PENDAHULUAN
RumusanMasalah
TujuanPenelitian
ManfaatPenelitian
DefinisiOperasional
Masyarakat Desa Gorontalo sangat antusias dengan keberagaman budaya yang ada di Manggarai dengan cara terus menumbuhkan keberagaman budaya tersebut kepada generasi muda agar keberagaman budaya tersebut tetap ada pada masyarakat Manggarai pada umumnya dan pada masyarakat Desa Gorontalo pada khususnya. Persepsi masyarakat terhadap keanekaragaman budaya di Manggarai khususnya Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Masyarakat Desa Gorontalo sangat antusias terhadap keberagaman budaya Manggarai dengan cara terus menumbuhkan keberagaman budaya tersebut kepada generasi muda agar keberagaman budaya tetap ada pada masyarakat Manggarai pada umumnya dan masyarakat Desa Gorontalo pada khususnya.
KajianTeori
- KonsepKebudayaanManggarai
- AnalisisSosialBudayaMasyarakatManggarai
- BentukKeragamanBudayaMasyarakatManggarai
- PersepsiMasyarakatTentaangKeragamanBudayaManggarai Barat
- TeoriInteraksionalismeSimbolis
KerangkaPikir/Konsep
METODE PENELITIAN
LokasiPenelitian
Lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Wilayah Manggarai Barat, lokasi tersebut dipilih karena Desa Gorontalo merupakan salah satu desa yang masih menganut berbagai jenis budaya seperti tari caci, torok tae/tudak, sanda, danding. dan kebudayaan-kebudayaan lain yang diwariskan dari nenek moyang hingga cucu, walaupun ada beberapa unsur yang mengalami perubahan. Alasan peneliti memilih lokasi tersebut karena Desa Gorontalo, Manggarai Barat/Nusa Tenggara Timur merupakan daerah yang kaya akan keanekaragaman budaya. Selain itu Flores/NTT juga terkenal dengan tempat wisata dan bentuk rumahnya yang indah dan unik serta makanan dan minuman khas masyarakat Flores.
InformanPenelitian
FokusPenelitian
Pengertian Torok Tae secara lebih utuh adalah menyampaikan pesan-pesan, berupa doa, syukur, pujian, penyembahan, rasa hormat, rasa syukur kepada Tuhan/leluhur, sesama manusia, lingkungan hidup, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal, atas segala pengalaman positif manusia. kehidupan, dalam situasi formal, terbuka, di hadapan banyak orang dengan menggunakan bahasa khiasa (bahasa budaya tinggi), dan dapat dilakukan bersamaan dengan penyembelihan hewan, atau tanpa penyembelihan hewan. Oleh karena itu pada bagian ini kami hanya akan menjelaskan perbedaan torok tae dan tudak saja melihat perbedaannya. Torok tae artinya menyampaikan pesan berupa permohonan suatu acara/perayaan kepada leluhur/Allah, misalnya torok tae mata (menyampaikan pesan pada acara kematian).
Pengertian torok tae yang lebih lengkap adalah penyampaian pesan, berupa doa, permohonan, ucapan syukur, pujian, penyembahan, rasa hormat, rasa syukur kepada Tuhan/leluhur, sesama manusia, baik lingkungan hidup yang masih hidup. Oleh karena itu, ia harus menguasai adat istiadat, memahami ekspresi budaya Manggarai, sehingga perkataan yang diucapkannya saat Torok Tae sesuai dengan momen peristiwa tersebut. Macam-macam torok tae yang dimaksud di sini adalah kiat-kiat tradisional dalam memberikan sesaji yang disampaikan tergantung pada waktu acaranya, seperti waktu penti atau (acara syukuran); waktu kelas (pesta Keduri untuk orang yang meninggal);.
Dari segi isi yang berbeda, dalam pandangan masyarakat Manggarai ada torok tae ini dan torok tae itu (beda jenis torok tae). Hasil wawancara tentang macam-macam torok tae dijelaskan oleh Bpk. Abdul Karim selaku Tokoh Masyarakat Desa Gorontalo, pada tanggal 15 Juni 2018). a) Torok Tae Penti (bahasa penghias pada acara syukuran). Sedangkan untuk ciri-ciri positif tudak tidak perlu dijelaskan lebih lanjut, karena hakikatnya hampir sama dengan torok tae.
InstrumenPenelitian
Jenis Dan SumberPenelitian
TeknikPengumpulan Data
Teknik pengumpulan data adalah cara yang digunakan untuk memperoleh atau mengumpulkan data yang diperlukan dalam penelitian. Pengumpulan data tingkat kedua adalah pelaksanaan wawancara langsung secara mendalam terhadap responden yang telah dilakukan sebelumnya.Wawancara adalah percakapan dengan tujuan tertentu. Wawancara dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh data-data yang diperlukan untuk memverifikasi kebenaran data yang diperoleh melalui kegiatan observasi yang dilakukan pada langkah pertama.
TeknikAnalisis Data
- TeknikKeabsahan Data
Torok tae dan tudak hampir sama sehingga sulit membedakannya, namun sebenarnya kedua hal tersebut berbeda dari segi prakteknya. Ya, dahulu kala pada masa feodal, yang berhak menyampaikan Torok Tae adalah mereka yang berasal dari kalangan bangsawan, karena ini adalah pesan budaya yang menggunakan bahasa yang sangat berbudaya. Namun kini karena pengaruh era modernisasi budaya, apa yang dibawakan Torok Tae mungkin bukan darah biru. Yang penting punya karisma untuk itu.
Walaupun tidak ada format baku untuk setiap torok tae/bahasa persembahan, sehingga bahasa doanya seragam, namun nyatanya untuk setiap acara yang berbeda topik, bahasa khusus torok tae juga berbeda-beda. Di bawah ini penulis hanya memberikan beberapa torok tae sebagai contoh saja sebagai pembanding antara isi hiasan setiap torok tae berdasarkan tema acara yang diadakan. Untuk meningkatkan kualitas hidup, khususnya untuk mendorong dan mengembangkan sikap kerja, perlu dipahami bahwa kebudayaan dari berbagai aspek kehidupan manusia merupakan bagian mendasar dalam kehidupan seseorang atau sekelompok masyarakat. Keanekaragaman budaya yang ada di Menggarai Barat ikut mengembangkan peningkatan perekonomian di Manggarai Barat, salah satunya tari Caci yang sudah terkenal sehingga wisatawan nusantara maupun mancanegara datang jauh-jauh dari negaranya hanya untuk melihat bagaimana tari caci tersebut. Setelah mereka melihat pertunjukan tari caci, mereka mengetahui bahwa itu sebenarnya adalah pertunjukan yang dilakukan oleh masyarakat desa. Gorontalo sangat berbahaya dan menggunakan keberaniannya sendiri yang tidak dimiliki orang awam. Namun saat ini keanekaragaman budaya tersebut sudah mulai memudar karena masyarakat di Desa Gorontalo sudah jarang mengembangkan budaya tersebut karena budaya modern sudah mulai mempengaruhinya. Torok Tae/Tudak juga merupakan salah satu budaya yang harus dikembangkan masyarakat Desa Gorontalo, agar budaya ini selalu berkembang, agar masyarakat mengetahui bahwa budaya ini memiliki manfaat bagi masyarakat sekitar dan generasi muda khususnya di Desa Gorontalo, salah satu kawasan pariwisata dimana masyarakat harus mengembangkan budayanya.
Keberagaman budaya masyarakat Desa Gorotanlo Kecamatan Komodo Kabupaten Manggarai Barat hendaknya lebih mengedepankan budaya asli dibandingkan budaya asing agar memiliki nilai jual di mata masyarakat dan pemerintah, karena budaya yang ada di masyarakat Desa ini mempunyai keunikan tersendiri yang tidak dimiliki daerah lain seperti budaya, tari caci, tari torok tae/tudak, tari sanda, tari mbata, tari sae, tari ronda dan tari nenggo/dere. Hartoko, 1886, Sekilas Kebudayaan Manggarai, Cara Hidup Masyarakat yang Disimbolkan Totem, Yokyakarta: Nusa Indah. Verheijen, 1991, Sekilas Kebudayaan Manggarai Dilihat dari topografinya selama ini desa-desa di Manggarai berada di perbukitan, Yokyakarta: Nusa Indah.
GAMBARAN DAN HISTORIS LOKASI PENELITIAN
SejarahKeragamanBudayaManggaarai
LetakGeografis
- Caci
- Torok Tae/Tudak
- Sanda
- Mbata
- Danding
- Sae
- Ronda
- Nenggo/Dere
Juga tidak diperbolehkan bermain makian antar saudara, sepupu dekat, kerabat dekat, warga desa, keluarga tetangga (pa'ang ngaung), kenalan dekat (hae reba). Inilah salah satu momen dimana kubu/kelompok bermain caci-maki dan menganiaya penonton, setelah itu para pemain saling pukul dan dilanjutkan dengan variasi lome dengan menyebutkan identitas/nama samaran dalam bahasa kiasa. Orang juga dianggap jago bermain pelecehan, bahkan salah satu yang terletak disini adalah ilo (tidak kena/cambuk atau jarang kena lawan yang disalahgunakan).
Nia pakin artinya tempat sasaran dipukul/dicambuk. Tidak semua badan digendong/dicambuk saat bermain caci. Umumnya batas area tubuh yang dipukul/dicambuk adalah bagian tubuh tertentu seseorang, yaitu di sekitar bagian tengah atas (putes) hingga ujung rambut/kepala (haeng eta sai). Atau dalam keadaan tertentu pelanggaran pukulan dikeluarkan dari lapangan permainan/kompetisi Sifat peringatannya hanya berlaku pada saat itu saja, tidak selamanya. Dalam artian jika pemain melanggar pada hari berlakunya, maka ia dapat bergabung kembali dalam permainan penyerangan. Hanya jika... permainan ini ada dalam konteksnya, misalnya dalam perlombaan perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Kemudian pelakunya akan ditegur dan hasil pertandingannya dikurangi. Ada beberapa tingkatan bobot pukulan dalam caci sparring. Misalnya saja whipper yang mampu memberikan damage kepada lawannya. Yang lebih dahsyat lagi adalah cambuk yang mampu mengarahkan pukulannya dan mengenai lawan pada bagian tubuh tertentu yang dianggap gengsi, dan bila di tempat itu hena beke (mendapat luka menodai). Tempat-tempat tersebut adalah tangan, dan wajah/kepala. Disebut hena beke karena dalam permainan saling mencambuk ini kedudukan tangan dilindungi oleh perisai (nggiling) dan gagang (koret), sedangkan kepala/wajah disebut beke (cacat) karena ditutupi dengan kain. topi (panggal) dan seluruh wajah serta kepala ditutupi dengan lapisan kain yang disebut janggo.
Pertanyaannya, apakah masyarakat Manggarai tidak punya hati nurani jika ada yang dicambuk bahkan pingsan saat melontarkan hinaan? Misalnya saja bermain hinaan pada saat magal (pernikahan) mempunyai alamat/pesan yang berbeda pada saat pesta syukuran pembukaan desa baru (penti pande beo weru). Tebang nggong bukanlah kriteria khusus bagi pemain caci, namun merupakan bagian dari keseluruhan rangkaian pemain caci pada umumnya.
PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG KERAGAMAN BUDAYA
Persepsi masyarakat terhadap keberagaman budaya Manggarai Barat Persepsi masyarakat terhadap keberagaman budaya Manggarai khususnya desa. Ya masyarakat juga berharap kepada pemerintah agar turut serta atau turut serta dalam membangun keberagaman budaya yang ada di Desa Gorontalo agar kebudayaan dapat berjalan dengan baik, karena bantuan pemerintah juga sangat penting dalam hal bantuan seperti bahan dan penunjang, tanpa dukungan dari pemerintah semuanya tidak akan bertahan lama.Saat ini keberagaman budaya di Desa Gorontalo mulai memudar karena dukungan dari pemerintah sangat lemah. Kami sebagai masyarakat Desa Gorontalo berharap pemerintah membantu agar keanekaragaman budaya mulai berkembang kembali seperti sedia kala.
Tarian ini hanya ada di Desa Gorontalo, oleh karena itu harus kita kembangkan agar tidak kalah saing dengan daerah lain. Hidayat, 1976, Sekilas Kebudayaan Manggarai yang disebut belis sebagai lambang status pribadi paca, wagal atau gelar weki, Yokyakarta:. M., 1976, Sekilas Kebudayaan Manggarai, juga menegaskan bahwa Manggarai mendapat pengaruh dari Sulawesi Selatan, khususnya dari Goa/Makassar, Yokyakarta: Nusa Indah.
Bunga Rampai VII:2003:23), sekilas budaya Manggarai, bahwa dalam keluarga dengan budaya patrilineal segala sesuatunya berada di bawah kendali suami, Yokyakarta: Nusa Indah.
SIMPULAN DAN SARAN
SARAN
Soemardjan Selo dkk, (Seokanto Sosiologi Komunikasi, Bahwa Kebudayaan Adalah Segala Hasil Karya, Selera dan Ciptaan Masyarakat, Jakarta: Prenada Media Group. Pada tahun yang sama, penulis melanjutkan pendidikan di SMPN Satap Pulau Seraya dan tamat pada tahun 2011 .Kemudian pada tahun yang sama, penulis yang sama berhasil lulus dari Jurusan Pendidikan Sosiologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyaah Makassar, Program Sarjana Pendidikan (S1).