ANALISIS PENGARUH KARAKTERISTIK BUDAYA ORGANISASI DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR DINAS
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA PROVINSI SULAWESI SELATAN
Felisman Jehani1, Sri Hamdyani2, Muhamad Idris3
1,2,3Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPUP Makassar
1[email protected], 2[email protected], 3[email protected]
ABSTRACT
The research aims to find the influence of organizational culture characteristics and leadership style on employee performance at Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Provinsi Sulawesi Selatan.
The data used questionnaire and documentation in accordance with the objectives of the study. Based on the research, the organizational culture and leadership style have an influence to the employees performance at Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sulawesi Selatan. Through the F test obtained Sig. 0.0000 while α 0.05 obtained Sig. < α means the organizational culture and leadership style have an influence to the employees performance at Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Provinsi Sulawesi Selatan
Keywords: Organizational culture, Leadership style, and The employees performance.
PENDAHULUAN
Diera globalisasi dan teknologi yang berkembang akhir-akhir ini, organisasi perlu menciptakan suatu competive advantage agar organisasi mampu bersaing dengan organisasi lain.
Budaya organisasi merupakan sistem penyebaran kepercayaan dan nilai-nilai yang berkembang dalam suatu organisasi dan mengarahkan perilaku anggota-anggotanya.
Budaya organisasi dapat menjadi instrumen keunggulan kompetitif yang utama, yaitu bila budaya organisasi mendukung strategi organisasi, dan bila budaya organisasi dapat menjawab atau mengatasi tantangan lingkungan dengan cepat dan tepat. Budaya organisasi adalah persamaan persepsi yang dipegang oleh anggota organisasi dalam memberikan arti (share meaning) dari suatu nilai yang ada. Persamaan persepsi ini penting mengingat bahwa anggota organisasi mempunyai latar belakang dan level yang berbeda.
Budaya organisasi mempunyai kedudukan yang cukup signifikan karena memplajari bagaimana organisasi berhubungan dengan lingkungan sehingga
dapat meningkatkan komitmen organisasi serta konsistensi dari perilaku anggotanya.
Upayah-upayah dalam meningkatkan kinerja pegawai selain pengendalian internal gaya kepemimpinan juga perlu diperhatikan.
Seorang pemimpin yang ideal harus memiliki gaya kepemimpinan yang baik sehingga dapat meningkatkan kinerja pegawai, seorang pemimpin sangat perlu memperhatikan gaya kepemimpinan dalam peroses mempengaruhi, mengarahkan kegiatan anggota kelompok serta mengkordinasi tujuan anggota dan tujuan organisasi agar keduanya dapat tercapai.
Budaya organisasi tidak hanya mempengaruhi anggota organisasi dalam bertindak, tetapi juga bagaimana mereka berkomunikasi, berperilaku dan bersikap dalam bekerja dan itu pasti berpengaruh pada kinerja pegawai dalam bekerja. Budaya organisasi merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja pegawai.
Keterkaitannya dengan kinerja dapat terlihat bahwa budaya menciptakan motivasi dan kepuasan kerja yang tinggi didalam diri para pegawai yang pada akhirnya akan membuat para pegawai bekerja dengan sungguh-sungguh, penuh rasa tanggung jawab dan mereka akan bekerja sesuai dengan sistim nilai budaya organisasi yang ada. Berdasarkan
hal tersebut budaya organisasi sangat penting untuk disosialisasikan bagi setiap anggota organisasi untuk menjadikan mereka sebagai 2 anggota organisasi yang baik, sehingga mereka tidak merasa asing dengan situasi dan budaya yang dimiliki oleh organisasi tersebut, dalam hal ini anggota organisasi adalah pegawai yang melaksanakan rangkaian kegiatan di Dinas pemberdayaan masyarakat dan desa. Perilaku dalam melaksanakan tugas tersebut mepengaruhi kinerja seseorang, dan akhirnya memengaruhi kinerja organisasi dimana ia berprestasi. Padahal perilaku masing-masing individu dapat dikatakan merupakan hasil gabungan dari berbagai faktor psikologis (kejiwaan/pegawai). Faktor-faktor psikologis tersebut merupakan hasil kombinasi dari kondisi fisik, biologis, dan sosial yang mempengaruhi lingkungan kehidupan seseorang. Perilaku ini akan dibawa ke dalam lingkungan hidup barunya termasuk dalam kehidupan organisasi. Bila pegawai sudah memahami keseluruhan nilai-nilai organisasi akan menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai suatu kepribadian organisasi. Nilai dan keyakinan tersebut akan diwujudkan menjadi perilaku keseharian mereka dalam bekerja, sehingga akan menjadi kinerja individu.
Didukung dengan sumber daya manusia yang ada, sistem dan teknologi, strategi organisasi dan logistic, maka masing-masing kinerja individu akan baik. Bila anggota organisasi telah puas dengan pekerjaan yang mereka lakukan, hal ini juga akan menimbulkan kinerja para pegawai meningkat seiring dengan kepuasan kerja yang didapatkan.
Kinerja pegawai haruslah terencana secara berkesinambungan, sebab peningkatan kinerja pegawai bukan merupakan peristiwa seketika tetepi memerlukan suatu perencanaan dan tindakan yang tertata dengan baik untuk kurun waktu tertentu Engkoswara, 1992 dalam Sinambela P Lijan, (2018). Lebih lanjut dikatakan bahwa kinerja pegawai perlu dan mutlak ditingkatkan sesuai dengan tuntutan dan perkembangan masyarakat indonesia yang sedang membangun menuju masyarakat adil dan makmur berdasarkan pancasila, sehingga dapat sejarah dengan bangsa-bangsa lainya didunia.
TINJAUAN LITERATUR
Budaya organisasi mempunyai kedudukan yang cukup signifikan karena
mempelajari bagaimana organisasi berhubungan dengan lingkungan sehingga dapat meningkatkan komitmen organisasi serta konsistensi dari perilaku anggotanya. Semua organisasi mempunyai budaya, meskipun pada organisasi-organisasi tertenti mudah di identifikasi dan mempunyai lebih banyak pengaruh baik terhadap personalia maupun pelanggan dari pada yang lain. Budaya merupakan system nilai organisasi dan akan mempengaruhi cara pekerjaan dilakukan dan cara para pegawai berperilaku (Arifin, Amirullah, khalikussabir 2017).
Budaya organisasi adalah suatu kebiasaan yang berlangsung lama dan dipakai serta diterapkan dalam kehidupan aktivitas kerja sebagai salah satu pendorong untuk meningkatkan kualitas kerja para karyawan atau pegawai dan manajer perusahaan/
organisasi.
Jones 2001, dalam Fahmi Irham, (2016) mendefinisikan kultur organisasi sebagai sekumpulan nilai dan norma hasil berbagai yang mengendalikan interaksi anggota organisasi satu sama lain dan dengan orang di luar organisasi.
Robbins 2003 dalam Moeheriono, (2014), budaya organisasi merupakan sistem makna bersama terhadap nilai-nilai primer yang dianut bersama dan dihargai organisasi, yang berfungsi menciptakan pembedaan yang jelas antara satu organisasi dengan organisasi lainnya, menciptakankan rasa identitas bagi para anggota organisasi, mempermudah timbulnya komitmen kolektif terhadap organisasi, meningkatkan kemantapan sistem sosial, serta menciptakan mekanisme pembuat makna dan kendali yang memandu membentuk sikap dan perilaku para anggota organisasi.
Reza 2010 dalam Jurnal Fimce masambe, Agus S, Soegonto, Jecki sumarauw (2015) mengemukakan bahwa kepemimpinan merupakan tulang punggung pengembangan organisasi karena tanpa kepemimpinan yang baik akan sulit mencapai tujuan organisasi.
Thoha (2013) menyatakan bahwa gaya kepemimpinan merupakan norma perilaku yang digunakan oleh seseorang pada saat orang tersebut mencoba mempengaruhi perilaku orang lain seperti yang ia lihat.
Sehingga menyelaraskan persepsi diantara orang yang akan mempengaruhi perilaku dengan orang yang perilakunya akan
dipengaruhi menjadi amat penting kedudukannya.
Kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan dengan antusias (Davis, Keith dan Newstrom W Jhon. 2015).
Timpe (2015) menyebutkan bahwa kinerja dipengaruhi oleh faktor-faktor internal dan eksternal. Kinerja individu akan baik jikadari faktor internal memiliki kemampuan tinggi dari kerja keras, dan dari faktor eksternal: adanya pekerjaan mudah, nasip baik, banyuan dari rekan kerja, dan pimpinan yang baik. Jika tidak demikian halnya, maka kinerja individu adalah buruk.
Pernyataan yang senada dikemukakan gomes (2015) Kinerja merupakan perilaku organisasi yang secara langsung berhubungan dengan produksi barang atau penyampaian jasa.
Tujuan peniliaian kinerja adalah suatu sistem yang dilakukan secara priodik untuk meninjau dan mengevaluasi kinerja individu.
Penilaian kinerja merupakan suatu pedoman yang diharapkan dapat menunjukan prestasi kerja para karyawan secara rutin dan teratur.
Sehingga dapat memberikan manfaat bagi pemberian kompensasi dan pengembangan karier karyawan Kasmir (2016).
M. Maruf Abdullah, (2015) adalah terjemahan dari performance yang berarti hasil kerja atau prestasi kerja. Dan dalam pengertian yang simpel kinerja adalah hasil dari pekerjaan organisasi, yang dikerjakan oleh karyawan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan petunjuk (manual) arahan yang diberikan oleh pimpinan kompetensi dan kemampuan karyawan mengembangkan nalarnya dalam bekerja.
Hal senada di kemukakan Mengkunegara (2012), bahwa kinerja berasal dari kata job performance atau performance (prestasi kerja atau prestasi sesungguhnya yang di capai oleh seseorang). Kinerja diartikan sebagai hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
Terdapat beberapa pendapat mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai. Menurut Moorhead dan chung Meggingson, dalam Harun Samsuddin, (2018) adalah: a. Kuantitas Pekerjaan (Quantity of Work) Merupakan seberapa besarnya beban kerja atau sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan oleh seorang pegawai. diukur dari
kemampuan secara kuantitatif didalam mencapai target atau hasil kerja atas pekerjaa- pekerjaan baru. b. Kualitas Pekerjaan (Quality of Work) Merupakan tingkat baik atau buruknya sesuatu pekerjaan yang diterima bagi seorang pegawai yang dapat dilihat dari segi ketelitian dan kerapihan kerja, ketrampilan dan kecakapan. c. Pengetahuan pekerjaan (Job knowledge) merupakan peroses penempatan seorang pegawai yang sesuai dengan background pendidikan atau keahlian dalam suatu pekerjaan. Hal ini ditinjau dari kemampuan pegawai dalam memahami hal-hal yang berkaitan dengan tugas yang mareka lakukan.
Adapun penelitian terdahulu yang ada kaitannya dengan Pengaruh Karakteristik Budaya Organisasi Dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sulawesi Selatan yaitu: 1. NAMA: Rukmawati Tahun Penelitian: 2016 judul penelitian:
Pengaruh Budaya Organisasi dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai (Studi Kasus Di Balai Pelatihan Peternakan Kupang). Kualitatif kuantitatif.
Hasil penelitian ini diketahui bahwa: (1).
budaya Organisasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai BBPP Kupang. (2). Gaya kepemimpinan secara parsial berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja pegawai BBPP Kupang. (3). Budaya organisasi secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja BBPP Kupang. (4). Budaya organisasi dan gaya kepemimpinan erhadap kinerja pegawai sebesar 33,6% dan dan sisanya 66,4% dipengaruhi oleh faktor lain. 2.
Nama: Rani Mariam Tahun Penelitian: 2009.
Judul Penelitian: Pengaruh Budaya Organisasi Dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Kepuasan Kerja Karyawan Sebagai Variabel Intervening Studi Pada Kantor Pusat PT. Asuransi Jasa Indonesia (Persero). Kualitatif Kuantitatif, Hasil penelitian menunjukan budaya organisasi dan gaya kepemimpinan mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dalam meningkatkan kinerja karyawan, dan pengaruh dan gaya berpengaruh positif.
Pengaru dari budaya organisasi terhadap kepuasan kerja adalah signifikan dan positif, pengaruh kepemimpinan terhadap pegawai adalah signifikan dan positif.
Hipotesis yang diajukan sehubungan dengan permasalahan dalam penelitian ini adalah: 1. Diduga bahwa karakteristik budaya organisasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada kantor Dinas pemberdayaan masyarakat dan desa provinsi sulawesi selatan.
2. Diduga bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada kantor Dinas pemberdayaan masyarakat dan desa provinsi sulawesi selatan. 3. Diduga bahwa karakteristik budaya organisasi dan gaya kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Provinsi Sulawesi Selatan.
Keterangan:
a. H1 = Terdapat pengaruh Karakteristik Budaya Organisasi (X1) terhadap Kinerja Pegawai (Y). b. H2 = Terdapat pengaruh Gaya Kepemimpinan (X2) terhadap Kinerja Pegawai (Y). c. H3 =Terdapat pengaruh Karakteristik Budaya Organisasi (X1) dan Gaya Kepemimpinan (X2) secara simultan terhadap Kinerja Pegawai (Y).
METODE PENELITIAN
Desain penelitian ini merupakan panduan atau pedoman serta prosedur atau teknik dalam perencanaan penelitian yang dapat digunakan sebagai pegangan atau panduan dalam menyelesaikan sebuah penelitian. Dalam melakukan penelitian ini, penulis menggunakan data kuantitatif Penelitian tentang masalah-masalah dalam bentuk jumlah populasi atau fakta terkini.
Penelitian ini bertujuan menguji hipotesis atau menjawab pertanyaan tentang status subjek penelitian.
Penelitian ini dilaksanakan di Kantor Dinas pemberdayaan masyarakat dan desa provinsi sulawesi selatan yang berlokasi
dijalan Bontolangkasa No. 7-9 Makassar.
Waktu penelitian selama dua bulan.
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: a. Data kualitatif yaitu, data yang diperoleh dari dinas pemberdayaan masyarakat dan desa provinsi sulawesi selatan, dalam bentuk informasi baik secara lisan maupun tulisan, yang berperan sebagai data pendukung dalam pembahasan ini. Penelitian kualitatif adalah penelitian tentang riset yang bersifat (deskriptif subjek) lebih di tonjolkan dalam penelitian kualitatif.
Landasan teori di manfaatkan sebagai pemadu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta dilapangan. a. Data kuantitatif adalah data yang diproleh dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Provinsi Sulawesi Selatan berbentuk angka atau bilangan.
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: a. Data primer, yaitu data yang diperoleh untuk tujuan tertentu atau dalam rangka kegiatan penelitian tertentu.
Data perimer yang di proleh bersumber dari hasil penelitian lapangan melalui wawancara dan observasi kepada sejumlah karyawan.
Hasan (2013). b. Data sekunder, yaitu data yang diperoleh atau dikumpulkan peneliti dari berbagai sumber yang telah ada berupa buku, laporan, jurnal.
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara sebagai berikut: 1. Observasi Merupakan proses atau metode pengumpulan data dengan melakukan pengamatan peristiwa yang sedang berlangsung. 2. Wawancara adalah percakapan dengan tujuan tertentu. Dua pihak melakukan pembicaraan, yaitu (antar muka) yang mengajukan pertanyaan. 3. Kuesioner adalah teknik pengumpulan data berupa formulir- formulir yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang diajukan secara tertulis pada seseorang atau sekumpulan orang untuk mendapatkan jawaban atau tanggapan dan informasi yang diperlukan oleh peneliti Mardalis (2015).
Populasi dalam penelitian iniadalah seluruh karyawan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Provinsi Sulawesi Selatan yang berjumlah 101 orang. Penentuan jumlah sampel dilakukan dengan menggunakan metode pendekatan Slovin Umar, (2012) sebagai berikut:
Dimana:
n = ukuran sampel
N = jumlah populasi yang diteliti (101)
e = persen kelonggaran (10%) =
Diambil sampel sebesar 50 orang responden (dibulatkan). Adapun variabel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Variabel independen (bebas), adalah variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab timbuInya atau berubahnya variabeI dependen. Dalam peneIitian ini yang merupakan variabeI bebasnya adaIah Karakteristik Budaya Organisasi (X1) dan Gaya Kepemimpinan (X2). 2. Variabel dependen (terikat), yaitu variabel yang terpengaruh atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas (independen). 3. Dalam penelitian ini yang merupakan variabel terikatnya adalah Kinerja Pegawai (Y).
Analisis Deskriptif
Teknuk analisis data digunakan dalam penelitian ini yaitu: analisis deskriptif, 1.
Deskriptif ini memiliki tujuan untuk memberikan gambaran (deskriptif) mengenai suatu data agar data yang disaji menjadi mudah dipahami. Sekaligus untuk memperoleh data yang diperoleh sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, kemudian menganalisis dan menginterprestasikan data dan fakta yang diperoleh untuk menarik kesimpulan umum mengenai perusahaan yang bersangkutan.
Validitas adalah suatu ukuran yang menujukan bahwa variabel yang diikut memang benar-benar variabel yang hendak diteliti oleh peneliti, Zulganef (2014). Untuk mengetahui kevalitan item pertanyaan yang digunakan dalam pelaksanaan penelitian, maka digunakan uji validitas. Valid berarti instrument tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharunya diukur. Dalam penelitian ini uji validitas menggunakan bantuan program SPSS 23 (Statistical Product andService Solutions) artinya Solusi Produk dan Layanan Statistik.
Uji reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari perubah atau konstruk.Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu.
Reliabel suatu test merujuk pada derajat stabilitas, konsistensi, daya prediksi dan akurasi. Pengukuran yang memiliki reliabilitas yang tinggi adalah pengukuran yang dapat menghasilkan data yang reliabel, Ghozali (2014).
Analisis kuantitatif adalah analisis yang digunakan untuk menyajikan data, dalam brntuk angka. Data pada penelitian ini merupakan data ordinal. Penulis menganalisis data dengan menggunakan metode analisis regresi linear berganda (multiple linear regression) Sugiyono (2014)
Formula dari model regresi linear berganda yang dipakai adalah:
Y=a + + Dimana :
Y = Kinerja pegawai a = Koefisien konstanta
= Koefisien karakteristik budaya organisasi = Koefisien gaya kepemimpinan
= Karakteristik budaya organisasi =Gaya kepemimpinan
= Faktor kesalahan
Defenisisi operasional dimaksud untuk menyatukan persepsi dan menghindari pandangan yang bias tentang beberapa kosep dalam penelitian, yaitu: 1. Budaya organisasi mempunyai kedudukan yang cukup signifikan karena memplajari bagaimana organisasi berhubungan dengan lingkungan sehingga dapat meningkatkan komitmen organisasi serta konsistensi dari perilaku anggotanya. 2. Reza 2010 dalam Jurnal Fimce masambe, Agus S, Soegonto, Jecki sumarauw (2015) mengemukakan bahwa kepemimpinan merupakan tulang punggung pengembangan organisasi karena tanpa kepemimpinan yang baik akan sulit mencapai tujuan organisasi. 3.
Robbins (2007) bahwa “kinerja karyawan (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang di capai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang di berikan kepadanya.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran masing-masing variabel penelitian yang disajikan dengan statistik deskriptif.
Deskriptif variabel penelitian ini merupakan tanggapan dari 50 pegawai pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sulawesi Selatan mengenai Pengaruh Karakteristik Budaya Organisasi dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Provinsi Sulawesi Selatan.
Suatu kusioner dikatakan valid jika butir pertanyaan mampu mengungkapkan sesuatu yang diukur oleh kusioner tersebut. Uji validasi dengan mengkorelasikan antara skor faktor dengan skor total dan bila korelasi tiap faktor tersebut positif >0,30 maka dinyatakan valid.
Berdasarkan hasil dari uji validitas dihasilkan bahwa semua instrumen mulai dari variabel karakteristik budaya organisasi dan gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai, dapat dilihat bahwa semuanya dinyatakan valid atau memenuhi syarat validasi data. Hal ini menunjukan bahwa dari 15 item pernyataan yang diuji, memiliki nilai rata-rata Sig. 0,000.
Uji reliabilitas dimaksud untuk mengukur suatu kusioner yang merupakan indikator dari variabel. Reliabilitas dilakukan dengan uji statistik Cronbach's alpha (ɋ).
Suatu variabel dikatakan reliabel jika memiliki nilai Cronbach's alpha>0,60.
Berdasarkan data pada tabel 2. Maka, hasil olahan data mengenai uji reliabilitas statistik yang menunjukan bahwa angka-angka dari nilai alpha cronbach’s dari ketiga variabel tersebut diatas menunjukan kofisien cronbac’s alpha sebesar 0,775.
Regresi linier berganda digunakan untuk melakukan pengujian hubungan antara sebuah variabel dependent (terikat) dengan atau duavariabel independen (bebas) yang dapat ditampilkan dalam bentuk persamaan regresi.
Berdasarkan tujuan penelitian ini maka yang pertama akan dianalisis adalah Pengaruh Karakteristik Budaya Organisasi Dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Provinsi Sulawesi Selatan. Dari hasil uji analisis melalui perangkat lunak SPSS versi 23 (Statistical Product and Service Solutions), diperoleh hasil lengkapnya seperti terlampiran dan lampiran, namun demikian, hasil rekapanya seperti tabel dibawah ini.
Y = 0.440 + 0,302X1 + 0,615 X2 Dari hasil perhitungan pada tabel diatas dapat dibuat persamaan bahwa setiap perubahan budaya organisasiakan meningkatkan kinerja pegawai sebesar 0.302.
b2 = 0.615 regresi linier berganda penelitian sebagai berikut : a= 0.440 menunjukan bahwa jika X (Karakteristik Budaya Organisasi Dan Gaya Kepemimpinan) maka kinerja pegawai adalah sebesar 0.440. b1 = 0.302 menunjukan menunjukan bahwa setiap perubahan gaya kepemimpinan akan meningkatkan kinerja pegawai sebesar 0.615.
Hasil dari pengujian uji F pada program SPSS 23 (Statistical Product and Service Solutions) artinya Solusi Produk dan Layanan Statistik, untuk variable independe.
Uji F merupakan uji secara simultan untuk menguji signifikan Pengaruh Karakteristik Budaya Organisasi dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Provinsi Sulawesi Selatan. Uji ini dilakukan dengan membandingkan F hitung dengan F tabel. Uji F dilakukan dengan membandingkan α dengan Sig. Dimana nilai Sig. Harus lebih kecil dari nilai α. Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa diperoleh Sig. 0.000 sedangkan α 0.05 dengan demikin maka Sig. < α, berarti bahwa hipotesis dalam penelitian ini dapat diterima kebenarannya.
Dari hasil uji analisis perangkat lunak SPSS 23, (Statistical Product and Service Solutions) artinya Solusi Produk dan Layanan Statistik, diperoleh hasil lengkapnya seperti terlampir pada lampiran, namun demikian, hasil rekapnya seperti tabel di bawah ini:
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa, nilai R (koefisien korelasi) menunjukkan bahwa keeratan hubungan linear antara variabel terikat dengan seluruh variabel bebas adalah sangat erat, yaitu R (koefisien korelasi):
0,766 atau 76,6% dan nilai R square (koefisien determinasi) menunjukkan bahwa prosisi atau presentase pengaruh yang diberikan oleh seluruh variabel bebas dalam memengaruhi variabel terikat yaitu R square (koefisien determinasi): 0,587 atau 58,7%.
DAFTAR PUSTAKA
Abdulah Maruf, (2014). Manajemen Dan Evaluasi Kinerja Karyawan. Sleman Yogyakarta. Aswaja Presindo.
Davis, Keith dan Newstrom W Jhon., (2015).
Perilaku dalam organisas. Jkarta: Erlangga Fahmi Irham, (2016). Pengantar Manajemen Sumber daya Manusia. Mitra Wacana Media.Jakarta.
Ghozali, (2014). Pengertian Uji Reabilitas.
Edisi Revia. Yogyakarta. Penerbit Andi.
Gomes, Faustino C, (2015). Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta. Andi Offset.
Lako, Andreas, (2014). Kepemimpinan Dan Kinerja Organisasi: Isu, Tori, Dan Solusi.
Cetakan Pertama. Yogyakarta Penerbit Amara Books.
Moeheriono, (2014). Pengukuran Kinerja Berbasis Kompetensi. Cetakan Ke-2.
Jakarta. PT. Rajagrafindo Persada
Mardalis, (2015). Metode Penelitian. Jakarta.
Pustaka Pelajar.
Rani Mariam, (2009). Pengaruh Gaya Kepemimpinan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Kepuasan Kerja Karyawan Sebagai Variabel Intervening. Pada Program Studi Magister Manajemen Universitas Ponegoro: Semarang, diakses pada tanggal 22 feb. 2020. Melalui: https://osf.io.co.id Rukmawati, (2016). Pengaruh Budaya
Organisasi Dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Pada Program Pasca Sarjana Universitas Terbuka:
Kupang.
Sinambela P Lijan, (2018). Manajemen Sumber daya Manusia Membangun TimKerja ang Solid Untuk Meningkatkan Kinerja. Bumi Aksara.
Samsudin Harun, (2018). Kinerja Karyawan Tinjau Dari Dimensi Gaya Kepemimpinan, Budaya Organisasi Dan Komitmen.
Organisasi. Sidoarjo. Indomedia Pustaka.
Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Bisnis.
Cetakan ke-viii. Bandung. CV Alfabeta.
Thoha Miftah, (2015). Perilaku Organisasi Konsep Dasar Dan Aplikasinya. Cetakan Ke-24 Juni 2015, Jakarta. PT. Rajagrafindo Persada.
Timpe A Dale, (2012). Kinerja Alih Bahasa Sofian Cikmat. Jakarta. Gramedia.
Umam Khairul, (2012). Perilaku Organisasi, Edisi Ke Dua. Bandung. Pustaka Setia.
Umar. (2012), Metode Pendekatan Slovin.
Jakarta. Prenada Media.
Wibowo, (2016). Budaya Organisasi Sebuah Kebutuhan Untuk Meningkatkan Kinerja Jangka Panjang. Jakarta. PT.Raja Grafindo Persada.
Zulganef, (2014), Pengertian Uji Validitas.
Edisi Revisi. Yogyakarta. Penerbit: Andi