• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 6 NEW

N/A
N/A
Randa -

Academic year: 2025

Membagikan "BAB 6 NEW"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

KESIMPULAN

Adapun kesimpulan pada praktikum ergonomika modul 3 biomekanika yaitu sebagai berikut.

1. Perhitungan Recommended Weight Limit (RWL) dan Lifting Index (LI) sebelum dilakukan perbaikan pada proses kerja sangat penting sebagai dasar dalam mengevaluasi kondisi ergonomis suatu aktivitas pengangkatan manual. Nilai RWL dihitung menggunakan rumus dari NIOSH Lifting Equation, yang mempertimbangkan tujuh faktor utama, yaitu berat beban, posisi horizontal (H), posisi vertikal (V), jangkauan pengangkatan atau jarak vertikal (D), sudut rotasi tubuh (A), frekuensi pengangkatan (F), dan durasi kerja (CM). Nilai dasar beban yang direkomendasikan adalah 23 kg, kemudian dikalikan dengan tujuh faktor koreksi tersebut. Hasil perkalian dari semua faktor ini akan menghasilkan nilai RWL, yaitu beban maksimum yang masih dianggap aman untuk diangkat dalam kondisi kerja tertentu. Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel sebelumnya, diketahui bahwa sebelum dilakukan perbaikan, nilai RWL optimum pada titik origin untuk beban 5 kg, 10 kg, dan 15 kg adalah sebesar 21,17. Nilai ini menunjukkan kondisi paling aman saat melakukan pengangkatan, dengan Lifting Index (LI) terkecil. Sedangkan pada titik dest sebelum perbaikan, nilai RWL sebesar 6,94, yang menunjukkan tingkat risiko lebih tinggi.

Setelah dilakukan perbaikan, terdapat peningkatan signifikan pada titik dest, dengan nilai RWL mencapai 6,94 untuk beban 5 kg, 14,80 untuk beban 10 kg, dan 29,69 untuk beban 15 kg yang menunjukkan Lifting Index (LI) terkecil. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi kerja menjadi lebih ergonomis dan aman bagi pekerja setelah perbaikan dilakukan.

2. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh masing-masing komponen dalam perhitungan Recommended Weight Limit (RWL) terhadap kondisi kerja, dilakukan analisis terhadap setiap variabel yang terlibat, seperti jarak horizontal (H), jarak vertikal (V), dan tinggi pengangkatan (D). Hasil analisis menunjukkan bahwa perubahan pada jarak horizontal dan vertikal memberikan dampak paling besar terhadap

(2)

penurunan nilai RWL. Nilai RWL akan semakin menurun jika jarak horizontal terlalu jauh atau posisi vertikal tidak ideal saat mengangkat beban. Kondisi ini menyebabkan batas maksimum beban yang direkomendasikan menjadi lebih kecil. Perubahan kecil pada faktor- faktor tersebut dapat memengaruhi hasil secara signifikan. Hal ini menjadi indikator penting dalam menentukan prioritas perbaikan.

3. Setelah dilakukan perbaikan pada proses kerja seperti mengatur ulang posisi kerja, memperbaiki tinggi angkat, atau mengurangi rotasi tubuh, perhitungan ulang terhadap RWL dan LI dilakukan untuk mengevaluasi dampaknya. Hasilnya menunjukkan peningkatan nilai RWL yang berarti peningkatan kapasitas aman beban, dan penurunan nilai LI yang berarti penurunan risiko terhadap cedera muskuloskeletal.

Pengangkatan beban 10 kg, postur kerja yang sebelumnya dikategorikan berbahaya karena adanya ketegangan pada lengan atas, lengan bawah, dan pergelangan tangan, diperbaiki dengan cara mengurangi nilai faktor-faktor yang berkontribusi terhadap LI yang tinggi seperti jarak horizontal beban. kondisi awal, beban diangkat dari posisi yang terlalu rendah dengan jarak horizontal yang besar, yang membuat pekerja harus membungkukkan tubuh dan memutar pergelangan tangan, mengarah pada nilai LI yang tinggi.Perbaikan yang dilakukan adalah mengurangi jarak horizontal antara tubuh pekerja dan beban yang diangkat. Dilakukannya hal ini untuk mengurangi beban pada tubuh bagian atas, khususnya pada otot lengan dan punggung, yang menyebabkan nilai LI tinggi pada perhitungan awal. Mendekatkan beban ke tubuh juga membuat operator tidak perlu membungkukkan badan atau memutar pergelangan tangan yang akan menurunkan risiko cedera. Perbaikan selanjutnya adalah memperbaiki tinggi angkat dengan menyesuaikan posisi beban agar sesuai dengan ketinggian yang lebih ergonomis, sehingga pekerja tidak perlu membungkukkan tubuh secara berlebihan. Penurunan posisi tubuh yang lebih netral ini mengurangi ketegangan pada lengan atas dan punggung, serta mengurangi beban pada tubuh bagian atas secara

(3)

keseluruhan. Melakukan perubahan-perubahan dapat mempengaruhi nilai RWL yang meningkat, yang berarti kapasitas aman beban juga meningkat, sedangkan nilai LI menurun, yang berarti risiko cedera berkurang. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan yang diterapkan dapat meningkatkan kondisi kerja secara keseluruhan dengan mengurangi stres pada tubuh pekerja dan mencegah cedera.

4. Berdasarkan analisis menggunakan metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA), postur kerja pekerja sebelum perbaikan umumnya menunjukkan skor risiko sedang hingga tinggi. Hal ini disebabkan oleh posisi tubuh yang membungkuk, pengangkatan beban berat secara berulang, serta ketegangan pada lengan dan pergelangan tangan.

Setelah perbaikan, nilai RULA menunjukkan penurunan yang signifikan, mengindikasikan bahwa postur tubuh menjadi lebih netral dan beban kerja pada tubuh bagian atas berkurang. Pengangkatan beban 10 kg, bagian tubuh yang termasuk dalam kategori bahaya adalah lengan atas (upper arm), lengan bawah (forearm), dan pergelangan tangan. Skor RULA untuk bagian upper arm dan forearm menunjukkan nilai 2 dan 3, yang mengindikasikan adanya ketegangan otot akibat pengangkatan beban berat dalam posisi yang tidak ideal. Pergelangan tangan juga mendapatkan skor tinggi karena adanya twist yang berisiko menyebabkan cedera. Untuk memperbaiki postur ini, agar beban diangkat dengan posisi lengan lebih dekat ke tubuh untuk mengurangi tekanan pada sendi dan otot, serta menghindari rotasi atau perputaran yang berlebihan pada pergelangan tangan. Pengaturan posisi beban yang lebih tinggi atau lebih rendah atau dengan mengurangi jarak horizontal, dapat mengurangi ketegangan pada tubuh bagian atas, khususnya pada lengan dan punggung. Perbaikan postur ini bertujuan untuk mengurangi risiko cedera dengan meningkatkan posisi tubuh yang lebih netral dan memperbaiki distribusi beban kerja..

5. Perbandingan hasil Lifting Index (LI) dan Rapid Upper Limb Assessment (RULA) sebelum dan sesudah perbaikan memberikan gambaran yang jelas mengenai efektivitas perubahan ergonomi yang

(4)

diterapkan. LI fokus pada pengangkatan beban dan penilaian risiko cedera, terutama pada punggung bawah, sementara RULA menilai postur tubuh bagian atas, seperti posisi tangan, lengan, dan leher.

Menurunnya nilai LI dan membaiknya skor RULA menunjukkan bahwa perbaikan yang dilakukan memberikan dampak positif terhadap kenyamanan dan keselamatan kerja pekerja. Hasil skor RULA sebelum perbaikan adalah 7, yang menunjukkan postur yang tidak ideal, sedangkan setelah perbaikan skor RULA menjadi 3, yang menunjukkan postur yang lebih baik dan aman. Perbandingan antara hasil perhitungan manual RWL dan LI dengan simulasi CATIA diharapkan memberikan hasil yang serupa, dan hasil simulasi CATIA menunjukkan nilai LI yang hampir sama dengan perhitungan manual, yang menunjukkan kesesuaian antara analisis manual dan simulasi berbasis teknologi dalam menilai kondisi ergonomi. Hasil ini mengonfirmasi bahwa perbaikan yang dilakukan telah berhasil meningkatkan kualitas postur tubuh dan mengurangi risiko cedera.

SARAN

Adapun saran yang dapat diberikan pada pratikum ergonomika modul 3 biomekanika yaitu sebagai berikut.

1. Sebelum melakukan perhitungan menggunakan Recommended Weight Limit (RWL), Lifting Index (LI), maupun Rapid Upper Limb Assessment (RULA), praktikan sebaiknya mempelajari terlebih dahulu konsep dasar biomekanika serta memahami penggunaan software CATIA yang digunakan dalam praktikum. Pemahaman ini penting untuk memastikan bahwa proses analisis dilakukan secara tepat dan sesuai dengan kaidah ergonomi.

2. Praktikan disarankan untuk melakukan pengambilan data dengan teliti dan teratur. Ketelitian dalam mengukur dan mencatat data ergonomi sangat penting karena kesalahan kecil dapat memengaruhi keakuratan hasil perhitungan dan analisis.

(5)

3. Pemahaman yang baik terhadap rumus-rumus perhitungan RWL dan LI sangat diperlukan. Praktikan tidak hanya perlu tahu cara menghitung, tetapi juga harus memahami makna dari setiap komponen dalam rumus tersebut agar hasil perhitungan dapat dianalisis secara kritis dan logis. Operator juga disarankan untuk berada dalam kondisi fisik yang sehat dan bugar sebelum melakukan pengangkatan beban unutk menghindari risiko cedera, khususnya pada bagian punggung. Penting juga untuk melakukan pemanasan ringan dan menggunakan teknik pengangkatan yang benar.

4. Praktikan juga perlu memiliki kemampuan membedakan antara perhitungan manual dengan pendekatan menggunakan software CATIA, khususnya dalam menghasilkan analisis postur kerja melalui metode RULA.

Perbandingan antara hasil manual dan hasil digital dapat memberikan pemahaman lebih menyeluruh tentang kondisi kerja yang dianalisis.

Referensi

Dokumen terkait

Pada ukuran postur tubuh usulan, jarak vertical beban terhadap lantai dinaikan hingga lebih dari 3 kali lipat jarak awal sehingga posisi tubuh tidak

tidak ketat atau longgar yang menutup seluruh tubuh kecuali muka dan.. telapak tangan sampai

 ukuran beban yang akan diangkat ( beban yang berdimensi besar akan mempunyai jarak CG ( center of gravity ) yang lebih jauh dari tubuh,.. dan bisa mengganggu jarak

Kegiatan memutar merupakan kegiatan MMH yang merupakan gerakan memutar tubuh bagian atas ke satu atau dua sisi, sementara tubuh bagian bawah berada dalam posisi

Menunjukkan bahwa posisi operator loading ramp pada saat bekerja adalah membungkuk dengan membentuk sudut 30 0 pada tubuh bagian belakang (back), pergelangan

Kemudian postur pergelangan tangan fleksi sebesar sudut > 15° maka diberi skor 2 dan karena pergelangan tangan kiri berputar (twisted) untuk menahan beban dari barang yang sedang

Hasil analisis tingkat risiko MSDs terkait postur, beban, durasi dan frekuensi, maka diketahui bahwa bagian tubuh seperti tangan dan pergelangan tangan baik kiri maupun kanan,

Pronasi dan supinasi lengan bawah  Atur posisi lengan bawah menjauhi tubuh pasien dengan siku menekuk  Letakkan satu tangan pada pergelangan tangan dan pegang tangan lain dengan