnya.20

2) Uji Multikoliniearitas

Uji multikolinieritas dilakukan untuk mengetahui apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Jika terjadi korelasi, terdapat masalah multikolinieritas yang harus diatasi.

Multikolinieritas berarti antara variabel bebas yang satu dengan variabel bebas yang lain dalam model regresi saling berkolerasi linier. Untuk menguji ada tidaknya gejala dari multikolinieritas maka dapat digunakan nilai Variance Inflation

20 Suliyanto, Ekonometrika Terapan: Teori & Aplikasi Dengan Spss, (Yogyakarta: CV. A badi Offset, 2011), 69.

(28)

Factor (VIF) dan Tolerance. Tolerance > 0,10 dan nilai VIF<

10 berarti tidak ada gejala multikolinieritas, sebaliknya apabila nilai Tolerance < 0,10 dan nilai VIF >10 maka ada gejala multikolinieritas.

3) Uji Heterokedastisitas

Heteroskedastsitas berarti ada varian variabel pada model regresi yang tidak sama (konstan). Sebaliknya, jika varian variabel pada model regresi memiliki nilai yang sama (konstan) maka disebut dengan homoskedostisitas.

Untuk mendeteksi adanya masalah heteoskedastisitas dapat digunakan metode analisis grafik. Metode analisis grafik dilakukan dengan mengamati scatterplot dimana sumbu horizontal menggambarkan nilai Predicted Standardized sedangkan sumbu vertikal menggambaran nilai Residual Standardized. Jika scatterplot membentuk pola tertentu, hal itu menunjukkan adanya masalah heteroskedastisitas pada model regresi yang dibentuk. Sedangkan jika scatterplot menyebar secara acak maka hal itu menunjukkan tidak terjadinya masalah heteroskedastisitas pada model regresi yang dibentuk.21

21 Ibid, 95.

(29)

4) Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi digunakan dengan tujuan untuk mengetahui apakah ada korelasi antara kesalahan penganggu pada data observasi satu pengamatan ke pengamatan lainnya dalam model regresi linier. Model regresi yang baik adalah yang tidak terjadi korelasi. Problem autokorelasi sering ditemukan pada penelitian yang menggunakan times series.

Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya problem autokorelasi pada model regresi linier yaitu dengan uji statistik Durbin-Watson. Uji durbin-wiston digunakan dengan cara membandingkan hasil DW statistik dan DW tabel. Jika DW statistik> DW tabel maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat problem autokorelasi.22

Metode pengujian yang sering digunakan adalah dengan uji Durbin-Watson (uji DW). Pengambilan keputusan terkait:

a. Du < dw < 4-du, maka Ha diterima, artinya tidak terjadi autokorelasi.

b. Dw < dl atau dw > 4-dl, maka Ha ditolak, artinya terjadi autokorelasi.

22 Hengky Latana, Analisis Multivariate: Teknik dan Aplikasi, (Bandung: Alfabeta, 2013), 56.

(30)

c. Dl < dw < du atau 4-du < dw < 4-dl, artinya tidak ada kepastian atau kesimpulan yang pasti.23

Salah satu cara untuk mengatasi masalah autokorelasi yaitu dengan memasukkan lag dari variabel terikat menjadi salah satu variabel bebasnya. Maksudnya disini ialah variabel terkait (Y) dalam suatu penelitian ditransform ke dalam bentuk lain menggunakan spss. Setelah di transform ke lag variabel, maka data akan menggeser ke bawah suatu variabel atau data nomor 1 menjadi data nomor 2 pada lag, data nomor 2 menjadi nomor 3 pada lag dan seterusnya sehingga data nomor 1 pada lag akan kosong, sehingga data total akan berkurang satu.

b. Uji Hipotesis

1) Analisis Uji t (parsial)

Uji t dalam regresi linier berganda dimaksudkan untuk menguji apakah parameter (koefisien regresi dan konstanta) yang diduga untuk mengestimasi persamaan model regresi linier berganda sudah merupakan parameter yang tepat atau belum. Maksud tepat disini adalah parameter tersebut mampu menjelaskan perilaku variabel bebas dalam mempengaruhi variabel terikat. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:

23 Dwi Priyanto, Mandiri Belajar Analisis Data Dengan SPSS, (Yogyakarta: Mediakom, 2013), 59.

(31)

a) Menentukan Hipotesis

H1 : β1,2,3 = 0, artinya variabel CAR, ROA, ROE tidak terdapat pengaruh secara parsial.

Ha : β1,2,3 ≠ 0, artinya variabel CAR,ROA, ROE terdapat pengaruh secara parsial.

b) Nilai Kritis

Nilai kritis terdapat dari tabel distribusi t dengan menggunakan tingkat signifikansi 5%.

c) Rumus t Hitung24 t hitung = √

√

Keterangan : t hitung = nilai yang dihipotesiskan r = nilai koefisien korelasi n = jumlah sampel

n = jumlah sampel penelitian d) Keputusan

Nilai signifikansi > 0,05 maka Ha ditolak dan H0 diterima.

Nilai signifikansi < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima.

e) Kesimpulan

Penetapan hipotesis akan dilakukan dengan menggunakan tingkat signifikansi sebesar 0,05 (α = 5%) atau tingkat keyakinan sebesar 0,95 karena tingkat

24 Mundir, Statistik Pendidikan (Jember: STAIN-Jember Press, 2014), 119.

(32)

signifikansi itu yang umum digunakan pada penelitian ilmu-ilmu sosial dan dianggap cukup tepat untuk mewakili hubungan antar variabel yang diteliti.25

2) Analisis Uji F (simultan)

Analisis uji statistik F pada dasarnya menunjukkan bahwa variabel bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh terhadap variabel terikat. Dalam penelitian ini, uji F digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh variabel independen (X) secara simultan terhadap variabel dependen (Y). Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

a) Menentukan Hipotesis

H1 : β1 = β2 =… = βk = 0 artinya variabel independen tidak terdapat pengaruh secara simultan yang signifikan terhadap variabel dependen.

Ha : β1 ≠ β2 ≠…≠ β2 ≠ 0 artinya variabel independen terdapat pengaruh secara simultan yang signifikan terhadap variabel dependen.

b) Nilai kritis

Nilai kritis didapat dari tabel distribusi F dengan menggunakan tingkat signifikansi 5%.

25 Nazir, Metode Penelitian (Jakarta: Ghalia Indonesia, 1999), 460

(33)

c) Rumus F hitung26

n k Keterangan : R = koefisien regresi

n = banyaknya sampel

k = jumlah variabel independen d) Keputusan

Nilai signifikansi > 0,05 maka Ha ditolak dan H0 diterima..

Nilai signifikansi < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima.

e) Kesimpulan

Penetapan hipotesis akan dilakukan dengan menggunakan tingkat signifikansi sebesar 0,05 (α = 5%) atau tingkat keyakinan sebesar 0,95 karena tingkat signifikansi itu yang umum digunakan pada penelitian ilmu-ilmu sosial dan dianggap cukup tepat untuk mewakili hubungan antar variabel yang diteliti.27

c. Analisis Regresi Berganda

Analisis Linier berganda adalah analisis tentang hubungan antara dua atau lebih variabel independen (X1,X2,X3) dengan variabel dependen (Y). Analisis ini untuk

26 Ridwan & Sunarto, Pengantar Statistik : Untuk Pendidikan, Sosial, Ekonomi, Komunikasi dan Bisnis (Bandung: Alfabeta, 2014), 86

27 Nazir, Metode Penelitian (Jakarta: Ghalia Indonesia, 1999), 460

(34)

mengetahui arah hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen apakah masing-masing variabel independen berhubungan positif atau negatif dan untuk memprediksi nilai dari variabel dependen apabila nilai variabel independen mengalami kenaikann atau penurunan.

Untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen menggunakan persamaan sebagai berikut :

Y = a + b1 x1 + b2 x2 + b3 x3 + e Keterangan:

Y = Earning After Tax (EAT) a = konstanta

b1,2,3 = koefisien CAR, ROA, ROE x1,2,3 = variable CAR, ROA, ROE e = kesalahan regresi (eror)

Untuk mengetahui serta menetukan pengaruh koefisien variabel bebas terhadap variabel terikat, maka digunakan bantuan SPSS (Statistical Package for Social Science) 22.

(35)

J. Sistematika Pembahasan

Bagian ini berisi tentang deskripsi alur pembahasan skripsi yang dimulai dari bab pendahuluan hingga bab penutup. Format penulisan sistematika pembahasan adalah bentuk deskripsi naratif, bukan seperti pada daftar skripsi.

Secara global sistematika penulisan skripsi ini adalah sebagai berikut:

BAB I: Pendahuluan, bab ini merupakan dasar dalam penelitian yang terdiri dari latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, ruang lingkup penelitian, definisi operasional, asumsi penelitian, hipotesis, metode penelitiandan sistematika pembahasan.

BAB II: Bab ini membahas tentang kajian kepustakaan yang meliputi penelitian terdahulu, dan kajian teori.

BAB III: Bab ini membahas tentang gambaran obyek penelitian, penyajian data, analisis dan pengujian hipotesisi, dan pembahasan.

BAB IV: Bab ini membahas tentang penutup yang meliputi kesimpulan dan saran saran.

(36)

27 A. Penelitian Terdahulu

1. Nita Hari Susanti, 2014.32

Analisis Rasio Keuangan Untuk Memprediksi Pertumbuhan Laba Perusahaan Otomotif di BEI.

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis dan menguji rasio Total Assets Turnover, Net Profit Margin, dan Return on Assets mampu dalam memprediksi pertumbuhan laba masa yang akan datang pada perusahaan otomotif di Bursa Efek Indonesia.Data diperoleh dengan metode purposive sampling dengan kriteria: (1) Perusahaan otomotif yang go public; (2) Perusahaan menerbitkan laporan keuangan secara teratur pada tahun 2008 sampai dengan tahun 2012; (3) Perusahaan yang memiliki rata-rata laba yang meningkat di setiap tahunnya.

Berdasarkan hasil analisis dan pengujian hipotesis dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Total Assets Turnover, Net Profit Margin, dan Return on Assets secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba; (2) Total Assets Turnover, Net Profit Margin, dan Return on Assets secara parsial berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba; (3) Return on Assets mempunyai pengaruh dominan

32 Nita Hari Susanti, “Analisis Rasio Keuangan Untuk Memprediksi Pertumbuhan Laba Perusahaan Otomotif di BEI” Jurnal Ilmu & Riset Manajemen Vol. 3 No. 5 (2014).

(37)

terhadap pertumbuhan laba karena mempunyai nilai koefisien determinasi parsial paling besar.

Persamaannya dengan peneliti ini adalah sama sama meneliti tentang analisis rasio keuangan sebagai alat prediksi laba.

Perbedaan dengan penelitian sebelumnya adalah apabila peneliti sebelumnya meneliti tentang pengaruh Total Assets Turnover, Net Profit Margin, Return On Assets baik secara simultan maupun secara parsial terhadap prediksi laba, sedangkan pada penelitian ini meneliti tentang pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Return On Asset (ROA), dan Return On Equity (ROE) baik secara simultan maupun secara parsial terhadap prediksi laba.

2. Destri Hudo Hardono, 2010.33

Analisis Pengaruh Perubahan Rasio-Rasio Keuangan Bank Terhadap Perubahan Laba (Perbandingan Pada Bank Asing Dan Bank Domestik Periode Tahun 2004-2007).

Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh variabel Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan to Deposit Ratio (LDR), Biaya Operasi Pendapatan (BOPO), dan Giro Wajib Minimum (GWM) terhadap Perubahan Laba (Laba).

Dari hasil analisis menunjukkan bahwa data CAR, dan BOPO secara parsial signifikan terhadap perubahan laba pada bank asing. Untuk

33 Destri Hudo Hardono,” Analisis Pengaruh Perubahan Rasio-Rasio Keuangan Bank Terhadap Perubahan

Laba (Perbandingan Pada Bank Asing Dan Bank Domestik Periode Tahun 2004-2007)” Jurnal Bisnis Strategi Vol. 19, No. 2, Desember 2010

(38)

kategori bank domestik hanya BOPO yang signifikan berpengaruh terhadap perubahan laba pada bank domestik.

Persamaannya dengan peneliti ini adalah sama sama meneliti tentang analisis rasio keuangan sebagai alat prediksi laba.

Perbedaan dengan penelitian sebelumnya adalah apabila peneliti sebelumnya meneliti tentang pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan to Deposit Ratio (LDR), Biaya Operasi Pendapatan (BOPO), dan Giro Wajib Minimum (GWM) terhadap Perubahan Laba (Laba).

sedangkan pada penelitian ini meneliti tentang pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Return On Asset (ROA), dan Return On Equity (ROE) baik secara simultan maupun secara parsial terhadap prediksi laba.

3. Angga Lesmana, 2013.34

Analisis Rasio Keuangan Dan Inflasi Untuk Memprediksi Perubahan Laba Perusahaan Manufaktur Di Bursa Efek Indonesia (Studi Empiris pada Perusahaan Food And Beverage Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia tahun 2008 - 2011).

Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki dan menguji seberapa besar pengaruh masing-masing variabel independen yang terdiri dari rasio keuangan dan inflasi terhadap variabel dependen yaitu perubahan laba.

34 Angga Lesmana, Analisis Rasio Keuangan Dan Inflasi Untuk Memprediksi Perubahan Laba Perusahaan Manufaktur Di Bursa Efek Indonesia (Studi Empiris pada Perusahaan Food And Beverage Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia tahun 2008 - 2011), (Skripsi: STIE Perbanas Surabaya,2013).

(39)

Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio keuangan dan indikator variabel mengukur rasio likuiditas dan rasio aktivitas berpengaruh signifikan terhadap perubahan laba, sedangkan variabel indikator mengukur inflasi IHK dengan tidak berpengaruh signifikan terhadap perubahan laba.

Persamaannya dengan peneliti ini adalah sama sama meneliti tentang analisis rasio keuangan sebagai alat prediksi laba.

Perbedaan dengan penelitian sebelumnya adalah apabila peneliti sebelumnya menyelidiki dan menguji seberapa besar pengaruh masing- masing variabel independen yang terdiri dari rasio keuangan dan inflasi terhadap variabel dependen yaitu perubahan laba. sedangkan pada penelitian ini meneliti tentang pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Return On Asset (ROA), dan Return On Equity (ROE) baik secara simultan maupun secara parsial terhadap prediksi laba.

4. Linda Purnama Sari, 2015.35

Analisis Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Pertumbuhan Laba (Studi Kasus : Perusahaan Food and Beverages yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2009 sampai dengan 2013).

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dari Current Ratio, Debt to Asset Ratio, Total Asset Turnover, dan Net Profit Margin terhadap pertumbuhan laba perusahaan Food and Beverages.

35 Linda Purnama Sari, Analisis Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Pertumbuhan Laba (Studi Kasus : Perusahaan Food and Beverages yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2009 sampai dengan 2013), (Skripsi: Universitas Diponegoro Semarang, 2015).

(40)

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Current Ratio, Debt to Asset Ratio, Total Asset Turnover, dan Net Profit Margin secara bersama- sama berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba perusahaan Food and Beverages dengan signifikansi 0,000. Dari penelitian juga diketahui bahwa secara parsial Debt to Asset Ratio (DAR), Total Asset Turnover (TAT), dan Net Profit Margin (NPM), memiliki pengaruh yang signifikan positif terhadap pertumbuhan laba perusahaan Food and Beverages, sedangkan Current Ratio (CR) tidak memiliki pengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan laba perusahaan Food and Beverages. Nilai adjusted R square adalah 29,3%. Ini berarti bahwa 29,3% dari pertumbuhan laba dapat dijelaskan oleh variabel independen (Current Ratio, Debt to Asset Ratio, Total Asset Turnover, dan Net Profit Margin).

Sedangkan sisanya (70,7%) dijelaskan oleh variabel lain atau sebab-sebab lain.

Persamaannya dengan peneliti ini adalah sama sama meneliti tentang analisis rasio keuangan sebagai alat prediksi laba.

Perbedaan dengan penelitian sebelumnya adalah apabila peneliti sebelumnya menguji pengaruh dari Current Ratio, Debt to Asset Ratio, Total Asset Turnover, dan Net Profit Margin terhadap pertumbuhan laba perusahaan Food and Beverages sedangkan pada penelitian ini meneliti tentang pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Return On Asset (ROA), dan Return On Equity (ROE) baik secara simultan maupun secara parsial terhadap prediksi laba.

(41)

5. Siti Haryati, 2017.36

Pengaruh Jumlah Kredit Yang Disalurkan dan Biaya Operasional Terhadap Tingkat Laba Pada Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Periode 2007-2016.

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh secara simultan kredit yang disalurkan dan biaya operasional terhadap tingkat laba PT.Bank Negara Indonesia(Persero) Tbk.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah kredit yang disalurkan dan biaya operasional secara simultan berpengaruh terhadap tingkat laba bank BNI dengan tingkat pengaruh sebesar 42.7%, Sedangkan dengan uji secara parsial jumlah kredit yang disalurkan terdapat pengaruh yang tidak signifikan sebesar 0.372 dan biaya operasional berpengaruh sebesar 0.000.

Persamaannya dengan peneliti ini adalah sama sama meneliti tentang analisis rasio keuangan sebagai alat prediksi laba.

Perbedaan dengan penelitian sebelumnya adalah apabila peneliti sebelumnya menguji pengaruh secara simultan kredit yang disalurkan dan biaya operasional terhadap tingkat laba pada bank BNI (Persero) Tbk.

Sedangkan pada penelitian ini meneliti tentang pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Return On Asset (ROA), dan Return On Equity (ROE) baik secara simultan maupun secara parsial terhadap prediksi laba.

36 Siti Haryati, Pengaruh Jumlah Kredit Yang Disalurkan dan Biaya Operasional Terhadap Tingkat Laba Pada Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Periode 2007-2016, (Skripsi : IAIN Jember , 2017)

(42)

6. Nur Amalina,2013.37

Analisis Rasio Keuangan Dalam Memprediksi Perubahan Laba : ( Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Pada Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2008-2011).

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris tentang pengaruh perubahan Current Ratio (CR), Leverage Ratio (LR), Inventory Turnover (IT), Operating Profit Margin (OPM), dan Price Earning Ratio (PER) dalam memprediksi perubahan laba pada perusahaan manufaktur untuk periode satu tahun kedepan.

Hasil dari penelitian ini terdapat pengaruh yang signifikan antara perubahan, Current Ratio, Operating Profit Margin, terhadap Perubahan laba, sedangkan Laverage Ratio, Inventory Turnover dan Price Earning Ratio tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap Perubahan laba.

Persamaannya dengan peneliti ini adalah sama sama meneliti tentang analisis rasio keuangan sebagai alat prediksi laba.

Perbedaan dengan penelitian sebelumnya adalah apabila peneliti sebelumnya menguji pengaruh perubahan Current Ratio (CR), Leverage Ratio (LR), Inventory Turnover (IT), Operating Profit Margin (OPM), dan Price Earning Ratio (PER) dalam memprediksi perubahan laba pada perusahaan manufaktur untuk periode satu tahun kedepan sedangkan pada penelitian ini meneliti tentang pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR),

37 Nur Amalina, Analisis Rasio Keuangan Dalam Memprediksi Perubahan Laba : ( Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Pada Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2008- 2011), (Skripsi : Universitas Diponegoro Semarang, 2013).

(43)

Return On Asset (ROA), dan Return On Equity (ROE) baik secara simultan maupun secara parsial terhadap prediksi laba.

7. Mar’atus Sholihah, 2016.38

Analisis Likuiditas Bank Syariah Mandiri periode 2010-2015.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya rasio likuiditas dan pengelolaan likuiditas Bank Syariah Mandiri dalam mempertahankan tingkat likuiditasnya.

Hasil penelitian yang diperoleh adalah bahwa dari perhitungan likuiditas yang dilakukan berdasarkan laporan keuangan, yaitu dengan perhitungan quick ratio, current ratio, dan FDR diperoleh hasil bahwa perhitungan rasio likuiditas selama enam periode ini didapat hasil dengan rata-rata quick ratio 130.87%, current ratio 211..65%, an FDR dengan standar antara 80-95%. Berarti rata-rata rasio likuiditas selama enam periode terakhir ini likuid.

Persamaannya dengan peneliti ini adalah sama sama meneliti tentang analisis rasio keuangan.

Perbedaan dengan penelitian sebelumnya adalah apabila peneliti sebelumnya meneliti tentang besarnya rasio likuiditas dan pengelolaan likuiditas Bank Syariah Mandiri dalam mempertahankan tingkat likuiditasnya sedangkan pada penelitian ini meneliti tentang pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Return On Asset (ROA), dan Return On

38 Mar’atus Sholihah, Analisis Likuiditas Bank Syariah Mandiri periode 2010-2015, (Skripsi : IAIN Jember, 2017).

(44)

Equity (ROE) baik secara simultan maupun secara parsial terhadap prediksi laba.

8. Hendra Agus Wibowo, 2011 .39

Analisis rasio keuangan dalam memprediksi perubahan laba pada perusahaan real estate dan property di bursa efek indonesia (BEI) dan singapura (SGX).

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis rasio keuangan untuk memprediksi perubahan laba di Real Estate dan Perusahaan Properti yang terdaftar di BEI dan SGX.

Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dengan uji F semua variabel independen analisis rasio keuangan (rasio lancar, perputaran total aktiva, total hutang terhadap total aset, profit margin, ROA, dan ROE) berpengaruh signifikan dalam memprediksi perubahan laba pada perusahaan real estate dan properti di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2004-2009. Sedangkan berdasarkan hasil Uji t dapat disimpulkan bahwa Rasio likuiditas (rasio lancar) dan rasio profitabilitas (profit margin) berpengaruh signifikan dalam memprediksi perubahan laba pada perusahaan real estate dan property di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2004-2009. Sedangkan Rasio Aktivitas (perputaran total aktiva), Rasio Solvabilitas (total hutang terhadap total aset) dan profitabilitas (ROA dan ROE) memiliki pengaruh yang tidak signifikan dalam memprediksi

39 Hendra Agus Wibowo, “Analisis Rasio Keuangan Dalam Memprediksi Perubahan Laba Pada Perusahaan Real Estate Dan Property Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Diuan Singapura (SGX)”

The Indonesian Accounting Review Vol. 1 No. 2 (2011).

(45)

perubahan laba pada perusahaan real estate dan properti di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Persamaannya dengan peneliti ini adalah sama sama meneliti tentang analisis rasio keuangan sebagai alat prediksi laba.

Perbedaan dengan penelitian sebelumnya adalah apabila peneliti sebelumnya meneliti tentang pengaruh analisis rasio keuangan untuk memprediksi perubahan dalam pendapatan dan apakah ada perbedaan dalam analisis rasio keuangan di Indonesia dan memprediksi perubahan yang memengaruhi laba perusahaan pada real estate dan properti di BEI dan SGX, sedangkan pada penelitian ini meneliti tentang pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Return On Asset (ROA), dan Return On Equity (ROE) baik secara simultan maupun secara parsial terhadap prediksi laba.

9. Dewa Ayu Sri Yudiartini, 2016.40

Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Kinerja Keuangan Sektor Perbankan di Bursa Efek Indonesia.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Capital Adecuacy Ratio (CAR), Non Performance Loan (NPL) dan Loan to Deposit Ratio (LDR) terhadap Return On Asset (ROA).

Berdasarkan analisis data dan pembahasan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performance Loan (NPL) dan Loan to Deposits Ratio (LDR) secara parsial berpengaruh negatif terhadap kinerja keuangan.

40 Dewa Ayu Sri Yudiartini, “Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Kinerja Keuangan Sektor Perbankan di Bursa Efek Indonesia” E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana.14.2 (2016).

(46)

Persamaannya dengan peneliti ini adalah sama sama meneliti tentang analisis rasio keuangan.

Perbedaan dengan penelitian sebelumnya adalah apabila peneliti sebelumnya meneliti tentang pengaruh Capital Adecuacy Ratio (CAR), Non Performance Loan (NPL) dan Loan to Deposit Ratio (LDR) terhadap Return On Asset (ROA). sedangkan pada penelitian ini meneliti tentang pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Return On Asset (ROA), dan Return On Equity (ROE) baik secara simultan maupun secara parsial terhadap prediksi laba.

10. Sulistyo, 2011.41

Analisis Rasio Keuangan Dalam Memprediksi Laba Yang Akan Datang Pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia.

Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh rasio profitabilitas Net Profit Margin (NPM), Return on Investment (ROI) dan Return on Equity (ROE)), dan rasio penilaian (Price Earning Ratio (PER)) terhadap prediksi laba yang akan datang. Data diperoleh dengan metode dokumentasi, cara pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria (1) Perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode tahun 2005-2009, (2) Perusahaan manufaktur yang menghasilkan laba setelah pajak selamaperiode penelitian dan (3)

41 Sulistyo, “Analisis Rasio Keuangan Dalam Memprediksi Laba Yang Akan Datang Pada

Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia” Modernisasi, Vol. 7, No. 1, 2011.

(47)

Perusahaan manufaktur yang mengeluarkan NPM, ROI, ROE dan PER bernilai positif selama periode penelitian.

Hasil analisis regresi linier berganda dengan tingkat signifikansi sebesar 5% menunjukkan bahwa variabel PER secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap prediksi laba yang akan datang. Sedangkan variabel NPM, ROI, dan ROE tidak berpengaruh signifikan terhadap prediksi laba yang akan datang. Secara bersama-sama menunjukkan bahwa variabel NPM, ROI, ROE dan PER berpengaruh signifikan terhadap prediksi laba yang akan datang.

Persamaannya dengan peneliti ini adalah sama sama meneliti tentang analisis rasio keuangan sebagai alat prediksi laba.

Perbedaan dengan penelitian sebelumnya adalah apabila peneliti sebelumnya meneliti tentang pengaruh rasio profitabilitas Net Profit Margin (NPM), Return on Investment (ROI) dan Return on Equity (ROE), dan rasio penilaian (Price Earning Ratio (PER) terhadap prediksi laba yang akan datang, sedangkan pada penelitian ini meneliti tentang pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Return On Asset (ROA), dan Return On Equity (ROE) baik secara simultan maupun secara parsial terhadap prediksi laba.

(48)

Tabel 2.1

Persamaan dan Perbedaan Penelitian Terdahulu

No. Penelitian Terdahulu Persamaan Perbedaan

1. Nita Hari Susanti, 2014.

Analisis Rasio Keuangan Untuk Memprediksi Pertumbuhan Laba Perusahaan Otomotif di BEI

a. Meneliti pengungkapan analisis keuangan sebagai alat prediksi laba

b. Penelitian menggunakan kuantitatif

a. Indikator yang digunakan dalam menganalisis rasio keuangan.

b. Objek penelitian 2. Destri Hudo Hardono, 2010.

Analisis Pengaruh Perubahan Rasio-Rasio Keuangan Bank Terhadap Perubahan Laba (Perbandingan Pada Bank Asing Dan Bank Domestik Periode Tahun 2004-2007).

a. Meneliti pengungkapan analisis keuangan sebagai alat prediksi laba

b. Penelitian menggunakan kuantitatif

a. Objek penelitian b. Indikator yang

digunakan dalam menganalisis rasio keuangan.

3. Angga Lesmana, 2013.

Analisis Rasio Keuangan Dan Inflasi Untuk Memprediksi Perubahan Laba Perusahaan Manufaktur Di Bursa Efek Indonesia (Studi Empiris pada

a. Meneliti pengungkapan analisis keuangan sebagai alat prediksi laba

b. Penelitian menggunakan kuantitatif

a. Indikator yang digunakan dalam menganalisis rasio keuangan.

b. Objek penelitian

(49)

Perusahaan Food And Beverage Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia tahun 2008 - 2011).

4. Linda Purnama Sari, 2015.

Analisis Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap

Pertumbuhan Laba (Studi Kasus : Perusahaan Food and

Beverages yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2009 sampai dengan 2013).

a. Meneliti pengungkapan analisis keuangan sebagai alat prediksi laba

b. Penelitian menggunakan kuantitatif

a. Indikator yang digunakan dalam menganalisis rasio keuangan.

b. Objek penelitian

5. Siti Haryati, 2017.

Pengaruh Jumlah Kredit Yang Disalurkan dan Biaya Operasional Terhadap Tingkat Laba Pada Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Periode 2007-2016.

a. Meneliti pengungkapan analisis keuangan sebagai alat prediksi laba

b. Penelitian menggunakan kuantitatif

a. Menggunakan kredit dalam menganalisis rasio keuangan.

b. Objek penelitian

Gambar

Tabel 1.1  Indikator Variabel
Gambar 1.1  Kerangka Penelitian
Gambar 3.1  Uji Normalitas Data
Tabel 3.2  Uji Multikolinieritas
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh variabel Working Capital To Total Asset (WCTA) , Debt to Equity Ratio (DER) , Total Assets Turnover (TAT) , Net Profit Margin

Hasil pengujian statistik menunjuk-kan bahwa variabel Current Ratio, Total Asset Turnover, Operating Profit Margin, Price Earning Ratio secara simultan dapat

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh Current Ratio (CR), Debt to Asset Ratio (DR), Debt to Equity Ratio (DER), Return On Asset (ROE),

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh Current Ratio (CR), Debt to Asset Ratio (DR), Debt to Equity Ratio (DER), Return On Asset (ROE),

Data variabel Net Profit Margin, Return On Equity, Debt To Equity Ratio,Debt Ratio, Total Asset Turnover, Fixed Asset Turnover, Current Ratio tahun 2008-2013 perusahaan..

Hasil pengujian statistik menunjuk-kan bahwa variabel Current Ratio , Total Asset Turnover , Operating Profit Margin , Price Earning Ratio secara simultan dapat

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh Current Ratio (CR), Debt to Asset Ratio (DR), Debt to Equity Ratio (DER), Return On Asset (ROE),

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Total Asset Turnover, dan Net Profit Margin secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan