1 BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam sebuah proses belajar terdapat hal yang dicapai sebagai adanya tolak ukur akan keberhasilan pembelajaran. Tolak ukur keberhasilan tersebut adalah prestasi belajar. Di dalam pendidikan terdapat suatu tujuan yang harus dicapai melalui proses pembelajaran yang diikuti sebelumnya. Dari kegiatan pembelajaran akan didapatkan hasil yang diharapkan yang mampu menjadikan perubahan pada tingkah laku individu menjadi orang yang berkualitas dan berkembang. Mas’ud Hasan Abdul Dahar mengatakan bahwa prestasi adalah hasil yang didapatkan, diciptakan untuk menyenangkan hati yang diperoleh melalui keuletan dan kerja keras baik secara individual maupun kelompok dalam bidang tertentu.1
Prestasi diartikan sebagai hasil dari usaha belajar peserta didik yang berupa angka atau nilai dari hasil ujian yang dilakukan sebagai evaluasi pembelajaran sesuai ketentuan. Setiap individu peserta didik memiliki proses pembelajaran yang berbeda, sehingga hasil prestasi belajar yang akan diperoleh juga akan berbeda-beda, ada yang menunjukkan prestasi tinggi dan ada juga yang rendah.
1 Mas’ud Hasan Abdul Dahar, Belajar dan Pembelajaran (Bandung: CV Pustaka Setia, 2015), 20.
Dalam prestasi belajar terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar peserta didik. Diantaranya terdapat faktor internal dan faktor eksternal. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar peserta didik adalah faktor eksternal berasal dari luar individu yakni faktor dari sekolah. Salah satu faktor yang terdapat disekolah ialah guru. dimana guru yang bertugas mengajar dikelas. Untuk mencapai keberhasilan dalam belajar, dipengaruhi oleh faktor-faktor dalam proses belajar mengajar, salah satunya adalah faktor guru dan variasi gaya mengajar yang dilakukan guru. Guru berposisi sebagai komponen yang sangat menentukan keberhasilan pembelajaran.2 Guru berperan penting dalam proses belajar mengajar sebab mempengaruhi peningkatan hasil belajar siswa.
Belajar mengajar adalah suatu kegiatan edukatif, yang diwarnai dengan interaksi antara guru dan siswa. Interaksi yang dilakukan antara guru dengan siswa diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya. Guru merencanakan kegiatan pembelajaran secara sistematis dengan memanfaatkan segala sesuatu yang berguna dalam pembelajaran.3 Guru komponen penting dalam proses pembelajaran, sebab guru yang memiliki potensi sangat menentukan akan keberhasilan peserta didik dalam proses pembelajaran. Guru harus memiliki keterampilan dan kemampuan dalam melakukan pembelajaran yang baik.
2 Amelia Rahma Pratiwi, ―Pengaruh Gaya Mengajar Terhadap Minat Belajar Siswa Mata Pelajaran SKI Di Mts Karanganyar‖ (IAIN Purwokerto, 2017).
3 Sadirman A . M, Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2012), 125.
Kemampuan guru dalam mengajar termasuk salah satu faktor penyebab keberhasilan prestasi belajar peserta didik. Oleh karena itu dalam setiap proses pembelajaran guru harus melakukan variasi gaya mengajar. Variasi gaya mengajar diartikan sebagai tingkah laku guru dalam pembelajaran. Keterampilan variasi mengajar dilakukan untuk mengatasi kebosanan siswa saat belajar, hal ini agar dapat meningkatkan antusiasme, ketekunan dan semangat siswa dalam belajar.4
Pada dasarnya setiap individu memiliki cara pandang yang berbeda-beda. Peserta didik memperoleh prestasi belajar yang berbeda- beda disebabkan oleh mereka memiliki cara mencerna pesan dan informasi masing-masing. Pandangan ini dapat pula diartikan sebagai persepsi.
Menurut Bimo Walgito persepsi adalah proses yang diterima individu melalui panca indera dan menyadari apa yang dilihat dan didengar.
Menurut Ajzen dalam artikel berjudul The theory of planned behavior, ia menyatakan persepsi atas perilaku ditimbulkan pada persepsi individu terhadap kesulitan atau kemudahan untuk menunjukkan niat. Setiap perilaku yang akan dilakukan individu didapatkan dari persepsi kendali atas perilaku, seseorang berkeyakinan bahwa persepsi yang dimiliki merupakan kontrol pada dirinya sendiri untuk persepsi perilaku tersebut.5
Berkaitan dengan hal tersebut, guru penting untuk melakukan variasi gaya mengajar yang bertujuan untuk mengurangi kebosanan peserta didik saat belajar. Selain itu juga, perilaku guru dalam mengajar
4 Mulyana E, Menjadi Guru Profesional (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2013), 78.
5 Ni Putu Ika Parianti, I Wayan Suartana, dan I Dewa Nyoman Badera, ―Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Niat dan Perilaku Whistleblowing Mahasiswa Akuntansi,‖ 2016, 4219.
dapat menimbulkan pandangan yang berbeda-beda pada peserta didik, sehingga guru harus mampu menunjukkan sikap baik pada siswa. Apabila guru menunjukkan sikap yang baik dan menyenangkan dalam pembelajaran, maka persepsi siswa akan menjadi baik pula terhadap gurunya.
Penjelasan ini sesuai dengan Teori dari Indah Ayu Lestari dkk mengenai Hubungan persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru dengan hasil belajar dalam jurnal pendidikan dan ilmu kimia. Indah Ayu lestari dkk mengatakan bahwa persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru mempengaruhi hasil belajar siswa.6
Sesuai juga dengan teori dari Wa Ode Sartika dalam Jurnal Penelitiannya mengatakan bahwa persepsi siswa pada gaya mengajar guru mempengaruhi akan keberhasilan belajar peserta didik. Jika guru mengajar dengan baik, maka akan menimbulkan persepsi pada siswa yang baik pula.
Sehingga dapat memberikan perasaan senang dalam belajar dan merasa bersemangat. Ketika seorang siswa memiliki persepsi baik pada gurunya, ia akan menunjukkan kepatuhannya dalam belajar dengan mampu mengendalikan diri, berkonsentrasi, dan selalu siap untuk belajar sehingga mendapatkan hasil yang baik.7
6 Indah Ayu Lestari dkk., ―Hubungan Persepsi Siswa Kelas X MIPA di SMA NEGERI Sekota Bengkulu Tahun Ajaran 2016/2017 tentang Variasi Gaya Mengajar Guru Dengan Hasil Belajar Kimia,‖ 2017, 114.
7 Wa Ode Sartika, ―Pengaruh Persepsi Tentang Cara Mengajar Guru Dan Kebiasaan Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas X SMA NEGERI 1 Sawerigadi Tahun Ajaran 2012/2013‖ 1, no. 1 (2013): 149.
Selain faktor guru, minat juga salah satu faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan belajar. Siswa yang menyukai pembelajaran pada mata pelajaran akan mengikuti pembelajaran dengan baik, memperhatikan dan antusias selama proses pembelajaran berlangsung.
Prestasi belajar didapatkan melalui proses belajar mengajar. Didalam proses belajar mengajar harus terdapat minat belajar yang tinggi agar peserta didik dapat memperoleh hasil akhir yang baik dan maksimal.
Menurut William Jeams, minat siswa merupakan faktor utama yang menentukan keaktifan belajar siswa. Dapat dipahami bahwa peserta didik lahir dengan sebuah rasa keingintahuan yang besar dalam suatu hal, serta mereka memiliki potensi dalam dirinya untuk memenuhi rasa keingintahuan tersebut melalui pembelajaran yang efektif. Minat ialah suatu kegiatan yang dilakukan dengan tetap dalam sebuah proses belajar mengajar. Kegiatan yang disukai oleh siswa akan diperhatikan dengan rasa senang dan rasa kepuasaan. Seseorang yang berminat pada suatu kegiatan cenderung akan memperhatikan kegiatan tersebut sehingga dapat memperoleh prestasi belajar yang maksimal.
Berdasarkan hal tersebut, Slamet Rozikin dkk mengatakan bahwa minat belajar mempengaruhi hasil atau prestasi belajar dalam Jurnal pendidikan mengenai hubungan minat belajar siswa dengan prestasi belajar siswa.8 Dalam hal ini, dapat dipahami bahwa semakin tinggi minat belajar peserta didik maka semakin tinggi pula prestasi belajar yang akan
8 Slamet Rozikin, Hermansyah Amir, dan Salastri Rohiat, ―Hubungan Minat Be;ajar Siswa Dengan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Kimia di SMA Negeri 1 Tebat Karai dan SMA Negeri 1 Kabupaten Kepahiang,‖ 2018, 78–81.
diperoleh peserta didik. Kemampuan mengajar yang dilakukan guru dapat menjadi faktor dalam meningkatkan minat siswa pada proses pembelajaran, hal tersebut juga akan mempengaruhi prestasi belajar siswa.
Persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar dan minat belajar berkaitan erat dengan prestasi belajar. Guru berposisi sangat penting dalam keberhasilan pendidikan. Guru menentukan jalannya pembelajaran, dan berharap peserta didik dapat memahami hal yang disampaikan guru. selain itu, guru juga berkeinginan pada siswa untuk memiliki semangat dan antusias tinggi dalam setiap pembelajaran agar menjadi individu yang berkembang dengan adanya perubahan tingkah laku, pola pikir dan pengertahuannya.
Berdasarkan uraian diatas prestasi belajar yang diperoleh siswa dipengaruhi juga oleh pandangan setiap siswa mengenai variai gaya mengajar guru dan minat belajar dalam diri siswa. Sebab gaya mengajar yang diterapkan guru dengan baik siswa akan semangat belajar dan minat belajar siswa yang tinggi akan menghasilkan prestasi belajar siswa yang tinggi. Sebaliknya, jika siswa memiliki minat belajar yang rendah dan gaya mengajar guru yang membosankan maka prestasi yang didapat juga akan rendah.
Salah satunya dalam pembelajaran PAI mata pelajaran Al-Qur’an Hadis, dimana guru dituntut untuk mampu memberikan pembelajaran yang baik pada siswa. Guru harus memiliki kreatifitas dalam melakukan pembelajaran agar peserta didik tertarik mengikuti proses belajar dengan rasa menyenangkan. Sebab Al-Qur’an Hadis adalah salah satu mata
pelajaran PAI yang penting untuk dipelajari peserta didik ditingkat madrasah. Al-Qur’an Hadis mencakup materi yang bertujuan memberikan ilmu pengetahuan pada peserta didik mengenai Al-Qur’an dan Hadis agar lebih memahami isi yang terkandung dalam sumber hukum islam. selain itu dalam mata pelajaran ini peserta didik diberikan bekal mengenai dalil- dalil yang berkaitan dengan kehidupan sehingga dapat meningkatkan kecintaannya kepada Al-qur’an dan hadis.
Berdasarkan wawancara pada kenyataannya yang terjadi dalam proses pembelajaran Al-Qur’an Hadis kelas XI IPS di MAN 5 Kediri, sebagian peserta didik sudah menunjukkan minat belajar yang berbeda- beda setiap peserta didik. Sebaik berpartisipasi aktif dalam pembelajaran, meskipun begitu adapula yang peserta didik yang belum berantusias dalam proses pembelajaran Al-Qur’an Hadis yang diikuti. Peserta didik tersebut terlihat tidak berantusias dalam proses belajar dan cenderung pasif. Hal ini dapat disebabkan oleh pandangan peserta didik tentang gaya mengajar yang guru terapkan. Setiap peserta didik pastinya memiliki latar belakang yang berbeda, begitu pula dengan pandangan mereka mengenai guru.
Dalam hal ini guru harus dapat memberikan pengajaran yang baik pada peserta didik sehingga mereka dapat mengikuti pembelajaran dengan senang dan berantusias.
Selain permasalahan minat, prestasi peserta didik pastinya berbeda- beda. Dapat diketahui beberapa peserta didik menunjukkan hasil prestasi belajarnya yang masih rendah, meskipun terdapat siswa yang prestasi belajarnya tinggi. Prestasi yang meningkat tergantung dengan peran guru
dalam proses belajar mengajar. Salah satu upaya untuk meningkatkan prestasi belajar ialah melakukan variasi gaya mengajar yang baik. Serta mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran agar siswa dapat membangun minat belajar dirinya dengan baik, sehingga prestasi yang diperoleh dapat meningkat.
Terdapat penelitian terdahulu yang relevan yakni penelitian Ahmadi pada tahun 2017 tentang ―Pengaruh Persepsi Siswa tentang Guru dan Minat Belajar terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas X MIA MAN Wajo‖.9 Dalam penelitian ini diperoleh hasil bahwa persepsi siswa tentang guru dan minat belajar berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa. Penelitian oleh Penelitian Arifin Efendi pada tahun 2016 tentang ― Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Persepsi Siswa Tentang Variasi Gaya Mengajar Guru terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Kewirausahaan pada Siswa Kelas X SMK Muhammadiyah Kartasura Tahun ajaran 2015/2016‖.10 Terdapat hasil bahwa ada pengaruh signifikan antara variasi gaya mengajar dan motivasi belajar dengan prestasi belajar.
Penelitian oleh Listianingsih pada tahun 2013 tentang ―Pengaruh Motivasi Belajar dan Persepsi Siswa Mengenai Variasi Gaya Mengajar Guru Terhadap Prestasi Belajar Akuntansi Pada Siswa Kelas XI IPS SMA
9 Ahmadi Ahmadi, ―Pengaruh Persepsi Siswa Tentang Guru dan Minat Belajar Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas X MIA MAN Wajo,‖ Al-Qalam 23, no. 2 (11 Desember 2017), https://doi.org/10.31969/alq.v23i2.405.
10 Arifin Efendi, ―Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Persepsi Siswa Tentang Variasi Gaya Mengajar Guru Terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Kewirausahaan Pada Siswa Kelas X SMK Muhammadiyah Kartasura Tahun Ajaran 2015/2016,‖ Program Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2016.
Negeri 2 Sukoharjo Tahun Ajaran 2012/2013‖. Dalam penelitian ini dihasilkan kesimpulan bahwa secara bersamaan motivasi belajar dan persepsi siswa mengenai variasi gaya mengajar guru berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar.11
Dengan mengkaitkan latar belakang dan penelitian sebelumnya, peneliti ingin mengetahui mengenai prestasi belajar siswa yang ditinjau dari persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru dan juga minat belajar, sehingga peneliti bermaksud untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Persepsi Siswa tentang Variasi Gaya Mengajar Guru dan Minat Belajar terhadap Prestasi Belajar dalam Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadis di MAN 5 Kediri”
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, maka rumusan masalah yang terdapat pada penelitian ini adalah :
1. Apakah ada pengaruh persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru terhadap prestasi belajar peserta didik dalam mata pelajaran Al- Qur’an Hadis ?
2. Apakah ada pengaruh minat belajar terhadap prestasi belajar peserta didik dalam mata pelajaran Al-Qur’an Hadis ?
3. Apakah ada pengaruh persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru dan minat belajar terhadap prestasi belajar peserta didik dalam mata pelajaran Al-Qur’an Hadis ?
11 Listianingsih, ―Pengaruh Motivasi Belajar dan Persepsi Siswa Mengenai Variasi Gaya Mengajar Guru Terhadap Prestasi Belajar Akuntansi Pada Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 2 Sukoharjo Tahun Ajaran 2012/2013‖ (Surakarta, Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2013).
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah, tujuan dari penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh persepsi siswa tentang variasi
gaya mengajar guru terhadap prestasi belajar peserta didik dalam mata pelajaran Al-Qur’an Hadis.
2. Untuk mengetahui Apakah ada pengaruh minat belajar terhadap prestasi belajar peserta didik dalam mata pelajaran Al-Qur’an Hadis.
3. Untuk mengetahui Apakah ada pengaruh persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru dan minat belajar terhadap prestasi belajar peserta didik dalam mata pelajaran Al-Qur’an Hadis.
D. Manfaat Penelitian
Dilihat dari pemaparan tujuan penelitian diatas, maka terdapat dua jenis manfaat dalam penelitian yakni secara teoritis dan praktis sebagaimana berikut ini :
1. Secara Teoritis
Manfaat penelitian secara teoritis dapat dijadikan inspirasi penelitian selanjutnya guna pengembangan ilmu pengetahuan. Sebagai bahan referensi atau acuan bagi para pembaca dan peneliti yang akan membahas mengenai persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar, minat belajar dan prestasi belajar.
2. Secara Praktis
a. Bagi peneliti melalui penelitian ini dapat mengetahui permasalahan variasi gaya mengajar, minat belajar dan prestasi belajar dalam
proses pembelajaran. Hal ini juga salah satu wujud penerapan ilmu pengetahuan yang didapat selama belajar di IAIN Kediri.
b. Bagi Lembaga sekolah yaitu dijadikan sebagai bahan rujukan pihak sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran yang dilaksanakan.
c. Bagi pendidik yaitu diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas diri dalam mengajar serta mampu mengembangkan variasi gaya mengajar agar siswa mengikuti pembelajaran dengan rasa senang dan minat yang tinggi serta mendapat hasil belajar yang memuaskan.
d. Bagi siswa yaitu diharapkan dapat menjadikan penelitian ini sebagai cara agar siswa dapat mengetahui minat dan prestasi yang diperoleh selama pembelajaran.
E. Penelitian Terdahulu
1. Penelitian Ahmadi tentang ―Pengaruh Persepsi Siswa tentang Guru dan Minat Belajar terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas X MIA MAN Wajo‖.12 Dalam penelitian ini diperoleh hasil bahwa persepsi siswa tentang guru dan minat belajar berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa.
2. Penelitian Arifin Efendi pada tahun 2016 tentang ― Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Persepsi Siswa Tentang Variasi Gaya Mengajar Guru terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Kewirausahaan
12 Ahmadi, ―Pengaruh Persepsi Siswa Tentang Guru dan Minat Belajar Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas X MIA MAN Wajo.‖
pada Siswa Kelas X SMK Muhammadiyah Kartasura Tahun ajaran 2015/2016‖.13 Pada penelitian terdpaat persamaan yakni terdapat tigas variabel, namun setiap variabel berbeda yakni variabel persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar menjadi variabel sedangkan variabel minat belajar. Untuk variabel Y memiliki kesamaan yakni prestasi belajar. Hasil penelitian ini ialah terdapat pengaruh persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru terhadap prestasi belajar dengan nilai 27,555 > 3,150.
3. Penelitian Atika Prama Deswita dkk pada tahun 2013 mengenai
―Pengaruh Persepsi Siswa tentang Gaya Mengajar Guru dan Minat Belajar Siswa terhadap Hasil Belajar Akuntansi pada Program Keahlian Kelas X di SMKN 1 Sawahlunto Tahun Ajaran 2012/2013‖.
Penelitian ini diperoleh hasil bahwa persepsi siswa tentang gaya mengajar guru dan minat belajar berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar dengan nilai sebesar 38,90 % dan sisanya 61,10%
dipengaruhi faktor lain.14
4. Penelitian oleh Slamet Rozikin dkk mengenai ― Hubungan Minat Belajar Siswa Dengan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Kimia DI SMA N 1 Tebat Karai Dan SMA N 1 Kabupaten
13 Efendi, ―Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Persepsi Siswa Tentang Variasi Gaya Mengajar Guru Terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Kewirausahaan Pada Siswa Kelas X SMK
Muhammadiyah Kartasura Tahun Ajaran 2015/2016.‖
14 Atika Prama Deswita, ―Pengaruh Persepsi Siswa Tentang Gaya Mengajar Guru dan Minat Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar Akuntansi pada Program Keahlian Akuntansi Siswa kelas X di SMKN 1 Sawahlunto Tahun Ajaran 2012/2013,‖ 2013.
Kepahiang‖.15 Pada penelitian Slamet Rozikin dkk terdapat 2 variabel, sedangkan penelitian yang dilakukaan saat ini terdapat 3 variabel.
Dimana terdapat 2 variabel tentang variasi mengajar guru.
persamaannya pada variabel minat belajar dan prestasi belajar.
Didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan minat belajar dengan prestasi belajar, terbukti dengan nilai sebesar 76,4%.
Dapat dikatakan semakin tinggi minat belajar siswa maka semkain tinggi pula prestasi belajar siswa.
F. Hipotesis Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang telah disebutkan, maka hipotesis penelitian ini adalah :
1. Ho : Tidak ada pengaruh persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru terhadap prestasi belajar peserta didik dalam mata pelajaran Al- Qur’an Hadis.
Ha : Ada pengaruh persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru terhadap prestasi belajar peserta didik dalam mata pelajaran Al-Qur’an Hadis.
2. Ho : Tidak ada pengaruh minat belajar siswa terhadap prestasi belajar peserta didik dalam mata pelajaran Al-Qur’an Hadis.
Ha : Ada pengaruh minat belajar siswa terhadap prestasi belajar peserta didik dalam mata pelajaran Al-Qur’an Hadis.
15 Rozikin, Amir, dan Rohiat, ―Hubungan Minat Be;ajar Siswa Dengan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Kimia di SMA Negeri 1 Tebat Karai dan SMA Negeri 1 Kabupaten Kepahiang .‖
3. Ho : Tidak ada pengaruh persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru dan minat belajar terhadap prestasi belajar peserta didik dalam mata pelajaran Al-Qur’an Hadis
Ha : ada pengaruh persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru dan minat belajar terhadap prestasi belajar peserta didik dalam mata pelajaran Al-Qur’an Hadis
G. Definisi Operasional
Berkenaan dengan judul ―Pengaruh Persepsi Siswa tentang Variasi Gaya Mengajar Guru dan Minat Belajar terhadap Prestasi Belajar dalam Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadis di MAN 5 Kediri‖
1. Persepsi dalam bahasa latin perceptio dan bahasa inggris perception memiliki arti menerima atau mengambil. Persepsi ialah tindakan dalam menafsirkan sebuah informasi untuk memberikan gambaran dan pemahaman tentang lingkungan.16 Dapat dipahami bahwa persepsi adalah proses memahami suatu informasi yang didapat melalui panca indera. Setiap individu menangkap suatu informasi dengan proses yang berbeda, sehingga persepsi atau pandangan setiap orang berbeda- beda meskipun pada satu objek yang sama.
2. Variasi gaya mengajar diartikan sebagai suatu cara mengajar yang dilakukan oleh guru dengan sengaja agar proses pembelajaran tidak berjalan monoton. Hal ini dilakukan agar peserta didik tidak merasa bosan, sehingga dengan dilakukan variasi gaya mengajar diharapkan
16 Alex Sabour, Psikologi Umum (Bandung: Pustaka Setia, 2016), 445.
proses pembelajaran menjadi dinamis serta dapat meningkatkan perhatian dan minat belajar peserta didik.
3. Minat belajar adalah suatu rasa suka, senang dan tertarik tanpa ada sebuah paksaan dari orang lain dalam mengikuti kegiatan belajar.
Seorang peserta didik yang bersikap antusias secara aktif dalam proses pembelajaran yang diikuti, hal itu menunjukkan bahwa ia memiliki minat belajar yang tinggi. Minat belajar dapat terlihat dari rasa senang selama peserta didik belajar, berpartisipasi aktif dan selalu memperhatikan materi pembelajaran.
4. Prestasi belajar yakni suatu hal yang dicapai peserta didik setelah proses kegiatan belajar yang mencakup aspek kognitif, afektif, psikomootorik. Prestasi belajar hasil akhir yang didapat siswa yang terkait kurikulum dan kompetensi pembelajaran, prestasi belajar juga dijadikan sebagai ukuran atas keberhasilan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran.