• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Risiko dan Pengendalian K3 di Kawasan Gudang PT. X Tahun 2018

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Analisis Risiko dan Pengendalian K3 di Kawasan Gudang PT. X Tahun 2018"

Copied!
122
0
0

Teks penuh

Dengan hak bebas royalti non-eksklusif ini, Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja STIKes Binawan berhak menyimpannya, memindahtangankan/memformat media, mengelolanya dalam bentuk database, mendistribusikannya dan menyediakannya di internet atau untuk tampilkan/publikasikan. media lain untuk kepentingan akademis tanpa saya harus meminta. Saya mempunyai izin selama saya tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis/pencipta dan sebagai pemilik hak cipta. Tesis ini dipertahankan di hadapan Dewan Ujian Disertasi Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja STIKes Binawan Jakarta pada tanggal 9 Juli 2018 dan direvisi sesuai masukan Dewan Penguji. Alhamdulillahi Robbil'alamin, penulis panjatkan puji dan syukur kehadirat ALLAH SWT, karena atas rahmat, taufik dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul ANALISIS RISIKO DAN PENGENDALIAN K3 DI AREA GUDANG PT.X Tahun 2018.

Tesis ini disusun untuk memenuhi salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Sains Terapan bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja, program gelar Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Binawan. Oleh karena itu diperlukan analisa risiko yang mendalam yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan risiko, sehingga pekerjaan yang dilakukan di area gudang dapat terlaksana dengan aman dan kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja dapat dicegah sesegera mungkin.

  • Latar Belakang
  • Rumusan Masalah
  • Pertanyaan Penelitian
  • Tujuan Penelitian
    • Tujuan Umum
    • Tujuan Khusus
  • Manfaat Penelitian
    • Bagi Perusahaan
    • Bagi Kampus
    • Bagi Ilmu Pengetahuan
    • Bagi Penulis
  • Ruang Lingkup Penelitian

Faktanya, berbagai kasus kecelakaan kerja yang mengakibatkan cedera atau rusaknya fasilitas di kawasan gudang ini, seperti barang terjatuh dan kebakaran akibat korsleting peralatan listrik, telah banyak terjadi. Oleh karena itu, sesuai dengan prinsip manajemen risiko kesehatan dan keselamatan kerja, perlu dilakukan analisis risiko secara mendalam di area tersebut guna mengidentifikasi potensi bahaya dan risiko, sehingga pekerjaan yang dilakukan di area Gudang dapat dilakukan. terlaksana dengan aman dan kecelakaan kerja yang mungkin terjadi dapat dicegah sedini mungkin. Namun demikian, untuk mencegah terulangnya kecelakaan yang sama atau bahkan lebih fatal, perlu dilakukan analisa lebih lanjut terhadap potensi bahaya dan besarnya risiko dari proses kerja yang dilakukan di area tersebut, sehingga dapat dilakukan tindakan perbaikan dan pencegahan. dapat dilaksanakan sedini mungkin.

Penelitian dapat dijadikan bahan evaluasi dalam upaya pencegahan dan pengendalian bahaya dan risiko, serta menentukan program K3 yang tepat bagi perusahaan bagi karyawan khususnya pada proses kerja gudang. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan gambaran analisis risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada aktivitas di area gudang PX.

Tinjauan Umum Perusahaan

Oleh karena itu, tidak salah jika aktivitas yang ada di dalam gudang harus selalu dipastikan berjalan dengan aman dan selamat, sehingga operasional perusahaan selalu berjalan dengan lancar dan lestari.

Gudang (Warehouse)

  • Fungsi Gudang
  • Persyaratan Gudang

Gudang merupakan tempat yang sangat penting dan harus mendapat perhatian. Oleh karena itu harus dijaga agar barang-barang yang ada di dalamnya selalu dalam keadaan baik, aman dan siap digunakan untuk menunjang kebutuhan operasional. Store order adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh departemen Logistik Pabrik, sebagai bukti permintaan barang yang diperlukan untuk pembuatan produk jadi. Gudang harus cukup luas, ringan dan mampu menyimpan bahan dalam keadaan kering, pada suhu sesuai kebutuhan, bersih dan teratur.

Harus ada tempat khusus untuk menyimpan bahan yang mudah terbakar atau meledak (misalnya alkohol atau pelarut organik). Tersedianya lokasi khusus pengambilan sampel (sampling room) dengan ruangan kualitas seperti ruang produksi (grey area).

Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Menurut Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kesehatan kerja adalah peningkatan dan pemeliharaan tingkat kesehatan tertinggi bagi semua pekerja, baik fisik maupun mental. 13 kesejahteraan sosial pada semua jenis pekerjaan, untuk mencegah memburuknya kesehatan pekerja yang disebabkan oleh kondisi pekerjanya, untuk melindungi pekerja dalam setiap pekerjaan dari bahaya yang timbul dari faktor-faktor yang dapat mengganggu kesehatan, menempatkan dan memelihara pekerja dalam suatu pekerjaan. lingkungan kerja yang sesuai dengan kondisi fisiologis dan psikologi pekerja serta menciptakan kesesuaian antara pekerja dan setiap orang dengan tugasnya.

Hazard

Resiko fisik, disebabkan oleh sumber fisik seperti kebisingan, suhu ekstrim (terlalu panas atau terlalu dingin), getaran, radiasi, dan lain-lain. Bahaya ergonomis, disebabkan oleh posisi atau postur tubuh yang tidak normal sehubungan dengan peralatan atau metode kerja.

Risiko

  • Risiko K3

Manajemen Risiko

Identifikasi risiko yang perlu dikelola, identifikasi jenis bahaya apa yang ada dan mungkin menimbulkan risiko, bagaimana dan mengapa risiko tersebut dapat terjadi. Melakukan penilaian dengan menggunakan kombinasi faktor probabilitas atau probabilitas dan konsekuensi, dengan mempertimbangkan upaya manajemen risiko yang telah dilaksanakan. Melakukan pemantauan dan penilaian secara primer terhadap tingkat risiko dan efektivitas program dan manajemen risiko yang dilaksanakan, untuk kemudian menentukan tindakan perbaikan dan perbaikan yang perlu dilaksanakan.

Melakukan komunikasi dua arah antara manajemen dan karyawan untuk mendapatkan masukan mengenai penerapan manajemen risiko di tempat kerja guna menyempurnakan sistem manajemen risiko yang ada. Job Safety Analysis (JSA) merupakan salah satu teknik identifikasi risiko yang sangat populer digunakan di lingkungan kerja.

Analisis Risiko

  • Analisis Kualitatif
  • Analisis Semi-Kuantitatif
  • Analisis Kuantitatif
  • Analisa Risiko di PT X

25 Setelah risiko-risiko yang ada telah teridentifikasi dan dinilai berdasarkan tabel di atas, maka untuk menghitung tingkat risiko yang berguna untuk membantu mengatasi risiko tersebut, dilakukan evaluasi terhadap komponen tingkat keparahan dan probabilitas.

Tabel 3. Matrix Kualitatif Analisis Risiko Level of Risk
Tabel 3. Matrix Kualitatif Analisis Risiko Level of Risk

Evaluasi Risiko

Pengendalian Risiko

27 Selanjutnya menurut AS/NZS, jika nilai risiko ditemukan dapat diterima berdasarkan hasil analisis dan evaluasi risiko atau sering disebut dengan ALARP (As Long As Reasonably Practicable), maka tentu saja tidak diperlukan verifikasi lebih lanjut. melakukan pemantauan dan pemantauan secara berkala dalam pelaksanaan operasional. Hindari risiko dengan mengambil keputusan untuk menghentikan (menghindari) aktivitas atau penggunaan proses, bahan, dan peralatan berbahaya.

KERANGKAT TEORI

  • Kerangka Konsep
  • Desain Penelitian
  • Waktu Dan Lokasi Penelitian
  • Pengumpulan Data
  • Instrumen Penelitian

Metode analisis risiko semi kuantitatif digunakan penulis karena memiliki beberapa keunggulan dibandingkan metode analisis risiko lainnya. 2004, analisis kuantitatif mempertimbangkan variabel eksposur yang digunakan sebagai faktor tingkat risiko, dan kelebihan metode analisis risiko semi kuantitatif adalah hasil analisis risiko lebih mudah, cepat dan efisien dibandingkan dengan analisis kuantitatif. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari observasi langsung dan wawancara kepada pekerja PT.

Data sekunder diperoleh dari standar operasional prosedur (SOP) setiap kegiatan, material safety data sheet (MSDS) bahan kimia yang digunakan, pengendalian identifikasi bahaya dalam identifikasi risiko (HIRADC) dan studi literatur mengenai HIRA. Instrumen atau alat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain tabel Job Safety Analysis (JSA), kamera dokumen, dan matriks Failure Mode and Effect Analysis (FMEA).

Alur Proses Pekerjaan di Warehouse PT. X

Tabel diatas menunjukkan bahwa di PT

Tabel 7 Job Safety Analysis
Tabel 7 Job Safety Analysis

Penilaian Risiko

Probabilitas Tingkat Keparahan Kategori Risiko RPN Probabilitas Tingkat Keparahan Kategori Risiko RPN Probabilitas Tingkat Keparahan Kategori Risiko RPN. 5 3 15 Pentingnya Keberadaan SOP penggunaan forklift; Rambu peringatan bahaya dan penggunaan sirene dan lampu berkedip pada forklift;

Pembahasan

  • Kedatangan Container
  • Pembongkaran Material (Unloading Material)
  • Electric Forklift transfer
  • VNA Racking
  • Stuffing General Raw Material
  • Stuffing Flammable Material
  • Mengangkat material
  • Mangangkut material dengan handlift
  • Menyimpan Produk Jadi
  • Recharging electric forklift
  • Loading produk jadi

Pengendalian ini sangat efektif dan dapat mengurangi risiko crash platform hingga kategori minor dengan Severity = 2 dan Probability = 2; dan mengurangi risiko pekerja terjatuh/terbentur Kategori Major dengan Severity = 3 dan Probability = 2. Penilaian risiko awal dari tindakan manual ini mencapai Severity = 4 dan Probability = 5 dengan Kategori Risiko Kritis. Dilihat dari hasil penilaian risiko, risiko pekerja tertabrak forklift termasuk dalam kategori risiko kritis dan mempunyai nilai tingkat keparahan = 5 karena kemungkinan meninggal dunia dan probabilitas = 3 karena kejadian pekerja terluka akibat kecelakaan. dampak. dengan forklift terjadi 4-5 tahun yang lalu.

Sedangkan untuk peluang tertimpa gedung, nilai tingkat keparahannya = 3 karena kerugiannya bisa mencapai 50-500 juta rupiah, sedangkan nilai peluangnya = 5 karena pernah terjadi kejadian truk forklift menabrak tembok. dari serangan gudang. 1 tahun terakhir. Pengendalian ini diyakini dapat mengurangi resiko menjadi Mayor dengan tingkat keparahan = 3 dan probabilitas = 2. a) Tempat penyimpanan bahan mudah terbakar terpisah dari bangunan induk. Namun, seperti halnya penilaian risiko saat membongkar material, tampaknya upaya ini belum optimal karena tidak ada prosedur tertulis untuk melakukan pengoperasian manual yang aman.

Namun penggunaan alat ini bukannya tanpa risiko. Beban material yang diangkut bisa mencapai berat 500 kg per palet, sehingga berpotensi mengakibatkan kaki terjepit atau hancur akibat beban yang berat. Oleh karena itu, dapat dinilai. dengan tingkat keparahan = 3 dan probabilitas = 4. Pengendalian yang diterapkan cukup efektif yaitu dengan mewajibkan penggunaan sepatu safety bagi pekerja gudang, menurunkan risiko menjadi Mayor dengan nilai keparahan = 2 dan probabilitas = 3. Resiko awal dapat disimpulkan bahwa ia memiliki nilai tingkat keparahan = 3 dan probabilitas = 4. a) Menyimpan produk jadi di rak; (b) Penggunaan kemasan plastik pada palet yang berisi produk jadi.

Pada saat proses pengisian ulang forklift listrik, ditemukan fakta yang mengejutkan yaitu beberapa tahun yang lalu pernah terjadi kejadian kebakaran akibat korsleting pada charger pada saat proses pengisian ulang forklift pada akhir pekan (hari libur). Kejadian ini memberikan gambaran besarnya risiko pada proses tersebut, sehingga dapat diberikan penilaian risiko kritis dengan Severity = 5 dan Probability = 4. a) Area pengisian baterai, pada area ini terjadi kejadian kebakaran akibat overcharging; Namun penilaian risikonya sama dengan proses bongkar muat, yaitu dapat berdampak pada barang dan orang, antara lain: nyeri pinggang, tersandung, terjatuh, tangan terjepit, dan barang berantakan.

Gambar 10. Proses Unloading Material dilakukan secara manual  Perusahaan  telah  berupaya  melakukan kontrol pada  aktivitas manual  handling  dengan  pengadaan  alat  pelindung  diri  berupa back-support  belt  yang berfungsi menjaga postur tubuh ketika m
Gambar 10. Proses Unloading Material dilakukan secara manual Perusahaan telah berupaya melakukan kontrol pada aktivitas manual handling dengan pengadaan alat pelindung diri berupa back-support belt yang berfungsi menjaga postur tubuh ketika m

Prioritas Pengendalian Risiko

Dari grafik di atas terlihat bahwa dari 11 proses atau tahapan yang dilakukan di area gudang PT X, 7 (tujuh) diantaranya merupakan potensi. Pekerja tertabrak container/truk Penanganan manual Terjepit/tergores atau tertimpa barang Jatuh dari container Pekerja terguling/tertimpa forklift Bangunan terguling/tertimpa forklift Jatuh dari ketinggian Terbalik/tertimpa forklift Terbentur barang Tumpahan bahan kimia Tumpahan bahan kimia Kontak dengan sumber api Penanganan secara manual Hancur/tergores atau tertimpa barang Muatan material berat hingga 500 kg Kecepatan kerekan manual yang tidak terkontrol, terpeleset Terkena barang Tumpahan bahan kimia Pekerja tersandung/tertimpa forklift Korsleting listrik, sengatan listrik Pekerja tersandung/tertabrak forklift Penanganan manual Hancur/ tergores atau tertimpa barang Jatuh dari wadah. Potensi bahaya terbesar yang muncul adalah penanganan manual yang dilakukan pada berbagai proses di tempat penyimpanan.

Hal ini sesuai dengan fakta dan pengamatan di lapangan bahwa terdapat beberapa kasus kejadian terkait ketiga bahaya tersebut di atas, oleh karena itu perlu dilakukan tindakan perbaikan untuk mengurangi risiko yang masih ada.

Tabel 9. Tujuh Proses dengan Basic Risk terbesar
Tabel 9. Tujuh Proses dengan Basic Risk terbesar

Kesimpulan

Dalam operasional pemuatan forklift, terdapat potensi bahaya korsleting listrik yang dapat menimbulkan sengatan listrik dan kebakaran. Risiko-risiko kritis yang ada dapat diminimalkan sesuai dengan rekomendasi yang diusulkan, sehingga diharapkan risiko yang diperkirakan secara keseluruhan dapat lebih rendah. kategori.

Saran

Analisis postur kerja untuk menurunkan risiko terjadinya musculoskeletal disorder menggunakan metode Rapid Upper Extremity Assessment (RULA). Probabilitas Tingkat Keparahan Kategori Risiko Deteksi RPN Probabilitas Tingkat Keparahan Kategori Risiko Deteksi RPN Kategori Risiko Deteksi RPN Probabilitas Tingkat Keparahan. HAND PALLET SMALL 3T 550X1150MM NYLON merupakan alat yang digunakan untuk mengangkat benda kerja agar dapat dipindahkan.

Hand Pallet Krisbow ini mempunyai dimensi 1550 X 550

Gambar

Gambar 1. Struktur Organisasi PT X
Gambar 2. Alur Proses Produksi PT X
Tabel 1. Ukuran Kualitatif dari Likelihood  Level  Deskripsi  Uraian
Tabel 3. Matrix Kualitatif Analisis Risiko Level of Risk
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dalam penelitian ini menjelaskan/ mendeskripsikan Prosedur Pengurangan dan Penghapusan Sanksi Administrasi di PT X Denpasar dengan sumber data dari dokumen PT X yang dimiliki

1) Sebagian besar karyawan warehouse PT “X” di kota Bandung memiliki tingkat Organizational Citizenship Behavior (OCB) yang rendah. 2) Dimensi Organizational

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan ramburambu (K3) dan pengawasan kerja dengan perilaku aman ( safe behavior ) pada pekerja di PT X Pelabuhan

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “IDENTIFIKASI BAHAYA DAN PENILAIAN RISIKO PADA MODIFIKASI ONSHORE RIG DI PT X KOTA BATAM TAHUN 2016” ini beserta

Persediaan Bahan Baku di PT X. Di bawah bimbingan D WI RACHMINA. Perusahaan harus mempertahankan kelangsungan operasionalnya untuk mempertahankan konsistensinya di pasar

Indikator tercapainya kriteria unjuk kerja ini dapat dilihat dari media komunikasi K3 dan SMK3 terpasang lengkap di proyek sesuai dengan potensi bahaya yang ada

ENY PUJIHASTUTI. Analisis Kebijakan Perusahaan Dalam Pengendalian Persediaan Bahan Baku di PT X. Di bawah bimbingan D WI RACHMINA. Perusahaan harus mempertahankan

Analisis penerapan program K3/5R di PT X menggunakan pendekatan standar OHSAS 18001 dan statistik tes U Mann-Whitney serta pengaruhnya terhadap produktivitas