• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANTIHIPERTENSI DAN ANTIHIPERLIPIDEMIA

N/A
N/A
Nurul Arni Saptiani

Academic year: 2024

Membagikan "ANTIHIPERTENSI DAN ANTIHIPERLIPIDEMIA "

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

KELOMPOK II

ANTIHIPERTENSI DAN ANTIHIPERLIPIDEMIA

INTERAKSI OBAT

INTERAKSI OBAT

(2)

NAMA ANGGOTA :

SITTI SARNIATI (F201901164) NURUL ARNI SAPTIANI (F201901150)

YUNDA SYAHDA MS (F201901186)

ST. RETRI AMULIA RAMADANI (F201901166) ZAKRAWAN ANANDA (F202002005)

DWI WISNIANTI (F201901179)

FITRIANI (F2019011

(3)

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg.

2. PENGGOLONGAN OBAT

Penggolongan Obat Hipertensi

a) Deuretik adalah obat yang bekerja pada ginjal untuk membantu tubuh mengeluarkan natrium (garam) dan air, sehingga mengurangi volume darah. Dengan begitu, tekanan darah bisa turun. Obat golongan ini banyak digunakan untuk menangani penyakit hipertensi.

1. DEFENISI

Mekanisme kerja dari golongan obat diuretik ini yaitu dengan menekan

reabsorpsi natrium pada tubulus ginjal sehingga ekskresi natrium dan air

dapat ditingkatkan. Contoh obat hipertensi dari golongan diuretik antara

lain Triamterene (Dyazide dan Maxzide) atau Spironolactone (Aldactone).

(4)

Lanjutan

b) Penghambat Angiotensin-converting enzyme atau ACE inhibitor

Angiotensin converting enzyme inhibitor (ACEI) menghambat secara langsung angiotensin converting enzyme (ACE) dan menghalangi konversi angiotensin-1 menjadi angiotensin-2.Cara kerja ACE inhibitor adalah membantu merelaksasi pembuluh darah dengan menghalangi pembentukan bahan kimia alami yang mempersempit pembuluh darah. ontohnya captopril, lisinopril dan benazepril

c) Angiotensin II receptor blockers atau ARB

Angiotensin II receptor blockers (ARBs) adalah obat hipertensi yang membantu

melemaskan pembuluh darah dengan menghalangi aksi bahan kimia alami yang

mempersempit pembuluh darah. Contoh obat yaitu candesartan, losartan, dan

valsartan.

(5)

d) Calcium channel blocker (CCB)

CCB bekerja mengurangi kebutuhan oksigen miokard dengan menurunkan resistensi vaskular perifer dan menurunkan tekanan darah. Contoh obat hipertensi golongan CCB adalah amlodipine, nipedipine dan diltiazem. Cara kerja CCB adalah membantu mengendurkan otot-otot pembuluh darah, dan memperlambat detak jantung. CCB dapat bekerja lebih baik pada orang usia lanjut dan orang-orang dari ras tertentu, jika dibandingkan ACE inhibitor

3. INTERAKSI OBAT DENGAN OBAT

Interaksi obat antihipertensi

a) Penggunaan kombinasi kaptopril dan furosemid dapat menyebabkan interaksi farmakodinamik dimana efek hipotensi meningkat mengurangi efek dari furosemid, dan meningkatkan resiko hiperkalemia berat.

b) Menurut beberapa studi, obat ACE-inhibitor yang dikonsumsi bersamaan dengan suplemen tinggi kalium dapat meningkatkan kadar kalium di dalam darah. Mekanisme kerja obat ini yaitu meningkatkan kadar kalium dalam tubuh. Jika dikonsumsi bersamaan dengan pisang, efeknya bisa terjadi hiperkalemia. Dengan tingginya kadar kalium dalam darah akan berefek pada kerja jantung dan berisiko terhadap seseorang yang memiliki riwayat hipertensi.

(6)

4. INTERAKSI OBAT DENGAN MAKANAN

Interaksi obat dan makanan merupakan masalah yang penting dan perlu mendapatkan perhatian karena dapat menimbulkan reaksi efek samping dan juga meningkatkan ataupun menurunkan tujuan terapi. Sebuah studi di Amerika Serikat menunjukkan bahwa insidensi interaksi obat yang mengakibatkan reaksi efek samping sebesar 7,3% sering terjadi di Rumah Sakit dan lebih dari 88% terjadi pada pasien geriatri.

Contoh:

Captopril/lisinopril dikonsumsi bersamaan dengan pisang. Menurut beberapa studi, obat ACE-inhibitor yang dikonsumsi bersamaan dengan suplemen tinggi kalium dapat meningkatkan kadar kalium di dalam darah. Mekanisme kerja obat ini yaitu meningkatkan kadar kalium dalam tubuh. Jika dikonsumsi bersamaan dengan pisang, efeknya bisa terjadi hiperkalemia. Dengan tingginya kadar kalium dalam darah akan berefek pada kerja jantung dan berisiko terhadap seseorang yang memiliki riwayat hipertensi

(7)

5. JENIS-JENIS INTERAKSI

a. Interaksi Farmasetik → adalah interaksi yang terjadi di luar tubuh (sebelum obat diberikan) antara obat yang tidak dapat dicampur (inkompatibel).Interaksi ini bersifat langsung dan dapat terhadi secara fisik atau kimiawi. Misalnya terjadinya presipitasi, perubahan warna, tidak terdeteksi dan menyebabkan obat menjadi tidak aktif.

b. Interaksi Farmakodinamik → Interaksi ini terjadi karena obat bekerja pada reseptor atau tempat yang sama. sehingga terjadi efek yang aditif, sinergistik, atau antagonistik, tanpa ada perubahan kadar plasma ataupun profil farmakokinetik lainnya. Contoh interaksi obat pada reseptor yang bersifat antagonistik misalnya: interaksi antara β-bloker dengan agonis-β2 pada penderita asma; interaksi antara penghambat reseptor dopamine (haloperidol, metoclo-pramid) dengan levodopa pada pasien Parkinson.

c. Interaksi Farmakokinetik → interaksi yang mempengaruhi absopsi, distribusi, metabolisme, dan ekskresi obat lain. Obat ini akan mengurangi fungsi dari obat lainnya di dalam tubuh sehingga terapi menjadi tidak efektif. Contoh interaksi farmakokinetik adalah penggunaan obat antiepilepsi yang bisa mempengaruhi orang yang mengonsumsi kontrasepsi oral dan warfarin (obat pengencer darah)

(8)

TINGKAT KEPARAHAN dan PENANGANAN

6. ANTIHIPERTENSI

(9)

Hiperlipidemia merupakan suatu koroner oleh endapan lemak, sehingga oksigen ke otot jantung berkurang dan keadaan terjadinya peningkatan fungsi jantung akan terganggu. kolesterol dan trigliserida diatas batas Hiperlipidemia adalah suatu kondisi normal.

2. PENGGOLONGAN OBAT

Golongan Obat Antihiperlipidemia

1. DEFENISI

a) Inhibitor HMG KoA Reduktase

Senyawa penghambat Co-enzim-A reduktase ini berkhasiat menurunkan

kolesterol dan trigliserida, sedangkan HDL dinaikkan sedikit. Efeknya

adalah peningkatan HDL. Contoh obat dari golongan ini adalah statin,

obat penurun lipid yang paling baru. Obat ini sangat efektif dalam

menurunkan kolesterol total dan dan LDL. Inhibitor HMG KoA reduktase

memblok sintesis kolesterol dalam hati.

(10)

b) Resin Pertukaran Anion

Resin menurunkan kadar kolesterol dengan cara mengikat asam empedu dalam saluran cerna, mengganggu sirkulasi enterohepatik sehingga ekskresi steroid yang bersifat asam dalam tinja meningkat. Penurunan kadar asam empedu ini oleh pemberian resin akan menyebabkan meningkatnya produksi asam empedu yang berasal dari kolesterol.

c) Asam Nikotinik

Asam nikotinat pada jaringan akan menghambat hidrolisis trigliserid oleh hormone-

sensitive lipase sehingga mengurangi transport asam lemak bebas ke hati dan

mengurangi sintesis trigliserid hati. Penurunan sintesis trigliserid akan menyebabkan

berkurangnya produksi VLDL sehingga kadar LDL menurun.

(11)

d) Fibrat

Fibrat akan menyebabkan penurunan ringan pada LDL (sekitar 10%) danpeningkatan HDL (sekitar 10%). Sebaliknya fibrat akan menyebabkan penurunan yang bermakna pada trigliserida plasma (sekitar 30%). Fibrat bekerja sebagai ligan untuk reseptor transkripsi nukleus, reseptor alfa peroksisom yang diaktivasi proliferator.

e) Inhibitor pada absrobsi

Obat golongan ini menurunkan penyerapan kolesterol dan menurunkan kolesterol LDL. Sekitar 18% dengan sedikit perubahan pada kolesterol HDL.

Hal ini mungkin sinergis dengan statin sehingga menjadi terapi kombinasi yang

baik

(12)

3. INTERAKSI OBAT DENGAN OBAT

Interaksi Obat Antihiperlipidemia

a) Simvastatin dan gemfibrozil. Interaksi tersebut dapat meningkatkan risiko kejang otot atau miopati dan gagal ginjal akibat pelepasan mioglobulin dari otot yang rusak ke dalam darah.

b) Atorvastatin dan Amlodipin. Amlodipin mampu meninggikan takaran

atorvastatin dalam darah. Hal ini meninggikan risiko efek samping,

semisal kerusakan hati dan penyakit langka yang mirip langkah yang

disebut rhabdomyolysis, yang menyangkut kerusakan jaringan otot

rangka.

(13)

4. INTERAKSI OBAT DENGAN MAKANAN Contoh:

Jeruk keprok (grapefruit) Meskipun tergolong makanan sehat, jeruk keprok dapat mengubah fungsi enzim tertentu di dalam sistem pencernaan yang berfungsi mengolah beberapa jenis obat. Khususnya golongan obat statin seperti simvastatin, atorvastatin dan pravastatin digunakan untuk menurunkan kolesterol. Makan atau minum sejumlah besar jeruk keprok, bersamaan atau beberapa jam sebelum atau sesudah mengonsumsi statin, dapat mempercepat timbuknya efek samping, atau pada kasus yang berat, mengakibatkan kerusakan organ.

Jeruk keprok dapat meningkatkan kadar statin di dalam tubuh, dan

akhirnya dapat menyebabkan kerusakan hati atau kerusakan otot yang

dapat mengakibatkan gagal ginjal.

(14)

TINGKAT KEPARAHAN

5. ANTIHIPERLIPIDEMIA

(15)

6. PENANGANAN

Adapun penanganan interaksi obat dengan tingkat keparahan moderat

dengan efek samping berupa meningkatnya kadar simvastatin dalam

darah serta risiko miopati dan rabdomiolisis adalah dengan mengatur

dosis simvastatin agar tidak melebihi 20 mg per hari atau dengan

memilih alternatif terapi statin lainnya seperti Fluvastatin, Pravastatin dan

Rosuvastatin. Sedangkan penatalaksanaan interaksi obat dengan tingkat

keparahan mayor dilakukan dengan mengatur dosis simvastatin agar

tidak melebihi 20 mg per hari dan disertai monitoring kreatinin kinase dan

efek neuropati pada penderita miopati dan rabdomiolisis (Liman dan

Hartadi, 2001).

(16)

SEKIAN DAN

TERIMA KASIH

Referensi

Dokumen terkait

Beberapa mekanisme tanaman obat dalam menurunkan kadar glukosa darah yang telah teridentifikasi diantaranya adalah merangsang sel pulau langerhans pankreas untuk melepaskan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya potensi interaksi obat antihipertensi, frekuensi potensi interaksi obat, pola mekanisme interaksi, jenis obat

Penelitian ini mengkaji tentang frekuensi kejadian interaksi obat antihipertensi pada pasien hipertensi di puskesmas di kota Medan, mekanisme interaksi, mengidentifikasi

Amati dengan hati- hati untuk efek hipoglikemi k ketika memulai terapi ACE Inhibitor pada pasien yang menerima terapi sulfonilurea.. 12 Captopril - Natrium

Menurut piliang (1996), kadar glukosa darah yang konstan dipertahankan setiap saat yaitu homeostasis gula dalam darah dicapai melalui beberapa mekanisme yang

Cara cepat untuk mengatasi serta menurunkan kadar kreatinin dan ureum dalam darah dapat di atasi dengan menggunakan Obat Tradisional Kreatinin dan Ureum Dalam Darah Ace maxs

Pemberian obat-obat secara bersamaan, termasuk pemberian antibiotik yang dikonsumsi secara bersamaan merupakan hal yang perlu diperhatikan karena dapat menyebabkan interaksi satu sama

Oleh karena itu, pasien dengan gangguan kardiovaskular, seperti gagal jantung harus dapat menjaga kadar kalium darah tetap normal, memperhatikan obat-obatan yang digunakan, dan