• Tidak ada hasil yang ditemukan

ASESMEN AKADEMIK(MEMBACA)

N/A
N/A
Video Tugas

Academic year: 2024

Membagikan "ASESMEN AKADEMIK(MEMBACA) "

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

ASESMEN AKADEMIK(MEMBACA)

1. Pengertian Membaca

Membaca adalah Aktivitas kompleks yang mencakup fisik yaitu gerak mata dan ketajaman penglihatan dan juga mencakup mental berupa ingatan dan pemahaman. Lima tahap perkembangan membaca, yaitu:

a. Kesiapan membaca (sejak dilahirkan hiqp pelajaran rnernbaca dibz&adumumnya saat masuk kelas satu SD)

b. Membacapermulaan (sejak anak rnasuk kelas satu SD)

c. keterampilan membaca cepat (umumnya saat kelas dua ahu tiga SD) d. Mernbaca Luas (telah duduk di kelas empat atau Lima SD)

e. Membaca sesungguhya (SLTP hingga dewasa) (Mercer, 1979:202 dalarn AWunahman, 2003:20 1) Berbagai kesalahan membaca:

1. Penghilangan kata atau huruf 2. Penyelipan kata

3. Penggantian kata

4. Pengucapan kata salah dan makna berbeda 5. Pengucapan kata salah tapi makna sama 6. Pengucapan kata salah dan tidak berrnakna 7. Pengucapan kata dengan bantuan guru 8. Pengulangan

9. Pembalikan kata 10. Pembalikan huruf

11. Kurang memperhatikan tanda baca 12. Pembetulan sendiri

13. Ragu-ragu 14. Tersendat-sendat

Kemampuan membaca lisan dan membaca pemahaman 1. Membaca lisan

13 (tiga belas) jenis prilaku yang mengindikasi bahwa anak berkesulitan belajar membaca lisan:

1. Menunjuk tiap kata yang sedang dibaca

2. Menyusur tiap baris kata yang sedang dibaca dari kiri ke kanan dengan jari 3. Menelusuri tiap baris bacaan ke bawah dengan jari

4. Menggerakkan kepala, bukan matanya yang bergerak 5. Menempatkan buku dengan cara yang aneh

6. Menempatkan buku terlalu dekat dengan mata 7. Sering melihat pada gambar, jika ada.

8. Mulutnya komat-kamit waktu membaca 9. Membaca kata demi kata

10. Membaca terlalu cepat

(2)

11. Membaca tanpa ekspresi

12. Melakukan analisis tetapi tidak mensintesiskan

13. Adanya nada suara yang aneh atau tegang, menandakan keputusasaan.

2. Membaca pemahaman

Prilaku yang menjadi indikator kesulitan belajar membaca pemahaman (membaca dalam hati), yaitu :

1) Menunjuk tiap kata yang dibaca dengan jari

2) Menelusuri tiap baris yang sedang di baca dari kiri ke kanan dengan jari

3) Menelusuri baris-baris yang sedang dibaca dari atas ke bawah 4) Membaca dengan berbisik

5) Mengucapkan kata dengan keras 6) Menggerakkan kepala, bukan mata

7) Menempatkan buku dengan cara yang aneh

8) Menempatkan buku pada jarak pandang yang terlalu dekat 9) Sering melihat gambar, jika ada

10) Hanya memandang sekilas dan kemudian berkata "saya sudah selesai".

2. Asesmen Membaca

Tujuan asesmen membaca yaitu: mengetahui prestasi membaca anak (kekuatan dan kelemahannya). Bidang Keterampilan Membaca:

1) Mengenal kata

Yaitu: keterampilan untuk melihat kata dan mengucapkannya

Pemahaman Kosakata

disajikan sejumlah daftar kata dan meminta anak membaca kata dalam waktu tertentu

Fonem

disajikan sejumlah huruf dan anak diminta mengucapkannya dengan bunyi huruf yang benar

2) Memahami bacaan

Yaitu kemampuan untuk memahami apa yang dibaca Diukur dengan menggunakan:

 Membaca nyaring

 Membaca diam

Anak membaca sebuah narasi, kemudian menjawab pertanyaan sesuai

narasi yang telah dibaca.

3) Keterampilan Aplikasi

Yaitu kemampuan untuk menggunakan keterampilan mengenal kata dan keterampilan memahami bacaan dalam kehidupan sehari-hari.

3. Instrumen Membaca

a) The Woodcock Reading Mastery Tests

(3)

Untuk mengukur kemampuan membedakan bacaan dan prestasi membaca.

Dilakukan selarna 30-40 menit, untuk usia 6,8 tahun sampai 18,3 tahun

Terdiri dari:

1. Tes identifikasi huruf 2. Tes identifikasi kata 3. Tes acak kata

4. Tes pemahaman kata 5. Tes pemahaman kalimat b) The Diagnostic Reading Scales

 WordRecognition Lists

berisi tiga daftar kata yang disusun berdasarkan tingkat kesulitan, anak membaca kata, dan mengingatnya dengan segera.

 Reading Passages

Diukur dengan jenis tingkatan keterampilan membaca

 Phonics Test

Diukur dengan 8 aspek: bunyi konsonan, bunyi vokal, konsonan rangkap, singkatan mum, bunyi huruf, pengganti konsonan awal, diskriminasi auditori, dan blending.

c) The Gates-McKillop Reading Diagnostic Tests

 Menilai keterarnpilan membaca, digunakan untuk semua usia yang berada pada kelas 1 SD sampai kelas 1 SMP.

 Digunakan untuk mengasesmen berbagai keterampilan membaca yang berbeda.

 Hasil asesmen diinterpretasikan dengan memperhatikan informasi tentang kualitas struktur tes.

4) Instrumen Pemahaman Isi Racaan

 the Tesf of Reading Comprehension (TORC)

Digunakan untuk anak kelas 6 SD sampai PT, dan cocok untuk beberapa ABK.

General Comprehension Core 1) Subtes 1 : kosakata umum 2) Subtes 2: persamaan sintetik 3) Subtes 3: membaca paragraf

4) Pilihan: subtes 8: sekuensial kalimat

Diagnostic Suplement

1) Subtes 4: kosakata berhitung 2) Subtes 5: kosakata pelajaran sosial 3) Subtes 6: kosakata sains

4) Subtes 7: membaca petunjuk tugas-tugas akademik

(4)

 INSTRUMEN ASESMEN MEMBACA

Nama : SELFI ANISA

Jenis kelamin : Perempuan

Umur : 10 tahun

Alamat : Sarang gagak/RT 006,RW 003,KEL.anturing, KEC.kuranji Nama orang tua : : Yama &Eka Prasetia

No. Kompetensi dasar Bisa Tidak

bisa

Keterangan A. Kemampuan membaca lisan

1. Anak mampu menunjuk huruf

 A

 B

 C

 D

 E

 F

 G

 H

 Dan seterusnya

 Test

2. Anak dapat menyebutkan huruf

 A

 B

 C

 D

 E

 F

 G

 Dan seterusnya

Test

3. Anak bisa membedakan huruf yang bentuknya hampir sama

 B dan d

 D dan p

 B dan p

 M dan n

 U dan v

 K dan l

 Test

4. Anak dapat menghapalkan huruf diftong

 Nya

 Test

(5)

 Nga

 Kha

5. Anak dapat membaca kata dengan tepat

 Abi,abu,aba,abc,ab o

 Nana,nani,mami

 Dari,dadu

 Hanya

kusulitan dalam pengucapan

huruf r 6. Anak dapat menghafalkan gabungan huruf onsona dan

vokal

 Ke

 Di

 Ba

 Bi

 Bu

 Ku

 Da

 Test

7. Anak dapat membaca kata yang mengandung-ny

 Nyanyi

 Nyamuk

 Nyuci

 Test

8. Anak bisa membaca kata yang mengandung ng

 Nangka

 Mangga

 Minggu

 Pisang

 Bunga

 Test

9. Anak dapat membaca kata dengan dua suku kata yang dipisah

 Ma-ma

 Pa-pa

 Bu-ku

 Ma-kan

 ni-lai

 Test

10. anak dapat membaca kata dengan 3 suku kata yang dipisah

 ber-ma-in

 ke-ran-jang

 me-nya-nyi

 me-ngi-gau

 Test

11. anak dapat membaca dengan dua kata

 makan roti

 pergi sekolah

 Test

12. anak dapat membaca dengan tiga kata

 saya pergi ke sekolah

 Test

(6)

 kucing dikejar anjing

 adik bermain bola

13. anak dapat membaca kalimat dengan lebih dari 3 kata

 kucing mengejar anjing di atas loteng

 budi memancing ikan di loteng

 polisi mengejar pencuri di jalan

 Test

B. membaca pemahaman

 Mengingat isi bacaan

 Mencari informasi tertera dalam bacaan

 Membaca sepintas

 Mengenal ide pokok dalam bacaan

C. Mengenal tanda baca

 (,) koma

 (.) titik

 ( ! ) seru

 (?) tanya

 (“) kutip

 belum

sampai pada materi tersebut

Kesimpulan:

Saya menyimpulakan bahwa dalam intrumen asesmen membaca tersebut selfi anisa tidak ada masalah dalam sistem motoriknya, ingatan ia sangat bagus,pemahaman akan huruf juga sangat bagus ia juga mampu mengingat dan menghafal huruf abjad sampai Z.kesulitan yang ia alami yaitu berbicara yang kurang jelas serta tuli permanen yang menyulitkan dia untuk mendengar,sehingga suara yang di hasilkan sekitarnya tidak dapat masuk rangsangan otaknya.

DAFTAR PUSTAKA

Marlina. 2009. Asesmen Anak Berkebutuhan Khusus. Padang: UNP

Zaenal Alimin. 2003. Pengembangan Program Pembelajaran Individual bagi Anak Tunagrahita. Jakarta: Depdiknas

(7)

 ASESMEN AKADEMIK( BERHITUNG)

Berhitung adalah keterampilan penting yang harus dikuasai anak mulai dari tingkat dasar sampai tingkat selanjutnya, atau kemampuan dalarn menjawab soal-soal berhitung dan pemecahan masalah.

Aspek Keterampilan Berhitung

 Kesiapan berhitung

 Komputasi

 Pemecahan masalah

 Aplikasi

1. Berhitung; Kemampuan menjawab soal-soal berhitung dan pemecahan masalah

2. Pemecahan masalah; Kemampuan menggunakan keterampilan komputasi dalam memecahkan masalah 3. Aplikasi berhitung; Kemampuan anak untuk menggunakan

hitungan dan keterarnpilan pemecahan masalah dalarn kehidupan sehari-hari Asesmen

The KeyMath Diagnostic Arithmetic Test Subtes:

a. Konten: numerikal, fraksi, geometri dan simbol

b. Operasi: penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, mental komputasi, penalaran numerikal

c. Aplikasi: masalah kata, elemen yang hilang, uang, pengukuran, dan waktu

The Stanford Diagnostic Mathematics Tes Instrumen:

a. Sistem angka dan numerikal: seluruh angka dan penempatan nilai desimal,rasional bilangan dan numeri kal, o perasi bilangan.

b. Komputasi: penjurnlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian seluruh bilangan, pecahan, desimal, persentase, kalimat bilangan.

c. Aplikasi: pemecahan masalah, membaca serta menafsirkan tabel dan grafik, geometri dan pengukuran.

Asesmen Informal a. Ceklist dan Inventori

b. Asesmen yang didasarkan atas kurikulum

c. Analisis kekeliruan siswal analisis sampel pekerjaan d. lnterviu dan kuesioner

(8)

INSTRUMEN KEMAMPUAN BERHITUNG

Nama : SELFI ANISA

Jenis kelamin : Perempuan

Umur : 10 tahun

Alamat : Sarang gagak/RT 006,RW 003,KEL.anturing, KEC.kuranji Nama orang tua : : Yama &Eka Prasetia

No. Kemampuan dasar Bisa Tidak bisa Keterangan

A Kesiapan berhitung

Mengenal urutan bilangan angka-angka

 Test

Anak dapat menyebutkan angka yang di tunjukan tester secara acak

 Test

Anak dapat berhitung dengan lancar dan tepat

 Karna masi

tahap

pembelajaran B Konsep berhitung

Mengenal dan memahami lambing operasi hitung seperti:

1. tambah+ 

2. kurang - 

3. kali x  Masi tahap

penjumlahan dan

perngurangan

4. bagi (;)  Masi dalam

tahap

penjumlahan dan

pengurangan C Komputasi

Penjumlahan

Anak dapat membaca angka

dan simbol

penjumlahan(3+2=5)

 Test

Anak dapat menjumlahkan angka <10

 Test

Anak dapat menjumlahkan angka yang sifatnya puluhan

 Masi tahap

perhitungan satuan Anak dapat mengisi angka

yang kosong dalam sebuah penjumlahan (6+...=10 )

 Test

Pengurangan

Anak dapat mengurangkan angka <10

 Test

(9)

Perkalian

Anak mampu mengisi angka yang di kosongkan dalam sebuah perkalian angka <10

 Masi dalam

tahap

penjumlahan dan

pengurangan Pembagian

Anak daapat membaca

angka dan simbol

pembagian angka (10:...=2

 Masi dalam

tahap

penjumlahan dan

pengurangan Pecahan

Anak dapat mencawab soal pecahan dari penyebutannya yang sama dan yang berbeda 3 1

-+- 2 2

Kesimpulan:

Pemahaman Selfi anisa cukup bagus,apa lagi dalam kemampuan mengingat,sifi mampu menghafal angka 1-50 ,dalam instrumen asesmen berhitung anisa masi belajar dalam tahap penjumlahan dan pengurangan,belum masuk dalam tahap perkalian,pembagian,dan pecahan.

INSTRUMEN OBSERVASI

Nama : SELFI ANISA

Jenis kelamin : Perempuan

Umur : 10 tahun

Alamat : Sarang gagak/RT 006,RW 003,KEL.anturing, KEC.kuranji Nama orang tua : : Yama &Eka Prasetia

Proses mengejakan(menyelesaikan) hitungan cara mengerjakan:

Ya Tidak

a. Tenang dalam mengerjakan(menyelesaikan) 

(10)

jawaban mengerjakan penambahan

b. Lancar dalam menyelesaikan jawaban 

c. Lambat dalam mengerjakan penambahan 

d. Kurang teliti dalam mengambil keputusan 

e. Lambat dalam mengerjakan pengurangan 

f. Dalam menghitung anak memerlukan media 

DAFTAR PUSTAKA

Marlina. 2009. Asesmen Anak Berkebutuhan Khusus. Padang: UNP

Zaenal Alimin. 2003. Pengembangan Program Pembelajaran Individual bagi Anak Tunagrahita. Jakarta: Depdiknas

(11)

ASESMEN AKADEMIK(MENULIS)

Menulis:

Menuangkan ide ke dalam bentuk visual

Mengungkapkan bahasa dalam bentuk simboi gambar

Aktivitas kompleks mencakup gerakan lengan, tangan, jari dan mata secara terintegrasi

Salah satu komponen sistem komunikasi

Menggambarkan fikiran, perasaan dan ide ke dalarn bentuk lambang-lambang bahasa grafis

Dilakukan untuk keperluan mencatat dan komunikasi Kesutitan Menulis

a. Menulis dengan tangan/ menulis permulaan b. Mengeja

c. Menulis ekspresif Asesmen Menulis Permulaan

Dapat diobservasi terhadap berbagai kemampuan:

 Menulis dari kiri ke kanan

 Memegang pensil dengan benar

 Menulis nama panggilannya sendiri

 Menulis huruf-huruf

 Menyalin kata-kata dari papan tulis ke bukd kertas

 Menulis pada garis yang tepat Zaner-Bloser Evaluation Scales

Mengukur kemampuan tulisan tangan 5 aspek asesmen tulisan tangan:

a. Letter Formation

b. Vertical Strokes in Manuscript c. Spacing

d. Alignment and Proportion e. Line Quality

Penilaian

- Excellent, jika: 4 dari 5 aspek memuaskan - Good, jika: >2 aspek dipenuhi

- Average, jika: tidak mencapai aspek yang dipenuhi - Fair, jika: 4 aspek harus ditingkatkan

- Poor, jika 5 aspek hams ditingkatkan atau diperbaiki

(12)

Asesmen Mengeja

Berbagai kesalahan yana dilakukan:

 Pengurangan huruf

 Mencerminkan dialek

 Mencerminkan salah ucap

 Pembalikan huruf dalarn kata

 Pembalikan konsonan

 Pembalikan konsonan atau vokal

 Pembalikan suku kata

Test of Written Spelling (TWS) Tes dikte, untuk usia 5 s/d 14 tahun 2 subtes:

a. Predictable words

tes kemarnpuan mengucapkan kata sesuai kaidah tata bahasa 35 kata

b. Unpredictable words

Menilai kata yang tidak lazim yang harus dipelajari dan ada dalam memori 25 kata

Asesmen Menulis Ekspresif

Berdasarkan tulisan cerita, evaluasi dilakukan berdasarkan:

 Panjang karangan

 Ejaan, tanda baca, dan tata bahasa

 Kematangan dan keabstrakan tema

 Bentuk tulisan tangan atau huruf

 Panjang kalimat dan perkembangan perbendaharaan kata Tes of Written Language (TO WL)

Untuk SLTP dan SLTA.

Tuiuh Subtes TOWL:

- Subtes Utama a. Kosakata

b. Kematangan tematik c. Spelling

d. Penggunaan kata e. Style (gaya) - Subtes Pelengkap

a. Unit berfikir b. Tulisan tangan

Mengukur kemarnpuan menulis ekspresif menurut potee (Lovitt, 1989:225) o Keindahan tulisan

o Ejaan

(13)

o Tata bahasa

 Huruf kapital

 Pemberian tanda baca

 Sintaksisl tata bahasa o Ideasi

 Jenis tulisan

 Substansi

 Produktivitas

 pemahaman o Realitas

o Gaya

 Kalimat

 Pilihan kata

INSTRUMEN INFORMASI UNTUK MENILAI BENTUK HURUF

No. Jenis kesalahan Keterangan

1. A seperti o Tidak seperti o

2. A seperti u Tidak seperti u

3. A seperti ci Tidak seperti ci

4. B seperti li Tidak seperti li

5. D seperti cl Tidak seperti cl

Kesimpulan:

Keterbatasan selfi hanya sulit dalam pengucapan hurup R.

INSTRUMEN ASESMEN KEMAMPUAN MENULIS Menulis permulaan

Silahkan coret sesukamu dalam kotak kosong,berikut ini

(14)

Warnai bentuk bangunan ruang berikut ini:

INSTRUMEN ASESMEN MENULIS

No. Kompotensi dasar Ya Tidak

1. Dapat menirukan huruf(instrumen)

2. Dapat menulis dengan tekanan yang

cukup

3. Dapat menulis huruf kapital

4. Dapat membedakan dalam huruf

vokal dan konsonan

5. Dapat menulis kata tanpa

pengurangan huruf

Kesimpulan:

Tidak ada kesahalahan selfi dalam penulisan,karna pemahaman selfa sudah dari cukup paham .

INSTRUMEN KEMAMPUAN MENULIS HURUF

NO. HURU F

HASIL TULISAN ANAK BS TB

1. a 

2. b 

3. c 

4. d 

5. e 

Kesimpulan:

(15)

Tidak ada kusulitan yang di alami selfi anisa dalam penulisan huruf kecil tersebut,bahkan hasil tulisan selfi sudah melebihi instrumen yang telah tertera tersebut.

INSTRUMEN KEMAMPUAN MENULIS HURUF KAPITAL

NO. HURUF HASIL TULISAN ANAK BS TS

1. A

2. B

3. C

4. D

5. E

Analisis hasil pengamatan :

Selfi anisa mampu menulis huruf kapital dengan bagus walaupun tulisannya tidak rapi,selfi sama seperti saya menulis dengan tangan kiri,jadi pergerakan tangan selfi masi perlu terus di latih.

INSTRUMEN KEMAMPUAN MENULIS KATA

NO. KATA HASIL TULISAN ANAK BS TS

1. Bola

2. Buku

3. Pena

4. Baju

5. Celana

Analisis hasil pengamatan:

Tidak hanya istrumen menulis dengan satu kata saja bahkan selfi juga mampu menulis 2 kalimat bahkan lebih.

INSTRUMEN KEMAMPUAN MENULIS KALIMAT

NO. KALIMAT HASIL TULISAN ANAK BS TB

1. Ini buku budi

2. Adik minum susu

3. Ibu masak nasi

4. Ayah baca koran

(16)

5. Kakak main bola

Analisis hasil pengamatan :

Tulisan selfi juga yang cukup bagus namun belum sedikit rapi,pemahan selfi akan menulis 3 kalimat juga cukup bagus,hanya perlu terus di latih dan dilatih agar ia tidak gampang lupa dalam mengingat huruf.

INSTRUMEN KEMAMPUAN MENULIS ANGKA 1-30

Analisis hasil pengamatan :

Pemahaman menulis selfi juga sudah mencapai 50 angka .

INSTRUMEN KEMAMPUAN MENULIS TANDA BACA

INTRUMEN

KEMAMPUAN TANDA

BACA HASIL ANAK BS TB

1. (,)

2. (.)

3. (?)

4. (!)

5. (“)

Analisis hasil pengamatan :

Hasil yang kita ketahui bahwa selfi anisa belum memahami tanda tersebut,karna selfi belum belajar menulis tanda baca tersebut .

DAFTAR PUSTAKA

(17)

Marlina. 2008. Pengantar Asesmen. Padang: Jurusan PLB FIP UNP. --- 2009. Asesmen Anak Berkebutuhan Khusus. Padang: UNP

Tarmansyah. 2007. Asesmen Dalarn Pendidikan (Anak Dengan Kebutuhan Khusus). Padang:

Jurusan PLB FIP UNP.

Zaenal Alimin. 2003. Pengembangan Program Pemhelajaran Individual bagi Anak Tunagrahita. Jakarta: Depdiknas

Referensi

Dokumen terkait

terhadap suatu bacaan. Yang termasuk membaca intensif ini adalah membaca pemahaman. Masing-masing jenis keterampilan membaca.. tersebut mempunyai ciri-ciri tersendiri. Oleh

yang berkaitan dengan minat membaca dan penguasaan kosakata dengan kemampuan merr1haca pemahaman teks cksposisi siswa di Sekolah Dasar Negeri Kecarnatan 'isarua Kabupaten

Beberapa keterampilan yang dapat dikembangkan dalam pengqjaran membaca bahasa Indonesia pada tingkat pemahaman wacana adalah (1) keterampilan memanfaatkan

Metode membaca terbimbing dipilih sebagai solusi untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan RPP dengan

Tahap awal belajar membaca, dimulai dari anak mulai mengenal dan memahami kata – kata, setelah itu anak mampu membedakan kata – kata, pada awalnya anak usia dini yang belum pernah

Menunjukkan perkataan yang mengandungi suku kata tertutup ‘ng’ dan meminta murid membaca perkataan yang ditunjukkan.. Menunjukkan perkataan yang mengandungi diftong dan meminta

1) Membaca pada hakikatnya adalah pengembangan keterampilan, mulai dari keterampilan memahami kata-kata, kalimat-kalimat, paragraf-paragraf dalam bacaan sampai dengan

Interviu dan Kuesioner Kuesioner adalah teknik asesmen yang dilakukan dengan membuat daftar yang berisikan rangkaian pertanyaan mengenai sesuatu masalah atau bidang yang akan