PENGARUH PACKAGING PRODUK DAN CITRA MEREK TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN PRODUK MAKE
OVER DI KOTA KENDARI
PROPOSAL PENELITIAN
OLEH:
SASKIREYNA SALDI IQBAL NIM: 216601290
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI ENAM ENAM KENDARI
2024
BAB I
PENDAHULUAN
1 Latar Belakang
Di era sekarang ini, kosmetik telah menjadi salah satu kebutuhan kehidupan sehari-hari bagi banyak wanita, selain itu kosmetik saat ini telah menjadi kebutuhan utama bagi wanita untuk mendukung penampilan karena wanita menganggap penampilan adalah aset yang harus dijaga dan dapat menambah kepercayaan diri. Menurut Rahmawanty (2019:81) kosmetik adalah suatu bahan untuk mempercantik diri agar meningkatkan percaya diri, kosmetik ini dahulu dibuat dari bahan-bahan alami disekitar lingkungan manusia, tetapi sekarang tidak dari bahan alami saja tetapi dari bahan buatan agar dapat meningkatkan kualitas kosmetik kecantikan. Industri kosmetik juga terus melakukan inovasi terbaru dengan mengeluarkan berbagai macam produk kecantikan bagi wanita, dari mulai usia remaja hingga orang dewasa dapat menggunakannya.
Kehidupan yang modern menuntut penampilan selalu menari, membuat perusahaan yang bergerak di industri kosmetik memiliki peluang yang besar menjadi salah satu sektor industri yang banyak diminati.
Hingga saat ini banyak perusahaan yang memproduksi kosmetik dan semakin banyak brand baru bermunculan. Berdasarkan data persatuan perusahaan kosmetik indonesia (Perkosmin) dari BPOM, pelaku usaha
kosmetik meningkat dari 819 pelaku usaha pada tahun 2021 menjadi 1.039 pelaku usaha di akhir tahun 2023. (Reni, 2024). Hal tersebut menunjukkan semakin meningkatnya persaingan di industri kosmetik.
Persaingan pemasaran yang semakin ketat menimbulkan banyak konsekuensi dalam persaingan perusahaan. Perusahaan dituntut untuk meningkatkan daya saing secara terus menerus. Perusahaan harus mampu menjadi lebih kuat dan dan mampu menanggapi kebutuhan pasar. Jika dikaitkan dengan aspek pemasaran, perusahaan yang memiliki pemasaran yang kuat akan mampu bersaing dalam persaingan bisnis yang ketat.
Menurut Tjiptono (2020:3), pemasaran adalah proses menciptakan, mendistribusikan, mempromosikan, dan menetapkan harga barang, jasa dan gagasan untuk memfasilitasi relasi pertukaran yang memuaskan dengan para pelanggan dan untuk membangun dan mempertahankan relasi yang positif dengan para pemangku kepentingan dalam lingkup yang dinamis.
Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang kosmetik adalah PT paragon Technology and Innovation berdiri pada tahun 1985 dengan nama awal PT Pusaka Tradisi Ibu, perusahaan ini telah mengeluarkan banyak produk kosmetik salah satunya Make Over yang pertama kali dimunculkan pada tahu 2010 dengan moto beauty beyond rulesi, Banyaknyan merek kosmetik yang beredar saat ini di Indonesia menyebabkan persaingan yang
ketat terhadap produk kosmetik Make Over. Setiap perusahaan berlomba agar produknya menjadi unggul di pasaran dengan harapan produk dapat diterima dengan baik oleh konsumen. Perusahaan harus memperhatikan kemasan produk dan citra merek produk yang ditawarkan untuk menarik minat beli konsumen.
Perusahaan harus memperhatikan kemasaran, karena kemasaran berhadapat langung dengan konsumen, kemasan harus dapat mempengaruhi konsumen untuk memberikan respon yang positif.
Kemasaran harus mampu menarik perhatian, menggambarkan keistimewaan produk dan membujuk konsumen. Sebelum mencoba isinya konsumen lebih dulu menangkap kesan yang dikomunikasikan oleh kemasaran, dengan demikian produk tersebut mampu beradu dengan produk lainnya. Kemasan merupakan salah satu daya tarik suatu produk.
Pembungkus merupakan alat sebagai identifikasi untuk konsumen (Suryadi, 2002: 157), sedangkan Swastha (2013) dan perencanaan barang yang melibatkan penentuan bentuk atau desain pembuatan bungkus atau kemasan suatu barang. Jadi dapat disimpulkan bahwa kemasan produk adalah sebagai daya tarik bagi konsumen. Hal serupa juga dijelaskan dalam penelitian yang dilakukan oleh (Mahfud 2016) Kemasan merupakan salah satu strategi produk yang dipakai oleh perusahaan untuk menampakkan produk agar lebih menarik baik dari segi bentuk, warna, sehingga produk dapat terjaga kualitasnya. Kemasan suatu produk juga
berpengaruh, karena di dalam unsur kemasan tersebut berbalut dengan informasi yang dikemas semenarik mungkin agar para pengunjung atau konsumen tertarik untuk membeli produk tersebut.
Semakin ketatnya persaingan produk kecantikan ini, setiap perusahaan harus mampu melakukan inovasi produknya agar muncul produk baru dan diminati oleh konsumen. Selain memperhatikan kemasaran, citra merek dari produk tersebut juga tidak kalah penting karena setiap produk mempunyai kemasan yang berbeda. Satu-satunya atribut yang sulit ditiru adalah merek yang kuat, Rosmady (2018:82-89).
Menurut Kotler dan Keller (2012:263-264), citra merek merupakan keseluruan persepsi terhadap merek dan dibentuk dari informasi masa lalu terhadap merek, citra terhadap merek berhubungan dengan sikap yang berupa keyakinan dan referensi terhadap suatu merek. Keputusan konsumen untuk membeli produk tersebut dikarenakan citra yang positif yang dimiliki oleh merek tersebut bukan hanya sekedar membutuhkan produk itu, akan tetapi ada sesuatu yang lain diharapkannya. Pada penelitian terdahulu juga yang terkait dengan variabel citra merek, ada hasil yang serupa yaitu “citra merek memiliki pengaruh signifikan terhadap minat beli”. Ini ditemukan dalam penelitian (Widyaningrum &
Musadad, 2021) yang berjudul “Pengaruh citra merek dan kemasan terhadap minat beli produk garnier” menyatakan bahwa “citra merek berpengaruh signifikan terhadap minat beli”.
Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Kemasan Produk Dan Citra Merek Terhadap Minat Beli Kosumen Produk Make Over Di Kota Kendari”.
2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diungkapkan di atas, maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah:
1. Apakah packaging produk berpengaruh terhadap minat beli konsumen produk Make Over di Kota Kendari?
2. Apakah citra merek berpengaruh terhadap minat beli konsumen produk Make Over di Kota Kendari?
3. Apakah packaging produk dan citra merek berpengaruh terhadap minat beli konsumen produk Make Over di Kota Kendari?
3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas maka, tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui apakah packaging produk berpengaruh terhadap minat beli konsumen produk Make Over di Kota Kendari.
2. Untuk mengetahui apakah citra merek berpengaruh terhadap minat beli konsumen produk Make Over di Kota Kendari
3. Untuk mengetahui apakah packaging produk dan citra merek berpengaruh terhadap minat beli konsumen produk Make Over di Kota Kendari.
4 Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritik
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada literatur ilmiah dalam memahami hubungan antara packaging produk, citra merek dan minat beli.
2. Manfaat Praktis
Hasil Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai bagaimana antara packaging produk dan citra merek mempengaruhi minat beli. Khususnya untuk merancang strategi pengemasan (packaging) yang lebih menarik dan upaya untuk memperkuat citra merek mereka di kalangan konsumen dan sesuai dengan preferensi konsumen.
3. Manfaat Sosial
Hasil Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dan gambaran yang lebih jelas mengenai preferensi dan perilaku konsumen di Kota Kendari, yang dapat berguna bagi berbagai pihak yang tertarik untuk memasuki pasar kosmetik di Kota Kendari. Dan konsumen dapat mempertimbangkan faktor-faktor seperti packaging produk dan citra merek dalam menentukan minat
beli produk. Hal ini dapat membantu konsumen dalam memilih produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mereka.
4. Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh packaging produk dan citra merek terhadap minat beli konsumen produk Make Over di Kota Kendari. Diamati dengan indikator packaging produk menurut Philip Kotler (2015) yaitu desain, warna dan ukuran. Sedangkan indikator citra merek menurut menurut Kotler dan Keller (2018:256) yaitu identitas merek (brand identity), kepribadian merek (brand personality), asosiasi merek (brand association), sikap dan perilaku merek (brand attitude and behavour) dan keunggulan dan kompetensi
merek (Brand benefit and Competence). Kemudian indikator minat beli menurut menurut Ferdinand (2016) yaitu minat transaksional, minat referensial, minat preferensial dan minat eksploratif.
2.2.1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Empirik
2.2 Tinjauan Teoritis
Merangkum poin-poin penting dan menjelaskan bagaimana kerangka teoritis digunakan dalam penelitian.
2.2.1 Konsep Manajemen Pemasaran
Kotler dan Keller (2022) “menunjukkan bahwa identifikasi target pasar, meningkatkan nilai pelanggan, dan membangun, mempertahankan, dan memperluas basis pelanggan adalah seni dan ilmu manajemen
pemasaran”. Manajemen pemasaran dimulai dengan mengidentifikasi target pasar. Sebelum membuat rencana pemasaran, bisnis harus memastikan siapa target pasarnya. Sejauh mana perusahaan dapat memuaskan kebutuhan konsumennya, maka pelanggan tersebut mempunyai nilai tersendiri.
Sedangkan menurut Sofjan Assauri (2022) “Manajemen pemasaran melibatkan evaluasi, pengorganisasian, dan pelaksanaan berbagai rencana yang yang dimaksud untuk penciptaan, pemeliharaan, dan pertumbuhan koneksi klien yang menguntungkan guna mencapai tujuan bisnis di masa depan”.
Menurut definisi para ahli di atas, manajemen pemasaran dapat diartikan sebagai suatu proses yang dimulai dengan analisis, perencanaan dan pelaksanaan barang dan jasa dengan tujuan membantu bisnis mencapai tujuannya.
2.1.1.1 Tujuan Manajemen Pemasaran
Tujuan pemasaran adalah untuk mengubah orientasi falsafah manajemen pemasaran lain yang ternyata telah terbukti tidak berhasil mengatasi berbagai persoalan, karena adanya perubahan dalam ciri-ciri pasar dewasa ini yang cenderung berkembang.perubahan tersebut terjadi antara lain karena pertambahan jumlah penduduk, pertambahan daya beli, selera konsumen, penigkatan dan meluasnya hubungan atau komunikasi, perkembangan teknologi, dan perubahan faktor lingkungan pasar lainnya.
Tujuan pemasaran menurut Philip Kotler (2020) adalah untuk memenuhi
kebutuhan dan keinginan pelanggan dengan cara yang efisien dan efektif, sehingga dapat menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangun hubungan jangka panjang.
2.1.1.2 Ruang Lingkup Manajemen Pemasaran
Manajemen pemasaran yaitu bahwa manajemen pemasaran merupakan kegiatan penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian program-program yang dibuat untuk membuat, membangun, dan memelihata, keuntungan dan pertukaran melalui sasaran pasar guna mencapai tujuan organisasi dalam jangka panjang.
2.2.1.2 Konsep Kemasan Produk
BAB I PENDAHULUAN
1 Latar belakang
Manajemen pemasaran adalah proses analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalian program-program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan target pasar guna mencapai tujuan perusahaan..
manajemen pemasaran membantu mengetahui selera konsumen dan preferensi konsumen terhadap barang atau jasa yang diproduksi untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
Indikator-indikator dalam pembentukan brand image yaitu (1) citra perusahaan, yaitu image nama perusahaan untuk mempengaruhi konsumen terhadap yang dilakukan perusahaan, (2) citra produk, sebagai image produk untuk mendorong terbentuknya citra merek sehingga memberikan dampak positif atau negatif mengenai harapan konsumen, keinginan
maupun kebutuhan, dan (3) citra pemakai, yang berasal dari pengalaman konsumen yang terbentuk dalam benak konsumen terkait apa yang didapat dari produk atau layanan tersebut (Sahabuddin et al., 2023).
akan berdampak kepada dunia bisnis yang perkembangannya juga mengalami peningkatan dan persaingan usaha yang kompetitif. Konsumen menjadi sasaran utama dalam dunia bisnis untuk memenangkan persaingan antar perusahaan. Dalam menghadapi lingkungan persaingan yang semakin kuat dan ketat, setiap perusahaan dituntut harus mampu mengoptimalkan sumber daya ekonominya guna meningkatkan daya saing produknya di pasar, serta mampu menjalankan serangkaian strategi pemasaran yang efektif dan selalu mengembangkan strategi pemasaran tersebut secara terus-menerus serta berkelanjutan.
Bisnis kosmetik merupakan salah satu jenis bisnis yang cukup laris dimininati konsumen. Hal ini ditandai dengan semakin banyaknya merek kosmetik lokal maupun internasional yang bersaing di pasar. Persaingan pemasaran yang semakin ketat menimbulkan banyak konsekuensi dalam persaingan perusahaan. Perusahaan dituntut untuk meningkatkan daya saing secara terus menerus dan mampu menanggapi kebutuhan pasar.
Salah satunya adalah Make Over, sebuah merek kosmetik yang cukup populer di kalangan wanita Indonesia. Make Over dikenal dengan produk- produk kosmetik berkualitas tinggi yang mengusung konsep inovasi dan kecantikan, yang pertama kali dimunculkan pada tahun 2010 dengan moto beauty beyond rulesi.
Daftar Produk Make Over
No .
Kategori
Produk Nama Produk
1. Foundation Make Over powerstay matte powder foundation 2. Cushion Make Over powerstay demi-matte cover cushion 3. Bedak Make Over silky smooth translucent powder 4. Lipstik Make Over powerstay transferproof matte lip
cream
5. Eyeshadow Make Over trivia eyeshadow 6. Blush Make Over suede blush
7. Pensil Alis Make Over powerstay micro brow sculptor
8. Concealer Make Over powerstay total cover liquid concealer 9. Eyeliner Make Over eye liner pencil
10. Maskara Make Over lash impulse waterproof mascara
- Perkembangan industri kosmetik di Indonesia mengalami pertumbuhan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatan kesadaran masyarakat, khususnya kaum perempuan, terhadap penampilan diri menjadi salah satu faktor pendorong utama meningkatnya permintaan terhadap produk-produk kecantikan. Hal ini mendorong berbagai merek lokal maupun internasional untuk bersaing dalam merebut hati konsumen, baik melalui inovasi produk, strategi pemasaran, maupun penciptaan citra merek yang kuat.
Make Over adalah salah satu merek kosmetik lokal yang berhasil membangun citra premium di kalangan konsumen Indonesia. Dengan positioning sebagai brand profesional yang berkualitas tinggi namun tetap terjangkau, Make Over terus memperluas pangsa pasarnya, termasuk di Kota Kendari yang merupakan salah satu kota berkembang di wilayah timur Indonesia. Namun, di tengah maraknya persaingan dengan merek-merek lain seperti Wardah, Emina, dan merek internasional, Make Over dituntut untuk terus meningkatkan daya tarik produknya agar tetap kompetitif.
Salah satu elemen penting dalam pemasaran produk kosmetik adalah packaging atau kemasan produk. Kemasan bukan hanya berfungsi sebagai pelindung produk, tetapi juga menjadi alat komunikasi visual yang mampu menarik perhatian konsumen dan membentuk persepsi awal terhadap kualitas produk. Desain kemasan yang menarik, informatif, dan sesuai dengan preferensi konsumen dapat mempengaruhi keputusan pembelian secara signifikan.
Selain packaging, citra merek atau brand image juga memainkan peran krusial dalam membentuk loyalitas dan preferensi konsumen. Citra merek mencerminkan bagaimana konsumen memandang dan menilai suatu merek berdasarkan pengalaman, asosiasi, dan persepsi yang terbentuk dari berbagai interaksi. Sebuah merek dengan citra positif cenderung lebih dipercaya dan dipilih oleh konsumen, terutama dalam industri kosmetik yang sangat dipengaruhi oleh aspek emosional dan psikologis.
Dalam konteks Kota Kendari, tren konsumsi produk kosmetik menunjukkan adanya peningkatan seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan gaya hidup masyarakat. Namun, belum banyak penelitian yang secara spesifik mengkaji pengaruh packaging dan citra merek terhadap keputusan pembelian konsumen di wilayah ini, khususnya untuk produk Make Over. Oleh karena itu, penelitian ini penting untuk dilakukan guna mengetahui sejauh mana kedua faktor tersebut mempengaruhi perilaku konsumen, serta memberikan masukan strategis bagi perusahaan dalam merancang strategi pemasaran yang lebih efektif.
Berdasarkan uraian di atas, peneliti tertarik untuk mengangkat judul "Pengaruh Packaging Produk dan Citra Merek terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Produk Make Over di Kota Kendari", dengan harapan dapat memberikan kontribusi ilmiah dan praktis dalam bidang pemasaran, khususnya di industri kosmetik.
- Latar Belakang
Perkembangan industri kosmetik di Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penampilan, terutama di kalangan perempuan, telah mendorong peningkatan permintaan terhadap produk-produk kecantikan. Tidak hanya untuk menunjang penampilan sehari-hari, kosmetik kini juga dipandang sebagai bagian dari gaya hidup dan bentuk ekspresi diri. Kondisi ini memicu persaingan yang semakin ketat di antara produsen kosmetik, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Salah satu brand kosmetik lokal yang cukup dikenal dan memiliki pertumbuhan yang konsisten adalah Make Over. Merek ini berada di bawah naungan PT Paragon Technology and Innovation, perusahaan yang juga menaungi brand besar seperti Wardah dan Emina. Make Over secara strategis diposisikan sebagai brand kosmetik profesional yang menyasar segmen menengah ke atas dengan keunggulan pada kualitas produk, tampilan kemasan yang elegan, serta citra merek yang modern dan premium.
Make Over berhasil membangun identitas yang kuat di benak konsumen, dan kini menjadi salah satu brand kosmetik lokal yang diperhitungkan dalam industri kecantikan Indonesia.
Namun, di tengah kemajuan teknologi dan kemudahan akses informasi, konsumen kini menjadi lebih selektif dan kritis dalam mengambil keputusan pembelian. Keputusan pembelian tidak hanya dipengaruhi oleh kualitas produk, tetapi juga oleh faktor-faktor lain seperti desain kemasan dan citra merek yang melekat dalam benak konsumen.
Dalam industri kosmetik, aspek visual memiliki peran yang sangat penting karena konsumen cenderung menilai produk pertama kali dari tampilannya sebelum mencoba secara langsung. Oleh karena itu, packaging atau kemasan produk menjadi salah satu elemen strategis dalam mempengaruhi keputusan pembelian.
Kemasan produk tidak hanya berfungsi sebagai pelindung, tetapi juga sebagai media komunikasi yang menyampaikan informasi produk, identitas merek, dan nilai estetika kepada konsumen. Desain kemasan yang menarik, modern, serta informatif dapat menciptakan daya tarik visual yang kuat dan membentuk persepsi positif terhadap kualitas produk. Terutama dalam pasar yang kompetitif, kemasan menjadi salah satu faktor pembeda yang mampu meningkatkan minat beli konsumen.
Di sisi lain, citra merek (brand image) merupakan persepsi yang terbentuk di benak konsumen berdasarkan pengalaman, asosiasi, dan komunikasi yang diterima dari berbagai sumber. Citra merek yang positif akan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang ditawarkan, serta menciptakan loyalitas dalam jangka panjang.
Merek dengan citra yang kuat dan positif cenderung lebih dipilih oleh konsumen karena dianggap mampu memenuhi harapan dan kebutuhan mereka.
Kota Kendari sebagai salah satu kota berkembang di wilayah Indonesia bagian timur, menunjukkan tren pertumbuhan ekonomi yang cukup baik. Gaya hidup masyarakat Kota Kendari juga mulai menunjukkan perubahan, termasuk dalam hal penggunaan produk kosmetik. Kalangan muda dan profesional perempuan di kota ini menjadi target pasar potensial bagi berbagai brand kosmetik, termasuk Make Over. Namun, belum banyak penelitian yang secara khusus menyoroti bagaimana faktor packaging dan citra merek memengaruhi perilaku konsumen di kota ini, khususnya dalam konteks keputusan pembelian produk kosmetik.
Dengan mempertimbangkan pentingnya desain kemasan dan citra merek dalam memengaruhi keputusan pembelian, serta melihat potensi pasar kosmetik yang terus berkembang di Kota Kendari, maka penelitian ini menjadi relevan untuk dilakukan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh packaging produk dan citra merek terhadap keputusan pembelian konsumen terhadap produk Make Over di Kota Kendari. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi baik secara teoritis dalam bidang ilmu pemasaran, maupun secara praktis sebagai masukan strategis bagi perusahaan dalam merancang kebijakan pemasaran yang lebih efektif.
Oleh karena itu, penulis merasa penting untuk mengangkat judul skripsi "Pengaruh Packaging Produk dan Citra Merek terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Produk Make Over di Kota Kendari", sebagai upaya untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam terkait faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen, khususnya dalam industri kosmetik lokal.
- Latar Belakang
Industri kosmetik di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat dalam satu dekade terakhir. Berdasarkan data dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Kementerian Perindustrian, pertumbuhan industri kosmetik lokal meningkat setiap tahunnya, dengan lonjakan signifikan terutama setelah pandemi COVID-19 berakhir.
Salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan ini adalah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penampilan, perawatan diri, dan gaya hidup yang sehat. Produk kosmetik kini tidak lagi terbatas pada kebutuhan fungsional semata, melainkan telah menjadi bagian dari identitas diri, sarana untuk berekspresi, dan penunjang kepercayaan diri, khususnya di kalangan perempuan muda.
Salah satu fenomena menarik yang terjadi adalah maraknya penggunaan media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube yang turut membentuk tren kecantikan baru di kalangan generasi milenial dan Gen Z. Banyak influencer kecantikan atau beauty vlogger memperkenalkan berbagai produk kosmetik melalui review dan tutorial yang sangat mempengaruhi preferensi dan keputusan pembelian konsumen. Hal ini menyebabkan konsumen tidak hanya fokus pada kualitas produk, tetapi juga sangat
mempertimbangkan elemen visual seperti desain kemasan (packaging) dan brand image sebelum memutuskan untuk membeli.
Dalam konteks ini, Make Over sebagai salah satu merek kosmetik lokal yang berada di bawah naungan PT Paragon Technology and Innovation, telah berhasil memosisikan dirinya sebagai brand yang mengusung konsep profesional, elegan, dan modern. Make Over dikenal dengan desain kemasannya yang minimalis, bold, dan berkelas, yang berbeda dari produk-produk saudara segrupnya seperti Wardah yang lebih feminin dan Emina yang lebih playful. Make Over menargetkan pasar menengah ke atas, khususnya perempuan muda urban yang aktif, percaya diri, dan peduli dengan penampilan.
Namun, fenomena persaingan antar-merek kosmetik juga semakin intens, tidak hanya dari produk lokal tetapi juga dari brand internasional seperti Maybelline, L’Oréal, hingga The Body Shop yang mulai agresif menargetkan konsumen di luar kota-kota besar. Kota Kendari, sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara, menjadi salah satu daerah yang memperlihatkan perkembangan pasar kosmetik yang cukup menjanjikan. Meningkatnya jumlah pusat perbelanjaan, bertumbuhnya kelas menengah, dan makin tingginya
penetrasi media sosial di kalangan anak muda Kendari menjadi indikator bahwa pasar kosmetik di kota ini mulai menunjukkan dinamika yang menarik.
Fenomena lainnya yang terlihat di Kota Kendari adalah meningkatnya keberadaan toko- toko kosmetik modern dan gerai resmi seperti Guardian, Watsons, serta toko online lokal yang menjual produk Make Over. Namun, di tengah peluang tersebut, muncul tantangan baru bagi brand seperti Make Over untuk mempertahankan minat beli konsumen. Berdasarkan observasi awal, masih terdapat sebagian konsumen di Kendari yang lebih memilih produk kompetitor karena faktor kemasan yang lebih menarik atau citra merek yang lebih kuat secara emosional. Ini menunjukkan bahwa keputusan pembelian konsumen tidak semata-mata dipengaruhi oleh kualitas produk, melainkan juga oleh persepsi terhadap brand dan daya tarik visual kemasan.
Packaging atau kemasan produk, dalam konteks pemasaran modern, tidak hanya berfungsi sebagai pelindung, tetapi juga merupakan alat komunikasi visual yang sangat kuat. Kemasan yang estetis, informatif, dan sesuai dengan tren konsumen dapat meningkatkan nilai persepsi terhadap suatu produk. Begitu pula dengan citra merek (brand image), yang merupakan representasi mental konsumen terhadap merek tersebut. Citra merek yang positif akan menciptakan kepercayaan dan loyalitas, serta mendorong konsumen untuk melakukan pembelian berulang.
Sayangnya, belum banyak penelitian yang secara spesifik mengkaji bagaimana pengaruh packaging produk dan citra merek terhadap keputusan pembelian produk kosmetik di daerah-daerah berkembang seperti Kota Kendari. Hal ini menjadi celah penelitian yang penting untuk digali, mengingat perilaku konsumen di kota ini juga mulai bergeser mengikuti tren nasional.
Berdasarkan uraian tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Packaging Produk dan Citra Merek terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Produk Make Over di Kota Kendari”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kedua faktor tersebut—packaging dan citra merek—
mempengaruhi keputusan pembelian konsumen di Kendari, serta memberikan masukan strategis bagi perusahaan dalam merancang strategi pemasaran yang lebih efektif dan sesuai dengan karakteristik pasar lokal.